P. 1
ANATOMI TULANG OTOT

ANATOMI TULANG OTOT

|Views: 193|Likes:
Dipublikasikan oleh Dewi Rosmana Bramanto

More info:

Published by: Dewi Rosmana Bramanto on May 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2015

pdf

text

original

ANATOMI TUBUH MANUSIA

Dr. Dewi Rosmana T

PENGANTAR ANATOMI(1)

KATA ANATOMI BERASAL DARI KATA “ANATOME” (YUNANI), YANG DIBENTUK DARI DIA KATA
 

ANA TOME

= UP (MENGURAI) = A CUTTING (MEMOTONG)

PENGANTAR ANATOMI(2)
 ANATOMY

IS THE SCIENCE OF THE

STRUCTURE OF THE BODY
 ANATOMI  ANATOMI
 

= ILMU URAI TUBUH MANUSIA

ADALAH DASAR UTAMA ILMU KEDOKTERAN MEMPERKENALKAN SEBAGIAN BESARTERMINOLOGI KEDOKTERAN PADA MAHASISWA

PENGANTAR ANATOMI(3)

FOKUS ANATOMI ADALAH PADA STRUKTUR, TETAPI STRUKTUR DAN FUNGSI HARUS SELALU DIPANDANG SEBAGAI SUATU KESATUAN DIPANDANG DARI SUDUT UKURAN YANG DIPELAJARI:

ANATOMI MAKROSKOPIS (GROSS ANATOMY)

ANATOMI MIKROSKOPIS (HISTOLOGY)

mempelajari perkembangan prenatal (pralahir)  Pediatric anatomy. ilmu yang mempelajari embryo dan fetus.  . MENCAKUP Embryology. ilmu yang mempelajari struktur tubuh anak dan perkembangan postnatal (pascalahir)  Teratology. ilmu yang mempelajari malformasi kongenital. DIKENAL ISTILAH DEVELOPMENTAL ANATOMY (ANATOMI PERKEMBANGAN).PENGANTAR ANATOMI(4)  DARI SUDUT PERKEMBANGAN ATAU PERTUMBUHAN TUBUH.

DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA  Palpasi (meraba)  Perkusi (mengetuk)  Auskutasi (mendengar) RADIOLOGICAL ANATOMY (BIASANYA DIANGGAP BAGIAN DARI SURFACE ANATOMY) .SURFACE ANATOMY    MEMPELAJARI ANATOMI TUBUH MANUSIA DALAM KEADAAN HIDUP.

MEMPELAJARI ANATOMI SECARA PER LOKAL ATAU PER DAERAH. CONTOH:  Leher dan kepala  Thorax (dada)  Abdomen (perut)  Extremitas superior (anggota atas)  dan sebagainya .PEMBAGIAN(1)  PER REGIO (ANATOMI TOPOGRAFI). DISERTAI DENGAN BATASNYA DENGAN DAERAH LAINNYA.

CONTOHNYA:  Systema digestoria  Systema respiratoria  Systema urinaria  Dan sebagainya .PEMBAGIAN(1)  PER SISTEM (SYSTEMA). MEMPELAJARI ANATOMI SECARA SITEMATIS DENGAN MENGETAHUI FUNGSI PADA SISTEM TERTENTU.

Gambar Tractus Digestivus .

Gambar Systema Respiratoria .

Gambar Systema Endocrinoria .

Gambar Systema Urogenitalia Masculina dan Systema Urinaria .

Gambar Systema Urogenitalia Femina dan Systema Urinaria .

SYSTEMA NERVOSUM  SYSTEMA NERVOSUM   OTAK MEDULLA SPINALIS  SYSTEMA NERVOSUM PERIPHERICUM   NERVI CRANIALES NERVI SPINALIS .

SISTEM SENSORIA VISION  HEARING  TASTE  SMELL  PRESSURE. PAIN & TOUCH  . HEAT COLD.

