Anda di halaman 1dari 10

ABORTUS

Anastasia Septiani Sugiharta 0671146

Ilustrasi Kasus
Seorang ibu mendatangi praktek dokter kandungan, ingin memastikan dirinya hamil atau tidak. Ketika diperiksa oleh dokter, dokter memastikan ibu tersebut sedang hamil dengan usia kehamilan 5 minggu Ibu tersebut mengungkapkan keinginannya untuk menggurkan kandungannya. Salah satu contoh kasus yang menggambarkan terjadinya pergeseran kebiasaan pelaku abortus dari pasangan diluar nikah menjadi pasangan suami istri dengan berbagai alasan

FAKTA BIOMEDIS
Definisi : Abortus keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana janin belum sanggup untuk hidup sendiri diluar uterus (<28minggu) Klasifikasi : Secara medis Abortus Spontan Abortus Provokatus

Secara Hukum : Abortus Medisinalis (Abortus Teurapetica)/ Legal Abortus Krimininalis/Ilegal

Bioetik
Beneficience Dokter mempunyai kewajiban untuk mempertahankan kehidupan sekecil apapun apabila tidak ada kepentingan medis Non Malefecience Keadaan ini berlaku jika dalam keadaan darurat, jika tidak maka abortus tidak dapat dibenarkan

Fakta HUkum
Pasal 346, 347,348,349 Keterangan hukum pidana Pasal 15 uu no 23. tahun 1992 Pembolehan abortus untuk kasus darurat

Hukum Islam
Memperbolehkan : Dr.Abdurrahman Al Baghadi :aborsi dapat dilakukansebelum usia 4 bulan Muh.Ramli : aborsi dapat dilakukan karena belum ada makhluk yang bernyawa Melarang : Ibnu Hajar,mantan rektor Univ.Al-azhar : sejak bertemunya sperma dan ovum maka aborsi adalah haram karena sedang berkembang dan harus dihormati dan dilindungi

Al-quran dan hadis : Sesungguhnya setiap kamu berkumpul kejadiaanya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk nutfah kemudian aqiqah dan mudghah selama itu pula kemudian ditiupkan ruh kepadanys (Hr. Bukhari Muslim, Abu Dawud, Ahmad dan Tarmizi)

Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepada mereka dan kepadamu (QS; Al-Anam 6:151) Janganlah Membunuh Jiwa yang diharamkan Allah, melainkan dengan alasan yang benar (QS: Al-Isra 17:33)

THanx