Anda di halaman 1dari 14

BELLS PALSY

R. Chandra Selandia

DEFINISI
Kelumpuhan N VII perifer karena inflamasi

non supuratif di foramen stylomastoideus. Penyebabnya tidak diketahui. Bersifat akut.

EPIDEMIOLOGI
Insidens sulit ditentukan ( 19,5% kasus

neuropati). Dapat mengenai semua usia (20-50 th). Wanita > pria.

LETAK LESI
Tinggi lesi Kelumpuhan sesisi Augesia Hiperakusis Hiposekresi Lakrimalis

Supra Genikuli Genikuli Supra Stapedia

+ + +

+ + +

+ + +

+ + -

Infra Stapedia
For Stilomastoideus

+
+

+
-

ETIOLOGI
Iskemik vaskuler.
Gangguan sirkulasi darah ke N VII vasokonstriksi iskemik dilatasi kapiler permeabilitas kapiler transudasi menekan dinding kapiler limfe cairan keluar lebih menekan kapiler & venula danam kanalis fasialis iskemik.

Infeksi virus. Herediter.

Reaktivasi virus herper simplex (tipe I). Kanalis fasialis yang sempit.

Imunologi.
Akibat reaksi imunologi terhadap infeksi virus yang timbul sebelumnya atau sebelum imunisasi.

PATOGENESIS
Tipe I (sembuh sempurna).
Blok konduksi saraf yang reversibel (neuropraksi) akibat kompresi mendadak karena edema disekitar saraf dan akibat spasme pembuluh darah.

Tipe II (sinkinesia & gejala sisa lain).


Akibat degenerasi saraf, impuls dari 1 akson menyebar ke akson yang berdekatan.

Tipe III.
Degenerasi Walerian hambatan pengantar akson paralisis degenerasi (korda timpani, N. akustik & vestibuler).

PREDISPOSISI
Pemaparan udara dingin.

DM, Hipertensi.
Herediter.

Vaskuler.
Imunologis.

KLINIS
Timbul mendadak.
Mulut mencong. Kelopak mata tidak bisa rapat (lagoftalmus).

Kerut dahi menghilang.


Tidak bisa bersiul & meniup Saat kumur air keluar dari sisi yang lumpuh.

Makanan terkumpul diantara gusi dan pipi

sisi yang lumpuh.

DIAGNOSA
Pemeriksaan neurologis (N. Kranialis). EMG. THT. Tes Schrimer. Tes sekresi kelenjar ludah. Rontgen. Pemeriksaan tambahan (titer virus

dalam darah).

PROGNOSIS
85% membaik dalam 3 minggu.

15% membaik dalam 3 bulan.


70% sembuh sempurna.

30% sembuh dengan gejala sisa.


Usia lanjut lebih buruk dari usia muda.

DIAGNOSIS BANDING
Herpes zooster.

Tumor intra kranial.


Trauma (post op, kapitis).

Mastoiditis.
Otitis media purulenta.

KOMPLIKASI
Kontraktur dan spasme otot wajah.

Sinkinesis.
Fenomena air mata buaya.

Neuralgia genikulatum.

TERAPI
Medikamentosa.
Rehabilitasi medik. Perawatan mata. Pembedahan.