P. 1
Tugas Pokok dan Fungsi Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU

Tugas Pokok dan Fungsi Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU

|Views: 166|Likes:
Dipublikasikan oleh abuirham
Tupoksi DJPR Kemen PU
Tupoksi DJPR Kemen PU

More info:

Published by: abuirham on May 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

TUGAS POKOK DAN FUNGSI DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG BAGIAN PERTAMA TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Direktorat

Jenderal Penataan Ruang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, Direktorat Jenderal Penataan Ruang menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang penataan ruang sesuai dengan perundangundangan; b. pelaksanaan kebijakan di bidang penataan ruang sesuai dengan perundangundangan yang meliputi perwujudan tata ruang nasional, penyiapan rencana terpadu pengembangan infrastruktur jangka menengah, penyelenggaraan penataan ruang wilayah nasional, pulau, dan kawasan strategis nasional, serta penyiapan dukungan pelaksanaan koordinasi penataan ruang secara nasional; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penataan ruang sesuai dengan perundang-undangan; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penataan ruang; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. BAGIAN KEDUA SUSUNAN ORGANISASI Pasal 3 Direktorat Jenderal Penataan Ruang terdiri dari : a. b. c. d. e. f. g. Sekretariat Direktorat Jenderal; Direktorat Bina Program dan Kemitraan; Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional; Direktorat Perkotaan; Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I; Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

1

BAGIAN KETIGA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL

Pasal 4 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 5 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan dan pembinaan kepegawaian, meliputi perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja pegawai, jabatan fungsional bidang penataan ruang, serta evaluasi dan penyusunan organisasi dan tatalaksana; b. penyusunan rencana, tatalaksana, pengelolaan dan pelaporan keuangan; c. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, pemberian bantuan hukum serta koordinasi pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang; d. pengelolaan administrasi dan akuntansi barang milik negara bidang penataan ruang; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari : a. b. c. d. Bagian Kepegawaian dan Organisasi dan Tatalaksana; Bagian Keuangan; Bagian Hukum dan Perundang-undangan; dan Bagian Umum. Pasal 7 Bagian Kepegawaian dan Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian, pembinaan kepegawaian termasuk pembinaan jabatan fungsional bidang penataan ruang, serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Bagian Kepegawaian dan Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan, pembinaan, dan pengembangan kepegawaian; b. penyiapan mutasi, penatausahaan kepegawaian, dan pengelolaan data

2

kepegawaian; c. penyiapan administrasi jabatan struktural dan nonstruktural; d. pembinaan dan pengelolaan jabatan fungsional; dan e. penyusunan dan evaluasi organisasi dan tatalaksana; dan Pasal 9 Bagian Kepegawaian dan Organisasi dan Tatalaksana terdiri dari : a. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Administrasi Jabatan Fungsional; dan c. Subbagian Organisasi dan Tatalaksana. Pasal 10 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi pembinaan dan mutasi pegawai, penyiapan formasi dan statistik pegawai serta pengelolaan data kepegawaian. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pegawai dan penyusunan jabatan fungsional, penyiapan penilaian dan penetapan angka kredit pejabat fungsional, serta penyiapan administrasi jabatan non struktural. (3) Subbagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan, pembinaan dan evaluasi organisasi dan tatalaksana, serta penyusunan administrasi jabatan struktural. Pasal 11 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembinaan, dan pengelolaan administrasi keuangan, serta pembinaan dan pengelolaan akuntansi termasuk penyusunan laporan akuntansi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. c. d. e. f. g. h. penyusunan rencana program dan anggaran dan akuntansi keuangan; pembinaan administrasi penerimaan negara bukan pajak; pelaksanaan administrasi penerimaan negara bukan pajak pelaksanaan urusan kas dan perbendaharaan; penyelesaian administrasi pemeriksaan dan pengaduan masyarakat; penyelesaian administrasi ganti rugi; pelaksanaan verifikasi dan pembukuan keuangan; dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.

3

Pasal 14 (1) Subbagian Anggaran dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran dan pembiayaan tahunan. pemberian saran pertimbangan pembuatan kontrak. Subbagian Verifikasi. Pasal 15 Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian bantuan hukum dan koordinasi pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang. c. b. standardisasi dan perizinan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang penataan ruang. penyusunan pedoman dan ketentuan administrasi keuangan. d. pengelolaan dan pengembangan informasi dan dokumentasi serta sosialisasi produk hukum bidang penataan ruang. Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan pembukuan keuangan. Subbagian Anggaran dan Pembiayaan. Subbagian Kas dan Perbendaharaan. (2) Subbagian Kas dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan kas dan perbendaharaan. b. penyusunan akuntansi pembiayaan. penyiapan naskah-naskah legal di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. Pembukuan dan Pelaporan. serta penyelenggaraan administrasi penerimaan negara bukan pajak. dan c. dan e. pengelolaan anggaran dan pembiayaan. pelaksanaan bimbingan akuntansi dan administrasi keuangan serta penyelesaian administrasi tuntutan ganti rugi dan hasil pemeriksaan. 4 . perjanjian. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Verifikasi.Pasal 13 Bagian Keuangan terdiri dari : a. pemberian bantuan hukum dan koordinasi pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. serta evaluasi dan penyusunan laporan realisasi keuangan Direktorat Jenderal.

