STROKE

Jonggi Mathias 0861050042

Stroke : Suatu ggn fungsional otak yg terjadi secara mendadak dgn tanda dan gejala klinik baik fokal maupun global yg berlangsung > 24 jam, atau dpt menimbulkan kematian disebabkan oleh ggn peredaran darah otak.

Pembagian stroke
1.

2.

Stroke iskemik 1. Emboli 2. Trombus Stroke perdarahan 1. Perdarahan intracerebral 2. Perdarahan subarachnoid

Yang tdk dapat dimodifikasi Usia : Usia > 55 thn angka kejadian 2 x meningkat Jenis kelamin : Laki-laki > Wanita Herediter .Faktor risiko stroke A.

B. Yang dapat dimodifikasi • • • • • • • • • Riwayat stroke Hipertensi Penyakit jantung Diabetes melitus ( kencing manis ) Hiperkolesterol / hiperlipidemia Obesitas Merokok Peningkatan kadar asam urat Penggunaan narkotik dan kontrasepsi .

Bila hal ini tidak terpenuhi  terhenti / terganggunya fungsi sel-sel otak. .Otak dengan berat 2. butuh oksigen 20 % dari kebutuhan seluruh tubuh atau sekitar 50 – 60 cc darah / 100 gr otak / menit.PATOFISIOLOGI STROKE . tapi integritas sel sarafnya masih utuh .5 % dari seluruh berat badan.

Hb terlalu tinggi • Keadaan / fungsi jantung : Ggn irama jantung. ganguan pompa jantung .Faktor yg mempengaruhi aliran darah otak Keadaan arteri : Arteri menyempit oleh proses aterosklerosis atau tersumbat oleh trombus / emboli Keadaan darah: Darah tambah kental.

Pembuluh darah .

Gambar penyempitan pembuluh darah .

.

Diagnosis stroke – Anamnesis ( onset mendadak ) – Pemeriksaan fisik dan neurologis Algoritma Gajah Mada dan SSS – Pemeriksaan CT Scan kepala. jika perlu MRI kepala .

Perbedaan stroke hemorhagik dan nonhemorhagik Anamnesis SH SNH Onset / awitan Saat onset Nyeri kepala Mendadak Sedang Aktif (+++) Mendadak Istirahat ± Kejang Muntah Penurunan kesadaran (+) (+) (+++) (-) (-) ± .

Diagnosis stroke secara klinis Algoritma Gajah Mada - A. Stroke Hemoragik: 2 dari 3 kriteria . Ref. Kesadaran menurun.. N K. Babinski.

Angina pektoris. Skor < -1 : Stroke iskemik . No 1 B. Siriraj Stroke Score Gejala/Tanda Kesadaran Penilaian (0) Kompos mentis (1)Mengantuk (2)Semi koma/koma (0) Tidak (1)Ya (0) Tidak (1)Ya Diastolik (0) Tidak (1) Ya Indeks X 2. klaudicatio intermt X2 X2 X 10 % X (-3) 6 Konstante Total SSS . Skor > 1 : Stroke Hemoragik 2.12 Ket: 1. Skor -1 s/d 1 : Perlu CT scan 3.5 2 3 4 5 Muntah Nyeri kepala Tek darah Ateroma (DM.

faktor risiko). Evaluasi cepat dan diagnosis a. Pemeriksaan Neurologik dan skala stroke d. darah lengkap) . Anamnesis ( gejala awal. waktu awitan. b. TD. nadi. Studi diagnostik ( CT Scan atau MRI kepala. Pem.Pengelolaan stroke 1. fisik ( nilai ABC. Oximetri ) c. elektrolit. gula darah.suhu.

perbaiki jalan nafas ( pipa orofaring.Pasang ETT bila p O2 < 60 mmHg atau p CO2 > 50 mmHg . bantuan ventilasi pd pasien tdk sadar. disfungsi bulbar dgn ggn nafas.2.Pasang tracheostomi bila ETT > 2 mgg. . .Hipoksia  oksigen . Terapi umum a.Stabilisasi jalan nafas dan pernafasan .

b. Stabilisasi hemodinamik

- Berikan cairan kristaloid atau koloid
- Monitor tek. darah sesuai kondisi - Monitor EKG - Hindari hipotensi & jika ada cari penyebab.