 . KEDUA IBU JARI KAKI MENGHADAP LURUS KE DEPAN  KEDUA LENGAN DI SAMPING TUBUH DENGAN TELAPAK TANGAN MENHADAP KE DEPAN. POSISI ANATOMI/SIKAP ANATOMI TUBUH BERDIRI TEGAK  KEPALA.POSISI ANATOMIS   SEMUA DESKRIPSI DIEKSPRESIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN POSISI ANATOMI. KEDUA MATA.

. 2. LINEA FRANKFURT dsb. 4. 6.  GARIS (LINEA) 1. 3. 7. BIDANG MEDIAN BIDANG PARAMEDIAN = SAGITAL BIDANG HORIZONTAL = TRANSVERSAL BIDANG FRONTAL BIDANG CORONAL BIDANG LAIN  BIDANG TRANSPILORICA dsb BIDANG OBLIQUA (MEMBENTUK SUDUT DENGAN BIDANG-BIDANG DI ATAS) 2.BIDANG-BIDANG & GARIS  BIDANG 1. 5. GARIS MEDIAN (LINEA MEDIANA) GARIS-GARIS LAIN: LINEA MIDCLAVICULARIS.

VENTRAL POSTERIOR. PLANTAR  KE ARAH TELAPAK KAKI 6. INFERIOR → CAUDAL. PANGKAL 2. 1. SUPERFICIAL (EXTERNAL) PROFUNDA (INTERNAL) . DORSAL MEDIAL → MENGARAH KE BAGIAN TENGAH TUBUH 3. 6.ARAH(1) 1. PROXIMAL  TERLETAK PADA KE ATAS ARAH KEPALA 2. KE BAWAH (ARAH KE EKOR) DISTAL  TERLETAK PADA UJUNG 3. ANTERIOR. VOLAR = PALMAR  KE ARAH TELAPAK TANGAN 4. SUPERIOR → CRANIAL/CEPHAL. 5. 4. LATERAL  MENJAUHI BAGIAN TENGAH TUBUH 5.

3. 6. 7. RADIAL  KE ARAH OS RADIUS ULNAR  KE ARAH OS ULNA TIBIAL  KE ARAH OS TIBIA 4. 2. FEMORAL  KE ARAH FEMUR FRONTAL  KE ARAH OS FRONTALE OCCIPITAL  KE ARAH OS OCCIPITALE Dan sebagainya.ARAH(2) 1. 5. .

GAMBAR ISTILAH-ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN UNTUK POSISI .

INTEROR. OUTSIDE INVAGINASI EVAGINASI IPSILATERAL  SISI BADAN YANG SAMA 1. 3. INSIDE. CONTRALATERAL  SISI BADAN YANG BERLAWANAN . 5. 4. 2.  PERLEKATAN OTOT 2. EXTERIOR.ISTILAH LAIN 1. ORIGO (ORIGIN) INSERTIO (INSERTION) 6. INTERNAL. EXTERNAL.

GERAKAN(1)       FLEXIO → MEMBENTUK/MEMPERKECIL SUDUT EXTENSIO → MELURUSKAN/MEMPERBESAR SUDUT ABDUCTIO → MENJAUHI BIDANG TENGAH TUBUH ADDUCTIO → MENDEKATI BIDANG TENGAH TUBUH CIRCUMDUCTIO → KOMBINASI GERAKAN FLEXIO-ABDUCTIO-EXTENSIO-ADDUCTIO ROTATIO → MEMUTAR PADA SUMBU PANJANG .

GERAKAN(2) PRONATIO → MEMBUNGKUKKAN BADAN ATAU MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP KE POSTERIOR  SUPINATIO → MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP ANTERIOR  PROTRACTIO → PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART. TEMPOROMANDIBULARIS  .

TEMPOROMANDIBULARIS  INVERSIO → PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH MEDIAL  EVERSIO → PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH LATERAL  RETRACTIO .GERAKAN(2) → PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART.

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(1)

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(2)

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(1)
1.

OS LONGUM (TULANG PANJANG)  TULANG YANG UKURAN PANJANGNYA TERKESAN
CONTOH: OS HUMERUS, OS FEMUR, OS ULNA dsb

2.