(3) Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan dan pengembangan informasi dan dokumentasi serta sosialisasi dan penyuluhan produk hukum bidang penataan ruang. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. dan e. b. pertimbangan pembuatan kontrak. perjanjian. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan dan pelaksanaan koordinasi pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil termasuk pengadaan dan pelatihannya. Subbagian Bantuan Hukum dan Koordinasi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. rumah tangga. pelaksanaan inventarisasi dan pengadministrasian barang milik negara. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan. pengelolaan urusan tata usaha. b. Pasal 19 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga serta pengadministrasian barang milik negara Direktorat Jenderal. pengadaan dan pemeliharaan barang milik negara. Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum. dan c. dan tata kearsipan. pelaksanaan dan bimbingan tata persuratan. dan keamanan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan protokol pimpinan. (2) Subbagian Bantuan Hukum dan Koordinasi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bantuan hukum. 5 . Pasal 18 (1) Subbagian Peraturan Perundang-Undangan mempunyai tugas melakukan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang. c. d.Pasal 17 Bagian Hukum dan Perundang-undangan terdiri dari : a. standardisasi perizinan.

Subbagian Rumah Tangga. pengelolaan dan bimbingan tata persuratan. dan pemeliharaan barang milik negara serta pengelolaan keamanan. dan c.Pasal 21 Bagian Umum terdiri dari : a. serta kearsipan. Subbagian Perlengkapan. Pasal 22 (1) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. keprotokolan pimpinan. (2) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyusunan laporan barang milik negara. pengadaan. 6 .

Subdirektorat Perencanaan Umum. f. pelaksanaan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program Direktorat Jenderal. serta layanan kepustakaan bidang penyelenggaraan penataan ruang. dan g. c. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Subdirektorat Program dan Anggaran. dan komunikasi publik. b. e. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Subdirektorat Perencanaan Umum menyelenggarakan fungsi : Pasal 26. Pasal 25 Direktorat Bina Program dan Kemitraan terdiri dari : a. Direktorat Bina Program dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. b. c. program dan anggaran. f.BAGIAN KEEMPAT DIREKTORAT BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN Pasal 23 Direktorat Bina Program dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi. serta pelaksanaan administrasi kerja sama luar negeri di Direktorat Jenderal. Subdirektorat Bina Kemitraan. penyusunan program dan anggaran bidang penataan ruang. Informasi dan Komunikasi. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi bidang penataan ruang. e. Pasal 26 Subdirektorat Perencanaan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan dan strategi. penyiapan dan pelaksanaan program kemitraan masyarakat dan dunia usaha di bidang penataan ruang. d. 7 . evaluasi kinerja. informasi. pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri bidang penataan ruang. Subdirektorat Evaluasi Kinerja. Subdirektorat Data. pengelolaan data. serta melaksanakan program kemitraan di bidang penataan ruang. program dan anggaran. pengelolaan data dan informasi. rencana. d.

pengelolaan. pelaksanaan monitoring-evaluasi. Pasal 31 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Subdirektorat Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi : Pasal 30. penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan bidang penataan ruang. dan Pasal 28 Subdirektorat Perencanaan Umum terdiri dari : a. monitoring-evaluasi. Seksi Kerjasama Luar Negeri. a. pelaksanaan analisis dan evaluasi rencana jangka panjang dan jangka menengah Direktorat Jenderal. rencana. dan b. analisis dan evaluasi rencana dan pelaksanaan program dan anggaran tahunan bidang penataan ruang. dan c. Seksi Rencana Strategis. penyiapan dan pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri. program dan anggaran jangka panjang dan jangka menengah Direktorat Jenderal. pengolahan data. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan strategi. rencana. b. penyiapan administrasi penyelenggaraan kerjasama luar negeri. dan penyusunan laporan pinjaman dan hibah luar negeri. 8 . c. dan penyusunan laporan pinjaman dan hibah luar negeri bidang penataan ruang. d. Pasal 30 Subdirektorat Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal. Pasal 29 (1) Seksi Rencana Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan strategi. program dan anggaran jangka panjang dan jangka menengah Direktorat Jenderal. melakukan penyiapan. e. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan administrasi penyelenggaraan kerjasama luar negeri. b.a. penyusunan pedoman dan kriteria program dan anggaran tahunan bidang penataan ruang.

