P. 1
Saluran Napas Atas

Saluran Napas Atas

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh Kevin Black

More info:

Published by: Kevin Black on May 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2014

pdf

text

original

SALURAN NAPAS ATAS

Syarifah Hanum P

SALURAN NAPAS ATAS
ANATOMI

FISIOLOGI
Hidung: pembau, penyaring, penghangat dan pelembab udara pernapasan

Nasal flare: salah satu penanda distres respirasi. Resistensi thdp aliran udara menurun, memperbaiki ventilasi

.

3 mg/kg/24 jam. IgA sekretorik. terdiri atas: glikoprotein. bakteria.1-0. albumin. histamin. Mukus: diproduksi oleh gld submukosa sebanyak 0. IgE. laktoferin. kmdn ditelan. IgG. debris .Cilia menggerakkan mukus ke arah nasofaring. lisozim.

supernumerary teeth pada hidung atau gigi tumbuh ke arah hidung dari maksila (sangat jarang) Paling sering: atresia choanae . duplikasi.KELAINAN KONGENITAL HIDUNG Jarang ditemukan Contoh: hipoplasia nasalis. arrhinia.

paling sering: CHARGE .ATRESIA CHOANAE Paling sering. frekuensi 1/7000 kelahiran hidup. Septum osseum unilateral/bilateral (90%) atau septum membranosum (10%) Disertai dengan kelainan lainnya (50%).

retarded growth/development atau anomali SSP atau keduanya. anomali telinga atau ketulian atau keduanya . heart disease. anomali genital atau hipogonadisme atau keduanya. atresia choanae.CHARGE: Coloboma.

CT-scan Terapi: Segera menyediakan jalan napas melalui mulut.Manifestasi klinis: Bervariasi tgt kemampuan bernapas mll mulut Diagnosis: Insersi NGT. atau intubasi (endotrakeal) Pembedahan . membuka mulut. rhinoskopi.

dapat diperbaiki tanpa pembedahan (dengan probe tumpul dengan anestesi topikal) .DEFEK KONGENITAL SEPTUM NASI Perforasi atau deviasi sangat jarang Deviasi septum sering karena trauma lahir.

STENOSIS APERTURA PIRIFORMIS Obstruksi nasal segera stl lahir Diagnosis ditegakkan dg CT Scan Terapi pembedahan .

glioma atau ensefalokel Intranasal atau ekstranasal Kista dermoid nasal: sering disertai cekungan (dimple) pada dorsum nasi.CONGENITAL MIDLINE NASAL MASSES Dapat berupa kista dermoid. kadang dg rambut. predisposisi infeksi intrakranial bila ada koneksi intrakranial Glioma: keras Ensefalokel: lembut. membesar pada saat menangis atau dg manuver valsava .

MASSA NASAL LAINNYA Hemangioma. obstruksi kongenital duktus nasolakrimalis. polip nasi. tumor (mis: rhabdomyosarcoma) .

Edema mukosa infeksi sekunder discharge purulen/berdarah dan bau Diagnosis: Discharge dan obstruksi unilateral Px dengan spekulum hidung .KELAINAN HIDUNG YANG DIDAPAT BENDA ASING Obstruksi lokal bersin kadang-kadang nyeri.

Terapi: Benda asing harus dikeluarkan untuk mencegah aspirasi dan nekrosis jaringan Dilakukan dengan forsep hidung dan anestesi topikal Komplikasi: Tetanus .

Sering disertai riw. epistaksis pada keluarga. benda asing. insidensi turun setelah pubertas Lokasi tersering: plexus Kiesselbachi Etiologi: Trauma. . rhinitis allergika. sering pada anak-anak.EPISTAKSIS Jarang pada bayi. udara kering. inflamasi. sinusitis.

trombositopenia. gagal ginjal atau kongesti vena.Perdarahan hebat: abnormalitas vaskular. defisiensi faktor pembekuan. Tampon anterior dan atau posterior. Terapi: Kompresi nasal dg posisi tubuh tegak dan miring ke depan. Kompres dingin pada hidung.hipertensi. Kauterisasi dengan silver nitrat .

