P. 1
12. Prosedur Pengendalian Internal

12. Prosedur Pengendalian Internal

|Views: 58|Likes:
Dipublikasikan oleh Fatia Jannah

More info:

Published by: Fatia Jannah on May 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

P PR RO OS SE ED DU UR RP PE EN NG GE EN ND DA AL LIIA AN N IIN NT TE ER RN NA AL L

A. TUJUAN Penetapan prosedur pengendalian internal ini secara umum bertujuan untuk: 1. Untuk memberikan kepastian tentang keefektifan pelaksanaan sistem manajemen dan akuntansi 2. Untuk mengidentifikasi peluang-peluang untuk melakukan peningkatan terhadap pelayanan di RSUD A B. RUANG LINGKUP Ruang lingkup prosedur pengendalian internal ini mencakup: 1. Membuat perencanaan terhadap control internal/pengawasan internal yang akan dilakukan oleh Satuan Pengawas Intern. 2. Melaksanakan prosedur pengawasan intern terhadap rumah sakit 1. Melakukan koreksi, bila dalam temuan pemeriksaan didapati adanya kekeliruan dalam pelaksanaan prosedur. 2. Struktur Pengendalian Intern (Siklus Penerimaan) 1. Prosedur Struktur Pengendalian Intern: 1. Pengesahan Transaksi 2. Pemisahan Tugas 1) Pastikan bahwa tidak ada satu orang atau departemen pun yang melakukan semua proses secara keseluruhan. 2) Yakinkan bahwa yang melakukan pengesahan transaksi harus terpisah dengan yang memproses transaksi. Dalam siklus pendapatan, bagian piutang harus terpisah dari seluruh proses, jadi secara formal pemberian persetujuan terhadap transaksi merupakan aktivitas yang independent. 3) Yakinkan bahwa bagian penerimaan kas/ bendahara penerimaan terpisah dengan bagian pencatatan piutang 4) Yakinkan bahwa pengawasan aset harus terpisah dari tugas pembukuan aset. Pada sistem penerimaan tunai/ kas, bagian penerimaan tunai/ kas menjaga aset (kas) dan fungsi akuntansi memelihara pencatatan data akuntansi. Kasir melapor kepada bendahara yang mempunyai kewajiban atas aset lancar. Fungsi akuntansi adalah bertanggung jawab atas pengawasan. 3. Supervisi 1) Yakinkan bahwa supervisi dapat menyediakan pengendalian pada system yang terpisah. Pada sistem penerimaan tunai, bagian dokumen merupakan titik rawan bagi pengungkapan kecurangan bagi beberapa perusahaan. Individu yang bertugas membuka

