Anda di halaman 1dari 20

BLOK ANAK SKENARIO 1

DEFINISI PERTUMBUHAN

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah,atau ukuran, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuranpanjang (cm, meter)

perubahan fisik peningkatan jumlah sel ukuran kuantitatif tinggi badan, berat badan, ukuran tulang, gigi pola bervariasi

PERKEMBANGAN

perkembangan adalah bertambahnya kemampuandalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuhsehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

Termasuk jugaperkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksidengan lingkungannya (Kania, 2006) Kualitatif maturation sistematis, progresif dan berkesinambungan

FAKTOR PENGARUH 1. ASPEK BIOLOGIS

biologis yang dimaksud adalah ras/suku bangsa, jenis kelamin, umur, gizi,, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit kronis, fungsi metabolisme, dan hormon.

2.

ASPEK PSIKOLOGI

3.

ASPEK SOSIAL

PSIKOSOSIAL Stimulasi merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak, selain itu motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini, dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar, ganjaran atau hukuman yang wajar merupakan hal yang dapat menimbulkan motivasi yang kuat dalam perkembangan kepribadian anak kelak di kemudian hari, Dalam proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya, stres juga sangat berpengaruh terhadap anak, selain sekolah, cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi anak orangtua dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak.

4.

FAKTOR DALAM

Ras/etnik atau bangsaAnak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka la tidak memiliki faktorherediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.

Keluarga.Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus. Umur.Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertamakehidupan dan masa remaja. Jenis kelamin.Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akanlebih cepat.

Genetik.Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yangakan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruhpada tumbuh kembang anak seperti kerdil.

Kelainan kromosom.Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan sepertipada sindroma Down's dan sindroma Turner's

5.

FAKTOR LUAR

Lingkungan fisikobiopsikososial tersebut dapat berupa:1. 1. Orang tua Hidup rukun dan harmonis Persiapan jasmani, mental, sosial yang matang pada saat membina keluarg Mempunyai pekerjaan tetap Mempunyai tingkat ekonomi/kesejahteraan yang cukup Mempunyai cukup waktu untuk memperhatikan, membimbing, mendidik anak

Tinggal di rumah yang sehat Tinggal di lingkungan yang sehat

2.

Pelayanan KIA dan KB yang cukup untuk perlindungan kesehatan ibu dan anak dengan jaringan fasilitas yang memadai dalam tenaga, peralatan, anggaran sertamencakup seluruh populasi3.

3.

Di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan diciptakan keadaan yang cukupbaik dalam segi-segi:-

Kesehatan, misalnya pengetahuan keluarga mengenai kesehatan, penyebaranfasilitas kesehatan Geografis, misalnya sumber alam dan komunikasi Demografis, misalnya komposisi penduduk menurut umur, kebijaksanaankeluarga berencana, penyebaran penduduk, urbanisasi dan transmigrasi

Sosial ekonomi, misalnya kesempatan kerja/lapangan kerja, tingkatpendapatan, perumahan, lingkungan hidup Psikokulturil, misalnya pendidikan di sekolah, di rumah dan luar sekolah,kebiasaan, kepercayaan, tradisi, sikap terhadap masalah kesehatan

Kebijaksanaan politik pemerintah, misalnya perencanaanperkembangan/pembangunan ekonomi ekonomi, kesejahteraan anak

4.

Pendidikan dirumah, di sekolah dan luar sekolah, serta luar rumah untuk pembinaan perkembangan emosi, sosial, moral, etika, tanggung jawab,pengetahuan, ketrampilan dan kepribadian

TAHAPAN

GANGGUAN 1. GAGAL TUMBUH Failure to thrive (FTT) ETIOLOGI

Gagal tumbuh merupakan keterlambatan anak dalam melewati pertumbuhan fisik yang berhubungan dengan berat badan yang akan menganggu perkembangan dan pematangan anak.