OS BREVE (TULANG PENDEK)  TULANG YANG UKURAN PANJANG, LEBAR & TINGGI SAMA
CONTOH: OS CARPI

3.

OS PLANUM (TULANG PIPIH  TULANG YANG UKURAN LEBARNYA TERBESAR
CONTOH OS PARIERALE, OS FRONTALE

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(2)
4.

OS PNEUMATICUM (TULANG BERONGGA)

 TULANG YANG BERISI UDARA
CONTOH: OS MAXILLARIS, OS ETHMOIDALIS

5.

OS IRREGULARIS  TULANG YANG BENTUKNYA TIDAK BERATURAN
CONTOH: OS SPENODALIS

.

SCELETON TRUNCI  COLUMNA VERTEBRALIS      VERTEBRAE CERVICALES. 2 PASANG MANUBRIUM STERNI CORPUSSTERNI PROCESSUS XYPOIDEUS  COSTAE (IGA)     STERNUM (TULANG DADA)    . 3-4 RUAS COSTAE VERA 7 PASANG COSTAE SPURIAE. 5 PASANG COSTAE FLUCTUANTES. 5 RUAS VERTEBRAE SACRALES. 12 RUAS VERTEBRAE LUMBVALES. 5 RUAS VERTEBRAE COCCYGEALIS. 7 RUAS VERTEBRAE THORACALES.

PEMBAGIAN TULANG 1. SCELETON APPENDICULARIS  CRANIUM CINGULUM SUPERIUS    VERTEBRAE COSTAE STERNUM    SCELETON EXTREMITAS SUPERIUS CINGULUM INFERIUS SCELETON EXTREMITAS INFERIUS . SCELETON AXIALIS  2.

.

.

CRANIUM(1)  TULANG YANG MEMBENTUK NEUROCRANIUM      OS FRONTALE OS TEMPORALE OS SPHENOIDALE OS ETHMOIDALE OS OCCIPITALE  PERHATIKAN     VORTEX (PUNCAK KEPALA). OCCIPUT (BELAKANG KEPALA) & TEMPORA (PELIPIS) . FRONS (KENING).

CRANIUM(2)  TULANG YANG MEMBENTUK VISCEROCRANIUM         OS MAXILLARE OS PALATINUM OS NASALE OS LACRIMALE OS ZYGOMATICUM CONCHA NASALES OS VOMER OS MANDIBULARE .

.

.

Posterior View .

Frontal Sinus Ethmoid Sinus Sphenoid Sinus Maxillary Sinus • • • Warm and moisten air Lighten the skull Enhance voice resonance .

The Vertebral Column Cervical Vertebrae (7) Thoracic Vertebrae (12) Lumbar Vertberae (5) Sacrum Coccyx .

Cervical Vertebrae .

.

.

The Thoracic Cage Sternum True Ribs (7) False Ribs (3) Floating Ribs (2) .

Sacrum & Coccyx .

CINGULUM  CINGULUM SUPERIUS (CINGULUM MEMBRI SUPERIORIS)    CINGULUM INFERIUS (CINGULUM MEMBRI INFERIORIS)    OS SCAPULA OS CLAVICULA OS SACRUM OS COCCYGEUS OS COXAE ( DEXTER et SINISTER) .

Bones of the Pectoral Girdle .

6. 3. 2.SCELETON EXTREMITAS SUPERIOR 1. OSSA META CARPALIS OSSA PHALANGES . OS NAVICULARE OS LUNATUM OS TRIQUETRUM OS PISIFORME  OS MUTANGULUM MAJUS  OS MUTANGULUM MINUS  OS CAPITATUM  OS HAMATUM 5. OS HUMERUS OS RADIUS OS ULNA OSSA CARPALIA (OSSA CARPI)     4.

Humerus Ulna Radius 8 Carpals 5 Metacarpals 14 Phalanges .

.

.

.