Penomoran dalam dokumen sumber sebaiknya Prenumbered. system menyediakan laporan singkat atas seluruh kelompok. Catatan Akuntansi 1) Yakinkan bahwa sudah ada penomoran pada dokumen sumber.Pencatatan transaksi satu kali untuk seluruh pemrosesan lanjutan. Sehingga kita mempunyai jejak audit yang komplit dari laporan keuangan sampai pada dokumen sumber melalui buku besar umum. Contoh : Penyetoran kas harian diselaraskan dengan slip penyetoran yang mengindikasikan jumlah 5. 5) Yakinkan bahwa Buku Besar Umum dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan laporan keuangan. 2) Yakinkan bahwa catatan akuntansi yang menjadi dokumen pada siklus penerimaan ini adalah Laporan Penerimaan Kas. Pengendalian Akses 1) Yakinkan bahwa Kas disetorkan ke bank secara harian 2) Yakinkan bahwa kotak deposit yang aman digunakan untuk menyimpan kas 3) Yakinkan bahwa laci kas telah dikunci dan amankan pada bagian penerimaan tunai. dan semua kwitansi yang dikeluarkan oleh kasir 3) Yakinkan ada jurnal khusus untuk mengelompokkan transaksi yang sama. Dokumen jurnal yang meringkas aktivitas jurnal dan buku besar pembantu mengalir ke buku besar umum untuk memperbarui rekeningrekening tersebut. 4. Buku besar pembantu digunakan untuk menangkap transaksi rincian kejadian dalam siklus pendapatan. 4) Yakinkan dipergunakannnya Buku Besar Pembantu. Contoh : system sekali tulis (one-write system) digunakan untuk menyajikan formulir laporan penerimaan dan register secara simultan 7) Yakinkan bahwa saldo batch digunakan sebagai pembanding pos-pos atau dokumen-dokumen yang telah diproses dengan pengendali total yang telah ditentukan. 6. untuk mencegah kesalahan-kesalahan transkripsi. Ketidakjujuran karyawan / petugas mungkin akan menggunakan kesempatan ini untuk mencuri cek. 6) Yakinkan adanya Penyajian Secara Simultan. terhadap Laporan Penerimaan Kas yang diberikan oleh kasir . kas dan menghancurkan bukti pembayaran sehingga tidak meninggalkan bukti transaksi. buku besar pembantu dan jurnal-jurnal khusus. Transaksi siklus pendapatan mempengaruhi rekening buku besar pembantu. 8) Yakinkan bahwa Dokumen Transmital (Formulir Pengendali Batch) digunakan sebagaii media untuk mengkomunikasikan total pengendalian dari seluruh pergerakan data. Verifikasi Independen Yakinkan bahwa verifikasi dilakukan oleh bendahara penerimaan. khususnya dari sumber ke titik pemrosesan atau di antara titik-titik pemrosesan. menggunakan rangkap berganda.dokumen juga memiliki jalur kas (aset) dan jalur untuk mendapatkan dokumen bukti pembayaran (catatan transaksi).

Supervisi 1) Yakinkan bahwa Supervisor mengamati proses clocking dan merokonsiliasikan time card dengan kehadiran actual 4. Supervisi 1) Yakinkan bahwa inspeksi aset telah dilakukan ketika barang diterima dari pemasok. Pengesahan Transaksi 1) Yakinkan bahwa formulir kegiatan personel telah digunakan untuk mengidentifikasii pegawai kegiatan pegawai dan mengotorisasi gaji 2) Otorisasi terhadap transaksi penggajian. Prosedur pengendalian Penggajian 1. Pengendalian Akses 1) Yakinkan bahwa suatu perusahaan telah mengontrol akses ke aset fisik seperti kas dan persediaan (akses langsung) 2) Yakinkan bahwa perusahaan telah membatasi akses ke dokumen-dokumen yang mengontrol aset fisiknya (akses tidak langsung). petugas penerimaan harus menginspeksi item-item tersebut untuk kuantitas dan kondisinya 2) Yakinkan bahwa barang persediaan disimpan aman di gudang. Pemisahan Tugas 1) Yakinkan bahwa Pemisahan Pengendalian Persediaan dari gudang dijalankan. 4. Verifikasi Independen 1) Yakinkan bahwa dokumen permintaan barang. Laporan pengeluaran barang dari gudang. 2) Yakinkan bahwa catatan akuntansi pada siklus ini adalah daftar permintaan barang dari masing-masing ruang. 2) Yakinkan bahwa dokumen 2. buku besar pembantu yang berisi catatan . Prosedur pengendalian belanja barang 1. surat pesanan.3. laporan penerimaan dan faktur pemasok telah direkonsiliasi. 2. Pemisahan Tugas 1) Yakinkan bahwa bagian timekeeping dipisahkan dari bagian personalia 3. terutama terhadap pembayaran honor dilakukan oleh direktur rumah sakit. Pengesahan Transaksi 2. Struktur Pengendalian Internal (Siklus Pengeluaran) 1. Catatan akuntansi 1) Yakinkan bahwa Time card. 2) Yakinkan bahwa Buku Besar Umum dan Utang dipisahkan dari Pengeluaran Kas 3. system siklus pengeluaran harus menyediakan informasi pendukung. Catatan Akuntansi 1) Yakinkan bahwa catatan akuntansi yang rutin tersedia. daftar gaji. 6. dan file laporan penerimaan. dan kartu stock barang yang ada digudang 5.