1. Endgenous Adalah penyebab yang berkaitan dengan anak itu sendiri, baik secara fisik ataupun mental, misalnya adalah : >> Gangguan metabolisme bawaan yang menyebabkan anak tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. >> Penyakit yang diderita anak yang juga menghambat penyerapan nutrisi, seperti : penyakit liver

diare penyakit celiac cystic fibrosis >> Gangguan fisik sepeerti : bibir atas sumbung > Alergi yang diderita anak, seperti : alergi protein susu sapi alergi terhadap bahan makanan lainnya

2. Exogenous Adalah penyebab yang berkaitan dengan ketidakmampuan orang yang merawat anak, misalanya : >> Anak tidak mendapat ASI sebagai makanan pertama yang disarankan untuk bayi >> Anak tidak mendapatkan makanan padat pertama dengan baik saat menginjak usia 6 bulan >> Pembatasan asupan kalori pada anak

Atau bisa juga gabungan antara faktor endogenous dan exogenous, miasalnya anak yang mengalami masalah dengan protein susu namun tidak mendapatkan nutrisi pengganti yang sebanding dengan susu

Penyebab gangguan pertumbuhan tinggi badan

Gangguan pertumbuhan dapat diakibatkan oleh penyebab primer dan sekunder. Penyebab primer antara lain kelainan pertumbuhan tulang (osteo-kondroplasia, osteogenesis imperfekta), kelainan kromosom (sindrom Turner, Down, dan lain-lain), kelainan metabolik (mukopolisakaridosis, muko-lipidosis), dan faktor keturunan (genetik, familial).

Gangguan pertumbuhan akibat penyebab primer

umumnya sulit diperbaiki. Penyebab sekunder antara lain retardasi per-tumbuhan intra uterin, malnutrisi kronik, penyakit-penyakit kronik (infeksi, kelainan jantung, paru, saluran cerna, hati, ginjal, darah dan lain-lain), kelainan endokrin (defisiensi GH, IGF-1, hipotiroidisme, kelebihan glukokortikoid, diabetes melitus, diabetes insipidus, rickets hipo-postamemia) dan kelainan psikososial (sindrom deprivasi emosional).

Gangguan pertumbuhan dapat berupa perawakan jangkung, antara lain disebabkan oleh kelainan endokrin (pituitary gigantism, sexual precocity, tirotoksikosis, sindrom Beckwith-Wiedeman), kelainan kromosom, dan variasi normal (genetik, kon- stitusional).

Berat badan Berat badan dapat membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan, yaitu dengan menimbang berat badan secara periodik, kemudian dihubungkan menjadi sebuah garis pada kurva berat badan yang dipublikasi oleh United Stated National Center for Health Statitistic (NCHS) pada tahun 1979. Umumnya balita normal berat badannya selalu diatas persentil 5 kurva NCHS, namun bisa naik atau turun memotong 1-2 kurva persentil berat badan. Jika kurva berat badan anak mendatar atau menurun hingga memotong lebih dari 2 kurva persentil, disebut failure to thrive (gagal tumbuh), bias disebabkan oleh faktor medik (organik, penyakit) atau non medik (psikososial). Berat badan berkaitan erat dengan masalah nutrisi (termasuk cairan, dehidrasi, retensi cairan).

Kepala Perhatikan ukuran, bentuk dan simetri kepala. Mikrosefali (lingkar kepala lebih kecil dari persentil 3) mempunyai korelasi kuat dengan gangguan per- kembangan kognitif, sedangkan mikrosefali progresif berkaitan dengan degenerasi SSP. Makrosefali (lingkar kepala lebih besar dari persentil 97) dapat disebabkan oleh hidrosefalus, neurofibromatosis dan lain-

lain.

Bentuk kepala yang aneh sering berkaitan dengan sindrom dengan gangguan tumbuh kembang. Ubun-ubun besar biasanya menutup sebelum 18 bulan (selambat-lambatnya 29 bulan).

Keterlambatan menutup dapat disebabkan oleh hipotiroidi dan peninggian tekanan intrakranial (hidresefalus, perdarahan subdural atau pseudotumor serebri)

DEFINISI

Kelainan bicara dan/atau bahasa adalah adanya masalah dalam komunikasi dan bagian-bagian yang berhubungan dengannya seperti fungsi organ bicara

Definisi yang dikeluarkan oleh IDEA (the Individuals with Disabilities Education Act) tentang anak-anak dengan kesulitan bahasa dan bicara adalah sebagai berikut: Anak -anak termasuk kategori ini apabila mereka mempunyai kelainan komunikasi seperti gagap, kelainan artikulasi, kelainan bahasa atau kelainan suara, yang secara nyata berpengaruh terhadap kinerja pendidikan mereka".

