Anda di halaman 1dari 3

Manifestasi Klinis Gejala klinis yang khas adalah bersin yang berulang.

Bersin biasanya pada pagi hari dan karena debu. Bersin lebih dari lima kali sudah dianggap patologik dan perlu dicurigai adanya rinitis alergi dan ini menandakan reaksi alergi fase cepat. Gejala lain berupa keluarnya ingus yang encer dan banyak, hidung tersumbat, mata gatal dan banyak air mata (Irawati, 2008). Pada pemeriksaan rongga hidung (rinoskopi anterior) biasanya didapatkan mukosa tampak odem, basah berwarna pucat atau livid disertai adanya secret encer yang banyak. Gejala lain yang tidak khas dapat berupa: batuk, sakit kepala, masalah penciuman, mengi, penekanan pada sinus dan nyeri wajah, post nasal drip. Beberapa orang juga mengalami lemah dan lesu, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan sulit tidur (Harmadji, 1993). Pada anak-anak, akan ditemukan tanda yang khas seperti (Ariastuti, 2010) : 1. 2. 3. 4. Allergic salute, adalah gerakan pasien menggosok hidung dengan tangannya karena gatal. Allergic crease, adalah alur yang melintang di sepertiga bawah dorsum nasi akibat sering menggosok hidung. Allergic shiner, adalah bayangan gelap di bawah mata yang terjadi akibat stasis vena sekunder akibat obstruksi hidung. "Bunny rabbit" nasal twiching sound, adalah suara yang dihasilkan karena lidah menggosok palatum yang gatal dan gerakannya seperti kelinci mengunyah.

Gambar Gambaran

1.

Klinis Rinitis

Alergi Daftar Pustaka Ariastuti, G.A. 2010. Rinitis Alergi (Penyakit Pilek Alergi). Available at:

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php? module=detailberitaminggu&kid=24&id=36126 Harmadji S, 1993. Gejala dan Diagnosa Penyakit Alergi THT. Dalam : Kumpulan Makalah Kursus Penyegar Alergi Imunologi di Bidang THT, Bukit Tinggi. Irawati N, Kasakeyan E, Rusmono, N, 2008. Alergi Hidung dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Edisi Keenam. Jakarta: FKUI.