Setiap transaksi harus dimulai dengan permintaan tertulis dari pemakai atau departemen. harus terdapat proses persetujuan independen yang mengevaluasi mutu permintaan berdasarkan basis biaya-manfaat. Verifikasi Independen 1) Yakinkan bahwa Supervisor telah menverifikasi dan menandatangani time card 2) Yakinkan bahwa pendistribusian gaji dilakukan melalui pusat pembayaran (pay master) untuk membantu verifikasi eksistensi para pegawai 4. akun buku besar umum sebagai pengendalian pembayaran gaji telah disajikan secara akurat 5. Prosedur Pengendalian Aset Tetap 1. pembelian komputer mikro untuk pegawai individual harus diamankan dalam lokasi yang tepat dan tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan eksplisit 4. 2) Yakinkan bahwa dokumen yang harus ada pada tahap penghapusan aset tetap adalah Daftar Usulan Penghapusan Aset (DUPA) dan Daftar Penghapusan Aset (DPA) 5. Pengesahan Transaksi Yakinkan bahwa akuisisi aset tetap harus formal dan secara eksplisit diotorisasi. Misalnya. Dalam hal ini termasuk umur ekonomis aset. Verifikasi Independen Yakinkan bahwa secara periodik. Pemisahan Tugas 3. biaya keuangan orisinil. 6. Pengendalian akses 1) Yakinkan bahwa pengendalian akses ke dokumen sumber dan catatan dalam system pembayaran gaji telah dilakukan. termasuk catatan terhadap biaya pemeliharaan aset tersebut. Supervisi Yakinkan bahwa para Supervisor telah memastikan bahwa aset tetap yang digunakan sesuai dengan kebijakan organisasi dan praktik bisnis. Struktur pengendalian Intern (Pengelolaan Persediaan dan Aset Tetap) 1. Pengendalian Akses 6. tarif diskon yang digunakan dan metode penganggaran modal yang digunakan dalam analisis. Catatan Akuntansi 1) Yakinkan bahwa catatan akuntansi yang terlibat dalam bagian ini adalah catatan tentang penggunaan aset tetap. auditor internal memeriksa akuisisi aset dan prosedur persetujuan untuk menentukan kelayakan faktor yang digunakan dalam analisis. penghematan biaya yang ditawarkan karena membeli aset tersebut. Dalam kasus item-item yang bernilai tinggi.’’ . 2.berbagai akun biaya pegawai.

Supervisi 1) Yakinkan bahwa inspeksi terhadap kas telah dilakukan dan waktunya tidak ditentukan sebelumnya. 3. Pengesahan Transaksi 2. 4. Pengendalian akses 1) Yakinkan bahwa pengendalian akses ke dokumen sumber dan catatan pada pengelolaan kas telah dilakukan. Prosedur Struktur Pengendalian Intern: 1. Prosedur Struktur Pengendalian Intern: 1. 4. Supervisi 1) Yakinkan bahwa inspeksi terhadap kas telah dilakukan dan waktunya tidak ditentukan sebelumnya. Catatan Akuntansi 1) Yakinkan bahwa catatan akuntansi yang terlibat dalam bagian ini adalah semua dokumen yang dapat menjadi informasi untuk pelaporan Keuangan. Pemisahan Tugas 1) Pastikan bahwa tidak ada satu orang atau satu departemen pun yang melakukan semua proses pelaporan keuangan secara keseluruhan. Verifikasi Independen 1) Yakinkan bahwa verifikasi telah dilakukan pada Laporan Kas Kecil oleh Bendahara Pengeluaran 2) Yakinkan bahwa verifikasi yang dilakukan pada bagian ini bersifat independent dan tanpa pengaruh dari pihak manapun 6. 3. Pemisahan Tugas 1) Pastikan bahwa tidak ada satu orang atau departemen pun yang melakukan semua proses pengelolaan kas secara keseluruhan. . Struktur Pengendalian Intern (Pengelolaan Kas) 1.5. Catatan Akuntansi 1) Yakinkan bahwa catatan akuntansi yang terlibat dalam bagian ini adalah Laporan Kas Kecil dan semua dokumen yang timbul akibat transaksi melalui kas kecil ini 5. Pengesahan Transaksi 2. Struktur Pengendalian Intern (Pelaporan Keuangan) 1. 6. 2) Yakinkan bahwa kotak deposit yang aman digunakan untuk menyimpan kas yang ada pada pemegang kas harian 3) Yakinkan bahwa laci kas telah dikunci dan amankan pada bagian pemegang kas harian.

