Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

33

PENGARUH FADING PADA SISTEM KOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO TETAP DAN BERGERAK

Sugeng Purbawanto

ABSTRAK

Pada sistem komunikasi gelombang mikro, terjadinya fading merupakan faktor yang mempengaruhi

kualitas sinyal penerimaan.Dengan perambatan gelombang radio yang harus satu garis pandang dan

kondisi atmosfer yang tidak menentu memungkinkan terjadinya refleksi, difraksi dan refraksi,sehingga

mengakibatkan terjadinya multipath fading.Pengaruhnya terhadap sinyal terima dapat memperkuat ataupun

memperlemah, tergantung besar fasa dari resultan sinyal langsung dan sinyal tidak langsung.

Untuk komunikasi gelombang mikro terestrial yang tetap, efek ini dapat diproteksi atau diatasi dengan

penerimaan sistem diversity baik dengan space diversity ataupun frequency diversity.Tetapi pada sistem

komunikasi bergerak, selain faktor alam juga ada faktor yang menyangkut struktur dan topografi

lingkungan sekeliling, sehingga akan menciptakan efek transmisi yang rumit. Salah satu pengaruhnya

adalah terjadinya Doppler Shift, yang merupakan perubahan atau pergeseran frekuensi yang disebabkan

oleh gerakan MS (Mobile Station). Pergeseran frekuensi ini juga bergantung pada kecepatan dan arah gerak

MS yang akan menyebabkan modulasi frekuensi acak pada sinyal radio bergerak yang dapat

menyebabkan menurunnya kualitas suara.

Kata kunci : gelombang mikro, fading, multipath, Doppler Shift

A. PENDAHULUAN

Pada sistem komunikasi apapun, sinyal yang

diterima akan berbeda dengan sinyal yang

dipancarkan, karena adanya berbagai hambatan

transmisi. Untuk komunikasi nirkabel, hal ini

dapat terjadi karena perambatan gelombang radio

dipengaruhi oleh temperatur, kepadatan elektron

dan juga kelembaban udara dan tanah. Oleh

karena itu tinggi rendahnya keandalan sinyal

yang diterima ditentukan oleh perubahan-

perubahan atmosfer yang dilaluinya.

Dalam sistem gelombang mikro, perambatan

gelombangnya adalah dalam ragam satu garis

pandang (LOS = Line Of Sight). Untuk komunikasi

berbasis bumi ini, antara antena pemancar dan

penerima harus berada dalam garis pandang

tanpa penghalang antara satu dengan yang lain.

Dengan transmisi nirkabel LOS, hambatan-

hambatan yang paling besar adalah adanya

atenuasi, rugi ruang lepas (free-space loss), noise,

penyerapan atmosferik, refraksi dan multipath.

Sistem komunikasi dengan gelombang mikro,

terbagi dua macam sistem yaitu sistem terestrial

(melalui darat) dan sistem extraterestrial (melalui

satelit). Pada sistem terestrial (darat), jarak antara

2 (dua) stasiun yang berurutan berkisar antara 10

- 100 km, atau tergantung pada frekuensi yang

digunakan atau kondisi geografisnya. Sedangkan

untuk yang melalui satelit, ada sistem

komunikasi yang bersifat tetap yaitu yang

biasanya dipadukan dengan melalui darat, dan

ada komunikasi yang sifatnya bergerak. Pada

sistem komunikasi bergerak, perambatan sinyal

antara antena pemancar dan antena penerima

melalui berbagai lintasan yang berbeda. Lintasan-

lintasan yang berbeda inilah yang mengakibatkan

kuat sinyal penerimaan menjadi bervariasi.

Dengan kondisi atmosfer yang tidak menentu

karena cuaca dan sebagainya serta faktor

lingkungan, maka saat sinyal gelombang mikro

sedang merambat memungkinkan terjadinya

suatu fenomena yang dikenal dengan fading.

