Anda di halaman 1dari 13

Pertanyaan

1. Apa saja penyakit non infeksi yang dapat menyebabkan demam? 2. TB apa yang panas 7 hari tetapi tidak ada batuk? 3. Bagaimana penafsiran Rumple Leed? Caranya? 4. Pemeriksaan Tekanan darah bisa dimana saja? 5. Apa kepanjangan dari NS-1? Untuk apa kegunaannya? 6. Apa saja warning sign pada dengue? 7. Apakah Omeprazole itu obat mual? Bagaimana cara kerjanya?

Jawaban
1. Apa saja penyakit non infeksi yang dapat menyebabkan demam? Penyebab umum demam : INFEKSI

Meningitis Infeksi saluran kemih Sub akut bakteri endocarditis Pneumonia Septicemia Enteric fever ( typhoid dan paratyphoid) Infeksi gall bladder Diverticulitis Malaria Hepatitis Viral disease (viral pneumonia, influenza, demam berdarah dengue, demam

chikungunya)
NON INFEKSI

Malignant disease (leukemia, hodkin disease) Penyakit autoimun (SLE) Obat-obatan (antibiotik, difenilhidantoin, dan antihistamin) Dehidrasi

Penyebab demam : Infection ( 30-40 %) Tuberculosis

Endocarditis Localized Abcesses (particularly intraabdominal) Neoplasia (20-30%) Lymphoma Renal Carcinoma Gastrointestinal Carcinoma Ovarian Carcinoma Collagen vascular diseasess ( 16 %) SLE Rheumatoid Arthritis Vasculitis Others (15-20%) Drugs Pulmonary Emboli Inflamatory Bowel Diseases Factitious Fever Sarcoidosis

2. TB apa yang panas 7 hari tetapi tidak ada batuk? TUBERKULOSIS EKSTRAPULMONAL Pleuritis dengan efusi : rongga pleura terinfeksi kuman TBC. Biasanya efusi terjadi masif, unilateral, bersifat eksudatif. Gambaran cairan pleura yang khas adalah konsentrasi protein yang lebih dari 3,0 g/dl. Peritonitis dan perikarditis tuberkulosis Tuberkulosis laring dan endobronkial: biasanya didapati bersama infeksi paru yang sudah lanjut. Suara parau merupakan gejala utama laringitis TB, sedangkan manifestasi utama bronkitis TB adalah batuk dan hemotisis minor. Adenitis tuberkulosis: skrofula merupakan limfadenitis tuberkulosis kronik pada kelenjar limfe leher. Tempat paling sering adalah segitiga anterior leher tepat di bawah mandibula. Pembesaran kelenjar biasanya kenyal dan tidak nyeri tekan. Tuberkulosis tulang (Potts disease): biasanya mengenai vertebra midtorakal. Tuberkulosis sendi biasanya mengenai sendi penopang berat badan yang besar seperti panggul dan lutut. Tuberkulosis genitourinarius: dapat menyerang pria maupun wanita. TB ginjal biasanya diawali dengan hematuri dan piuria mikroskopik dengan biakan urin yang steril. Pada wanita sering terjadi salfingitis. Pada pria TB paling sering mengenai prostat, vesika seminalis, dan epididimis. Tuberkulosis okuler: korioretinitis dan uveitis merupakan manifestasi tersering. Tuberkulosis meningeal: khas pada cairan serebrospinal adalah kandungan protein yang tinggi, disertai kadar glukosa rendah, dan limfositosis. Tuberkulosis saluran cerna: jarang terjadi

Tuberkulosis adrenal: jarang, biasanya hanya terlihat bersama infeksi paru yang berat dan lama. Tuberkulosis kulit: jarang. Lesi biasanya berupa lupus vulgaris. Tuberkulosis milier: terjadi akibat penyebaran hematogen yang luas. Lesi timbul serempak di seluruh tubuh. Silikotuberkulosis: frekuensi TB meningkat pada pasien dengan silikosis dan penyakit pneumokoniosis lainnya. Tuberkulosis pada AIDS: TB merupakan infeksi oportunitis utama pada penderita infeksi HIV.

3. Bagaimana penafsiran Rumpel Leed? Caranya? Tourniquet test ( Rumpel Leed) dilakukan dengan cara menjumlahkan sistol dengan diastol kemudian di bagi dua dan lakukan pengukuran tekanan darah dengan hasil tersebut. Pengukuran ini dilakukan selama lima menit.

Tes dikatakan (+) apabila ditemukan 10 atau lebih petechiae per inchi persegi. Pada DHF dikatakan (+) apabila ditemukan 20 atau lebih petechiae. Menurut WHO pada tes tourniquet dilakukan penghitungan jumlah petekie dalam daerah seluas 1 inci persegi (1 inci = 2,5 cm) dimana saja yang paling banyak petekienya termasuk di bawah fosa cubiti dan bagian dorsal lengan dan tangan.

4. Pemeriksaan Tekanan darah bisa dimana saja?

BP Measurement in the Arm

Dilakukan pada arteri brahialis dengan stetoskop.

BP Measurement in the Leg

Dilakukan pada arteri dorsalis pedis/arteri tibialis posterior.

Segmental blood pressure Segmental blood pressure dilakukan di paha, betis, engkel, telapak kaki dan juga ibu jari dengan tekanan yang lebih rendah. Pemeriksaan ini biasanya digunakan pada keadaan terjadinya oklusi pada arteri.

