Anda di halaman 1dari 192

Alurn iniurn

1. Pendahuluan

Aluminium tlitemukan pertama kali tahun 182 5 olch Oersl ecl. f)ari pe ncmuan ini didapatkan bahwa logam aluminium mempunyai afinitas yang kuat terhadap oksigen, ticlak dalan:r keadaan murni dialam' Kt:rnr_rtliarr tlitcmtrl<an pula si[at-sifrrL aluminium yang iain yaitu ringan, tahan korosi dan kuat pada tahun 1845
oi<:It

Wolrlcr. l.]<:bcrir.pa tahun kcmuclian, yaitu pacla tahun 1854, Dcvillc mcmcoba untuk mereduksi aluminium Pertama kali, Ir:lil1-ri ti<lrrl< mt'tnuaskittr hasilnya' I)cnc!itian lebih lan.iut oleh 13chetov tahun 1ft65 r]1cnlpcr.olch c:il'ir rc<lulcsi aluminium yang lebih bail'r dari

Dcvillc. Adapun cara yang rligunakan adalah produksi kryolit (NarrAlF,,) <lf.ngan Mg alcan mcnghasilkan aluminium murni' Al<hir'flyil padn lahttn 186(r, I'lerattlt ditn IIall I
;

rricrrrlirg:itlicatr rilr.l t"tnlul< rnclarutkln alUrninium oksicter tl:rlnm l<ryolit dcngan cat'a clektrolisa untuk

{Alro.r}
nr r:rrrl it

llit

t l<it

tr itlttrn inium

AluminiummerupakanunsurnoSterbanyakdidunia' n/a. Kini dalarn urutan procluksi terclapat rli alam kira-kira 8

aluminium nrcnernpati temllat kcdua setelah besi dan baja, dan sclanjulnya te mbaga {3), seng (4), timbal {5)' nikel t6}' timah Putih (7).
merupakan: Kedutlukan ini clapat dicapai karena aluminiurn bahan baku Yang mudah.diPeroleh tcknik Produksi Yang unggul sifat fisik dan mekanis yang menguntungan dan harga Yang relatif murah'

2. Bdih-Bl.ifh Ahuninius'

- Bauxite 4O-6O 9/o AlzOr

-' - t<aolirTit.e Al.:o.r' 2SiOz'2HrO

- Ncpl'r<:line {Na,K}20'Ale0r'SiO: - Anclalusit AltSiOs - l,eucit KalSizO,'


it.

flif,at-Sifat Fisik Aluminium

lebih kecil pirclrt:ln. Nttmun lcclcrgantungan pada komposisi mekanik pada rJibarldingkan dengan ketergantungan sifat komposisi,

kimia Sifat fisik aluminium tergantung padtr komPosisi

berikut Aclapun sifat'sifat aluminium adalah sebagai


Warna Ulet Nomor atom Berat atom

ffirakanringan
13

26,98

Kisi kristal KonrtanG kisi Pada 2OoC Berat jenis Pada Zu'1i u_
660,,C
9OOoC

f;lEubTk

Peousatan sisi)

4,049 x 1O'8 cm 2,5989 gr/cm3 2,55 grlcm3 2,3O gr/crn3


7
al,
t'/o

[guranagan vol-u;r{i' c -- P (,6&; 2 0.'C s rr;ut I i t.i.*;ttt-r ;


icoe.fiii*tt muai rata-rata antara: 20,' - I00u C
2O',

L,B

b3,86 x 1O"oK't 72 Qpa 66a,24"

5OOUC

Modulus elastisit;rs 'titik cair

p,*ai Peleburan I Pa.nas


i

3e?3

ktkg

i-__..-#

lf itilr dictih r Titik

250OoC

Panas jenis Pacia

O,9 J I gt.K

padat 700o C, calr

1,13 J/gr.K
37

KondrEaifitas listrik Konduktifitas Panas

,7

/ m.mm

2,3 J lcm.s.gr

4. Cara Pengolahan Alusrlnlum Bijih aluminium tidak dapat langsung direduksi, harus diproses untuk dijadikan alumina {AlzOr) terlebih dahulu dengan menggunakan proses Bayer apabila kadar si < 60/,' clan proses Le Chatelier untuk Si > 6o/a'

Jadi
tahap.

sccara

umum produksi aluminium meliPuti

Tahap I:

- Bauksit cliekst.raksi dengan Bayer prose's menjadi alumina murni. Proses ini juga meliputi proses penghancuran trauksit <lengan larutan NaOI{ kuat pada temperatur diatas 240,C. Alumina yang di ekstraksi meninggalkan residu yang tidak larut disebut dengan red mud terdiri
clari oksida-oksida besi dan silika yang dipisahkan dengan cara filtrasi. Setelah pendinginan larutan ini meng&fidung kristal-kristal alumina trihidrat, YanS man irihidrat ini

al<anmengenclapsedangkansadaapidapatdigunakan
l<cmbali.
Pr<>ses

irri clitpaljuga digambarkan sebagai berikut:


Al(OI-l)r + NaOl-l .--+
NaAiOz + 2 HzO

Alunrinn trihiclrat ini k<:muctian dikalsinasi clalam tlapur putar (rot.ary kiin) pada temperatur l22O"C untuk nrenghilangknn air, akhirnya alumina dihasilkan dalam bentuk serbuk Yang halus' Sifat-sifat alumina : - mempunyai titik didih yang tinggi yaitu 2040'C'

- l)enghantilr listrik
Tahap II

renclah

- l(eberhasilan Produksi

aluminiunn tergantung dari

yang terdiri pelarutan alurnina dalam kryolit cair (NaaAlFc)

eltr.i,4i0-90(x, <tan 2 - 8(Xr alumina clcn8an tambahan clari aluminium dan .kalsiurn fluarida"

Proses ci<strasi aluminiurn ini dapat clilihrl't pada garnbar 1. I{eterangan gambar : - Ilr:nLuk set produksi ini,berupa segi empal yang ma$a clinding sebelah elalam terbuat dari battr tahan api'
lJakcd cartron atau biok kiltotla, tlimrina alurrinir"rm

grafit berfungsi sebagai cair akan dihasilkan pada

katada ini.
Sr:<lirrrglcirn iln tcrlluat tlari prc-bakecl blclk yang clicelupkarn dal am elektrolit" Ternperatur d:rpur sekitar 1f)00'C. Arus operasi kirakira 100.000 - 200.000 A dengan tegangan 5 V Yang

nrengalir nrelalui masing-masing sel'

Alurninium Yang dihasilkan akan dikeluarkan Pada ditansbahkan waktu-waktu t'ertentu dan alumina akan
sesuai dengan kebutuhan'
Mekanisme reaksi : ion yang Alrts y:rng il1e Inbawa ion-ion Na* dan satu atau

lebihkomplekssepertiNaAlF:r--.Parlakatoda,natrium fluorida' dibebaskan dan bereaksi dengan aluminium gltausatutlarikonnpleksfluoridauntukmenghasiikan arr.iminium aluminium. Ilersamaan dengan ini pada membesaskan terjadi disosiasi dari ion kompleks untuk
COz.

membentuk gas oksigen ynng kemu<lian akan bereaksi

ditulis sebagai Liecara keselr-rruhan reaksi ini dapat


berikut :
2AlzO'r + 3C

4Al + 3COz -+

collcctloll
lroocls Froz-cn Ilux

an(l alurllina

\t..
!r:

\.

[t--

_-\-

irr

tr //n'\ \.

lrust

breaker

Oambar

l.

alumina Sel elektrolisa untuk ekstraksi

gu.tnb^t berikut

menggambarkan 2) mcnghasilkan tr ton atruminiuni, (ganobar

ini *d,ala.h diagrarn alir Yang unt'uk *Perasi kebutuhan

Aclacarauntukekstraksialuminiumyangteka}rdikembarrgkan <lan ALCOA' $n(:ara lcomersial yaitu proses ALCAN berikut : Kcciua proses ini rlapat dilihat pada dibgrnm a. Proles ALCA$
Bauksit + Kokas

Smelting (dalam daPur listrik)

"{luminium

kotor (paduan A1" Si &

h"e)
l l

Direaksikan dengan AlClr T * l300oC I-lasil AiCl (clitlinginkan dengan cePat)

Aluminium

b. F'rose* ALQOA
Alumina (A12ft)

Gas klor 700 - 90S"C (dalam reaktor klori nator)

ClZ didinginkan dalam kondenser,'I'' 70oC

l)iclektrolisn dalant sebtrah scl tertuttlp

Aluminium

o.H.30
tonnes
fuel oil

6.t7.5
tonn3 steam

0.000.6
tonnes lime

0.170.26
tonnes NaOH

0.0H.6
tonnes

0.064.7
tonnes petroleum coke

anthractc

o.10.15

6.S7.5
tonnes steam

BAUXITE refining

tonnes plcth

BAYER PROSES
1.31 .5 tonnes mud residu

oxBo.c
tonnes Ge Fluoride

0.0154.025
tonnes

0.0204.025
tonnes cryolit

1.89 tonnes

0.6

tonnes cathodic

ALUMINA

Al Fluorlde

0.24.25
tonnes
anode butts

0.7ru.06
tonnes gr3n anodes

0.074.75
tonnes fuel oil

lm150m
rrount
ol raw materials shown are typical refer to the requirements lor the o{ one tonnes aluminium

ALUMINA smeltlng

HALL HEROULT PROCESS

baked anodes 0.O4O.07 tonnes spend anodes

ALUMINIUM
One tonnes

Aluminium Cambar 2. Diagram Alir produksi

llt:ir<:r,rpa kqtlntung,an' tlzrri proses AI"COA:

- I)iStindingk.n de ngan elektrolisa yang mcnggunakan kryolit, Alcoa proses tnemerlukan ternperatur yang lebih rendah{?00"900"C),sehinggaenergilistrikyang
bih rendah' t-Karenasistemyangdigunakanadalahsistemtetutup,Eas
cligunakan
Ie

kioryangclihasilkan<larielektrolisadapatdigunakan kembali dalam unit reaktor kiorinator, sehingga biaya


tlaPat. clihemat.

Negara-negara konsumen aluminium di dunia {menurut dat'a lit!lutr l9S3) irtlitlirlr : Total Sekunder rJri** Ncgara 6.238.300 2.Q 19.400 +.2t 8.900 1. USA ct.02 I .300 1. r00.600 2.920,700 2. EEC 2.6A2.000 802.000 1.800.000 3. Jepang 1.510.500 425.500 L085.O00 4. Australia
t':!r

anglcan negara-negara

penghasil aluminium dapat' dilihat


I 973
I

a tabel dibaw:rh ini Jurmlah Produksi Aluminium

*__
USiA u

Prig:f

(ton)

983

4.108.700 2.000.000 1.508.000 930.000 532.700


6 L8.1 00

3.353.200
2.40A.000 1.924.000
1.O91.200

sislt

ilC*__4-*-Canada
.Jermitt't

743.300
7.1S.100

Norwcgia
Au

stralia

207.200
1 1 1.700

475.100 400.700 400.000 360.800

Brasil
RRC

280.000 3s8.900
160.400

Perancis Sepanyol

3s7.500

Jumlah Produksi Atuminium Primer {toni


Venezuela

I 973

983

25.100 90.800 1.096.800


25

335.200 258.200
2

Yugoslavia .lcpang UK {lnggris)


Nederlnn
d

55.900

r..600
1

252.500 235.300

18

.400

Romania
New Zealand Inclia

141.200

223.304
220.104 205.000 .195.700

I 16.700
154.300
184.2 00

Italia
llilhririn

I02.600
52.800

t7 1.700
163.800

Afrika Sclatan
Duhai Mesir Yunani

151.200
140.200 143.300 136.00
13

Argcntina
lndonesia
Au

2.800

114.800

stria

89.100
12.837 "300
1

94.2AO 4.3 1 0.3 00

Totar

Penggunaan Atuminlun

Penggunaan aluminium menurut urutan jumlah adalah


sebirg;ti [rcrikut:

- 'lransPortasi - Konstruksi - llckaYasa Peralatan listrik - Alat daPur dan rumah tangga - l'emakaian umum - l)cmakaian khusus

Jen,is produk

di kelompok masing-masing dengan sendirinya lihat memiliki komposisi atau cara pembuatan tersendiri' tabel t. Perlu diperhatikan bahwa ada perbef,aan antara h:rsi! corAn clcngan produk wrought (hasil ,Pengubahan
bcnttrk).

6. Standarisasl Penandaan

'

Karena adanYa Perbedaan antara

cor dan

wrought,

pcnirtt<irltln unluk cor dan wrought juga terdapat Perbcdaan. 1.1. l't:nitntlailu Paduan cctr

Dikcnatpenandaanlxx.x,digitkeduadanketiga menunjukkan %r aluminium minimum diatas nilai 99'O0' Pada graoup yang lain digit kedua dan ketiga tidak mtrmiliki arti dan hanya dipergunakan untuk rnembeclakan kelompok paduan. Angka nol disebelah
kaniln tancia desimal menunjukkan produk cor' Sistem Penandaan Paduan cor :

1xx.x Unsur Paduan utarna Al 2xx.x Unsur Paduan utama Cu 3xx.x Unsur paduan utama $i + Cu a Mg atau ldg 4xx.x Unsur Paduan utama Si Sxx.x Unsur Paduan utama Mg 6xx.x Unsur Paduan rutama Zn 7xx.x Unsur Paduan utama Sn Komposisi dari beberapa paduan-paduan ini dapat dilihat pada tabei 2, sedangkan sifat-sifat nnekanis
dapat dilihat Pada tabel 3. 1.2. Penandaan Paduan wrought untuk paduan aluminium klasifikasi dapat dibagi dalam kategori:

lxxxx
2xxxx 3xxxx 4xxxx Sxxxx 6xxxx

Paduan Yang utama Al Paduan yang utama Cu Paduan yang utama Mn Paduan Yang utama Si Paduan yang utana Mg Paduan yang utama Mg dan Si

F
I'

It
I

Txxxx Sxxxx 9xxxx

Paduan yang utama Zn Paduan yang utama Li Belum terpakai

?a
i

In
,'

Dari group-group ini dibagi lagi menurut perlakuan panas,

yaitu

l.
I

it,
;

t'i,rcluan yang mempunyai respon terhadap perlakuan panas, karena pada paduan-paduan ini kekuatan dan kekerasan
riupzrl-

ga

rlitingkatkan tlcnga 2 cara yaitu - Pcngcrasanpresipitasi Mula-mula logam dipanaskan pada temperatur yang relatif
:

'o, hk

uk
lah

tinggi, sekil.ar 1 0O hingga 50oC dibawah temperatur solitlus untuk melarutkan endapan-endapan atau impurities yang ada sehingga terbentuk larutan lewat
jentrh (super saturated solid solutir:n). Dngnn pendinginan 1r:rkcndali cl+tpat terbcntuk endapan halus yang memang rlipcrlukan untuk meningkatkan sifat mekanik tadi. Urutan presipitasi ialah sebagai berikut : Lirruliln par<1at lewat -ienuh =--> Zona Guiner P'reston fasa stabil, ----_*) Fasa mcta stabil dapat terjacli natural aging atau l)nrla tcmpcratur ruang--+ grirttir tetnpr:rillur yang lcbih tinggi tcrjadi artificial aging {rrging br-iatan). llila proses aging melampaui puncak l<c1<r::ll;tn, proses discbut over aging. Agirrg illanri iniltural aging) rtapat trcrlangsung sclama 10 hingga 1 O .000 j am dan menghasilkam peningkatan l<clcuat:rn luluh (yielcl strenght) hingga dua kali lcbih bcsar. Akan tetapi elongasi (perpanjangan) akan
mengaiami Penuru.nan" Contoh-contoh Paduan ini.adalah a. Seri 2000 (ALUMINIUM-Cu-Mg)
:

rpat

rnis

ilam

Pertama kali diperkenalkan oleh \Milm di Berlin, IanS clikenal dengan nama DURALUMIN' mengandung 4(Xl Cu dan sebagian kecil Mg'

Mg; O'197o Si; 0 Cu; 2A24 l4'7'Ya paduan '59o/o Contoh : 0 'L3o/o Zn; 0 'O4o/o Ni; 0'0lolt Cr; 0,3lVo Fe ; 0;02%
'f i);

Paduan

banYak digunakan untuk komponen fuselage pembuatan-Pembuatan ini


inrlustri Pcsawat tertlang'

b. Seri 600 (Aluminium'Mg'-Si)

magnesium sebesar b'3 Pacluan in mcngandung Cu' Mn dan Cr' dan sitikon dengan penambahan 0'6yo Si; 0'35o/b Fe;0'tro/o Contoh: paduan 6063 ( 0'2 Mg; O'tVo 7'r*;0'trVo Cr Cu; 0,1olo Mn; 0'45 - Q'9a/o dan O, l% Ti)' untuk arsitektur Paduan in banyak digunakan pada dan struktur' pertama kali dikomersilkan
a/a

l'3

aun 1944' c. Seri 7000 {Al-Zn'Mg dan A}-Zrr-Mg-Cu} mempunyai kekruatan yang karena terkenal ini Paduan
tinggi. Si; 0'5o/o Pe; L,2 - Zolc Cu; Contoh : Paduan 7075 (0'4%r 5'1 * 6,1%' Zn; O,18 0,13')/o Mn; 2 ,L '2'97*r Mg; A,28"/o Cr dan 0'2 % Ti)' $ecara luas Paduan ini sudah dipergunakan terbang' dalam industri Pesawat oleh Alcoa pada tahun

dikomersilkan
1943.

dapat dilihat secara pa*a tabcl 4 dan s, paduan-paduan ini lebih rinci'

mempunyai respon terhadap 2. Pacluan-Paduan yang tidak'


proses Perlakuan Panas

paduan-paduan ini hanya kekerirsan dan Kekuatan dapatditingkatkanmelaluideformasibaikmelaluirol, mana deformasi akan merusak Yang tempa' atau ekstrusi, pemanasan kembali akan terbentuk setelah primer' struktur

kuat' struktur yang lebih halus dan adalah Contoh-contoh Paduan ini

t\

Tabell.ContohKomposisidanpenggunaandaricordanwought
llcnggunuatl
l) idun
g

Catatan Sii'ut Kcltutttn tinggi, olongrri reduug

Cor Wrought
Cor

Peuondaan USA
2r)

Komposisi
Crt
4.6

Khan

Cermun

Mg
0.3 J

Mn
r0.t
J

si

Lain
Zn 0,'l
5.6

'l'ransporllsi
Dcnerhongan

Prrt pcFlwst
Rtngku pcfiswlt
lcrbitn g

prrir

t.c
hlZn
5

Kclultan tinggi
Kcluatan tinggi'

Wrought Cor plsir'


Cet al lrr ruo.uld

707

1.6

?.5

0.,
0.i

MgCu 4.6
0.3
5

Korctl
r0nlllor

uPi,

'l'ruck/ trsilcr clonglsi scd'.rlg


Aut
o

?01 .0

'0.3t
7.0

0.,

cA3 56.O

lrunsnrissiott
cilsc
K onrp orr cn

Kuat dan ulcl Kttat d:rlr ulct untuk Iiottstruksi

Ats i? Mg

0.3

l'ru nr i:lt ru L

Cor pasi r
Wrought

520

0.0
o.1
J

,r:ntbarltt

3lltz
?o{r
5

-l

"1.5

rrrtuk huiJi Iorli I'urlirpitl:ttr


t t rrL
l-,

(l;
t'h ilil( itt I ill l',lil

tithiltl

krtrrtsi

Wt.rrtL:ltl

t,4

4.5

4.5

0, o,

tr4lrirt\,:

(icrir I l)t!rllrrli*

C irst

l].t 13 . 0
(r061 0.2
8

t.2
1.0

hrrdrtlru
Nt).rrstrrrlsi
I

lrlurirtc

Wrrrugltt

o.6
5.7

rJ

,\rsitclurr
lilislrus

I t;cuer,rlPtrrPo*c

Currl sund

It443.U
6Otr3

nroultl Wrouglrt 0.1


4.6
0.3
5

o_6

ll{cLavasa

K.:Irratan tinggi cd$llnBs I l,:longsisctllng


CrtttlPrcssOt
tr.. J

Cor pasir

2Al.O 390.0
505(r 5d5l(
6$7 $

o.3

rl
tt
k tri irt

lvtuli rctrdah, talr;rn tus, lllrun


sulru

l)ie

crrting
Wrouglil
Wrou glrt

4.5

0.6 5.0
0. 1?

l ?.0

I'rr k

g,

StorrL\c tutlk llI ss stl r d

5.1

0.8
o.6

;;;;----1--*

\,r1({L'l

Wrcugltt

0.211

t.0

al t
a.'l

Cn \l

r) c) ()

{ .Sl rt Ot (rr In C)l fr (rr -, J a) () (.J h.t ..r -, l. tJ {r) l\l \,1 ,Jr Ut i::r (t) ,lr fr,

C) i.)

r)

C)

fi

?)

r.t

(r)

tt .,

r:)

t:,:,.
ir
t"t

3 t
(}

o o t

t'
I

r'-

.: : 5

:r

l.

(l rl,

:l

"l

ct)
t,r r

(a)

,l:

C]

ao2athah

litli aA
!'\l

Qa (, Q O

!, o o o o

-o'0 -i ?-u

ci.

15.

! o
o
J-\J{(f)O}d)

r *

(/,

s:jq3 !g3r: g= rL o ..). o. 3. 3.

v:.h atth a
-:-

-o

aq.e (,

1l

(, (n:i
d'
lil

1)r)

IP.I I
i\ -' sJ (,
r

PI
nr

fifr ,l' .'


v' tl)

oooooooooa(or i ;.,, ir'- iJ Lo L, Ln b -r i$ srur(JC)uroru,o,fIf ,";, ; (.)


P.-" P () (') ('-t (.') -. t'-r r.lr .-, { Co o) r', - t^r hn ur cn C) :l qr (.lr C) O c.)
1.y

P 9't.r' ()t:)
c, c)

I Lr rrr g 9o Ut (Jt

I cn I o I i:r r i.r' l(r)(O-.{..J


(.lr

i, 1l ,r I
')-r

(.)r

rt fi ur (t1 a) rrr (:t

?'i, :i 1l ;' '-'Y'ri,,, CD ()l Or -, .,r Ot (At (.! '


a.-)

(J O L.l f, - r{

C)

(t!.'

(:1 trl

C)

P::'r"Jtrc)cl or(,.}(,Jooxtrn nxr'oiroOoi"o:irrt:*. (:) lur

11 (,

-(}

F' qr
!'.J

-l

c).oP poo 9999P { {: N) r$ N) ON N -i 6n O


l-QUrOOcn(n(Jtur .
A.r

)J .t t\)

o r. G) Lr c) c-) o

|Jl

I ct r (,J .f, l\ (r\ rr) hJ O, UJ t\ or NJ i.J )qQOil ,Joi()(:rl)cnO*. C} : i:O iO I lc)tr, . ';t -Orirr. i, ,], ,'r, 1.. l, ,; l. ooo l:'Cr <:j i) r:) clr:'C) rl Llr r\, () tr!

C.)

CI

o o
o X o
T' o 2. vt io F' o.

l.

; .t
lr-

t:

999?P 99 gggp g gc;r:c) oc) ':: ) c aoa (_).)._) .> c),:) (f 6-5PFi;3HEE$ 868?ji;i Abt lr,tHS;l:;l :.t;; li;;llr; ' [, ,!' ?pi J or g) .'r ,1r o) o 99a.Jo):o--r(,r)o()
fi

l'..-

I'

ll;
a-,r

f _. EPjit t I .r -. r)
I I crr bn <r, d! (tr CD
Oor
._J

,i?l

,i'ffijd
o,

.r) J

p
.iL

a) C) C) (:]
.1

.Cr

o.) .i:
i.rr

. tv tU -r O or C) C) ('.) '.') r) trll

()
b (n

()oc)
o)t!r. c)o

tt r

., NJ _. .-., ,.1 ,(:_) (J (rt Cr' (,r i-\ t ' Jl . l:-t O .

) (') Q c) r) (.) i:) (.r (J ()

r:_) ()

c o,
I

Ur
(_-,

O cD
(r\)

Lr o,.
Url

e(,)

i,lr
(J\

!pt o. tr pt
(-t

9999 G'J\NN

p
N)

cnocJrJ

lll ooo br't: 'r' oo

(rl

1O ,
Iul

l\t

L
I

ur

c)

P9
lor it
\l .rr lr t.l

I
ul
f.l a:
(.

o 9oC) 99 (t (n Ctl Ull


OC)
O C)t)CJ ) t: l'.) (.) aL-) art i'r

(lrr

r"r 4) O

r,) .J
(.1

I |Jr

(,J (Jr

:"*()PO ! C .*'(J L)
NI
LJ

...) t-r!

(r1

(',

f'? l, all rtr t- a.l


C) (,r trr ur
]rr'\rNrrNt

'i,

lrt.ltlllf'r

C)-()-Lr t,r I r r , r'l ,. -. c., r.l , rr i, l.r t'r,rrr C)(.\

t.
I

,.1 lrr a'\ t'1 t.t t,! t.r, arl ttr i.r lr. , t .rr \tr

l'l
I

r.ggsro.
* ? fjl
.r, (rr 5)
f! t,l trr

(,r

!roP NrN)N)
rrr tJr

o
^.' A

() (.)

()

Q 1 C'<': , tJ + L. .J ,.i
lJ, irr (JtlJr

a.r
.r-r

r;.'
(..

I rl tl

\'

l\t (tt

J llr

lr lr
.\l

.o a
tb

:.

{ *J ! Ctr'dl (' JC)O(t19J uJ .{ 1.1r ctr C) A)

1\,

..

Llr,

i. .F

i"bbbbc>

cr

.|:

- bto

(rr^)

t,,t r..) {'-r"

G, ()) r)

t f,.) r FJ t)C)

(.) l\)

-" rr, .1. C) 'Jr tJ C, C) C)

h,

l'., l .)

, (:) (.t a)
-

('.'
.

(21 (11 ;,

1'.'i

a) .q
!Y.':n

,i'3 xr ur t:-)

ll

I I

rrl(r
I I I
I

' t-t.,) ( ll

'l

i'.

tt.l

an'l ; qbr

I I

f I

,1

,r,

t.

Ir-j
.'lJl
e:,

=.f,(O ((fLL-l

th
ll

a au)

u) cf -o cn -o (n c)

o'u

! 'O -l (,4 -n (,/) 1:l :'r-i.1 {/i

!i ii

n, ,)

il:

'a

:'.:

:'.

li,lo iii jl
P.5'
-(!'{ J O6

''

.t:r.
11 '11 'n'tl'n'11
*.1 .-r -t -.r --l i --t -.1 -{ o) .l- , Or Or o) (, I -t or cl r)) c1r -{
U, .-,

'' ll

(1 (./\ i/t :".

r\ i

;.
f'

y"

'Yi.

iti o n cJ'f -'il:;

'Jl ,.. ; :l

al'n'11 -l -11 -l -l rri -l -.i -' -r -i -i

r\) l\l

--t'-i --l -., .-t -i - i I- rr! .-l (tl


rl{ i1, !1, t'i | )l - I (r) \,^)

,nt
1l'

'-t
'.rl

(i

3qo -t^
='i)

o 1!_

-rO rlr n, O 'o .i mnr;'

;lFB ti ;'b 88d$


ir iir o r:i c-> c; c) cJ C) c)

dJJ

I 8s s
L)r

hJIAJJI'JIJT{J

313
UJ

;iiiil

iii i;i,t:

..r .... -.1 t. i :.,1 r\r r...) r{' (,.r ',! r'(1 (r. i 1 ilr (il rJr I I r all r'r LI

<

r l$ N) Nr J t\) l(J N) ld 0J l:r NJ r J r.J o) (lt (:, O) ,t trr,ri "\J NJ o) CJ \, c', (.) rJr

ur

C) U' t,rr ('r

R) l\) r r.J F.J lJ hJ -r f. r.rr (rt J. (, t.], .t." r ,, (-:r (.) l,,r

lu^{9 6^

aiin t-?'/
:'rr JOJJ :'

rO otO

irr
o!:
Ju' (tC

tt (, (o J (, cl a) tI o) ul N) N) 'ooo,--boo<:<:b;rtct()

,JJJJ

(o

cD

rN, O Ur '

lJ;..:l-O, (-) r) ')

()

C,'

f-)d;\ ' 'J, :,,,

:.il
!a)
.vl

c)(]C!(]O(]
o"
io'
nr

fD

I'

I,

,5

aO

ClnOmmm

>I,

{t! I } r"

ill 11 ('il

{'1

rnrnrnr)c0c)

>>

),

rll l:

r:

'

(t\ a't t), t.)

lr, :1 rlr

'i/
r)r
'_j

cDcDgl>I'>

i)r)

ogtq-

nnrrlcr
.t rlr
I

(]Oc)>TN>

D>

, '

llt

r,l

a")

r')

) (.r lr) f

rl'
t:,

tl

>>F)>ci>

nc)

ci c) u.: rl)

c!)

o.l

"o

Q
ry
A -i t\

-o

rO

l\.

tu

? C)

? c)
O
t!

rI

o
O
$.

(t)

(f

9)* NN<N OOOI-.. ct1a.l .t.OOC)O iltt Cr@tor ':qc'{.: C}(}O()


(o

* *

N,f)la+ O tN@ro qc'l OO

r)

(:)

r-)

(-) (_) r., ll '.1 , l ( r rt-) r(J r.', t!'l (: ) i.:) '!r , 'r) r. r r._t r-., r-r !* r r' r.,,) ('-, r.J () (:) (.) () C, () (:) {:) (:)

c O
(.)
ro r$ O ir,
r-eCrJrpr

O()

d oc>oooo
c?

Oro..-.C) c.1 Qqc! OOOO


rO

C)()(oO@OO :.:qc,i Qo!r OOOOOO()


lf)c!

()O

r:.:

OOOO \-: r: -, ': (fO()O

c? I ': QO A lll
U)rCr \fLO

o? Orf, ryl

': OO C)

Qr

sf

:qqrq.:aqi':.:r Qrr OOO oooooooooooQ

? ?? ?? ???9 6ro(OOlr)tr)OifcOcOO

1ry

cOrOtr)rr, Nc\.rcDc\r

t\

c) ro Lo o c) .:) rn rc, Lo Lo t.la tc: ci c.{ c.r c! (\,(\ c., c\j c\

OOC)OO(:iCJOOCJC
<:t)

qCqq\qcI\rclqaq L., T ? T T T T? ? Y TT o oq oq q q F.. q ojt: c.1 o?oq .: ro,., c!nc'lc! T o N c\| o."."ro (o rf (o
O O () () O O OO
O)O) COCD
@

cr)

rI} ro cq r.. lrr.rp.l'r)

Cr,

c.j o'l
O)

l(rr I r| | c\c\j I I rc)C) I c' O ('.. sJ. c? q Q cr I q c? cl c O C),* Cr r.) --.- O O *- C c\l

({r

cq

o?

sf C)

(q

cl cj ooi oQ q q cq oi \ fl? c? q q 9 ": \ cr c.j | I r I e cv)cr.lrNNc4c{c!Nc!cec.) I 'l - roO roro 1 I O I I I I I I I I I I I I \{ q o -- $1 o? Q of r: q qc? y cq a oqv.q .q =,: Crl r.r c! (\ FIC\ r- (\ r CrJ(\ Q OOO()()OO
I

q)

Ol
(u (o
tn.

i,T ocl.joodc,oo.ooJ d'j.5,-,dd,]c ororooJ*?? (\ a\JCt (/) 9' e C\C/ e frJ eCOO(f)e \l'il C{C'.lc!rC{ $ rC'lf{ r O
dq)
(r1 !c)

--q

OQ 'rJ' \f

oooc"r"-oic

CD

O) C!

C) (O q.. \f

qq

l-- |.-

oa

O q
CQ

(u'

Ce

c)c'ecjoooc

oooc}oc,c}o

dcjocjooooaooO
<a
c! *c! tQO I !C) A e ': OOCJ - O

.Cl
o)

c'' o
vri

tr: tn
cp

qclulf"-qqqolclqoqc
rJ
_l

'il {\ i() (.O -.f af irttlrttltt ()) ro |J) (tl iI) ({l ul f) ral (r) (/) i* rf", r() Cr) (n ('l

Lr} C4 rO
{J1 ry i! Cn a! t\l

Li

C
q-

O -i T-T-T or)rr:ro(}Lou)tr, ;. C)()CjC)O()(Jc)'-

af \'.

e, Y99 ()OO

cqo

crr(rc)o>trri ; ''LJ

c.

{;.Q r;.i;

Q':9

r(\lcrJes{ I I I I !O-l c.i q q ry q e (\J r - -O Y.

o, '6. 5,

itI

rL'

IOC)()(.) i-\ r\- r\ ol ("lQ.q (1

OC'OOO'3(J(J-r)a(

O(f {: t.{'}to C) .C)O q,.Q..i.c?,: rlq,q\'qq

C)(}O-OOO'O

o 5lu)OOLoOt()lfrOc"lOO qc? ql I =r c? l9 ": q1 OC)OC)OOOOOO()O


ro lo r.) r*r c) ('lc.t

"Or
E

>.,:

.Ei
X. |!i

),

I
I
; I I I

I (-r I I .:, ct,'i'<.-r.tr r:) (.) o c) c),1) (.


ti,

.-.(oc,

'-.

.:Jc;

i'it:,i..r1r.1

S1 iilri"-' c) c:)o(){3(, o c)c)o -o1

cj<rq, I I
I

'l ()'l 'l t5 c'r ()'l(qr:+.qq -!rvif


C)

llqSl

cio ()()ooo

!l':n"'i:1.,I--J.cr" c)(}oC)o oc)o ()o C)()

rc} c",l

c) o c) c)

s,
Q)r
aU

an,

.9i
w

i3 a5 ;;il83 5$ga'? fi ? : ::33;;lXKlBSli O Q sf - O r il O O O O O t3 EiSRB iii:. cr ia c.r.: r-t.-t)O()( c) O Cr -r ci F l-- f- f\ (\t N f-. l-- l*. f\
._-

o (t
F

, (:- :-l .\t (\; .:\t C. (y r\

i\t . .

<.1) ca c-l (O ..c} (O (O (O <O tO <O l\

l-.

lt-

L)

..u-,

o)
i\

(\

zn

tr (

CI

g L

,9
tn

o. fi
GI

:,
tll
R

-c cl
o)

.t. l,r rll .lt


I

rlt oLl 0'C L,


ttt

o.

:6 :)
ot

c.

i
I

tct E
q)

,ll
.l

..t
t.t .. ''

'6

rtr

1'I

qr

v)

:t t-'

c o o.
6 () d

:i, '|

i't ';,

i'i, r.
r'

'.'.1

'>1 .-c
c}.

t,'.! -" c, -' 0t '; r.) Ir_r,ja

:. Ji
'l l-:
,'u
i:

i;
.t,

ct
o0

I ._ i: iu .: lo

;:i

l,i (:

I L; i: :i :; ii ;\ )i P'ri ;; ^ i :c:;zs?$s! $ E'e :i 5:i8i i5:'P: g 3 E' 39 ! EH:i!n.BgB ; ? '; .: o ,


+'F'

l, 'g

rl. .'
gr

lll
I

t'(
l,r

li;
r:
'cl

!^ io
ftl
ltr)

:j
\.t

iqt l.l,

li, ,? r) li, yj :lj

\'

'li .--

'a

;:

l(r

i:r

lo
C)

's

96 '6P E; -eE
b,o

Ot

i,

(;

l'

tit .! rit

i'l l, ':.'

i-,

.1

; iF'Ft i'f fiEEt i:illii !t;Eii,,i I .r,l .? :i i i .i


't)

;a:'w;.*-=r'rl-q ,":,

;e'

.: .: i

c ,: ru.i :

.'.

.?

:i:

!'8 <i :

:o0

:;vr 'ror :,c

io

Itt

r.9

o
.?.

x
bo.:,

3r' o*

3
(d 1: (\ C\ t- r'D C! !n (\l Gl (Y) e r
FF?!'-FFF-FF

e F) fri Gl O al

1t GI G I
3 (rl g

c cl

.t,

'u c .(l
d
b0 bt)

(lt

'": LD rs vr l:n C: rr, :,i ,1, .'.: J

C:! () ri) rl'l r() tfz

Oi tt1 ('! i", r- l\ r.) \! (t .t \l Il

g iF ; gfr ni!Etq \ Ig!?ft (I.l c\l (O C') \O I .r ;r ..i ..r i-i i4

cr.)

ti{'*fi fi E gfi EEg tl) Ul


a.l' U

(A
Jd c,
.

