Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM 1 PENGAMBILAN SAMPEL PADA MUKOSA PIPI

A. Latar Belakang Rongga mulut mempunyai berbagai fungsi, yaitu sebagai mastikasi, fonetik, dan juga estetik. Hal tersebut mengakibatkan rongga mulut merupakan tempat paling rawan dari tubuh karena merupakan pintu masuk berbagai agen berbahaya, seperti produk mikroorganisme, agen karsinogek, selain rentan terhadap trauma fisik, kimiawi, dan mekanis.1 Rongga mulut merupakan tempat berkumpulnya bakteri. Rongga mulut dapat memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam menimbulkan bakteremia. Pada keadaan penurunan imunitas, bakteri rongga mulut yang semula komensal dapat berubah menjadi pathogen sehingga dapat menyebabkan bakteremia dan infeksi sistemik. Bakteri yang biasanya terdapat dalam mulut diantaranya adalah Streptococcus mutans, Streptococcus viridians, Staphylococcus aureus epidermidis, Staphylococcus pneumonia, dan Staphylococcus aureus.2 Jaringan lunak mulut terdiri dari mukosa pipi, bibir, ginggiva, lidah, palatum, dan dasar mulut. Mukosa pipi merupakan lapisan epitel dengan bentuk sel skuamosa (sisik), di sepanjang pipi sebelah dalam melebar ke depan hingga bibir dalam atas dan bawah. Fungsi mukosa adalah merupakan barier (pelindung), sebagai bagian dari sistim imun non spesifik agar mikroba atau faktor penjejas tidak masuk ke dalam tubuh. Mukosa sangat berperan pada kesehatan di dalam rongga mulut karena pada keadaan normal, integritasnya berfungsi untuk menahan penetrasi mikroorganisme. Daerah yang agak rawan di dalam rongga mulut adalah pertemuan antara gusi dan gigi.3 Secara histologis mukosa mulut terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan epitelium yang melapisi di bagian permukaan luar, membran basalis yang merupakan lapisan pemisah antara lapisan ephitelium dengan lamina propria dan
Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi 1

lapisan ketiga adalah lamina propria yang terdapat ujung-ujung saraf rasa sakit, raba, suhu dan cita rasa. Pada lapisan luar inilah yang berkontak langsung dengan makanan ketika proses mastikasi dan pencernaan kimiawi di dalam mulut sebelum makanan masuk ke dalam tubuh. Bagian ini pula yang berkontak langsung dengan bakteri-bakteri flora normal di dalam mulut yang apabila melebihi jumlah normal dan kebersihan mulut tidak dijaga akan menjadi bakteri patogen yang dapat menyebabkan karies pada gigi.

B. Tujuan Praktikum pengambilan sampel pada mukosa pipi ini bertujuan untuk memperoleh sampel mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut tepatnya pada bagian mukosa pipi dan dipersiapkan untuk pengenceran serta pengamatan koloni pada praktikum selanjutnya.

C. Alat dan Bahan Alat : 1. Autoclaf 4. Bunsen

5. Botol vial 2. Oven 3. Hands prayer

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

6. Cotton Buds / Swab

9. Inkubator

7. Spoit 3cc

8. Mirror

Bahan : 1. Alkohol 70 % 4. Sampel

5. Kapas 2. Tissue Roll

6. Aluminium foil

3. Spirtus

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

7. Kertas Label

8. Medium transport

D. Prosedur Kerja 1. 2. Sterilkan semua alat yang akan digunakan yaitu alat diagnostik dan botol vial. Bersihkan lingkungan yang akan ditempati untuk praktikum dengan tissue roll dan sterilkan dengan menggunakan hands prayer berisi Alkohol 70 %. 3. 4. Siapkan medium transport dalam botol vial Nyalakan api pada bunsen dan letakkan di dekat pasien dan botol vial berisi medium transport

5.

Kenakan masker dan sarung tangan steril bagi operator pengambil sampel

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

6.

Ambil sampel pada rongga mulut dengan cotton bud/swab

7.

Masukkan sampel dalam botol vial berisi medium transport

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

8.

Sumbat dengan kapas dan aluminium foil

9.

Beri label pada botol vial

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

10. Inkubasi dalam inkubator suhu 37

selama 1 x 24 jam

E. Pembahasan Struktur jaringan lunak mulut terdiri dari lapisan tipis jaringan mukosa yang licin, halus, fleksibel, dan berkeratin atau tidak berkeratin. Jaringan lunak mulut berfungsi melindungi jaringan keras di bawahnya; tempat organ, pembuluh darah, saraf, alat pengecap, dan alat pengunyah. Jaringan lunak mulut terdiri dari mukosa pipi, bibir, ginggiva, lidah, palatum, dan dasar mulut. Secara histologis mukosa mulut terdiri dari 3 lapisan, yaitu: 1) Lapisan epitelium, yang melapisi di bagian permukaan luar, terdiri dari berlapis-lapis sel mati yang berbentuk pipih (datar) dimana lapisan sel-sel yang mati ini selalu diganti terus-menerus dari bawah, dan sel-sel ini disebut dengan stratified squamous epithelium. 2) Membran basalis, yang merupakan lapisan pemisah antara lapisan ephitelium dengan lamina propria, berupa serabut kolagen dan elastis. 3) Lamina propria, Pada lamina propria ini terdapat ujung-ujung saraf rasa

