Anda di halaman 1dari 2

Hubungan Etika dan Agama Oleh Fauziyah Dwi Utami, 1106067601 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Judul: Etika dan Agama Pengarang: H. Zakky Mubarak Data Publikasi: Buku Ajar I, Filsafat, Logika, dan Kekuatan dan Keutamaan Karakter. 2011

Dalam setiap pelajaran agama selalu mengajarkan tentang etika. Etika dan agama sesuatu yang saling berkaitan erat dan sulit dipisahkan, karena pada dasarnya dalam beragama kita mempunyai etika. Lalu apa sebenarnya keterkaitan diantara keduannya, sedangkan etika dan agama merupakan sesuatu yang berbeda. Banyak sekali manfaat dari etika. Dengan adanya etika kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga kita dapat enjadi manusia yang beradab. Dalam kamus bahasa Indonesia sendiri etika berarti kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salh yang dianut oleh suatu golongan atau masyaraka, ilmu tentang yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Sedangkan agama sendiri berarti sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajibankewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Etika tidak dapat mengantikan agama karena agama merupakan sesuatu yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa sedangkan etika merupakan suatu pemikiran manusia, namun demikian bukan berarti etika bertentangan dengan agama. Etika dalam kehidupan sehari-hari mencakup banyak hal mulai dari maslah ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain sebagainya, begitu juga dengan agama. Dalam agama yang dianut manusia, di dalamnya mencakup semua hal tentang manusia. Agama sendiri memerlukan

keterampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekedar indoktrinasi. Begitu banyak masalah baru yang uncul diera globalisasi saat ini, masalah-masalah tersebut tidak ditemukan dalam kitab suci seperti tranfusi darah, bayi tabung, dll. Hal-hal tersebut kemudian dirumuskan oleh para ahli agama dengan menggunakan etika agar rumusan yang dikeluarkan benar-benar memalui pertimbangan dengan mengedepankan penalaran yang kritis, obektif dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri. Disinilah etika befungsi membantu menggali rasionalitas dari moralitas agama, etika juga berfungsi membantu menerapkan ajaran moral agama dalam perkembangan zaman serta membantu dialog antar agama. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa etika dan agama memiliki keterkaitan yang kuat, etika mendukung agama untuk mudah diterima oleh penalaran manusia dan etika pun sebenarnya telah terkandung dalam agama itu sendiri. Terbukti bahwa agama selalu mengajarkan yang baik pada umatnya dan etika pun merupakan nilai-nilai moral yang merujuk untuk suatu kebaikan. Maka dengan demikian sebagai manusia yang beragama patutnya selalu mengedepankan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka
http://www.scribd.com/doc/39829033/12/Etika-dan-agama

Mubarak, Zakky, Finoza, Lamuddin., dan Takwin, Bagus. 2011. Buku Ajar I, Filsafat, Logika, dan Kekuatan dan Keutamaan Karakter. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI. Sugiharto, Bambang., dan Rachmat, Agus. 2000. Wajah Baru Etika dan Agama. Yogyakarta: Kanisius
www.pendidikan.net/bahasa21.html