RUJUK THT BILA: .epistaksis berat dan atau berulang .epistaksis bilateral .bukan berasal dari plexus Kiesselbachi Periksa fungsi koagulasi dan adanya anemia (epistaksis berat dan berulang) .

LAIN-LAIN Trauma. tumor (pada sal.napas atas) sering disertai dengan epistaksis .

sinusitis kronis . biasanya disebabkan radang kronis.rhinitis alergika . Berasal dari: sinus ethmoidalis antrum sinus maxillaris Sering didapatkan pada: .cystic fibrosis .POLIP NASI Lesi benigna bertangkai terbentuk dari mukosa nasal yang mengalami edema.

bernapas dengan mulut . deformitas.Rhinorrhea mukoid atau mukopurulen .Manifestasi klinis: .Obstruksi nasal: suara sengau. polip antral choanal .Massa spt anggur berwarna kelabu diantara chonca dan septum nasi Terapi: Steroid intranasal atau sistemik Pembedahan: obstruksi komplit.

.

stress psikologis . paparan asap rokok. crowding. NAPAS ATAS Batuk pilek atau Nasopharyngitis Penyakit paling sering dialami anak-anak (3-8x/tahun) Faktor Risiko: berada di TPA.INFEKSI SAL. income rendah.

>1/3 adalah dari keluarga rhinovirus. dll Viral shedding mencapai puncak 2-7 hari setelah timbulnya gejala dan berlangsung sampai selama 2 minggu. lain-lain adalah parainfluenza virus. adenovirus.Etiologi Lebih dari 200 jenis virus. . respiratory syncytial virus. coronavirus.

Patogenesis: Dari Nelson textbook of Pediatrics Invasi epitel sal napas atas Pelepasan mediator inflamasi Peningkatan permeabilitas vaskular Edema mukosa Hidung tersumbat Rhinorrhea Stimulasi kolinergik Peningkatan produksi mukus Kerusakan sel Konstriksi bronkhus Nyeri tenggorokan Postnasal drip Batuk .

.

bersin. tenggorokan gatal. Discharge encer. mata merah dan berair 2-3 hari kmd: discharge kental. nyeri kepala. purulen Gejala sistemik reda dalam 5-7 hari Rhinitis dan batuk kering dapat berlangsung sampai 2 minggu .Manifestasi Klinis: Iritasi nasal.

Komplikasi: Otitis media (infeksi bakteri sekunder) Sinusitis Pneumonia .

Pemeriksaan Fisik: Umumnya anak tampak relatif sehat. Warna dan kekentalan discharge tidak dapat dipakai untuk membedakan etiologi (viral/bakterial/alergi) .Anamnesis: Apakah perjalanan penyakit sesuai dengan common cold. Riwayat alergi.

Rontgen: bila curiga sinusitis. Pemeriksaan sekret hidung (mikroskopis dengan pewarnaan Wright atau Hansel) bila curiga rhinitis alergika .: Bukan indikasi.Pemeriksaan Lab.

busuk Durasi (>2bln). nyeri wajah. ptekia. nasal discharge Eksudat.Diferensial Diagnosis Etiologi Infeksi: Sinusitis Pharingitis streptokokus Pneumonia (viral/bakterial) Titik Kunci (Ax/Px) Usia (>2thn). pneumonia dan infeksi lain Alergi Rhinitis alergika Struktural Corpus alienum Anatomis (polip. nyeri kepala sebelah. diare. sering unilateral Failure to thrive. nyeri lnn servikalis. durasi (>2bln). durasi (>10 hari). kongesti minimal Tanda respirasi Riw atopi. mata gatal dan berair. adenoid) Penyakit Sistemik Cystic Fibrosis atau Immunodefisiensi . eosinofilia nasal Unilateral. demam tinggi. allergic facies.