Fenomena ini dapat menyebabkan bertambahnya

redaman terhadap sinyal yang diterima pada

beberapa macam kondisi cuaca yang dilaluinya,

sehingga hambatan yang terjadi lebih terkait

34

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

dengan adanya multipath, karena adanya tiga

Adanya multipath ini memungkinkan sinyal

mekanisme propagasi yaitu refleksi, difraksi dan

yang dikirim dapat diterima meskipun lintasan

refraksi.

terhalang, tetapi disamping itu dengan adanya

multipath kondisi lingkungan akan selalu

B. PEMBAHASAN

berubah-ubah, hal ini sangat mempengaruhi

1. Fading dan penyebabnya

pada penerimaan sinyal pada penerima ditambah

Fading merupakan suatu gejala pembenturan

dalam jalur gelombang radio yang menyebabkan

bertambahnya redaman terhadap sinyal yang

diterima pada beberapa macam kondisi cuaca

yang dilaluinya. Secara umum fenomena atau

gejala ini adalah berkaitan dengan mekanisme

propagasi yang melibatkan refraksi, refleksi,

difraksi, hamburan dan redaman dari gelombang

radio, sehingga akan terjadi perubahan fasa,

polarisasi dan atau level dari suatu sinyal

terhadap waktu. Oleh karena itu fading adalah

variasi sinyal terima setiap saat sebagai fungsi

dari fasa, polarisasi. atau level sinyal terima.

Pada suatu lingkungan tetap, fading

dipengaruhi oleh perubahan-perubahan atmosfer,

seperti misalnya curah hujan. Tetapi dalam

lingkungan bergerak, yaitu satu dari kedua

antena bergerak relatif terhadap yang lain, dan

lokasinya relatif ada berbagai rintangan yang

berubah sepanjang waktu, maka akan

menciptakan efek-efek transmisi yang rumit.

Akibat dari adanya fading, sinyal yang diterima

oleh penerima merupakan jumlah superposisi

dari keseluruhan sinyal yang dipantulkan akibat

banyak lintasan (multipath)

Lebih lanjut dapat dijelaskan, pada sistem

komunikasi bergerak terdapat 2 (dua) macam

fading, yaitu fading cepat (short term fading) dan

fading lambat (long term fading). Fading cepat

(short term fading) yaitu fading yang terjadi

beberapa menit atau jam saja yang disebabkan

oleh pantulan multipath suatu gelombang

transmisi dari penghambur lokal, seperti rumah-

rumah, gedung dan bangunan lain atau karena

halangan lain seperti pepohonan yang

mengelilingi suatu unit bergerak. Sedangkan pada

fading lambat (long term fading) terjadi dalam

waktu beberapa hari atau bulan, yang antara lain

disebabkan keadaan cuaca yang selalu berubah-

ubah, tekanan uap di atmosfer akibat perubahan

musim.

dengan posisi penerima yang bergerak. Masalah

yang dapat ditimbulkan karena adanya multipath

antara lain multipath fading.

Multipath fading, adalah semacam gangguan

terhadap perambatan gelombang-gelombang

mikro diudara bebas. Sering terjadi pada malam

hari dalam proses yang sangat cepat. Munculnya

secara tiba-tiba tanpa dapat diketahui atau

diramalkan sebelumnya dan sukar ditangkap

dengan indera. Hal ini disebabkan oleh tidak

sefasenya energi yang dipantulkan atau dibiaskan

dengan energi yang langsung sampai pada

penerima. Akibatnya akan terjadi dua atau lebih

komponen gelombang yang propagasinya terpisah

untuk menuju ke antena penerima, sebagaimana

yang diperlihatkan pada Gambar 1, yang

menggambarkan secara umum jenis-jenis

interferensi multipath yang biasa ditemui pada

sistem komunikasi gelombang mikro yang tetap

(terestrial) maupun yang bergerak.

mikro yang tetap ( terestrial ) maupun yang bergerak. Gambar 1. Contoh Interferensi Multipath pada komunikasi

Gambar 1. Contoh Interferensi Multipath pada

komunikasi gelombang mikro

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

2. Pengaruh fading pada sistem komunikasi

gelombang mikro

Sebagaimana dijelaskan, fading terjadi akibat

proses propagasi dari gelombang radio meliputi

pembiasan, pantulan, difraksi, hamburan,

redaman dan duct (celah di udara) yang terbentuk

oleh lapisan-lapisan atmosfer bumi, yang

mengakibatkan terjadinya perubahan kekuatan

sinyal frekuensi radio yang diterima. Pengaruh

fading terhadap sinyal terima dapat memperkuat

ataupun memperlemah, tergantung besar fasa

dari resultan sinyal langsung dan sinyal tidak

langsung. Atau dengan kata lain, hal ini

disebabkan karena tidak sefasenya energi yang

dipantulkan atau dibiaskan dengan energi yang

langsung sampai pada penerima.

a. Komunikasi tetap

Pada teknik gelombang mikro, khususnya

pada hubungan titik ke titik (point-to-point)

terestrial yang bersifat tetap, selain sinyal yang

merambat langsung dalam satu garis pandang,

sinyal dapat mengikuti jalur melengkung melalui

atmosfer akibat refraksi dan sinyal dapat

memantul dari tanah. Oleh karena itu terjadinya

multipath fading akan mengakibatkan adanya dua

atau lebih komponen gelombang yang

propagasinya terpisah untuk menuju ke antena

penerima. Dengan tidak sefasenya energi-nergi

gelombang tersebut, maka dapat memperkuat

atau memperlemah sinyal yang diterima oleh

antena penerima.

Untuk mengatasi kejelekan kualitas

penerimaan, dipergunakan dan diterapkan

penerimaan Sistem Diversity, yang dikenal ada

dua macam sistem yaitu Space Diversity dan

Frequency Diversity. Pada sistem Space Diversity,

dapat dipergunakan 2 (dua) atau lebih antena

penerima untuk menerima sinyal dari beberapa

pemancar. Antena-antena penerima ini biasanya

dipasang terpisah secara vertikal pada tower yang

sama, untuk menampung lintasan langsung dari

pemancar, sebagaimana diperlihatkan pada

Gambar 2.

35

dari pemancar, sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2. 3 5 Gambar 2. Sistem Space Diversity Pada umumnya,

Gambar 2. Sistem Space Diversity

Pada umumnya, sistem Space Diversity

menggunakan satu pemancar dan dua penerima

dengan antena-antena yang terpisah, dan hanya

mempergunakan satu frekuensi. Hal ini

dimaksudkan guna menghemat alokasi

pemakaian frekuensi, seperti yang ditunjukkan

pada Gambar 3. T X
pada Gambar 3.
T X
frekuensi, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. T X R X Combin R X Gambar 3.
R X Combin R X
R X
Combin
R X

Gambar 3. Diagram blok penerimaan Sistem Space Diversity

Adapun Frequency Diversity merupakan jenis

penerima diversity yang menggunakan dua atau

lebih frekuensi dalam satu sistem. Sistem ini

diterapkan dengan pertimbangan bahwa

multipath fading terjadi pada frekuensi-frekuensi

tertentu saja. Pada sistem ini dipakai beberapa

frekuensi gelombang mikro yang berbeda,

sehingga kemungkinan gangguan fading tidak

akan terjadi serentak terhadap panjang

gelombang yang berlainan itu. Tingkat keandalan

propagasi akan lebih baik, bila frekuensi yang

dipakai mempunyai spasi 5 % dari frekuensi yang

lebih kecil. Hanya dalam praktek, karena

terbatasnya band frekuensi diambil perbedaan

antara 2 – 3 %.

36

Penerima diversity jenis ini memerlukan dua atau

lebih pemancar yang masing-masing beroperasi

pada frekuensi yang berbeda, dan dua atau lebih

penerima. Seperti pada Space Diversity, untuk

Frequency Diversity sinyal yang cukup kuat juga

akan terdapat pada salah satu penerima saja.

Pada umumnya sistem ini menggunakan antena

yang sama, seperti yang diperlihatkan pada

Gambar 4.

TX 1 TX
TX
1
TX
sama, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 4. TX 1 TX RX1 Combiner RX2 Gambar 4. Diagram
RX1 Combiner RX2
RX1
Combiner
RX2

Gambar 4. Diagram blok penerimaan Sistem Frequency Diversity Dalam suatu jenis Space atau Frequency

Diversity, dipergunakan beberapa macam

kombinasi pada terminal penerimanya untuk

memproses sinyal diversity. Bentuk-bentuk

pengkombinasi (combiner) yang dipakai antara

lain Variable Gain, Equal Gain dan Optimal

Switching. Yangmana pengkombinasian dapat

dilakukan pada tingkat baseband (Post Detecting

combining) atau pada tingkat intermediate

frequency (predetection combining) Namun yang

paling banyak dilakukan/dipergunakan adalah

pada tingkat baseband (post detecting combining).

. Dalam praktek, metode yang banyak dipakai

dan dapat dipercaya adalah jenis kombinasi

Optimal Switching dan Equal Gain, karena disini

bila satu penerima begitu jauh merosot (drop)

sampai dibawah normal, penerima akan terputus

dari sirkit Combiner, sehingga yang dipakai sirkit

baseband adalah sinyal penerima lainnya.

b. Komunikasi bergerak

Dalam sistem komunikasi bergerak,

perambatan sinyal antara pemancar dan

penerima melalui berbagai lintasan yang berbeda

karena adanya fitur-fitur dan topografi

lingkungan sekeliling menjadi permukaan-

permukaan pemantul. Lintasan yang berbeda-

beda inilah yang mengakibatkan kuat sinyal

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

penerimaan menjadi bervariasi, sehingga

fenomena fading merupakan karakterisktik

utama dalam propagasi radio bergerak.

Pada sistem komunikasi bergerak terdapat

dua macam fading yaitu fading cepat (fast fading)

dan fading lambat (slow fading) Jenis fading ini

disebut juga sebagai short term fading dan long

term fading. Short term fading sebagian besar

disebabkan oleh pantulan multipath suatu

gelombang transmisi dari penghambur lokal

seperti rumah-rumah, gedung-gedung dan

bangunan lain atau oleh halangan lain seperti

hutan (pepohonan) yang mengelilingi suatu unit

bergerak tetapi tidak oleh gunung atau bukit yang

terletak diantara lokasi pemancar dan penerima.

Fading cepat atau short term fading ini tidak

hanya mempengaruhi telepon-telepon bergerak

dalam mobil, tetapi juga pejalan kaki pengguna

telepon bergerak yang menyusuri suatu jalan.

Contoh-contoh kemungkinan yang terjadi akibat

pengaruh dari fenomena ini dapat diperlihatkan

pada Gambar 5.

dari fenomena ini dapat diperlihatkan pada Gambar 5. (a) (b) Gambar 5. Ilustrasi kemungkinan efek terjadinya
dari fenomena ini dapat diperlihatkan pada Gambar 5. (a) (b) Gambar 5. Ilustrasi kemungkinan efek terjadinya

(a)

(b)

Gambar 5. Ilustrasi kemungkinan efek terjadinya

fading pada komunikasi bergerak

(a)pejalan kaki, dan (b) telepon mobil

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

Ada dua kondisi yang memberikan gambaran

mengenai fenomena fading tersebut, yaitu pada

posisi a) Penerima dalam keadaan diam, dan b)

Penerima bergerak dengan kecepatan tertentu.