penyelenggaraan monitoring-evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang. pelaporan hasil kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang. dan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II. Seksi Program dan Anggaran II. Pasal 34 Subdirektorat Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program Direktorat Jenderal. c. Pasal 36 Subdirektorat Evaluasi Kinerja terdiri dari : a.Pasal 32 Subdirektorat Program dan Anggaran terdiri dari : a. serta pengolahan data. (2) Seksi Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan kriteria pemrograman dan penganggaran. analisis dan evaluasi rencana dan pelaksanaan program dan anggaran tahunan untuk Direktorat Bina Program dan Kemitraan. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional. 9 . Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 34. dan Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan. pengawasan tindak lanjut rekomendasi hasil pelaporan kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang. dan b. Pasal 33 (1) Seksi Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan kriteria pemrograman dan penganggaran. penyiapan pedoman dan kriteria evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang. Seksi Evaluasi Kinerja I. Seksi Evaluasi Kinerja II. dan d. dan b. analisis dan evaluasi rencana dan pelaksanaan program dan anggaran tahunan untuk Direktorat Perkotaan. b. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I. Seksi Program dan Anggaran I. a. serta pengolahan data. penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan.

Informasi dan Komunikasi terdiri dari : a.Pasal 37 (1) Seksi Evaluasi Kinerja I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan kriteria evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. serta Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 40 Subdirektorat Data. pengelolaan dokumen dan layanan informasi serta kepustakaan. serta pengawasan tindak lanjut rekomendasi hasil pelaporan kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang untuk Direktorat Bina Program dan Kemitraan. 10 . serta layanan kepustakaan bidang penataan ruang. dan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II. dan d. Seksi Informasi dan Komunikasi. pelaporan hasil kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Data. (2) Seksi Evaluasi Kinerja II mempunyai tugas melakukan penyiapan pedoman dan kriteria evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. monitoringevaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. dan b. monitoring-evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. serta pengawasan tindak lanjut rekomendasi hasil pelaporan kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang penataan ruang untuk Direktorat Perkotaan. Pasal 38 Subdirektorat Data. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional. b. c. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I. pelaporan hasil kinerja pelaksanaan kebijakan dan program. Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan informasi bidang penataan ruang. penyiapan serta pelaksanaan komunikasi publik. Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : 38. Seksi Pengelolaan Data dan Kepustakaan. informasi dan komunikasi publik. serta pameran bidang penataan ruang. a. pengumpulan serta pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan penataan ruang.

serta penyiapan bahan pembinaan kelembagaan penyelenggaraan penataan ruang oleh masyarakat. Pasal 44 Subdirektorat Bina Kemitraan terdiri dari : a. penyiapan dan pelaksanaan program kemitraan dengan masyarakat. b. penyiapan pedoman dan kriteria program kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha. membangun pencitraan dan pameran bidang penataan ruang. Seksi Kemitraan Dunia Usaha. serta layanan informasi dan kepustakaan bidang penataan ruang.Pasal 41 (1) Seksi Pengelolaan Data dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan. dan c. (2) Seksi Kemitraan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman dan kriteria program kemitraan dengan dunia usaha. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Bina Kemitraan menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 42. Seksi Kemitraan Masyarakat. a. pembinaan pelembagaan penyelenggaraan penataan ruang oleh masyarakat dan dunia usaha. penyiapan dan pelaksanaan program kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha. Pasal 45 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman dan kriteria program kemitraan dengan masyarakat. 11 . serta penyiapan bahan pembinaan kelembagaan penyelenggaraan penataan ruang oleh dunia usaha. penyiapan dan pelaksanaan program kemitraan dengan dunia usaha. Pasal 42 Subdirektorat Bina Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pelaksanaan program kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha di bidang penataan ruang. pelaksanaan komunikasi publik. serta pengelolaan data dan dokumen. dan b. (2) Seksi Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan. pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan informasi.

perlengkapan. keuangan. 12 .Pasal 46 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. administrasi barang milik negara. dan tata persuratan serta kearsipan Direktorat. rumah tangga.

penyusunan rencana tata ruang dan pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. c. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Pasal 50 Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan strategi nasional serta monitoring-evaluasi penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. pulau. penyelenggaraan dukungan koordinasi dan kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah. pedoman. melaksanakan pengembangan wilayah nasional. b. pulau.BAGIAN KELIMA DIREKTORAT PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL Pasal 47 Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional mempunyai tugas menyusun kebijakan dan strategi nasional penataan ruang. penyiapan dan diseminasi norma. pulau dan kawasan strategis nasional. e. Pasal 49 Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional terdiri dari : a. standar. dan kawasan strategis nasional. dan kawasan strategis nasional serta monitoring-evaluasi pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. dan kriteria penataan ruang nasional. f. dan kawasan strategis nasional. pulau. penyiapan rencana terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur wilayah nasional. pulau dan kawasan strategis nasional. Subdirektorat Koordinasi Lintas Sektor dan Wilayah. dan f. pulau dan kawasan strategis nasional. Subdirektorat Pengaturan. c. d. d. penyusunan kebijakan dan strategi serta monitoring-evaluasi penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. pulau. Subdirektorat Wilayah II. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tata usaha Direktorat. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Wilayah I . Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Nasional. 13 . b. dan kawasan strategis nasional.

