STANDAR PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun C.P.A. 2007 atas slide presentasinya Terima kasih kepada Dr. H. Cris Kuntadi, Leading Learning Center

Sistematika Pembahasan
 Pendahuluan  Standar Umum  Standar Pelaksanaan:
  

Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan Kinerja Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu

 Standar Pelaporan:
  

Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan Kinerja Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu
Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 2

Diklat Auditor Trampil/Ahli - SPKN

PENDAHULUAN

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007
Leading Learning Center

Arti Pentingnya Standar Audit
 Standar audit sebagai pedoman bagi auditor  Standar audit sebagai alat ukur kinerja auditor  Jaminan mutu bagi para pengguna laporan audit

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008

4

Latar Belakang SPKN  SAP 1995   BPK pertama kali menerbitkan standar pemeriksaan yaitu Standar Audit Pemerintahan (SAP) 1995 SAP 1995 diadopsi dari US Government Auditing Standards (GAS) 1994 Perkembangan metode dan praktik-praktik audit Pemberlakukan paket tiga UU Bidang Keuangan Negara & UU BPK Menggunakan beberapa referensi. United States General Accounting Office US-GAO Melalui due process:  Public hearing  Konsultan nasional dan internasional  Konsultasi dengan pihak Pemerintah Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 5  Dinamika Perubahan    SPKN   . terutama Generally Accepted Government Auditing Standards (GAGAS) 2003 Revision.

15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Pasal 5 (1) Pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilaksanakan berdasarkan standar pemeriksaan.  UU No. 15/2006 tentang BPK Pasal 9 ayat (1) huruf e: Dalam melaksanakan tugasnya. BPK berwenang menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah konsultasi denganpemerintah pusat/pemerintah daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 6 .Dasar Hukum SPKN  UU No. setelah berkonsultasi dengan Pemerintah. (2) Standar pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh BPK.

Tujuan SPKN Menjadi ukuran mutu bagi para pemeriksa & organisasi pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan & tanggung jawab keuangan negara (Par 03) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 7 .

 SPKN dapat digunakan oleh APIP termasuk SPI maupun pihak lainnya sebagai acuan dalam menyusun standar pengawasan sesuai dengan kedudukan. untuk dan atas nama BPK. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 8 . dan fungsinya (Par 08). tugas. program.Penerapan/Pengguna SPKN  SPKN berlaku untuk semua pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap entitas. kegiatan serta fungsi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara (Par 06)  Maka SPKN berlaku untuk:   BPK Akuntan Publik atau pihak lainnya yang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Pokok Pemikiran SPKN  Akuntabilitas (Pengertian pengelolaan dan tanggung jawab Keuangan Negara mencakup akuntabilitas yang harus diterapkan semua entitas oleh pihak yang melakukan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara (Par 10))  Tanggung jawab Pemeriksa  Tanggung jawab Organisasi Pemeriksa  Tanggung jawab Manajemen EntitasYang Diperiksa Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 9 .

Tanggung Jawab Manajemen Entitas yang Diperiksa (Par 19)  Mengelola keuangan negara secara tertib. efektif. efisien. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.  Menindaklanjuti rekomendasi BPK. serta menciptakan dan memelihara suatu proses untuk memantau status tindak lanjut atas rekomendasi dimaksud. ekonomis.  Menyusun dan menyelenggarakan pengendalian intern yang efektif  Menyusun dan menyampaikan laporan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara tepat waktu. transparan. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 10 .

dan melaporkan hasilnya  Membantu manajemen dan pengguna laporan untuk memahami tanggung jawab pemeriksa berdasarkan SPKN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 11 .Tanggung Jawab Pemeriksa (Par 20-26)  Memahami prinsip pelayanan kepentingan publik & mengambil keputusan yang konsisten dengan kepentingan publik dalam melakukan pemeriksaan  Melaksanakan seluruh tanggung jawab profesionalnya dengan derajat integritas tertinggi  Bersikap obyektif dan bebas dari benturan kepentingan  Mempertahankan independensi dalam sikap mental (in fact) & independensi dalam penampilan (in appearance)  Menggunakan pertimbangan profesional dalam menetapkan lingkup dan metodologi. melaksanakan pemeriksaan. menentukan pengujian dan prosedur.

Tanggung Jawab Organisasi Pemeriksa (Par 27) Meyakinkan bahwa:  Independensi dan obyektivitas dipertahankan  Pertimbangan profesional digunakan  Pemeriksaan dilakukan oleh personil yang kompeten dan profesional  Peer-review dilakukan secara periodik Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 12 .

