Anda di halaman 1dari 3

1.1.

Endokarditis

Endokarditis atau Endokarditis infeksiousa atau endocarditis barterialis. Pada dasarnya merupakan suatu infeksi pada endocardium, pada katup jantung, protesis jantung akibat infeksi bakteri atau jamur, a. Epidemiologi Insidensi di Negara maju berkisar antara 5,9-11,6 episode per 10.000 populasi. EI biasanya pada perempuan dari pada laki-laki, dengan rasio 1,6-2,5. Sekitar 36-75% pasien memiliki EI katup asli mempunyai factor predisposisi, penyakit jantung reumatik, penyakit jatung kongenital, prolapse katup mitral, penyakit jantung degenerative, hipertrofi septal asimetrik, atau penyalahgunaan narkoba intravena. 7-25% kasus melibatkan katup prostetik. Factor predisposisi tidak dapat di identifikasi pada 25-47% pasien. 25% kasus EI di amarika adalah PNIV. Diperkirakan kejadian EI belum diketahui secara pasti diperkirakan kejadian EI pada PNIV berkisar antara 1,5-20 kasus per 1000 PNIV. b. Etiologi Pemakaian obat bius intravena, mengunakan katup jantung prostetik, plolapsus katup mitral, penderita penyakit jantung reumatik. Faktor predisposisi lain dari penyakit lain koartaksio aorta, tetralogy of Fallot, stenosis aorta valvuler dan sub valvuler. VSD, stenosis pulmonan, sindrom marfan, penyakit jantung degenerative. Pasien dengan katup yang asli dan bukan merupakan penguna obat bius biasanya katupnya tersebut menjadi klainan akibat agent infeksius. Sterptokokus virdants(sumber gigi), stafilokokus aureus dan albus(25%), sterptococus faecalis(7%) enterokokus. Bisa juga dari jamur seperti histoplasma influenza swasirna yang ditandai dengan demam lembah san Joaquin, atau reumatik gurun disertai batuk, demam, mengigil, myalgia, . Setelah 1-2 minggu pasien mengalami hipersensitivitas berupa ruam, eritema nodosum atau eritema multiforme. (jika di radiologi akan tampak seperti adenopati hilus disertai infiltrate, pneumonia, efusi pleura, atau nodul. Penatalaksanannya bisa diberikan Itrakonazol dan amfosterisin B( dosis awal 0,3-0,5

mg/kgbb/hari atau 400-800mg per hari. Kontraindikasinya gagal ginjal dan hipersensitivitas, ES: kulit panas, anoreksia, mengigil, lesu, sakit kepala, mekanisme kerja merusak dinding sel jamur dengan mengikat sterol) c. Patofisiologi

Infeksi dari sejumlah bakteri tadi akan menimbulkan penjedalan fibrin serta agregasi trombosit pada jaringan katup sehingga menahan bakteri tadi beredar. Namun bakteri tadi malah melakukan perkembangan vegetative yang rapuh mirip kutil pada katup jantung, endokardial, epithelium pembuluh darah. Pertumbuhan ini mengakibatkan terjadinya ulserasi dan nekrosis. Pertumbuhan tadi jika menyebar ke corda tendinae akan menyababkan insufisiensi katup jantung. d. Penegakan diagnose Kriteria duke kriteria klinis mengunakan dua kriteria mayor atau 1 mayor dan 3 minor atau 5 minor. e. Kriteria major Kultur darah mikroorganisme yang khas EI pada 2 kultur darah. Mikroorganisme konsisten positif persisten >2 dari kultur darah yang diambil terpisah lebih dari 12 jam Semua kultur darah 4x kultur darah diambil terpisah dari awal sampai akhir dengan interval diatas 1 jam f. Ekokardiografi

Kriteria minor faktor predisposisi ditemukan demam diatas 38 oC

fenomena vascular(septik inffrak pulmonal, emboli arteria besar, anurisma mikotik, perdarahan

g.

fenomena imunologis, seperti glomerulonephritis bukit mikrobiologi positif tapi tidak memenuhi kriteria major temuan ekokardiografi tp tidak memenuhi kriteri major

Tanda dan gejala Demam, intermitten, malaise, lemah letih, lesu, penurunan berat badan, malaise, atrialgia,

mengigil. Menimbulkan bising regurgias yang khas. Oklusi pembuluh darah, infrak ginjal, sereblar, infrak limpa. h. Penatalakasanan Berupa antibiotic sesuai dengan jenis agent infeksiusnya, dan terapi antimikroba tadi biasa dilanjutkan sampai 4-6 minggu. Terapi suportif lainnya dapat berupa tirah baring. Kerusakan katup memerlukan tindakan bedah yang korektif.