(, g c (t

,r')

()Q Q I r) to rt-rro ro rJ rn (),Q,QQo(JC) l', (, (-) ro rr.i1 f- r- C) m r'q ! t ..-,.r, i rir ,. i:r ijr rrr .i "! i<t to & Ji ,n ii \t :l co \t ro tr) st <r l.() \r' rr (t o'| \t \t (\l - \ rr' c\ i.l c.l (o ctl to

tr (!

,cl

rO rcr

r- r-

(oe (i r F1 (Y) (i (O tn tl' r' a\ t\ rO (O rO rO iri tO (O (O l\ l\ (O l\ l-- (O (O rJ 'Cr''U oi (l rO O) cr) tO't i, tO lCr FFFFF r- Fl- F' r-r-#i'i F ri r: p'F l- l: i: t-- t:rr-r-FF

(O

t/)
rn
q)

S) (d

i
'.1

.n (::
.1

'(: I i'rrr(!{..{

.ir

i1,.... .- ., t\ | .) .., ,',

ra) (t)

(l

r:, r\l

j:iiii li:::'fFjriiF:iiHPiiii'iliP

.t ,.,,u r .J (.,

rl rf, ()r o, f) ln " o)

r'' (t) or

rI
I

I I I I

li Ii

t:l

il

l,t [,1
tit [il ft

(t)
I

(J
tl

(,.t

(/) (,: (i (:) '"./ (') C'C") (Jr .f- (/)

-r

_r t\.J J

{t) P
(L) (' :)
tu

(o(Jr()()

t't tl
l!^l I iol
lo)t

::'.

:J

F]

il
tHl
tct

st

d c\ r..r -r ('.\ ('t i) U' I (:) \., F-\ I


.'.'t Cf (J i:. l:. t\) Cr C-"r c' ) ('' f'r a'l (.--r J l.\i F.r l:. (r) rr ttr (rt C') C)
('.1 (:, C')

(D

O) (^l (l) ('-r

r 'r ('r .- r -., (:) (rr L:) ('.r r:) Lr I

3
c)

b') (fJ

Or grl (/) 0)

itl t I loi

|
all'rt.' rrr l. (,, l.J l.t lJ, ttl,,tt ,t . I, l. t.t t , l..r lll''l'J I : .l

.l-

o o

-1.

7f

o
'I
I

5l t I i-l t sl

r , tt'n tl f) rlr (l' rl'


r:',

o lrl
U)

o,

A'

3l
t t f t f ! I t t-, ',t . . ,", t) l.)

oF)

i i ;l ul .1 [ it

r)

() ( t ( t 1'.i ,'1. "..,,;'','', t-2 t j. .:t ,t.

() .r

t
I
I

a,
l'J IJ

'd p, g" !r
I

5 I

tt
tl
t

(:) (..)

t.

r.-)

t--.
I
I

t::' -' :'.-" cJ qi:')1"'{.'.) rJ t! -. ,l air -.' -r tJ t) () () I ' I t-.r(-)ui .tt)tI<:tr,') li J O r:n i-:r il

i3 C..) C) rJ r:\(,r-)l:)
C,r U! (Jt Or

{ ri'

G
0a

l\)

lo<l

[- ()
( rt

..ro

)r'

p
0a

t
I

boo be<l
I
I I

(,) f. t. r l i. r ii t:llrl('..r i. .l'. r.t qrr io r.

i. l.-'lrj"-'C) -..t .lr Nr -, (Jl l,l (.r tr,l -'r Ul C.) co cD :'
I

('.i t'.t i*r ir, (', I


rl-: r ,r
cn

c) (:)
'('
t

.;:,

r:r i; {::r (.rt

(()

a. 91 7f
=' (D

P-O
r

()c)
i.r
-..

(tl

-,)

Q C i) (1C) c) (:) ? l.j K, 'J I ) -1 l'J I'J


atl ()l ^ tt 'lt rrr (').tt
a_rt

c'p I l\J *r
()

N, r.rr r;r (,)

() c) t'> - -' t) {', I tl (') {:)


c1 i:-)
(_1,

\d.:
l\

!t
(D
an t, o

lr|

I
;

DOO b=n r\
E) () !f

p9t s(}o()C) c)(" ()c)

L)()-..()cr-rJJ iir i"ri q-y-' ,jr t.r '-rr {r ur Ct Lr () 1,1',,i,

r)

(D

,5.b l:r \)
.

rr (Jr

I ) (e) "J .-, l J tJl

r-J

st A st
(D Ft

ie

hr)

(o (o iro IFFF

c)
()

r)

a) r) i- 3
(lt l.tr r'

(-,
lr',

(-) '\t tJ \

(:) (.4 r)

ir o c.r a'' {..) (tt


l.) '1, !, .-)

tlt

7f
E
$r

F
C)
It,

rl
l-l) t-t (t,

!., :l.!

st

,l-rtr,

t :) :l

t'

J.,

q 3:"
rrl (,t C't r\ F- l\

7r

b) 2

(fj .O (l) (f) - Cl) (!L-({) (O

;r .1 1r'i:'

s -O

g io (() (t b'<>

:t':

.r\-. R.J
-J g)

gBBgI g8 sH

iH n'

i;

.t' ir' v' t'l (rl Vl


n)

C (D

-l! tn

fi.
()
_-)

F
(D

7f
9)
at,

rl,

-.1

i1

-t
tlr

r.)

a
D)
(D

$sbl

;B nBB B I

Hr,H s$ $ sHn

uj

: ilu 3 a I

p
usn
-o
nl
(t,

f6

N)

v, (h

N
T)

0c ca

o o

FD

$t

oF)

H;$,H

g 833 HB N s H dH H *B E Ij $ H 3 j * F''-r s 3

(/)-{
:.n,

fo
9)

'r,

(lJ '; I lU

q(t (D ::l '-l y,t

trot

5 I
pt

o86S. S Jt aS -,$ -B- o I ^ B' $ r"8- E - 3 .''S

(Jr

/\ fn

C) b'?

;j
fu
1:''

.p)

i: f 'il

(L)

:)

t o
0a

tr

a J
c,
(l,

{f) =':J.

r)Or(n :Aloo'o (l)

gge
6 o'o

cr 5' (o

{45
-i6

o
o,

5Eg f o.(1,

11 it q. il g ii.( A : .." , R ii' :q q, ne'- ; A ;E 'd i Iti ., il F g!!

a :)' ;,

go a :r i-') 5 ai; oo

r ,; tr]

') j

!-1 I Vl -t' ff :ii I 1!,

tn
(0

:r

*{
11.
(')
1!'-

F)

:t
'r.)

0a

o.
F'

usil
-(t, (:'

3 a . i g ,,' g, a g e _a_ L F Ei .: I ld. 3 S ; ;' : v' l, g_q F ,9. g


ti, x'
=.

t]

1)

ru

:.

!o,

7(
(D

fr'
al.

t, (r'
t'
-i'
fr' (/'

(,
r)

I 9 n' c, 5 i 3 6 F.f ;1 t''il :r. [ H ,i r, ii .c.l


j v, ti J

3 tr
D)

i;p.
O,9
:](D o'

ri: 3
;:i'

:'..

rJ

:, o i',

:l

()

(D

13

a-

0 o. f

o
r

(ll, $,

el 'o:
!tb
i!| lt

obvt".:)) r:t{r;iq)' st 3 t, d 6,5n()

o
(D -l

!;
('i ()
r:

si

'?.,.

tl,
(u

()

$vl Cn

ii;r

''

id lc'

oq)
(D Ft
D)

gt

!}$ vr
o.c
t(l., J :J (fr

ilo )o
'j:.

t3;
vr

t? t-

r"

cr i3
t: "

x. c
It
9)

:,1 'li

:i

v,

It

h.il
AE (Tr a y,6

bcrulang-ulang; pr:narnbaha.n-1rt:nambahan baru hanya dilaku.kan karcna kchilangan (losses) mckanis dan thennal. Temperatur operasi .yang rcnclah .iugil tncmbcrikan llcksibilitas yang lebih besar dalam penrlngilnan logitnr t:i:ir tlan pcrzrlaLan, peleburan membutuhkan
pcrawatan y?lng, lcbih sctiikit.

Sitlah sitlu silirt. cor dtrri Alunriniurn yang paling berguna iaiah
tx:raL jt:nisrry;r rt:nrlah.

llttllol yilng ringan mcmbuat

pcnuangan

untul< bcnr'la-bcnda yang bcrukuran kccil maupun sedang dapat


clilakukarr rlcngan l:rngan (manual), hanya benda-benda yang besar _\,ang harus tlitui-rng dcngan mcnggunakan ladie mekanis atau
l<rusibcl.

l)r:ngan rupilt jt:nis ylln!{ rcntlah clan tcmperatur tuang yang renclah dari nlurninium, masalah sand washes yang sering terjadi Dada pcnuangan logam berat praktis dapat dihilangkan. ,Juga, clengan clicapainya tekanan cetakan yang rendah, <iapat dipakai lighttg ranmed nrtrlrls clan sedang'dapat dilakukan tanpa menaruh pcmbcrat pa<la cctakan untuk menyatukan bagian @pe dan drag. t)cmbuatan cctakan rir:ngan menrakai srrap /ask dan menuang pada cctakan tanpz mcmasukkarr ke dalam jakct, biasa dilakukan dalam

L ; F

I I

praktck pcngccoran "ir.luminium. Dilain pihak karena tekanan cetakan yang rcn<iah maka dapat dipakai cetakan pasir dengan permelbilitas ytlng lcbih besar, untuk pengeluaran gas-gas secara
ccpat.

I t'
e

u F

o IF
E

jenis Karakteristik lain yang kurang menguntungkan dari berat yang rendah dari alurninium ialah bahwa impuritis non metalik
berat jenis yang hampir [seperti oksicia] yang mungkin acla, memiliki logamsarna dengan Al itu sendiri. Karcna itu, dibandingkan dengan

c
(D

a)
cE

cD)
tlt

'o tt

= F
E g)
F)

logamyanglcbihbcrat,dibutuh\pnperhatianyanglebihbesar opcrasi untuk memisahkan impuritis tersebut dari logam selama


peleburan dan Penuangan'

'c D)
v,

Sifat-sifatyangmenguntungkandarialuminiumcair
pada cetakan logam rnembuatnya sangat sesuai untuk penuangan bcsi atau baja' Pacla rnctodc grauittl frcrmancn. CcLetkan tlibuat {ari

1,.\'

SIFA.T MAMPU COR PADUAN

ALUMINIUM

SIFAT.SIFAT yang yang pacluan aluminiurn tuan$ merupakan paduan tuang paduanmemitiki kegunaan paling banyak bila dibandingkara,dengan pada sebagidn besar metodapitcluan lain. Aluminium dapat clipakai dan dapat dituang Fada metoda pengecoran yang umum dipakai'

cetakanlogamataucetakanyangdiletakkanpadamesinotomatis yang effektif' untuk volume tinggi, penuangan clcngan biaya pasir stwll' sentrifuge' Aluminium dapat dituang clengan cetakan tunggal maupun berganda irzctrcstrierrt, dan prose$ ploster. unit-unit paduan dalam satu cetakan. Sebagai material tuang'
yaitu: aluminium memiliki beberapa silat menguntungkan, ai:ir: l. l)apat rnt:ngisi bagitrn-bagiil'l-i yang tipis karena memiliki fluiditas Yang baik. reiatif lebih 2. Temperatur iebur dan temperatur tuang yang
clapat rlituang

3.

renclah ditlaneling dengan logam lain' relatif sehingga I)t:rpin<lirhan panas dari Al cair ke cetakan penuangan yang lebih cepat pada

memtrerikan siklus
cetakan iogam.

4,Kelarutangas*kelarutanhidrogenpadaAluminiumdapat.
diatur.dengan metode prose$ yang baik' dari s.,Hot shorfness - ban.yak paduan yang relatif bebas kecenderungan retak panas dan robek' kirnia relatif baik" 6. Reproduksi kimiawi yang baik - stabilitas noda' Permukaan c$-ccrst yang baik - berkilat' tanpa
7.

operasi Yang Pacluan aluminium tuang memiliki temperatur C) dibandingkan rclatil rcndah (1200 1400 F alau 650 - 76Q Temperatur tuang rendah sebagian besar logam struktural lainnya' pada pasir cetak' Cetakan Pasir akan mengurangi tel-iadinya burzr in pemakaian yang lama dan dapat diPakai

memiliki jangka waktu

t
:

,
:

p?.nneneilt ntol(I, Al cair dituang ke dalam gate pada bagian atas cctakan, clan cetakan terisi akibat gaya berat logam itu sendiri.
Morli[il<irsi <lrtri ttrt:lo<le terscbuI ilrlah nlctode low-presatre pennatlen.t ntold dimana cetakan diletakkan diatas herm.eticallg sealled. tnlding

furnace. Sebuah tabung keluar dari bawah permu"kaan logam cair pada dapur ke bagian dasar rongga cetakan. cetakan terisi dengan mcrritlt:rilcan .sedikit tekanan gas di atas permukaan logam cair
clalam clapur tcrtutup, yang cuku'p untuk memaksa logam mengisi ke

rongga cetakiln. Metodc kctiga pressure die co.sting, Al cair disuntikkan kedirlam cetakan clengan tekanan tinggi oleh piston hiclrolis. Kcliglt nrcto(lc tcrsebul bila dilakukan secara otomatis,
produksi bervolume tinggi. I>ermartqtil nwlrl lliasa diprrkai untuk menghasilkan ribuan benda tuang. (gbr.1).
m<:n'rbcril<arr kr:rr
n

tu ng,an ckononris pa<ia

Paduan Aluminium berkontraksi selama pendinginan sesudah pemebekuan. Mercka meng,alami kontraksi cair ketika mendingin

dari suhu tuang ke suhu pembekuan, kontraksi solidifikasi ketika rnereka rnendingin dan kontraksi padat ketika benda tuang padat
mendingin sampai pada suhu ruang. Rentang kontraksi kurang lebih 3,5 sampai 8,5 yo. Dengan mempertimbangkan kontraksi ini pada

perencanaan pola dan pcralatan, benda tuang dapat diproduksi


tlengan toleransi dimensi yang cukup kecil.

Mutu dan biaya pengecoran dipengaruhi oleh jenis bahan yang diiebur, peralatan peleburan yang dipakai dan metode pengecoran yang dipakai. Karcna Aluminium cair menyerap hidrogen dan mudah teroksidasi, proses pengecoran yang baik harus dilakukan untuk
memperoleh hasil yang optimum. Gas hidrogen yang larut dalam alurninium cair ticiak larut dalam aluminium padat menjadi scbab utama adanya porositaas pada aluminium tuang. Jika alurninium
rnengandung hidrogen membeku, gas hidrogen keluar dari logam cair dan membentuk porositas pada. benda tuang. Penyerapan gas berLambah clengan naikknya temperatur lntding frme dalam keadaan

cair. I-iumiclitas yang tinggi dilingkungan sekitar logam cair dan pada

r1 t'dampuran

bahan' bakar

dari dapur peleburan, juga akan

meningkatkan adsobsi gas. Penyerapan gas dapat te{adi jika banyak terdapat cairan pada cetakan pasir. l"ebih jauh lagi, cairan atau

paduan hidrogen lannya {contohnya oli} pada ingot yang dlitambahkan pada logam cair dapat memasukkan hidrogen pada
cairan. Pemanasan awal pada logam baru sekitar 900 h- {4B0oC) sebelum clitambahkan ke logarn cair akzu: sangat membantu rneng,urangi sumbcr hidrogen tersebut. Alumirtium cair rnengelilingi rtirinya dangun lapistrn tipis oksida. Selama lapisan ini tidak tcrpecah, {ingkirt l)cnyerapirn ga.$ rendah dan okdasi lebih lanjur
terhalangi.

Dapur untLlk pclcburan aluminium harus


rncrtrininr:rll<irrr lx:n.ycrapan gas hidrogcn

dapat

& oksidasi dan memiliki

r"rkuran yang rncrnberika.n kapnsitas peleburan yang ekonomis. l)cngaturan suhn yang mcmhcrikan kapasitas peleburan yang

ckonomis. l)cngatlrran suhu yang baik juga merupakan bagian penting dari opcrasi dapur, karena sutru peleburan yang terlalu ting4i ccndcrung rnerusak benda tuang dengan butir-butir yang
l<asar, porosil.as grrs rian cacat dross.

IWEMILIH PADUAIY TUAIIG

Sesudah semua kebutuhan dipertimbarrgkan, paduan yang

rlipilih harus mcmiliki : 1. Silat cor yang baik untuk proses pengecoran yang akan
dipakai,

2. Itespon terhadap proses laku panas ffika diperlukan). 3. Perirnl:iurgan antara sifat mekanis dan sifat-sifat lain
untuk pemakaiannya.

4. Siiat mekanis yang stabil -selama jangka .waktu

pemakaian,
pemakaian tertentu.

5. Daya tahan korosi yang cukup untuk aplikasi

6.

Sr/of m"ampu mesrn yang baik.

7. Kcrapatan [ekanan yang baik $iak diperlukan)


I

8. Firishnbilitg

yang baik.

I
lr
I

SesurJah benda jadi, dipengaruhi oleh

1. Paduan

yang dipilih serta permasalahan teknis

B
i

pelcbunan paduan tersebut.

\1

ll [ii
j

2. Jumlah produk yang dihasilkan.

s
ik

3. fToses pengecoran yang dipakai. 4. 'l'ingkat kerumitan bentuk produk.


5. 'l'alcransi dimensi yang diperlukan. 6. Standar.inspcksi dan kendali mutu yang clipedukan. Banyak paduan tuang tesedia untuk industri pengecaran clengan kombinasi sifat yang sesuai untuk aplikasi yang iuas. Karena kekuatan yang relatil rendah dan mampu cor yang buruk, pemakaian alurninium murni terbatas pada produksi rotof untuk motor clektris clan aplikasi lain yang membutuhkan konduktifitas
elektris tinggi. Dengan memadu Alurninium, sifat mekanik dan sifat mampu tuang dapat diperbaiki. Semua padua A1 tuang mengandung clenrcir pa<1uan clcngan pcrscntasi bcrbeda dan setiap paduan
rlil<embangkan untuk memiliki sifat khusus untuk berbagai aplikasi.

hr'
bt
It<i

ris.

hs
ian

rlu
mg

A6

"l'\e

@,
ikasi

Giirnllar l. Vttlue llocly di scbclah kiri rlibuat dengan perrnesinan sebelall kanan {bubut} Aa-ri Al bar" Scdangkan yang arlalah' bcncla yang sama daii hasil die casfr'g dengan cost jauh lcbih .".n,lot"t tanpa mengorbank3n lcualitas'

t"g.t"*"" , reliability,

<ian pcnampilan produk'

NAN FERMAf}AIIAHT{YA

UntukmcmpcrolchprcduksituanganyangberrnutuSecara
(1) prsses peleburan dan 1<0nsigtcn, yang 5rerlu cliperhatikan adalah':
(2) lir:nclisi t:t'litl<itn

.litik lc:hur nluminiuffl mllrni acinlahl2lS F, panas nnul .too Aluminium krrllgr' 0,?2(] arlalil[ l$O"C jt'rris li'l'Ulllr, llrylits 1:ittlat
harUS l1(rpcilpiti tt:rlrlrt:t'ittur lt:tlUr cukttO ccpat tcttrpi kemUdian menjadi incltycrflp piltltl:i lr:lliir bitrryak st:hclunr lrr:nar-benar bertrbah dapat clilihnt pada gambar 1. Aluminium jarang

cirir, trirl ini


clarri

cligurrir!<trn <lillitryr

bt'nluk rnurni, sching4,a titik tebur dan panas lebur berbagai pa<juar-r aluminium ag,nk tlervariasi.

Fermasalahan Pada Pelebs'ras Alun*i:aiffs Alur"ninium nrcnrpunyai sitat-sitat terl'entu sehingga harus clikcnclalikan rlt:ngilrl cfrmitt a54ilr tiiperoieh hasiil yang mernuaskan'
1..

rnisulnya:

Parta tcnrlx:raLur t!nggi, aluminium cepat bereaksi dengan okslgen nrembentuk oksida. ljerat "ienis aluminiurn dengan berat je nis o}<sirlanya hapir sam3, sehingga mudah bereampur' Karena itu, pengadukan aluminium crair harus tiihindari,
paling tidak harus dibatasi.
Logam cair akan menyerap sas, yang paling berbahays adalah hiclrogen. Hidrogen dapat ma$uk. melalui uap air yAng terserepo atau dari zat yang rnengndung hidrogen yang menempel pada

pennukaan umpan. oleh karena itu, aternosfir dapur dan karkateristik nyala api bun:er harus'diperhatikan. Selain itu' harus <tiusahakan ff,gas lapisan oksida yang menutupi lngam cair tidak pecah, karena 1*ipisan ini dapat srelindungi dari
pen}erapan gi:ts'

i.. ll
4,,

3. Pengaruh Temperatur dan }lolding Time Sclirnra pcrsiitpan logam <:air harus dihindari suhu yang teilampau tinggi rlan holtling time yang lama. Gating system harus tlirancirng sc:hing,ga pcnuangtrn dapat dilakukan pada suhu yang paling rr:nrlah. 'l'r:mpcratur ting;i dan holding time yang lama dapat
mcn.yr:tlalrl<irn pr:ngkirsitran
rnekanil< st:lirin

llutir distribusi arus turunnya sifat

ilu rtrt:tringkirtkrtn kt:mungkinan penyerapan gas dan pr:mtrcrrluktrn rlross. Ovcrht:irl tirlirk bolch mclewati l40O"F, kecuali untul< p(:nuilngilrl. Ovr:t'ltt'irt 11l('tlurunkttn mutu logam cair, perlu diingat ilahrva suhu rrluminunr mcningkat cepat setelah seluruh
u

rn[)r]n nt(:rtcair.

4. Pengendatrian dan Peugukuran Temperatur

Untr,rk p(:ngukuran suhu aluminium cair, biasa dipakai tcrnrolco;rcl Chromel-Alumcl, lihat gbr. 2. 'labung OD besi tuang untuk penguknrhn kontinu logam caoir. Si karbida dan tabung besi tuang diiapis porselcn juga clipakai. Nomor 88 dan S gage terrnokopel juga clipakai, tctapi unluk perhitungan cepat dianjurkan nomor ?O B tlan S gi.Ui(:. Unt.ul< mcnccgah pcngikisan besi tabung pelindung jugtl ite:rlrlgsi untuk rrlcrnperpanjang masa pakai, tabung harus tetap
bcrsih ditn ciilupisi scbutr.h linrr: slurry, refrnlctcri lainnya atau fibrous
glass.
h

I)er:g,tilcurirn suhu loanr cair pada ladel penuang membuttthkan

l,

a
;

t<:rmokoperi scnsitif ,yang t>crcaksi cepat. Nomor 88 dan 148 clistribusi iirus S gagc chromel-alumel yang clibungkus rapat dengan asbes rlicelup ke clalam logam cair. 'lermokopel jenis ini ccpat
bereaksi tel.api ticlak setcpat Closed Bnd Couple. Closed end couplc rlapat tligunalcan untuk menguur suhu pada lokasi tetap, atau
mengulcr-rr

I' n

ri

suhu path lacile portatrle,. lihat gambar 3. Dinding tipis

i.rtau tabung pclindung, Si ka.rbicla kaclang-kadang dipakai pada kopel jepis ini. 'l'ctapi pt:tntrl<airur tabung Si karbida memperlainbat proses pcrigti ku rttn.

,, 2. Peleburan Alumir'irrm ' :'' Sdielah iining dapur dan krusibel dipanaskan, dapur dapat diisi. Dapur yang telah dipakai dapat diberi umpan dinfiin. Pengisian
dapur krusibel tictak rlapat dipaclatkan karena unnpan akan memua'i pada dan merctakkan krusibel. Britlging yang menimbulkan overheat utnpan rlidasar l<rrtsittcl clapat tcrjadi jika 'umpan terlalu padat' 'lognrn harus ditambahkAn dibagian , Setelah rnulai meit:bur, umpan atas krusibel. I'lal tersebut merupakan pemanasan awal'pada ingot

dan scrap (besi tua) sebclum tenglelam ke' dalam logam cair'

'

Pemanasan awai pcnting ktlrena mencegah adsorbsi logam cair dan kombinasi gas kimiawi, dan kelembaban yang ada dipermukaan ingot.

Umpan h6rus l.crrliri dari ingot. pacluan dan scrap bersih dari di dapur .ienis parluan .yang sama. lngot paduan dapat disiapkan rcvortx:ritLOl'y itl.itu clipcstln clari proclusen alUminium yang

** rnelighasilkar, irrgot pacluarr stanclar pcleburan. Betrerapa pabrik


pelt:buran mcnlili!r nrcletlur s(:rilp sccara terpisa"h. Dalam opcrasi si<:rl;r l)t.sl1', si('t ill) rlilclltrr tlirlittrr ttltpttr t'r:vt:r[r<:t'itl.<ltY. lngitnl t:itir cliarralisis l<r:nru<liiln rtiltsirtrtrkirn ag,itr rncncapai komposisi yilnfl g fl iingi n kan. )r..n r r, kt:rl rr rl in n <l i t tt itttg, r.l n l u k pt:m6ktrian yan Unsur psrltrun paclEl pt:lt:lrttritn aluminium antar lain :
l
;

(1) Unsur suhu rendah scptrrti Zn dan Mg, ditarnbahkan dalam


lx:t")t tl l< tntt t'tri.

(2) Unsur patlrran bcrtilii< letrttr tingqi, scperfi Mn, Ni, si, Ti, cr,r
dan ,cu

clitamba.hkan c.laltm berrtuk master alloy yang telahr dikctah u i komPasisinYa.

(3)SidanMgcirtpatditamltahkandalamkeadaan murni taPi kclnrul.ilrr tllrlirm log,ilrn cuir Sangat lambat. Si cenderung juga mcng,amllang di pcrrnukaan.'dan teroksidasi. Mg
mengamt){rng,danharusditeng,g,elunlcankedalam logam cair untukmenccgirhkcl:akaranMgdanpernbentukan dross serta
spint:ll clari Mg oksirla.

2. Peleburan Alumi-erium.
Sct.elah lining clapur dan krusibel dipanaskan, dapur dapat ctiisi. De.pur yang tclah dipakai dapat dibcri umpan dingin. Pengisian

tlapur kmsibcl tidal< dapat dipadatkan karena umpan akan memuai


dan mcrctal<l<iln l<rirsibcl. Brirlgirrg yang menimbull<an overheat. pada urrlt)?ur <lidasur l<rusibcl rlapat tcrjadi jika umpan terlalu padat.

Setclah mulai mcir:bur, umprul logilm harus ditambahkan dibagian atas krusibd. )ila\ Icrscbu! mcrr.rpakan pemanasan awa) pada ingot clan scr.rp (bcsi tr.ril) sebclum tenggclam ke dalam logam cair,
Petnanttsan awitI pt:nlir-rg kttrcna mcncegilh adsorbsi loga"m cair dan

komtlinasi fias kimiawi, dan kclembaban yang ada dipermukaan


ingot.

Umpan harus lr:rrliri dari irrgol. paduam dan scrap bcrsih clari

,icnis p:.rtluirn .vang s.rma. lrrgot paduan dapat disiapkan di dapur rL'vortx:t"ill.orv nlirrr <lipcsurr dari produs<:n aluminium yang rncng,hrsiil<irn irrgot. parlttan slantlar peleburan. Bcberapa pabrik
i
!

r
a t)

pclt:truran rnr:rrrilih mclt:llur s(:r?rp sccaril terpist'rh. Dalam opcrasi slt:rl;r !lr's:tr', si('r;lf ) <lilclrru' rlll:rttt rlityrttr t'r:vt:rlx:rat.tltY. lxrgitnt r:itir cliarrtrlisis l<r:rnu<liarr rlir.rsirhakirn ag,ar m(:ncapui komposisi yang lx:rrrr, l<t:rrrrt<linn tlilt.tittrg ttnlttk irt:mitkaian yitng diinginkan" Unsur patlttirtt pil<ln pclt:lrurttn aluminium antar ltdn :
(1)

Unsur suhu n:ndith sept:rli Zn dan Mg, ditambahkan dalam


llr:rr t tr l< rtrtt rtri.

(2)

Unsur parlttan bcrtitil< Icllur tingq,i, scper:ti Mn, Ni, Si, Ti, Cr, dan Cu clifambatrkan dallnr bentuk master alloy yang telah
tl

ikt:t irh

kom posisinya.

i
!
I

hpi
Eng

t3)

Fs. I F"it
Frta

Si dan Mg rlitpaL clitamtrahkan dalam keadaan murni tapi kclirrut.ittt tlitlitm logam caif sangrrt lambat. Si cenderung mcngar:rl)ang di pcrmukaan dan tcroksidasi. Mg juga
mcng,amlrlng tliln harrus <iitenggeltr.mkan ke dalam logan'l cair untul< rncnr:cgth kc[trkaran Mg dan pembentukan dross sert'a spint:ll <lrrri Mg oksiclir'

3. Pengaruh Temperatur dan lnolding Time

sclama pcrsialian logam cair l'rarus dihindari suhu yan8


systcm harus ';erlarnpau tinggi dan holcling tinrc yang lama. Gating rliranca.ng st:hing14a pcnuanl4an flapat dilakuiean pada suhu yang paling rcnrlith. 'l't:mJrt:ratur tinp,gi tian holding time yang lama dapat
rncn"yt:battkan J:t:ngkasirran tlutir dist.ribugi, ants turunnya sifat mel<irnil< sclititi itr,l ntt:ningkittkittt kt:mungkinrin penyerapan gas dan p<:mbcntuk4n riross. Ovcrhr:irt tirlak holch mr:lewati 140OoF, kecuali

untuk p(:nLlilngitll. Ovcrlte'itt m(:llurunkan n-lUtU lOgam Cair, periU i!iingat bahwa suhu alunrinum rncningkat cepa,t setelah seluruh
uml)an

I:ri:ncair.

'

4. Pengesdalian dan Peagulrurars Tempexatuu Untuk pt:ngukuran suhu i.rluminium cair, biasa dipakai terrnokopr:l Chrtimel-Alumcl, lihart gbr. 2. Tabung, OD hesi tuang untuk pengukuran l<ontinu logarn caoir. Si karbida dan tabung besi tuang ctilapis porsetcn juga clipakai. Nomor 88 dan S gage termokopel
juga dipakai, tctapi untuk periritungan cepat dianjurkan nomor 2G B elan S g{:fic. Unt-ul< rncnccgrih pengikisan besi tabung pelindung jugrr

ilerlugsi untuk memilerparr.jang rriasa paka:i, tabung trarus tetap


bersih
glass.

dal dililpisi

se

bulrh limc slurry, refralctr.lri lainnya atau fib,rous

Pengulcuriln suiru loam ca.ir pacla iaclel pcnuang rnemilutuhka.n

tcrmckoperl scnsitil yang bcreaksi cepat" Nomsr 8B dan 148 distribusi arus S gagc chromcl-alumel yang ctibungkus'rapat clengan asbes dicelup ke clalam loganr cair. Termrckopei .ienis ini cflpat bereaksi tetapi ticla"k setepat Closed Er:d Couple. Closed end coupie clapat rligunakan untuk menguur suhu perda lokasi tetap, atau mengul<ur suhu patrr ladle portahle, lihat gambar 3. Dinding tipis
"jenis pcng,ukuran.

irtau tabung pelintlung Si kartlicla karlang-kad.ang dipakai pada kopel ini. 'l'elapi pr:rnakuirrn tabung, Si l<eubida rnerrperlarnbat proses

'l'crmokt:1rt:l dihutrungknn clcngan milivoit atau potensiornetcr,

milivolt tidak mcmbutuhkan sumbcr daya untuk operasinya dan dapat dipindahkan dengan muderh. Potensiometer dipilih karena pcmbacaan suhu lebih teliti, nrudah dibaca dan dapat membuat
grafik rel<aman panas.
stal iont:rrl dirr:<:t rcilding potcnstiomctcr dengan saklar pemilih

juga dipii,l<ai. l)crerlatan itu cJitr:mpatkan pada lokasi strategis dalam rualtg pclcburan dan lantai tuan51. $romctcr meiayani bebcrapa
tr:rrlokopr:l
.yan11

<lihrrirtrngkan rlcngnn bebcrapa saklar.

5. Perangkat Automatic Ladling


Kt:tnit
ttr

JlLliln l)r:ngllwilsan proscs pcnuarlgan aluminium dalarn

procluksi pt:lt:lrut'itn llr:rl<t:nrbitrtg ct:pat clr:ngirn pcmakaii.rn acidvanct: ar.rlorniltic lirrjling clr:viccs. Alat irri mcnolong mempcrbaiki rnutu
proclul<, mcnrpcrl<cr;il

waklu pro<iuktif tcrbuang, dan daur ulang

L,

l"e

f'-t
brl

b"
f'*"
!t"p

["u
P<an

fl4B
fgan
FPat
I

scrap scllilgai hasil cacat misrun. Dalam skala produksi besar, pengh t:rnlr t a n u l< ii).t t pci-l u ru nan si klu s waktu sangat mcngutungkan. l)c:'aiatlan luang ettau larlling otomatis terscdia dari tlertragai -ienis unlui< pclr:truran produl<si tinggi. Lihal gambar 4., sistcm f)cnuilngirn rlcrngan [Eas mulia ix:rtcl<ilnan yang tidak mcmiliki bagian logtrrtt .yllnfi irilrsit lrt:rst:n!uharn rlt:ngan aluminium cair. Ala,l. ini ciapal rlilxrk;ri rrrrlui< rrrclir.yirrri rlaprrr tahlnan lislril<, bcrl<apasitas 7irO kg logittrt r::rit', {rOO liii tliitnlrtritnyii <lipirl<ai t:rmpil pcnai-r:lhan logirin. Kt'r'r'1r;rlrul luiurg, sistt:rtt irri sc:ciirir nrcn(:apai 5 kg/scc rlcngan nosr:l sl?ln(l;lr'<lt:ngirrr tolr:rrrnsi 3ul, sclama pcnuang,an 6O0 kg log,arn r:itir. l)r'n11:rn rrosr:l .ylntri lr:bih llr:slrr, siklus pcnuanan dapat melcbihi
l0/l'r<'rrit.

FPte Etau Frpis

fopel

l\:ilgirtlit'irrl sislr:rn ini sr:t:irrir t:k:klrik rlirn digcrtrlckan s(:caril J)noltrnirlik, llrpi r"rc1anl ilcrtcl<artitn lidak lncn.ycntuh aluminium cair. Jr:nis lain tlari ponLlangiln nrr:kanis, ladle pneumatil< clapat rlisinl<ronislrsil<irrr untuk dic c:rstinfi atau proscs peleburan lainnnya. I1:l;rr':ili:r rtrril 1rt:rlitlan ini dari bcrllaga.i jcnis clau ukuriln

. t\

'l'lrrrtrl'rl Crlltl!'rlV rrJ Irtlr'' lllllrtlirlllill' ''Nrrlr'lltrrl llrt' *,'l 1,,,i ,',,,,Ys1, lu rrtcll 4flr'r rr'ricltirrt trlu nt t tlu tt1 ri){'sll'l illrl tI ll'l itirrrtrrl tttl I l{'lrl|lllil llr l" il rr',tirir,'s rrtrrrr' llt'trl "rrl'l ir;rrirl I ' llrr' lrrlr's [rrr:rrr "lr!lirlN lltr' ,,1,,ttt,,t,,,,, ri, ltrrllltl It('r l'(lllrlrl l"'/r'rt'

i\\\ :l xA iil LtL


II ,n,l
rl
I

'",t

tt

l
I

I
I

o,T

dr.lltl

rd{lrr{n

Q,br t

rl
I

^'ot i(o

('llr,rrrlrr,rlrrrc irtrltrttlttrt
,rlurli'rnrrri

66r

'Z.Cr()55-!,rTllgrl4'l rlrrttlrrts of'rl cltrscrl crrrl.litr'rtttrx'trtr;rlc' i'Vtltl"l itl rl's*t hns rlir'crtsl

ffi
;rrlrcl'
I

titit"t'":f

/trrrl

'iirr::ir'rttr'

/,' 4. t\rtlirttrlltt llutttittttttt rrl,lllUl{ rll'i'ir1'('r'i'rt irl rt5lll rrt !t!!.lttttl f!tt!t) Iit!nl lrt ri ritr' {llJlirr,! ,rl'rr'/,rrtr'. ,'tJir/ tttl Ittlrr'rtttii
r'
lt,rtt.,1l ttl rt;Jll i,lr lt,:1,,i' l!ttltltllltl
artl ltr'lillrt,1 lttttt4tt

Clrrrirrrl (itirl,lr'l l.i rJtrr;t,tt rtl Jrtr Ir1lil.