Tim Pemeriksaan D. UNIT TERKAIT 1. Pengendalian akses 1) Yakinkan bahwa pengendalian akses ke dokumen sumber dan catatan pada pengelolaan kas. Verifikasi Independen Yakinkan bahwa verifikasi telah dilakukan pada Laporan Kas Kecil oleh Bendahara Pengeluaran C. Pengawasan Internal . Sekretaris SPI 2. 6. 2) Yakinkan bahwa kotak deposit yang aman digunakan untuk menyimpan kas yang ada pada pemegang kas harian 3) Yakinkan bahwa laci kas telah dikunci dan amankan pada bagian pemegang kas harian. BAGAN ALUR 1.5.

Bagan Alur : Pengawasan – Satuan Pengawas Intern Tim Satuan Pengawas Intern Mulai Membuat Perencanaan Program Pemeriksaan rutin 1 Bagian/ Unit/ Instalasi di RS Direktur RS Laporan Hasil Pemeriksaan dan Rekomendasi Rencana Program Kerja Ditetapkan menjadi program kerja dan ditandatangani direktur RS Tindak Lanjuti Hasil Pemeriksaan Program Kerja Persiap an Pengaw asan Pengawasan Selesai Siapkan hasil proses pemeriksaan dan rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan dan Rekomendasi 1 .

Meminta Surat Tugas 3 1 2 Bagian yang diaudit Laporan Hasil Pemeriksaan dan Rekomendasi Surat Tugas Tindak Lanjut (Koreksi & Evaluasi) Proses Pemeriksaan Siapkan Hasil Pemeriksaan dan Rekomendasi Selesai Laporan Hasil Pemeriksaan dan Rekomendasi 3 .Bagan Alur : Pemeriksaan Kasus – Satuan Pengawas Intern Tim Satuan Pengawas Intern Mulai 1 Direktur RS Laporan Kasus Buat Surat Tugas Verifikasi kebenaran Laporan Surat Tugas Ada kasus? Tidak 2 Selesai Ya Siapkan Rencana Proses Pemeriksaan.

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi 3. Perencanaan Pemerikasaan 2. Selesai FORMULIR 1. Menyusun laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi 6. Prosedur Pengawasan Tim Satuan Pengawas Intern 1.E. Melakukan proses pemeriksaan rutin di unit/ instalasi/ bagian yang berhubungan dengan kasus yang terjadi 2. Menerima laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi kepada direktur 2. Meminta pengesahan direktur untuk program pemeriksaan rutin/ pengawasan tahunan yang telah disusun 3. selesai 5. lanjutkan proses pemeriksaan 4. Melakukan proses pemeriksaan rutin di unti/ instalasi/ bagian 5. PROSEDUR 1. Menerima laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi kepada direktur 2. Menyerahkan surat tugas kepada Tim Satuan Pengawas Intern Tim Satuan Pengawas Intern 1. Jika tidak ada kasus. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi kepada direktur Direktur 1. Jika ada kasus. Menerima rencana proses pemeriksaan dan membuat surat tugas 2. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi serta melakukan evaluasi 3. Prosedur Pemeriksaan Tim Satuan Pengawas Intern 1. Menyusun laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi 3. Melakukan persiapan pemeriksaan rutin/ pengawasan 4. Menyusun rencana proses pemeriksaan dan meminta kepada direktur surat tugas pemeriksaan Direktur 1. Menerima laporan kasus 2. Laporan Pemeriksaan (LP) . Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi kepada direktur Direktur 1. Menyiapkan perencanaan program pemeriksaan rutin/ pengawasan tahunan 2. Selesai 2. Melakukan verifikasi kebenaran adanya kasus 3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->