5. Apa kepanjangan dari NS-1? Untuk apa kegunaannya?

NS1=Nonstructural protein 1 Deteksi antigen virus Produk gen NS1 merupakan glikoprotein yang diproduksi oleh semua flaviviruses dan sangat penting untuk replikasi serta kelangsungan hidup virus. Protein disekresikan oleh sel mamalia tetapi tidak oleh sel serangga. NS1 antigen muncul pada hari 1 setelah onset demam dan menurun sampai tidak terdeteksi pada hari ke 5-6. Oleh karena itu, tes berdasarkan antigen ini dapat digunakan untuk diagnosis dini.

6. Apa saja warning sign pada dengue?

Warning signs No clinical improvement or worsening of the situation just before or during the transition to afebrile phase or as the disease progresses. Persistent vomiting, not drinking. Severe abdominal pain. Lethargy and/or restlessness, sudden behavioural changes. Bleeding: Epistaxis, black stool, haematemesis, excessive menstrual bleeding, darkcoloured urine (haemoglobinuria) or haematuria. Giddiness. Pale, cold and clammy hands and feet. Less/no urine output for 46 hours.

7. Apakah Omeprazole itu obat mual? Bagaimana cara kerjanya?

Drug Name: Legal Class: Drug Class: How Supplied: Price: POM Proton pump inhibitors Omeprazole 10mg, 28=5.63. 20mg, 28=4.77. 40mg, 7=4.08. All gastro-resistant tabs.

OMEPRAZOLE

Drug Name: How Supplied: Legal Class: Price:

OMEPRAZOLE CAPSULES Omeprazole POM 10mg, 28=1.34. 20mg, 28=1.35. 40mg, 7=1.37. All gastro-resistant caps. GORD, reflux oesophagitis. Duodenal and benign gastric ulcers incl those complicating NSAID therapy. Treatment and prophylaxis of NSAID ulceration in patients with history of GI lesions. Relief of reflux-like or ulcer-like symptoms associated with acid-related dyspepsia. With antibiotics for eradication of H. pylori in peptic ulcer disease, relief of associated dyspeptic symptoms. Z-E syndrome. Prophylaxis of acid aspiration during general anaesthesia. GORD: 20mg once daily for 4 weeks, extend for a further 48 weeks if not fully healed. Refractory cases, 40mg once daily. Maintenance, 20mg once daily. Acid-reflux disease: Long-term management, 10mg once daily, increasing to 20mg once daily if symptoms return. NSAID ulceration: 20mg once daily. Acid-related dyspepsia: 10mg or 20mg once daily for 24 weeks depending on response. If no response after 4 weeks or a relapse, investigate. Duodenal ulcer: Healing, 20mg once daily for 4 weeks. Severe cases, increase to 40mg once daily. Prevention of relapse, 10mg once daily, increasing to 20mg once daily if symptoms return. Triple therapy vs H. pylori in DU: 40mg once daily or 20mg twice daily with either amoxicillin 500mg and metronidazole 400mg both three times daily for 1 week, or clarithromycin 250mg and metronidazole 400mg both twice daily for 1 week, or amoxicillin 1g and clarithromycin 500mg both twice daily for 1 week. Dual therapy vs H. pylori in DU: 40mg once daily or 20mg twice daily with either amoxicillin 750mg1g twice daily for 2 weeks or clarithromycin 500mg three times daily for 2 weeks. Gastric ulcer: 20mg once daily for 8 weeks. Severe cases, increase to 40mg once daily. Dual therapy vs H. pylori in GU: 40mg once daily or 20mg twice daily with amoxicillin 750mg1g twice daily for 2 weeks. Z-E syndrome: 60mg once daily adjusted according to response. Usual maintenance, 20120mg daily. Doses over 80mg daily, give in two divided doses. Acid aspiration: 40mg in the evening before surgery, then 40mg 26 hrs prior to surgery. Over 1 year with severe ulcerating GORD only, 1020kg, 10mg once daily increasing

Indications:

Adults:

Children:

Precautions: Interactions: Side Effects:

to 20mg once daily for 412 weeks; over 20kg, 20mg once daily increasing to 40mg once daily for 412 weeks. General Warnings for Omeprazole In suspected gastric ulcer, exclude malignancy before treatment. Hepatic impairment. Long-term therapy; risk of hypomagnesaemia and fractures. Diazepam, phenytoin, warfarin, digoxin, ketoconazole, itraconazole, clopidogrel. Headache, GI upset, skin reactions, paraesthesia, dizziness, somnolence, insomnia, arthralgia, myalgia. Increased risk of GI infections. Increase in liver enzymes, reduced neutrophil counts.

Cara Kerja Obat: Omeprazole menekan sekresi lambung melalui penghambatan spesifik terhadap sistem enzim H+/K+ ATPase pada permukaan sekresi sel parietal lambung. Karena sistem enzim ini merupakan pompa asam (proton) dalam mukosa lambung, Omeprazol digambarkan sebagai penghambat pompa asam lambung yang menghambat tahap akhir pembentukan asam lambung.

Daftar Pustaka

1. Braunwald, Fauci, Hauser, Jameson, Longo, Kasper 2008. Chapter 19 : Fever of Unknown Origin in Harrisons Principles of Internal Medicine17th Edition. USA: McGraw Hill 2. Braunwald, Fauci, Hauser, Jameson, Longo, Kasper 2008. Chapter 158 : Tuberculosis in Harrisons Principles of Internal Medicine17th Edition. USA: McGraw Hill 3. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever Revised and expanded edition (WHO 2011) 4. http://www.mims.co.uk/Drugs/gastrointestinal-tract/peptic-ulcer-z-esyndrome/omeprazole/