.-tn- "Jirttlirrt rrlfll letrti'etttlttrc rr,rllr lrrr!rrlrft' l11,ll'trr'rr-l': -li'rtr;rr'titlttrf is rc'trl (,il rl r(trrllll('l aili/1 i i | ,''i,'
rmtr
1l

rr

(lrrtlL') lV;t

fi:l ilir' t'rrslirlr' t,r {,lrtr'r'(llrlir,$ ,,rtx'.'s$i'!' Vrtriiltts silt's orrrl ly1rr's r;f rirr:;ft'5 (lf slrrrl.l$ rrtl' srlrtttttl irl /lris |/rirftr' i
,r!rlcrriil.'s

hbr. .6 /\ttltruilli( lrr,llirtl trrtil.{ $r't t$tlilV tttrtttttlri

trtt

l\.

D.e?uR PELSBUR+Ar{ DAII PR+ArtTEK$ra


It
--e,e--"

'' clan holdingl daPat dibagi dalam untuk Peleburan Dapur r -1"r, , l:ir jauh lagi kemudiari i*nis ini dapat OUeaa'lcan lebih berbagai'jenis; cara memasukkan 'b*rdasarkan ukuran,'bahan !ionstruksi; bent[k''

': ' l

":

..

metoda lain' u$npan, mobilitas, tinglt{ f!:*Ou berdasarkan sumher panas dibedakan nluminium peleUuian Ddapur peleburan

Ul"

m'enjarliduabagianbesaryaitubahanbakardan'listrik. (li Dapur bahan bakar biasanya membakar . gas atau minyak

dengan batu-bara nreskipun climasa rnendatang dapat dirubalr; bakal adalah misalnya fluidized coal. Beberapa dapui,uarrp langsung nrelewati clirect {-ir.,cl furnace, dimana pembakaran

iogam.Lirinrryaa<latahindirectfiredfurnacedimana

(2)

pembakaranticlaklangsungbersentuhandenganlogam" jenis utama yaitu jenis Dapur peleburan listrik terdiri atas dua

induksi dan jenis resistan'


'

tl

Pemilihan Peralan Peleburan ,. , ' :jumlah idan jenis paduan yang akan Ke tika memilih dapur, jumlatr yang rtilcbur yang'paling penling. J'ika logam cair dalam furnace tresar, seuuhh single chamber dircct charging reverberatory kecil sebuah ndalah pilihan terbaik. sebatiknya untuk jumlah yang memadai' small indirect fired pot atau crucibe furnace sudah cukup adalah .Jika hanya satu jenis paduan yang akan d,i-c9r pilihannya
1..
,

reverberatory atau, electric induction furnace.

Biaya energi untuk melebur Aluminir:m, juga merupakatl

peieburan dan iaktor yang perlu dipertimbangkan. Tetapi efiesiensi kuaiitas benda tuang tidak dapat dihubungkan dengan biaya
pemanasan yang sedikit lebih rendah" bakar' Pertimbang&n penting lainnya a'dalah, konsumsi bahan

ruang dapur biaya awal peralatan, biaya instalasi, perawatan dan logam cair dari yang <iibutuhkan untuk prernasukan dan penanganan kerja dalam dapur ke lantai tuang attru casting station' Kondisi

ruiillg, <iapur harus clipcrtimtrangkan, seperti juga pengaturan tcnrper6tur, .iitmlnh logtrm yang flibutuhkan, ukuran individual
logum, tlirn kultlilits lrlg:tln hirsil pcng(lcoran'

2. lndirect Fired crucibie dan Potesrial type Furnace Upil pt:lt,lrrrrirrr ini lriirsnnt':t tt:rtliri atas bagian luar dari baja
tlr:rllr:nlrrl< lingk;rritn <lt:rtgitn rt'lritktttri scl"cbitl 3

- 5 mm' didalamnya

I
h

tcr<lirprrl st:ltttlilt krusillt'l tlittl lxjirrtit {;rtt:nsial) bcsi tuang' [Jurncr yallfl riilt:nipltk:rrr <iiclltlittrt rclrttkl"ory lining memberikan panas yang rlitcmpatl<an rli tlalltm refractory rnclalui krusibel ke logam yang akan dilcbur"

r
ft
!a
I

Krusibcl dan dapur pcletluran jenis bejana tersedia dalam


dcsain scbagai berikut: (1) Jenis stanflar climana logilm cair dipindahkan dengan laclle
(2)

Is

Jenis tukik dimana logam cair dituang' sistern ini ti(lak mahal dan praktis untuk pcleburan kecil yang mclebur bcbcrapa jenis paciuan dalam volume kecil. Konsumsi bahan Etlcsiensi b21<ar cut<up lingqi, sckitrtr 3300 btu per-lcg, iogam cair.
a.ntara 7

177,r, losst:s logam 3 7o.

EN

lng

fce

ph
ilai.
rlah

kan
dan iaya

Kcbullthitn prociuksi t-l1n lcemurnian Al biasanya rncnctukan apakah rlipal<ni krrrsibcl alau bciana bcsi tuang (Gbr. i, 2, dan 3)' Knrsibcl rtt:ngan bag,iirn atas l.crbuka paling mahal, tetapi mcmilil<i urnur pcmakiiiun p:rling panjang pada tcmperatur tinggi' Karena krusilrel irri terbuat rlari clay graphite base atau material pada silikon l<prlrirla, pcngtlmbilan bcsi tidaj< akan terjadi seperti atas beiana besi tuang. oleh karena itu krusibei dengan bagian A1 murni' terbuka ini menjilrii suatu kcharusan dalam peleburan langsung Kt:rugiirrr ulatrtil tcrhadap'l<rusibel pcmbakaran tak
lcrusibel dan bcjana' clan riapur.jcnis bcialrit aclitlatr pcndcknya umur penyebab pendeknya l)cr'g4r:st)ran litlah api pacla krusillel mcrupakan juga disebabkan ok:h umrlr 1<rtrsibcl. umrtr .yang pcntll:l<<lari krusillcl waktu' schinSga tr:rdapt tiri;rl< irtllrttVrt loglittn t:airtliluilllg tlitlttm satu pcmasukan sisii 1xrlirr11 sr.tlitiil 33o,! tlitri ltl.girtit cair un[uk rncncrima

lkar, apur

'dari
alam

t\ ' :'lbgam

ffingin berikutnya.' J'arli lebih sedikit kelebihan suhu yang diperlukan untuk peleburan berikutnya.

3. Direct, Fire (Open Flamef Revesberatory Furnace sejalan tlcngan meningkatnya permi/ltaan'akan benda-benda ynng terbuat <lari Al tuang, maica rneningkat pula kebutuhan suatu dapur pclt:burirn yang mcmiliki vorume tinggi dan kecepatan peleburan yang ting;i. Akibatnya dapur reverberatory direct fired menjadi sangar populer. peleliuran dalarn dapur jenis ini dapat
dicapai dengnn *rcianya kontai< langsung antara lidah api dan hasil 1X:nrtr*rkulirn rk:ngnn logam cilir clan padat. Karena kondisi pada openr hcarlh memungkinkan tcrjadinya dross yang tinggi distribusi alrs

'

tingkat penycrapun gas y6rng tinggi pula. Dalam praktek, pengaturan l<oncli,si peleburan menjacli sangat penting. semburan iangsung pada
1x:rttrukittttt logitttr t::tir dapat nrcngakibatkan turbulensi, adsorbsi gas

elan pengcluirran dross, pengaturan prosedur pemasukan dan atsmosllr pcmbakaran dapur dapat dicegah terjadinya cacat. Ada
beberapa jenis dapur reverberatory {Gbr. a).

4. Sloping Dry Hearth Fsrnaco Jenis dapur ini terdiri atas sebuah sloping refractory hearth dimana scrap dur ingot ditempatkan sarnpai melebur. Logam cair kemudian mengalir dnri hetrth ke ruang penahan kedua.

Kehilangan loganr pada crapur-crapur ini paling tinggi dibandingkan dapur jenis lain, yaitu antara s -12 yo untuk setiap
pound Al lebur. Ijlisiensi bahan bakar antara ig,10% (gbr. s).

5. Wet Batb Rsverberatoqr hruace Dapur jenis ini merupakan dapur yang paling sertng dipakai untuk peleburan aluminium. Dapur'ini terutama terdiri dari exteror charging weil yang terpisah dengan ruang pemanasan utama oleh submerged arc. Dapur ini memilliki sebuatr ladling well diujung yang lain atau pada bagian dasar tk penuangan logam cair. Dapur terbaru

teiah memperkecii jarak antar at.ap secara radial. Inovasi ini


meningkatkan ehsiensi bahan bakar juga mengurangi oksidasi dan
masalah kehiiangan logam.

Dapur jenis ini biasanya tidak dipakai untuk bacth charging, tetapi lebih sesuai untuk Sremasukan kontinu pada kecepatan yang

telah diatur teliti untuk mencapai volume yang tepat dari charging per jam. Dengan memakai pembakar gas radial, dapur ini mennakai sekitar 3000 btu pcr pouncl Al lcbur. Dapur jenis in memiliki tingkat kehilangan logam lebur relatif rendah dibanding unit lain yang memakai bahan tra.kar fosil. Kehilangan logam per pound logam icbur sckitar 3 - 5 ozi,. Angka ini berdasarkan charging dingin (gbr. 6i. 6. Electric Radiant Reverberatory Furnace Peleburan Aluminium dengan pemanasan radial merupakan konsep dapur baru. Dapur jenis ini mirip dengan reverberatory
lurnace alinnya, yaitu memiliki sebuah remote charging e\well yang terpisah oleh submerged arc (pintu) da:.i nrang panas terisolasi yang tersusun dari elemen pemanas silikon karbida di atas logam cair.

Dapur .jenis ini memakai sekitar 820 btu per pound logam lebur. Berclasarkan operasi charging dingin effisiensi peleburan sekitar 70 75oh. Dapur akan melebur dari awal yang dingin. Iit:hiiarrgirtr logitttr st:kitar I %o pt:r pouncl Al lcbur. Karena tidak ada yang dibutuhkan dan i)r'oscs pt'ttttl:rl<itrtlll, li<iak ada lxthan bakar thcrmill hcatl tncngalir jauh lcbih lamtrbt dibandingkan pada dapur bahiln bitkitr lirsil. l'atl ruang pemanastrn, logam cair dalam keadaan tenang tanpil agitasi yang flapat menyebabkan terjadinya dross'

.tirlak yiltlll tlt:k;rt ltnlara logam dan burner menyebabkan dan perpinclahan lttu yang sangat tit:gi. Pembentukan oksida jarang penyerapan gas ada,lalr rendah. Pembersihan dapur
ka
bo

diperlukan (gbr- 7)-

[etr
hns

L\

'?. Front Cbargtng Reverberatory Furuace - Dapur 'rijverberatory atau open hearth terdiri dari berbagail clesain kapasitas yang berbedaobcda. Dari 2000 lb - 200.000 lb (Gbr. 8, 9). Dapur in biasanya jenis stasioner, rneskipun terdapat pula

bcbcrirpa .jcnis tukik yang dipakai. DapUr ini dapat memiiiki satu Irtirr.r du:r lrintu pirclir ciirsar fluc stack. Urnpan padat dimasukkani

mr:lului pinru kr: (iry heart"h clibawah flue, dikeringkan, oleh gaq btrang awAl, kernudian mencair. Logam cair mencair ke tempat
pcnlrhun scg,(:ra sctt:lah cair.

Dapur typre single well dip out adalah salah satu dapur open flame Aluminiunr "]'irng tranyak dipakai, Foundry ircrskala besar memakai memakai beberapa dapur jenis in sebagai penahan untuk cetakan rlan operirsi Jxngecorarr cel.akan perrnanen, [,oga cair
biasanya diberikrrn oleh dirpur rcverberatory lain yang lebih besa. Ketika clipakai sctrirgai rlapur pcnahan Dapur revcrbcratory niodern memiliki jzurgka waktu pemakaian yang panjang jika dioperasikan dengan benar. Industri refraktori

telah mengembangkan sejcnis bata untul< lining bath

dengan

kandungan alumina tinggi dan telah mengalami perlakuan khusus

agar tahan terhaclap pembasahan dan penyerapan aluminium. Lining ini umumnya dipakai pada daerah logarn cair dan 6 * 12 in
yang pertama dari tepi dinding ditas batas logarn cair.

Setiap bahan refraktori akan lebih tahan lama

jika

tidak

mengalami thermal shock'akibat perubahan suhu yang amat drastis.

Tingkat pembakaran yang tinggi pada sisi pemanasan dan, pintu besar pada bagian pendingina.n sering menjadi sumber perrnasalahan tersebut yang mengakibatkan kerusakan dini pada lining. Peningkatan suhu sering terjadi bila pada akhir minggu pabrik ditutup, maka untuk mendpatkan temperatur operasional
memadai diberikan tingkat pembakan yang tinggi, Jika dapur penuh

a-luminium, bagian dinding terkena

alu yang melekat

dimana

aluminium

ini akan terpanasi samaoai aktif yang amat menrsak

clinding bata.

ti
r.
la
Fu

Untrrk nrt:n<:t.girh hirl tcrsr:trut tliittils maka selama masa tutup p:rlrrik tli 1l<hir rtrirlggtl st:lititt itcltt ttluminium tcrsisa pada dapur' I)r:191n rl<,rttikiitn ttilrnl'ir1lk;lll rltrtilt ml:nUrunkan suhu dapur szunpai st:kiLar ll(X),'1.', tlirnnn;r irlrrtrriniunt lx:ratla tlalam fas mushy yaitu

tn
Fs

at
En

itntaril pckuL an cirir tctapi tidnk dapat merrg,alir keluar. Pennurunan tl1rpt:r.1lrrr <iilrirwirh titik tr:rur:llttl itkitn mcmttahayakan lining dapur, karcn6 konLritksi tlapur dirri pcrrrbckuirn aluminium dan ekspansi parla pt:lt:burlln ltlgilm kctika tlapur kembali dipanaskan' 'l'idak ada kontretl<si I]'l'A yanfl marrlpu mcnanggulangi gaya kontraksi yang
mt:n:siil< itti.

Mcni.rrul p<:ng:tlaman ntil$a pakai lining dapur optimum


tlipcrolch [lila dilPur : L sclalu bcrisi sisa logam

lar

pk
Fir
Fa.

2. sr:lalu rliiaga pada suhu clckat dengan suhu operasi 3. sclalu rliiaga ag,ar tcrhinciar dari pcndinginan cepat a}<ibat
ibuki.lnYa Pintu bcsar 4. titlal< mr:rrgalami la.itr pr:mbirka"ran ya.ng sangat tingg,i. Kt:tilta tlill:ur hitrus dittti:tikan untuk kcpcrluan pCrbaikan, laju
ci

ian [ori
Ban

sus
Ilm.

pcpclinpiililn tirllrl< llolt:h mclt:wati 50"c pcr jam sampai tcnlpcr'tltur nrcnjagil 4(X),,C. Sr:littn:t l'llils;l ini st:tntta llintU harus tcrt'ututrr Untuk pcnrlrullflt-l suhu scserlikil. mungkin. Ketikn muiai

agtlr
pr:r

lin
.

50"c fitcltgr)pcnlsjl<an rlapur, la.iu pr:mbakaran juga tidak melewa.ti

jlun.

idak
etis.

8. Electric Induction Furnace


(1).)cnis perttrma arJnlah type channel yang pada dasarnya logam scl;uuh lransformer rleng,an short secondary loop dari
t:rlir'

tntu
nber

fada
ilggu

pittrits

ciilrtrngkit

}can clari logam cair'

Panas

bnal lnuh
IIana

kcclua,, Dapur tlill;rrrgkitk:tn clttltlnr t:hancl menrtrt:ntuk loop iri lr:bih cl'{'isir:n, m<'lt:ilrrr sekit.ar 5 lb pcr kWl'l. Jika dipa}<ai lapisan non i.rlttrtriniunl, jt:ttis ciirpur ini mcn"ltlcntul<

usak

unluk tltt:litli}<tlirlitnrt:ltittrttt:lYar.Iflhitt-usdihiltingktlnScC.iril 1rt:i-iotlik' (tlbr' I0)'

tt,.

(2)

dapur jens Jdnis kcclua ialah coreless design furnace' Pada utama '-inn ecldy current diibangkitkqn oteh kumparan Dpur ifl suAaft mcmaskan logam karena adanya hampatan' 60 berlahun-tahun dengan, frelrwensi tinggi (diatas
ctipakai
l-lz).

pada Akhir-akhir ini dikemhanekgn dapur yang bekerja (r0 I-lz. I)apur ini mcmiliki efisiensi 3'l - 4 lb Al per kWH' dalam Dapur inrluksi jenis ini memiliki bany[k t eunggulan utarna adalah cllsicrrsi pemarkaia.r1 listrik yang, rendah. .Keuntungan Tidak tirlak aclanya channel, (saluran) , dengan , pernrasalahannya' cair,, $aat awal, scpcrti ciapur chantlel yang membutuhkan logam bckerja''dengan logaln padat' Ytdq dapur

jt:nis ini dapat mulai jartska tertentu r:hanncl jika tcrjadi ketiadaan e ncrgi listrik ilJntuk

clr.lpurharuscepatdikosongkan,jikatidakmungkJnharusdilakukan Dapur jenis ini lininf ulang totai akibat terjadinya pembekqaq togam'
:cnernbutuhkan sedikit peralatan'

i:''];i: "'

'

:l

Dapurindipakaipulauntukmernpersiapkarrlogamcairbaik sebagai dapur t1;lri ipgor m:lupun scrap; lebih sering lagi dipakai tain' Dapur induksi p,cnahrrn untuk aiurninium cair pada dapur kontinu pada pabrik clengan rlua ruangaln dipakai untuk oprerasi satu ruangl peleburan aluminium. setelah seiesai dilebur dalam

clituangkedapurlain.pen8aturansuhuyangbaikdapatdicapai
pratla

dengan teliti' sisi penuangan bila pemasukan umpan ditakukan

9lr.

Electric Reslsta$ce Furuace

Dapurjenisiniumumnyadipakaisebagaiunitpenahandan terdiri dari bata tersedia dl berbagai jenis dan ukuran. Lining balok insulasi' Elemen insulasi ringan yang ditempatkan di depan jenis ini' i\i-cr ditempatkan pada dinding sisi lining. Pada dapur .panasyangtlibangkitkanolehelemenNi-Crdipindahkanmelalui dapur ini 2000 sarnpai lce datam logam cair. ukuran.standar
krusibel 1'3 adalah pressurized 4000 lb" {gbr.12}. Dapur jenis pada gbr' dipakai dalam low pressure t:lcctric resistance holding furnace yang ditempatkan diluar tutup fesistance moid casling processes. Mold

tlirpr-ir', l<arr:rri.r lcl<nnan utlarit yang diberikan pada pcrmukaan lcrg,am

t:;rir <lirlurn l<nrsibcl, logam cair tcrsebut keluar melalui tabung


rnasul< l<t:rlalarm moicl
I

1O. Dual

Energr Rewerberatory Fb.rnace

Dapur.jcnis ini mcmpunyai fleksibiiitas maksimum dalam


ix:k:brrran akibat k<lnclisi cncrgi yang tak terduga sebelumnya. Dapur jt:nis ini snngal. praktis karena dapat menrakai bahan bakar fosil

listrik, dapu-r tcrdirti rl:rri lrrryiiiln iltits tlt'trgrin.t:lt'rur:n listrik rarlial sr:r'ta lubilng gr'.,s cl;ln irirlrirrr.lxrl<irr'<lilutrrp rk:ngirn plug. .lika ilrus lcrputus proscdur'
it.raul){rn }is1r'ik. .lil<i.t llcropcrasi dcngan encrgi
ll<'t

tlitrl irr'r lirl,u

I I'rttrt'l lrcttgottlt'ol lislril<


rirprrrrllrit.

<lirnritil<arr" l,llcmt:n pomitnils iislril<

'.). lsollrsi lilrlr'1rltti,, rlil)ilsitng, l"xtttii t<ttttpat r:lr:rnr:niislrik" .1. l'lttr1 rlirt'i 1:r:tnlxtkrir llirhlrn lltl<ar iosil dipinrlahlct'tt rllrn Irost'l pt'rrr llirliir r ql ittrrilttngklrn. ,1. i'lrrrcl plrr rlriikirr rii:rl<t ilkan rlan pt:rnttal<ar diny;rlakan,

rlcngan l'nilr.yill<, gas atau popana. it"i:r,lrirltriill plrrl;r ttl<ttlirn rlirprrr, pt:rLul<irran ini lrt:rltrrlgsLlng, ant?]rir I srrtrtllrri 'l i:rtrt. Alttnrirrirrrrr t(:lirp tlcrirc.lir lrlrla lasa cair s<:lanui rrorit'rittl ir<'t lrtttl,.srtrig. {(}irr. 14}.
irr

Sistlrrr

rlil<r"i"irrl<irn

i l. Sistt:rir Pr.-'llyaringan Uutuk Peralatan Peleburan i .,r rl,t:;;ltn\';r stslr'::: p('ll"y:lt'irrgiut tn('rrurkiti llltttitn lt'l'r'itl<lor vulrl l)(lr'ou:i.\ilr)l-', lt;tnfil rtt<'lr:rvlttl<rtn togitrn t;itir ltcrsih. l)cngrllots{:lx't'li oi<sirl;t no rnt:ta1ik rlan lain-lain ditahan. Sartngall dapal
i

ini, ui
1

rliir,irirli girrrii rlan nrcmpunytri 20i 30, 45 dan {>0 pori per inchi.
I l.ir. lilv<'r'lrt'r'itlor"r, Wcll l,'iltr:r Systern

Sistt'irrirri rt:r'rliri <iuri sr:truah fittcr kran swing yang dipakai irrrluii rrrcnrirrrliihkirrt hcjirnll saring,an, kcluar masuk pouring weli.
ilt'1irn:r riitii:iikiirr ixrtlir sr:brtnh rangka yrlng rlihubungkan dcngan

bsure ): 'tutuP

\.kr.**. Jarti sistcrn rlapirt dipin<Jtrh s(:caro, mu<Jah baik untuk

1lt:r.gitntitlnInirul)l.Illpcrawatanbcrk4Ia.iil.
Selir-ma pcrn*kaian tabung

tlibenamtl$ Oatam pou{ing well',

Oltsida dan logam masuk mclalui dasar dan sidi elernenl fenVaring U""''11** to: pcngotor dalitm logam dipisahkan cl,ari,bejait :'"1* logam :1rt Oti*tl. irersih clapat climasukkan ke dalam lldle $eriun luar bejAna' Jadi rlapat dimasukkan ke dalam pouring rfetl s$belah .leh oksida akibat agitasi ).ogam clalam bejan* ticlak terkontaminaii

pcrpinclahank:g:rm"

il,i.l

Dcngan pcmilihan yang teliti ''hgan', Perbedaan suhu saringan, bukaan pori dan penempatan safii perbddabn ini iintarfi. bcja.a <la' lxruring, well ciapat dikurangi' tetapl tlengirn bcrubnhnya junrlah krgarnl vrrns rliproqes

j l I pacluafri i l pada li elemeit dacrah

scjalan
I

i>ias:rnytlst:kititr"30F.
Lb. l"iltcr
Mclt
ir

il

rg/ I lol<lirr5, Crusiblt:

bejana silika Sistr:nr ini tt:rsr,rsun rlari IX.nrrirncn batflc clengan terdiri clemen sarinlan, I<1r"t>irla u{irri bt:si tuitrtg. I't"tlg,ittluk *rringitn LlaJIlc darn yang rJapal. ciiganti-ganti dan ditc:rupatkall di hadapan sisi pemasukatr rnernbersihkan logam ketika logam itu bergerak dari untuk memberikan daerah ladling

krusibel. tsalfle ditempatkan

pelebur 600 lb ladling sekitar 60% dari totaat diameter bejana. Pada area sekitar 14 x 23 in (gbr' 16)'

Pengaduksaringandapatctitirrggalkandalamtempatnya dapat dipinclahk^an semalam puclrr operasi peleburan ltontinu rlan

kasus kedua tidak perlu serta dibersihkan tergaltungpemilik. Pada

nenggantielemensaringanjikaprosedurberikutinidiikuti.Jangka jumlah logatn elemen saringan hanya dibatasi oleh

waktu pemakaian Merupakan sual"tt dan tingkat climana pori terhalang oleh oksida' mulai dinyalakart keharusan untuk rncnggand gasket dan sistem tlcngan stanclnr proscclur peleburan krusibel'

rk

12. Filtcr Pouring Laddle ii<'iirri;r lrr:jana tuarrg l<husus tcrscdia dillam trr:r1ro*nt dcsairr,

!('t'r1iilrlilr)r1 lxrrllr t.rl\u|all tlilrr kc<:cltillan penurlngan yan[4 ririrr:llnrli,rri. llrirs:rrn'ir lrc jarr;r dilluirt dr:ngan cicnrcn saringiln yang

tl:rixrl

gritili tirrt't <lilt:tnpirlkan patla padcllc saringan yailg irt'r'iltrr,riri:trr rlcriq;rrt llrrtllt:. I)irr:ruh sarirrg:rn dan bukaan pori
rlr,r-i;rrrlr

ir<'r'lrltl;r ix'rirr tt'r11;rrrtrirrg l<t'lrLrtrtLurr-r l<cr:t:pirLirn p(:nu?ltrgitn


r'i..t )l ll r: I ll'\
I

diln niiiti

)l)('l ilSl.

l';rrlrr l)r'liu;rnl{ilrl il\\'irl clt'rrtt:tr s;u'irt6litti llrt'rt rlilr:mpirlkirn piiriir

l;rrlriit', <tirrr rligliurirslcirrt s<:lrt'lttm logain (:air dimasukl<an. I)roscs i)('r)u{lrr.).,1n <lnlxrl tlilirl<rikirrt socrrlra n<:n"nlll dan ladic dillawa i;lnuslrrlr{ ixrrllr lrcrtuilnr.liln ;rl;tu tt:t'rrpllt pcr-pinciahan untuk dit.uang ilrrl:r Iiliirnr,. ssl('nt irliru irtt.riliitrY lrolrlirrg l'ttrnitcr:. 'l'i<llrl< irtltr nlr'1;rl<ir;in l)iu)rls lirvitl kirrrsrts pzrtla sarirrgan, jil<a tlcjana telah irit'rrcrirrtii pct'lrrii.irttt l)iurils itwitl. Sctiap sisll Aiuminium sclitrla
l)r'oscs 1lt'nrirr<irrltiin lliilsanya clikcmbalikan l<e dapur tuang rnclalui liirlgirrn ix'lrrlirrrrgl lrrril<'. Kt:nrurliiln lacllt: dipanilskan kernbali pa<iir

frt<ai

Ean

dani

l.an
[ins,
:

torr:lr, iilitr rliiril3inl<irn, untuk prost:s sclirnjutnya. I{arus dipastikan tririirvrr irlrrrnirritrrn titlirl< tr:rsisa parla sistcm penyaring. Masa pakai
t'i('rrrlrr Illrrlru-irtrl. tlilx'ngirnriri olch txlbcrapa variabel prose tcrmasuk iirtgli;rl liortlirrttnutsi lxllr togirrn clsb.
i'.lrttit'11 ix'ltt:trittl-', lit!irk terlliltlt.s plrla satu pcnuangian atau slrlrr lr;ri'i oprrrrsr, .iillr olx'r':r:ir rlitt:rirpktrn rlr:ngan bcnar. Jatii proscs
1x'rrrllcrs;ilr;rrr lor,.;rnl yrrnl', r'kottomis rlapat
rr l<tr

[rng
I

[nya tkan

dilakukan langsung pada

priu
FBka

ir

I)r"()s{'s 1tt:tttintiitttittt.

gam
ual"u

l1l. I'clrr:!ilrrrrl tlu:r Pernwatan Pot dan Krusibel t{r'usilrt:l <1an pol lrarlir pelcburan Al biasanya" terbuat

<1ar"i

bcsj

lkan

irirrrili. r:1ri.1, 111',,1it, Si kartlirin (biasanya ciinel<at dengan karbon). Jika rci'r'rrkiori l<nrsitrt:l unlul< rlapur tiit harus dipasang dengan beuar tirlrrli iroltir tcr-l<r:nii li<lirh :rpi i..ro lilngsung. tlartts dipcriratikar lxriru'rr rryirkr.irpi o]<sirlasi tirlak mclrgenai ill";tu bqhka ndil<ai pade
l<r'usilrr:i

Si l<lrrlriti, karctitl Si l<arbi<in tcrolcsidasi p:lt.ll'

:; (lari pada clay gralit lirrgiir. Si kirrllicl;r lt:trih tlisukai : t('!trix'r'ilitu'l(--t' t.ririiiiia koriilrrktitrtirs nilnilsnya letrih trarik. Jipa mernakai knusibel
i

harl.rs dis'rmllil cltlrl log;rm tlirr.i Si krrr tiiriri, .sgr'lriiriin rtirn 1x)t{)rU{irrr'lnytl iiii-l hard rncnyetrabkarir t:ilir, k1l.rrrr liirl;rrr ttr.icllirk dirlirliuttnyir trka{

r'

spot rli.rir.tm ct:liiliitlt. Krusilx:l clir"l g,alil it<lilt,.i, yurrg paling mudah
tl

iiit:r'siitkitn.

,Jikir kyr,rsilrt'l cliir) Jx)t l)itnits sirtttJxti ttrcngitkibtttkiln logam calr nt(,t't(,lr-t[)(:1, hitrus <lillcrsihkitn <lt:ngiln m(:nFgunakan pisau baja yang '',\ pclctrurlrn sr:lt:sai. f)emcliharaan dilakuan siklrrs tun-lpul s(:lolah

untuk menghindari kcrusakan ft:fraktori krusibel dalam proses


peleburan

14, Peralatan Dan Perawatan

Alat-akit pclcLruran scpcrl.i strirer, phosl:oriscr {untuk


lan lrcna.tnbair bttiran yalrg, mudah mcnguap), skimmer, hand laCle dibr-rtrl, dari l.iuxing l.utrt: (untttl< tlcg,assing g,irs-g,as tlalam) ,umurnnya iraja- l)c11l1tan ini harus tetap bt:rsih clan dilapisi tlt:ngltn pcrlrtrprsih

rcjraktori. Scbelurn ciimasukkan ke dalam I pelcburan pcralatan


tersehut trarus <,iiprrrrrrsi clulu hin154a mctnbarrl.l faJau ticlak poralatan terscbut al<an n'rcnjadi sumber arlsorbsi hicirogen tltau cacat bagi
pcl<t:r'iu ]<arr:n:r ilrlirii.;,ir lrrrhit.ya lt:tlitkttn dari l<cicrnilaban pcrmul<ailn'
I

i,irl

l)crillittitn g|rrl'it kirclang, rlipaltai walaulun pcralill.iln Lct'sc:liuL tersebut] titl;rk It:l-rih gct{.lS tlirt'i lrt:si atau tlajat, pera{atan 't
I

rTlt:n1r1:[yilbkan l<ontanrinilsi

logilm. l)cralatan

itu htrrus

dipanasl<an

rl<:ngirn fr:rti-huti sarrrpai mcmbara scbclum dirnasukkan irlr.lirtu ci.tir.


urrl ul< pr<:lrirsrrltl<irn

kc

tlalilLrr

'l'itlliltrg kltrbon tian p<:ralittan lain biastlnya

dipal<ai

klorirt at.iru campurlln \itlroslcopik. Callrl)urilr) yilng I irllltrl riiiri pt'os(:ri tcrtlahulu iirtrus tliclchidritsil<an lltt<.itt t.e nrporetttt r tinggt
l

(ilrrrhlr .i'l'illing crucitrlc firrnacc

i
l

i;riiil,.rr i I:i*nl-clilttqittg. sittqlc cltartlbct'rcvcrilcratrlll

llli'llili')c

\,,.

\_*_"--.-r

lirrnace. L'asing is ianttritt I ('rtlss sc{tlt)n ()l' 8 scalrd cruciblc rvith steel tuP Pliitc' rle ltiL'il stt'cl shell, top is tclractorY uo\cr bY 2% in I irttttL, e otrsist ttl"l r .' ttt rll'ittsttIitlitru' lirt'trrick baokt:(l rrl' lri r.llr tctitllt't illlll lll\tllat l{)ll

( irrrirhirr'

Statitlnarv crirciblc {borvl-typei tirrrtacc

l.l

( iiitttlrltt

'l

rvcll Sirrrtlc cllltttlllct trleclr ic t.cve t lrct ittt:ry litrttacc rvitlt

ialrrbirr

li

jrttttt-tltx)r, srack prcheat reverbcratory ltrrnaoe

(ialtlhitt

rl

wel ,\ sirlg.lc-cltatltbct,, gas-lired reverbcratory lurnace with

(ialrrbar 1 0. tn<iuction lurnace-channed type

r \."

induction furnace Garnbar I I i Coreless

Giimbar 1?' Electrical

resistance furirace

(iantbar 14. Dual energy reverberatory furnace

.tilii til,
1,\;
.

rlVli!'Irltl

UxtHO

filter system Garnbar 15. Reverbsratory well

PAOOLA

PENTTANE BT BA FFLE

cnucrSLC

rlLT[8
ELEMEXT

cau LOSt

Too Vlsw

Slde Vlew

Gambar 16. Melting/holding crucible

frLTgn

tL[!llT

FtLrqn PAooLE

VSSEL

Top Vlow

Sldo Vlow

ladle Gitnrbar l?. Filter Pouring

DIE CASTffG
Salnh siit.u ircngcmbang,an teknologi pembentukan logam dari kcarlaam cair menjadi padat atau dikenal dengan dengan "castingl irclalah clila.kukan untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan yang
*

I
t

rrda 1;acia tr:l<nik tuang biasa, yaitu maslah gatting

system,

I
i

pcn_\rrlsutan atau shrinkage, porosity atau fas yang terperangkap cl'an masalah kecepatan proses -jtrga rnasalah 1ti'oduksi yang mcnyangkut

tlan laktor invcstasi. Dcngan mempercepat aliran logam cair masuk kedalam cct:rkan scrt6 proses hantaran panas yang baik dapat menghasilkan lr-rirr-rgirr-r yang clijanrin bebas ctari cacat yang tidak

itr<xluk

cliirrg,ipk;rn. 1)it: casring ntcrupakan salah

satu pengembangan tcl<nplogi pcrnbcntukan logant, didesain untuk memungkinkan


rn<'n.jarvall prmasrtl;rhan diatas. Dengan tekanan energi hydroulic \;lpI-l ll,llrtflit rttr:ttcl<itt't <'itiritlr lOgam Clengan Cepat dan keCepatan Crtakan lOgarn yang 1>r.nt:ltirrrirtt <litllltl tliitlut', st:11ii kCmamlrUan r!ist.rlirrlt;trt tttttttl< t)liltrl[)t.l ln(:nYcrall t.t:gangnn yang dihasilkatl panAs :;r.l:rr1lr 1lr:rrt:l<linsrr (in.icctiotr), kctnilmpuan Cetakan menyerap scl'ta flsilit2s laistrYa yang rnenunjang kecepatax produksi seperti' :>t,nris1ir1n [<:rrrlit tuatrg clcngan cctakan' I.,ihat gambar :1i pr.irrsip rl;r1i sgitlg proscs pcmtlentlrkan Die casting.

1' Dibawah

I.

IIFOSTIS DIE CASTING

yang tr)iillrnr l)f{}rics clic ca$ting terdapat bebcrapa variasi cavity, tlirlirsiir.l*irr i.Illsi aliruln log,am cair, pcnghilangan gas dari panas i-r:liliiivitirs <;itit'trn log,am, sistim hyclroulic dan kehilangan

sr.lll1ti

'l'ig3 ftCntUl< pTOSCS tliC CaSting aClalah: i)t'o.{i(rs pt:tre'lirttritrl.

l. 3.

ll<lt t:ltitnrllcr Proccss


l)it't;t:'l lrr.it:t;tiott

').. Ctllrl t'ltirrtlltcr Proeess

l)ttlt tlit:-i I)ros{'s tcrscllut clapat clilihat dibawah ini, sedangkan bahan Plastik '.r:rlttk rlirt:t'l irrjct:tioll llrrrlyak rtipergunitkan untuk

mana pengernbang,*nnya bel*m terlihat 1ii'wer rnelt"i"ng polyrncr), ydng


be

rarti.
i

I,1. I-lot Chitrnbct' l'rot:css

proscs pe mbentuican tr.r'sr.!lrrt. l,l'ost's irti tlillt'rgunitklttr trntUl< bahan-bahiln Yallg <lau nrt:nrpuuytti titil( lcbr-rr yang rctltlah, st:pcfti scng, tirrrah
l

I.l I. l)<lt.h l<,r, pr.rtanra nl(:nclTtuuot

rnrrgtrt:siuttt. l)rlcltt glttnbtlr

ctilihat ganratrararn <lirri 1tr()st:s IIot chunrllcr tersctlttl. l)ilda pros(:s ini, I-lot Chiltnbt:r ltitLl l.uang lellr"rr logitln l;crsentuhitt't clekitt clengatr rnesin tekan, datr cair, lihat girmbar' ir-r'tl lgtt lic tlCl \l il t o l' l rt' t'st' tl t rt hrtn tlell gat tt loS4i ttn
darpat
I

2 dibawah ini

Sislcnt l)r'os('s irri siltlSilt llirik tct'tttatna dalam mengurangl cl'lt:ct turlruk:nsi tlirrr t::ririrrr lrirrluirtl log,itttt, lllcngurangi terjaciinyn g[,sirlirsi tluri tttlitt'lt lttttl' <littt tttt'ttl{tll'?lnFlt l)allils yatng hillng sclama pl"oscs pt:ttt:iiitttittt hiclltllrk. Kcktltiltll{ittl l)roscs ini adaiah knrena t.t:rlaclinya kotr1ak yang lama antarlr sistem penekan dan logam cair
aliirn tncn.Vebublcittr kt:t'ugiarn tcrhaclap batriin terscbut'
Cold Chamber Process

Untuk t"uctrjitrvttb permasalahan diatas, lnal{1 dibuat proscs t.91i t:hantScr clituitnrt l'Llang lcbUr, tcrpisah dari sistern tersclrut' Pcleblrrarn clilalcul<irn clitlapur yang tcrpisattr ketludian cltiran loflitirt cli tuangkan keclerlam ruangan injection,lihat gambar 3 di bawah int'
Karena ruang lebur terpisah, nraka proses ini dapat digunakan untuk bahan pacluan yang mempunyai titik lebur tinggi seperti A.iuminium dan pacluannya, Tembaga dan paduan-paduan lainnya.

II. Karakteristik Dan TahaPan Proses


Hal-hal yang perlu dilihat pada produk design adalah
:

(ianrbar

l. llrinsip dasal dic casting

(lanrbar

3 Cold chamber Process

t
i

:.1.,

l.''t..t:t;r:1.:itl'tirr [)l'os(:s .yiIt]g

F'

cul(up

tirtgg,i, schihlSlzr

nliilrlpu mengisi

|uangan alr.lu t:clah ct:takan yang kecil a[au tipis serttt Lrerbentuk rtrrilit"

'). lllgi protluk tltrsign, mcmpunYai


<1r:ltgrtt't

kelelluagl.rn dalarn mendesigll

tnt:ttgitlritiktlrr iaktor pcnyUsuLiln

:i. 6t.pllrrrrl)Llill trrcrrgtrirsilktin protlttk jrlcli yang cukup Linggi tlisa mcncapai t00 parL pcr haour cavityrJ. Unilitln Wall 'l'hir:krtess mampu tlihasilkari dengan kenlampuail pcmbekllan ytlltS, salna waktunya diseluruh Cetakan. Dalam clic
clstittg, clttpirl tlihtrsilkan kctettltlnn O,64 s?rrrlpai 3,81 mm ukuran be ncJu tuttrtg Yitng, akan ditlittlt. l,ihitt tat>cl I.
'l'ith11tan prl)s('s rlirlirnr
ioplan-r,
t:
t

akr[rtshrinkrlgc. I

tlic t'asting proses peleburan paduan

flie castin[4 pros(:s yilng meliputi sistem injection dan proses

rrrnnttng.

PROSES PELEBURAII. Dibahas lebih mendetail pada bab lainnya, yang pada prinsipnya adalah peieburan bahan baku
contohnya aluminium paduan, berupa ingot aluminium paduan clan return scrap. Dapur lebur yang diprgunakan dapat berupa dapur incluksi, atau dapur biasa yang pembakarannya mempergunakan gas alam atau minyak solar.

Selama proses peleburan berlangsung, penambahan bahan untuk menarik gas hydrogen perlu diberikan yaitu berupa bahan dcgassing rtan juga bahan untuk mengecilkan besar butir seperti

TiB. Temperatur lebur bisa mencapai 650-750oC, kecepatan peleburan tergantung kepada effisiensi panas clan proscs, sebagaicgntoh peleburan akan ccpat berlilngsug dengan disisakannya cairan logam dalam dapur untuk peleburan
berikutnyir.

Sebeium alr.rminium cair ditampung dalam ladle, terlebih dahulu clilakukan prose fluxing yang bertujua-n menghilangk^lrn
ii

'i"
il
'I
:l:

l<otoran-kotoran

cli clalamnya, kerrruclian proses degassing,

ii:

.scp= rniccrion Pressur-

f
L

nffi###t]
Tirne

cavity $.illlng Thnc {ca*trng Tlmeh cavity Filling

}<c: irdtrl2h w:rklu .\,iltll{ tlilx'rlukart utlluk tnentlorong cairan loglrm tklliim ruang t:t:titklttl. Cirvify f-rllirrg, titttc ltaruslah sama atau li:irih Ini ccpat tlari waktu pcmetlkuan logarm di clalam ruang cetakan' sangat terganl.ung kepada tcbalnya benda tuang'

short Tirne; Pengukuran shot speerl seperti terlihat pada gambzrr 4, adalah untuk menriapatkan perhitungan yang tepat terhaclap shot speed dan gate velocity. sebenarnya agak sukeu menetukan pada titik rnana ruang cetakan mulai diisi logarn cair, untuk rnendapatkan gate velocily yang tepat, perlu perencanaiirl
gatting sYstem Yang baik.

Consolidation Tine; waktu konsolidasi atlalafu waktu yang dibutuhkan sehingga tekanan akhir pacla phase keliga samlrai lctjtrl sclesai $im:rn:t seluruh ruang cetakan terisi. Perlun.Ya tekantrn
(impact prcssurc) p;:.da akhir pcnekanan utrl'ui< pros13s l<olstiiitlitsi 'l'ittlt: tl,. l<r-ritliIirs <:itsl.il]g yang tlaik. i,ihal. gat:rl.;ilr ?- Co'so]ieliltiort
lVlrlnit<>l'ing.

Li,

j1j.

,!{

1;'t1r"l

irl\l

(' litlr'r'liolt 1.''":rs1,;C illl\i \ir'-'' iilC (''r:;lllrr!, !\li':i511!C

n1,4,1q

srcp I

t/x ' .i::


1.,t

ti
JI

lt tl

(lanrirar 7. Cr:nsolidation tinte, nlorlitoi'ing

r1

':.-HOOii+{

E 6 Efi Fr il ,=.

gtfiH EFe ga a rF i3 trr H.h Hfr E H H F, q E F-oo ss dE $.FB B H-gER F Fo il FF r5 $ HE g55.EE iI sn" tyci i + fr * s
o
*u
c>\

n $.

AE ! $ iE

Sh $

H $ e,/

F:

,ilF F$sLes
F

nf 3E69E *7 S SFEEAF ts tagx{ g Y** FT ?


H hi F ii -r
:''r

E*,F
ffi

oA# a
FD

Fg

z
=

n'i;'H;I (-Ea-cDg. F EF $# u.q8 fr 6!.


rtF P
@l*

$a o")

F o, H ,-", E 3 F sb E 6 E H."e Fn -* qA A H A n L Ei E 'F-n: n.e.d. fr r"TF. F


-.Jts

!-.

llllo

$ F[ HF F *fig H 8 BF; E f ? ;i g-trcr F F gFH .HB Xi F n- H'HE f; s g,i: H H EE rrdGSPr


6
b.

i6qtd

,v
\.r

ir"d
FDq L
bdF"{

L'-J
)F+n{

f-t ir

's

w
tcs"L-{

(/

FJ

IJ

trsd

l\) F*
F* r
tg4
\r

;$fl s. S 67'*xpf
'e+H.q-+irt-l

.iEia::S=

-r{

F
;

Ft

J.i.

FFp:iTj ' Frr.t


:r.

idfdtrc g K tf pcDHtf(D F Hig. uJ \-r. i-+ a*


Fr6pSD(n(D

W (}

F"d L fsd \.._1 ,-- t


.d".
p;,i.(
lueal

lEf

'(} H ;-) i-.


n

6
A H \J .F

,-:,i,
Jrt
]wt*l (o''1

t-- I

A-!l -F Pb0q6^0s F=?fHx

{t"il

g.tFscirH {
;-Pfw'-) FDFfH
Fd. |-l

H
nl ,

X
n1

,rJ

(--

-+

gHH
F0

CD

H
i

HaE F F e ;* TsEE E ry F H, H $ A 'g $ ft? s0 H'SftA E ry F t fr s E::Fr Eh F


5 i eg, BS FB hEHH g'aE-* E E atgl
F+ W l-I-{ F0

p 'f\ p

cl)
|-r-1

fi)
(D

d.

EH BEHR ri g
F
ry

'

sD

H
I
I

'

ll I

{-+
rD
lF\ !.FA

i-J

p*
F. r,-tl qJ 03

l.<r
l*J $D
CN

H Eq 6^q "dSrF Ats. F;-G sF ?Es' t-g ,qg F 6H' EF|-'


g
"s F!
E F
}-,.

L'
(CI
l+i

* H\.r'

\,

LI

s w

t(

F+

iJ

\-F

clct

w H
f..J

#<

Es$s r EH
*[Sno
g"q1

n
\-{l LJ

l-l l-)

Id
O F,+
()
f-+ t,{ (.+

+
b.-)

tr
cr\
-L
I

[1$r EEF rs$t # I FE * SE H $ S


.o I ^5
i ts dl(} ;J F*

o)
Pq.
sD

tJ

(-+
CD

E
F{ (.J

m tJ i"J F$

(..D

FHFg jgEg 5Fo


dairfi
gS" g Fd

RE

Ff o rd
CD

$$
$=

H ;
{A-

pr tJ.
gD

l$

tr
(-,J

': F g F
mcr. = *et-FD
(.n -K

FHg rP 56 7i EiF
i

Lf'Rc

pf
L)

cr (D 4 cr
oe
FD

o
CI

$')

crpD5.sD

\r =7 SDfFSD:7rHS. i-5dS

FFE E

!-t

rD

FD

r
t/ \,

F
f)

3gF H6"F
*95 F' J

=-nE$

w
gD

l.0'q

SB; H 6

sa

);

) l-

Egg E 5fi

6 PiE Ft cD lr

{'+ FI
CID

(+

o 4

< o 4
(D
FD

"...' :"i

Hsrdd$$Hd
trW"t3 gg FU.

E.F: c-H

Ft
(p

u t,

il

hJ'rFrC)<>OC)fa; .j\'vvvvtj Fq5 O (,:, l3\ CF a ;j* tJ \O e\ 6

e
F{

ur r'5

Ch

Lh

t', \H

$a

+E bssFH ilE
FE.Ff; Frt-.Fo6H;l

w U
CD

se *e,g $ E
EE E 'P rryr +
oa x FD

cnF1 a rd F.. |-1 p 4;l po trj i+( ntr FD \r\J U) CD 7f |-( o o f-+ a) F i*{ P t-F 4 nxj o tr H FD
CD F,?

Erc NTD

ot

X
F1

BgLilH$E 38.F

;J 'P

7\. pn
(}

Yqt $r (D
p5

r+
cD F6
pD

tf
rJr)

ia s#; 84 Hs
b
F.r

V) Fn. lti

tl

c4.

d
CD

Oa A. o P- FD c 4 f;'R \J o F4
l-)

sD

a*
Cf
lS)

FD
; t9

H .t-D

d
CD

7fd S) rr' \3 4

H.H.F Fg Ft! A PD.


r. FJ H
FD
F)

brt
;J

t-t

i+ Cf F..
ts -. U)

r\1

U) U)
I

u)

w
CD

$)l-{
CD

a. Cf pf FD
a-

'a

U)
CD

B $

$a $a 4 c) pD O ;J

5
CD

sa

gE 0)E rfH H6 RF'


tJA

fi'q

E"B 4

ry F$F EE$$ p. "sgr'"Bn sa. g ?$e *gH. HI sF R 63 : SrS F. gffiF,iLx bpp. ",r; oH fr$ +H'Bi [fi :e'E er F*8" FEEE$ EF
13g As& FS;B FD H' i+!r ;q R g H<li6H 6_ t$ rT.F 6" : $ E F.="
c)
O
F,4

$A FE*Ln FL fi 6 +tg +S'E :(iFFo BF t= 'I + n o g iJ Z A -i1 ;, eEF $gBF EF


!2 F5n

3 H 3 6 f; I 4 fi E OH.6
c-E'Psrcr r^ g- ,E

Er I =, HFDCD,SFX6 (/ tf '-r
: 5
c+ F-h

Cr';->rt

S
.._f-

n"f E 'J E ff6 (n (' o f B


}rl Fi
\_,

s)

EFDXtr

*E

E-6HE.

'.F (- ? o

ER.gs qCD
F. \._"/

Rs SEE #gs ;E HIE F* ih FEfi EE.: q;E: ; Hfi.g H#Es E eEfi sr *E#E *q'nx Hq"-EH Edg ntr ?Ls, t.Eg
cqa
06;r-4.}j,",:I;ff'fij-1$

ex nE

FE l *$ .+_Eo,

-1
F!

-{ \l Js{ 6 \;
fi F.

EE$

a-v F

;H

SHts

F.;g

elE q$tgg $gE EE EHHE tf#


Efi s;tsfi EHt i ilr-';
A b0-q
|

'E'*E

gufi

e[fi EefieE ;.aE

&SE rEEEF aEf; M'r'OF &, tlH

lv -) JlE 'F e -a-) r -l

J-)

EE
ll E ; i
tr 'J

E
s3E
6G

9il ?gi
&E e
= =t -

'eE':
.-i \v )-r

BS
il

'60

7 ()-+= 6

S'.--9 'r-{

I I rl i:

*'*p$$ge EEs*s$g
c$-'5;iHr-{E

aEA

lil

' I I

FFF rn\oo
F{ l-{

e'FE-uEH.g e tr q!e.
=-O:r
?)

sq6
I

$E

;EqfiEeg E
.F{

i
Fd

fi ;
#

sdc c i u r\n ri) ti.-*

1FHE *B Eb0 'cd g 'Fn ?rfiE $EE E$H HfrE;:EEE Eb3 eEE*FE# j) -o '0 'c)0)O
G
.E

= ;E;EE HE EE P+j{i # B Eifr g H

l-{ r . F.{

Ff
r' l-l

J4}4'54 .j-i
-l

FtriI
+-)

F R F N" F^A E HE bn"iiE g a 3 * 5 g F P "* C-[,ua 5 fi: E rDbPcr F 7 13 g = -) ;J '.t ffO H .DJ P = tr< cr H I

"' ,,

Fr

h.')

I
FJ L-J o) f iW

Fg
ID H
lrJ

rsEEss
X

tD

h'H t\) LJIJH g.H $: w HiF) NKis


r-fr

Pf
O
rD

(5
SF

(D

,rc 5 iE R 'lJ it I'd Ht-a


lE|
;

V) t
I

F{ '\[d d ,ld

t{ w
t;

P t-' s) t-Lr i.-J i.r.


(} Ft 'c+ F. . )..+
fl

iFt iha
F{ Y

|.; Fr.

;i

6.g" F). r'

q tr d FE
6'F

e-|- i I

il),4=F1LJf,iFt #' L-L, q =

:J Hff j,_-\JLntrFd -)ilrHftf} Ftil'FF gH,A /l FD


H.

e
*.

t rr E
\.

D9

H)'''H

O rrlH u ..Y f1'


:J)Fi4 Fr.

o
Fo
F{

w f!
(t) 5r
lrd

'} ru g
nn Ir/

T
-J (\.1

Dg

.*

C-

K+J "-

P;J O', >rt


C 7 u), C 5^ Ir

o
F. H

(-)RS (})HCI

r3
H
U}

) a. s e tt

F i.+

i{'C
r
I H

-:HHLr'Ue 6p F P
gD -rJ * fi-h*p
).1,

/\^.li-#wF crl$J;Jn

H.ds ir a-. b
A)
t-l
tj{ l-t

(} 4

f)

l) Fd b,

s0
F0

w F/.
Ft

6rFD

$ -: O5 ^O.- FD
.C; duF
pl-'.]tJ

l--r lfLJ')

6i i

lff S e

tTj V) 13. r.-. r\ h.1


!t' LJ

I F'E rt{4
X l-1-.
uo v

i.r

q
I.J

aH

H.
6

.|J.

K$c fi t.+
lr
l-.1 '

t-4.

3
|tra

i-*

915- 6.H rjc jrya


F s:? nCI TiHt-t
r'l\lf+ FIU

ri.1 CD UIl

e.6 s H Pf g.

iJ sa

X FJ.
r,-J

g) e ;-.J *tf
F-4

S'l

6 5 'o1vd
l,") *J

t/)

i'

tr 4

.,/ (D H
FD

s# [ E'(n
fi ;J
;r P npD ,-)

fr l.F.i

s)cj
J'--* ?'H

F' d
oSt) F

0c rj r'-r tr'-,t
;J_ F*. !J fD r't ;; tss';
F"try (.-) ts
I

$..jn t-. oa6 6 .cr7f7 s)FDFi i.d. |-{

0q

iJ

FD

$D

S-.' ,-)
9D

>)

x"s ts'6-Ks t F
S-

W FO
t4.{

l-.

cuFXf CJ. fD };
ll-r. ipre Fd ;.J

rfl

fr;tHs3 g
(ta

c>\ {. XryE Dr rr i =..tc>Zf Ua >+r C$ Ll\ ;;.

''*nr8"
H **8. 6 irrJ F P* n
;J '1:i ! :J l-.
A FD f tj-i--+

sH H'F RD H ;" K E qH E A.
5 C-n:
Ct

H f
e-'

V B:^iJ

t! ;*'

ii' F 'r P^ S H",,#


id

yj _ tsJ Aq

t* i*
H
,A

H : ur'
H s rD
N hr 6 v)

se H FU
H fi.H

g wXr);r. frFqg
R.ts
..."a.

HH na ''d \5
b-'

d i,1 cDrflo; H H. i H tr F+o tr CI : g.g

# mhs H g -5fr rE il s trsEts \r$

H'"rr e

$)

Pf n

H. H lir

H .*tf,"pEH P-.S ffi' *' W N trFj V tr #;

#fis FErd
$q

B i:rq O.
F;T

Se

E S ffissLH 5'P
F i.-+ |-a *)

F ; H$ H risi "d

t--r,.

r$ S3

* 5

HF T H g rr n E' Li 'F) g1
FD

x"Fi g].
i"*+-r

'*W-ffhjF+

gsSs$SD tr. F

Si'
TD

$ R
F{

6 &g n-s H. O
',.sr IJ

hqE

P,OP

f Qs
CI
f-rJ r/ \ /\ rr
L_a

n c>i;s
ff r*

SfFrfDk sr [5o F:i

G rl.
afn \J'-l

HH
C)

I6F H '#_ g
{
g}PF$

H H !tr5
F.fi $F-H r_.. ,5 '\. HHE

FF+Prg |-PDtr?)
>J
sl

L)

Xts

:a d C,P r-'
A.d ('- *

H
cd

'6

$=E tr C
*qtig 6

Hq BEB 3-& F H
C..i#H ). 'fr -\1
-qE3d:O!J\l

L$ c) fl * sr d

LV

H)

*E$E .{
g

EEEB ?gH
.a

#s; EqE: gatt


H g*;

.HEE:E

F.tse EE $
EHE

EE

HHEEE $Ef L'g;;'E ...gE t gFiSH EE,q F,EEF f q* t.= 5 B Hs a H.5H e'E g
I

r-'t t ' " "t\

b.J

*A-7f7f P R Fi '.H' Y. lzr


rr' A $XN4OD t+r Ol V

rD

"eA /\ \,
t/ \ \Y
Fd. .-.

4.r Ldd

f1 l-,

CI irl
IJ

:,\

(_) a

xJ
-

a-sfr (D:JPCT
ri LJ (,
/T\ 4 (-?

-i gD Khe ''-t =rr+ F i-. P Ftr


Fi.

OS

b, R PD ::'fi e- =rr ': c;- E S' rC oqbAF |-r. 4


Irl
I

rn

u)
'/l FI

(la

FI tJ

El
AHE.

E (DiJ'-'' S 8r
rD
\d $o E

?'W g"*
sD

Pf

ry
tD H

o
l-)

g'.^g|g w trilD tr5;5


r-D

rD

gi,E 6'O.+
u) )'J' '-t

w l--a t

t? E H ld !d 'fJ
tht tll{l rl lra r lt* ' ifrf, H F
dl

c H
ts

-T

ni

W L--.i. -: + O) FJ.

,<

t-t

\-/ V)

a\

^1 :1, b.

li, -) Y . |--J r-+ A

rDn Lnt'
F./t

w\ LJ

clXrr 2i H' aP
JJ |+-J N1 P

(DFA

FD

./\

',).

l-J

cD5;)

H ) \IJ ir

EJ TJ *'r: H'FJ FD
F-a
,-l

e trE. E E *il.6 F EilH 3 8


Dl ir
'-3

.G) -f+ H. fD iJ r.i

s0

ht

'tt
f! (r)
Er H P Hi
D9

o
FD

ts fd H
LN
CD

F{ Y

ADD

;J olrO i-J t\\ |-4 ir i\ 'l-,. sD c. pD

3u)
(
,FJ

3' oa
Tg St

E
I

? sE I

o p0
H
FD

E
Aq

rt

w Fdo
F{

:r c(\'r

elr p0F
H

t-/

-'F

r<-l

L')
I

i--;' \J(l

v/

Fitt-, \.1 t,,

firX i-t F4
c-', nl|,
t'/ l:!J

-F CDH
hr-t

I-/ S)

H. $'EF
FA 13AFi \, t"! F.
lJ

t pi w '.-. 'Tj

F'E l-r tr r-r

tr B

s
X
|-{

r\

30a
(} 4
-f d

a'.6 E t-+ '..t"t

U)

oq
'fl

'!1

'u) nl g
F.t s) L4u-

Fr if
wt
,/l\

s#[
s'
FJ.

g
H P

Ff'

i_+
LJ

4
CD

FtwFD

Li .*1
<'i .:,
LJ

da
P 0a
l-+a

C)n.'
H

(-) P
(\'l

g)
;J FJ. ni: F4'l
(.,
I

oa& '57f=
p
l-)

t,-E P F5IJ

0a

E
FD

co

L)
P

PFDF{5 ilIJ 7\
P

cD

(D

4+

s"H

-fi'#'fd ' itfuodroraloPuwf a


'rr
{aw"n?;

vlwtt/) *,-,,,,! (ultl vlm+ 'rvtfrlMrt Tl1/I^X?li)tJ1


Ll1f

.-?\ --Vt)

'

qllpg : (ln'tmt7Y tmtrcYa)

tlnn

t4yudf-araw '(qryulnuatr)

froqwt u f/10d

Y,

(f,rar/ ta,'ttutturtr# !1'77') UilO tru{A747

fltwd
ytva4Dfrya

{YTa { Turwnd urfryU ? v7u/uaf 't


4

filrnfl rvvor/utoy Y]'/un vlilrJTJ


a / wuyuf vfnw| +

*/w7
Vyr./

troutawad ;aw"d W3 YVq triltrary

'rp
y:1' nr/wtii

ii*r/ - lrrof, :
U

frrara

\! irL'i1.t'()/).it'

I l..r/{l klniil >trt/Un

o'y'rtlrth'Yrl

.f

,,1''i'i!l)'ilt' "'1i1t1,'1' 'l)l )il 't1r"i"

,1,,,

orllr;' r';!;r:i) fW uryv/ra tn\q vtP '/Wwl.up/ fl'rf,'t (x'v.N ) Tttll I llatftzq uuYv(lnhfiuaUt [/1 li,t/.i1 J't)...) Ff uo*rn,?rz/nr,rfp
fuor

eNtJsv) JN#NA5#d&/

t/upila!, 5777/n1 W?r,

/ qa+ + (fr/lrt;
/i,

tunl'rtY taw/{J )\-t,/ HS/ (s;s11't) u'f/ uuWW ttrvfvpry pru{atP

NtA

@ vTF

w"l Jl*ty E

"''/4'-fh

' ttwds) (yvpnt afoyultt/f llfult 1suail/!( '7 r,rnrvr/ t{v{m.( Wl }?n .dW '{afiy v futfl '/

rv]!rfls//)

r mf"al Y.4,A

unn/ nrolU'
+arahs

-Pfu///, Pfwt +

e,fr =U
'/,

uoW*l"P

@#
r?Yfllul

t?xqlrJ

sn/

.f J't/rt'y' ,,:it0 't ;


' t)

tyvplt?J',/>ra' 7'otl/4iff

J"fE

a ?.L

. ttlfitfl' tr,tp7 ) Veit A,W)l/J

70//0// "

{/rpue) '/rv /uun$} 'strr>/ Wfv

@flwurlr/)
(n/n)
y

wneL/W
aft?yq

't

prvld

afututt[r'ft,,a

+
u.dv-nd

(
oJ?lht

?"8? -'W

saYvf]

ut%rln

r NJWgd l, : rlwftt /?tapllL


1;v{Qd)

(nwp7 t/i/1

il/t

J ( eer+r,tar,)

liAajlwffAwr,rntnlln4xl/Etftft.rg*arl puysn(arn deni , $/dxe; g, (ftfrA {/


{Falaf d,ix
.'

d,t

ttuduj- ftwbttnt ltrodtil<' {t'A'h U'la) Ittfll44 airrlrtelr: (tnl- t,T') ftptualan fulran eui&l hattv
6.- ao

, 4aburtgott prodtt* Ir'liA (pd^) ' CLusTEfr-

%,tt,; rft "F,,uQM,' P'(e15ry'9i,,,'ffif;


g&i"# sir{trn
;

lu,,,r tli'prr ha./ r A tt il

(t/.rtt {t:t'

/llrrt", t u''1t'/ I t'ay rult& ''u,tt{il' /:dA .) Ci ( r' /tr /,' -v /tr / ! ( /trtiu'l k'c'oni'1")

CfKA;ic Slell rilat/d


tlj.usit:.r rlict'-l'tl"U/'t!
1 r 11,/t/i'.t. t'l/|,!i,.,.,

f''Ltt''r

'

ltrir't/&rl ('r)/''/;a "'ltlib't

(f'^'at*g ''t'i {*rt'tla'np} , ,1.(.r,',;..if) {rp-ta".r'-: {t,Tur'{4", t,. 1;'tt , l.''rl!'yAn''1 ',' 'ltpU/u'tli t ,,,," pt"rtrl;(,,,tr't4t't , A'i
Ar.i;r

lti/", ,/!

tt1./ d1tt. z-.<io,-) .i 4,/r('.t. ..\:i,'vt "ii:'. / .l ,/-.'1 /1'1 tto.tirr,S /1'rt

ln'/"

&('lt:,'::i:

t-o't'f:in;1')

!l'r'n

I, ;r:,

rt!,f.n

,'
tr

,e

t:r

l,

/ ,if

lt!. ,

Qn{ut -

',\r.-,0

,' ;

./tq"O/r' U/'

,'{urtd'

4i re

:tt-t1
.

tQ1-rt /}'ei

11;: s1

"':!' Co<'titt\.
h""#wu'

, {erak/ir N^

Uatr,, 7S4Jt&,' di

deranik

hlwl*

AJaP uetu&i

fuft k/an f/{

a'*chert da'(i

TwieAen
adn rue

wtur h/eltina

ooor[n tury4h* '4w&" ce4 ftu/er,,'t-7;t"/ Pada

; q03 -43,t:(

4ne '),/ /-/-7

c-

Ph

,\'r,1

a^otipatn a#e-//f : QOOL-Qtol,, f+"$at)il/*.t


o/a)

;\ '

/L4 rt

,
(

{r1'/d
,rr,

ttot| y'rl./4rt,

,( r

t' tlti

,!

'/'
.f

il

,, ,',
t

/nr,

/.a.hc d"t'rtrlt, /.- /" /,,' , '.n)r/t,:;.{'

prfIet /e/4e//wn a*xu a{a/l, ter/en fu 4 ftv,,ff a (r /,r 4u*n dttsi Nei lapw &ir

ff

rt'rl
...,

'.1l,

rltw*gana*i4 SUtOC/atle, Aqar JealaA.fti d.t Tvwaf M;'{rr,txes n(rrfcrnfuf Arfuior" dr/, /&. fralrx/aue afr t'dn| PetrLA I rerh/< sfia// ,no4dnqn {9'tnana'ran : tln* &t r ) fifo - 6zo Lf^ blanxn : ( Cf nten* fi/a.tf;x

{lloutP

frlfluQ

(sr*rrtarua

{,
.r,.

fAC+, .ffi n-f g".,tft r t tl ltf w/rr./\ ,e", I /i,iOU/f{ C(1.'..,/r,tr,,,,i.1 ,i ,.,., ,1, ,t'i.'r r, r / r lt 1 t, 't i.7>t.1 7,/.ii , , .l ,. t,\.! r.'f;1-y'7ry .J I ,l //. Q.4(, ,, /r.r-inr/i !('.( J/r1 ff I :,"' tlt' iouu r0, ft; o7 ,, 1 r' rt )r ', 1t!/l/ryr<'rilr.',2(vv'r': //.,:. l.r/i '/, /'/ ,llra.r1 "7/q fn. /< ,t *7 /!,'r lt ,i , . .'r'/' \ i,', , ,t :-, !#tt r '// Irlir,\/;.5 /,r./:n +- (7!;!t,r I ' .t.
.1

,tt

'

asT/Al0

{*iB

. Gntn.lupt

/ c/i''2 u'8,t
. rr -

tt

j,

it..(rr,','iit'-,.

/l

r_!,..,.

r
o

(ffs#W

rli

tl

il lr:
,i

/tttt oA n* , pl-ttala//&n mlu/a


-y"J/rof

':'

, bof f{_ lu@t (}da-Ie/a2


li
il

t'|,/tnsi

blmry -, Na,&r //wk


lr
I

"

{e(t/i71a7 (f

, Penrr,ra"lran &IftA/O dt/ut' deuler f gW*g ti,


"
Corg

ranola/

)
&hh.n

hlMer bhsfirtg
Caurt*'c

baf, : Fo'{fa'c

, Uriuk tttery/tcrruf, htate5, f)U+ W,rynt' /n,n


,(adartgi(u" trrpale /

ftilntr auei /xfa{

uorluslirql-rls p::r::

cu:i::.".:
j

ri

tvd, q

W JYI var "d7 a s

fa ll ff rve t t &;f, 9.t


lPr, Eg lrbf m l^t.

.Y\

ucrtsnpoid alq
!

ncqsof$ xrAA
n o

/ ii-/, //\ ,/ ./ -.-*\ t\ \'\', / \\/\' \ '----\\_

J0lrq ur ssacs.rd sq,,&

wfu&

I-

iritry

steal attd .tluttttttirtttt ca$ltttg'

n-,,'/A=4

,6

2prynv v oN/dlYJ

(,\'tr' ,7'\
l'-/

li;l--.

,#
{+:-(r--,

Jr8ruIrt#tvt )ltvwg

'' ' t'i'-"''


: dt\) ;; {! ".'1

"': ,.t:.:'.1'-

/"-,i'i:' i'
"

yl

..,. . t;, ;;i1j;)id4y3:,;

.,:

.(uoto3)
3rrt1srt,1 rttryt (uttsDil

na/il lp apry ilolg uap fiporod


ssor3

,EolS

(o.r4161 lucec-lscu3) slcegCIO

sr"ro-tr

8ur,{l ru8ey1.1 puuH

a,ta peluN aqJ

d o :t s o J Jlut ua nruo q

dutor rotlfl

Ja

'suorlJOS paJBdo.rd < uousuuusxE-oJcEl

NOIIYNIIAIYXtr-OU)VNi

ITO IJ,VNI

IAVXS OUf, I]^I CINV OUf,IN


AI'IdYtICO1-IVJ,gIAI

"CIldttms

usullltujs(l

rp lt?Ioletu suldtuo

lcltut?d rplSootlottl

Illltlfl

sulunlad

liIlpils

utl?uep usttlq st:ltlLttt: stl'l.ll\l

rru4lttttfifluattt ttttttscufiuy\ tnt[) ttttttttltttltt lV )l]f I


IJI?LU
A1|BS

peAOLUel

-Jeqslllll ttJAlJp iol()ttl

Surpuug

8ur1uno61/uotlcas tuo.tl lltO

,lt

uaullBcls uollurEdard

(larluns undrxstad) uawacDds


l"acegrns paqsllod

Lto tltt.t Dd at r,'

rlor3 }qAIl,}o

ttor}oo11c-r cq-1.1

sdoJSowSIw
Aq paluaure$dng

NOITYNIWYXS-OU] II^]

!,1,:.l

'

Lro I Sr-l lo u

II

lt?lo Lu-uo

N'sele>1 updppul1'o lot{ i\\olg'S{ceJ3

pe^r3sqo

orP+rns paqsllod aql Jo uolluull.uBxg

l'roup4sllJds/pclB[/{q]otu'lte ueSuep lcllc


Surqsllod :ogY
f

tsnp pllotuulp ' ?pIxO cltuoJqC'etseu8etu'BulLunlu]


rcp/v\od 3utqst1o.1
cu
t

tlclllu

3 uruls

rlod ue4eur88 ueyrl

3urpru.r3 iplelss tlusoio8 ue18uupq8ue14

3urqst1o4

r, 1

.'..

LLrerDnrp LLrnrrclrlrnbo rocJ(Jo3-urnurujn;e

orll,o uoruod v-Ll arn6lJ lv


o/o001

rrtlrl,.; lr).)J:r(l

0s 0p tr'
ulz
3 '8

0e 0i

"Y

()

(x)t 'l

#
=

001' (ru9

v'rJ
+

{nz

008
Ory)r
O,JZ I

tlv"J

(irrnrrrrurrlu irrr,1) ii

mI
fi)p
(x)s

;j

.r)

e
J-l

'n

.lvr\:) t."l

u)r)

{)0t'l

00r

sAo1ly

s11

pLre Lf nutLUnlv

s,(o11e

runulunle ro; solc,{c

6u11eol1.1eaq

pqdXl

g-11 orn613
(plrgrrrc) iururprcq

tiy.
,

r,(o1;u

J lrllrll llrrl u)Uo,J ol lcruuv,0


:tr(ln nlo) r.\()1il), Ot lrtilrr\,. V

lu:u,lc)Jt uottnlos

J.l)tlJ,,r)rts. o

r--*_r-

\el

-r
lu
00r

\z\

8
001

\tW

\ds?

)
tO

00f

]'
J

l<

00i

mt
009
001
s,(o11u

?
E

uorrrruol to;
a<ltrr:.1

)lur:r rlnlr.t

008
006

c00r
:1.