SCELETON EXTREMITAS INFERIOR 1. 4. 5. OSSA METATARSALIS OSSA PHALANGES . 3. 2. OS FEMUR OS TIBIA OS FIBULA OS PATELLA OSSA TARSALIA (OSSA TARSI)     OS CALCANEUS OS TALUS OS NAVICULARE OS CUBOIDEUM  OS CUNEIFORME MEDIAL  OS CUNEIFORME INTERMEDIAL  OS CUNEIFORME LATERAL 6. 7.

The Lower Limb (Legs) Femur Patella Tibia Fibula 7 Tarsals 5 Metatarsals 14 Phalanges .

.

.

.

FOOT .

TANDA PADA TULANG(1)  ELEVASI LINIER    ELEVASI BULAT       LINEA (GARIS) CRISTA (RIGI) SPINA PROCESSUS STYLOIDEUS  ELEVASI TAJAM   TUBERCULUM TUBEROSITAS MALLEOLUS TROCHANTER PROMINENCE PROCESSUS .

BIASANYA UNTUK PERMUKAAN SENDI. BILA DIJEMBATANI OLEH LIGAMENTUMATAU OLEH TULANG FORAMEN.TANDA PADA TULANG(2)   FACETS (SEPERTI PERMUKAAN BERLIAN)  AREA YANG PIPIH/DATAR. MEATUS (FORAMEN YANG MMBENTUK SALURAN) . BILA MEMANJANG INCISSURA (TAKIK). HALUS & KECIL. BILA KECIL FOSSA. DEPRESSIONS (CEKUNGAN)       FOVEA. LUBANG YANG TEMBUS CANAL. BILA BESAR SULCUS.

61 .Sendi   Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka. Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.

   Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan. Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian. 3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya 62 .

Sendi berdasarkan jenis persambungannya Sinartrosis Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan Diartrosis Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare) 63 .

Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikat a.Cth: antara gigi dg rahang d.Sinartrosis 1. Cth antara rostrum sphenoid & vomer c. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara arc. Cth: di antara tulangtulang tengkorak b. Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya mrp jar ikat elastin. Cth: antara ulna & radius oleh membran interossa antebrachii 64 . Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu terjepit di dlm celah pada tulang lain.flavum e. Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya mrp serat kolagen. Vertebra oleh lig. Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk itu pd tlng lain.

Synchondrosis: jaringan penghubungnya 3. antara os ilium. dan os ischium 65 . Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai. os pubis.Sinartrosis 2. antara kedua ossa pubica Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai. jaringan tulang rawan.

ligament (accessories. Alat-alat khusus: . Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis) 2.kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima tumbukan. Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm) 3. & intracapsular ligaments) 66 .kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi . Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial 4. & untuk mengurangi diskongruen .tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong mekanik .Diartrosis Pada diartrosis tdp bagian2 sbb: 1. extracapsular. penyangga.

67 .

humeroulnaris (2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek. Sendi sumbu 1 (1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang. Cth: intervertebral disc.radioulnaris.Diartrosis bdskn kemungkinan gerak 1. pubic symphysis 2. Cth: art. Articulationes: kemampuan gerak luas a. Cth: art. Cth: art.atlantodentalis b.interphalangeae.carpo-metacarpea 68 .sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana.radiocarpae (2) Sendi pelana/saddle joint (art. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus (1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Cth: art. arah sumbu yg 1 permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. dihubungkan oleh fibrokartilago. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit -Symphysis.

humeri (2) Sendi buahpala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi. kepala sendi berbentuk bola (1) Sendi peluru/ ball & socket joint (art.Diartrosis berdasarkan kemungkinan gerak c. Cth: art coxae 69 . Cth: art. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas.

70 .

otot rangka. 2. 3. & bantalan lemak pd sendi Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi 71 .Penstabil sendi 1. Bentuk permukaan sendi  menentukan gerakan spesifik sendi Adanya tulang lain. 4. Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen.