B. Penatalaksanaan di ruang rawat. 1.Cairan - Cairan isotonis NaCl 0,9 % untuk jaga euvolemia - Kebutuhan cairan 30 ml/kbBB/hari (parenteral atau enteral). - Hitung balans cairan setiap hari. - Monitor elektrolit (Na, K, Ca, Mg). - Koreksi asidosis / alkalosis sesuai kebutuhan - Jangan memberikan cairan glukosa kecuali hipoglikemia

2. Nutrisi

-

Paling lambat 48 jam sudah harus diberikan --> oral jika fx menelan baik

- Jika menelan tdk adekuat --> NGT - Keadaan akut butuh kalori 25 – 30 kkal / kg BB/ hari
KH 30 – 40 % Lemak 20 – 35 % Protein 20 – 30 % ( keadaan stres 1,4 – 2 gr / kg BB)‫‏‬

- Perhatikan jenis diet sesuai penyakit dasar yg lain

- Intubasi untuk menjaga normoventilaasi (pCO2 35 40 mmHg.  tindakan life saving. Drainase ventrikel pada hidrocephalus Tindakan bedah dekompresif pada iskemik serebellar yg menimbulkan efek massa. - - .

kecuali pada gagal ventrikel kiri.4. diseksi aorta Pd SH TD diturunkan jika TD > 180 / 100 mmHg . Penanganan hipertensi TD diukur min 2 x. gagal ginjal akut. selang waktu 5-20 mnt MABP = TDS + 2 TDD = 3 MABP hipertensi kronis : 120 mmHg Target penurunan TD 20 – 25 % dari MABP Pd SNH TD diturunkan jika TD > 220 / 120. edem paru. infark miokard akut.

Pengobatan stroke hemoragik 1. 3. 2. 5. 4. 6. Kesadaran menurun  perawatan koma Perawatan umum Bedrest total (3 minggu) Pengobatan simtomatik untuk sakit kepala/gelisah Edema serebri  Manitol Tindakan operatif .

CASE REPORT .

R : Perempuan : 52 tahun : Ibu Rumah Tangga : SLTP : Kristen Alamat : Jalan Pondok Sari no II.50.00 : Ny. Kalisari. Pasar Rebo Masuk tanggal : 10 Mei 2013 . MR Nama Jenis kelamin Umur Pekerjaan Pendidikan Agama : 99.04.IDENTITAS No.

sakit kepala  .ANAMNESIS  Keluhan Utama : Lemas separuh badan sebelah kiri Keluhan Tambahan : Pusing.

 Riwayat perjalanan penyakit : Pasien datang dengan keluhan lemas separuh badan sebelah kiri sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengeluh semakin lemah dan merasa sakit kepala. Siriraj score 0  CT Scan . Setelah itu pasien pulang namun keluhannya tidak berubah. Awalnya pasien sedang bekerja dan tiba-tiba pasien merasa oyong dan hilang keseimbangan. riwayat sakit gula disangkal. Pasien sempat dibawa ke klinik namun hanya dianjurkan untuk minum obat darah tinggi. Pasien mengeluh sempat mual dan muntah sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien berobat ke Pasar Rebo dan diberi obat anti hipertensi kemudian dirujuk ke RSU UKI. yang dirasakan terutama pada bagian belakang kepala. Setelah itu pasien tidak dapat berjalan dan merasa lemas yang dirasakan terutama pada separuh badan sebelah kiri. Riwayat darah tinggi (+) tidak terkontrol.

   Makan. kebiasaan Kedudukan dalam keluarga Riwayat partus : baik : Istri : 2 x partus  Lingkungan tempat tinggal : baik . minum. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mempunyai riwayat darah tinggi.

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran  GCS  Nadi  Tekanan Darah  Suhu  Respirasi  : compos mentis : E4V4M6 : 100 x/menit : 160/80 mmHg : 36.5° C : 18 x/menit .

         Umur klinis : 50 an Bentuk Badan : Atletikus Gizi : cukup Stigmata : tidak ada Kulit : Sawo matang Kuku : sianosis tidak ada KGB : Tidak teraba membesar Pembuluh darah : Arteri Carotis: Palpasi Auskultasi : kanan sama dengan kiri : tidak ada bising  Turgor : baik .

gallop – Paru-paru : BND Vesikuler. Sklera tidak ikterik Hidung : Bentuk biasa. sekret -/Mulut : Dalam batas normal Telinga : Bentuk biasa. lapang.PEMERIKSAAN REGIONAL           Kepala : Tidak ada kelainan Kalvarium : Tidak ada kelainan Mata : Konjungtiva tidak pucat. wheezing -/- . vokal fremitus kanan=kiri Jantung : BJ I dan II normal. serumen -/Leher : Dalam batas normal Toraks : Pergerakan simetris kanan = kiri. sonor kanan = kiri . ronki -/-. murmur -.

BU (+) normal : Tidak teraba membesar : Tidak teraba membear : Tidak teraba : Oedem (-) : Tidak ada kelainan : Baik : Baik : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan .          Abdomen Hepar Lien Vesika urinaria Extremitas Sendi Gerakan Leher Gerakan Tubuh Nyeri ketok Nyeri sumbu : Datar. lemas.