1*,
f, 9ds

11 :a1der13

t:,)n

Clrailler
Y

17

'tt*,, O"
\Yrotrgltt

Designatiott

Titrc T is. fol' colrl rv'.rrkin3 (strnirr harclcning)' to indicatc tltrce rligits lorvcc! by onc, two, or lllcllls: trcill vitritltts lllc rrttitl

'l lrc trrpst cptlt ttttlitl-\'

thc Alu,.;;, i;t ii,. u*itctl strrtcs is tlt.t of lllo.ys' it is .rirrrrtt Associlrtit:n' l:ol \\'rottglrt
ir,,r.rf o,, ftlur
cligit"s ctlrrcsllolitlitlg ciplrl llltlYirrg clc llrc llts:

trse

rl

:rI1r:i' tlcsi gtrlttt(.}tt .sys-

pixx'l"l

rt;r-l t2

to thc prirt'

Strairt ltttrqJcned only Strnirr lrardencd anci partiallY anncalcd bY Strnin ltitrdcrrcd irnd stabilized l3 xxxx-l treot' thcrmal l0w-tcnlPcratu re
lllc nts
x-rxx-1 14 Stririrt ltnrdcttcil

(-ortrrrtcrcilriiy ptrrc lrltrrttirrtrrrr (99'ii' rrrirr) l1"iU

artcl lacqucrccl or

t"it'r,,tiltt"iirr
Silicort
N'l;rgrtcsitr

irllo;'irrg

lrl;ilrgancsc

clcrricrr{) itrt
4L){i0

llaitrtccl

l'irc digit follt:rvirtg

rrr itri',.ti"", attcJsilicorr Zirtc Otltcr clcrticrrts ."

50()0 (rtx)0

:;;';;;i;,,,'i,'
,''rr'.'i*, ittttttutlt
,,r"*1,.r',r,tt,t

ll, i l2' or'l'i3.intlicatcs tltc ii"rrjc"i'g A I intlicatcs tltc oI ctlltl rvork' itnrl an I irtdicatcs
I

100!!

cold rvork tlr full-hard conditiort:

it'.,',..,, 'l-ltc scctlrrtl ttililt'i" llri:; systcrrr tlcsigtt:rtcs specific clc' rtrill corrtrtll or llrck oI sltttc orr

r.*.- h

liiit)i]
9(x){}

xxxx'l l-2 Qrrnrtcr-ltarcl xxxx'l l-4 t lirlf-lrrrrd xxxx'i

'l xxxx-I l--6 lrrcc-tlttitrtcrs ltitrd

l-8 l;ull'lrlrrrl

-l'lrc llrst rrvtl tlrgirs ititvc tit') sigrriIicirltcc' nrc!lts. ctlilrciclc with lrltr' cxccPt irr tlrc I xxx scrics tlrcy

lrurltlrcdtlts' ,tti,'tu,,, co{ltcl'lt irhtlvc 99/'1o itr 'i'lrc corttplctc iiiiO ,trruy lras 99'49{' rtlutttittttttt' itllt)ys rlttttt lrltrltt.i -i,..,f i.",ir.ttl tll *'t otr1',lrt

tlI irrvolvcs ir suffix tlrlt iritlicalcs tltc tlcgrcc 17-l treiltlllcltts"lirblc ccllci rvork or ill(rllllrl sllccificd ctltllists sontc of tlrc rrlr'lst ctlrtttttottly tlcsigrtirlcttlllcr tlI listirrg diriorts. A corlrplctc (rttrrt tltc Alu' otrtlirrccl lrc liorts in thc U.S. clttt ltitvc cittt tttttttbcfs ,,ti,tu,,', Associatiort''t'lrcst: addi' irldicate ttl tltcrtt lctlcrs attd rttrntbcrs n[tcr 'fhc I I lcttcr is follorved l'ry tiotrll trcatrttcrrts' ol tllrcc tliliits to irrtliclr{c clcgrccs of
ollc, [\\'o,
Tablc 17-1
TornPcr cJesignattorts

i vuriation A thirtl tligit clrrt Lrc ttsctl to irttJicatc iri. ttvl'digit lcnrpcr dcsigrtatiorr.whcrc frortt tltoss of "r f,r,,fr.t,i.* irrc-sliglrrly' diffcrcrri tlrrr iwil.rli$it tcnlPcr. 'l lrc rrici,rtirrgs tlf llrc rtrrrltllcrs frrllttrvirtg tlrs 'l' tcttrpcr tlcsigrtirliotrs itrc as follows;
xxxx''l'l
pcrilttlrc illld llilturillly ngcd xxxx"l? Coolcd frotn att clcvillcd tenlpcr'
aturc, coltJ rvorkctJ' anr'l rlnttrrally agctl (ntcnns anneolcd for cast
Protlrrcts)

Ctlrtlctl frtlttt it lrttt rvtlrkirtg.tcttt'

x x x x-lr x x x x-W x x x x -() x x x x-ll

::I

l.f,:

As falrriclltctl, tro spccilrl ctlrtttols tll:rl ll:lirlritlly irlic lrlrttlcrt) Strltr.ti.rr fr.,ri'ula,,r'.,f (trst'.tl .rrly.lt:rll'ys A ttttcltlctl (s r trrrlilrt llltrys rrrrly) -'l,t]lltl]);)ilrtr11lrl itlkrys ortly Str,'i,t lrilr'lcll':'l ict'ltl 'ui"ke rl t-'r rrrcr':i'st :i:tl:;,,,',;i'l;; ;;"i.,r ,,, crrct rs r,rlrcr rrrrrrr t:, o, .r I I

'ruttrrcc

lil)rll)l:) lllllo
tt!.1.

x X X() x'x xli


X.XXL

sr

:t\tt'/,
s.)l I Js tlt
I

l);)sllllf
lS

x'x

)tl'!l l: t\ tlt)Jlll5^

x'xxs
X.XX'

()

.lcllil v lt:ttil3ip u xq palu:ud?s llSlp t:r^lll rtll tlll^\ Ji{lttllltl (lOlll:sUllutpl llSlp'JnOJ u {q i)iur}rlr[)l ilirq ?^lltl s.(ollu lsu3 's'n ctll ul s^ollV lseC
\r.l

r.r(l

il.rnrssuirlilr ro Jr(l(1()) .l' llollllq .rctltl03

x'xxc
X.X X?

(untllttllllr: tlltu 9 (i6 \lollil\ .h r\tl\\tl\tln\v sluiruillc fl urfollu


.rolu
1r1

X'XXI
(urlrls,(s tllo) 66-1

uolluuS;srp {o11u cs13


Ao11e

(9.1'peuaprntl c8u eleuJnJ Pue pclrllJl rt::!tl uorlrllos ,(o1il: I909) 9J'1909 '7 (gg1 1 'ttretutucJl iJnlllJidtucl -^\ol c ,(q pcnallcr sscjls pue J?durel pjq "tii1 or potlsruu ptos dolln t00t) 8H'00 'I

suorlutt0tsop

tunultunlu lsE0

z-l I olqul
lllour luJuuttt.t :ltl ltlt ttt s/{tlggtl tll()JJ )pt:ttl iJll siirrrlsr:o lurtuls?^tr1'srtrbttttlrcl Sutlsur ttottt -tuof, ?(l'r 11rl ,(q tsrtr ?q ttt)f, s'(<111t: ttttrtttttlllln llltlt uiis i(l trrlr tl t-l I :lrrriir.l trl l)llsll iJtl :'*.(ollll il(lrIil:Au /{1t1lt::r.I iJoLtl itlI Irtq's,(011rt tttlltllttlllll: r1t1r:1rrr,iu d1p:rr.r:rttrtttt)) J() sl)i.ll)tllltl iJl: :lJltl.l.

irll

:slUeruluiJl sll pus tiil)illrilr UollllrlJlJcdli (ollu rtrltltuoc v^ollc


rrurs$nldut0t

.
ptru

irrrtlrr:r:ts,(q lllnotlaJ ss?JlS tSI')coo( uorssa:dtuor ,(q pcnatla: ssc:15 Zgl')ooq


3uruatt1fl1u:ts Jou!tu

llrru

flttttlilrrls
1

llutss;rlo:d JitllJtU ou tlll^\


ilir t t1r ;r: ts,(t1 l'li^01 I :rr $saJ I S 0 I SI')mo( ftrttll:r:ls dt1 pan:lt1;r.t ssll.tt5 ts1.r$cx

'{t1 1t:l,rlt1:tJ

sslJlS I l9}Pffx

slsnpord

ttrnulunlv

c'z t

'suo!lt:lJ l:A

.'s,(o1pr t1l3tt:rrts

-r1irt1 sr:rnt>r 9gg

[)uns slsll 9z tl i.'l.l.sv is,(tl11r: Strtlstll ?lp slsll Stl S I^l.LSV ls,(o11r: plolu l!,rJtll:trr.r:rd ststl 1191 B I^,l.LSV '(S.t.'OgStOV ,(o11: 991 tl r'l.l.sv 'ild -rrrr:xr rtl.1) sttotlr:uStsrll rltltttlll hl.l.qVltl()tllll:) -ossV ttrnurtunlV iill ptlt:'stttltlt:uflrsep,{o11tt .tt1 srrquliru SNn esn ol st suollultflrs:lp Ao11tl lstl: :o.1 rrtlr;:cl pe:rr;:rtd ctll'9.1.-0'SSg "3'l'xr.;1rts
sr\f.l

tl

,,\.l.SV l)trrl's,(tl11u ftrtlsu:

lrrurrltirirs olt))tl)tlt ol strottrtuSlscp .rcdtual 911 tiSrrortlt I,l- ot l):rl)l)tt iq trllf, st13rp lnuotltppy
1l:rB u

pul:'pi\Jt),\\ Plol'3Jnlu -lrtlurll pilu^irl;r tltt tttoJJ pilooJ 0ll-nocr l)iXro^\ llgtl.r ptrtl 'Paf u irutt.lltJ'l)rll:r.ll lt:itl tlolllllos 6J-r$fi
:DuuJru

plit: :r.lutt.tttJ Ptlc 'Pc:lJoA\ !)loJ'pill:iJl lllcll tlollnlos


l)azll
Prffr:

BI')3ocx

ii)nltut

i51'v1g

gQtlt:Jr1tr;rtls,{tl11tl cl;lldttror

1r's,(o1p: lstl3 tto

uo 1)?stl xllJlls ltllttllll:)Jl lt:tuJJtll t-a I ll(lllt. tll (l^\otls rrt: s,(t111* lstlf, JO SdrttlrS roJ suorlrttrflts:11.1 Jtl.L'ttl.loJ lotitrt solrtltllttt g.;o trirll tsttl y 1 .;o trSrp c lStrtlsuc l, s?lultput
:)tl.L
:rt1.1. tlrrrl.ril Xo11rr ltlt srlr:lll)trl -rtrr1
,(1r

l)lsll oslrl

sr s,(o11rr ltlflnl)J^\

-r(luls l)ur: l):rlt:iJl

llllll tlollnlos

LL-na1

rilrurtu l)llll

p:tflu:'t)tltl.lnJ l)tll: oJlll -u.t:rtJttt:tt \.lt)^\ lotl ll tuol; p?looJ 9I-)c(xx


paiu,(11u.t

'

l)ill:ill lrlltl tlt)lllllos 9I'n\1(


lliil!il.ll lll0tl tlotllll()s
l)

,,ir(,,.; tr,,1r(t.l(i i^ill llJll)trl 1rfl r1l lsrll i)tll l)trll'clrlotS ll ur{lll,\\ lrlllrt ttu X11r:r1lr slrflrll p:tt1l [)ttll l)tlo]?:!^

.rlluu l)tll!

P.L-rxxx

ttttltttt .ttl do1lrl

lrflrll tsrtl itl.l.'sll (lltr',irs ()l l):rsll '(lltttttltst:lrtl

I.! ()^\

l)loJ l)tltl l)iltli rl lrlitl tlolllllos

tI-xxxx

rzs

sAollv sll PUe uJnurulnlv

Sifat Tenrbaga Secar"a [Jrnurn


B,b'bcrapa,kcunturtgart si Iat tcnrbaga: - konduktilltas panas clan listrik yang baik - tahan korosi - petlanrpakan baik (appearance) - tidak beracun - bearrng qualities
:1

Tembaga selalu clipadukan <iengan elernen lain, sebab sifat lnampu tuarrg tenrbaga rnurni sangat buruk akibat terjadinya retak pernrukaan, problenr porositas. Karakterisrik pengecoran Tembaga dapat dipcrbaiki dertgart nrenanrbahkan sedikit Lnlsur seperti: beriliunr, silikon, nikel, Sn, Zli, khronr rian pcrak. 'l'urubaga
l

c;air.

tlapirt dituang kcdalanr bcrbagai jenis octakan antara


:

iri n:

rnolrli nll - llcrrttitrtcnI nrold casting - Oentrilugal castirrg : die casting


s;urrcl

Dapur peleb u t"iln untuk tcinlirga dan paduannya


Fuel-liirc liurnaccs
oil-gas-f rrccl
cr

uciblc (titting urrd stationcry

lilectric

I nrl

uction li'urntrcc

Ternbaga datt Paduantlya


Secara umum te mbaga dapat digc loirglcarr:

Low alloys copper (high purity rletal) r!cngun scclil<it tittrtbilltlitt pacluan untuk l'pemperbaiki si iat koncltrktivitas Btrassos, Coppcr plus zirrc (sampai 45'/r') cicttgittt llcittttlttltthlitt Fe, Mn dan Al untuk nreningkatkatr kckuatatt tarjk scrtil penambahan Pb rJarr Mg urttuk nlenirtgkatkatt silirt lllalllpLr
u

k p

i:

r Bronzes, copper plus tin (sanrpai 12%) , Aluminiuni brouzes, copper plus alutnittittttt (sanrllai lzu,/o) r Cupro-Nickels, coppcr pltrs rrickel (sarnpai 3 0%) r Nickel Silver, copper plus zitlo and ttickcl . Cupro-silicon (Silicorr bronze), copper lllus silicon (3%) . Berylium brortzc, copper pltrs bcrylitrlri (2'%) . Chrornium-copper, coppcr pltrs clirotttirrrlr ( l%) . Zirconium copper, copper plus zircottirrnr (0 ,loh)
.
Copper-manganeso, copper plLls lllallgallcsc
(5002'u)

mesin.

Aplikasi cor tembaga


Cor tembaga batryak dipcrgtrrtaktttt tttttttli - lingkungan dengan katahAt'latt korosi 1'artg tinggi - kualitas perntukaan bearing yaltg baik - konduksti{itas listrik datt ltattas yirng tirrggi - sifat kltusus Yang lairr Penggunaanya seoara garis bcsar dapat dibagi nlcnjadi: - plumbing hardware, putllp art, vaivcs atld littings - bearing and Lrrrsltirlgs - gears, - marittc castirlgs - electricitl cottrPottettts - architectural and ornanrcntals parLs. gautb itr 22 saltti)ai

.13

ffi t't
i.l il
Ft

il il
F,l

il
tl
t
T

ti
I
t:

Paduan Cu-Zn (Kuningan)


Kuningan ntcrupal<art paduart dari ternbaga dan seng. Jenis paduan ini masih dapat dikelonrpokkan kedalam beberapa kelompok lagi sesuai dengan k;rudungan seng )/a!tG, riirarnbahkan,, Penambahan tlllstll'-flltstrr luirr jrrgu scrittg dilukukatt urttuk nrertdapatkln Sit'atsi{irl {cl'tcrrtu. lrrisrrlrryil nlclltltcrtrniki sifnt rrrel<rrrris sertn ketnltnrrurr

li.
&ii

$
H

fl
B

ust tlitrt litirr-lnirt. Urtsut' unsur yilng, ser:ing {itanrbalrkal kedalanr paduun cu-Zn aclalah: alunriniunr, besi timah hitam,
kor

t'inrnh putilr,

niohr;l

,.,

i. !

Paduan Cu-Zn clallat dikelornpokk4n sebagai: - kuningan ulpha (alplra brasscs)

kuniirgan alpha,beta (alpha-beta brasses)

ft
is

;l
f

ffi

il
rl
i{i

il
rl ,i.

t
I
:il
Hl

h p

F
H

il

t
ft

8_rg4!- -(\YYY
Sern,{a Futrivgan

dgto Fovrdunynn

A/ S6%

tn

trpmiliri [<eglpinasi Keutetan k

Ketrua{an
V-aWal

layOr. r,tvtfutc

pwrbw{an ?itr,

, dlt

Fetocnpot<

lr.-orningav' AITV^

{. Jetlow &lpha ^.
*
Red Bms\
Atpt*'
Be{"

Emsses )
)

Zn

zo-.3b%
Sqn

hr'

fq; 20%

Punivgavn

geryrnrra

Ftuningan

dg*

\alndvtnga;m 7 6 *
kvr,vtrlrrt{u'r

46% Z*
adw^ya

,y Berrrolorl tl , l<guletqn 9trupfur h+a tg konj


.+, tfunivga,rn lvris irrl Cho+ wor Ki'iS)
Tg

atstbc}

C[lrnY uvt.tn,tr.

WW)Gam

parzrai

{enh{"tulc- tcelorupf

"tn

' : t l.{uvrla Melqt (Ay, cq "- 4o% fur)

?
:.:J

furgivg

brnrl (AOV, u - 39 o/o &^ _ e% W )

ftaonam fugo

{ise* er'A"
i.

?adn 456oC , {adr Sq*t.rass", kekrwtq"l A^ J{* C. vvtewrben+ul( (arutqn Fdat o( t dg^ Va+! a^ ,apt:(
;..

b%
Qr,.
rnterailg

Va,twpy

A^ +

{e.benn+rtr- k

* ta-'r. 1r.i I 7*

-{1,'

r't:

,??

'

./,

A 1,l7q
--,,p1 &

VuqX

rrq"r+r*A .n8P r,rovrl.aaPd Tvyvn


+ho-*,)
'

")

ppil lsal+dg
;aw)
,ndq

lr/rntp +lp , -619l Fl. -

- : llraf : lr'4

-".dop rd/v "rrp.r+ r / rtwauvla u+,r+J tnW JMpri^ar Sra4$,Vaela \Aq\44vrhl,lP ubzl u"'rnpd *rn8uh s epuA o 3ryqq\p fu t/PlrrJn\ilAi 4u1fup o JnqlllP fL -u&l vulwnC4 slual .

q+

; \rp 6Drnpnu02p ;ndOy ryLl\wq


.rn$rvl& -r,rr&,a6 G
{

,wrrr1pr4;

Jd\C G

-RrnporEJa^a'"d lndU4 (q

rnq ;ndr41 G
;o:lp4 t/ti4
?
t ro'vrap

l4!l)

''osProu'rnal

rrludt{4A1f
u nrrgal{

;'tdt;

tapnn *.06b) wfiwvl$4,}


3u-fudu
r^e,,,

tL rt:dq uulB nga$ lndu4, ; Ora.+ud 0/- Jil|>rq+


Nvan

ru

Nr - nJ Flvndvd r.lvJ$)yn)j3d 4

afril

bru*a" d+ d"
Ladlan

r{\ + *> {t'rlesnt'ttr' .pu l4i,iff &\ >9% teF-a1asa dtfitr'raatcon #* *? f--ry
te rd
c\

$t

F)

strufur t(L
{4rur'4ur
Bc'c

,Aft_:

lar kovr dtqg n2 rvl ftsa tcut'rinapn

At-tr,

k*iulgonn
ranaL-l

dqr dlueto'n^P
?r"/,

1)

&'

5{rurct"r & ,

*t
&D

t)

Fu,n^W"xn)t

S{ruutur o(tF

raifo f;.r : ?n

su'or MEgryf -fg'rtY -ry:ry AFU ' Melanfs V4rc.,r' (wnurr 1 si ro / W '** Rt'tdiri dtw,,. aAa ?altl*M fun -kto ttro Ys
>cd

rr funi nW {vt
Fd"dd,f A"

a^.t

(S *zo?* e)

w^iru"*

= -'') t"etiafatr
-*-+
Wo,rvra
erv\eg

[ffi;1J ?Kan vnuivs


.+ lr*rtniqg ttotu;aunt^hn

hh 6r

vnenrh

-)

Furnitrynr'

01" }^ C'- 44'/o A") {w


). '" )
."

. .

Kefriqfq,,A ,nui fc,, *Ta'/o V,ti4fa., v\a.ir' ] {vftltJs AA'

s/d a^':f +r% 4t W"a6orn k k*uqi hqrralan

a^) 36Yo :

F*e{ann

!r'rn tfr?e{tf**:'ft'n

'

?alr*. L'"^i"1l^^ + 1"{rb -} gitni wran"fle

'n#Vp l'r'rfun +4 -6{ v.rtrq t",uv1ra{


*bl
UraS',arryr4,cq
vrb,r,ay^

*lt"*lnY,4"$ydl.,Yqfq tbg"n

'{bl ry

**i - ,48"ry 8t

!4@?1

n*rd runl '


ft^u^l

6^'Im] J^flratlYrpf,

4^Vbrb#ml- y&llAt'fi'4|

rGwrrWlyaw

RrtlO'tl

u'Un1h

nm$/ln v{vq vl}q'vlq'Ld h tV?U/f\ o j60P-r'tio 4 'ttvr *fnol I,uPl 4*l rf lsilC r"'ol$Ai $6 t ? ure| dp\ n'P{p f* vio&l t1u*rexl pA uwwe\'Mil o
,*tq-dllp

dleo
t Uduaul W
|w+Aw

r,rfu *taa)lP lL *ufrl

\awpry

))V *

hp/dt uad
{ral l'tle , vPls >f o

"vj+ / >t -uop.rAol@ v6W 'r6*r,Tq.rp{ f'tcrA JJavF


6nu {tarnaarnn

t +J5

6t" +c-}"'lz}- lay*Q:

4%71

WUdq ubp tard6rxr? let'""tttvar6q

5p"r6 *t^ir4q

uraw *ofut
t^''o'Ifl&''n4

*#

^,r

#.&&,Aa;,1r

(-- "& ( gY\ ' fD '5 'd "V


*u&1

J -,65}{$q W

dvn6ra+*n ,r*nfr1 @

r4rK'4.1,
un6uu1n4e,,l

,^nfr1 fq5 und-oP rF & ,sp&1 4v/a6t )t ;ndff w)F vonvwnwg &e woft1 tairt+\ 12 +T*aq V

)W

? + -r"sJ4 ?

/.J-m

\dvT

n-!ff&'rna;

[.":-@ E,u$1, d-+


.r

.,i yvJ'gnwvt lnpYn t, 1,yt1\a g I'wf u \ !fA+"


t
1

,t8f*

yWaJ '?,,pt
yla]
,anen

p "1,t4Pl

tt

+,wtYfa$

**ay
l0

fifttrrtow
umanzlvll0

""b
'I'""b-i1

uroqord

*fu)

\4

a{tta61' "r',o5}q

v,vrqtd slr.pf
J'i lilruavfr

* :

1p furf*6r^*
5lI4aC
dU.qa5

fiw'lrvwJ) \rWfYWd

rnv:t't
.,,ltivswlM -rA)

yn}la

-dn$rd

3M1

+ ?.tgal pd ( *Af M 6auYaut" *?*hC l")F # ure.r$r"p4 I +


+vr2
++

-{rfl&.**

'\"!
-rl\n f r"?il

dntt r-tla6

l?Q

l-l

?n

llqrr"l fu

$opnA6r"rau

f-l'Ul-Ol{I'

,,t

(k+

r"d/

vrg fuegn)

WW "

"ralqp@ha"l +l

glaquq ${ *'o8ot u/s{hfD ' ilh+o? 4rsd .

' "l?n ,tttt1lllP el


"'nafr1
J h&6f ,r,rrdn"afrnf
.. ?i v'^bt^l

+t

qbc)bAwJ

w-w w +l'
'
\4a6Jsxo

q"nu6n$

,^a6arpJr'l

+dp"t uru'q 6i tyg '

vMd

t/'vlitat

5V9 -5v

fr=I.it,'4N6AN ?,APUAN TEMBA6E


--Un{rt

ci m?5 U l<-nscl ga S t'-a rr : Wal,, dryar{rta:il x


Vr.ret4gt'r i vr da

?d

?Geno'^ *n'b<ga

9 -lnng.^
ka.nta

w\wg@d^{K

W^ ufu *^ lop d(^

(orprtd"

uqhqfian

l<guwwya

t5a,rt 8.r d'pt s?nnivl ivua\

rw.fnglu

t. dg ,il,{q

levotn*n (rrlfr
t.lat)^f)u/A

ldte dg" 6bh &pr" k


drusalr.q

whlrrottto""

Attsvt

laW *"{wl.^f
Va,n

Sigh

nn ?,{.u,ran
'

{nf. ci,lo, trarbuterrr,


cl,\axartr

tc t'l^uvtg Hn W k ,;.la,r tdaU Wlah/ tq o1l*',


gatai

1)

p+r,,,,raugan

li(auuu*^
?ta

hoA'

* t^^J.'

tar.

p,'

W
.

vr40{ar1-

g(

rhiry

g(S"hqyr,,1

cACftT ?otrosiTkl ?*puAN


fle
rug

At-br

-tLtrtN6

\qr"r1 f{6d{,

o herua:tam U o r{q.r. pd belnd.a {qng o pnJ+r. g*gal


F"Y'et'"L
:

o F*s t+&) krw W a fo'"osi {4 l:tw W

-\.,, :

-"

:1'

_/q.y,T)

,^rro.gr"--r^t

vZ,*tj"6

'-nd.bf,r.dfu-ad

d*ry '*wdar
Atn
ox+"f

,"4l.lt

rt

yr(Swyroyl -)r,r )bY


uypln)6 un45g

eA

u3+ @12 ; o\g + ,,z

e+

++

'

\, ln

r,ru& u

rl

'1& +? -- on? +2

q +

o+7
\.w\Ann"ryrr4

nel

rand -Wv7

A'tW

*Y&l
sn.V6r?

firrpuf r,rft nu+\nr4 +r,qnre ttnttr,r,r* & evn/ sry


A)w ,-z&l
u^^,u:"hq

!-. | ,',rworwrd

ltrur.url

{L

erqpn o

r,arreJ

n{atd

r+1ga1 ,^,:w

: +sDw Wphr"d vb

^rfy

v"')F +xrul 0f

lbg q

,o4u,rv6

\fpv

v*
/0s

,rt*q, Sl ,-& ,ernn?t?4


fbfiD*

,+d 4, "4 ^)D u/daFqrtd dJ"t


W0

0raunp

t^ AW q r,tundqr"d *lP p6 w6uJ,r-\ fir'nrad"Oy 'I-t'\ 5


Fldd s{tlSo?od ))dtD

pmberuan cait

arit"t WeA44^
taJa
,-^/

flt, diitarrlr Si^n^na^4 d"^ 6


Y-c

{nro. eir

k {r*,

Larv

atpvn
"*vr^A

{-*.frt
+d(ilI^

9<ea,or

&^ PA{1aLta1

^4

Fl.

ahkkan'- hh' his

a,tn P*Y utr,.tatn


Ct'r*^t

9 tr*yrr^ra- {om l*ir


r\
))

Tv )
cair

/t

//

fua ps#'tTupn')

tsvnhcklra^^, +q/"t {o rrrtri

&pctr6A#k(
t''i(Y\{it
:

Acrtr ?ol?4ti rftt k&l'' f,i-s


kor)n

vrazrcggaLl

tn^a5 u

gs

d{,,nn

lW^ dtN .
sa6{A^w\

nner,rgelurtcatn

{er{qs\^f-

ffhn^bdl^
g6duvtn
? gerqt*n'

\eo4rssu

=
AUA*,,
?

rr% Phrofr"
er"t
yu*rJh'n

6rr,\t

t-

0A

ry- 0 Jt*
/

tqam"

fr.tq,rbiL

lt,* W

(*.1

d,t^

huv{W &t(
(tn^e,rglnrr.
: ')

kte',$.vr' ka Sft,t^^l'ug 8r:

Ya*u.Air Vt4l'lr_ W

",f.^^or{rr^

,W

f*6r^dE*

ululv' Fp frafl't ), h-rl- .t


t Ur<lbh,,e.v Srh

l.{etneTO
i
,l
l

tF

/t^r^ry";,^k' W^{M 'lt't't^Sd^Ar. 16 ,

t\4fq

lu4tM

a(r

tnfnn^ia*'

Px/ra.t.t?^\ &inn*o

lJ;^ $il^^Jl^

[^t(raf

tt, W yurr^*4Lr

\^.-

rn mr wrTv_
rrr;oa1*rteYl

4vw6
+u*'/}"ttr

Yd

-\,y6lby{ aD - vlr,rp) 4t" v'vfifr1


vrp:{

-AV

,cD,|63*rqfu/

Trerf+ 1,S-"] JJ" frq d ' \e-yvw\A & tornaopd vvq+ofugw*t

}?

:
-lp

\^np

{nr

,.^rorr,,mff'rnaa .i

ryw ,-4) +vur fl 4W Jrrya vw^V ;i,,D1ryonvnsfl *)F 4") *{sJ (q wkl.1
-.'r)rla
\,YYYT,/.8 vrrrhqwro^^

-**'*1ffi
Ya,a$t-4)a+- uunmql4/tld

hrtJ pd 4w *&l
(w
nAg?i

v,ttrtl?q-+

vrbe4ulufiaail

wnt>Avr{ovt\ /4/t]{H]g(y+ rryl

.;aJ.rJ *,)F
auar2cA

Vry Jt* 4w *u&l t'tV


&WA.t*
wwww@
(rfrq*ovvr|

: \^^etr.VorydfO
v,'i
rrtngYu'

1rry6aew'

ratlt

\t'Pdvur17 'v

f*n*Anl3d'

Ntrl s{l,ucl@ Jry)fr

rlu+ug3?Md

pubttzuan
^VALrrf

&t(
:

Fe

lray,$'el1o^ $,trurnaaa

h,la cafu

{nrn. eA atprrn {-*.4ra Pu,tvr ahk-

Plt,

liiurdt'

poaryulvtlaan

d"^

k {"*,
his

S-^ Pe'F

7*vil

{+#lr./4,rt

Fd

ka

tr'

- hh'

3 lrtVaq a'w prY utr,.tatn

t
z\
))

trn,il**b foo e*ir {'r""o +


{d
//

Tv- )

ts1,&Clhra"^, 4&^^t fo nvrrcri

cair

fura

' (Tu -p

nt)
kPrt

w;tco6A#k( cwrtr
{''itltuil
'

?otlori

Tftt

4s

vrancgah,

unaj u Lo1;rl

gs

d("r,r

lw^
se64rrwr

r/qeMge!/4tcotn

W t

{ertqsvi-

r ff b'utbailn Wyssw
5g6e{uvn

*+ tr% Phrrf," 6*tvl. d^ W ? $e,rqpn' 4?- 0 Jt* tryam" e"^t


li-tql*h^L

Fuv{W &;( tf^ *&i6 utfl.l.U_ W


7

AUA*'r,

V,* W

ynarJla'a

0 k"ft'fu
a)wrwfr

[4.)

d,W
(

t{a pri,i/rug

, W T.,?" Bfu

(v*ery"",

^ttu^^
l/tncfq

Fp fpa{.rt ),
\t , V ilt,
tu^{M +c"^"d"brr. t6 .
tnfen^ta*, rt, urr"{4.1,^...

/**g*Jr.,'

9iqa1h{^F
SJaLM
ptrt-6,t

V*Jery'" "ynt &r^\ &'b^^o V.,"^ e!^"Jl^

fu

r.!'

Fl..

lt:rirr-tV ]..I[1r.. t

rrrt,hr..:

Frrrr

rarq, rf-lq) .ri,,tt

rE .3 \-

lh.rla lltlrrri/a

*,ffit rr rt
{,',il | rrtrr,rt rlllrll ,jr',ri,.r.'
rrrt ilt! r l,,rillIrl{ttl

1rr'vrvl r1cilu ,rq4ur

.1';i;li;1"';, r'-',1"lll:l',3i',1,11 '"

,.,,lii"dty;,r'lr'l,l'J:;;

r,,s i r

t,rirrl !lr,tlrt, I

lurtrrrr ri rl,t rilrlt rhl$l,u'u rrjl trDtftlul ruittq,l ttOl 'rr,


lr{U

il:':; lll';li'll

il,:, y*:iJl',i;ill',|'Jl'[1

r,

l,uo rrr,,ct to

.rlg,,l rol otonrvl tht o ls /'qrt)rr rrqr)

.no,t'rql,,'o) ct,'k1org lulr io r' rld,rv.) .rlullu ttr,o,d

!.I!gj.ij.$!itg.{'..r,.r."'l

x ,-:f P 'Ul1

d.pil

i\)fi,$ir4$T

Lt

nu

froq Ys$t,uJJ$

{tr$Aq

).rt '!qfI^r.,lsa1

ur

,w

,,,,u4 .tuodl r,^il,rv^lo lror 111oOr1r1ur1 5 C

^r.tr.o-) lr.trxrrt.,

:-r',,*l

ffittiii

: _

"*,1.1(

'.,,,,, 44LlLI+i'. r,,,1" ',,:"',,1',,';:"'1,'j:,i';,:;"'ii,,l'l!r',il,ll,'ol,"f,'j';l;;"1'#:3"'" r,' C) r"'r, gr ,rprx1 I,sprr*tl,yr!*lro!il rl'v,l puo trot.ro vo ',,,,,,,'.t,t$-fffitl '!i" r.::;;l

!r!'(ti'!'usr'ra
CU 'Sll

'1o

1",-.,^

1Tiffi

'),,r 'o)rysY ;o lterr^o) iir,1,o,'l r,l rltr,rlr,', o',rrrt rrrr^,r'l'.r, o',,r^ l(l [!irrrrttlo l.trr nrro rxlorlt

;ffiiF'ffi

l1ol1r1l1 1o {tr1ro4

{9

i\.

.!'T:i

',m
,i:
,

li '":

i['r {,

sfuqw* rq) Jseur$y

Atonrr< lxr(rnl L-,m

rlr. iopptl

"olr-x2 i;;ytrnlS rgq\ rt I


lloI r11 11'

lt0 tL
t,g
I t0

90t'
I
i
l
a

:00
110

lt0

,,\--l'

t?,i

il0
\\ l

l,
I

ii

l;X\-.. l:-.T-'
oo.r\Ll
.r0,

liht prtt.lrl r ll. conni

t
r:oo

r\01.lr
l, tl

'

.tl,t'
,_
9

tr t,

t.J

E00

{lr,Jt

,-

.r,

__
I

-""-.-..-*-l

;l

il

-._._._,_ll )00
\{'t
a

r,l

itht nrrttnr I 1r, linr, OomLrcrr 3. "Dt(r.Jr(trrr l:-otro

Cu

-Zn

7n

[<ereraf
I

an

i
i

l.( U(r

I I

i I

I
I

htwafin{urr'l.-

1
,{

{t
,n

,)

{ t

j
I
:i

\1.

',

'- '-)

.tod

Atr

P \]

(' 't:'r 1

\.rv

\qu{\EKtttrttt

1s(l\t\) Or.t,iK t'(\

11lr

(el-{

\Jr)l)

\l tt)11 \(l

(.lt;

Jl)'\rur'll

r t.lr).ro':lUro.| r.rr1$11r1p g, .-r'rfro.rlrr,{'tr)lrrJrrl(t:{ r)Jt)lrJr) rJDnirt'rqr,ll


(

.6I

.l

l)

r:l

r.r.r

.,.a JLt-.. i-.'j - -.'. f ,' . i ,t a.'

pr

dJ

o<rnrbcrr lll,

'l'crlrcrt:<rtr yonU tor'ltrclt

pcrdc\ bondo hootI

luong

t)crrnbcrr ll7

Il<rl:crf!\o[lc, dcrrr glrcrtrr r)roooo ponyuuu,tdn'

l)pt'uc
I

I\!ser

lliscr.
Spru

rlC IIO ir

I UJ:11,

allilAl

\^^0vYfv{Wv0A

(6rr,l.rruJ?

1)otJol :

ol,'nd1,,

?o q51 : {v?4 -hdl'Y

*'+/n

tC bn

W,

$-t

n.,"f^o11V

6V

*9

ayt

15r,Aa

t.,vn{P,p

Aovoarl^rd

k*_..

\'q

-,YO

;vrpaso:J

hION DESTRUCTIVE TESTING

RADIOGRAPHY ACOUSTICAL METHOD MAGNETIC CRACK DETECTION ELECTRICAL METFIOD MTPNOLIC TESTNG

TUITNING

BORING

DRILLING MILLING

MACI-IINABILI'T

TOOI. LIFI]
CI.JTTING ITORCI"iS SURFACE FINISI_I

CHIP SHAPE

-1 ,.-'.