Sebagai contoh, misalnya penerima dalam

keadaan diam, tetapi dikelilingi oleh beberapa

obyek yang bergerak baik kendaraan lain

maupun orang yang sedang berjalan, maka

dalam keadaan ini sinyal yang diterima akan

menunjukkan adanya fading yang bergantung

pada laju dan jarak dari kendaraan-kendaraan

lain atau orang berjalan terhadap unit penerima

bergerak tersebut. Lain halnya pada posisi

penerima sedang bergerak, maka akan

menyebabkan kuat sinyal yang diterima oleh

penerima akan bervariasi dengan cepat, dan

terjadi fenomena sinyal fading cepat (short term

fading). Karena rendahnya antena MS (Mobil

Station) dan adanya struktur bangunan yang

mengelilingi MS, menyebabkan fluktuasi yang

cepat pada penjumlahan sinyal-sinyal multipath

menurut distribusi statistik yang disebut

distribusi Rayleigh yang dikenal dengan Rayleigh

Fading. Fading yang terjadi secara lambat akibat

pengaruh efek bayangan dari berbagai halangan

disebut fading lambat (shadowing). Fading ini

mengakibatkan fluktuasi level daya yang diterima

selama MS bergerak.

Demikian juga yang menyangkut panjang

lintasan dan perlakuan perlambatan gelombang

yang berbeda-beda mengakibatkan sinyal-sinyal

multipath sampai pada penerima dengan variasi

waktu tunda. Sebuah impuls yang dikirimkan

oleh pemancar akan diterima oleh penerima

bukan lagi sebuah impuls melainkan sebuah

pulsa dengan lebar penyebaran yang disebut

delay spread.

Salah satu pengaruh terjadinya multipath pada

komunikasi bergerak adalah Doppler Shift, yang

merupakan perubahan frekuensi atau pergeseran

frekuensi yang disebabkan oleh gerakan MS

(Mobile Station). Adapun frekuensi yang biasa

digunakan pada apikasi-aplikasi seluler bergerak

adalah sekitar 900 MHz, dengan panjang

gelombang 0,33 m.

Pergeseran frekuensi ini bergantung pada

kecepatan dan arah gerak MS, yang akan

37

menyebabkan modulasi frekuensi acak pada

sinyal radio bergerak. Perubahan frekuensi ini

dipengaruhi adanya propagasi lintasan jamak

yang dapat memberikan pergeseran positif atau

negatif pada saat yang sama untuk lintasan yang

berbeda. Pada saat MS bergerak relatif terhadap

BS (Base Station), MS merasakan bergesernya

frekuensi terima dari frekuensi pemancar,

sehingga menyebabkan menurunnya kualitas

suara. Gambar 6 memperlihatkan efek Doppler

Spread yang menyebabkan terjadinya bermacam

Doppler Shift.

Spread yang menyebabkan terjadinya bermacam Doppler Shift. Gambar 6. Pengaruh Doppler Spread terhadap Doppler Shift

Gambar 6. Pengaruh Doppler Spread terhadap

Doppler Shift

Saat unit penerima bergerak dengan

kecepatan V, dan menganggap tidak ada

penghambur diantara pemancar dan penerima

sebagaimana terlihat pada Gambar 7, maka

sinyal yang datang dengan sudut phase pada

penerima adalah sebesar

cos )]

(1)

dengan : A = Amplitudo

Sr = A exp[j(2̟ ftt – β x

ft = Frekuensi transmisi (frekuensi yang

dipancarkan)

x (jarak perpindahan) = v t

Bila β(koefisien pergeseran fasa) = 2 ̟/λ , maka

persamaan (1) dapat ditulis menjadi :

Sr = A exp[j(2̟ ftt - 2̟/λ

v

Atau ditulis lagi menjadi

t cos )]

(2)

Sr = A exp[j2̟ (ft - v/λ

cos )t]

(3)

38

dimana V/λ cos adalah frekuensi Doppler (fd).

Oleh karena itu pada kondisi unit penerima (MS)

bergerak dengan kecepatan V, maka besarnya

frekuensi Doppler fd = V/λ cos

Dengan V = kecepatan MS relatif terhadap BS

λ = panjang gelombang dari frekuensi

pemancar

= besarnya sudut datang

Dengan menganggap amplitudo sinya׀ │Sr│ = A

pada baseband konstan, maka frekuensi yang

diterima fr = ft – V/λ cos

konstan, maka frekuensi yang diterima fr = ft – V/λ cos Gambar 7. Penerima dalam keadaan

Gambar 7. Penerima dalam keadaan bergerak

(tanpa ada penghambur)

