Anda di halaman 1dari 2

Dewan Ketahanan Pangan yang dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2006 bertujuan untuk mewujudkan ketahanan

pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan yang mengartikan ketahanan pangan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya, aman merata dan terjangkau. Pelaksanaan pemantapan ketahanan pangan melibatkan banyak pelaku dari berbagai aspek yang mencakup instansi antar wilayah.Mengingat kompleksnya permasalahan ketahanan pangan di daerah maka penanganan ketahanan pangan memerlukan koordinasi lintas wilayah dan lintas sektor, oleh karena itu melalui Keputusan Gubernur nomor KPTS.223/III/2009 dibentuk Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Riau yang bertugas membantu Gubernur dalam :

Merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Provinsi dengan memperhatikan kebijakan yang ditetapkan Dewan. Merumuskan kebijakan dalam rangka mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan. Melaksanakan evaluasi dan pengendalian perwujudan ketahanan Provinsi.

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau yang dalam Keputusan Gubernur sebagai Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Riau memfaslitasi Rapat Koordinasi DKP tingkat Provinsi dengan tujuan untuk membangun koorinasi program ketahanan pangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dan juga merupakan forum strategis yang diadakan secara berkala dan berkelanjutan untuk mengevaluasi, mendiskusikan dan membahas permasalahan/menetapkan langkah-langkah operasional dalam membangun ketahanan pangan. Pelaksanaan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan dilaksanakan melalui forum Rapat Dewan Ketahanan Pangan yang melibatkan Dinas/Badan selaku anggota DKP tingkat Provinsi yang terdiri dari :

Rapat Koordinasi DKP Provinsi dan Kabupaten/Kota Rapat Kelompok Kerja (POKJA) Teknis Provinsi Rapat Kelompok Kerja (POKJA) Ahli Provinsi Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan yang dilaksanakan hari ini, merupakan forum yang penting dalam mengevaluasi dan merumuskan program dan kegiatan ketahanan pangan secara bersama, untuk pelaksanaan program ketahanan pangan kedepannya. Saya tidak ingin, pelaksanaan pertemuan seperti ini hanya sebatas memenuhi persyaratan, atau bersifat seremonial saja. Akan tetapi rapat koordinasi yang dilaksanakan ini, hendaknya dapat mengkoordinasikan, peran SKPD anggota Dewan Ketahanan Pangan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Saya juga tidak ingin mendengar, SKPD yang tidak pro-aktif dan tidak mengambil bagian dalam mengimplementasikan program dan kegiatan ketahanan pangan yang telah disepakati pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, kedalam Rencana Kerja SKPD. Hal ini saya sampaikan, mengingat masalah ketahanan pangan, tidak bisa hanya ditangani oleh satu SKPD saja, akan tetapi masalah ketahanan pangan adalah masalah yang harus kita tangani secara multisektor.

Kita semua menyadari bahwa pada tahun-tahun mendatang, pembangunan ketahanan pangan masih akan menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan. Ketersediaan lahan dan air irigasi yang semakin terbatas untuk pengembangan pangan, merupakan masalah pokok yang harus kita pikirkan secara bersama dalam mengatasinya. Kita juga sama-sama merasakan, belum sempurnanya sistem penyediaan input produksi pangan saat ini, seperti penyediaan pupuk, benih, bibit serta pakan. Disamping itu, saya juga perlu menyampaikan bahwa sampai saat ini, penerapan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan pertanian, dan perikanan dalam mendukung peningkatan produksi, produktivitas, mutu dan nilai tambah produk masih lemah. Oleh karenanya, saya menghimbau, agar melalui forum ini, mari kita tindaklanjuti berbagai hasil kajian yang dilakukan, dan kita adopsi teknologinya, sesuai dengan potensi serta ketersediaan sumber pembiayaan yang kita miliki. Selain itu, dala Rakor ini perlu diperhatikan juga, bahwa untuk mencapai kondisi yang lebih baik pada masa mendatang, banyak program dan kegiatan yang perlu dipersiapkan, dan banyak pula pertimbanganpertimbangan yang perlu dicermati. Karenanya melalui forum ini, perlu upaya memformulasikan berbagai program dan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diwujudkan kedalam program dan kegiatan yang paling prioritas, dengan tetap mengacu pada tujuan pembangunan ketahanan pangan. Permasalahan dan tantangan lainnya, dan perlu menjadi perhatian kita, adalah distribusi bahan pangan dan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap bahan pangan yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga. Kerentanan penduduk terhadap rawan pangan, akibat ancaman kegagalan produksi dan terhambatnya distribusi serta lambatnya proses diversifikasi pangan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan beberapa butir hasil konferensi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2012 beberapa waktu yang lalu. Dalam konferensi tersebut, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti antara lain ; Dewan Ketahanan Pangan Provinsi harus berperan lebih aktif lagi dalam mendorong dan mengawal pencapaian surplus 10 juta ton beras dan jagung secara berkelanjutan; mempercepat swasembada kedelai dan gula serta daging sapi pada tahun 2014, sesuai dengan kemampuan. Menyusun dengan segera kebijakan operasional dan program konkrit dalam rangka percepatan pencapaian swasembada lima komoditas pangan pokok melalui upaya; penambahan luas lahan, mengendalikan alih fungsi lahan; meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman; modernisasi usaha pertanian dari hulu sampai hilir; pengendalian dan penyelamatan sapi atau kerbau betina produktif serta upaya penyediaan lahan untuk pengembangan kawasan produksi pangan. Mempertahankan lahan-lahan produktif dengan mempercepat penetapan lahan pertanian berkelanjutan. Saya yakin tidak mudah untuk melaksanakan hasil komperensi Dewan Ketahanan Pangan tersebut, namun bukan berarti kita tidak bisa. Untuk itu, saya menghimbau agar kita dapat menugaskan dan memfungsikan sekretariat Dewan Ketahanan Pangan disetiap tingkatan. Saya juga berharap agar Dewan Ketahanan Pangan dapat melaksanakan rapat secara reguler untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pencapaian program kerja Dewan Ketahanan Pangan.