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS  Rangsang Meningen      Kaku kuduk Brudzinski I Brudzinski II Laseque Kerniq ::: -/: >70°/ >70° : -/- .

II (Optikus) Visus kasar Lihat warna Lapangan pandang Funduscopy Kiri Lapang Normosmia  Baik Baik Sulit dinilai Tidak dilakukan Baik Baik Sulit dinilai .I (Olfaktorius) Kanan Cavum nasi Lapang Penciuman Normosmia N.Saraf Kranial  N.

Abdusen) Pupil         Sikap bola mata : simetris Ptosis : tidak ada Strabismus : tidak ada Eksoftalmus : tidak ada Endoftalmus : tidak ada Diplopia : tidak ada Deviasi Konjugee : tidak ada Pergerakan Bola mata Lateral kanan Lateral Kiri Atas Bawah Berputar : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik Bentuk : Bulat Isokor : Isokor. VI (Okolomotorius.N. ditengah Reflek cahaya Langsung :+/+ Konsensual :+/+ . IV. Trochlearis. III. tepi rata.

V (Trigeminus)  Motorik .Rasa Nyeri .N.Rasa Raba .Membuka Mulut : Baik .Rasa Suhu : kanan sama dengan kiri : kanan sama dengan kiri : kanan sama dengankiri  Reflek: Reflek Kornea : Reflek Maseter : + + + .Gerakan Rahang : Baik  Sensorik .

kanan = kiri : Simetris. kanan = kiri : Tidak ada : Simetris.VII (Fasialis)         Sikap wajah (saat istirahat) Mimik Angkat Alis Kerut Dahi Lagoftalmus Kembung Pipi Menyeringai simetris Fenomena “Chvostek” : Simetris : Wajar : Simetris. kanan = kiri : Sulcus nasolabialis :- .N.

VIII (Vestibulocochlearis)  Vestibularis Nistagmus Vertigo :: tidak ada  Kokhlearis Suara bisik Gesekan jari Tes “Rinne” Tes “Weber” Tes “Schwabach” : kanan = kiri : kanan = kiri : +/+ : Tidak ada lateralisasi : Sama dengan pemeriksa .N.

Vagus) Arkus Faring Palatum Mole Disfoni Rinolali Disfagi Batuk Menelan Mengejan Refleks Faring Refleks Okulokardiak Refleks Sinus Karotikus : simetris. IX. uvula ditengah : intak. X (Glosofaringeus. simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Baik : Baik : Baik : Positif : Positif .N.

N.bawah) : Baik  Angkat Bahu : kanan lebih kuat daripada kiri  .kiri.XI (Asesorius) Menoleh (kanan.

kanan = kiri  .N.XII (Hipoglosus) Sikap lidah dalam mulut : simetris  Julur lidah : baik  Gerakan lidah : baik  Tremor : tidak ada  Fasikulasi : tidak ada  Tenaga otot lidah : baik.

MOTORIK  Kekuatan motorik: 5555 4444 5555 4444 Tonus Otot: Lengan Fleksor Ekstensor kanan : Normotonus : Normotonus : Normotonus : Normotonus kiri  Tungkai Fleksor Ekstensor  Trofi Otot Lengan Tungkai : : Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi .

 Gerakan Spontan Abnormal Kejang Tetani Tremor Khorea Atetosis Balismus Diskinesia Mioklonik : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada .

 Koordinasi  Tidak dapat dinilai Statis    Duduk Berdiri Tes Romberg : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan Dinamis    Telunjuk Hidung : tidak dilakukan Jari-jari : tidak dilakukan Tumit – lutut : tidak dilakukan .

REFLEKS Refleks Tendo Biseps : ++ / ++ Triseps : ++ / ++ “Knee Pes Reflex” : ++ / ++ “Achilles Pes Reflex”:‫‏‬++‫‏‬/‫‏‬++ Refleks Abnormal Babinski : -/Chaddock : -/Oppenheim : -/Gordon : -/Schaeffer : -/Hoffman Trommer: -/Klonus lutut : -/Klonus Kaki : -/- .

Sensibilitas   Eksteroseptif .Rasa sikap .Rasa getar : kanan sama dengan kiri : kanan sama dengan kiri : kanan sama dengan kiri : baik. kanan = kiri : baik.Rasa suhu Propioseptif .Rasa raba . kanan = kiri .Rasa nyeri .

Vegetatif     Miksi Defekasi Salivasi Sekresi keringat : Baik : Baik : tidak ada : tidak dilakukan .

Fungsi Luhur      Memori Bahasa Afek dan emosi Visuospatial Kognitif : baik : baik : baik : baik : baik .