Terkait dengan arah gerak unit penerima atau

MS, ada tiga kemungkinan yang terjadi, yaitu

a. MS bergerak menjauhi sumber, θ = 0,

frekuensi yang diterima fr = ft - V/λ

b. MS bergerak mengelilingi sumber θ = 90 o ,

frekuensi diterima fr = ft

c. MS bergerak menuju sumber θ = 180 0 ,

frekuensi yang diterima fr = ft + V/λ

Dalam kenyataan atau kondisi sebenarnya, unit

penerima bergerak dengan kecepatan V, tetapi

diantara pemancar dan penerima ada

penghambur. Bila dimisalkan penerima bergerak

dengan kecepatan V, diantara pemancar dan

penerima ada satu penghambur (Gambar 8),

maka sinyal yang datang pada penerima

merupakan jumlah dari sinyal langsung (dengan

sudut fase = 0) dan sinyal yang melewati

penghambur (dengan sudut fase θ1).

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

θ1). Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011 Gambar 8. Penerima dalam keadaan

Gambar 8. Penerima dalam keadaan bergerak (dengan penghambur)

Dengan menggunakan persamaan (3) untuk tiap

sinyal, maka sinyal yang diterima oleh unit

penerima adalah :

Sr = Ae j2̟f t t (e -jβx - e -jβxcosθ 1)

Sr = Ae j2̟f t t .2e jβx(1+ cosθ 1 )/2 .cos ( βx/ 2 βx/ 2 cos θ1)

(4)

Kondisi ini yang merupakan dasar dan pengaruh

multipath fading untuk komunikasi bergerak.

C. PENUTUP

Pada sistem komunikasi gelombang mikro baik

yang bersifat tetap maupun bergerak, gangguan

terbesar adalah karena terjadinya fading dan

multipath fading yang menyebabkan atau

berpengaruh terhadap sinyal terima karena dapat

memperkuat ataupun memperlemah level sinyal

yang tergantung besar fasa dari resultan sinyal

langsung dan sinyal tidak langsung.

Pada komunikasi yang tetap dapat diatasi

dengan penerimaan sistem diversity, baik dengan

space diversity atau frekuensi diversity.

Sedangkan pada komunikasi bergerak, karena

banyak faktor yang berpengaruh yang

menyangkut struktur dan topografi lingkungan

sekeliling akan menciptakan efek-efek transmisi

yang rumit pula. Salah satu pengaruhnya adalah

terjadinya Doppler Shift yang merupakan

perubahan frekuensi atau pergeseran frekuensi

yang disebabkan oleh gerakan MS (Mobile

Jurnal Teknik Elektro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 2011

Station). Pergeseran frekuensi ini bergantung

pada kecepatan dan arah gerak MS, yang akan

menyebabkan modulasi frekuensi acak pada

sinyal radio bergerak sehingga dapat

menyebabkan menurunnya kualitas suara.

DAFTAR PUSTAKA :

Ampary, Gousda.1976. Beberapa hal yang

mempengaruhi propagasi gelombang mikro, dalam

Gema Telekomunikasi No.103 Desember

1976. Bandung : Humas Kantor Pusat Perum

Telekomunikasi.

Ismail Nashrudin. 1998. Kanal Rayleigh Fading

pada Komunikasi CDMA,dalam Elektro Indonesia,

Edisi ke Dua Belas. Maret.

Mithal K Gyanendra.1976. Element of Electronics

and Radio Engineering.Delhi : Khana Publishers

Roddy, Dennis dan John Coolen. 1984.

Komunikasi Elektronik, Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Saydam Gouzaly, 1978. Sistim Proteksi dalam

Microwave, dalam Gema Telekomunikasi No.119

April 1978. Bandung : Humas Kantor Pusat

Perum Telekomunikasi.

Stallings William.2007. Komunikasi & Jaringan

Nirkabel. Jakarta : Penerbit Erlangga.

BIOGRAFI

Sugeng Purbawanto, Dosen Teknik Elektro FT-

UNNES

39