Anda di halaman 1dari 5

Askep Anemia

27APR
ANEMIA I. DEFINISI Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit dan kadar Hb dalam setiap milliliter kubik (diklat unimas. 2007)

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb atau hitung eritrosit lebih rendah dari nilai normal dan dikatakan sebagai anemia bila kadar Hb < 14 gr/dl dan Hb < 41 % pada pria atau Hb < 12 gr/dl dan Hb < 37 % pada wanita (diklat unimas. 2007)

Anemia adalah penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai dibawa rentang nilai yang berlaku bagi orang sehat. (diklat unimas. 2007)

II.

ETIOLOGI

Anemia ini umumnya disebabkan oleh perdarahan kronik paling banyak disebabkan oleh infeksi cacing tambang. Infeksi cacing tambang pada seorang dengan makanan yang baik tidak akan menimbulkan anemia. Bila disertai dengan mal nutrisi baru akan terjadi anemia. Penyebab lain dari anemia :

diet yang tidak mencukupi absorsi yang menurun kebutuhan yang meningkat pada kehamilan laktasi perdarahan pada saluran cerna hemoglobinusia penyimpanan zat besi yang kurang. Contoh : hemosiderosis pasei kehilangan darah ( perdarahan ), trauma, kecelakaan gangguan produksi eritrosit meningkatnya pemecahan eritrosit ( hemolisis ) kekurangan sel darah merah

PATOFISIOLOGI Narasi Karena jumlah efektif sel darah merah berkurang, maka lebih sedikit oksigen yang dikirim kejaringan. Kehilangan darah yang mendadak seperti pada perdarahan menimbulkan simtomalogi sekunder hipovelemi dan hipoksia. Tanda dan gejala yang sering muncul adalah gelisah, taki kardi, sesak nafas, diafosesis dan shock. Mekanisme kompensasi tubuh bekerja melalui : 1. 2. 3. 4. peningkatan curah jantung peningkatan pelepasan oksigen oleh hemoglobin mengimbangkan volume plasma dengan monorik cairan dari sela sela jaringan

retribusi aliran darah keorgan organ salah satu dari tanda tanda yang sering muncul dikeitkan dengan anemia

adalah pucat, ini umumnya diakibatkan oleh berkurangnya volume darah

IV.

GEJALA KLINIS

Selain gejala gejala umum anemia difesiensi Fe yang berat akan mengakibatkan perubahan kulit dan mulkosa yang progresif, seperti : lidah yang halus, keilosis dan sebagainya. Serta didapat tanda tanda malnutrisi, hilangnya daya ingat, ikterus, spenomegali, demam, purpura dan perdarahan. ( Arif mansyur, 1999)

V. PENATALAKSANA

Tergantung : berat ringan anemia Etiologi anemia Akut atau kronis anemia

Tranfusi darah bila perlu Menghilangkan penyebab dan mengurangi gejala Pemberian preposat Fe : fero sulfat 3 x 325 mg secara oral dalam keadaan perut kosong, dapat dimulai dengan dosis yang rendah dan dinaikkan bertahap. Pada pasien yang tidak kuat dapat diberi bersama makan. Fero glukonat 3 x 200 mg secara oral sehabis makan bila terdapat intoleran terhadap pemberian preposat Fe oral atau gangguan pencernaan sehingga tidak dapat diberikan oral, dapat diberikan secara parenteral dengan dosis 25 mg Fe ( 3 mg / kg BB ) untuk tiap 9 % penurunan kadar Hb dibawa normal Iron dekstran mengandung Fe 50 mg / dl. Diberikan secara intra muscular mula mula 50 mg. kemudian 100 250 mg tiap 1 2 hari sampai dosis sebagai dosis percobaan, bila dalam 3 5 menit tidak menimbulkan reaksi boleh diberikan 250 500 mg.

VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1. Dx 1. Gangguan pemenuhan oksigen berhubungan dengan kurangnya suplei oksigen dalam tubuh.

2.

Dx 2. gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan kurangnya pengangkut sel darah merah keseluruh

tubuh. 3. 4. Dx 3. gangguan asupan nutrisi berhubungan dengan peningkatan asam lambung. Dx 4. gangguna pola aktifitas berhbungan dengan kelemahan fisik.

VII. INTERVENSI Dx 1. gangguan pemenuhan oksigen berhubungan dengan kurangnya suplai oksigen dalam darah. Intervensi : 1. lakukan hubungan yang baik antara pasien, keluarga pasien dan jelaskan asuhan keperawatan yang akan kita

lakukan R/ terbina hubungan yang baik antara pasien dan perawat dan pasien mengerti tentang tindakan yang akan kita lakukan 2. observasi TTV dan keadan umum pasien

R/ untuk mengetahui perkembangan pasien dan keadaannya 3. berikan oksigen bila perlu

R/ asupan oksigen terpenuhi 4. berikan posisi senyaman mungkin

R/ memperlancar peredaran darah 5. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi

R/ untuk mempercepat proses penyembuhan

Dx 2. gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan kurangnya pengangkut sel darah merah keseluruh tubuh Intervensi : 1. lakukan hubungan yang baik antara pasien, keluarga pasien dan jelaskan asuhan keperawatan yang akan kita lakukan R/ terbina hubungan yang baik antara pasien dan perawat dan pasien mengerti tentang tindakan yang akan kita lakukan 2. observasi TTV dan keadan umum pasien R/ untuk mengetahui perkembangan pasien dan keadaannya 3. berikan posisi senyaman mungkin

R/ untuk relaksasi dan memperlancar peredaran darah 4. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi R/ untuk mempercepat proses penyembuhan

Dx 3. gangguan asupan nutrisi berhubungan dengan peningkatan asam lambung Intervensi : 1. lakukan hubungan yang baik antara pasien, keluarga pasien dan jelaskan asuhan keperawatan yang akan kita lakukan R/ terbina hubungan yang baik antara pasien dan perawat dan pasien mengerti tentang tindakan yang akan kita lakukan 2. observasi TTV dan keadan umum pasien R/ untuk mengetahui perkembangan pasien dan keadaannya 3. kolaborasi dengan ahli gizi R/ untuk pemberian asupan nutrisi yang tepat 4. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi R/ untuk mempercepat proses penyembuhan

Dx 4. gangguna pola aktifitas berhbungan dengan kelemahan fisik. Intervensi : 1. lakukan hubungan yang baik antara pasien, keluarga pasien dan jelaskan asuhan keperawatan yang akan kita lakukan R/ terbina hubungan yang baik antara pasien dan perawat dan pasien mengerti tentang tindakan yang akan kita lakukan 2. observasi TTV dan keadan umum pasien R/ untuk mengetahui perkembangan pasien dan keadaannya 3. berikan posisi senyaman mungkin R/ untuk relaksasi dan agar pasien bias beristirahat dengan tenang

4. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi R/ untuk mempercepat proses penyembuhan

DAFTAR PUSTAKA

1. 2. 85. 3.

Carpenito Lynda Juall. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Penerbit Buku Kedokteran EGC : 1997 Hilman RS. Ault KA iron Deficiency Anemia. Hematology In Clinital Practice. New york : Mc.Graw Hill. 1995 : 72

Lanzkawsky P.Iron Deficiency Anemia. Pediatric Hematology of Infacy and oncology. Edisi 2. New york.. cushchill

Livingstone.Inc 1995 4. Nantan DG OSICI FA. Iron deficiency Anemia. Hematology of Infacy and Childhood. Edisi I. Philadelphia

Sounders 1974. 5. 6. Recht M. Pearson HA. Iron Deficiency Anemia. Princip Les and Practice. Edisi ke -3. Philadelphia 1999 Schauart E. iron. Deficiency Anemia Nelson Text Book of Pediatrics. Edisi 16. Philadelphia 2000