Hubungan dan Kedudukan SPKN dengan Standar Lainnya SEKTOR PRIVAT SEKTOR PUBLIK STANDAR AKUNTANSI SAK SAP STANDAR PEMERIKSAAN SPAP SPKN 13 Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 .

dan  Pemeriksaan dengan tujuan tertentu.  Pemeriksaan kinerja. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 14 .Jenis Pemeriksaan  Pemeriksaan keuangan.

 Pemeriksaan keuangan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar.Pemeriksaan Keuangan  Adalah pemeriksaan atas laporan keuangan. dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (Par 14) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 15 .

 Dalam melakukan pemeriksaan kinerja. untuk dapat melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau program/kegiatan yang diperiksa (Par 15) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 16 .  Pemeriksaan kinerja dilakukan secara obyektif dan sistematik terhadap berbagai macam bukti.Pemeriksaan Kinerja  Adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas. pemeriksa juga menguji kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan serta pengendalian intern.

dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern (Par 17) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 17 . atau prosedur yang disepakati (agreedupon procedures).  Pemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat bersifat eksaminasi (examination).Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT)  Bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa. pemeriksaan investigatif.  Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi antara lain pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan. reviu (review).

SISTEMATIKA SPKN PENDAHULUAN TUJUH PERNYATAAN STANDAR 1 UMUM 2 4 6 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KEUANGAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KINERJA PELAKSANAAN PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU 3 5 7 PELAPORAN PEMERIKSAAN KEUANGAN PELAPORAN PEMERIKSAAN KINERJA PELAPORAN PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU 18 Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 .

STANDAR PEMERIKSAN KEUANGAN NEGARA PENDAHULUAN PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN PSP 01 KOMPETENSI INDEPENDENSI PSP 02 PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PSP 03 PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN PSP 04 PERENCANAAN PSP 05 BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN PSP 06 PERENCANAAN BUKTI KOMUNIKASI PEMERIKSA PSP 07 PERNYATAAN ASERSI SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN SUPERVISI INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN KECUKUPAN INFORMASI KEMAHIRAN PROFESIONAL BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN BUKTI AUDIT PENGENDALIA N MUTU KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA UNSUR KUALITAS LAPORAN PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA OPINI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DISTRIBUSI LAPORAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN DETEKSI KETIDAKPATUHAN DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN TANGGAPAN TERPERIKSA TANGGAPAN TERPERIKSA INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 19 .

SPKN PSP 01 – STANDAR UMUM Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

STANDAR PEMERIKSAN KEUANGAN NEGARA PENDAHULUAN PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN PSP 01 PSP 02 PSP 03 PSP 04 PSP 05 PSP 06 PSP 07 KOMPETENSI INDEPENDENSI PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN PERENCANAAN BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN PERENCANAAN BUKTI KOMUNIKASI PEMERIKSA PERNYATAAN ASERSI SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN SUPERVISI INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN KECUKUPAN INFORMASI KEMAHIRAN PROFESIONAL BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN BUKTI AUDIT PENGENDALIA N MUTU KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA UNSUR KUALITAS LAPORAN PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA OPINI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DISTRIBUSI LAPORAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN DETEKSI KETIDAKPATUHAN DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN TANGGAPAN TERPERIKSA TANGGAPAN TERPERIKSA INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 21 .

Standar Umum Mengatur tentang persyaratan pemeriksa dan organisasi pemeriksa:  Persyaratan Kemampuan/Keahlian atau Kompetensi (Par 03-13)  Independensi (Par 14-26)  Penggunaan Kemahiran Profesional Secara Cermat dan Seksama atau Due Professional Care (Par 27-33)  Pengendalian Mutu atau Quality Assurance (Par 34-40) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 22 .

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 23 .Standar Umum 1 (Par 03): Persyaratan Kemampuan/Keahlian atau Kompetensi  “Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk melaksanakan tugas pemeriksaan”.

SECARA KOLEKTIF MEMILIKI KECAKAPAN PROFESIONAL 1 2 PENDIDIKAN BERKELANJUTAN KEMAMPUAN/KEAHLIAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 24 .

Persyaratan Pendidikan Berkelanjutan (Par 06-09)  Persyaratan ini bukan merupakan persyaratan kolektif tetapi individu  Setiap 2 tahun harus menyelesaikan 80 jam pendidikan  Sedikitnya 24 jam dari 80 jam pendidikan tersebut harus dalam hal yang berhubungan langsung dengan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara  Sedikitnya 20 jam dari 80 jam tersebut harus diselesaikan dalam 1 tahun dari periode 2 tahun Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 25 .

Persyaratan Kemampuan/ Keahlian Pemeriksa (Par 10-13) Secara kolektif harus memiliki:  Pengetahuan tentang SPKN  Pengetahuan umum tentang entitas. program. dan kegiatan yang diperiksa  Ketrampilan berkomunikasi  Ketrampilan yang memadai untuk pemeriksaan yang dilaksanakan Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 26 .

SERTA MEMAHAMI PABU YANG BERKAITAN DENGAN ENTITAS KHUSUS SECARA KOLEKTIF BERSERTIFIKASI PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN HARUS BERSERTIFIKASI Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 27 .Kualifikasi Khusus/Tambahan untuk Pemeriksaan Keuangan (Par 11-13) UTAMA PERSYARATAN KEMAMPUAN/ KEAHLIAN PEMERIKSA SECARA INDIVIDUAL HRS MEMILIKI KEAHLIAN DI BIDANG AKUNTANSI DAN AUDITING.

Standar Umum 2 (Par 14): Independensi DALAM SEMUA HAL YANG BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN PEMERIKSAAN ORGANISASI PEMERIKSA DAN PEMERIKSA HARUS BEBAS DALAM SIKAP MENTAL DAN PENAMPILAN DARI: GANGGUAN PRIBADI GANGGUAN EKSTERN GANGGUAN ORGANISASI Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 28 .

Pemeriksa harus:  Menjamin pendapat. simpulan atau rekomendasi yang dilaksanakan tidak memihak dan dipandang tidak memihak  Menghindar dari situasi yang menyebabkan pihak ketiga menyimpulkan bahwa pemeriksa tidak independen  Mempertimbangkan 3 macam gangguan independensi  Menolak penugasan pemeriksaan apabila satu atau lebih gangguan independensi memepengaruhi tugas pemeriksaannya  Memuat gangguan independensi dalam laporan pemeriksaan apabila dalam keadaan tertentu tidak dapat menolak penugasan Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 29 .

pemeriksa wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama”.Standar Umum 3 (Par 27): Penggunaan Kemahiran Profesional Secara Cermat dan Seksama  “Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan LHP.  Skeptisme profesional Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 30 .

Standar Umum 4 (Par 34): Pengendalian Mutu  “Setiap organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan SPKN harus memiliki sistem pengendalian mutu yang memadai. pengendalian mutu tersebut harus direviu oleh organisasi pemeriksa lainnya (peer-review) paling tidak sekali dalam 5 tahun (Par 36) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 31 .  Untuk menjamin keandalan pengendalian mutu organisasi pemeriksa tersebut. dan sistem pengendalian mutu tersebut harus direviu oleh pihak lain yang kompeten (pengendalian mutu ekstern)”.

SPKN PEMERIKSAAN KEUANGAN Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

STANDAR PEMERIKSAN KEUANGAN NEGARA PENDAHULUAN PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN PSP 01 PSP 02 PSP 03 PSP 04 PSP 05 PSP 06 PSP 07 KOMPETENSI INDEPENDENSI PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN PERENCANAAN BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN PERENCANAAN BUKTI KOMUNIKASI PEMERIKSA PERNYATAAN ASERSI SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN SUPERVISI INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN KECUKUPAN INFORMASI KEMAHIRAN PROFESIONAL BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN BUKTI AUDIT PENGENDALIA N MUTU KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA UNSUR KUALITAS LAPORAN PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA OPINI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DISTRIBUSI LAPORAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN DETEKSI KETIDAKPATUHAN DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN TANGGAPAN TERPERIKSA TANGGAPAN TERPERIKSA INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 33 .

SPKN PSP 02 – Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

PSP 02 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KEUANGAN ADOPSI SPAP PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN BUKTI AUDIT MURNI SPKN KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 35 .

 Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat.  Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit”. pengamatan. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. pengajuan pertanyaan.Standar Yang Diadopsi dari SPAP (Par 03)  “Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan tenaga asisten harus disupervisi dengan semestinya. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 36 . saat.

Standar Pelaksanaan Tambahan – 1 KOMUNIKASI PEMERIKSA (Par 06)

“Pemeriksa harus mengkomunikasikan informasi yang berkaitan dengan sifat, saat, lingkup pengujian, pelaporan yang direncanakan, dan tingkat keyakinan kepada manajemen entitas yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan”.

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008

37

 Pihak-pihak yang dilakukan komunikasi oleh pemeriksa:
 

Manajemen entitas yang diperiksa. Lembaga/badan yang memiliki fungsi pengawasan terhadap manajemen atau pemerintah seperti DPR/DPRD, dewan komisaris, komite audit, dan dewan pengawas. Pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam proses pelaporan keuangan.

 Apabila pemeriksaan dihentikan sebelum berakhir, pemeriksa harus mengkomunikasikan secara tertulis alasan penghentian kepada entitas yang diperiksa dan pihak lainnya

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008

38

Standar Pelaksanaan Tambahan – 2 PERTIMBANGAN HASIL PEMERIKSAAN SEBELUMNYA (Par 15)

“Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut atas rekomendasi yang signifikan dan berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang sedang dilaksanakan”.

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008

39

 Tujuan:

Mengidentifikasi langkah koreksi yang berkaitan dengan temuan dan rekomendasi signifikan. Menilai sistem pemantauan tindak lanjut atau merekomendasikan sistem tersebut jika manajemen belum memilikinya

 Besarnya manfaat yang diperoleh dari pekerjaan pemeriksaan tidak terletak pada temuan pemeriksaan yang dilaporkan atau rekomendasi yang dibuat, tetapi terletak pada efektivitas penyelesaian yang ditempuh oleh entitas yang diperiksa (Par 17).

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008

40

 Jika informasi tertentu menjadi perhatian pemeriksa. (informasi memberikan bukti terkait penyimpangan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh material tetapi tidak langsung berpengaruh terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan). Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 41 .Standar Pelaksanaan Tambahan – 3 MENDETEKSI PENYIMPANGAN. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa penyimpangan dari peraturan perundang-undangan telah atau akan terjadi. KECURANGAN DAN KETIDAKPATUTAN (Par 19)  “Pemeriksa harus merancang pemeriksaan untuk memberikan keyakinan yang memadai guna mendeteksi salah saji material yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan.

” Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 42 . pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan dan/atau ketidakpatutan telah terjadi dan menentukan dampaknya terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. KECURANGAN DAN KETIDAKPATUTAN (Par 19) Pemeriksa harus waspada pada kemungkinan adanya situasi dan/atau peristiwa yang merupakan indikasi kecurangan dan/atau ketidakpatutan dan apabila timbul indikasi tersebut serta berpengaruh signifikan terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan.Standar Pelaksanaan Tambahan – 3 MENDETEKSI PENYIMPANGAN.

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 43 .Standar Pelaksanaan Tambahan – 4 PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN (Par 23) “Pemeriksa harus merencanakan dan melaksanakan prosedur pemeriksaan untuk mengembangkan unsur-unsur temuan pemeriksaan”.

dan rekomendasi pemeriksaan.Standar Pelaksanaan Tambahan – 5 DOKUMENTASI PEMERIKSAAN (Par 26)  Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumentasi pemeriksaan dalam bentuk KKP. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 44 . simpulan. temuan.  Dokumentasi pemeriksaan harus mendukung opini.

SPKN PSP 03 – Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

PSP 03 PELAPORAN PEMERIKSAAN KEUANGAN ADOPSI SPAP PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN INFORMATIF YG MEMADAI PERNYATAAN PENDAPAT SECARA KESELURUHAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 MURNI SPKN PERNYATAAN KEPATUHAN TERHADAP SPKN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN TANGGAPAN PEJABAT YG BERTANGGUNG JAWAB INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN 46 .

 Laporan auditor harus menunjukkan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan maka alasannya harus dinyatakan. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 47 .Standar yang Diadopsi dari SPAP (Par 03)  Laporan audit harus menyatakan apakah LK disajikan sesuai PABU atau prinsip akuntansi yang lain yang berlaku secara komprehensif.  Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai LK secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.  Pengungkapan informatif dalam LK harus dipandang memadai. jika ada. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi periode berjalan dibandingkan periode sebelumnya.