DNIHSINIC

JNANJVSUI -IVWUSHJ:
DNINIHSVhI NOI.t]EdSI{I

DNIJ,SV'IfJ

i-;

:= :

::::=

:: -

:-

__

:::::::=:::

3i\LIISVJISOd

SAND BLASI'ING
SHOT PEENING RO'TARY DRUM SAND BLASTING

STATIS SAND I}LASTING

STRUBE-PFEIFFER GAS TEST

CI-IEMICAL ANALYSIS
SPECTROMETER

ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETER


CARBON SULFUR DE]ERMINATOR CI.IEMICAL

FTARDNESS

IMPACT
TENSILE TEST FATIQIJE TORSION WEAR RESISTANCE

Indonesia umumnya
Tuban
,p.

Sukabumi

SYARAT UTAMA PASIR CETAK

. Mempunyai nlampu bentuk r Pemreabilitas yang cocok o Distribusi besar butiryang cocok o Tahan temperatw tinggi + kandungan (kadar) SiO/silika
16000c

P Besi cair

14000c

I1000c

Alunriuirurr

7000c

l(ortrposisi yiutg cocok Marnpu clipakai lagi -+ daur ulang


[)lrsir hartrs nrunilr

il L,N'l'Ul( ll U'l'll{ I),,\SlR


1. IJentult pasir bulat
2,. lSentuk ltasir sebagialr bersudut

3. llcntuk llasir bcrsuclut


z$.

IScutuk llasir kristal

tOrZ uo:ltlz:

;q4sed
Brtitls 4s8d '? lsBuns J.lsBd 'g

1,,

rutuud JIsBd 'Z

Sunun8 JIsBd

'l
I

)IV.I,fl) UISVd SINEf


rnrt?\ttiLt.tacl tttttlnl?llr tr:':;i!'::p

Ilnq [n])ltn:ltltettt 8uu( llsEH


8uu1n rnuPIP ludeg

ilcalrrupJllscqtrJocEptlaq)in}trntre>iutrn8lp]BdEo rlEIllAI'
: ue8unltino)

ryto]

rlsBd : ?t:IEl[l wt19,B

alStrrs ttntlttsle lussl?ut rs>inpo:d IIBq

sosojd rrulinlultP 8ut:as 8u11ud fluu{ uruEo1 ttc:oca8uod

F
t

rlsd uE{}oc
rureSol

{ruera)
JlsBd

: uulploc sluol

tll?Itl].ac tlnIll lJetrlouJ

(-

tttlc uttl8ol tlclo tsttp Ettnd tru>in1oo'tn1 ug{nluequtad SesOJd -uuiiSSueu trefittep u:tfo1 (Etrrlntce3ntn:ur) : Eults?C sasoil,d

nOtfuAC- NlOl'L NV)l O)A

NAd XnJ,Nn

I..TV)V'[,!f, NVC XVTSS UISVd

1.

':

ruur [0 0 urul EO 0
tu 80 0 luu.l 0t U
r.u

Iulll SI 0 lutu sz 0
ttiLu h 0

ruru s0'0 nltu 60 0 rulu 0l'0 ruru sI 0


ru.rrr.r

ruru ?0'0 ruru s0'0

ufir 60'0 uur 0l 0 unu s I'0


urtu sz'O
r.rlru r.uru

92 0

unu c0'0 tul-u s0'0 tritll 80'0 ruru 0i'0 rulu s i'0 tutu sz'0
rurfu

s8t a

00t
0Lz
002

0se

Oilg
08 09

0Lz

00[
002

0tI
O?I

0tl
001

09I
001

ct
vz 9t
(,1

00r
09

09
T,V

tuur
U.r

s['0
00'l

s['0
0s'0

sf'0
0s'0

sv
gE

09 bb

rilt(r s 0
tUtu SL 0
rurur

ttr U5 0

rur.u [f,'O
r.utu

0'l

ruru Il'0 Luu 00'l


turrJ

rrilir 9 l

ruur 89'l ruur 00'z


JclarlrPrcl

89'l

urtu rutu rutu urur turu

zl
vz

0t
zz 9I
OI

0['0 00'l
89'l
90'z

sz

9I
OI 6 :ON

8I
7,1

'oN
?Aals

'oN 'oN c^crs


e^ors prspu?1s

1Jir')unlro
.''

J0loursrcJ

:ataurslc
c.rnt.radV

rrrl.il.tlV

a:n1:cdy
:c 1,(.1

c.rnucdV I,\J,SV

l,1t { illcl

ItI I NIg
usru"rcol

SSB

aAats :a1,{1

WISV

qlsllrrg

(ue4e,te) so^arS prepuels

rBnses stueq

rsnqll}slp <sElr
Ir

urlrnualu

qB

ouua d

rcintrt r8Ernl rrr{Euros rrutEnICII trep Lre{lISsrilp 8ue{ ioc


uprreq rruu)inuued snprl ut{suas

u{eu :tssd snluq uJ{eI"uoS


: r.ruJruln

tpre8ua4

(.rrqurnN cr.rr:l ure:g) N:lD lullu uu>llussprag +-

UISVd N\ruN>IN

.l I ;N

IS

Clr'[AKAN I)ASII{

I'.' Gre cn'diand (Ccttkrttt Pasir llasah)

Spcsilikirsi

,l' Digttttallut tttrtttk proclulisi

nlassal

* Biaya produksi rendah -+ nluralt * Kadru air < 4.0 % * Diipat clircklanrasi (daur ulurg)
o -> Bahan Pengikat : Bsntonit - 4.0

+ Bahrut ttuttbithtut :

Gula tetes/molasse

* 2.A o/o

-+ Flowability
Serbuk gergaji

-+ mudah dibongkar
(collapsibilityl *+ Kadar air : srurgat dipengarulli oleh adanya bentonit

c l.
$,..1 4t-

Pcrmeabilitss

Bcntonit 4 %

I
E

_9 t3

E r.0l' t
r ,ol' 'l :l

$'

! '''l slg

,a

-c

q
S

s 15 t, :,ol' {

I
Kckr:atrn kerirrg

I b

t lu

Cbr. 5,15

Itcngnrutt

llr

dqn
ko

bcnlonlt

pnda paslr dll.


t.bcnlonlt.

stroll'J-[orit

udcl @

qr}'gE=rr

-'F-a--

ISl?lI]ISOdsnprreul0ulu0)iBlacre8elunsesSruqtgsodulo{<
IIEXeunBIP {s'ftEq Eulpd ' , d u su g e'duunsn'(ue : ouruotu I{EtspB t zol lirroir (Ozi-t' S t,' Oz IV)

\t',-

<
4

usrrDln < turl 10'0 - 0l snpq lu8ues rilnq

eiodrresuaplEnsas{n}uoqlpqupnu{sBd< tIDIBllIos t88uit ur{was <1c>13u01

rru rtpe)t Eunltru?-ral uf,rsa1?ue1

luJls <
lruoluo8

J,VXICNEd NVI{Vfl

11p

'uatucs rlsed ue{Bte3

<

tllq

lsed ue{uleJ <

srsord zOf, rised uu>Pta3

(
'III

snsnqx Jlsud uE{B}aJ

'

r88ult dstal sullllquarurad

rclule] r88ult uBlBnIs{ ue{ilsBq?uaul


rru rEpB{ re8u uu{seuadlp'4rguaqp

+-

qppualpualll{

l{spnu re8e usryqalrsq

r.r'
'rre,(

'e3uap

mdurecrp uequq

: ue{sl3c uetenqued {-

'TlJ:ffi;ffifi;l:
xieq sBllllqselrlrad 138u1l uulurulaX

* *
'II

: rsu4grsedg

(8upay Jlsud uultuls3) puss '{rO

ll.,\l-l,A\N PUNC
-r,

Krl'l' KI IUSI.J S

.\il' kacit
Proscs "pcllgurilsiul" dcrtgiut nlctlyemprotkan gas COz agar
pe

ngerasan bcrjaliut

ce

pat.

-> diurertsi

kuri.urg baik

lr1in1'ril< kltttsus

Pengerasan dengan perlranasan

-l 50oC

Walitu culiull lruua

I janr

-> inti/core

l'ittrittt

Cairiin kimia (resin) yang membantu cetakan cepat mengeras


diut pasir urudah dibentulc dan tanpa proses ramrning

o Pep-set
Sifat dan kegulaan sama dengan Fuan

o Semen (putih)
Untuk ukureur cetakm yang besar tetapi mengbasilkan bentuk
yiurg kuang akurat.

lli\FIAN TAMBAIIAN
1. Gula tetes/molasse

+ flowabilify
2. Serbuk gergaji

+ Collapsibility
3, Clay

green strength

1,", 1
iri

#=d
: sntulu uu8uap

m{nlp sellllqusruJod I

Jeptruls uormsads InPIour

I
[[:

rt,

Eue{ rqry/Y\ orupn 33 0002 tl3{lB,1\alsu {ttlun uu>1n1radrp LI8{nryBIrp uer[n8ue4 rrup uur.rE{ot rru8peqrad IJEcuOtu ueEuap

.t

ii

rtsed wllllquau:ad 1fn 1up upud Euese4 r

untl0sXunu0s{uuJn{nJupuglsuauusedslungt
: ornpocord lsoJ,

rrec ure8ol FEP urePnTsu8 u{u-runlali {nttm tru>p1:odlp teEues

Iu srupn ue8uenll +-

ue8ueru rn4n8ua61 4sd lllnq Jeltrs sJupn

d '7'

ssltllqsaulJad uerfn8uo

'rsed tuepp
EIntrI luroq uBspeqJad +suqcq rru rEpBI u8rerl qelEpB Jltptu trup u'{qetaq Strequn'1 r JUrueI
.rrrlr

rrri*rr]

rri4r:ouortr nrtlun:s Jolrr\r:^cp

twlup

tru>1ur8utg I

umlZnBlE I BIlrBIas

J o0i I

EtttraSuad nl8trnl spsd uel8uue) I upu(l ntFs o00l I )intrrn JISEd uBJnduIBc tIBII'un[as Sueqql

uBlplec

: eJnpacoJd 1sa1

rln8uayl <:tsud tre.tntltttt:c rurtpp srqcq rtu u:Stmptml rtv rEPBX I'rBI[rr3ua6

'1

NV)VJ33 NVIfnDNgd
'Ws

Penneabilitas

o
L
A

Volurnc udara yang lcwat spesimen

= Panjang spesimen

n r

: -

Luas iristur sllesimen ( 19,625 cmz)


Tekanan udara

= Waktu

pada benda cor

cair ke dalanr cctaliarr

3. i)engujiiur Kckrurtirrr
'i'cst I)r,tlccrlrrre
:

r ' . "

llLlat spcsinlcn standar ulturur 0 50 nlm

x 50 run

l-ctakluur lradu nresin ugi kckuatur pasir

Beri bebiut hingga spssimcn patah


Kekuatiur tekiur dihitrurg bcrdasiu nunus
Kckiutan "l'ekur (kg0cnr I 1 =
:

Beban

(kg|

Ltus irisan spesinren (cmt)

-+, l)cngujiiur
'.;:
1:t
l

Distribusi
:

Parsir

'l'est procudurc

'l.
,it

l,

100 gr saurpcl pasir yang bcnrr.bcrrar kering

I
i:'
F:

'2. i)asa:tg ayalian sesurri urutan dari yang paling kasar ke dalam mesin
pcngguncang pasir

-+ I{o-Tap
selama

t: -.ii i,l

" ir
I$1

3. Tutup clan goucangkan

l5 menit

4. Keluarkan
5.

ayakan dan timbang menurut besar butir pasir

Catat berat pasir dari nrasing-masing ayakan. berdasarkan prosentasc dapat dihifung dengan rumus
:

6. Distribusi

Berat pasir Pada ry431 (et) x 100 Prosentase (%) = Bcrat sunPcl(gr)

masukkan data pada kolonr Nornor kehalusan butir dapat dilahukan dengan : seperti c*ntoh berikut (AFSt fineness nuntbcr)
Bcret puir dalarn ayrlrn (cr)

Sieve no.

British
Standard

Perhitungan

I'{asil

+10 +16
)- 1')

+30 +44 +60 + 100

02 08
6.'l

02

x 16
I

J.'Z

08

27

I /,O
201 .0

67x30
22,6 x 44

776
48.3
r

150

5.6
1.8

+ 200 > 200

483x60 15 6 x 100 1.8 x 150


4.0 x 200 Jumlah

1104.4 2898.0 15600


270.Q

4.0

800 0 6854.2

AFS fineness No E

Jurnlah at&t'l 68542 .o -.,5


Berat
100 sanrPel ---_

r Amenican Foundrymens

SocietY

Snlfl Tf.Sf DATA w!il('lt lt,tt,l l'trnt't tt Setrrt ^( lilNI lil[ \'rtilrtils ( ,rstlt.irir lv l)ttttttt:rt ('rtt txt; Al I (tt \ Thc tcst rctultr rtcortlcr..t q'ere oblrrnc,l uting thc Arrrcric;rn I'truttdr)tllctt'r /\r\rlLr.lltrlrl apprrr(ur rnd rrc rftct l"l. Diettrt. I'loitturt
Casting al!oy ( l.l\ I'crrrrc. i ( irccrr rhrlitr' lt,ttrrlrtc..rr,rr rtrlrrl;rrttc

Aluminium c*stingr Sralr rnd Dronrc crstings


Coppcr-Nickcl crstingr Crcy lron, light ltovc

6.5tol! 6.0tol0
6.0to.lJ

ll )l

to

1.1

6.1 trr {r.J trr

tu l0
to 10

1.0 trr l{.(l


I'i 0

ll ttr lS l2 to l,l l2 ttr I'l l(l ttr ll ll trr l.t II to l,l

plltc clltin3r
Orcy lron. rqucclc ntoulds Crcy lron, medium lloor rrnrJ Crcy lron. mcrJiunt, rynthctic
rr nd

6.Jto[! 6,0tolJ
5.5 trr 1 0

lll lrt ll ll tl ll
4ll lo (rt'

a,ll trt ft ll
4.0 to 6.J

tlt l{t xll

7ltlX1 l.{l ttt I I t'ltrrll ('5tll1 (' 5 tl 1.1' l'.5 tl 7 1 0.1 t,, I i

,l rrr I l,

Orcy lton, hcrvY, gtccn or


dry s:rnd Mallcablc lron crrtingr. light Mallcnblc lron castingr, hcrtvy Srccl, light gtccn tantl cartingr Stccl, hcrvy gtccn rrnd
Stccl clriings, dry rrntt

(!0tol0 J.J1t?I
,1,0

li rri lJ

.lll to

l(l tu J(l
6(l

i l" l l
trr l1 .l trr I {l .l lo llt
X

2.(! ro {.0 1.0 to ,1.0

Il5 tu lltt
J(l ro ltx

ro 6 0

(,tl Il

I(I II(UATAN PASII{ CETAK


i

, I'(ekuatm llasah ts Kekuatiur ikatrur pasir dalam keadaan basah

F Dipengiuuhi

: Kadiu Bentonit dan air

)'

Kckuatiur utrilisittturtt : Kadar air 4 - g %


o/o Vlenunur drastis : Kadar air > 9

1. ltelnratzur Kering

). Juuh lcbih tinggi diuipada


. l..ulttlttlttt Kitt(tllr IJdilrit

kckuatiur basah

'F [)iilcngurrriti : Klrdrtr air scbclunl pengeringan


'.,. l',e ktnrtrut lrkitr:rt lltoscs pclrgcrirtgiur olch udara

',r' lr*ckuirtrur drbuu


ll lrs;tlt

ah ke kuutur hcrutg tetapi diatas kekuatan

kcicrtrb ulllut, kcccllatiut utlara

l)

I:NIG UJ IAhl KB

KUIVIAN

&

Kekuatrut'fckiut

LD Kekuatan

l'iuik

[D Kekuatm Gcser
pasir)

Machine

+ Nilai kekuatan tekan, geser dsn tarik ditunjukkan dengan skala


luar, tengah dan dalarn dengan satuan

K{Cmz

P[,M I] UA'TAN CI]'I'AKAN


t.

Pembr.iatan Cetakan dcrrgatt'l'ntt glttt

-> Produksi l(ccil


drtltrltt clcttgalt tttcsitl -> Bentuhcoran sulit

-+ Betttttk coratt )'allg bcsnr scklrli


M ttcatttttYa
:

Ktrp dan drag unlulrt

2. Cetakart tzuralt liat

ll. Pernbuatzur Cetalirul sccflra Nlekrttltk

+ +
1

[tI'csicrt
bark

-> Prodtrksi cctak


MacattltrYa:

Produksi rliassal

. Mesin gtlllcang

2. Mesin pendesali 3. Mesin gullcatlg-dcsak

4. Mesin tekanatr tinggi


5. Mesin desalc tiuP

6. Pelernpar pasir

Pclat!lrarr Mrnufacturing Pcngccorart Logr tn No tt-Fcrrous Jurusan Mctrlurgi Fakultrs Tchnik Uirilcrsitas Ittdottesir '-

I'rsir rrruLl

"''

l'astr Jxrtlltltt

\ ,I'01'0"

Ii.rrrrila cctoLln

)ifJ5!ft',," '

'ii \ l.,lir{I"i'-,,
. il

:: .:t _ _li'
ut

ilur 5.1 I'crLrlsr


l

unluk pcntburtan cclr-

Lrn drn3rn lrngtn.


n
rJ

Ctx.

5,1

I' rr.rrcr lx
I

txrr !,rn (c l r Lr

xr

rrrtrlt.

Rrrri\r lup Rrrrj\1

llrrr3la

Lup

Rrn3ll

RrngLl Pua

(rl

dn3
(b)

f(r,itt.lup

I'cnt panvnt*e

RrnlLr dng
(s)

C}r.

t.J (r)

Rrnglq cclrhrn.

i{J' iuru$n

1,91, I)c I ut i hl n lr,lauufacturing Fcugccorau Lo&arn Non-Fcnous

Mctllurgi

Fllulu Tcklik Univcrsitas

lldoncsiu

Ilonto lan
C.atakan

Pcmbcrnt

ItcnoJrang

tanah liar

I\nngkn cctaLnrl

Cbr.

5,4

Cctlkan ttnnlr llot olch pcnlrp"r.

Chr.

5.5

I'cnrnsongnn p{n).unu.

xorrr 6njrrr
It nunl u tr

t,]:_.--f:

__

Prp.n.r- _-_ t^-.,d


:Jf,
Pcnl3ctrr

I'rnt

UJrt
Stlubunl
S

Urlrrl

111"11

'l'lcjr !crlr
PcrJ

rlinrlcr

rtalrrrr

rxn tt!t r\.a n3


PcdaI

rrnR{iclzr

(lbr..{.?
Cbr.

5.6

Ilcsln cctrrk gu,rctng

I\f cknnlsnrc p(nB8unon8rn.

Pr 1' '.

\ttit ,:r rr lf

.rl I

-S<1"ps"3

Srlu rr n

udnrr

d&
pcrrtlcuh.

Cbr.

5.8 trt.trnlr,,,i

791. Pclat ihnn lr4arru fircluring, Pclr gccoriln Logit !lt No rr -[:'crrorrs '{91' Jusuern Mctalurgi Fululurs Tcknrk Uuir crsitus Irrcloncsiu

:'i \

Pcngukur Kcpaln
pclldcJok te|ionun Itnn
gk o

t
t I i

i n;:i ) r'il ri.rnil

1'\

doput l)cnggclat
7

dibuh
Lcpula

I)cllt pa.ung.ln

llrndcl

krtup Z , I lonrJcl frcrnut\i4

Kotul)

l'cdul knki

fi)
l)cn

ggctcr

Pclst

llil

Rangka dog . Pclrt prsang.rn

Rungka \up

N{cjo l)cnggurrcr ng

(lxtlul kuki)
Kcpola tckaoan

Ilntrng raluran--.

Pclrt at.gr Rrngkr

lcup

RrnSkr dra8

Plprn rlg.l'",r',bnlif o,','


(nrcrrggurrokun
bulu t
Pcndc-so k a n

'i

rudut bulut)

(hrnd*l pcmutur)

i
I

(.t)

(5)

Ilrngku kup

h,c1,H.f*q3&
\l!

--/

_NTffi
lJ

Hffi
Pcnutuprn

(6)

.II

PcnS,Sctrrun

'

(l:atup lutut)

nn3l,r

Pcngarnblhn nngla (Pcnyclcreloo)

Cbr,

5.10

l'crrrburtrrn

cc(rlro dcgrn lrr\3L yra1 &jrl dlb'dh (|!ruraq{trl).

)c I u

rr

h.u r lr ta

r rr

fro rnn3

Jurus.rn lrluulurgr

frhlll

Fcrpnn lojlm t'lorfcnour


TerBI Ururcn&rc tn&ncttt

O)

V
L-J
sonrbil

N{cjrr kc rtur.
dcrtg,utt tollEnll'

!'lcngiri Pr:ir
diSu ncrn I
"

Kcpnln nrasuk

(o

\U

Dcslktn dinrulni
tclch kcPnla
di utnr,

sc'

nlosuk

kclunr Kcp;rln kclunr Kcplln Pnsir diraPu, Pc'


unt$k r[ltlrlrn.

I'cnnrlkRn Polt Cctoriln dinrulni


scrcnrPnk.

llunt',Ln dikclr'rttritrr
dcng,ntt tnttgntt tlttlt
1>crulxtsiltntt Poln.

kcrjnlrt tnntbnlrnn

Clrr. 5,12 Itctttbuttttttt cclltkull guncnng4cslk'trtrlk-polrr'

N{inynk

Silindcr hidrolik

l-.-.- Scgntcn
-.-"-.- Pasir

l'ol[

Udn rn
(

D*ak
Ctrr.

t)

(l)
CuncanB-dcsnk

5,13

Pcnrbunlnn cclnknn pcndcsnk sct{rttcn.

Pclatihan Mnrlulacluring Pcngccoran Logillll Nott-Fcrrous 1ffi, \S/' Jurusan Mctalurgi Fakullrs Tcknik Uttilcrsitns Irrdortcsj4

Cl-rr.

5.15 Korutruksl kcpolll

Gbr.5,16 Pclemplr pailr tctsp


I,urcrlrptr ban-gandr.

mgcslll

psslr dsn pcnrburlrn cctukrrh.

./,

,l

5.

Pcrnbuatan Inti

105

r?->: -r\-/-/ \l-'ttt

---\.

Gbr.5.l8 Intl kotqk;

{i1

Pc
J
rr

u t i lr u
r

rr rs;

lr4c tu

n i"4lrr u lact rrrirrg Pcngccoran Logtnt Non-Fcnous I rrrgi Frkultrs Tcknik Univcrsitas lndoncsia

Fi6. Jg:14. Ranrnring

MOLOTNG

BOARD

ig, 39-15. Strikiog Off Sand wirh Srrikc uar

l:ig. 39"10. Ulowing O{f Loosc


5rrrooi I rirrg 5rtr{.rr:c

Sarrd

witli

Uollorvs

RISER
Pil'J

coffPouN0
SPRUE PIN

PARTNO

") ai H
l-. q)

xt

rll

;.5trl

ii

*x o,
Hd

'

l'{

F< '

_o

cd-

f{. .r{
C) .tl
qJ

c!

t<

k \J
Ud

&a{
:!^ I.)IJ
LJ

VJ f \ \J

hr -1

$'
F{

a $
I

L{

c
b0
H

J4

n 1
()

G'

rt'

i-"
(d
k

d a
ad

F X

Fcq .; '.cd

.x

+J

'-'

*1,:4 Q.3a3

ts v "gi ct< oc(


rn

.O?JI
L

(UsHa

?,414
I

F'

lc\l

tr H

d5 f;o .!a
AA

.qbo c o boJ/ :l-.i *-'


/-\ *vH

'Ed\./
)..,1

^ t"l Ej Ct E
c'i
# /h

\J

Cl

L,r.

3.7

Contoh telapak inti berfumpu dua nrend:itar

Telapak inti Gbr"

3.8

Contoh telapak inti beralss

Telapak inti untuk kup. Pcrmukaan pisah

Telapak inli untuk drag

Gbr. 3.9

Contoh deri telapak


bertunrpu dua,

inti

tegak

Inti

(3)

Telapak inti ._--r--..

Inti 'fcllpak inti

(2)

inti

(4)

Inti (l)
Telapak inri

Tehpak inti

inti dipitsang menurut urutan dari (l), (2), (3), (4).

Gbr,3.13 Contoh telapal< inti


(potongan).

pancang

PARTING LINE

COR

F,c'

Scctlonol viow ol

o"d o lypicol luo'parl nok!' thovlng-::lo ond 9o1"' tv^nt', ily, tprvo,

dtog' cotct

in

Flocc' corting cov'

PATTERN
S}IRINK RULE (FOP CAST STEEL)

5T)".IDAR) RULE

I.

MOLDiNG EOARD

"

:--:e

,#,

Fll.2t'15. l-[o rirri'rl rulo toJ<or inlo co"ri A rJil!,c'cn':krin\ thc mtlol will rlrrinl o';' cooir o/tt''ccrfbg' rvpt ol ',lrir"irt,;;;;.;ro rtl:r ;jht porrern l'"v ooci' "'r"i urril'
CORE

!crolior lhc cr'ourif

CORE-'-PRINT

rtirNT

;i, isrit*U;i;ii';!:l;r;d -------ddRE-

!:+

ccR

%of*t-'

C.CLAMP

MAKING CORE
,-: : :' a:\G : _"':--.--': ."i r- .- .t.- .. -.r.

f is,21.16,

lronr Dtott orrnril, llr p( 0rrt lo bo ii/rct/ wlthoul domagtt.g tht nold'

f/t

e r '';r'l

ot Fis.21.7. rccrlonor vicw

rvpicat

dtos' corcs in procc' corrine cov'

iiri.!iii,Iil^:,:l;::Tr:;:;."nd

PATTCRN
CORE
EL) sr-{RINK RULE (FCP CAST STe

1i
5TA..IDAP) RUL
E

q'{or into co'ri 'crsliott rhc c''-su'" Fi9. 21.15. i'l,o rirri'rl rulq f ollc''ccrllrg' 11 'i1!!,t'ja' 1xt'ti' cooir c: tht mllol wil! $tink " 'ririr"i"t, oi 1r''ii ut rii' l'cv aoctr portern t lo rr l:r ;h

f. ,r.l

MOLOiNG
COR E

'/l)o

-- \ PRINT
PATTERN

ffii;ili.iiiiiiivi.:.i
f

;:+

:;.i"'r y'4

CORE

80x

C-CLAMP

MAKING CORE
F

bo i;/rctl lrortt I/tc r";r'r ig, 21.16, Dtotl prrnrill llr pt ortr to

witioul ddmrglr.g tlr rnold'

COne

tru t'IOUO

l:if,. 39-27 Corcs in Mokls

DINAI{IXA NUII}A IOGAil CAIR

I i \XZ*!lh++JL*UF:K 7g
I
r-' I 1llLl,i, l,'-t,

iil]t] :ln1

!{
Z

Beral totai d"ari icgam cair


TrngEr
clar

(KS)

r hgam cair (tlt)

P = Tekaralt sterrli dalam logam cait ii(g/p?;

v = Voiure spestiil( daii logan catr rrr3zKg)


iiraf itas

t (rn.11t')

Kecepatan (rnzrlt)

tiesekan (frrl<sr)
K i-rrr,:l

i aLl

.Jika pt:t'sernaan diaLas djserli:i'iranakan


,,?
d

utaka,

l,+Pv++:-+F=K (q
1'ol.ensia
Ccns Lanl

l irearl * Preassilre heac + velaclty ?read + Friction :

Pouring bssin ' |


. i ri '

{
'relnriot

Sprua
'j

" i.;;' ii: Sp'ruc vcll' ''

. r. ' :'I ) i: .'.t', t '1.',.'. ...:ir.1r.:.."^. ' Mscr


i

-*^4 Inqole
Pressurc vc/ociry

vZ
VlherE

v
n

Glting

Pouring
).-.---Sprue
(

Cup

Downsprue, Downgote

3
spr ue

/
Bg s

costins

(6 - r\y

,/,

(s ut lon , flell)
,,^_t

,i'
Runner r. Lrossgole
J

tes (lngcr tes)


Go
t

Runnci' fxtension
I:rc' 7.1. Crt(ing tcr.nrinology.
crno ulli's Ihectrctn:
vl .r I __--F-rl 2
D

2g

tp

t-

l,,t

Vrz 'r," -'l- p - 29p ' '

-l- ltz

(3)

Poirr
(,]

t^

poirrt_,?

0.01'cu
0,01
sc1

ft
ft

1cr':;cc

Q*0.01 cuftP..
4z

r.l

(l

l1

1,',*rt*

* I lt Iicr sec ; tLI


L,.

..;

0.005
O

sc1 f

t.
Dr-t
'i

1/, - -:- - ?. ft I 'r Az


sizc on florv

'i.

l'n

Fltc;.

1.23. iil-lc;t oI c]:lnncl

vclocity. Q, ,1, ar:d V uc

\,.

"l1
_l

o- =ct a r;'i "J

dTtr

I
A^, J AE v, bn

I
il

:,' r :.:
\/
9.)

\J

:t: o ?
r-)

:l

3 ',:

;':
:l

o
:: :l

1
.i

ul

o-

it

(r g-'J (-t ': 0-

'{

ou1 ttr ()c)


"-1

*,

*0?
lJ.

lJ ti
-.

3c?
ll.) ' ' <' -\' t.t) i. ,-r

A.
cr

r)

:)' /,,;:

v !1 {} (,)r r-1 Pr Lln cJ 'a (a' l::


(D

:jrr) o(}

U)

-rl

ti

c)

rn Xl rrt

aa :c *{ >:o T> -o
6-r

e;

-J

a 3
:o

<-rq

tlJ Ftt

4, rnl

o ()

,z

: ()

-U(,h

f ta
o.A
UA

CD

-o tl :o --l z rrt oro> c) ccc-o f lo(/izm cf;o


C) c0

cr
c)

r' rn PFom -s>3X


(n -n

= 5ffigB
:7,<->c
7) a

{)

i).

n I. 1 o

\Jrnrn

Ftc,

7,9'

'Slclrgrrtc

u].{ruK MEMBUAT CETAKAI{


CAS II\G (HASIL TUANGAN)

DEFII\ISI : SIJATU MODtrL YANG DAPAT DIGI.INAKAN


(MOULD) UNTIJI( PROSES PENGECORAN LOGAM
IIII,I)II.ODU I(SI DARI POLA MENGHASILKAN

P. POLA (PATTERF{)

PI]ITBE,DAAN PATTERN DAN CASTING

PERBEDAAN YANG UTAMA TERLETAK PADA DIME,NSI, POLA (PATTERN) LEBIH BESAR DTIV1ENSINYA DIBANDII{GKAN DEhIGAN CASTING SEBAB:
O POLA

MENGALAMI PENYUSUTAN r\NTARA 1-2 mm SETIAP 100 mrn


CLEARANCE I.]NTUK rr rN r st{ ING (MACHINING)

" DIPERHITUNGI{AN
O

POLA ]]APAT TtrRDIRI DARI DUA ATAU -[IGA BUAI.I, SEDANGI(AN CASTING tIANIYA SATU

I(ADAT{G-I(ADANG POLA DILENIGKAPI DBNGAN INTI SEDANGI(AN CASTING

rIDAI(

JET\IS MATERTAL

UI\TI]K F IIMI}I]AT'AI\

POLA (PATTtrRN)
1.KAYU (PALING UMUM DIGLII{AI(AN) MURAH & MUDAH DIDAPAT - MUDAH DIKERJAKAN & PERMUKAANNYA I-{ALUS RNGAN - MUDAH DISAMBUNG MUDAH DIREPARASI z.LOGAM (CAST IRON, BRASS, ALUMUhULIM)
CAST IRON

- MURAH

KUAT TAHAN TERHADAP PENGIKISAN PASIR

- BRASS - I(UAT - TIDAK BERKARAT


.

PERMUKAANNYA LEBIH HALUS DARI

- TAHAN TERHADAP ATJS DARI


CETAKA}{ PASIR

CAST IRON

ALUMLTNIUM

MUDAH DI CASTNG

r} - SANGAT RINGAN

- Tfb,qrc BEnI(ARAT - MI.JDAI-I DI MACHINING

3 r)LASTrr( (POLTMER) - TIDAI( ML]NYERAP I(ELEMBABAN - I(UAT DAN SECARA DIMENSI STABIL

- .fAI-iAN -II]RI_IADAP AUS


I{INGAN

- PI]ITMUI(AAN I{ALUS DAN SANIGAT


,l
SllMh.N (CiYPSI.JM SEMIIN) - PITMUAIAN TERI(ENDALI (BAIK)

5 LrLrN (WAX)
CAS'I'INC

- DIGUNAI(AN DALAM INVESMENT


MEMBI]RII(AN PERMUKAAN YANG BAIK DAN SANCAT AKURAT

FAI(TOR YANIG MEMPENGARUHI SELEKSI


VIATERIAL POLA

I DI]SAIN CASTING (KETEBALAN MINIMUM,


BENTUK CASTING)

2. JTJMLAFI

CASTING YANG AI(AN DI BUA'I' (TNTUK JUMLAH BANYAK POLA LOGAM LEBIH DIANJURKAN) METODE MOULDING YANG DICI.JNAI{AI\ (DIBTJAT OLEH MESIhI ATAIJ MANUAL)

3.

4.

BAHAN MOULDING YANG AI(AI\ DIGUNAKAN

PENYUSUTAN AKTUAL DALAM STJA"f U CASTING TERGANITUNG DARI Bi]BERAI};\


FAKTOR DIBAWAH INI

l.KETEBALAN DAN DIMENSI LAIhI DARI


CASTING

2.DESAIN DAN IG,RUMITAN DARI CASTI}IG


t

3.KETAHANAN MOULD DARI SHRINKAGE


4.

MATERIAL MOULDI}{G DAhI KEKERASAhiNYA

"i1

t
l
I

t
i

.:,

5.
il

METODE MOLJLDING YANG DIGUNAKAN

t
I

6"TEMPERATURTUANG DARI LOGAM CAIR


JE}..IIS-JENIS POLA

li

I t

I
I

I. POLA TI.JNGGAL
2. POLA BELAH 3. POLA INTI
C0N'I'OII KASUS
I

t
I

I I

GREY CAST IRON CASTING AKAN DIBUAT DARI SEBUAH I)OI,A AI,LJMI.JNIUM YANG AKANI TERBUAT DARI POLA l(z\YU DAI{I GAMIIAI{ CAST IIION DIMENSTNYA 80 MM I'ENTUKAN DIMENSI DARI POLA KAYU DENGA}{ tr{ANYA VI }]M PERI-IA'II KAN PENYUSUTAN SAJA

I
:.

'ury
krC-in'

'arWN&N CASf

trye

contoh /U/)EIU
d.anr.

Casfinr/ ( ftzud.v

r-

t/ ) lVtgV 8U& j eg iwF dfurrrinl(t!?t


{'/L/NhE(L
5'{<4KE

pft,//,L/

trflftfl fLy UfteL


M,#VtruLD

{EMPlI
Eu//
Tee

Jns*
,
Enlrr r chgEi,

&ynec.frftfr

frp*
.

