Anda di halaman 1dari 9

Terapi bermain

Di Ruang 15 RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh: TIM PKRS

MALANG 2012

TERAPI BERMAIN

Di Ruang 15 RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh: Alfi Nurohmah, S kep Nita Feriani, S kep Slamet Santoso, S kep Mujianto, S kep Rahma yunawan R, S kep Uswatun Chasanah 0910722078 0910722082 0910722054 0910722051 0810722057 0810720070

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

TERAPI BERMAIN

Tema Sasaran Waktu Tempat

: Terapi Bermain : Klien Di Dengan Gangguan Hematologi : 60 menit : Ruang 15 RSU Dr.Saiful Anwar Malang

Hari/Tanggal : Jumat / 27 Juli 2012

I.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah melakukan Terapi Bermain, klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar klien dan memotivasi proses pikir dan mengekspresikan keinginan dan perasaan.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah melakukan Terapi bermain maka klien diharapkan dapat : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Meningkatkan hubungan perawat klien, Meningkatkan kreativitas pada anak, Sosialisasi dengan teman sebaya / orang lain, Membina tingkah laku positif, Menimbulkan rasa kerjasama, Sebagai alat komunikasi antara perawat klien.

III. RENCANA KEGIATAN A. PERSIAPAN 1. Analisa situasi meliputi : waktu pelaksanaan, jumlah perawat, pembagian tugas perawat,

alat bantu yang dipakai dan persiapan ruangan 2. Uraian tugas perawat a. Leader dan Co-Leader bertugas menganalisa dan mengobservasi pola-pola komunikasi dalam kelompok, membantu anggota kelompok untuk menyadari dinamisasi kelompok, menjadi motivator, membantu kelompok untuk menetapkan tujuan dan membuat peraturan. Pemimpin dan anggota kelompok mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya, memotivasi kesatuan kelompok dan membantu kelompok untuk berkembang dan bergerak secara dinamis b. Fasilitator bertugas memberikan stimulus kepada anggota kelompok lain agar dapat mengikuti jalannya kegiatan dalam kelompok c. Observer bertugas mencatat serta mengamati respon klien, jalannya aktivitas therapi, peserta yang aktif dan pasif dalam kelompok serta yang drop out (tidak dapat mengikuti kegiatan sampai selesai) B. KEGIATAN 1. Perkenalan Kelompok perawat memperkenalkan identitas diri masing-masing dipimpin oleh leader. Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok. 2. Kegiatan Klien melakukan penyusunan gambar dengan mengaktifkan pikiran, imajinasi dan motorik. 3. Evaluasi Setelah mengikuti kegiatan klien dipersilahkan untuk mengemukakan perasaan dan pendapatnya tentang kegiatan 4. Terminasi/Penutup Leader menjelaskan kembali tujuan dan manfaat kegiatan, klien menyebutkan kembali tujuan dan manfaat kegiatan.

Pada kelompok ini terapi bermain, mengambil topik khusus dengan permainan untuk menstimulasi perkembangan intelektual / kognitif.

Judul / jenis permainan Jumlah anak Usia anak

Menyusun gambar : 4 6 orang : Prasekolah ( 3- 5 tahun )

Alat-alat yang diperlukan

1. Potongan gambar 2. Hadiah sebagai reinforcement bagi anak 3. Jam / pengukur waktu : Ruang 15 (Bedah Anak) RSSA Malang

Tempat

V. PROSES KEGIATAN No Kegiatan 1. Pembukaan : a. b. c. Leader Menyampaikan salam Leader Memperkenalkan anggota dan perannya Leader Menjelaskan tujuan permainan 2. d. Kontrak waktu Pelaksanaan : a. Mengatur yang posisi pasien Mengikuti perintah untuk membagi Menerima gambar yang gambar bahan/ potongan nyaman 35 menit Kegiatan Audien Membalas salam Mendengarkan dengan aktif Mendengarkan memberikan respon dan Waktu 5 menit

menyusun ganbar b. Fasilitator potongan akan disusun

c. Memotivasi klien untuk Termotivasi menyelesaikan penyusunan gambar tersebut d. Apabila anak tidak mau Pendamping /tidak aktif maka perlu menemani / orang tua

pendamping atau orang tua untuk membantu 3. Evaluasi a. Klien dipersilahkan untuk Mengungkapkan perasaannya mengemukakan kegiatan b. Menanyakan gambar yang Memberi tahu gambar yang telah disusun 4. Terminasi Penutup telah disusun 1. Aktif bersama dalam menyimpulkan 2. Membalas salam Jumlah jam 60 menit 5 menit perasaan dan pendapatnya tentang 15 Menit

V. RENCANA EVALUASI 1. Evaluasi Struktur a. Persiapan Tempat Tempat yang digunakan untuk Terapi bermain harus memadai dan cukup sesuai dengan jumlah peserta b. Persiapan Sarana dan Prasarana Sarana yang digunakan untuk terapi bermain harus memadai dan cukup sesuai dengan jumlah peserta

c. Persiapan Peserta Terapi bermain ini diberikan kepada klien klien Ruang 15 RSSA Malang, dimana 1 jam sebelum dilaksanakan terapi bermain keluarga telah diinformasikan terlebih dahulu. 2. Evaluasi Proses

o Terapi bermain

dapat berlangsung dengan lancar dan keluarga

memahami

pentingnya dilakukan Terapi bermain o Peserta antusias dalam mengikuti Terapi bermain o Selama proses Terapi bermain diharapkan ada interaksi antara leader, fasilitator dan sasaran. 3. Evaluasi Hasil a. Jangka Pendek Klien mengikuti kegiatan ini dengan baik b. Jangka Panjang Meningkatkan Perkembangan sensori motorik, Perkembangan intelektual / kognitif, Mengembangkan kreativitas anak, Merupakan media sosialisasi anak,

MATERI TERAPI BERMAIN A. Definisi Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan. Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan sosial.

B. Fungsi bermain bagi anak : 1. Perkembangan sensori motorik, 2. Perkembangan intelektual / kognitif, 3. Mengembangkan kreativitas anak, 4. Merupakan media sosialisasi anak, 5. Media kesadaran diri, 6. Perkembangan moral, 7. Sebagai alat komunikasi, dan 8. Terapi. C. Tujuan bermain : 1. Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, 2. Dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi, 3. Dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat, 4. Agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit. D. Tujuan khusus pada permainan ini : 1. Meningkatkan hubungan perawat klien, 2. Meningkatkan kreativitas pada anak, 3. Sosialisasi dengan teman sebaya / orang lain, 4. Membina tingkah laku positif, 5. Menimbulkan rasa kerjasama, 6. Sebagai alat komunikasi antara perawat klien.

Prinsip bermain yang dilakukan, adalah : 1. Tidak banyak mengeluarkan energi, singkat, dan sederhana. 2. Mempertimbangkan keamanan. 3. Kelompok umur / usia klien sama. 4. Melibatkan orang tua. 5. Tidak bertentangan dengan pengobatan.

Hambatan-hambatan yang mungkin terjadi : 1. Anak lelah, 2. Anak bosan, 3. Anak merasa takut dengan lingkungan, 4. Saat bermain anak mendapat program pengobatan, 5. Kecemasan pada orang tua. Antisipasi untuk meminimalkan hambatan : 1. Membatasi waktu bermain. 2. Permainan bervariasi / tidak monoton. 3. Jadwal bermain disesuaikan tidak pada waktu terapi. 4. Terlebih dahulu memberikan penjelasan pada anak dan orang tua. 5. Melibatkan perawat / petugas ruangan dan orang tua. 6. Konsultasi dengan pembimbing.