Anda di halaman 1dari 3

KOPLING LS Bila lebih dari satu elektron yang menyumbang momentum sudut orbital dan spin pada momentum

sudut total J dari sebuah atom, J tetap merupakan jumlahan vektor dari momentum individual. Karena elektron yang bersangkutan saling berinteraksi, kelakuan bagaimana momentum individual Li dan Si bersama-sama membentuk J mengikuti pola tertentu bergantung pada sekelilingnya. Pola yang biasa untuk semua atom kecuali atom yang sangat berat ialah bahwa momentum sudut orbital Li dari berbagai elektron terkopel bersama secara listrik menjadi resultan tunggal L dan momentum sudut spin Si terkopel bersama menjadi resultan tunggal lainnya S secara bebas. Momentum L dan S berinteraksi magnetis melalui efek spin orbit untuk membentuk momentum-momentum sudut total J. Skema ini disebut kopling LS, yang dapat diringkas sebagai berikut :

Seperti biasa L,S,J,Lz,Sz, dan Jz terkuantisasi dengan bilangan kuantum masing-masing L,S,J,ML,Ms, dan Mj. Jadi : ( )

Keduanya L dan ML selalu merupakan bilangan bulat atau nol, sedangkan bilangan kuantum lainnya ialah setengah-bulat jika menyangkut jumlah elektron ganjil dan bilangan bulat atau 0 jika jumlah elektron genap. Jika L>S, J dapat mengambil harga 2S+1 , jika L<S, J dapat mengambil harga 2L+1. Skema LS ditentukan oleh kuat relatif gaya listrik yang mengkopel momentum sudut orbital individual menjadi suatu resultan L dan momentum sudut spin individual menjadi suatu resultan S. Asal mula gaya ini sangat menarik. Karena distribusi asimetris kerapatan muatannya, gaya listrik antara elektron dalam atom berubah terhadap orientasi relatif vektor

memontum sudutnya, dan hanya orientasi relatif tertentu saja yang mantap. Konfigurasi mantap ini bersesuaian dengan momentum sudut orbital total yang terkuantisasi menurut rumus ( )

Kolping antara berbagai Li biasanya sedemikian sehingga konfigurasi energi terendah ialah konfigurasi dengan L maksimum. Efek ini mudah dimengerti jika membayangkan terdapat 2 elektron dalam orbit Bohr yang sama. Karena elektron saling tolak-menolak secara listrik, elektron cenderung untuk berputar mengelilingi inti dengan arah yang sama sehingga memaksimumkan L. Jika elektron-elektron itu berputar dengan arah berlawanan sehingga meminimumkan L, elektron akan berpapasan lebih sering mengakibatkan energi sistem lebih tinggi. Dalam bahasa mekanika kuantum, jika fungsi gelombang berbagai elektron bertumpangan minimum, maka L maksimum. Timbulnya kopling kuat antara spin elektron lebih sukar dibayangkan karena kopling seperti ini timbul semata-mata karena efek mekanika-kuantum murni yang tidak mempunyai analogi klasik. Idea dasarnya adalah fungsi gelombang lengkap (1,2,...,n) dari sistem n elektron

merupakan perkalian fungsi gelombang u (1,2,...,n) yang memberikan koordinat elektron dan fungsi spin s (1,2,...,n) yang memberikan orientasi spinnya. Perubahan dalam orientasi relatif dari vektor momentum sudut spin elektron harus disertai dengan perubahan dalam konfigurasi elektronik ruang dari atom itu, yang berarti terjadi perubahan dalam energi potensial listrik. Untuk pergi dari momentum sudut spin total S ke momentum lain berkaitan dengan pengubahan struktur atom, sehingga memerlukan gaya listrik kuat dismaping pengubahan arah momentum sudut spin S1, S2,...,Sn yang hanya memerlukan gaya magnetik lemah. Situasi ini deberikan dengan mengatakan momentum spin Si terkopel bersama secara listrik. Si nya selalu terkombinasi mejadi konfigurasi keadaan dasar sehingga S maksimum. Ini merupakan contoh dari aturan Hund seperti yang telah diterangkan, elektron dengan spin sejajar memiliki haraga ml yang berbeda dan diberikan dengan fungsi gelombang yang berbeda. Ini berarti terdapat perpisahan rata-rata ruang yang lebih besar dari elektron-elektron itu sehingga energinya menjadi lebih rendah. Aturannya, L dan S tergabung membentuk J minimum untuk elektron dalam subkulit yang kurang dari setengahnya terisi dan maksimum untuk elektron dalam subkulit yang lebih dari setengahnya terisi