Seksi Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Wilayah Nasional. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengaturan menyelenggarakan fungsi: dalam Pasal 54. dan kawasan strategis nasional. b. dan kriteria penataan ruang wilayah nasional. penyiapan dan penyusunan norma. Pasal 53 (1) Seksi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wilayah Nasional mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan dan strategi nasional penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan kawasan strategis nasional. pulau. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Wilayah Nasional mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang wilayah nasional serta pelaksanaan monitoring-evaluasi penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. penyusunan. penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang wilayah nasional. serta 14 . dan kawasan strategis nasional. pulau. standar. pedoman. dan kawasan strategis nasional. dan kawasan strategis nasional. dan d. Seksi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wilayah Nasional.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Nasional menyelenggarakan fungsi: 50. Pasal 54 Subdirektorat Pengaturan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pulau. pelaksanaan perumusan kebijakan dan strategi nasional penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan kawasan strategis nasional. pulau. a. serta penyusunan rencana strategis pengembangan sektoral wilayah nasional. a. dan kriteria penataan ruang wilayah nasional. pelaksanaan monitoring-evaluasi penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan kawasan strategis nasional. dan diseminasi norma. standar. pedoman. b. c. standar. Pasal 52 Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Nasional terdiri dari : a. pulau. penyusunan rencana strategis pengembangan sektoral wilayah nasional. dan kriteria pengembangan wilayah nasional. pulau. pulau. penyiapan dan penyusunan norma. pedoman. dan b.

c. serta c. penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional di wilayah Sumatera dan Jawa. Pasal 57 (1) Seksi Pengaturan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyusunan norma. pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional. Pasal 60 Subdirektorat Wilayah I terdiri dari : a. 15 . Pasal 58 Subdirektorat Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana tata ruang dan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional serta pengendalian pelaksanaannya di wilayah Sumatera dan Jawa. dan kriteria penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan kawasan strategis nasional. pulau. b. Seksi Pengaturan II. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Wilayah I menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 58. dan kawasan strategis nasional di wilayah Sumatera dan Jawa. pulau. dan b. standar. dan (2) Seksi Pengaturan II mempunyai tugas melakukan diseminasi norma. pulau. Seksi Wilayah IB. penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau Sumatera dan Jawa serta kawasan strategis nasional di wilayahnya. Pasal 56 Subdirektorat Pengaturan terdiri dari: a. pedoman. pedoman. dan kawasan strategis nasional. dan kriteria penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan b. pedoman. Seksi Wilayah IA. Seksi Pengaturan I. pelaksanaan diseminasi norma. dan kriteria penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. standar. standar. a. pulau. dan kawasan strategis nasional.

Maluku dan Papua. Seksi Wilayah IB mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau Jawa Bali. Nusa Tenggara. dan c. dan kawasan strategis nasional di wilayah Jawa. b. Kalimantan. 16 . Kalimantan. Pasal 62 Subdirektorat Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana tata ruang dan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional serta pengendalian pelaksanaannya di wilayah Bali. Nusa Tenggara. kawasan strategis nasional. Seksi Wilayah IIB. dan kawasan strategis nasional di wilayah Sumatera. Sulawesi. pulau. penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional di wilayah Bali. Nusa Tenggara. pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional.Pasal 61 (1) Seksi Wilayah IA mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau. serta pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional. Sulawesi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Wilayah II menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 62. Maluku dan Papua. serta pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional. dan penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional. Maluku dan Papua. Kalimantan. pulau. dan penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional. pulau. Nusa Tenggara. Sulawesi. dan b. Pasal 64 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II terdiri dari : a. dan kawasan strategis nasional di wilayah Bali. (2) a. Seksi Wilayah IIA. kawasan strategis nasional. penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau Bali. Maluku dan Papua serta kawasan strategis nasional di wilayahnya. Kalimantan. Sulawesi.

serta penyiapan publikasi hasil koordinasi penataan ruang nasional. penyelenggaraan dukungan badan koordinasi penataan ruang nasional. kawasan strategis nasional. Seksi Lintas Sektor. Pasal 69 (1) Seksi Lintas Sektor mempunyai tugas melakukan penyiapan dokumen serta pelaksanaan koordinasi dan kerjasama lintas sektor.Pasal 65 (1) Seksi Wilayah IIA mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau. penyelenggaraan dukungan badan koordinasi penataan ruang nasional. kawasan strategis nasional. penyiapan publikasi hasil koordinasi penataan ruang nasional. penyiapan dokumen serta pelaksanaan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di bidang penataan ruang. Maluku dan Papua. (2) Seksi Wilayah IIB mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang pulau. pulau. Seksi Lintas Wilayah. pulau. dan b. Pasal 68 Subdirektorat Koordinasi Lintas Sektor dan Wilayah terdiri dari : a. dan penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional. d. Subdirektorat Koordinasi Lintas Sektor dan Wilayah menyelenggarakan fungsi: a. 17 . Nusa Tenggara dan Kalimantan. Pasal 66 Subdirektorat Koordinasi Lintas Sektor dan Wilayah mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dukungan koordinasi dan kerja sama lintas sektor dan lintas wilayah di bidang penataan ruang. c. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan e. serta pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional. penyiapan dokumen serta pelaksanaan koordinasi dan kerjasama lintas wilayah. b. dan kawasan strategis nasional di wilayah Sulawesi. dan penyiapan rencana program terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur pulau dan kawasan strategis nasional. serta pelaksanaan pengendalian pengembangan wilayah nasional. penyiapan dokumen audit penataan ruang lintas wilayah. dan kawasan strategis nasional di wilayah Bali.

keuangan. penyiapan dokumen serta pelaksanaan koordinasi dan kerjasama lintas wilayah. perlengkapan. rumah tangga. 18 . dan tata persuratan serta kearsipan Direktorat. administrasi barang milik negara. Pasal 70 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian.(2) Seksi Lintas Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan dokumen audit penataan ruang lintas wilayah.

dan monitoring-evaluasi pelaksanaan penataan ruang serta pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Perkotaan. Direktorat Perkotaan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. dan f. Pasal 74 Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan kebijakan dan strategi. d. Subdirektorat Pengaturan. serta pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. standar. 19 . e. c. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. serta pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah kota termasuk kota-kota pusaka. monitoring-evaluasi pelaksanaan penataan ruang serta pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional termasuk kota-kota pusaka.BAGIAN KEENAM DIREKTORAT PERKOTAAN Pasal 71 Direktorat Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan strategi. f. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang. pelaksanaan penataan ruang dan pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. Subdirektorat Pembinaan Kota. pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah kota. penyiapan dan diseminasi norma. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan. penyusunan kebijakan dan strategi. Subdirektorat Pengendalian. melakukan pembinaan. monitoring-evaluasi pelaksanaan penataan ruang daerah kota. Pasal 73 Direktorat Perkotaan terdiri dari : a. b. Subdirektorat Pengembangan Perkotaan. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah kota dan rencana rincinya. c. e. b. d.

a. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah kota dan pengembangan kawasan perkotaan. standar. penyusunan. Pasal 77 (1) Seksi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan dan strategi pembinaan penataan ruang daerah kota serta penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional termasuk kota-kota pusaka. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengaturan menyelenggarakan fungsi: dalam Pasal 78. Seksi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Perkotaan. c. standar. dan d. pedoman dan kriteria pengembangan kawasan perkotaan. a. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah kota. dan b. penyiapan dan penyusunan norma. Pasal 76 Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Perkotaan terdiri dari: a. (2) Seksi Data dan Informasi Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelaksanaan monitoring-evaluasi kebijakan dan strategi penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional serta penyiapan dan pengelolaan bahan data dan informasi perkotaan. b. penyiapan dan pengelolaan data dan informasi perkotaan. dan diseminasi norma. Pasal 78 Subdirektorat Pengaturan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyusunan kebijakan dan strategi pembinaan penataan ruang daerah kota. penyiapan dan penyusunan norma. standar. standar .Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Kebijakan dan Strategi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: 74. pedoman dan kriteria penataan 20 . Seksi Data dan Informasi Perkotaan. pelaksanaan diseminasi norma. pelaksanaan monitoring-evaluasi kebijakan dan strategi penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional. c. b.

bantuan 21 . dan b. Pasal 85 (1) Seksi Kota Wilayah I mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis. standar . pedoman dan kriteria penataan ruang daerah kota dan pengembangan kawasan perkotaan. Seksi Kota Wilayah I. a. pelaksanaan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah kota. standar. Seksi Kota Wilayah II. Pasal 80 Subdirektorat Pengaturan terdiri dari: a. pelaksanaan penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kota dan rencana rincinya. c. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pembinaan Kota menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 82. pelaksanaan pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah kota. (2) Seksi Sosialisasi mempunyai tugas melakukan diseminasi norma. Seksi Sosialisasi. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah kota dan rencana rincinya serta pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah kota. Pasal 82 Subdirektorat Pembinaan Kota mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah kota. b. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah kota dan pengembangan kawasan perkotaan.ruang daerah kota dan pengembangan kawasan perkotaan. dan d. dan b. Pasal 84 Subdirektorat Pembinaan Kota terdiri dari : a. Seksi Standar dan Pedoman. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah kota termasuk kota-kota pusaka. Pasal 81 (1) Seksi Standar dan Pedoman mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyusunan norma.

a. melakukan koordinasi dan sinkronisasi program pengembangan kawasan perkotaan 22 . bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah kota. Pasal 88 Subdirektorat Pengembangan Perkotaan terdiri dari a. Seksi Perkotaan Wilayah I. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kota dan rencana rincinya. Seksi Perkotaan Wilayah II. Pasal 86 Subdirektorat Pengembangan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana tata ruang dan pelaksanaan pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. (2) Seksi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana tata ruang kawasan perkotaan strategis nasional. Nusa Tenggara. penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang kawasan perkotaan strategis nasional. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kota dan rencana rincinya. penyusunan rencana pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional termasuk rencana induk sistem perkotaannya. melakukan koordinasi dan sinkronisasi program pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional di wilayah Sumatera dan Jawa. penyusunan rencana pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. Sulawesi. Maluku. b. dan pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah kota di wilayah Bali.teknik pelaksanaan penataan ruang daerah kota. dan b. Kalimantan. penyusunan rencana pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. dan c. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi program pengembangan kawasan perkotaan strategis nasional. dan pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah kota di wilayah Sumatera dan Jawa. (2) Seksi Kota Wilayah II mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis. Pasal 89 (1) Seksi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang kawasan perkotaan strategis nasional. dan Papua. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Subdirektorat Pengembangan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: Pasal 86.

kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional serta penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan. dan b. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. dalam Pasal 90. Pasal 90 Subdirektorat Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional. Sulawesi. kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional. dan pelaksanaan koordinasi penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional. dan Papua. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. Seksi Pengawasan Teknis.strategis nasional di wilayah Bali. Pasal 92 Subdirektorat Pengendalian terdiri dari : a. (2) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah kota dan koordinasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan strategis nasional. Pasal 93 (1) Seksi Pengawasan Teknis mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah kota dan kawasan perkotaan. Pasal 94 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan 23 . Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengendalian menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Nusa Tenggara. Maluku. Kalimantan. penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah kota.

rumah tangga. 24 . dan tata persuratan serta kearsipan Direktorat. keuangan. administrasi barang milik negara. perlengkapan.kepegawaian.

d. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya dan pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten. pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan kawasan perdesaan serta evaluasi pelaksanaannya di wilayah Sumatera dan Jawa. dan e. c. standar. kabupaten. kabupaten. f. d. Pasal 97 Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IA. b. Subdirektorat Pengaturan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengendalian.BAGIAN KETUJUH DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I Pasal 95 Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik dalam perwujudan tata ruang daerah provinsi. kabupaten. penyiapan dan diseminasi norma. kabupaten. dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. penyiapan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. e. Pasal 98 Subdirektorat Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program serta monitoring-evaluasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IB. c. pelaksanaan tata usaha Direktorat. pelaksanaan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang. dan kawasan perdesaan. b. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. 25 . Subdirektorat Kebijakan. dan kawasan perdesaan.

dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. kabupaten. b. serta b. kabupaten. Seksi Kebijakan Teknis dan Program. pelaksanaan diseminasi norma.Pasal 99 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Kebijakan menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 98. dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. pelaksanaan monitoring-evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah di wilayah Sumatera dan Jawa. a. Pasal 103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengaturan menyelenggarakan fungsi: dalam Pasal 102. penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. dan kawasan perdesaan. dan kawasan perdesaan di wilayah 26 . dan b. kabupaten. dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. kabupaten. a. Pasal 100 Subdirektorat Kebijakan terdiri dari: a. penyiapan dan pengelolaan bahan data dan informasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. dan c. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan monitoring-evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah dan penyiapan dan pengelolaan bahan data dan informasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. standar. dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. Pasal 101 (1) Seksi Kebijakan Teknis dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Seksi Data dan Informasi. kabupaten. standar. kabupaten. kabupaten. penyiapan dan penyusunan pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. Pasal 102 Subdirektorat Pengaturan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan diseminasi norma.

dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera dan Jawa. b. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera. a. kabupaten. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. (2) Seksi Sosialisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan materi kegiatan dan pelaksanaan penyebarluasan norma. dan b. pelaksanaan penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya di wilayah Sumatera. kabupaten. Seksi Sosialisasi. dan kawasan perdesaan.Sumatera dan Jawa. standar. Pasal 104 Subdirektorat Pengaturan terdiri dari: a. Seksi Pedoman. c. pelaksanaan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Sumatera. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. dan kawasan perdesaan. pelaksanaan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera. Pasal 106 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IA mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. dan d. Pasal 105 (1) Seksi Pedoman mempunyai tugas melakukan penyiapan materi teknis dan penyusunan pedoman dan kriteria penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera. Pasal 107 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IA menyelenggarakan fungsi: 106. 27 . kabupaten.

penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. kabupaten dan kawasan perdesaan. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Jawa. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Jawa. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IB menyelenggarakan fungsi: 110. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten. a. 28 . Sumatera Utara. (2) Seksi Wilayah IA2 mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. Pasal 110 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IB melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. Bengkulu. Seksi Wilayah IA1. bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Jambi.Pasal 108 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah Sumatera terdiri dari : a. Bangka Belitung dan Lampung. b. Pasal 109 (1) Seksi Wilayah IA1 mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. dan d. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. pelaksanaan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Jawa. dan b. Riau dan Kepulauan Riau. pelaksanaan penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya di wilayah Jawa. serta pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Jawa. Sumatera Barat. kabupaten dan kawasan perdesaan. Sumatera Selatan. kabupaten dan kawasan perdesaan. bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. Seksi Wilayah IA2. pelaksanaan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. c.

d.Pasal 112 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IB terdiri dari : a. kabupaten dan kawasan perdesaan. b. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Banten. Pasal 114 Subdirektorat Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. Seksi Wilayah IB1. (2) Seksi Wilayah IB2 mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. dan pelaksanaan koordinasi penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. Pasal 113 (1) Seksi Wilayah IB1 mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengendalian menyelenggarakan fungsi: a. kabupaten dan kawasan perdesaan. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. Seksi Wilayah IB2. kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. penyelenggaraan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. dalam Pasal 114. 29 . DKI Jakarta dan Jawa Barat. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. dan b.

(2) 30 . rumah tangga. perlengkapan. kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten serta penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa. Seksi Pengawasan Teknis. dan b. dan tata persuratan serta kearsipan Direktorat. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 117 (1) Seksi Pengawasan Teknis mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. keuangan.Pasal 116 Subdirektorat Pengendalian terdiri dari : a. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan koordinasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa Pasal 118 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. administrasi barang milik negara.

penyiapan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. dan Papua. dan e. Sulawesi. kabupaten. pelaksanaan tata usaha Direktorat. Pasal 122 Subdirektorat Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program serta monitoring-evaluasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Kalimantan. 31 . Nusa Tenggara. b. dan kawasan perdesaan. Subdirektorat Pengendalian. pelaksanaan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya dan pengembangan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten. pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten. Maluku dan Papua. dan kawasan perdesaan serta evaluasi pelaksanaannya di wilayah Bali. Subbagian Tata Usaha. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. kabupaten. Subdirektorat Kebijakan. kabupaten. standar. Subdirektorat Pengaturan. penyiapan dan diseminasi norma. c. Nusa Tenggara. d. dan kawasan perdesaan. Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIA. e. c. Pasal 121 Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II terdiri dari: a. b.BAGIAN KEDELAPAN DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II Pasal 119 Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik dalam perwujudan tata ruang daerah provinsi. Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIB. Maluku. Sulawesi. d. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Kalimantan. f.

kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. b. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. Nusa Tenggara. Kalimantan. dan b. Nusa Tenggara. dan Papua. Maluku. Maluku dan Papua. Maluku. dan Papua. Kalimantan. Kalimantan. Sulawesi. Nusa Tenggara. standar. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan monitoring-evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah dan penyiapan dan pengelolaan bahan data dan informasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Maluku dan Papua. Kalimantan. penyiapan dan pengelolaan bahan data dan informasi pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Kalimantan. Pasal 126 Subdirektorat Pengaturan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan diseminasi norma. Sulawesi. Pasal 125 (1) Seksi Kebijakan Teknis dan program mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Sulawesi. Pasal 124 Subdirektorat Kebijakan terdiri dari: a. pelaksanaan monitoring-evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah di wilayah Bali. penyiapan dan penyusunan kebijakan teknis dan program pembinaan penataan ruang daerah provinsi. Nusa Tenggara. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. Nusa Tenggara. 32 . Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengaturan menyelenggarakan fungsi: dalam Pasal 126. Kalimantan. Seksi Kebijakan Teknis dan Program. Maluku dan Papua. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. a. Maluku dan Papua. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. Seksi Data dan Informasi. Nusa Tenggara. Sulawesi. Sulawesi. dan c. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. Sulawesi.Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Kebijakan menyelenggarakan fungsi : dalam Pasal 122.

pelaksanaan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah 33 . a. Nusa Tenggara dan Kalimantan. dan Papua Pasal 128 Subdirektorat Pengaturan terdiri dari: a. Sulawesi. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. Nusa Tenggara dan Kalimantan. Sulawesi. pelaksanaan penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya di wilayah Bali. Maluku dan Papua. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. Pasal 130 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIA mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis dan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. kabupaten dan kawasan perdesaan. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. penyiapan dan penyusunan norma dan standar penataan ruang daerah provinsi. Maluku. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIA menyelenggarakan fungsi: 130. dan d. Seksi Standar. Nusa Tenggara dan Kalimantan. Kalimantan.a. pelaksanaan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. standar. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Bali. pedoman dan kriteria penataan ruang daerah provinsi. kabupaten dan kawasan perdesaan. standar. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. Nusa Tenggara. dan b. Kalimantan. (2) Seksi Sosialisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan materi kegiatan dan pelaksanaan penyebarluasan norma. Seksi Sosialisasi. b. penilaian substansi rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara dan Kalimantan. pelaksanaan diseminasi norma. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. Pasal 129 (1) Seksi Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan materi teknis dan penyusunan norma dan standar penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. kabupaten dan kawasan perdesaan. c. dan b.

134. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIB menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 133 Seksi Wilayah IIA1 mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah kabupaten dan kawasan perdesaan. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Sulawesi. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Maluku dan Papua. Seksi Wilayah IIA1.dan Kalimantan Timur. Seksi Wilayah IIA2 mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah kabupaten dan kawasan perdesaan. kabupaten kawasan perdesaan serta pengembangan kapasitas daerah provinsi kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi kabupaten di wilayah Sulawesi. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten serta rencana rincinya. dan dan dan dan b. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua.Bali. c. pelaksanaan penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata 34 . pelaksanaan bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. Pasal 132 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIA terdiri dari : a. pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. Kalimantan Selatan. Pasal 134 Subdirektorat Bimbingan Teknis Wilayah IIB melaksanakan bimbingan teknis bantuan teknik penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi. Seksi Wilayah IIA2. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Bali. kabupaten dan kawasan perdesaan di wilayah Sulawesi. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara dan Kalimantan. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Nusa Tenggara. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya. (2) Seksi Wilayah IIB2 mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. dan pelaksanaan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Sulawesi. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Maluku. Gorontalo. Sulawesi. Maluku dan Papua. Seksi Wilayah IIB1. Sulawesi. Sulawesi Tenggara. dalam Pasal 138. Nusa Tenggara. 35 . Sulawesi Tengah. kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. kabupaten dan kawasan perdesaan. Maluku dan Papua. Maluku Utara. Pasal 138 Subdirektorat Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan teknis dan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Subdirektorat Pengendalian menyelenggarakan fungsi: a. Ruang Wilayah provinsi dan kabupaten serta rencana rincinya di wilayah Sulawesi. Seksi Wilayah IIB2 Pasal 137 (1) Seksi Wilayah IIB1 mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan bantuan teknik pelaksanaan penataan ruang daerah provinsi. Pasal 136 Subdirektorat Bimbingan Teknis IIB terdiri dari : a. kabupaten dan kawasan perdesaan. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Kalimantan. Papua dan Papua Barat. dan pengembangan kapasitas daerah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. penilaian substansi rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten serta rencana rincinya. dan b. dan Sulawesi Selatan. Kalimantan. Sulawesi Barat.d.

Kalimantan. c. Kalimantan. Seksi Pengawasan Teknis. keuangan. penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. dan b.b. Maluku dan Papua. Pasal 141 (1) Seksi Pengawasan Teknis mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang. Maluku dan Papua. penyelenggaraan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. Maluku dan Papua. rumah tangga. Kalimantan. kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten dan penyusunan laporan hasil pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. Pasal 142 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. (2) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan koordinasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang di daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. dan pelaksanaan koordinasi penyelidikan dan penyidikan di bidang penataan ruang daerah provinsi dan kabupaten di wilayah Bali. Kalimantan. perlengkapan. Maluku dan Papua. Sulawesi. dan tata persuratan serta kearsipan Direktorat. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara. Kalimantan. Nusa Tenggara. Sulawesi. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. 36 . Sulawesi. administrasi barang milik negara. Sulawesi. d. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. Sulawesi. Pasal 140 Subdirektorat Pengendalian terdiri dari : a.

BAGIAN KESEMBILAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 143 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing – masing berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing – masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. 37 . Pasal 144 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->