The American Speech Language Hearing Association (1993) mendefmisikan kelainan komunikasi sebagai ''adanya kelainan dengan menunjukkan ketidakmampuan menerima, menyampaikan, memproses, dan memahami konsep - konsep atau symbol simbol verbal, nonverbal dan gambar.

ETIOLOGI

KELAINAN ORGAN BICARA. Kelainan ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah), kelainan bibir sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi, adenoid atau kelainan laring. Pada lidah pendek terjadi kesulitan menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan huruf t, n dan l. Kelainan bentuk gigi dan mandibula mengakibatkan suara desah seperti f, v, s, z dan th. Kelainan bibir sumbing bisa mengakibatkan penyimpangan resonansi berupa rinolaliaaperta, yaitu terjadi suara hidung pada huruf bertekanan tinggi seperti s, k, dan g.

RETARDASI MENTAL Redartasi mental adalah kurangnya kepandaian seorang anak dibandingkan anak lain seusianya. Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguan bahasa. Pada kasus redartasi mental, keterlambatan berbahasa selalu disertai keterlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuo-motor.

GENETIK HERIDITER DAN KELAINAN KROMOSOM Gangguan karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Biasanya juga terjadi pada salah satu atau ke dua orang tua saat kecil. Biasanya keterlambatan. Menurut Mery GL anak yang lahir dengan kromosom 47 XXX terdapat keterlambatan bicara sebelum usia 2 tahun dan membutuhkan terapi bicara sebelum usia prasekolah. Sedangkan Bruce Bender berpendapat bahwa kromosom 47 XXY mengalami kelainan bicara ekpresif dan reseptif lebih berat dibandingkan kelainan kromosom 47 XXX.

KELAINAN SENTRAL (OTAK) Gangguan berbahasa sentral adalah ketidak sanggupan untuk menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan

kemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Ia sering menggunakan mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti pada pantomim. Pada usia sekolah, terlihat dalam bentuk kesulitan belajar.

AUTISME Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autism. Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

MUTISM SELEKTIF Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.

GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU LAINNYA Gangguan bicara biasanya menyerta pada gangguan disfungsi otak minimal, gejala yang terjadi sangat minimal sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanya diserta kesulitan belajar, hiperaktif, tidak terampil dan gejala tersamar lainnya

ALERGI MAKANAN Alergi makanan ternyata juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan salah satunya adalah keterlambatan bicara pada anak. Gangguan ini biasanya terjadi pada manifestasi alergi pada gangguan pencernaan dan kulit. Bila alergi makanan sebagai penyebab biasanya keterlambatan bicara terjadi usia di bawah 2 tahun, di atas usia 2 tahun anak tampak sangat pesat perkembangan bicaranya.

DEPRIVASI LINGKUNGAN

Dalam keadaan ini anak tidak mendapat rangsang yang cukup dari lingkungannya. Apakah stimulasi yang kurang akan menyebabkan gangguan berbahasa? Penelitian menunjukkan sedikit keterlambatan bicara, tetapi tidak berat. Bilamana anak yang kurang mendapat stimulasi tersebut juga mengalami kurang makan atau child abuse, maka kelainan berbahasa dapat lebih berat karena penyebabnya bukan deprivasi semata-mata tetapi juga kelainan saraf karena kurang gizi atau penelantaran anak.

Berbagai macam keadaan lingkungan yang mengakibatkan keterlambatan bicara adalah : LINGKUNGAN YANG SEPI Bicara adalah bagian tingkah laku, jadi ketrampilannya melalui meniru. Bila stimulasi bicara sejak awal kurang, tidak ada yang ditiru maka akan menghambat kemampuan bicara dan bahasa pada anak.

STATUS EKONOMI SOSIAL Menurut penelitian Mc Carthy, orang tua guru, dokter atau ahli hukum mempunyai anak dengan perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak dengan orang tua pekerja semi terampil dan tidak terampil.

TEHNIK PENGAJARAN YANG SALAH Cara dan komunikasi yang salah pada anak sering menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak, karena perkembangan mereka terjadi karena proses meniru dan pembelajaran dari lingkungan.

SIKAP ORANG TUA ATAU ORANG LAIN DI LINGKUNGAN RUMAH YANG TIDAK MENYENANGKAN Bicara bisa mengekspresikan kemarahan, ketegangan, kekacauan dan ketidak senangan seseorang, sehingga anak akan menghindari untuk berbicara lebih banyak untuk menjauhi kondisi yang tidak menyenangkan tersebut. HARAPAN ORANG TUA YANG BERLEBIHAN TERHADAP ANAK Sikap orang tua yang mempunyai harapan dan keinginan yang berlebihan terhadap anaknya, dengan memberikan latihan dan pendidikan yang berlebihan dengan harapan anaknya menjadi superior. Anak akan mengalami tekanan yang justru akan menghambat kemampuan bicarnya.

