Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sinta Wijayanti NPM : 220110090024

Kesehatan dan keamanan lingkungan sekolah adalah komponen integral dari program kesehatan sekolah selain pendidikan kesehatan, pendidikan jasmani dan aktivitas, pelayanan kesehatan, kesehatan mental dan pelayanan sosial, pelayanan gizi, dosen dam staf, promosi kesehatan, dan keluarga dan masyarakat terlibat. Lingkungan sekolah yang sehat dan aman meliputi lingkungan fisik dan psikososial, belajar, dan kesehatan-mempromosikan lingkungan sekolah. Kebijakan ditetapkan oleh negara, kabupaten, dan sekolah ini dapat mendukung dan meningkatkan kesehatan dan keselamatan lingkungan sekolah yang sehat dan aman dengan promosi kebiasaan perilaku. Selanjutnya, siswa datang ke sekolah sekolah dengan aman, lingkungan fisik dan psikososial sekolah yang positif memungkinkan untuk mengurangi cedera yang tidak disengaja dan kekerasan, menggunakan tembakau, alkohol, atau obat-obatan lainnya dan mengalami putus sekolah. Metode Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kesehatan melaksanakan kebijakan sekolah dan program studi setiap 6 tahun. Pada tahun 2006, Telepon Computer-dibantu wawancara atau kuesioner e-mail dikelola sendiri telah diselesaikan oleh personil lembaga sekolah negeri di seluruh 50 negara bagian ditambah District of Columbia dan antara nasional sampel yang representatif dari distrik sekolah (n = 461). Wawancara pribadi dengan bantuan Komputer dilaksanakan dengan personil dalam sampel perwakilan nasional dari SD, SMP, dan sekolah tinggi (n = 1.025).

Hasil Sebagian besar kabupaten telah mengadopsi kebijakan pada pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas sekolah dan peralatan, dan sebagian besar sekolah telah diperiksa dan memberikan pemeliharaan yang tepat untuk tiap jenis fasilitas dan peralatan sekolah selama 12 bulan sebelum studi. Hampir semua kabupaten dan sekolah memiliki komprehensif kesiagaan menghadapi krisis, respon, dan rencana pemulihan. Hampir semua kabupaten dan sekolah dilarang tembakau, alkohol, dan penggunaan narkoba ilegal, pertempuran, penggunaan

senjata, dan senjata kepemilikan, tetapi ketika siswa melanggar peraturan yang berkaitan dengan perilaku tersebut, hukuman langkah diambil lebih sering daripada penyediaan layanan pendukung. Sebagian besar sekolah tidak menjadwal ulang kegiatan di luar ruangan untuk menghindari saat-saat ketika matahari berada di puncak intensitas, juga tidak mendorong penggunaan tabir surya sebelum pergi ke luar. Kesimpulan Untuk memberikan siswa dengan lingkungan sekolah yang benar-benar sehat dan aman di mana pembelajaran dapat berlangsung, banyak sekolah perlu mempromosikan iklim positif sekolah dan mengurangi kekerasan, luka, dan penggunaan tembakau, alkohol, dan zat lain. Serikat dan kabupaten perlu terus memberikan kebijakan dan bantuan teknis dalam mendukung upaya sekolah.