Anda di halaman 1dari 2

Meningitis Pada Anak

March 9, 2013, bunzha

Pernah mendengar tentang penyakit Meningitis? Mungkin jika Anda melihat berita di tv akhir-akhir ini, nama penyakit ini sering dibicarakan, setelah salah satu artis ibu kota Ashanty di diagnosa oleh dokter menderita penyakit meningitis. Lalu, apakah sebenarnya meningitis itu ? Menurut DR. Widodo Judarwanto dari Childrenclinic, Meningitis itu adalah peradangan yang terjadi pada meninges , yaitu membran atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis ini disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak. Penyakit ini menyerang pada anak dengan kekebalan yang tidak baik, seperti penderita malnutrisi, kegemukan, anak yang sering sakit dan sebagainya Lalu, apakah ada perbedaannya meningitis pada anak dan pada orang dewasa ? secara umum tidak ada perbedaannya, Hanya saja meningitis pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh virus dan meningitis pada anak disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini pada umumnya menyerang pada anak-anak. Meskipun sebenarnya penyakit ini bisa menyerang pada siapapun, semua usia baik laki-laki maupun wanita. Bakteri dan virus yang menjadi penyebab penyakit meningitis antara lain adalah : 1.Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi pneumonia, radang telinga dan rongga sinus. 2.Neisseria meningitidis (meningococcus) yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi saluran nafas bagian atas. 3.Haemophilus influenzae (haemophilus) yaitu bakteri yang menyebabkan sinusitis. 4.Listeria monocytogenes (listeria) yaitu bakteri yang menyebabkan meningitis. 5.Staphylococcus aureus 6.Mycobacterium tuberculosis. 7.Hemophilud influenza type b (Hib). Ini adalah virus yang biasa menyebabkan meningitis pada orang dewasa. Karena gejala awal penyakit meningitis pada anak sangat sulit dideteksi, maka dari itu Anda sebagai orangtua harus benar-benar waspada. Namun, pada umumnya gejala awal apabila seorang anak (usia diatas 2 tahun) mengidap penyakit ini, biasanya akan mengalami demam, sakit kepala dan kekakuan pada otot leher yang berlangsung selama berjam-jam. Ada juga yang memperlihatkan gejala rasa takut pada sorotan cahaya terang secara berlebih, takut pada suara keras, perut mual, muntah, anak seperti merasa bingung dan lesu, kesusahan saat bangun tidur bahkan sampai pingsan. Untuk penanganannya , apabila Anda menemukan tanda-tanda atau gejala seperti diatas pada anak Anda maka secepatnya harus membawa anak Anda ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, Rontgen, dan pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak). Jika berdasarkan pemeriksaan, penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurangi atau menghindari resiko komplikasi.

Sebagai langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah: 1.Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ke toilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit. 2.Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ; Haemophilus influenzae type b (Hib) dan Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)