Tanda Regresi     Refleks menghisap Refleks menggigit Refleks memegang “Snout Reflex” ::::- .

9 13/5 Clorida GDS 96 105 99 74 Trombosit 274 225 38 1.LABORATORIUM 10/5/13 11/5/13 13/5/13 Elektrolit Natrium Kalium 134 4.6 38 0.79 11/5 15.6 41.28 39 119 244 182 .5 8.2 46.2 Hb Leukosit Ht Ureum Kreatinin HDL LDL Trigliserid Kolesterol total 10/5 14 9.9 137 4.

.

RESUME Pasien seorang wanita berusia 52 tahun datang dengan keluhan utama lemas separuh badan sebelah kiri sejak 7 hari.5 ° C Frekuensi Napas : 18 x/mnt . Riwayat penyakit darah tinggi (+) tidak terkontrol  Dari pemeriksaan fisik didapatkan : Kesadaran : compos mentis Tekanan darah : 160/80mmHg Nadi : 100 x/menit Suhu : 36.

/ Fungsi luhur : baik Tanda Regresi : tidak ada Vegetatif : baik .Status Neurologis          Rangsang meningen: Saraf kranial :  N. XI : angkat bahu kanan lebih kuat dari kiri Motorik: 5555 4444 5555 4444 Sensibilitas : kanan lebih terasa daripada kiri Refleks fisiologis : + / + Refleks patologis : .

 DIAGNOSA .Klinis : Hemiplegi sinistra .Topis : Lesi subkortikal serebri hemisfer dextra  Diagnosis Banding: Stroke non hemoragik .Etiologis : Stroke hemoragik .

Prednisolon 2x6.25 mg Ranitidine 2x1 amp Neulin 2x500mg (iv) Ceftriaxone 1x1 gr Amlodipine 1x10 mg . TERAPI Diet : Lunak rendah garam IVFD: I RL/ 24 jam MM/ Plasminex 3x1 amp Vit k 3x1 amp Manitol 4x125 cc M.

 Prognosis Ad vitam Ad sanasionum Ad fungsionum :Dubia :Dubia :Dubia ad bonam .

FOLLOW UP .

Hari I (10 -05 . defekasi baik .XI : Angkat bahu kiri lebih lemah dari kanan Motorik : 5555 4444 5555 4444 Normotonus Eutrofi Refleks fisiologis : ++ / ++ Refleks patologis : -/Sensibilitas : +/+ Otonom : miksi baik.25 mg Ranitidine 2x1 amp Neulin 2x500mg (iv) Ceftriaxone 1x1 gr Amlodipine 1x10 mg Alprazolam 1x0.5C : 150/90 mmHg A: DK: hemiparese sinistra DE: SNH DT: Lesi subcortical serebri hemisfer dekstra STATUS NEUROLOGIS Rangsang meningeal : (-) P: Diet : Lunak rendah garam IVFD : injeksi plug MM/ Plasminex 3x1 amp Vit k 3x1 amp Manitol 4x125 cc M. Prednisolon 2x6.5 mg Saraf kranial : N.13) S : tidak bisa tidur O: Status generalis Keadaan umum Kesadaran Nadi RR Suhu Tekanan darah : tampak sakit sedang : E4V5M6 = composmentis : 84 x/mnt : 18 x/mnt : 36.

Prednisolon 2x6.5 °C : 120/70 mmHg A: DK: Hemiparese Sinistra DE: SH DT: Lesi subkortikal serebri hemisfer dekstra P: Diet : Lunak rendah garam IVFD : injeksi plug MM/ Plasminex 3x1 amp Vit k 3x1 amp Manitol 4x125 cc M.Hari 2 (11 -05 .25 mg Ranitidine 2x1 amp Neulin 2x500mg (iv) Ceftriaxone 1x1 gr Amlodipine 1x10 mg STATUS NEUROLOGIS Rangsang meningeal : (-) Saraf kranial : Sulit dinilai Motorik : 5555 4444 5555 4444 Normotonus / hipotonus Eutrofi / Eutrofi Refleks fisiologis : ++ / ++ Refleks patologis : -/Sensibilitas : +/+ Otonom : miksi baik. defekasi baik .13) S:O: Status generalis Keadaan umum Kesadaran Nadi RR Suhu Tekanan darah : tampak sakit berat : E1V1M4 = soporokoma : 52 x/mnt : 23 x/mnt : 36.

ANALISA KASUS Diagnosis Stroke Hemoragik ditegakkan berdasarkan dari anamnesis: pasien mengeluh tiba-tiba sulit menggerakkan bagian tubuh sebelah kirinya pada saat istirahat. disertai mual dan muntah  Berdasarkan siriraj score 0 perlu dilakukan pemeriksaan CT-Scan  .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful