Anda di halaman 1dari 6

Nama NIM Kelas

: Wirdawati : 03101403041 :B

Istilah-Istilah dalam Teknik Bioproses

1.

Bioteknologi Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup

(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari padabiologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, sudah di bidang teknologi sejak abad pangan adalah pembuatan bir, roti, tanaman untuk

maupun keju yang

dikenal

ke-19, pemuliaan

menghasilkan varietas-varietas baru di bidangpertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuanvaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.

2.

Bioengineering Bioengineering atau yang juga dikenal sebagai teknik biomedis adalah disiplin ilmu

yang menggabungkan keahlian teknik dengan kebutuhan medis untuk peningkatan di bidang kesehatan. Teknik ini mengintegrasikan ilmu teknik dengan praktek biomedis dan klinis untuk meningkatkan kesehatan manusia dalam 3 level. Pertama, bioengineering memberikan peningkatan pengetahuan sistem hidup dengan menerapkan teknik, biologi, pencitraan dan ilmu komputasi sebagai alat diagnostik. Kedua, meningkatkan fungsi sistem

hidup dengan merancang perangkat, sistem dan konstruksi berdasarkan komponen biologis dan non-biologis. Ketiga, mencegah cedera pada sistem hidup dengan menciptakan model, algoritma dan perangkat yang dapat memprediksi atau memberikan panduan pada perilaku. Kemajuan utama dalam jurnal bioengineering mencakup pengembangan sendi buatan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetis, alat pacu jantung, arthroscopy, angioplasty, kulit buatan, dialisis ginjal, dan mesin jantung-paru.

3.

Biochemical engineering Biochemical engineering adalah cabang dari teknik kimia atau rekayasa biologi yang

terutama berkaitan dengan desain dan konstruksi unit proses yang melibatkan organisme biologis atau molekul, seperti bioreaktor. Rekayasa biokimia sering diajarkan sebagai pilihan tambahan untuk teknik kimia atau rekayasa biologi karena kesamaan di kedua latar belakang kurikulum mata pelajaran dan teknik pemecahan masalah yang digunakan oleh kedua profesi. Aplikasi yang digunakan dalam makanan, pakan, farmasi, bioteknologi, dan industri pengolahan air.

4.

Bioprocess engineering Bioprocess engineerng adalah spesialisasi Bioteknologi, Biologi, Teknik Kimia atau

Teknik Pertanian. Ini berkaitan dengan desain dan pengembangan peralatan dan proses untuk pembuatan produk seperti makanan, pakan, obat-obatan, nutraceuticals, bahan kimia, dan polimer dan kertas dari bahan biologis. Hal ini juga berkaitan dengan mempelajari berbagai proses bioteknologi digunakan dalam industri untuk produksi skala besar produk biologi untuk optimasi hasil dalam produk akhir dan kualitas produk akhir. Proses rekayasa bio dapat mencakup karya mekanik, insinyur listrik, dan industri untuk menerapkan prinsip-prinsip disiplin mereka untuk proses berdasarkan menggunakan sel-sel hidup atau sub komponen sel-sel tersebut.

5.

Biomassa Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik

berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian dan limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer seperti serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai bahan energi (bahan bakar).

Umumnya yang digunakan sebagai bahan bakar adalah biomassa yang nilai ekonomisnya rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Biomassa terutama dalam bentuk kayu bakar dan limbah pertanian merupakan sumber energi tertua. Hingga sekarang, biomassa sebagai sumber energi masih cukup berperan terutama untuk negaranegara berkembang. Data dari shell Breifing Service (1980) yang dikutip Abdul Kadir (1982) menyebutkan bahwa konsumsi energi biomassa di negara-negara berkembang (tidak termasuk negara OPEC) pada tahun 1977 adalah 2.6 BOE perkapita per tahun, atau sekitar 54% dari konsumsi energi keseluruhan. (sumber ; Sri Endah Agustina IPB).

6.

Biogas Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari

bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau kondisi anaerobik. setiap limbah utama dalam organik biogas

yang biodegradable dalam

Kandungan

adalah metana dan karbon dioksida. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik. populer Biogas yang untuk dihasilkan oleh

aktivitas anaerobik sangat

digunakan

mengolah

limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila

dibandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan

pembakaran bahan bakar fosil. Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.

7.

Biodiesel Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari bahan terbarukan atau

secara khusus merupakan bahan bakar mesin diesel yang terdiri atas ester alkil dari asam-

asam lemak yang dibuat dari minyak nabati, minyak hewani atau dari minyak goring bekas/daur ulang melalui proses trans atau esterifikasi. (Mukhibin,2010). Menurut Jamil (2011) biodiesel merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) di samping Bio-etanol. Biodiesel adalah senyawa alkil ester yang diproduksi melalui proses alkoholisis (transesterifikasi) antara trigliserida dengan metanol atau etanol dengan bantuan katalis basa menjadi alkil ester dan gliserol; atau esterifikasi asam-asam lemak (bebas) dengan metanol atau etanol dengan bantuan katalis basa menjadi senyawa alkil ester dan air. Dengan demikian biodiesel diharapkan dapat menjadi alternative bahan bakar pengganti solar. Biodiesel adalah biofuel yang terdiri dari ester monoalkyl yang berasal dari minyak organik, tanaman atau hewan, melalui proses tranesterification (Demirbas, 2007). Reaksi transesterifikasi biodiesel sangat sederhana: Trigliserida + 3 Methanol Katalisator Glycerine + 3 Methyl Esters (Biodiesel)

8.

Biosolar Biosolar merupakan campuran solar dengan minyak nabati yang didapatkan dari

minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Sebelum dicampurkan minyak kelapa sawit direaksikan dengan methanol dan ethanol dengan katalisator NaOH atau KOH untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME). Untuk Biosolar jenis B-5 yang dijual saat ini mengandung 5 persen campuran FAME. Sebelum dicampurkan, laboratorium pengujian yang dimiliki Pertamina selalu memastikan FAME yang dipakai memenuhi standar spesifikasi yang sudah ditetapkan. Harus dipastikan tidak ada bakteri karena dapat merusak kulaitas bahan bakar saat didistribusikan. Biosolar B5 dapat dipakai pada mesin diesel standar tanpa perlu perubahan atau modifikasi.

9.

Biofuel Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan bakar baik

padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada tiga cara untuk pembuatan biofuel: pembakaran limbah organik kering (seperti basah buangan (seperti rumah tangga, limbah industri dan

pertanian); fermentasi limbah menghasilkan biogas

kotoran

hewan) 60

tanpa oksigen untuk atau

(mengandung

hingga

persen metana),

fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester; dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar).

10. Bioluminescence Bioluminesensi adalah emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Hingga saat ini, bioluminesensi telah ditemukan secara alami pada berbagai macam makhluk hidup seperti cendawan, bakteri, dan organisme di perairan, namun tidak ditemukan pada tanaman berbunga, hewan vertebrata terestrial, amfibi, dan mamalia. Bioluminescence ini juga memiliki kegunaan yang berbeda-beda untuk setiap individu yang memilikinya, bergantung pada habitat dimana hewan itu tinggal dan situasi lingkungannya. Penjelasan tentang kegunaan dari bioluminescence ini akan dijelaskan pada subbab berikutnya. Namun, ternyata setiap hewan yang memiliki kemampuan berpendar ini memiliki enzim yang berbeda-beda untuk menghasilkan emisi cahayanya. Misalnya pada

bacteria Escheichia coli K-12, memiliki enzim GUS (beta-glucurodinase). Pada kunangkunang, enzim yang bekerja adalah luciferase, sedangkan pada ubur-ubur Aequorea Victoria adalah GFP (green fluorescent protein). Dengan adanya perbedaan enzim ini, otomatis warna cahaya dan cara kerjabioluminescence-nya juga berbeda.

11. Bioethanol Bioethanol adalah etanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yang besar bila bocor.Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air.Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).

12. Bio cell Biologi sel (juga disebut sitologi, dari bahasa Yunani kytos, "wadah")

adalah ilmu yang mempelajari sel, salah satu dari cabang-cabang biologi. Hal yang dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat fisiologis sel seperti struktur

dan organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan antaraksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hingga kematian sel. Hal-hal tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopik maupun skala molekular, dan sel biologi meneliti baik organisme bersel tunggal seperti bakteri maupun sel-sel terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia. Pengetahuan akan komposisi dan cara kerja sel merupakan hal mendasar bagi semua bidang ilmu biologi. Pengetahuan akan persamaan dan perbedaan di antara berbagai jenis sel merupakan hal penting khususnya bagi bidang biologi sel dan biologi molekular. Persamaan dan perbedaan mendasar tersebut menimbulkan tema pemersatu, yang memungkinkan prinsip-prinsip yang dipelajari dari suatu sel diekstrapolasikan dan digeneralisasikan pada jenis sel lain. Penelitian biologi sel berkaitan erat

dengan genetika, biokimia, biologi molekular, dan biologi perkembangan.