Terapi: Parasetamol atau ibuprofen (10 mg/kgBB/kali) Intake cairan Antitusif. dekongestan dan antihistamin tidak terbukti efektif Antibiotika tidak memperpendek durasi penyakit Vitamin C dan vitamin/mineral lainnya tidak terbukti efektif . ekspektoransia.

diskinesia silier) obstruksi nasal . rhinitis alergika. ISPA viral. Etiologi: Seperti pada OMA: S pneumoniae. imunodefisiensi. anaerobes Predisposisi: gangguan transportasi mukosilier (paparan asap rokok. H influenzae Sinusitis kronis: a hemolytic streptococci. S aureus. cyctic fibrosis. M catarrhalis. udara dingin dan kering.SINUSITIS Sinusitis pada anak tidak mudah dikenali.

.

rasa penuh di wajah atau dahi. pembauan terganggu. batuk terutama siang hari dan memburuk pada posisi supine/waktu tidur Nasal discharge jernih/purulen.Manifestasi klinis: Remaja dan dewasa: nyeri kepala. edema wajah Pra-remaja: batuk dan nasal discharge. postnasal drip. nyeri wajah. demam . napas bau.

Gejala ISPA tidak membaik dalam waktu 10 hari: pikirkan sinusitis Pemeriksaan penunjang: rontgen sinus paranasalis/CT scan kultur aspirat bila penyakit sangat berat Terapi: Antibiotika Dekongestan Antihistamin tidak bermanfaat karena mengentalkan discharge .

PHARINGITIS AKUT Etiologi: Umumnya virus Streptococcus b-hemolyticus group A Manifestasi Klinis: Overlap antara viral dan bakterial Viral: onset bertahap. eksantem. rhinitis. riw. serak. diare . konjungtivitis. stomatitis anterior. Kontak. batuk. pilek.

ptekia pada palatum molle .Bakterial: Anak > 2 thn: demam tinggi. nyeri tenggorok (hanya 1/3 menunjukkan pembesaran tonsil. nyeri. nyeri perut. tosil berwarna merah difus. eksudat dan eritema faring) Pembesaran lnn servikalis anterior. nyeri kepala. muntah.

.

GNA (bakterial) .Diagnosis: Kultur atau deteksi antigen streptokokus Komplikasi: .abses retropharyngeal. lateral pharyngeal.demam rematik akut. peritonsillar (bakterial) .ulserasi tonsil kronis (viral dan bakterial) .

Terapi: Antibiotika bila terbukti bakterial Penisilin. Amoksisilin .

berikan antibiotika . nyeri telan.UVULITIS AKUT Jarang ditemukan Demam. drooling Usia > 5 thn: Streptococcus Usia < 5 thn: H influenzae tipe b Periksa tanda2 obstruksi.

.

infeksi pecah suppurasi Infeksi purulen pd nasopharing dan posterior cavum nasi .ABSES RETROPHARINGEAL S/d usia 3-4 thn tdpt lnn antara dinding posterior pharing dg fascia prevertebralis.

kepala hiperekstensi.Etiologi: Komplikasi pharingitis bakterial: group A hemolyric streptococci. sulit bernapas. aureus Manifestasi Klinis: Nasopharingitis/pharingitis diikuti demam tinggi. sulit menelan. drooling . nyeri tengorokan. S. anaerobes. suara napas keras.

obstruksi jalan napas. mediastinitis kematian .Bengkak pada dinding posterior pharing. erosi pemb darah besar. kadang pada dinding blk nasopharing shg tjd obstruksi nasal dan pembengkakan palatum molle ke arah depan Px rontgenogram Tanpa Tx abses ruptur ke dlm pharing. meluas ke lateral atau ke dalam cavum thoraks mll fascia ke mediastinum Aspirasi pus.

Diferensial diagnosis: Tekanan pada laring: stridor DD croup Gerakan leher terbatas srg disangka meningismus TB vertebra servikalis Terapi: Sblm fluktuasi: penisilin semisintetik Fluktuasi: insisi dg anestesi umum .

