Anda di halaman 1dari 1

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan Secara fisiologis dan anatomis pada lansia, semua system tubuh mengalami perubahan serta penurunan fungsi yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses penuaan. Salah satu system tubuh yang mengalami perubahan fisiologis adalah sistem respirasi. Pada lansia struktur pernapasan atas; dinding dada dan struktur musculoskeletal; paru-paru dan produksi surfaktan mengalami penurunan fungsi. Perubahan anatomis dan perubahan fisiologis sistem pulmonal serta perubahan sistem imun menyebabkan lansia rentan terhadap infeksi pada saluran pernapasan. Salah satu kondisi patologis yang terjadi karena berbagai faktor pemicu dan didukung oleh adanya perubahan normal anatomis dan fisiologis sistem pulmonal, yaitu pneumonia. Pneumonia adalah inflamasi pada parenkim paru yang biasanya dihubungkan dengan alveoli yang terisi cairan. Pneumonia dapat bersifat viral (disebabkan oleh virus) maupun bakterial (disebabkan oleh bakteri) atau disebabkan oleh aspirasi, yang sering terjadi pada lansia. Pneumonia digolongkan menjadi 4 macam berdasarkan penyebabnya, yaitu community-acquired/ bacterial pneumonia, nosocomial penumonia, viral pneumonia, dan aspiration pneumonia. Pengkajian melalui anamnesis, pengkajian fisik, serta pemeriksaan diagnostik melalui pemeriksaan laboratorium, bakteriologis, radiologi dilakukan untuk mengetahui timbulnya penyakit dan tingkat keparahan yang dialami lansia. 4.2 Saran Pneumonia merupakan salah satu gangguan respirasi yang sering terjadi pada lansia. Jika pneumonia tidak segera ditangani, maka hal ini dapat memperparah kondisi kesehatan lansia yang pada umumnya telah mengalami penurunan. Pengkajian menyeluruh pada klien perlu dilakukan untuk memperkuat data sehingga memudahkan identifikasi masalah. Selain itu, jenis, etiologi, dan patofisiologi pneumonia perlu dipahami oleh perawat sehingga perawat dapat mengidentifikasi tanda dan gejala yang timbul serta dapat menentukan prioritas masalah baik aktual, potensial, maupun risiko dan menentukan asuhan keperawatan yang tepat. Penatalaksanaan terapi modalitas juga menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh perawat. Terapi fisioterapi dada serta inhalasi sederhana menjadi salah satu terapi modalitas yang dapat dilakukan perawat disetting keluarga, maupun panti.