Anda di halaman 1dari 9

GUILLAIN-BARRE SINDROM

GUILLAIN-BARR SINDROMA
Pendahuluan Guillain barre sindrom dikenal juga dengan nama inflamasi akut demielinisasi polineuropathi dan landrys asendens paralysis, yang merupakan suatu proses inflamasi pada sebagian saraf diluar otak dan medula spinalis. Gullain barre sindrom merupakan hal yang tersering menyebabkan kelumpuhan. Guillain-Barre Sindrom merupakan suatu penyakit sistem saraf yang berhubungan dengan kerusakan pada selubung saraf (myelin) Selubung saraf (Myelin) berfungsi sebagai insulator sebagai pelindung bertindak sebagai suatu alat penyekat atau sama halnya karet atau plastik di sekitar alat-alat elektrik. Guillain-Barre Sindrom sering didapat pada kebanyakan kasus yang paling sering pada penyakit syaraf ( neuropathy). Dalam banyak kesempatan penyakit guillain barre terjadi sesudah suatu infeksi atau peradangan virus. Penaykit ini tidak jarang sering berkaiatan dengan system imunitas, perawatan, dan kelahiran bayi.

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

DEFENISI Guillain barre sindrom merupakan suatu penyakit inflamasi pada saraf tepi. Secara khas ditandai dengan kelelahan dan ketidakmampuan bergerak, disertai hilangnya rasa (kebas-kebas) pada kaki, tangan, badan atas maupun muka. Sindroma Guillain-Barr (Polineuritis asendens akut) adalah sejenis polineuropati akut yang menyebabkan kelemahan otot yang semakin memburuk dan kadang menyebabkan kelumpuhan

Epidemiologi Guillain-Barre Sindrom sering dijumpai penyakit ini frekwensi nya adalah sekitar 1 sampai 2 kasus tiap 100,000 penduduk Amerika Serikat. Frekuensi penyakit ini sama pada laki-laki maupun wanita baik usia muda maupun usia tua. Pada sekitar 80% penderita, gejalanya mulai timbul dalam 5 hari- 3 minggu setelah infeksi ringan, pembedahan atau imunisasi.

ETIOLOGI Diduga penyebab Guillain-Barre Sindrom adalah tidak diketahui, tetapi merupakan reaksi autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh melawan selubung sarafnya sendiri (mielin). Dimana tubuh menghasilkan Antibodi yang dapat

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

merusak selubung myelin, yang mana myelin merupakan substansi yang kaya lemak disekitar axon

Guillain-Barre Sindrom merupakan penyakit tidak menular atau turun temurun. Apa yang penyebab Gullian Barre Sindrom tidaklah diketahui;

bagaimanapun, sekitar separuh dari semua kasus serangan sindrom ini mengikuti suatu infeksi atau peradangan atau karena virus, seperti yang berikut:

Flu, common cold Gastrointestinal viral infection Infectious mononucleosis viral hepatitis Campylobacteriosis Porphyria

GEJALA KLINIS Gejala Guillain-Barre Sindrom meliputi kelemahan dan kelelahan, yang secara khas dimulai aktifitas fisik. Kelemahan disertaii oleh perasaan yang

dikurangi ( paresthesia). Refleks hilang. Derajat tingkat kelemahan yang maksimal pada umumnya terjadi lebih kurang dalam 2-3 minggu pertama timbulnya gejala . Gejala yang pertama GBS pada umumnya kekebasan ( paresthesia) Sindroma ini biasanya dimulai dengan kelemahan, kesemutan dan hilangnya rasa pada kedua tungkai. 3

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

Gejala umum Kelemahan merupakan gejala utama. Pada 5-10% penderita, otot pernafasan juga mengalami kelemahan sehingga diperlukan respirator. Sekitar 10% mengalami kelemahan pada otot wajah dan otot untuk menelan, sehingga makanan diberikan secara intravena atau selang gastrostomi. Jika penyakit ini sangat berat, tekanan darah bisa turun-naik atau irama jantung menjadi abnormal atau terjadi kelainan fungsi lainnya dari sistem saraf otonom. Sekitar 5% penderita meninggal karena penyakit ini.

Salah satu bentuk sindroma Guillain-Barr menyebabkan sekumpulan gejala yang tidak biasa: - kelumpuhan pergerakan mata - kesulitan berjalan - kehilangan refleks-refleks yang normal.

DIAGNOSA

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

Karena gejalanya bermacam-macam dan penyebabnya tidak diketahui, sehingga guillain barre sindrom sulit untuk didiagnosis. Bila gejala yang ditimbulkan secara terus-menerus dan bersifat progresif maka diagnosis penyakit ini mudah ditegakkan. Analisis cairan serebrospinal, elektromiografi, uji kecepatan

penghantaran saraf dan pemeriksaan darah dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya dari kelemahan otot.

Tiga test dapat mengkonfirmasikan suatu hasil diagnosa Guillain-Barre Sindrom : 1. Lumbal fungsi. Pada pemeriksaan lumbal fungsi gejala khas pada guillain barre sindrom didadapkan peningkatan kadar protein pada cairan serebrospina

2. Electromyogram ( EMG) Ini adalah suatu alat yang diagnostik efektif karena dapat merekam dari aktivitas otot dan dapat menunjukkan hilangnya refleks akibat penyakit ini dengan cirri khas lambatnyarespon dari hantaran syaraf.

3. Nerve condition velocity ( NCV) Test ini dilakukan bersamaan dengan EMG, tes ini dapat merekan kecepatan infuls hantaran dari syaraf.

PENGOBATAN Sindroma Guillain-Barr merupakan penyakit yang sangat serius, sehingga penderita biasanya dirawat di rumah sakit. Pernafasan dibantu dengan sebuah respirator.
KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

Guillain barre sindrom merupakan keadaan emergency dan banyak pasien dibawa ke UGD segera setelah terdiagnosis. Terdapat bermacam-macam terapai penyembuhannya seperti plasmapheresis atau immunoglobulin, akan tetapi penyembuhannya agak lama dan dapat mengalami relaps (kekambuhan) 1. Plasmapheresis Dilakukan plasmaferesis (pembuangan bahan racun dari darah) dan infus autoimun globulin. Plasmapheresis berguna untuk membuang substansi yang dapat merusak selubung myelin. 2. Immunoglobulin Imunoglobulin dosis besar secara intravena dapat memperpendek serangan yang timbul, dan pengobatan ini dianjurkan jiuka plasmapheresis tidak tersedia, dan pasien dengan keadaan umum yang jelek.

3. Obat-obatan Nyeri otot dan nyeri sendi dapat diobati dengan pemberian obat analgesia seperti aspirin, jika diperlukan pemebrian obat analgesia kuat, seperti acetamenofen dengan kodein dapat diberiakan, pada spasme otot dapat dikontrol dengan pemebrian relaksasi seperti diazepam (valium) Langkah-langkah rehabilitasi yang kemudiannya, tetap hidup

permasalahan sensasi dapat diperlakukan dengan tricyclic antidepressants atau anticonvulsants seperti gabapentin ( Neurontin. Kortikosteroid sangat efektif untuk mengobati kelainan autoimun, akan tetapi pada guillain barre sindrom tidak boleh digunakan.

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

Terapi fisik Terapi fisik dilakukan untuk mencegah pemendekan otot ( kontraktur) dan untuk mempertahankan fungsi otot dan sendi. Hidro terapi Terapi ini dapat membantu untuk mengurangi nyeri dan berguna untuk memperbaiki pergerakan.

Konseling Terapi konseling bertujuan memberi sugesti pada pasien yang didiagnosa dengan guillain barre sindrom dan terapi ini ditujukan agar mereka berpikir positip tentang pengobatan dan penyembuhan penyakit yang dialaminya.

PROGNOSIS Pasien mungkin tinggal dirumah sakit untuk beberapa bulan dan

penyembuhan memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Banyak pasien sembuh sempurna, tapi ada beberapa pasien yang mengalami gejala sisa.

Penderita bisa membaik dengan sendirinya, tetapi memerlukan waktu yang lama. Penderita yang segera diobati akan membaik dengan cepat, dalam beberapa hari atau minggu. Jika tidak diobati, masa penyembuhan memerlikan waktu beberapa bulan, tetapi penderita biasanya akan sembuh sempurna. Setelah 3 tahun, sekitar 30% memiliki gejala sisa berupa kelemahan. Setelah penyembuhan, sekitar 10% mengalami kekambuhan dan

menderita polineuropati kambuhan menahun. Keadaan in bisa diatasi dengan 7

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

imun globulin dan kortikosteroid, juga plasmaferesis dan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan.

Sebagian kecil tidak bisa melakuakn aktivitas pekerjaan normal.Kurang dari 5% pasien guillain barre sindrom (GBS) meninggal dunia, kematian disebabkan respiratorius. oleh komplikasi pada system kardiovaskuler dan system

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI

GUILLAIN-BARRE SINDROM

DAFTAR PUSTAKA

1. Mahar Mardjono, Priguna Sidarta : Neurologi Klinis Dasar, Penerbit Dian Rakyat. 2003; Hal; 42,87,176 2. Guillain-barre sindrom. Available at: http://www.medicinenet.com 3. Guillain-barre sindrom.treatment. available at : http://www.healtcomuniets.com 4. Guillain-barre sindrom. Available at : http://www.GBS/CIDP foundation international net

KKS BAGIAN NEUROLOGI RSUPM SINTA SARI DEWI M FK UMI