ANAK KEMBAR Pada anak kembar didapatkan perkembangan bahasa yang lebih buruk dan lama dibandingkan dengan anak tunggal. Mereka satu sama lain saling memberikan lingkungan bicara yang buruk, karena biasanya mempunyai perilaku yang saling meniru. Hal ini menyebabkan mereka saling meniru pada keadan kemampuan bicara yang sama sama belum bagus.

BILINGUAL ( 2 bahasa) Pemakaian 2 bahasa kadang juga menjadi penyebab keterlambatan bicara, namun keadaan ini tidak terlalu mengkawatirkan. Umumnya anak akan memiliki kemampuan pemakaian 2 bahasa secara mudah dan baik. Smith meneliti pada kelompok anak bilingual tampak mempunyai perbendaharaan yang kurang dibandingkan anak dengan satu bahasa, kecuali pada anak dengan kecerdasan yang tinggi.

KETERLAMBATAN FUNGSIONAL Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik, dan anak hanya mengalami gangguan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis lain.

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN BICARA Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Demikian pula bila terjadi penurunan kemampuan berbahasa dan bicara seorang anak kita harus lebih mewaspadainya. Misalnya pada umur tertentu anak sudah bisa memanggil papa atau mama tetapi beberapa bulan kemudian kemampuan tersebut menghilang. Demikian pula dengan penurunan kemampuan mengioceh, yang sebelumnya sering jadi berkurang atau pendiam. TAHAP PERKEMBANGAN BICARA PADA ANAK Umur lahir 2-4 bulan Kemmpuan reseptif Melirik ke sumber suara Memperlihatkan ketertarikan terhadap Menangis Tertawa dan mengoceh tanpa arti Kemmpuan ekspresif

suara-suara 6 bulan Memberi respon jika namanya di panggil Mengeluarkan suara yang merupakan kombinasi huruf hidup (vowel) dan huruf mati (konsonan) 9 bulan Mengerti dengan kata-kata yang rutin (dada) 12 bulan 15 bulan 18-24 bulan 24-36 bulan Memahami dan menuruti perintah Menunjuk anggota tubuh Mengerti kalimat Mnejawab perintah Mengikuti 2 langkah perintah Bergumam mengucapkan satu kata Mempelajari kata-kata dengan perlahan Menggunakan/merangkai dua kata Frase 50% dapat dimengerti Mengucapkan mama dada

TANDA BAHAYA GANGGUAN KOMUNIKASI

4 6 BULAN * Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya; * Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh 8 10 BULAN * Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian; * Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya; * 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis 12 15 BULAN * 12 bulan, belum menunjukkan mimik; belum mampu mengeluarkan suara; tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu; * 15 bulan, belum mampu memahami arti "tidak boleh" atau "daag"; tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;

belum dapat mengucapkan 1-3 kata; 18 24 BULAN * 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; * 18-20 bulan, tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian; * 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana; * 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat; tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon; belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain; tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya; 30 36 BULAN * 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga; * 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga; 3 4 TAHUN * 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya; * 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti "ayah" diucapkan "aya"; * 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap.

TERAPI

Terapi Okupasi Terapi okupasi umumnya menekan pada kemampuan motorik halus, selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu seseorang agar dapat melakukan kegiatan keseharian, aktifitas produktifitas dan pemanfaatan waktu luang. Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik atau kombinasinya untuk memperbaiki kemampuan anak untuk merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Terapi juga meliputi permainan dan keterampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman, kognitif dan mengikuti arah. diperlukan oleh anak/orang dewasa yang mengalami kesulitan belajar, hambatan motorik (cedera, stroke, traumatic brain injury), autisme, sensory processing disorders, cerebral palsy, down syndrome, Attention Deficit Hyperactivity Disorder