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

sakit, raba, suhu dan cita rasa. Selain ujung-ujung saraf tersebut terdapat juga pleksus kapiler, jaringan limf dan elemen-elemen penghasil sekret dari kelenjarkelenjar ludah yang kecil-kecil. Kelenjar ludah yang halus terdapat di seluruh jaringan mukosa mulut, tetapi tidak terdapat di jaringan mukosa gusi kecuali di mukosa gusi daerah retromolar. Disamping itu lamina propria ini sebagian besar terdiri dari serabut kolagen, serabut elastin dan sel-sel fibroblast serta sel-sel daerah yang penting untuk pertahanan melawan infeksi. Jadi mukosa ini menghasilkan sekret, bersifat protektif dan sensitif. Pada praktikum ini, mukosa pipi digunakan sebagai media dalam pengambilan sampel mikroorganisme dalam rongga mulut. Dalam pengambilan sampel dibutuhkan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedur lab. Sebelum memulai pengambilan sampel, seluruh alat yang akan digunakan dan lingkungan harus steril dari mikroorganisme lain yang mungkin dapat mengganggu dalam pengambilan sampel. Jika kondisi lingkungan kurang mendukung karena terbatasnya waktu dan alat seperti LAF (Laminary Air Flow), diusahakan seminimal mungkin terpapar dengan mikroorgnisme yang mungkin ada dalam udara sekitar. Untuk sterilisasi alat diagnostik dapat dilakukan dengan berbagai metode. Dapat dilakukan dengan metode panas kering menggunakan oven, metode uap panas bertekanan tinggi menggunakan autoclaf, atau dengan cara mengukus atau merebus alat diagnostik yang kemudian dibungkus menggunakan handuk putih untuk menghindari terjadinya pemaparan dengan udara bebas. Selain itu untuk botol vial maupun medium transport digunakan sterilisasi dengan autoclaf yang sudah disiapkan sebelum praktikum dimulai. Sedangkan untuk sterilisasi lingkungan, digunakan tissue roll dan hands prayer yang berisi alkohol. Tissue roll digunakan untuk membersihkan debu yang menempel pada tempat yang dijadikan pengambilan sampel dan alkohol di semprotkan setelahnya ke lingkungan sekitar untuk meminimalisir adanya mikroorganisme lain yang dapat mengganggu pengambilan sampel.
Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi 8

Bunsen dan spirtus juga dimanfaatkan untuk meminimalisir kontak mikroorganisme yang ada di udara. Setelah dilakukan penyemprotan

menggunakan hands prayer, bunsen dinyalakan dan diletakkan di dekat botol vial dan pasien yang akan diambil sebagai sampel. Ini dimaksudkan karena mikroorganisme pada udara akan mati bila terkena panas sehingga akan meminimalkan kontak mikroorganisme dari udara. Bunsen ini digunakan sebagai pengganti dari LAF walaupun tidak seefektif LAF. Setelah alat dan lingkungan siap, maka operator yang bertugas mengambil sampel bersiap dengan mengenakan masker terlebih dahulu diikuti dengan mengenakan sarung tangan steril sesuai dengan prosedur penggunaan yang baik dan benar. Apabila alat dan operator telah siap, kemudian dilakukan pengambilan sampel pada mukosa mulut pasien dengan bantuan mirror. Cotton bud/swab dioleskan secara sirkuler dengan gerakan memutar pada mukosa mulut. Hal ini dimaksudkan agar semua permukaan cotton bud/swab yang berbentuk sirkuler terkena dengan sampel mukosa pipi. Setelah diperoleh sampel dari mukosa pipi, cotton bud/ swab dikeluarkan dan segera mungkin dimasukkan ke dalam botol vial yang berada di dekat api bunsen untuk menghindari adanya pemaparan mikroorganisme lain yang ada di udara sehingga diperoleh murni mikroorganisme yang ada pada mukosa pipi. Jika menggunkan swab, maka sebaiknya swab dipotong sesuai ukuran botol vial dan ptongan yang berisi sampel dibiarkan di dalam botol vial. Setelah itu, tutup botol vial menggunakan kapas diikuti dengan aluminium voil. Beri label pada botol vial sesuai dengan nama kelompok dan masukkan ke dalam inkubator bersuhu 37 selama 1x24 jam. Suhu 37 dipilih karena disesuaikan dengan suhu

normal dalam rongga mulut. Adapun kesulitan yang kelompok kami alami yaitu kurang sterilnya alat diagnostik yang digunakan. Begitu pula dengan lingkungan yang kurang

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

mendukung serta faktor human error yaitu kurang cekatannya operator dalam pengambilan sampel.

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

10

DAFTAR PUSTAKA

1. Chrismawaty E. Peran struktur mukosa rongga mulut dalam mekanisme blockade fisik terhadap iritan. MIKGI; 2006:V:244 2. Ionic silver GT : Informasi tentang ionic silver GT. Available Juli 2011 3. Boedi Oetomo Roeslan. Imunologi oral : kelainan di dalam rongga mulut. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2002.p.111

Kelompok 3 | Pengambilan Sampel Mukosa Pipi

11