2. Gerakan lurus (linear motion) .Gerakan Sendi 1. 3.gliding Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi * abduksi-adduksi * sirkumduksi Gerakan putar (rotation) * rotasi kanan-kiri * rotasi medial-lateral * pronasi-supinasi Gerakan khusus * inversi-eversi * dorsofleksi-plantar fleksi * opposisi * protraksi-retraksi * elevasi-depresi * fleksi lateral 72 . 4.

peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot 73 .Otot   Otot membentuk 43% berat badan. bernapas. > 1/3nya mrpkn protein tubuh & ½-nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung. kontriksi pembuluh darah.

Mempertahankan sikap & posisi tubuh. kontraksi otot:energi  panas 74 . 5. 2. Menyokong jaringan lunak.Fungsi Sistem Otot Rangka 1. Menghasilkan gerakan rangka. 4. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh. 3. Mempertahankan suhu tubuh.

hanya ada di jantung. kadng mengalami tetani. mengalami tetani. serat otot polos (tidak berserat). awal kontraksi cepat. sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS). melekat pada tulang. sumber Ca2+ dari CES & RS. dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter). & cepat lelah 3. Otot jantung memiliki 1 inti yg berada di tengah. Otot polos memiliki 1 inti yg berada di tengah. awal kontraksi lambat. sumber energi dr metabolisme aerobik. sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik. sumber Ca2+ dari CES. tahan thd kelelahan 2. Otot rangka memiliki banyak inti. & tahan thd kelelahan 75 . sumber energi terutama dr metabolisme aerobik. serat otot berserat. awal kontraksi lambat. terdapat di organ dalam tubuh (viseral). dipersarafi oleh saraf otonom (involunter).3 Tipe jaringan otot 1. dipersarafi oleh saraf otonom (involunter). tdk mengalami tetani.

3 Tipe Jaringan Otot 76 .

TENDON 77 .Struktur Otot Rangka  Tendon Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.

.Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium . endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot.Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia). Sel otot serat otot (endomysium) fascicle  fasciculus (perimysium) fascia (epimysium) otot rangka (organ) 78 .Di dlm fascicle.Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak.Struktur Otot Rangka  Fascia .Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat). . .

Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma.panjang 1-40 mm). Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0. 79 .001 mm yg disebut miofibril.1 mm. Besar dan jumlah jaringan. terutama jaringan elastik.Struktur Otot Rangka Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma      Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0. Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA.01-0. akan meningkat sejalan dengan penambahan usia.

troponin & tropomiosin) 80 . miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin.Struktur Otot Rangka Miofibril (diameter 1-2m)    Di bawah mikroskop.

& . . garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan.protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis. tdd 3 bgn: . Pita gelap (pita/ bands Aanisotropic).protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis. dan zona overlap Filamen tebal tdp pd pita I.garis M.filamen tipis.Struktur Otot Rangka Sarkomer      1 sarkomer tdd: . 81 . pita terang (pita/bands I isotropic) Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A.filamen tebal. . zona H.

82 . Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme. eksitasi. dan kontraksi otot. Tubulus T  saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T).Struktur Otot Rangka Retikulum sarkoplasma       Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot  retikulum endoplasma di sel lain. Tempat penyimpanan ion Ca2+.

Struktur Otot Rangka  Motor end plates merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot. Motor end plates 83 .

dan tropomiosin. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin. 84 . asam amino. troponin. yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel)  kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport elektron yang kuat Otot putih  krn kurang mioglobin  kapasitas glikolisis anaerobik yang tinggi dgn aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat. asam laktat.Komposisi Otot Rangka  Otot merah & putih Otot merah  bny mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin. kreatinin fosfat. aktin. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang ‘kaya energi’  Protein Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. ADP. dll.  Ekstraktif Yaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin.

memposisikan kepala. tulang belakang.melekat pd rangka aksial .mencakup 60% otot rangka tubuh  Appendicular musculature . Axial musculature .mencakup 40% otot rangka tubuh 85 . menggerakkan tulang iga .menstabilkan atau menggerakkan komponen rangka appendikular .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->