(,Ue/drng

'rrhL ftrflv//VG u/d , 8W y'arlr9e?Wr*' d

nflLi Re.u>

contch

/lr/08/L

;ei'diri

d.an'

easflny. ( raun*y1

Mtgrv

gufr , &# /b, F 4*urinr,wl {'/L/^/zr(L trrtfl rLY h/fteL 5'KttKE p&il,uf /q,WftLD

[rMP4
i-/

&u//

Jan* funa.fr% tud


(/-

ke frpn
\t/e/c,rng

Ufidu h ch&ri,

la

MTr+L f{W//Ve a/d. , Ery lanf - Su?Wd ""' W4/'9efrqh hc* hsrnL ncu/,\/Q,vitt

'

'ET4L fcAur** , arTeqlear+rl' (Pkq d6n ryt,


'I

rs

nftrL
oldr &nrya,

+ Hor / PAung
'

' frDLLINQ .' @ tulanpan


byo pbfrL plet /ML fftS7ftU{l :
Nuwiniqn panfrii, karq,
ptnrt,_

rcnelNQ / tfanpio#
r4n"paryu: (/dAue
pewrleanaa

pertaniau

UL? lolMctN
1

l4,ott(NQ.' AsawttJe
il,
,

P,it{,is
"(nont'/ pal&
,

..

hup Cmwinq

pwtc, fuaX

hrA*r,
;:

rtaodt

MAttr/(U/A/Cl

'+ 6utt

: o,eftlutue, /%*

a/a*

) ftu)c : rrlaierra.f d.larv t 6r" - dn//ing

teNg
c {OiatfUa :

ru(rylfua,t4a

q, harer jwr&unpu
t

+ C/e/d/'/tq ,&dile /rF* Xtptws:*aq f '

+ !1LhE,</,I/A

t !8,+XrV0, &ga*w ,*.fupeJo p/4 rtmirtl / W W",-{foo"e.

tu&t,/leiur

'

erb*xpel "#o-f/"

Badk

'1*/

? &ilngarz- : pfu{ W di^raurun\ @ '/a&{ fu^/,p', *t*r@


hha& {er;,^
}

"9@'e

r fCt)CE& t/lfuln,lfi / ///un8enfr-t/t q*, d!,{ Ad&k /q"* tlXv e&v' nkloq (4, funder| &r^ arya;tasfuaa-? Jelf {UAca*'oh* , bew+lx ttt,s / &dL ;t prcQa trryqi

CftSTINfi

prcset pwba*h,t^an /dVan (tunasux, '&owfaisi) dpn il*F#u,a'fr'U &rhAn'o

f%*y'
(y/il,

l4an a-b.
K&rrtgguJan,

1"J* lg,k4 /atw,* ff frnd' fuiri okh

Sgfltttlt :' , Sderhana- z strrr*ng t/:de&. ilnertts


h'dsL 'rey'errtanq I ' runif fun !*"lr W(ilo*'nt , preed rluran : (qzry# ?W ary#' {an/tu-

#wlod pfrM B,ern*/mr*,


SlWfl/e,(tuuf

Mqah
funyatv

!hL
1 f,)./

,
l

l%eiL

lesa, >) {&o + ?

CK+WTY c+sT tNct

(cnuanudn {oqdn

nrgg[. aaL"

catr rtEdrt/6r;i (natdl h&'tii"'

df; {o{o gruittsi

ffi/184 ceffiMn swg*,,t!

cffil6
Ganil

pTflL

o Cafa* diCaar r/anq : fat?tfil.,

, e*r4 tu#. Wdil*,frtatot


a td wttte
a pasU

f.;ytangatt r r

I
I I
I

b,ry" (efuk"ol
1,

/e-r*eai4 rtaill edr (@froil fusa{ {Ma^ grtu.l

, _ pw&nyeao/WlfuM lW kmf*

firowk Sa*taq {fusu;

nunh

r,r";;fr#,r*,c+,ru,ra,
,,

ftt4 dop* didanr

cUang

tlrtaai ., A,[rre ffir* arr !rec&, tary fta.rti,y


o binqa

-.guralt

I
I

L}CIH{

ftnrratttl

rlta,r/d.)

9teff c,t*kf na/ab da'*e poar*r'6wra)


fwng,r,aaa cela,ka4

/::ainginart, I'errwt &,r, y\*-rzrs ltt| .tt6r? Srtutiur le&ih ltalus, twnaaaa tia* fUlmrt"lrnan Cory h&tu.f , W*ahinirf grt"irutastr

*4,

/tWt o(r'*erg

(rtsTlNa TeKdrF{L lndPilut {tffif^ d' ltlasultttlL $yr, iu<MQn


Ufa.'r"h d#i

Dffi &sTt,\{c
ofuefidt*w'*'Pis

, fresis; 9w) 'arqt

,r
,

'-fw
baitv

'l

umurnn#^

ffisTthlc

t'ttt usus
nt,m

Centifngel CU:Iffi*, nni.^ &-{t't'

sapt t*'*Y' tffi'W**,# **.)nr/i o$r^ tla/ilf/?'

tim^4 fftr;gffi,r,ffi;
VMum
hnsi

w&&'an

PNi:,

bin**' Et*"*|uuknt)
I &end* & ,Winitn*.

&iftar c r dgn tuW

tlaettw'r.ffirffolf'X'ffi

lWcQQu/an

e+sTttvG

0r

dalan MfirvUfhnf,
",

/ Ttrptof frtrulrfu
2r lutnlah Procldo

SA,F# J'efurftatta i.-.

{qW tulit

,fAtu F Jartpat fuAfaL

J, terot frod/.(h qrun a tn 'vf , 0


prcses 4 frnic/tlrtq /( lltttintmt s ltaryt'* *'de4. &*

5. ttft:t rlle1w1s

{llernnpaL G *tqanfi

-> ifueat trrafrTlent

To Make Metal Castings Conrg:arison of Molcls Usecl


Sand Mclds

Siiica Sand
Sand
+

ClaY
Bir":de
r

Sand + Restn

r SPecial
LJsually

Gi'P s.'
\,4./

Hardened
.rr9
I

Binder (Air & Ovt,:n


l\, rra\ vur v/

A!e

Binder
+

Steet

+ I'vtoislure

(Oven aqig.)

(Oven Cure '


Alurninum. Brass'
Bronze.

A lu nt ttr

u i-il

Most

Metals

Some lron

Alloys ol Aluminum' Zinc. Magnesium

Spectal Atloys

Brass Bron; c
Zi

nc
2CtC;

(N4etais iir:rl

Undcr

VerY

$mootlt

Smooth
VerY

[:airly Accurale

FairlY

VerY

Accurate

Acculate Lcss inan


1 Lb.
to

Accura\e Less lhan 1 Ouncc


tO .-.

Less lltan 1 Llt


to

t'? Lb.

Several Tons

to 30 Lb

20 Lb.

I lr

-t*-I
I

I
I

Medium

0 ootJ

{olorolrco Motol
O

olloY $olocl ron

0osrgn {laxrbrlilY

SiIs ltrnll0l'ons
Pcrolr!Y $r.lrfoco linlch TSrnnosl ol gocttott

thrchnss of cectron Toolino leod ltrno '


Produclron rola

i{oehinin0 sovrnQt
Tootrrl$ cogl

U:tror cosl hiqh ffoduclion

t-)tlor coSl low lrroducliort


CoPrlol oelurPmonl

Prt!t,rs riOhlnott
M,oclr(t(lrcol ProPerliog

flUt[

Pe

mrorl.'rl r'lddL----J

4 Good

;
4 :t

F.

Ccntlifugal Cusl,ing
Thc Three Principal Categories

irll

'lrue cr:rrlri{rrgal

&!
$cmi- ccntrituga
I

Ccntrifugccl

\r,',.r

lcr town Methocl

Typical variablc axis :entrifugal casting nraclrinc

*":,lJl:;
I

ra,!!|'ge

'.,jon if
De La

yprcal tro, i,:olrlal) axis ccnlriItrg;rl'


c.asting rrr,rcltirre

raud Metlrocl
Ra rrr

nred

molcling

' sand' Sand Spun Meilrocl


(

Snrall rnold )

lirc. 3.6. Ccntr.ifuglrl cirsting.

Prcparinlg

trloltt for

InvestrnonL Casling
Thcr

"Lost Wax" 'or Precision Casting


War
is,mclted arid ln - gate

Process

#t
Wirx

Hot spat
inic'cted into a meial dic to lorm tlrc

injcr,tor Mulied

disposobia
patterns.
t

Spruc Pattcrn

vjirx

Metal die
Die cavity vrith solic.lifying wax

Pouring

\#*.
Y
a "lrec"

P.ll:X
and lunners'tg,form

lffi;ua

Patlcrrrs arc "rvtlded".[o rvax gales

Thc

"ilcc"

is by

A mclrl llask

'"",.t\

,;t,l't'trrntcd

dipping in a rcfrrrctory rlurry and i:; lhcn duslcd

illi$i:,,f;
"ltcc" lnd
soalcrl tu tlrc pallct: thcn

lnvestnre ril
Pa

pcr

cclia r

vritlr rc{raclory sand.

tltc ilrueslnrcnf, a cocrscr rclractory in a norc viscous s.lurry is pourcd atountl lhc prccoalctl "trcc"

Flasl('

We
Vibrating tabie

Wlx l["1i./z'.t-!
cl

ri p q ri

rr

gi--,,\"

li l,
Rcady to Pour.

Finally, bcforc caslinS, ilrc nrold is plamd in a lurnrce

7.

antl crrrc;ir/11,
1300

lllrr:rr tlrc invcstntcnt has "r;t:t", thc ntold is placcd in ilrr r)Torl at 200'f . to dry tltc ilr'r':';irrcnl antl rn,'.lll oul tlrc

/ilc<l to - 1900't, lo rcr,rrouc al/ ruo.t rcslduc'and rcaclr llrc lcmparaturc at which it riill rcceivc llrc
nloltcn rnelal.

u!t.'( l)ullarrr,

Tlrc rno'ld is hol and lrcc ol ony tracc of var.

Iltc. 3.2. Prcpnring lr nrold for'ittvcstntcttt cll;ting,

l Covcr fr ''i' 1)ioticnrrry plotcn I


1

Cores

Plotcn

Circnibcr

Lodle-,
r_::_':-

t\\\as /'L\\:r\\\\

E,eclor
Pin ion

.:.....br

Rock ond

i'luilqcf
Slceve

ol.,,,,"fn

r,,l
Gol
e

Covi I y

jirc

tor

Etock

MEI',lL LADLED

tNTO

CHAIN BER.

{:j)

ME'r

AL

f:OfiCED INTO

OIE CAVIiY.

DIE OPENEO, CORES WITHDRAIYI.I

(D

CASTING

AhID

EXCESS MEt'/iL EJECTEQ.

trrc. 3.4. Dic casting, cold-chaurber nrachinc,

Sond Liqjng
Cos

ling
Too Roller
s

trlosk

Orif ice

t,

Pouring Bosin

Bottom Rolters FIGYTE 11'43' Schomatic reprossntation ol rhe truo horizontal centrif ugat casting machine. (Courtosy Arnarlcan Cast lron ptpa Cornpany.)

Poitritttc BAsj'v

..

Ctnrra Coet --- Srqtt-ta Coat .''ftcocaRcscavotrty

tLASXS

Copc

,^

r,h'Q

tett

atu6

ftx runcs

Rtvotvrrtc
Tantc

Centgr

Rcaeryorr

Feeding

c,ooc

Flost
Drog

Costinq
Cor
e

Revqlving 16!1s

("{#,;r'ad - urfrlurry} "f"q,t"l ,'1,,;.;;,,k,/wD/T'W/t/#'frn,, ,. ##^' *ryAf V.q# W* :'t/{h ffr **fE yryw trvfuwfw u#umrp
'

w,ulqta] -UgL*,r,i.' nduy V-ryu?B ??s^> , ftf of) /?f1sNV ?tmlott f nt ^# "f-*r*, 'i Fury,*t'ry ' pfwt Fftmq ndvp rry,@vy

;q! ""$q ';,?jt| ttv$rU ff,

*?#fltft?lwf ,

wfidw{f
O

, qNTV,

luvpgy$ t . r, htsany ta/o!' : yvfow.o ,. '

' svd nfWJ


*Cq /vre/vulary upys?,ralw Trruy fE'pflsW lsvtfritlTill .,fu v3aflu t"nifury WJ suua6
: i

i
i

'rn{ d#rstnryoww W lum;"M ?ry,*foaU fun,r#ury VvfU \ ,' 6uns6u a? ;auu/


?"wfu
"aoa/

@A

tT.fl| Utnl

+.' &f*l
$ ,' ryu/wn/f

AlVyrn?E) UHU{i

$hcll Molding

Proccoe

Sand with

resin binde t

llcated mctal pattern is <:llrnpcd to "dump box"


r:orrtaining sancl nrixcc' l,rillr thermosetting plastic resin.

@
Box and pattern are inverted.

l'lcatcd pattcrn mclts rcsin ncxt to it"

Wlren box and pattern are

rigirted, a thin sheil of resin bc.nrJcd san,J is retained


orr tlre pallc.rn. f ,i':' l':r

'tll
Pattern,4vith shell ts placcd in 0ven and lreatcd to cure

Slrells

liltell is strippcd from pa'r.tcrn l.ly rncans rif cjcctor pirrs.

Aftqr ollrcr half of mold has been made, slrells are clamped together ancl placed in {lask. Metal shot or coarse sand is poured rr0und slrclls, and slrell rnold is rcady to rcccivc rnolten nietal.

irtc,

2.

10. Slrclt nrolcling

process.

ile{u, Knt*bd ftrdln d*ni {,,'

/, fuUStsEt (Ktutr)
' (/.n*u/a teria* d&*,r' SlAcoN CA.<B(oE . 0ap*fuVw;ikan, rt,nggu {fl|o", +
{eput-(, rnanpAnA dpn W,sar mta. .E/li, 4*yffi anpar rarbsit #, rc-ir ,n6rrqol^rfrar, /fqLrn tt/thu+UnfuA fttb,ga/trfran Mflrry ce-rr

ry

.[*Cwn np*a.@t rcn^try dl CPfftnto fuJwn /aftx P(ryg&lzeqftfe


, }ww,Ea

Z \uat^han fuU,tribeL
afv
krwilet /ehAW /Wih
taat / lry fraA fu"ri/*/,
^ef,a/?-

c^afi',.'defdr

ryfy:f^ tt dak- {4M{Un4 a6a& tr wiTr*t trHtu k rV%4t tulm ho? tfr? pA

ryM nyilo ry,

88ft{ Tafrw &pe',

' % ? da44,' dqeu-, &tzii ,&kia-e* .t?ttrr-.


Y, Kdv:rrr t**e'

'

& fu,ht/_ /U&tr,rt,r.:,.,1 ^. c{#f, d*&n&N,,ta*t e m,,,\,. ^+ irr'fJ^ ,,h'*j*frit' t/trtt *1 ,tefr/aj*," ti,,,, 4p {ofl ta,hs- eil{/ iai ufio. in//r,, ,/,ae,iltn| ilt

d"en l)/t;

'

hh,

rc+ji/, hrit_ ,h,I/,?./,,,,i

{etetaq

!s.\s* tuthde /nrrfu/

cta,rt

difi*1s

,,;:;,

WZm**#ffi*ry &
Pe"4

rf /A,.,,
t,,,

fia*,

dA/e"nr

*ar h**/

ry^

WW,*m1', knre'i"/,

p***fu.furn:u

hrt,%,.pr"r,r,,

Jer&f).

frNu, sisf?,(ry@ f:, yyAn-i ieAi"aA tup* &W W ^ {:

w*n"6s kk&- ryc/,,r #!-f.Y:-ffi-^ry de'u; dapur (#/-rr{r^ ervn*rd"i #, in*ns"i;;


tr/ dr,n,ranpirtg, retuj //k+tanr..

/?rt"e*$( fup* d,ikt//nr,(n/1 fetu,

nluh*r,;:n ry PV:{ W wo",n'yea*ea Pla ryal /Una.naran ,f%ry, tufirS{r d*"pur.


defr

A*r /,,u tufu:ffra: d/rda:-Ra-? &,yw, ds

s,ltff

ItednJa,n

:d;-w''f,'"o'Pi' to/ |uUar utryatu "[r'r;'z mrn6o-/' (fot) gg Qrula'

oer'*

' g6 r,,r:,f
[P, nu{M"

t(trirL"* 0

lfflilXr +"Pn'vnr '

daTafd/8sa'+' fu*qr (tfilwe. k{efu.6, il4turyfreilRt' "b:l;;; wa{fras+/rtn pana d-,{ *t* a.tr ff fua;knP df- 0(tt/u.

4f

ff*n

J&bdky a'tfuirpgtt hi"/fo' -, o few*ru,Ut, /tt pg'?MarMi' mer$n (Swe'"f luwa*no l<nr^rlbel

, o ntf 7&{t4an ft/ok*{u,

nnknat Jrrd,^ #7r/d/w pak #;f Wrw! PilM 4#'a"{AW o panwlu- r{rft' lrlfrrrrt/ruf ffi fuy/dalt b&*frtr*n w otpn [d^r /r/,t rur affer hvdal- /e'fue'
/<nn bel o a/44.fo,rrfrc w 74tvi E/"^*tin*

fuury, tffip ry&:eJ t"drfuJftnw2tsl, iryy nenbu* rt'nltY^pdndefi, 'Y

hinXpa Pcil//A, lnngrun7 0t

i,,i*,

ogi hdr& hfr*' e.


hu't"*"*'wt
k/8"/-

kiaeaf cen'

lnln'%
nelw4nya
,i ,^.,A

H!-

a,tar1

5/5 Ttel refplhf6 4 Tilt, ufl fe*nt'g* /W^,,? :- tr:


rrhnd 9{ Pu,dAan

/X :T;ffi

i,H*'irl"no* gee'n difu/"'

' hA* &a,n'fr/ trl,ng

do7nn ,bwt"*fo nx<f iloat u/rux//fj- Jer,/.t.. ar' fr!!.|/-' < Ke4,a*"fua eC*,X*+ Sltc, aMurb W Ce-rr ## LAuA 4o/ d{etctu^t..
"dthus7'^fifuw" d-tii" rynu,tw.(an ho**ng W i&:tr* C6tm*7 #;rjaA
,

/Aqa/r^,lth4

t%*, aut- dq;af'ror dta-a** d4.i,

/rry_r,r,

#/nws' /bx&&l&a4 &rO* *ifurlgd-,f &nh*or,fna $a/

/;trr,Cur
Ikfrnt: t'ryry;ry.' W tilu#qffu* kmn'6ry &e/aor d'ri;ur Ap er*r ,ttuo.rfls "ltnw6br ;aga firpnga /aii! /i/t, fu tilaA drperlala,a ?;*"*^J*, Siikn ni nwwda&al, (tt?u/r firu*lel lileqadi i,

&

eN wr*\'dt^ W &,-baAT^ (

(e#{#&ru
SiSfrn pe{e $ lr.ftU} dffi fL"w0-rttr.'on nyal* /tp, /e,ygr,, KftW"e^ d{p fr*-ft.r7'il't,,rrnf ) , rttn*rir' n) lrkan|ort.r,,, ,,
,

f"

fu*nf
/W

*eMa*t utratr aJutw nrctm

e Aftrrxm?M * #rVnouvN (u,i, #&s


air^'fur*6vtfut4nfr*i"
ftrrl.ft'&el,

2. #a*l

*A **$l epur

* fr*u d#^^y(^ //tL:tf htLyff/rtfe

hlrr plot fu^ (z -J mr) dg, ranp+* 'at,"siiltttgfhn laX dalaTvl hfu tahin ryl
fu.a pinfr,t frer1* unfuA penambahaq e/euut: rtil.{/- munierlih,Lrtn {/o#_ - drosE

Efft dercr loryung lwenfu.4eo 4:. /o7r'n 4 sdtlnqga cL.lti /i/t #fr fujwn renrQti"furviiit
gu.rne, ( rtiarun#^

bu*h) d#, foAatt be.fud ,mingak i solar / lurorfa arau gar a/ambiaranf^opad* .fud.u'o citi da"pur frk^ ly
/leltera-pa,

dolo, I o &laknaZ fuasut, Cnu' nfas a.h//- .f2trcprry


te beli,<ang

rtertuAay

Tnlpltrt ftrg:tra 11r ir df, ylnn rrtm/tqr4.a /uban4. n(n!rp,n/ /tr/e- ) Ce: ra| lrAo Ca;ar dafcr tlnuotQ;
Slbagtan

/tW* //t lr

/ ( r,r/sa (tn rtrA

tueryu

1/(rrftaftryr,
(rao,,/ I ,rulrQF, Kuuena. purii 8:fe

#try dof,*

yryetua ft{hrtu*ri #f Nly


,ff.*tr-#fl*fury
#fl

5 Pwwwr,,gf- dap,,tt' dtu, fraparitus {

iwa.

/o --.,? c frh
4d* I% (/Q,u'a* fton#r'tu&tr' ettfura- fttums dnll' ftn#i fi/, ftft#l #J^ dr'mana dl nefre [fftfulL [fftfrrlL fene.tf&n oneimn dt/ahttaa ,{t/ariufrnn
^t-'-lCrd&Jw

dtrctrcri rcdaru nrltinA fie*umf


l^ /'*- 'tf , fwsife/ f

da4

,...:

'-'' a'-'ts

*lt'l:
'I

l,t;

ttlItl|,tttltttt1

!ttttt,trt.,,ttt.,i,,,

1i,,,,

."/,r1,ilrr; Jt.tt

ltrrttllt t {;tt,tl,t,t,tlt,t

t,
t1

Ittr,,!

,,, ,

,,,,,.

.r

!ttt ttrt;t

-:: -- ;
\.!...

.,

f==

Working lining

Cistoulo firr0

Futnnco coil

Culilrnic lulr
S

togl

tlfuctutu
Coil

grour

z '

C,

vlolc
c

//\)tltut

or b,rtr' lrt'C t
r

.-': t! r
rrllull,lrei

r,r),t I I

.HCol

'ilal

\';.rtcr.(OOlrO irOwsl tirtJlr


Co't

'/ --,..'

' J01 t,

llc{,

r tttgh, l0mpdtollrd (.a,n{nl

l\\rrtlr.rt nlUltl

Pr0rilJl ry,l,l l'll'llrJ Cyl(i0f t:

rr Iis. lqvndry
thrr

:lljirli'il,',:;:,';;.:1.;,1,"",i:"Jiil"[

nrolting ol un(rl' q,;qnli1,ut

lb) ol copgrr olloyr

(.i l40 k0. or 300

Trunnion 'l'ransitc shcll

(,r)'I'i1bin{T fuxnac(!

Rcf ractory

,/Moltcn rnetal Cru,:iblc Ranrmcd

ccrncnl

*-

refractory Coppcr irrductiori coils

Tiltittg bail

(c) ,Lines of mag-neLic force and

i: stiiling aclipn
.,,on Lhe rnol';cir rnglal bath.

Frc. 12.5. Cor''llcss irrdtrction'fttt'naccs.

C.\

;:i\ Liiii;Clr:

l)agl i ol'1

ffiJffi#ffi*,8 .ei;,tr+.i",xqffi$Wi;

& ffi

l)Lttristtirin. Molten nretal is gravity poured


iirlEr clrsl ir"on rnolds, coatcd

rvith a ceramic rirolii r.vash. Cores can be mctal, sancl, sand sircil, or- ,:ther. Nfolds open and castings are r:!cc.tcil 'l-irc l-,orv I)r'essure Pcrttrancnt Mold
rnctiroci llrcsslu'e-i)Lrurs Llp
\

to l5

p.s.i.

l:ir.orr;r.c, Xl.C.

It'IttLt.' r\iurninum,Z\nc, sorl.c Brass, Copper, I-eacl anci Gray lron.

,\'i;r: /luirrrr.' Lirnitation nrainly, tbundry clpabilities. Aluminunr and Copper base: r)r1r'lt)oS to I 00 lbs. I;crlcrrs. (r0 lbs. ntax.

'l ol(r(tnLtt.\:

;\llrnrirrrint: ll,a5i0 :1, 0i5"

,\rld

t)02"1in.

lllacross parting linc ad,:l

,i, 010" to ,L .030" depeltdilig on size ('o1r1..cl llasc: Sinriiiir to lrtvcsttttenl Ir ritt. I 0-j " llasit:
rl tttt' I;i tt ish :

,\' t t

.\lu rtii;rum: I 50-2501{MS


(iop1re,r

Ilasc 25*200t{lvlS
1

trr {.t)uS.

200-l50I{VlS
tts

\ I i t t i n ttt

tt !)ut.{t llcq u irartrt:t

Non-[ crrous: Outsidc: 2o htlin (.i" desirable) Irtsiric. ?o Min (.i" desirable) ljcr"rorr.s Outsids. l'' Inside: 5o

\ r.,r'l,ri// ,\ littitttuttt .\tr:liutt 'l'hiclina:;s: ,\irrnrirrtrnl l0t)" for"srrrall arcas, up to 31i6" 0r rnore ibr large areas. ('iiirl)r'r" lilr:c 0(:0" l',.'r'lrrrlr .l,i ll," lilr sntall arcas, i14" nonral.

CAS'fING PITOCESSES

i'rrgc i rrl

CAS TING PROCESSFS, TH EIR APVANTAGtrS


ADVANTAGES PROCESS Aftnost any mctal is cast; ro limit to sizc, .. Sillld cirstltls shapc orweight; lowlooling cost
Shcllmold

"

AND LIMITAflONS '

LTMITATIONS

.. l:xr)ilildal)lc r)irlluilt 4rs,-rscomplcx


l)l.stor'roltl =ro Ccr.arrrir; Mokl =:
Int ostrttcnt
[)ulruancrrt !nokl

Good dimensional accuracy and' smfacc fi nish ; high pro&rction rate r Most metals cnst with no limit to sizc;
shapcs.

Somc linishing rcqrrirrt; sotrtcrvhat coarsc huishl tidc lolerances. Part sbe limircd; cxpcnsivc pattcnts aud cquipmcnt requircdPattcrns ltavu low strcngth Rttd cnn bc oostlt lirr lorv
qunrrtics.

lntricatclshapcs; gooddimcnsionalaccurscy Limitcd to non-(brrous urcl.als; liuritcd sizc iurd voluurc ofproduction; mold ntaking timc rclativcly k:tg. andfrnish; low porosity. Inlricatcshapcs;closclolcrmcc pnrls; good

Drcljtlllls,
Ccrrtrrlirgll

surfaccfinish. Intricatc shnpeqorcollcnt surfac.s finish and accurncy; almost ary mctal cast. Good surfacc linish and dimcnsionnl lccuracy; low porsity; biglr production rrta, Exccllcnt dimcsional accurscy rnd surfncc

Limitcd sirr:-

Pnrt sizc lirnitcd; cxpcusivc l)$ltcrns, nrokl. arrtl llbor. l-Iigh mold urst;

lirnilul

shapc arul

irrtriclo':

rxrt

suillrblc for hig,lr-rucltin g-point urr:tnls. Die cost is high; pnrl siec lirnitcd; usrurllv linrit,.:tl to
non fcrrous nrctals; lorrg lcld tinru.

fuisb; high produotion ratc.


Large cylindrical parts with good quriity; high productioa rate. Good surfacc lurish and dimcqsional rccuraq6 low porsitg high productionr&le. Cood dctail and accuracy; no sizc limit; almosr any ntctal is cnst. I'lnndlc small complcx shnpos; nrnss

Equipmcnt iscxpcnsivc; part shapc lilnitcd.


Fliglr rnold cost; liuritcd shapc aud intricacl': not suitablc for high-nrcltiug mctaLs.

(ilnnhitc Moltl
Y-l)roccss M",{l!-inicctiorr_

High cost.
{Jsc fcnous alloys, rvitli linritccl ooppcr basc.

pro<luctiou. Meldltrc Scrui-lioild N4clal Larsc cvlindrical narts with co<xl oualitv.

l)r'occssins

liqh oroductiou rstc.

Equipmcnt is cxpcnsivc;part shapc lirxitcd.

lnfornulion provided bv Monufaclurrry ltracc.rsc,stor lilttinatring i4otaridls , 3rd aditi,ttt, Stntltt K,rlpokjuttt

'i.\

l l(itll{l: ONi:

Pngo

I ol

5{I 0.0

tst] t00

mm

c6o

n0

tuB

,-'f,li,,,,nsht*ct)
"]
0?
lc
n n

F7r"
.,

Shrtlco*ing (stcrt)

)l

il

IT
P

d n

rl 4

'Fl

0,t

,.t,.,.;i,-".

i/ -,,,''n I*q5;:=*a *< *<


-.-,t1ef-----d--

1r'\ t

\y?'*jfii.

I lt

in

g (Zn

-l'hcrmonhsti cpolyrnets -1'lrtrmophsti crolYrnets

--'8S
(i nJ

$l'oJ!i't

4'" L

-r -*

-t

- - +lJ

456'1
idnlg

-{

culilnllir - * +- - F-'l-, -,t=


iiroer:io

l2

I fvtb
+

Process capabilities for minimum part dimensions' soropo Kalpakjian i:trlr;tt.t sti.vtttocl by ggqyliicltirltg-e.roqosres. rorEpsinzglns&alg]illr3rd adilion'

- l'rotrbl Wcstcast Jcwelry Invcstntcnt Products

l).lrlt l

,tl

ClickontheappropriateCastingDefectfor
information on trouble shooting'

"'friNon'nlr

l&!

[j as!r,f inninq on c astinos

klD:rrk,Rouoh castinqs whiqlr Do Not oxidize rn Pigrbg'9glglign


l&lNoclules
'i&1
or Brrbbles 9n castinq gtlrfqce Rorrqb castinq su rfacg

lftlWgtern'' a,xs. 9tt*abg 'ftltnvestnrent

Breat<down

l&lslowo.,t Ctacrinq

NCNI - FILL
CAUSES / CORRECTIONS:

. . . . .

at peak temperature' lncomplete burnout. I lncrease burr.rout-cvcl9' long' too or thin Too / Fattern inproperly sprued' iittin.rnanulacturers recommended range' Metaltoo cooiwhen cast" / Raise temlei"iut. small incroments until complete fills are Mold too cool"wrten cast. / Raise tem;ature in obtained. of rnetal used' lnsufftcient metal by weight' / lncrease amount

FINNING
CAUSEG i CCRRECTION:

CASTINGS

within a range of 38-'40ntli1,00g' . Wster - powder rafio used is too high. / Decrease ratio to . lnvestment processed past the ,u.o***nJeO worxing timo' / Keop cycle no longer than 9 /Avoid vilrrating or moving flasks for ono hour' . FlliilSi,-orbed before attowing to set hard. . biirnctrr cycle too rapid. / Slow tl're lu19:f heating' for one , Ftask altowed t" d;i;;i;;uurnout. I f<eep ffit moist with wet rags' or eoak in w;ater minute beiore proceoding v"'iih burnout'

!\

\\'r,:Sl. t:ilSt

J.111'L:l t

\i IttVcsttttcttt

I)f

oducts - TfOfrbl"'

Page 2

of3

pAEKl3-g u G H CA$TIN;G9 W5 LqH D0


"

r'l

ar

oxml7i-T
. .

CAUSES / CORRECTION:
exceed. 1319:l^q12;C)' Burnout tenrperature too high' / Do.not recommended range' manufacturers within Motal ove rneateJ]in",ru.Jto

ON CASTINq quRFJ\cE BUBBLES OR NOpu.LESi


CAUSES / CORRECTION:

. , .

mixino i0stluctigns and follow the recornmended lnvestrnerrt not mixed properly. I consult

pattern surface' / clean exccss mold releasing F'.1? ,onesion of the investment to the wax agent, or powder from the wax patterns' oil if pump for leaks and proper oil level' change Vacuunr not adequate. i check uu.uuii ciiscolorcd or old.

ROUGH CASTINC SURFACE


CAUSES I CORRECTION:

.lmpronerwater.powderratj.olR.atjotoohigh'Adjustlowithjn38-40m1/1009. . Rough surface ori model. / check modet and polish if necessary. pattern material i rtr"i [" i*ptoputly spried causing . pattern trappeti in mold
materiai to boilwithin nrold. "uulty'

CAL]SES i C?RRECTION:

. . .

- g minutes' lnvesting cycle too rapid' / Adjust cycle to 8'5 jhJo"t temperature betwsen 75 - 85'F (24 - 29'C). Mix water too "oiJ. of 38 - 40nru100g. Excess watcr in i"ix. I no;ust to within a ratio

INVESTMENT BREAKDQVVN
CAi.JSES / CORRECTION:

. . .

38 - 40m1/1009' Too ntuclt woter in nlix' / l(eep ratio between *ip'in manufacturers recommended range' io Metal to. hot. i Reduce metaltempet"iut" to size of casting' Molcl toqr lrot. / Ro(lucc tnold tenlpcrature sccorcling

Bi_CWOUT CRACKINC
CAUSES / CORRECTION:

" .

to within 38 -40m1/1009' Water - powder ratio too high' / Adjust of heating' rate the I Slow rapiclly' too Flasks treated

Hauh Eume

BEBEI\APN [.}E:JA'(AI:
n

!\N

II

t'A'J'

rl::.;'.-''

ynllc [)Il-lIl, Il(I

LUl4Illl911 l.luRllI ltl

Density (soIid)
DensiLy

7"69'l -

-iclurd)

699 I:<.; . rn 2J5/ Ilt,;,rrr irL 9l.l 210 l:U.rn' irt ltll
2

l(

l(

Thermal corrducIi vr t-y


VoI.rme resisIivity

?.,31 \'1 clr'' l('' ,rL 290

i(

I'iagrre;ic suFci:tritr.i t fl-v Surface terrsion Viscosit-y


14elt.irrg poirrllloiling pcirrt-

-l

r,

-'r_.1-r)'.-*i,i-'"'.J.";-i..;;i''-?iii*rt

li

l{eat oi Iusion
lleat- ca1:lcit-y

SISTEM PENANDAAN

PADUAN

i1l

MenuruI Attret'jcarr Na l.ie,)r'r.l tl,rrrc/;r rci lrrs[.i tr"rCe rANS]'J SIa.rdard !135.I darr A./trlrr]r].iun ,,\,i,';<)r.'i.r(. irlrr (AA1l'ri, sis,l_errr penanclaan (P.ode l: i ),.i):j i. ) l)ir(lu;lr ;r I rrrrr i rr i rrrrr ;rr';r.1. alr lircng* qullakall ellll)aI digi L/;v11r,,;]li.r , r.l irrrirrrir ,iirr.lili] l)cI l-i]n\;1 nlcnyaIakan Un*sr]1. ut-;lrrr,l l)i](JtJi.ltr (clr.rlrrirr;,;1) y,trrr<.; l.cr:]:all(lur"lcJ, sepert,i. beri.l,.ut- irrir'r IXXX t4eirdeliaI j. l:irrrclrin(J;u] Alrrrrrirr irrrrr rrrurr. lr.i" (9b 'L n I)
:

XXX

'l'ernbaga

(Cu

3XXY,
4

l'langarr

{14rr)

XXX

Siii,<orr (Si)
l'lagnes.rurn
)

5XXX

(l'1q)
(l'1r1.
i,\

6xKX

t'lagrreSi.utn d..irt s i I i l:t.rir

] XXX
BXXX

9XXX

Sertcl ( Zrr Pacluatr J.,t itttty;t Seri y.lng bcJtttn t.li,lrtttitl:irti

-,__ltg.11l,i-!1[!lgr

r'- u r s
r

u.r'

I) a cl

a l, a q! u a rr

Al-Si

i.

Besi

Penanrbaharr unsLtr bcsi irri ciinrasr-rcll<arr rur-rtul< mencegai-r terjadi.r !l

nya penernpe)an artlara logarn cair cicr,ilz\rr cetalcan, alcan tetapi l:esi

"iP

ini

menberilian perrgarulr ),al-rg burul< tclhadap

ccran hasil tuarigan

karena al<an nlenururrlcan sil-at nrel<arril<, l<el<uatan taril<, meningl<at-

kari

cacat

l<eropos al<ibat tcrbeu tuicnl,a seltya\va campuran


IrcNiAl, scrLa clnpnt nrcrrirnbulcan cacat bintil< lceras

{CrF'e).SinAl,. clan

llutrcl s1:ol). ,LScrclAsi.irl(r,.n

lral

l.'-"':.-i,r-rt rrralca lcanclungan besi dalar:r


"y'r,

paciuat-r ,Jibatasi tnal<sirrral

clarr jr,rga clilanrbahlcan unsur-Llrrsur'

lainnya sellerti Cr', Ni, Mn, Mo clirrr Co.2l


L

esi ini al<a..r selalr,r ada pada paclr.rarr n l-Si, l<arena kemaml)ual1
u.--

aluruitriun-r
berasal
rraur ltaci

-tii< nrcltrrrrllcitrr bcsi cr-rltrrl: Lirrggi, Bcs:

ini

biasanl,a

t't.i" bcsi sili)<ort, baLartg I)crrgaclrrl<, laclcl, gcror:l irasil pemesii;,\

"'etur't I scr-o/1,

2.'|'errtbagct

Penarnbaharr tcinbaga llacla 1:aclttarr

irri rrrcnycbabl<ar: lcel<erasarr ini


clisc-

dan ]<cl<ualarr Lirril< nlcnirrgl<irL sclcla.lr llcllaltuarn I)altets. lral

babl<arr cnclal:a.rr CitAl.; )<asar'),al''tg Lcrberrtrri< alcarr ter"larut.<enrbali

pada saat ternpcralttr' pcr'lalclran l)auas tcr"capai 'Jan selanjutn),a detr-

gan lrcrrclirrgrrrarrr ccl)at rrrcrrl,cbabl<arr ic,'ltc'r,tulcrrya lcenrbali enclapan


)/ang haius dcngan silal. 1,arrg

lcllilr lronrogcn.

l)crtrtrnl-:ttlttttr tt:tttl)tt11rt i,ri.itrgrr cltrlrttt trtcnrpern)uclnlr pl'oses pemcsi-

ni.\rl, arliarrr lclrpi 1>crrarrrl-:irirarr )'an[r, ltcrlcbilran jLlstl'Ll alcan nleetlgLl-

artarr d..-rentul<. oleh l<arena itu clirol sr-rlit rnateriai, lcetanggu6arr rangi

kaclar tembaga. dibarasi hirrg'ga 2


3, Silikon

5'Yt'

Penambahan silil<on

pacl

a pad u aJl al Ll tr"r i rr i r-t m cl ap at mempermud

a-ir

proses pengecorarl l<ar.crra sililccrr


:
r-

irri alcarr rleringlcatrcan


/

lcecai'arl
)m

paduan'meningl<at'}<arrl<c[alratrantet.lraclal:}tottear,menut.uril<atrtc

-- ^

-^ r^..1-^

jug^ mengurangi peratur pembel<uan aiumitriunr clisamping itu sililton - !^tctl acli scl'ta lnctnudahl<arl proses pcrr.e:jillail.
pernuaian Panas Yatrg
Jil<a lcanclul".lge\l.l Si lcl:ilr
crasar padr.r arr clerr garl
pcr-,r

rlirli 2'2,, i\l(nn n'tcrrirrgl<atlcatr Icat"alcteIisliI<


t men gand bcr'I

gccu al i arr 1:acl rr arr - Pacl u an [ersebu

g Mg ),arg

cr-rlcr,r1l

l:csr\r'"r. Al<arr

t:trrpi Pct)i\ll'.-:.lter sililcorr )'ntrg

paciltarr tet'se1-'t,' lebihan justrr-r al<ern nrcrlurunl<an linglcnt lcecairatr


rrr^tcriai nrcrrjarcli r.apr-rlr clarr jugir cla.l)ir:
':1e

::ult'utrlcatl l<ctarrgguha|rrli/tl'

'4. sung
Unsur seng ini aliarr clapat nrcnirrgliatliarr l<ctahartratr terhadall osi clarr mernperbailci l<crnan'll)uar''r
\rrrLr-rl< cliPoLong l<or'-

scrta

i-tletritrglcat-1<an

Mglztt jttst'r'tt kemampuan pr.oscs pc.gccorn., tctaPi bila tticltrberrlttl<


ti
t!{l

al<anmellut'utrliiittl<r'!<LtitLrttrtrtltt(:t'ir'!

mellurunliartr siBila pe'ambaharrr scng irri tcllaltr bcr lcbilrarr al<atr


]'orlgga' lat anli 1<o|osiI clarr jugar al<atr lllcnirrtbr'rll<arr cacat

5.
5t;tr

tuf

angan

pe'am6a5arr 6r{url-{ar"l irri clirrrnltsr-rclltarr ltntul<

l'l"lcl'ling1<ltll<an

Lirrggi*sct'la i"t'-'Bt' r'arrlii l<elcuatarr clarr cla5,n Lnltctt't 1:acla .tctttl:t't't\LLlt'

ju[{i\ tttctrirrgl<ntlcarr dtt;'a pe.gar.Lrlr clari l:csi, clisirrnllirrli itrr

lttitatt

LCr'-

PENANDA"A].I TEI.lPI I\

L/enAndaan*l)rosct:i "[)cr. ]ar]:ir;rrr" i.crlr;rtlirl: balr;rn/ulal-eriaI tltn5,ataltan derrgarr lrurut l.rc:ii-rr, :;r:l.lrrt.;iri lrcr:il:ut-l',1 :
[ : Proses pe,tgcrja,rrr rrorrrr.r l, ;rtl ir Inlr '1tro:;cs clcrtgan La,tpa .penittgllal-an srIaI trtr:]l,rrri]l scIc]alr ]:orrclisi pnt'tas at,au seLe).alr diI;rLul',.rrr [)r'ori(::i l,L\rrqc.'fi:i.rrr regtrn!do (sLrairrlrarclcrrirr<.;)

._ r \..

O :

tl I

I'l t

1>etrvlr, c.l J c;urrirl,.al 1>ir<la rrr^/tuk Eelrrpa (wrouglrf:product-) qun.r rng111lap;rtll,rrr l:cl,.rr,rL.rrr (.rl-rcrrqtltl f:irclrclolr, sccl"rrt<.;karr pir<l;r proct ttl: <:or lrr a<l.r l;rlr tttrIu1,. tnctnpcrb.riki keulet-a.r (ducLi IiLyl riqrL,l r:c:;r-atri l;rrr clirncnsi. Pengerasatr rcgittg<1 It, I'. lttrstr:; trrrLrrk 1rr.r>tlrrk tcrnl>ir, cl ic;trrtnl,.ntt urrl-uk rncrr j rrr.1 llirLl:rrr llr,l:u,rt,irrr (r;f. r rrrrtlt,lr) clcnqiul cnf n [)cilge r ('l sirn t'(](J(t n(J;ltr ( li t. r ,r r n - lril I <lr.rr i 1,,r Pcrfaku,ttt l)..tn.):; l,rt.t,t.,r,t (::ttlgl. rttr lrrr,rl. Lr.(:.rL c<!),<)i<.; urrat.art utltuk J>trclu;rrr ynllg trrcn(J,r l,rrni pr:rnt,rltr sllorttnrr paclrt ai,r.ru
1

Pcngatt

jl.:n

li .t ln.l

'f

1'r :

l)crJ.:ku;rr l),tn,t:i. (Llr,.rrrr,rlIy,,t.rr.,rtr.rl, 'l. l -'l'',. 1 ; utlL\ll: trrcrrglrasill:lrr J>roclu): yorrcJ r;L,rlrr I Lclnl)c(. Ac5rc/ingirr,trr </,rr.j tclr/)(..r,rtur /)I.o.1ic1; 1st;urlscrrLuf ,rrt (sltapjng), clott /)crtL.r<r(rn ,t ),tt,t j; \lnI ul,, rrrr:rrrllr,tr; t I ]:,rtt ]:ff rrCliS! SIabi], cliC.;uttaI,,.ttr rrrrLrr): 1,r orl,,l ),,ln(J lrrrl:,ur l)t,O:iC:; l)Ct.lgCr:jnrrt.r cl irr<1 rrl :icLr:l,rl' tltrlttrrlr rrl,11r rl,rr i Irl: o:icii 1:crnScttl-uknl

t-erscl;rit.
I'cncl
jtr<-1

'fr

i,tt,til rl,tt t L(ttt1,.,l,rr ur l,t tt: ",: :' : :,t;Jtl.rrl,ttt (:tlt,t1>.ittc1 ) , pcn<Jat:j,t,tn <ltttrlitt, (l,tu l)t,ntttt,tn ,rl,rrrrt,, ttrrLtrl. rrrcllclatl)illknrt I,'ondr.:;i. stir l.ril, rlirlrrrr,rr.,rrr rrnt rr}l lrrorluh y;rrrr.; lrcllgllnlri l)cr)9cl:jirilrl (strcrrr.;t-lr) <ltrrtlirr rl,rn untull l;r:lr: l,rlt pernl:cttt-ulliur (:;lr,r[, i n! l)r'r*lrnrJrrr'ln
]

rrrr,rrrgrcllr;riP.i l:r:P,r,rirl-nrr rl,rrt '(:rll)cr',r!Ut' lllolicti

'l'J :

Per)":kL.t.ttt Pttrlr).'i :l ,ttt,L,,r' /l;olrr{.torr lrc,r(. t t'e.tt'cc//, pet)qcrclirlrrrr;rli.rtr trrtLuk lf f OCl uli J(rd/) c! J'.tt<1 jtt <!,ttt /)/.'rlt,rr,,,l ,r l.lrrl; ltrrl-ttl: 1lC1ll)Crli. :l:i )/oil9 trterr<1 al,rrni l)r:n(lr,'t J.r,rtt *irrr(i ltr, ' lellual-,rn :,{iur:1" rrri1l,1l.q| 1" lrj' r,'rr\rL,"ln (soIr.rLion lrent,
t. L (.: it L trrr: rr L
)

'l'r :

{::tllrrr tolr ltC.ll tf.C,lICcl/ Cl att l).rt),t:; 11t., l,rr ui,trt tttrLtrll ttr,'trrl,r1r,rl |1 ,rrr l:rlntli..;!, )/iillq Stnl:iI, ,)3/)tl(t (].I) (' ,rrrr l; <l lt.'tttr:,'l,rtt trrrlrt!: lrttrrlrrt, ',,.rrlrl I rr',r1. tn',trrr,rlilrrl lr"tlgqrJonrr !iIl)(J: :;(-a,_r: i,rlr lrl I l.rl:u,'rr 1r. l)r.'l,r r ..ul (-sOl rrl,iOrr ltC;.;
' : ",t " t: '; ,
)

i)grlir,liu.ln

'l'

T6,

'l'

To

T,

Tro

.1:;::: panas pelirt,Liln {soluLirlrr lrt: ': - Ltt:,,(.tncut) I)erl'tiJ(:r'r /)(l'l(rJ I)C'lclru(,lrr (:;o)gL.iotr irc.rt cld(rtecb da, PertStsC,)ttj l,r,t; clir.;rr1;r!.,rrr.,' Lrrl,. lrro<luk yirrr<; distjnbilknrr se t-c Ia lr l)c r.l n liu.1 n l)11 tr,r ri l)c Lr r y Ln 1 t,sr,rruL..ln {solut_ion lteal: treatnrerrt) Per)akurrrr Jrrr,,,,,J I)c l,r t rrl,ttt /..rof rrI iorr /rc.rC ire.rtcc,y' , penQrOSan retJrln!<1n, tl,rrt lsarni,t,trt l)u.tL.,n; <.lit;rllilkln UnlJuk prodrrl" y'lr<; *lr:^(J'r r;rrrri Jrr.,rr;,: r j.r,rrr <lr rrrl irr rrrr,{, ,*(:rrrr)e r:bn i kr kel,.u.rl.nrrrry.r (r;t.rr:nr1t.lr). ' ' Perlalualr [).1nas pc J ;t t.tt l.,rtt, /)c/ru,r.rn Irrr,.r t,rrr petlqcrdsdf\ rcgatlqdri (J jrr*rr;rl:,rrr ,rrr rtL 1rr'rrru. ,ttt"' rrrcrrqit.l'rr^.[. pc'r9cr jaarr crirruirr qrrrn ,r(:rrr,(-.,r,,, i;,; ;,:,;,,,,r:t""'' (sIrcrrqLlr) Penditlginat1 cttlri rer'1:e'crLrr. ' :.."::.t,'.t::tt,' ";",,,,, Petl.eerjaatr <Ji,t<1itr ,,,,,, ,jr-r'i,,,r',t,'r:;;, ;l i::::,1:,:tt..,i:t;,ltr'Jrr",, aging); digrrrr.llrrr ulrLuI: ';";;::;:"" 1r.r:.tlrrl: y.rrq ,,,",,f
: 11

rc'tltr)t;t,tr ttr /)/ r)..;1..'; ltc,rtrrtcrL{/A...} , (srt,lp),c1 ) cJan prnt1 <t, l)r.l.,r.,r, (ttr {. r { rc.t,rr ,tt1 itrel): cligrrrilkfl. 1.,"1;1,,* proci ull y.rrr<; t. icl,rk ,rrrrr(J,r l,rrrrl j;1,111 l),.rrr;r.1 rli.rr<1 i.tr scLclalr pc'dirr<-;irarr clir ri t'rsrrrJ;q((lt.rr' r)r.o:icr; llerrrr;crrl-uk,rrr (slrapingl. Per)akuart pc7nis pcJ.?l.gl.y1y (soluL.iott ltet c trea ted/ d.tfl djra'jucr at.t crcr(J.1 , /)crrhrtr/r l Ya ng L ida k ,no,,Oo rn,,,r r",r,r*r,::::',;r,l11";:::r;,lt;:

Pclrcl'i'gi,'trt

r!'tt'i

dingin guno,nenrl)crllir i!..i

,,;";;,
.

l:r:lltrirr:,.rrr (rit l.crrtltlr)

;i1

lrcr<tr>r'r

rrrrllrrg l)ro(ort lor olvnrlnum t:llo'zr.


i il.tlrr$
r'ltr{

l; ,,. llrrrrr rlr,' (rr.lllll.i

, .lllr r.n"llrt(...-llrglu'rt
4

(Jnlitirili rltr:.

(r,rilrilrr!, lrtl'ltt J r,!lr..1','""rl,ll


I

l'.11'lr t

/1 llr lrl
r

((rt!1ilililt: ,15 klllr ,1gg lll/lrl \


lxrrnilrle
rrI

t k1i/h

11q

l!:lrl

Srrc of ttt.tirrtl

',|

rrr

)','"t 'r{ rrrtr ( r^lltt: 1111 111,,,1

I rrrrrtr.rl Itr "rt,'nf trrttt lrttt,' lirrrrl,ll' .trt1,l q1'11'r (rrrr l" rtvrl.lrrrl lurrn,lrlli(rrlt ln t1"'tt ,lyt"l:t \Jtlrl (l,rlltrlli

l,irrrilcrl lry *ire iltncllinc (lrrrr,l rrrtrrt


lrc

l,r',crrrrl nrttl irrtcrrrrrl


rlrnl;'c

ll, *l rrrrllrl fol 1,rrrtIllt rlrttlrr r.lrlrr.(orttrX


r,,1,11 r,,1

rrlrlc t0 be Ftrllt'd lrccnrrsc llrgy'n1g

rrclnl: Uildt'r(llt.1 (nn llc fornlf(l


orriJ'bv collnprirrg <orcl

or
ir1irri:rrtrrtr r.nll

lo()l..c nic(cs

tlrickncrs ...

I{} 1l} lrrrr t{) l'/lr ll 'y'l j{l rr I rr',l,rrtr',1.'l ll trrtn l(l l/'ll rtl I
tt,,l trrrtl

I ll lr il rrrrrt

til |7,, il,,rilil r!r I Ii,Irrr',1. ll 1 rrrttr lll l.lll ilr I

10.? l'r rrrrrr ll) l(X,'() (),1(l irr l;


rlrgtr,trlrr 9rt

ilrrlinX nirl'

l ; pc rrI t,rt, r

l ,rr,rl,l, . l,ll*r,l Alrlirl (rrtr,^ atrn


rt.,
,
I

Irr

tlht tlrlri Itr 1., rrl,l, t lt lr ( trlr I'r. ilr,rrll' rr( elr r'1, ,rt Ir,ttrlr.rr*'trlrll Irrrhr',1 i,'rlr rtrtt l.' rr,',,1

!ilrr'l tltt'il. irutrl I'r'rirrrl'le ntrrl rtrtrillrI rqr lltlv (nil lrc |'ullc(l lllrl litrltrt
lnlrttttr(r.' il 'l' illrl f ilr I4

'l,tlcr ltr(.,ri,t,,ir','1,1,

Surlncc frrrirli

l',r'r,',1 1,,.1 Irrrr rrr lrlll rttrr r. t1:!'lll llnl lrt tjltl{l rrrrla ttt I li ir'I7 l ;rlrr {'llitl ltl}l) lnr t
I

ll' rl lrrr, lr
tll.rl.,rl tr l(l ,,rlll lll I lll rrrtlr tlt I

'I ll Ill rrru tl:ril lllll t'4il

ilril^'in I I l'r lrlr li(l irirr ll " lr.rl lirrirrlr of tlrt.'


tlrlcr. ttrrtirrlg
lrl
t!c r

(inr lxlr,rritl'

r!\(,i

rnr r'"1 l:rtrrrtl \

lrrxrtlrlr.

rr

rllt

g,r;11'tlcIrttr,prr'

Cmlir,gl

rrlc...

{)l{Jl'(ls l{)l01l'l'rt

(irnirr rirr:.
St t r:irililr

lllrt 1,1, "rsr1r' Itl!lrltrr'.". lrrrr I'rlrrrtl r 1.'*r1l1l1' rr rllr g,,xl trtlrrri,Irt' i) il I () ('r rllf'llt'l'rl I tl,' 1..,'ll,r,t

l'rtrt:ril,r' lltrl

lrt.

,Ittrt.ni

l'rt).500

'(l r 'l' rt Vrr l litrl rn


lll0.1l(lU
n,, , f,,,' ,'
I lr

l;rlr lrl

.
LI'ilII

f nti(1,: Jrrnpr:rIi,'l \Vr:rrr rlrintrrrrc,' (Jur:r'rr ll rlrrrr lrl ;' lllrrurrkr..

( ;,,,,, I

lrt:lr'

,,1

,ptrtltl l

glrlrt, lt\u.nll.\' rl itt lltr" nr fttrt" {ltttltlitttt Iirrll!r'nt llru'llrrrt 'l rtlr,ttrlft' tttrrl rr.lx'iltillillrlI
rrs,

It't \' littiltl [rtr frrrl li'tllllnl prrxlttfIiltt rttlt'l

Typl<ul :orrrllo proyrortIor lor roptrrotoly (<lrl torl bort ol (erllrlron rrlulrrlnurrl (u r I lrrg trlloTr
I -.., )

'

rr.ll,' L.t rlrrrrlllrllrl, Il I'rr lt.l ll|illt.l, 't


,)il
1

Att,,,
S

:i0

IU
0,
0

:i
'r()6

'i0r]
2.r2

n 'JU(j
.

r)

'I I lri tl ll
I

?15 ,lill

:ll
ti:l
riu 30
t'1

'nt
:l

,r.5

:;

Ii liit ll?
t

li, l,l l't3 '/ill

I t.?

'l
0

lt
I'r

nt
:l()
'2:l

t0
I tl
t,
r|

l' l'
'i95 0

l:,7r

'Ir
'll
'I
I

til
r;/

'l:l:| 't1t0
I {il'r ?20 l:r0 I llu l.r()

l{;u
ilu

:l

li
aon n

'lri
I

.l'l l0
',1'l

u5 50
2,0 9.0
l'r.0

J2
I9

I' t'

'l li
I

26
2()

i'
:l0i|
()

.l

I'

I l(l

319.0

t2l
I

li
I' t'
):' f; (l

l'
t'

J5.1
,t.t.l

()

I'
l:

rl

:i

s
I'
I'

I'

i'
t'

3t0.0

s
S

I'

i'

'12il
:l r;t
r

lirl.0, Ailirl.0

31u.0....,.,.

ll

:l:I
ll

:t t:r

1600...

..

l)
l)

lir

A3600...... 380.0..,..,. .'lg:)0.....


3rJ,i (), A:lr1.l
r)

:lllt
;t:ilI

. l)
l)

:lIil
:t:l
I
r

ll
It l) s
s 5
I

J1J00. ...
A:)t,10
(J

'/,u I ;ll tiI

I tl,
It,

|rtl

'/ (l ril '/.1 'lh t:il, Ilr I ltl 1.'r :l rl lll:r {t5 tlt 2|a' .l:t t) ir 'ltt'| .l I tiil 'l.l I tiO tt ' :l rl lll' ' 'l.it :ll 2 ilr I (' 'J:,il :Ii ll i'r '/rtil ,lll tn ili't tI t0 ,tu 'J? Ililt '/rtil .ltl llr 'J lil 'l0 :lu :ll :lu 2ll'| ',1 0 '2t) I l{r 'l.r il l'r t{il 'J I tl ;tU ?r' 'l I ;t i, i.rt '11 fr {l I irt ri.U 2I lfiir 'llrr' ll tt 'l'2 '131 :17 li0 .t 'l 'll i( l fr l'r 'Jj" :l ll I ?il 'l.l ir (l I tiir "l'l :t.0 t(in 'l'2 il5 I llil 'J'l 25 llil'r 'l.ltl lll'r I tl 'lriil t ll :lll lHtl 'Jri ' I tl

ili lil

'lu
'l
(l

l'r

7t'tt

trtl:

It I li
I r;

I$r
;ll
rr

'rI:l
A.r

()

t1

I' t' lr ll

it
I I

-lr''tt
lllll Itlll

ilitl 'ltlo :l l il 'lriil l.tri l:tr!

l(l ;lli

'lll
'lfr :ln
',t I

'l(l ' I il I'J ' t (l ' I (l

'lt

lll

:1 5 -lr '\'

,,,,rrlrrrrrt-rll

Ccrs /\lurrrlnurrr
1.t; , . ,',, Dorlgnotlonr ond nomlnql (ornl)orlllonr ol (omrnon olumlnum olloyr vtod lor rostlng
.:i:.!

lloy r
l'ttlltft

forrrlrnrltlnrr.'l l.rrnlui.lt^t |ttltu..tr^l s


tV llf

ru mlrc r

l'ormcr AA
dcrlfnntlr.rn

ASIhl nurrrlrel .rrrrrrrr

..... 206.0,.....
20t.0

.. (is4:l^
(iN4'tA

4(;
,1 6

_.,)l.u :15 0 :]5

$l
o. ior r, r () ()5(L)

Otlrcrr 0.? As, 0.25 Ti


0 2? Ti,

\206.0.
20B C

,.... to8 l.r2.0 ... .. t42 t95.0 ..... t95 296.0 ..... 0295.0, Ul95 108.0..,.. Al08 )19.0 .....319, Atlcorr 136.0 ,.,.. A33?.0, Al32 t51,0 ,,.., 351 15s,0.,,.. 355 :355.0,.,. c35t, l5c 0 ,.,.. 3C0 t ,.0.., tlsa / t51 0.... / Jir? \t5?.0..../ AiYtT
ll'r9.0

..

Sor I'
S rrr I'

0 il5

.t Ii

c,{n

S,rr l'
.5

.l 0

t,'il o7t lfr

{}:}t

.t0
.r

,'u
OB

0.l5 0.?2'|i.0.t0

h c(b)

I.'c(U)

tr

?0Ni
25
3.5

lr

.l$
45

sc6.t^
SC64t)

Sor I' Sor It


I'
It

sNt22A

It
I

...
? l'r Ni 0 (i l:c(b). 0 J5'l/,rr(bl {J ?0 l:c{bl, 0.10 Zrrtb 0.6 Fc(l.r), 0,llC 7.rr(trl

s(i!?^ scslA s(j:rllt


ti(;?(,A

l0
fr
',t

l0
ll
(t l,u
1,0

60
t?
O 0

!i ,rr I'

!i nr I'

l'/
I
l, 7ir lrt
ll.'llrl'l

ll0
ltltlrt ll ltlllrl (l lllllrl ll I {ltlrl

:j(;?otl
S(::,

..... 160.0..... \360.0....

180.0...,. 380 \380.0.... A380 183.0 ...,. t8'1.0..... i84 \38,1 .0.,.. t]84 t00.0,..,. :tu0 \390.0..., AJ90{.; 13.0 .,.,, tJ \113.0.... Al3 ,t3o,..,., 4J \1.{3.0..,, ,tJ 1143.0.... 43 ;{1J.0.... A1,1 I'r.0 ,,.,, 2t4 18.0 ,,... 218 : ...., 220 :, .J .,.,, Almor( :'li ,l'rlll'r.0.... AZtrl lJ'rJC.O..,. ll2t8 t2.0 ..,.. D? 12.0, u0t2, 40t; !3.0.,.,. 6lJ,Tcnraloy ?1.0 .,... Precedcnt ?lA 50.0,..,. ?50
rlS - randcartlnl,p - lFtrlrnnt,tI

'JlttJ Jl;(, AiJt,0

tif;lrrfril s(;t()(,n
scrr.rll
sL.8.tn

ln

Slr l' li nr l' Slr l' li lr I' li 'rr I'


t,

ll irll
rt .tt

50 50
?0
? (, ? {t

tI li ll :'t I

I li

l:^{lr},0.10

Z.rr(b

ll
t, l) l) l)

ilri ll l,tt
ll lrll

?(t !r0

0 lir'l'i,0.005 tlc
'l U l'clL) ' | 3 I'c(bl
? 0 Fc(b) \1.3 Fetb)

I6
lr,

il

r'r

fr

tict02^ s(:il4A s(:lt.r4

:t t'

fl5
B5 r0 5
I ri

'tt

ll ll
S,rr l'
l) l) s s
S rrr l'

:l ,r

rlu

sl.ltl stz^ sir[


strA

.tt .tt
(l tir.lrt

il'J il't
l7

ll

U 7.rrll't

ll ti

n0
r'!
t?
0
0

I U T,rrtbl I 3 7.rr(bl
0 5 Zrr(L)

2.0 l'c(bl

Li]

l'"ctb)

st(j

(;.rA
(;RA

ll
.l

ll:lilrl,r ll ll,rlrr
ll
tir lrt

52

r2
,t I

j't
'I
,;
l

2 {) l:c(lr)

(;l0A
(;At?uil

l)

li
s

,{0'

lrl il
,t

z(,;(itA

ZCSIA,lt 7,C7 |l
ltrrlrl (n.tlrl. ll

li fj rrr I' Sor l'


s

ll ' tu

{l Itt ll lil

(l llt 'l'i
() llt 'l'i 5 {l 7.rr, 0 5 Cr. 0.?0 'l

(l ? Iil
r

Sru l,
rllr ar.tt[{

ll l; {l ,li ll ll
r r rr,,rrrr

lr, \l,r

(i 2Srr.

7 3 '/,tt.0.7 (lrr ? (l 7.rr, 0 l:l Cr, 0,ll,

l0Ni

JEI\IS MATITI{IAL UNTUK PEMBUATAN POLA (PATTtrRI{)


1.I(AYU (PALINC UMUtvt DiUUNAKAN) - MURAI_I & MUDAI-I DIDAPAT . MUDAI_I DII(EIUAI(AN & PERMUI(AANNYA I-tALUS

- RINCAN

.. MUDAH DISAMBUNG

- MUDAI_I DIREPARASI
- CAST II{ON - MURAI-I - I(U AT
BRASS
KU A-t'

2.

LOGAM (CASI' tRON, BRASS, ALUMUNTUM)

'. "lAl-lAVl'lil{l-iADAI) l)F}lClKlSAN PA$lR

TIDAI( I] EITI(A RA'f PEI{MUI(AANNYA LEBII-I HALUS DARI

- TAI-IAN TERI-IADAP AUS IJART


CE t'A

CAS'T IRON

I(AN

PASTIT

ALUMUNIUM - MI.JDAI-I DI CAS]"INC

fr rdv(({.

II

).0.,,....,"..., l) L...,....... q l)
n

It

0....,.,...., 0,..,....r,..
0...,.,..,...
0

lt

ll!\ D
u
t)

I 0" lll ll 9.r-lll I { l.i ll t \.,, I ll0.1] rt


?.1"1

I
I I

t
I

0,0.......,.., l)
?.0.'...,.....

l)'ft,

l,t-r.l
l'J-"J
9.t-r
I

tw

Irl
l.J

lt t, n trl :r tl It .rll il \il IilJt' ln{l} !il,Iil

ili

It .'r ilr It lI

r: :tl tl !rl il,'r '1, tl '.

tt rlr rt 'rt tt lrl I, lr ll lrl ti til il til ll (il tl lrl It \tt ll tll tt ltl l! lrl tt itr :ilIr il llt ll lrt It ill

ll \ll It \il

I rr .t t

u |r

il Ir
|il I lt | 1l . I lr I tt. I lt I lt til ll llr tr ltl

ilr[

....,....;..

I!

Io.'r'rl
t,l.tr I!l.ltl I t! t il 1il tL l n \ tl

il lu

r.1.

r.0,,,.,,,...,
v,,,,,,,,,,,,

0.....,.,,.",
0.0.,,.,.,,".. .0...,..".,.,.
.0

l0.t-ll
I 0.ll
lfr

u
tt

lr 0 trr 0" lN (l

0.0...,,..... " s, r'

Itr.(f.lX ll

0 t il 1ll

.0..........,. r).0,....,...., ;).0.,........, .0 ............


.0

.,..... ,....s.

u u

0.ll{ [
0 0 0

l[.0- lrl
I r.o-:
r

P. D
D D

l Ir.s-l)
{.14
{.

{).0,,.,......,

s. P s. P
s

t.o- l ).0 il .0- l ),0


0

ll t., l.l :0 Il

il lll Jl t (lt-l I

ln
lll
ll

rt !rt

5. I'

........,... s, P ll,0,,,,... ",,, , P .0.,,,.,.,.,.. s ,0.,,,..,...., s


,.0 ... .. ..
,.0

.D

{.!4

r-lr

{l
rt

Itl l, I iltl
ll

0 lil
rr

rl lrl tt I t
lr
tr

r.j-{r

(r.!-?,!
6,J-r.

.. {,
tr

0,)0{.t

!
!

0!0
Urr
,al

.....

t.r-!

0ln
ril 0 rlt
I'

I'

0 ltt 0 !o-r
0.

.0...,..".....
.... ,.,...

0ll

".

o u
s s
s s

0.JtLt I

r.0

'.0

)r.0.,.........
tt.o
'.0

.,,,, ,. , ,., ^ ..... ..... ".


..... .....

" 5. r
s.
r'
.l

ll 0 :r 0 ll 0:0 0.r! 0:0 tt :it


0 l!

tt 0 lt.l
I
r

il:i il Itl t| lr r! l' ll lrl il lr ll :ll


lr :'
ll:1 lt ll{ 0 lil

It lrl

lr rll ll ttl ll tI il .il ll lrl ti I tl ll tlt ll :r! ll ,r ltlll il tl fi tI It I r ll ril lt (ll il |r il I| n 1l ll llt 0 Ii !| ': .tl tI il II ll lrl fi r, ll ll ll lil

ll(rl

illrr
.

lr 11 il lil il,r\ I' I \ il lrl il t\ t! I \ il l( il I\ il II il I( It lrl


ll 'rtl {l .'tl l, lll

il (lt
rl Ill
lt lll il til n lil ll (ll n rtt il tI ll ttl tl lr n llt ll I I u Ir

t\

i! rtr

il

:rr

n to-rt :0
il:t il:r il It lt "'t il:( tl :r r l|:r l! 'r ll irt il:t

il.'i il:|

tr::

rl I r

il lil

tl :rr

u Irl

tt lrl 0 15 0

0:0

0.,.....

..,,

I'
s

\.0....,..,.,.. .0..,.........

ll l( il lrl 0ltt -

rr r ll irl il i.l Utll

tl or

illn il ;ll
r ll .t t ll lil. I tt il |fi ll lll lr I I I tt rtt tt r.1 lr 'lt ll "l rrt lll rt,, rr r il tl il lt lrr lrr |il ril ll l.t r'1 rr l' r '.r lt.t

rltr.I

S,P
s s

s. lr s, I'
5. l'

s. I'

fi lr n ll ilt : {.1I (t.|il 5.lJr I

(l r |t lr

il:
rt

il ; ll t

il|Ir t:.'t l llJ il

il a. tl'l

,trirbrlr6<<oldvminun, ltlOa0.l0A,t.Jl03r-l0Atrrl0r(lF.rlr,/rr[I;.rI!t\t.tr'.!r!rt.,..r.,,,Lr/,,r!r,r,,dtr\
.0.0)1

rrt'rrr:rltrirtrr.,r,.,,\,r,1r.,

rur

0. Ssrrr: Rtl

2,JIJMLAI-I CAS'I-INC YANG AKAN DI BUAT (LINTuK JUVILAI-I BAI'J\',rK POLA LOGAM LEBIH DIANJURKAN)
3.

METODE MOULDINC YANC DICUNAKAbI (DIBUAT OLIIFI MESIN ATAU MANUAL)

4.

BAHAN MOULDINC YANG AKAN PICUNAKAN

PENYUSU]"AhI AK'IUAL DALAM SUATU CASTINC"TI]RGAN'I'UNC DAI{I I]EBERAPA FAK-TOR DIL}A WAI I IN
I

1"

CA.STING

I(ETEBA[-A.{ DAN DIMTINSI LAIN DAIII


t

z.DESAIN DAN I(I]RUMI'IAN DARI CAST,INC


KETAI-IANAN MOULD DARI

3. 4.

SI.I RI]''I

I(AC!i

MATERIAL MOULDINC DAN KEKERASANNYA

-l:

i\

5.

ivicul-Dlhlc MhTODE -nfr

Y/.)lc

DIGUNAKAN

6. TE,MPEITA-IU

R'TLJANC DARI LOGAM CA1R

JE,NIS-J EN IS POLA

1. POLA TUhICCAL

2. PCL/i BLil-Al-t 3. POLA INTI


CONI"OI.I KASIJSJ
CITEY CAS"I' IITOI! CAS'I'INC AKAN DII}UA'I- DAITI 'SbIJUAI-I 'I'IJI{I]UA'I' DAI{I I)L)l'^ POL.A ALUIV1UNIUM YANC Ai(AN rcnVU DAII Cju rivli),^.!l C'n S'l' llr.f ), :,':ivlliNtilNYA ttO ' .fgN.r.ur(AN DrN4riNsr DAru r)or./ (nyLJ t)rrNcAN t'tANYA MEMPEItI lA'l'Il(, ^N l)liNYtJSti'l'AN SA.IA
.

MM

P$hA {pArrnRN)
PHStrNISI
I

nruru,In,mL YANG DAPAT DIGUNAI{nN S'ilffiU "']tiFM'ffiUAT cETAKAN' qnaou Lt)) tffi.rtjfr,

U}JTUK PR.OS'H$ FENCECORAN LOfiAM


' ,t .." ' t.'

frtrpffi,gmytrq$l nAR.l Pgl5A MHNfi HASI'LKA51;,, , r l,'tl cA$Y{Nfi (t-tAslL

TtiANcAhl)

PmRBEDAAN PATTARN mAN CASTTI\C i ,_ , p,$sA F$RBEffAA]\I YANC UTAN4A T"AI(LETAK s',}fogffiN$H, FOtuA (PATTAR"N THBIH m:Benn H BitulENsNYA DIBANilTNGKAN
,

- ')

CA$TINC
6,

SAtsAB:

;;

D :

POLA MENfiALAMI PENYTJSUTAN Al*raR.A l-2 mm SETIAP 100 mrn


FIi{ ISH U.i G {N4 AC l-l I N l}"lC )

'\

* bIPHITI-IIT{JNCI{AN CI*AARANCE U'NTUK


C

FOIA DAPAT'TNRNIRI NARI PUA ATAU

fICA BUAI-}, SEDA}-'IC KAN CASTITIC


HANYA SATU

, ? KADANC.KANANC PS,LA DILE}''ICKAPI nllT{GAl'i lT.lT'1 SEDANC KAlt cAsTIl{ c


TIDAK
't

,[it <Major addition: Mn atau Mg> Al-Mg, AI-]vIn-Mg, Al-N{n,

Al-sil

Respon to strengthening by heat freatnent.

2xxx ( AI-Cu, Al-Cu-Mg), 6xxx(Al-Mg-Si) dan ?ruor(Al-ZnN4g,

Al-Zn-Mg-Cu) dll.

Lihat Table 2.

I]I. MEKANISMI] PENGUATAN AKIBAT THERMAL


TREATMENT
( Studi Kasus Aluminium Paduan

Al-Cu)

'

Iti, I . Diagrilnr l)hase AI-Cu


I

11.2.

Kekerasarr-Waktu > Natural-Artificial Aging,

Ill.3. Sifat Mekanis.

{.UMINIUM PADUAII

International Atloy Designation'svsiim


;d..
i
I

[IADS]

> 4 digit

lxxx
2xxx
JXXX

> 99.00% minimun Al

> Cu (tembaga) > Mn (Mangan)

4xxx
5xxx

> Si (silikon)
> Mg (magnesium)

6xxx
'7xxx Sxxx

I MB (magnesium) dan Si (silikon)


> Zn(zinc)

> Lain-lainnya.

Peningkatan sifat mekanis akibat proses "Shain Hardenirtd'


setelatr pembentukan (cold working selama

fabrikasi) > lihat

tabel

1.

[ <Major addition: Mn atau Mg> Al-Mg, Al-Mn-Mg, Al-Mn, A1-Srl

L.--

I. L,ATAR IlLil,AKANC.

SCITAP

MI]L"I'ING CAS'I'ING
ITORMINC
r'
I i' l" l' I N G/',t'tr

IMM lNc/ISLASTtNC

THE,RMAL TREATMENT
FINISI{ING PACKAGING/DELIVERINC