ABSES PHARINGEAL LATERALIS Dari tulang hyoid ke basis cranii di lateral pharing. tonjolan lateral pharing. limfadenitis servikalis Tx: drainase leher lateral . Dekat dg a. tampak sakit akut. tortikolis ke arah lesi. jugularis Biasanya demam tinggi dengan trismus. carotis dan v.

Biasanya disebabkan streptococci b-hemolyticus group A atau anaerobes. Manifestasi Klinis: Tonsilopharingitis akut.ABSES PERITONSILAR Pada ruang antara muskulus konstriktor superior dan tonsil . nyeri berat pd tenggorokan. interval afebril beberapa hari/demam berlanjut. . sulit bicara dan menelan. trismus.

Terapi: antibiotika dan drainase bila ada riw. Tonsilitis dan abses berulang: tonsilektomi

TONSIL DAN ADENOID
Tonsil dan adenoid merupakan bagian dari jaringan limfatik yang melingkari pharing dan dikenal sebagai cincin Waldeyer t.d.a: tonsil lingualis, kedua tonsil, adenoid, jaringan limfoid pada pharing posterior

TONSILITIS KRONIS
Manifestasi Klinis: Nyeri tenggorokan rekuren atau persisten, nyeri telan, obstruksi Napas bau Ngorok, bernapas dengan mulut, henti napas saat tidur

3x setahun dalam 3 tahun -keparahan penyakit.Indikasi Tonsilektomi Tonsilitis Kronis Rekurensi infeksi: -7x setahun. sering bolos. 5x pertahun selama 2 tahun. perlu dipertimbangkan Hipertrofi tonsil dan adenoid .

Umur anak Usia <2-3 tahun komplikasi tersering adalah gejala obstruksi Saluran napas saat tidur .

HIPERTROFI ADENOID Adenoid: jaringan limfoid nasofaring pada dinding faring posterior superior hipertrofi Menghalangi pasasi udara Menutupi tuba eustachia Menghalangi pembuangan mukus dari cavum nasi .

.

Cracked lips Mouth open during day (more severe obstruction) Bad breath Persistent runny nose or nasal congestion Frequent ear infections Snoring Restlessness while sleeping Intermittent sleep apnea .Manifestasi Klinis: Mouth breathing (mostly at night) Dry mouth.

Diagnosis Rontgenogram Nasopharingoskopi Visualisasi indirek Terapi Adenoidektomi .

RESUME MINIQUIZ Gambaran paru aspek anterior: tidak ada jawaban yang benar Pemeriksaan fisik paru pada pneumonia lobus superior dekstra: Jawaban terbanyak: .

‘Gambaran leukositosis’ Adalah hasil pemeriksaan laboratorium ‘Gambaran radiolusens’ Adalah hasil pemeriksaan radiologis ‘Terdapat tanda-tanda radang’ Bagaimana mengetahuinya? ‘Pneumonia adalah….dst’ Pertanyaannya bukan: apakah pneumonia itu? .

.

dst’ Bedakan makna kedua pernyataan tsb ‘Inspeksi/palpasi/perkusi/auskultasi’ Bagaimana hasilnya keempat langkah pemeriksaan fisik tsb pada pneumonia lobus superior dekstra? .dst’ ‘Terdapat konsolidasi pada paru.‘Terdapat cairan pada paru...

Jawaban yang cukup baik: Selvia Ganiesa dan Vanessa .

suprasternal dst tergantung keparahan penyakit) Palpasi: fremitus meningkat pada apeks paru kanan .Pemeriksaan fisik pada pneumonia lobus superior dekstra Inspeksi: ketinggalan gerak dada kanan atas retraksi (interkostal.

.Perkusi: redup pada apeks paru kanan Auskultasi: suara dasar bronkhial (pada apeks paru kanan) suara tambahan krepitasi mungkin didapatkan KESIMPULAN: Belajar lebih banyak lagi kalau ingin lulus dan menjadi dokter yang baik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->