Standar Pelaporan Tambahan – 1 PERNYATAAN KEPATUHAN TERHADAP SPKN (Par 06) ”LHP harus menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan”  LHP yang menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai SPKN berarti sesuai standar umum.  Pemeriksa harus mengungkapkan alasannya dan dampaknya terhadap LHP. pemeriksa dilarang untuk menyatakan demikian. standar pelaksanaan. dan standar pelaporan.  Jika pemeriksa tidak dapat mengikuti SPKN.  Pengguna laporan diharapkan merasa yakin dan dapat mengandalkan kredibilitas LHP. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 48 .

kecurangan. pemeriksa juga harus membuat laporan atas kepatuhan jika memang menemukan masalah ketidakpatuhan (Par 10 dan 11 PSP 03) sebagai konsekuensi penerapan standar pelaksanaan tambahan ketiga tentang perancangan pemeriksaan terhadap penyimpangan. dan ketidakpatutan (Par 19 PSP 02).  Selain LHP yang memuat opini terhadap LK (Par 03 PSP 03).  Sejauh memungkinkan. akibat dan sebab (Par 16) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 49 . penyajian temuan mengenai ketidakpatuhan mencakup unsur kondisi.Standar Pelaporan Tambahan – 2 PELAPORAN TENTANG KEPATUHAN (Par 10) ”LHP atas LK harus mengungkapkan bahwa pemeriksa melakukan pengujian atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian LK”. kriteria.

opini (Par 21)  Sejauh memungkinkan. maka harus dibuat rekomendasi (Par 22) Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 50 . akibat dan sebab.  Hal-hal yang diidentifikasi pada ”kondisi yang dapat dilaporkan” yang material harus dihubungakan dengan hasil pemeriksaan secara keseluruhan dhi.Standar Pelaporan Tambahan – 3 PELAPORAN TENTANG PENGENDALIAN INTERN (Par 10) ”Laporan atas pengendalian intern harus mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian intern atas pelaporan keuangan yang dianggap sebagai “kondisi yang dapat dilaporkan”  Pemeriksa harus melaporkan kelemahan pengendalian intern atas pelaporan keuangan yang dianggap sebagai “kondisi yang dapat dilaporkan” (Par 20). kriteria. Apabila unsur-unsur tersebut memadai. penyajian temuan mengenai kelemahan pengendalian intern mencakup unsur kondisi.

Memberikan bukti yang meyakinkan mengenai faktor yang menjadi sumber perbedaan antara kondisi dan kriteria.Pedoman dalam melaporkan unsur-unsur temuan:  Kondisi  Memberikan bukti mengenai hal-hal yang ditemukan pemeriksa di lapangan. Memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pengguna laporan hasil pemeriksaan untuk menentukan keadaan seperti apa yang diharapkan. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 51  Kriteria   Akibat   Sebab  . Memberikan hubungan yang jelas dan logis untuk menjelaskan pengaruh dari perbedaan antara apa yang ditemukan pemeriksa (kondisi) dan apa yang seharusnya (kriteria).

kecurangan. penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan.Standar Pelaporan Tambahan – 4 TANGGAPAN PEJABAT YANG BERTANGGUNG JAWAB (Par 24) “LHP yang memuat adanya kelemahan dalam pengendalian intern. dan apabila bertentangan atau tidak benar maka pemeriksa harus menyampaikan ketidaksetujuannya secara seimbang dan obyektif Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 52 .  Tanggapan pejabat yang bertanggung jawab harus dievaluasi.  LHP bukan hanya memuat hasil analisis & simpulan pemeriksa saja tetapi juga memuat pendapat entitas yang diperiksa terhadap temuan yang disajikan pemeriksa. harus dilengkapi tanggapan dari pimpinan/pejabat entitas yang diperiksa mengenai temuan. dan ketidakpatutan. rekomendasi & tindakan koreksi yang direncanakan”  Untuk menjaga & meningkatkan obyektivitas LHP.

Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 53 . Namun LHP harus mengungkapkan sifat informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan tidak dilaporkannya informasi tersebut”  Sifat rahasia informasi ditentukan oleh sifat & jenis entitas yang diperiksa serta sifat & jenis informasi atau karena peraturan per-UU-an tidak mungkin dan tidak diperbolehkan untuk diketahui oleh publik.  Bahwa pertimbangan pemeriksa mengenai tidak diungkapkannya informasi tertentu harus mengacu kepada kepentingan publik (Par 31).Standar Pelaporan Tambahan – 5 INFORMASI RAHASIA (Par 29) “Informasi rahasia yang dilarang diungkapkan kepada umum tidak diungkapkan dalam LHP.  Pemeriksa dapat meyakinkan keraguan pihak entitas yang diperiksa yang keberatan menyampaikan data dan informasi kepada pemeriksa karena khawatir data dan informasi tersebut akan terpublikasi.