(ADHD), genetic disorders, aspergers syndrome, kesulitan belajar, keterlambatan wicara, gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP), Pervasive Developmental Disorder (PDD) dan keterlambatan tumbuh kembang lainnya. Terapi Wicara Terapi Wicara adalah layanan terapi yang membantu bekerja pada prinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau ganguan pada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak. Terapi wicara bertujuan untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan komunikasi, seperti : Anak - anak dengan gangguan berbahasa reseptis (tidak mengerti) Anak anak dengan gangguan berbahasa ekspresif (sulit mengungkapkan keinginannya dalam berbicara) Anak - anak dengan gangguan tumbuh kembang khusus (autisme, down syndrome, tuna rungu - wicara) Anak - anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Anak - anak yang mengalami gangguan artikulasi gagap (stuttering), cadel, dst Anak - anak dan orang dewasa yang baru selesai menjalani operasi celah bibir ( cleft lip /sumbing) dan celah langit langit ( cleft palate). Serta gangguan bahasa pada orang dewasa seperti pasca stroke yang mengalami kehilangan berbahasa (Afasia).

Terapi Musik Terapi musik adalah salah satu bentuk terapi yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Layanan terapi ini diperuntukkan bagi semua ketunaan yang ada serta pada gangguan perkembangan anak seperti autism, ADHD, Down Syndrom.

DEFINISI ETIOLOGI

Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar. Penyebab gizi buruk dapat berupa penyebab tak langsung: seperti kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, menderita penyakit infeksi, cacat bawaan, menderita penyakit kanker dan penyebab langsung yaitu ketersediaan pangan rumah tangga, perilaku dan pelayanan kesehatan. Sedangkan factor-faktor lain selain faktor kesehatan, tetapi juga merupakan masalah utama gizi buruk adalah kemiskinan, pendidikan rendah, ketersediaan pangan dan kesempatan kerja.

GEJALA

Gejala klinis gizi buruk ringan dan sedang tidak terlalu jelas, yang ditemukan hanya pertumbuhan yang kurang seperti berat badan yang kurang dibandingkan dengan anak yang sehat. Gizi buruk ringan sering ditemukan pada anak"anak dari 9 bulan sampai 2 tahun, akan tetapi dapat dijumpai pula pada anak yang lebih besar. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari pertumbuhan linier mengurang atau terhenti, kenaikan berat badan berkurang, ukuran lingkar lengan atas menurun, maturasi tulang terlambat, rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun, tebal lipat kulit normal atau mengurang, anemia ringan, aktivitas dan perhatian berkurang jika dibandingkan dengan anak sehat, adakalanya dijumpai kelainan kulit dan rambut. Gizi buruk berat memberi gejala yang kadang"kadang berlainan, tergantung dari dietnya, fluktuasi musim, keadaan sanitasi dan kepadatan penduduk. Gizi buruk berat dapat dibedakan tipe kwashiorkor, tipe marasmus dan tipe marasmik"kwashiorkor. Tipe kwashiorkor ditandai dengan gejala tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh, perubahan status mental, rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok, wajah membulat dan sembab, pandangan mata sayu, pembesaran hati, kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas, cengeng dan rewel. Tipe marasmus ditandai dengan gejala tampak sangat kurus, wajah seperti orang tua, cengeng, rewel, kulit keriput,perut cekung, rambut tipis, jarang dan kusam, tulang iga tampak jelas, pantat kendur dan keriput. Tipe marasmik"kwashiorkor merupakan gabungan beberapa gejala klinik kwashiorkor marasmus. Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat.

PENATALAKSANAA N GIZI BURUK

1.

Mencegah dan mengatasi hipoglikemi. Hipoglikemi jika kadar gula darah < 54 mg/dl atau ditandai suhu tubuh sangat rendah, kesadaran menurun, lemah, kejang, keluar keringat dingin, pucat. Pengelolaan berikan segera cairan gula: 50 ml dekstrosa 10% atau gula 1 sendok teh dicampurkan ke air 3,5 sendok makan, penderita diberi makan tiap 2 jam, antibotik, jika penderita tidak sadar, lewat sonde.

Dilakukan evaluasi setelah 30 menit, jika masih dijumpai tanda"tanda hipoglikemi maka ulang pemberian cairan gula tersebut.

2.

Mencegah dan mengatasi hipotermi. Hipotermi jika suhu tubuh anak < 35 C , aksila 3 menit atau rectal 1 menit. Pengelolaannya ruang penderita harus hangat, tidak ada lubang angin dan bersih, sering diberi makan, anak diberi pakaian, tutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki, anak dihangatkan dalam dekapan ibunya (metode kanguru), cepat ganti popok basah, antibiotik. Dilakukan pengukuran suhu rectal tiap 2 jam sampai suhu > 36,5oC, astikan anak memakai pakaian, tutup kepala, kaos kaki.

3.

Mencegah dan mengatasi dehidrasi. Pengelolaannya diberikan cairan Resomal (Rehydration Solution for Malnutrition) 70"100 ml/kgBB dalam 12 jam atau mulai dengan 5 ml/kgBB setiap 30 menit secara oral dalam 2 jam pertama. Selanjutnya 5"10 ml/kgBB untuk 4"10 jam berikutnya, jumlahnya disesuaikan

seberapa banyak anak mau, feses yang keluar dan muntah. Penggantian jumlah Resomal pada jam 4,6,8,10 dengan F75 jika rehidrasi masih dilanjutkan pada saat itu. Monitoring tanda vital, diuresis, frekuensi berak dan muntah, pemberian cairan dievaluasi jika RR dan nadi menjadi cepat, tekanan vena jugularis meningkat, jika anak dengan edem, oedemnya bertambah.

4.

Koreksi gangguan elektrolit. Berikan ekstra Kalium 150"300mg/kgBB/hari, ekstra Mg 0,4"0,6 mmol/kgBB/hari dan rehidrasi cairan rendah garam (Resomal)

5.

Mencegah dan mengatasi infeksi. Antibiotik (bila tidak komplikasi : kotrimoksazol 5 hari, bila ada komplikasi amoksisilin 15 mg/kgBB tiap 8 jam 5 hari. Monitoring komplikasi infeksi ( hipoglikemia atau hipotermi)

6.

Mulai pemberian makan. Segera setelah dirawat, untuk mencegah hipoglikemi, hipotermi

DEFINISI

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, suatu kondisi yang pernah dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (Sulit memusatkan perhatian), Hyperkinesis (Terlalu banyak bergerak/aktif), dan Hyperactive (Hiperaktif).

ETIOLOGI

Penyebab sebenarnya tidak diketahui Teori lama mengatakan penyebabnya antara lain adalah keracunan, komplikasi pada saat pernikahan, dan kerusakan pada otak pada anak dengan ADHD, sistem kerja otaknya berbeda.

MANIFESTASI KLINIS

1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention) a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas. b. Mainan, dll sering tertinggal. c. Sering membuat kesalahan. d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara). e. Sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan sekolah. 2. Hiperaktivitas a. Banyak bicara. b. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak. c. Sering membuat gaduh suasana. d. Selalu memegang apa yang dilihat. e. Sulit untuk duduk diam. f. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia. 3. Impulsivity a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa. b. Tidak sabaran. c. Reaktif. d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

4. Sikap menentang a. Sering melanggar peraturan. b. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas. c. Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). 5. Cemas a. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut. b. Cenderung emosional. C . Sangat sensitif terhadap kritikan. d. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar. e. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri. 6. Problem sosial a. Hanya memiliki sedikit teman. b. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.

TERAPI

sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan ADHD, namun telah tersedia beberapa pilihan tritmen yang telah terbukti efektif untuk menangani anak-anak dengan gejala ADHD. Strategi penanganan tersebut melibatkan aspek farmasi, perilaku, dan metode multimodal.

Metode perubahan perilaku bertujuan untuk memodifikasi lingkungan fisik dan sosial anak untuk mendukung perubahan perilaku (AAP, 2001). Pihak yang dilibatkan biasanya adalah orang tua, guru, psikolog, terapis kesehatan mental, dan dokter. Tipe pendekatan perilakuan meliputi training perilaku untuk guru dan orang tua, program yang sistematik untuk anak (penguatan positif dan token economy), terapi perilaku klinis (training pemecahan masalah dan ketrampilan sosial), dan tritmen kognitif-perilakuan/CBT (monitoring diri, self-reinforcement, instruksi verbal untuk diri sendiri, dan lain-lain) (AAP, 2001).

Metode farmasi meliputi penggunaan psikostimulan, antidepresan, obat untuk cemas, antipsikotik, dan stabilisator suasana hati (NIMH, 2000). Harus diperhatikan bahwa penggunaan obat-obatan ini harus dibawah pengawasan ketat dokter dan ahli farmasi yang terus-menerus melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan dan dampaknya terhadap subjek tertentu.