Standar Pelaporan Tambahan – 6 DISTRIBUSI LAPORAN (Par 32) “Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada lembaga perwakilan. pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 54 . entitas yang diperiksa. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”  LHP tidak dapat disampaikan secara sembarangan kepada pihak-pihak yang tidak berkompeten.  Selain untuk menjaga kerahasiaan informasi yang dimuat dalam TP. pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa. pendistribusian LHP kepada pihak-pihak yang kompeten dimaksudkan untuk menjaga efektivitas pemanfaatan & TLHP tersebut.

HASIL PEMERIKSAAN KEUANGAN LHP LAPORAN KEUANGAN OPINI LHP PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN KEUANGAN LHP KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN KEUANGAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 55 .

PEMERIKSAAN KEUANGAN PASAL 4 (2) UU 15/ 2004 UTAMA PASAL 1 (9) UU 15/ 2004 PASAL 16 (1) UU 15/2004 OPINI MASUKAN BAGI PEMERINTAH PASAL 12 UU 15/ 2004 LAP PEMERIKSAAN SPI APABILA PASAL 14 (1) UU 15/ 2004 Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 LAPORAN PEMERIKSAAN KEPATUHAN 56 .

SAAT.PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN KEUANGAN PELAKSANAAN PEMAHAMAN YANG MEMADAI ATAS PENGENDALIAN INTERN HARUS DIPEROLEH UNTUK MERENCANAKAN AUDIT. DAN LINGKUP PENGUJIAN YANG AKAN DILAKUKAN DISAIN PELAKSANAAN LEMAH LEMAH MATERIAL PELAPORAN OPINI YANG MEMPENGARUHI LK LAPORAN PENGENDALIAN INTERN 57 Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 . DAN MENENTUKAN SIFAT.

KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN KEUANGAN PELAKSANAAN PEMERIKSA HARUS MERANCANG PEMERIKSAAN GUNA MENDETEKSI SALAH SAJI MATERIAL YANG DISEBABKAN KETIDAKPATUHAN PELAPORAN MATERIAL YANG MEMPENGARUHI LAP KEU OPINI PEMERIKSA HARUS WASPADA ADANYA KECURANGAN/ KETIDAKPATUTAN YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN THD KEWAJARAN LAP KEU LAPORAN KEPATUHAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 58 .

LHP KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN KEUANGAN PELAPORAN PENYIMPANGAN/ PELANGGARAN ADMINISTRASI PERIKATAN PERDATA ADA UNSUR PIDANA KECURANGAN PIHAK BERWENANG KETIDAKPATUTAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 59 .

SPKN PEMERIKSAAN KINERJA Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

STANDAR PEMERIKSAN KEUANGAN NEGARA PENDAHULUAN PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN PSP 01 PSP 02 PSP 03 PSP 04 PSP 05 PSP 06 PSP 07 KOMPETENSI INDEPENDENSI PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN PERENCANAAN BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN PERENCANAAN BUKTI KOMUNIKASI PEMERIKSA PERNYATAAN ASERSI SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN SUPERVISI INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN KECUKUPAN INFORMASI KEMAHIRAN PROFESIONAL BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN BUKTI AUDIT PENGENDALIA N MUTU KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA UNSUR KUALITAS LAPORAN PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA OPINI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DISTRIBUSI LAPORAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN DETEKSI KETIDAKPATUHAN DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN TANGGAPAN TERPERIKSA TANGGAPAN TERPERIKSA INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 61 .

SPKN PSP 04 – Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

PSP 04 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KINERJA MURNI SPKN. BUKAN ADOPSI PERENCANAAN SUPERVISI BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 63 .

simpulan. pelaksanaan.Standar Pelaksanaan 01-Perencanaan: Pekerjaan harus direncanakan secara memadai 02-Supervisi: Staf harus disupervisi dengan baik 03-Bukti Pemeriksaan: Bukti yang cukup. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa KKP tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung temuan. kompeten. KKP perencanaan. dan relevan harus diperoleh untuk menjadi dasar yang memadai bagi temuan dan rekomendasi pemeriksa 04-Dokumentasi Pemeriksaan: Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumen pemeriksaan dalam bentuk KKP. dan rekomendasi pemeriksa Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 64 .

Diklat Auditor Trampil/Ahli .SPKN PSP 05 – Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .

PSP 05 PELAPORAN PEMERIKSAAN KINERJA MURNI SPKN. BUKAN ADOPSI BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN UNSUR KUALITAS LAPORAN DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 66 .

serta jelas. LHP berupa temuan pemeriksaan. & seringkas mungkin 04-Distribusi Laporan: LHP diserahkan kepada lembaga perwakilan. Pelaporan informasi rahasia apabila ada 03-Unsur Kualitas Laporan: LHP harus tepat waktu. lingkup. Tanggapan pejabat yang bertanggung jawab atas LHP e. obyektif. pihak yang bertanggung jawab melakukan TLHP. dan metodologi pemeriksaan c. dan pihak lain yang diberi wewenang menerima LHP sesuai peraturan yang berlaku Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 67 . simpulan. lengkap. meyakinkan. & rekomendasi d. akurat. Tujuan. pihak yang mempunyai kewenangan mengatur entitas yang diperiksa. Pernyataan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai SPKN b. entitas yang diperiksa.Standar Pelaporan 01-Bentuk Laporan: Pemeriksa harus membuat LHP untuk mengkomunikasikan setiap hasil pemeriksaan 02-Isi Laporan: LHP harus mencakup: a.

HASIL PEMERIKSAAN KINERJA TEMUAN-TEMUAN PROSES MENYIMPULKAN SIMPULAN PROSES PENENTUAN REKOMENDASI REKOMENDASI Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 68 .

Diklat Auditor Trampil/Ahli .SPKN PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .

STANDAR PEMERIKSAN KEUANGAN NEGARA PENDAHULUAN PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN PSP 01 PSP 02 PSP 03 PSP 04 PSP 05 PSP 06 PSP 07 KOMPETENSI INDEPENDENSI PERENCANAAN DAN SUPERVISI PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PERNYATAAN PENYAJIAN SESUAI PABU PENGUNGKAPAN PERENCANAAN BENTUK LAPORAN ISI LAPORAN PERENCANAAN BUKTI KOMUNIKASI PEMERIKSA PERNYATAAN ASERSI SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN SUPERVISI INKONSISTENSI PENERAPAN PABU PENGUNGKAPAN KECUKUPAN INFORMASI KEMAHIRAN PROFESIONAL BUKTI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN BUKTI AUDIT PENGENDALIA N MUTU KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA UNSUR KUALITAS LAPORAN PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA OPINI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN KEPATUHAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DISTRIBUSI LAPORAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR PEMERIKSAAN LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN DETEKSI KETIDAKPATUHAN DETEKSI KETIDAKPATUHAN PENGEMBANGAN TEMUAN PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN TANGGAPAN TERPERIKSA TANGGAPAN TERPERIKSA INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN INFORMASI RAHASIA DISTRIBUSI LAPORAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 70 .

SPKN PSP 06 – Standar Pelaksanaan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .Diklat Auditor Trampil/Ahli .

PSP 06 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN TUJUAN TERTENTU ADOPSI SPAP MURNI SPKN. KETIDAKPATUTAN DOKUMENTASI PEMERIKSAAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 72 PERENCANAAN & SUPERVISI BUKTI . BUKAN ADOPSI KOMUNIKASI PEMERIKSA PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN SEBELUMNYA PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN PENYIMPANGAN. KECURANGAN.

SIFAT PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU TINGKAT KEYAKINAN EKSAMINASI REVIU PROSEDUR YANG DISEPAKATI Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 73 .

Standar yang Diadopsi dari SPAP (Par 04) a. Bukti yang cukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. b. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 74 .

kepada manajemen entitas yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan 02-Pertimbangan Pemeriksaan Sebelumnya: Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut atas rekomendasi yang signifikan dan berkaitan dengan hal yang diperiksa 03-Pemahaman Pengendalian Intern: Dalam merencanakan PDTT dalam bentuk eksaminasi dan merancang prosedur untuk mencapai tujuan pemeriksaan. saat. pemeriksa harus memperoleh pemahaman yang memadai tentang pengendalian intern yang sifatnya material terhadap hal yang diperiksa Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 75 . dan lingkup pengujian serta pelaporan yang direncanakan atas hal yang akan dilakukan pemeriksaan.Standar Pelaksanaan Tambahan 01-Komunikasi Pemeriksa: Pemeriksa harus mengkomunikasikan informasi yang berkaitan dengan sifat.

Standar Pelaksanaan Tambahan 04-Penyimpangan. pemeriksa harus menerapkan prosedur tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan dan/atau penyimpangan tersebut telah terjadi dan menentukan dampaknya terhadap hal yang diperiksa. Apabila ditemukan indikasi kecurangan dan/atau penyimpangan dari ketentuan peraturan. Kecurangan. pemeriksa harus merancang pemeriksaan dengan tujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai guna mendeteksi kecurangan dan penyimpangan dari peraturan per-UU-an yang dapat berdampak material terhadap hal yang diperiksa Dalam merencanakan PDTT-reviu atau prosedur yang disepakati. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 76 . Ketidakpatutan: Dalam merencanakan PDTT-eksaminasi. pemeriksa harus waspada terhadap situasi/peristiwa yang mungkin merupakan indikasi kecurangan & penyimpangan dari ketentuan peraturan perUU-an.

dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa dokumentasi pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung pertimbangan dan simpulan pemeriksa Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 77 .Standar Pelaksanaan Tambahan 05-Dokumentasi Pemeriksaan: Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumentasi pemeriksaan dalam bentuk KKP. pelaksanaan. Dokumentasi pemeriksaan yang terkait dengan perencanaan.

Diklat Auditor Trampil/Ahli .SPKN PSP 07 – Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .

PSP 07 PELAPORAN PEMERIKSAAN TUJUAN TERTENTU ADOPSI SPAP PERNYATAAN ASERSI MURNI SPKN. BUKAN ADOPSI PERNYATAAN KEPATUHAN PADA STANDAR PEMERIKSAAN PELAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN KEPATUHAN TANGGAPAN PEJABAT YANG BERTANGGUNG JAWAB PELAPORAN INFORMASI RAHASIA SIMPULAN ATAS ASERSI PENGUNGKAPAN KEBERATAN PENGUJIAN BERDASARKAN KRITERIA DISTRIBUSI LAPORAN 79 Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 .

c. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 80 . Laporan suatu perikatan untuk mengevaluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan kriteria yang disepakati atau berdasarkan suatu perikatan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati harus berisi suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut. d.Standar yang Diadopsi dari SPAP (Par 04) a. Laporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signifikan tentang perikatan dan penyajian asersi. Laporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau kriteria yang dinyatakan dipakai sebagai alat pengukur. b. Laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan sifat perikatan atestasi yang bersangkutan.

maupun penyimpangan yang mengandung unsur tindak pidana yang terkait dengan hal yang diperiksa. Ketidakpatutan yang material terhadap hal yang diperiksa Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 81 . c. b. Kepatuhan terhadap peraturan per-UU-an termasuk pengungkapan atas penyimpangan administrasi.Standar Pelaporan Tambahan 01-Pernyataan Kepatuhan pada Standar Pemeriksaan: LHP harus menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan 02-Pelaporan Pengendalian Intern & Kepatuhan: LHP dengan tujuan tertentu harus mengungkapkan: a. pelanggaran atas perikatan perdata. Kelemahan pengendalian intern yang berkaitan dengan hal yang diperiksa.

kecurangan. Namun LHP harus mengungkapkan sifat informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan peraturan per-UU-an yang menyebabkan tidak dilaporkannya informasi tersebut. penyimpangan dari peraturan per-UU-an. entitas yang diperiksa. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang menerima LHP sesuai peraturan per-UU-an. dan ketidakpatutan. pihak yang mempunyai kewenangan mengatur entitas yang diperiksa. pihak yang bertanggung jawab melakukan TLHP. harus dilengkapi tanggapan pimpinan/pejabat yang bertanggung jawab mengenai temuan & simpulan serta tindakan koreksi yang direncanakan 04-Pelaporan Informasi Rahasia: Informasi rahasia yang dilarang peraturan per-UU-an untuk diungkapkan kepada umum tidak diungkapkan dalam LHP. Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 82 .Standar Pelaporan Tambahan 03-Tanggapan Pejabat yang Bertanggung Jawab: LHP yang memuat kelemahan pengendalian intern. 05-Distribusi Laporan: LHP diserahkan kepada lembaga perwakilan.

HASIL PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU SIMPULAN TEMUAN-TEMUAN Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 83 .

Kinerja 2. pdtt.com Pusdiklat Pegawai BPK RI @ 2008 85 . kinerja Susun malakah-bahan presentasi dan siapkan diri ! Email hasil : bram9000@gmail.TUGAS INDIVIDU Pelaksanaan Pemeriksaan: 1. pdtt. Uraikan teknik pemeriksaan yang digunakan untuk Pemeriksaan keu. uraikan prosedur pemeriksaan keu. kinerja (sertai skema) 2. Uraikan perbedaan pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan keu. kinerja Pelaporan hasil pemeriksaan: 1. pdtt. pdtt. Uraikan hal-hal yang harus dicermati saat penyusunan Laporan pemeriksaan dan alur distribusi laporan Perbandingan: 1. Uraikan bentuk dan isi laporan pemeriksaan keu.

SELESAI Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2007 Leading Learning Center .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful