Anda di halaman 1dari 22

REFERAT

KELAINAN REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI DAN PENANGANANNYA

Disusun Oleh : JAILANI 110.2006.135

Pembimbing : Dr. H.Herry Setya Yudha Utama, Sp.B, MHKes, FinaCs,ICS

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH RSUD ARJAWINANGUN 2013


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Kelainan reproduksi pada laki-laki dan penanganannya . Terimakasih yang sebesarbesamya kepada Dr. Herry S. Yudha Utama Sp.B atas kesediaan, waktu dan kesempatan yang diberikan sebagai pembimbing referat ini, kepada teman sesama kepaniteraan Bedah yang selalu mendukung, memberi saran, motivasi, bimbingan dan kerjasama yang baik sehingga dapat terselesaikannya referat beserta tinjauan pustaka ini. Referat dan tinjauan pustaka ini disusun untuk memenuhi tugas ujian kepanitraan bagian Ilmu Bedah di RSUD ARJAWINANGUN yang merupakan salah satu dari prasyarat ujian. .Bahasan dalam tinjauan pustaka ini diambil dari berbagai macam sumber yang terbaru. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan referat maupun tinjauan pustaka ini masih banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan demi perbaikan refrat ini. Semoga referat dan tinjauan pustaka ini berguna bagi semua pihak yang terkait.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Arjawinangun, Mei 2013

(Penyusun)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............. i Daftar isi . ii BAB I.PENDAHULUAN . I.1 Sistem reproduksi pria ............................................................. BAB II. Kelainan reproduksi pada laki-laki dan penanganannya ............ 1 1 2

BAB III. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ..

BAB I PENDAHULUAN
SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA Organ dari sistem reproduksi laki-laki mempunyai fungsi sebagai berikut: 1.Untuk menghasilkan, menjaga, dan transportasi sperma (sel reproduksi laki- laki) dan cairan pelindung (semen) 2.Untuk mengantarkan semen yang mengandung sperma ke dalam alat genital wanita 3.Untuk memproduksi dan sekresi hormon seks pria Anatomi reproduksi laki-laki termasuk dalam struktur internal dan eksternal. Apa saja struktur reproduksi eksternal? Sebagian besar sistem reproduksi laki-laki terletak di luar tubuh manusia. Struktur eksternalnya meliputi penis, skrotum, dan testis. Penis Penis adalah organ pada pria untuk melakukan hubungan seksual dan memiliki tiga bagian: a.akar, yang melekat pada dinding perut b.Bagian badan atau batang

c.Glans, merupakan ujung penis yang berbentuk seperti kerucut

Glans Glans, atau disebut juga dengan kepala penis, ditutupi dengan lapisan kulit longgar yang disebut kulup. (Kulit ini kadang-kandang dibuang dalam proses sunat.)Ujung dari saluran uretra, saluran yang mengangkut semen dan urin, berada pada ujung glans. Pada penis juga terdapat sejumlah ujung syaraf yang sensitif. Bagian badan penis berbentuk silinder dan terdiri dari tiga bilik. Bilikbilik ini terdiri dari jaringan khusus seperti spons yang bernama jaringan erektil. Jaringan ini berisi ribuan ruang besar dan dapat diisi dengan darah ketika laki-laki tersebut terangsang secara seksual. Apabila penis terisi dengan darah, ia menjadi kaku dan tegak, yang memungkinkan untuk penetrasi selama hubungan seksual. Kulit penis longgar dan elastis yang memungkinkan perubahan ukuran penis saat ereksi. Semen, yang mengandung sperma, dikeluarkan (ejakulasi) melalui ujung penis ketika laki-laki tersebut mencapai klimaks seksual (orgasme). Ketika penis ereksi, aliran urin diblokir dari saluran uretra sehingga hanya semen yang keluar pada saat orgasme/ejakulasi. Skrotum Skrotum adalah kulit berbentuk kantong-kantong longgar yang menggantung di belakang penis dan berisi buah zakar (atau disebut juga testis), serta banyak syaraf dan pembuluh darah. Skrotum berfungsi untuk melindungi dan pengatur suhu testis. Untuk perkembangan sperma secara normal, testis harus berada pada suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh. Dengan otot khusus pada dinding skrotum yang dapat berkontraksi dan relaksasi. Saat berkontraksi, skrotum dapat mendekatkan testis ke

tubuh sehingga menjadi hangat dan sebaliknya saat berelaksasi testis akan menjauh dari tubuh untuk menurunkan suhunya. Buah Zakar (Testis) Testis adalah organ berbentuk oval dan berukuran sebesar buah zaitun yang terletak pada skrotum. Kebanyakan pria memiliki dua testis. Testis 3 bertanggung jawab dalam pembuatan hormon testosteron, hormon seks pria yang utama, dan untuk menghasilkan sperma. Dalam testis terdapat gulungan saluran yang disebut dengan tubulus seminiferus. Tubulus ini memproduksi sel-sel sperma melalui proses spermatogenesis. Epididimis Epididimis merupakan saluran panjang dan bergulung dan melekat pada bagian belakang testis. Epididimis berfungsi dalam pengangkutan dan penyimpanan sel sperma yang diproduksi oleh testis. Kemudian, epididimis juga bertugas untuk maturasi atau pendewasaan sel sperma, karena sel sperma yang belum dewasa tidak dapat melakukan fertilisasi. Saat terjadi rangsangan seksual, terjadi kontraksi pada epididimis yang membawa sel sperma ke vas deferens. Vas Deferens Vas Deferens adalah saluran berotot yang menghubungkan antara epididimis dengan vesikula seminalis yang terletak di belakang kandung kemih. Vas deferens mengangkut sperma matang ke uretra untuk persiapan ejakulasi. Saluran Ejakulasi Dibentuk dari gabungan antara vas deferens dan vesikula seminalis. Saluran ini berakhir di uretra. Uretra Uretra adalah saluran yang membawa urin deri kandung kemih ke luar tubuh. Pada laki-laki, ia mempunyai fungsi tambahan untuk mengeluarkan (ejakulasi) semen ketika pria mencapai orgasme. Ketika penis ereksi, aliran urin diblokir dari saluran uretra sehingga hanya semen yang keluar pada saat orgasme/ejakulasi.

Vesikula Seminalis Vesikula Seminalis adalah kantong yang menempel pada kandung kemih. Vesikula Seminalis menghasilkan cairan kaya gula (fruktosa) yang berfungsi untuk memberi makan sperma dan membantu dalam mobilitas sperma (kemampuan untuk bergerak). Cairan dari vesikula seminalis memberikan kontribusi terbanyak dalam menambah volume semen pada pria.

Kelenjar Prostat Kelenjar prostat adalah kelenjar berbentuk seperti kacang walnut yang erletak dibawah kandung kemih dan dekat dengan rektum. Kelenjar prostat memberikan kontribusi cairan tambahan untuk ejakulasi. Cairan prostat juga membantu memelihara sperma.

Kelenjar Cowperi Kelenjar bulbouretral, atau kelenjar cowper adalah kelenjar berbentuk seperti kacang Pea dan terletak tepat di bawah kelenjar prostat. Kelenjar

ini menghasilkan cairan yang licin dan bening dan bermuara pada uretra. Cairan ini berfungsi untuk melumasi uretra dan menetralisir keasaman yang terjadi akibat sisa-sisa urin dalam saluran uretra Bagaimana fungsi sistem reproduksi laki-laki ? Sistem reproduksi laki-laki secara keseluruhan bergantung pada hormon, yang merangsang atau mengatur aktivitas sel-sel atau organ. Hormonhormon utama yang terlibat dalam fungsi sistem reproduksi laki-laki adalah follicle- stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH) dan testosteron. FSH dan LH diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. FSH diperlukan untuk memproduksi sperma (spermatogenesis), dan LH merangsang produksi testosteron, yang diperlukan untuk melanjutkan proses spermatogenesis. Testosteron juga penting dalam pengembangan karakteristik pria, termasuk massa dan kekuatan otot, distribusi lemak, massa tulang dan dorongan / hasrat seks. Apakah seorang pria dapat mengalami Menopause ? Menopause adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan akhir dari fungsi normal menstruasi wanita. Seorang wanita menopause ditandai dengan perubahan dalam produksi hormon. Tetapi testis tidak seperti ovarium yang bisa kehilangan kemampuan untuk membuat hormonnya. Seorang pria yang sehat masih dapat memproduksi spermanya pada usia 80 tahun atau lebih. Di sisi lain, perubahan secara perlahan-lahan pada fungsi testis dapat terjadi pada usia 45 sampai 50 tahun, dan perubahan drastis terjadi ketika memasuki usia 70 tahun. Kebanyakan pria, produksi hormonnya bisa tetap normal meskipun menginjak usia tua. Sedangkan sisanya mengalami penurunan akibat penyakit seperti diabetes. Selain itu penurunan fungsi testis yang menyebabkan gejala kelelahan, depresi, atau impotensi masih belum jelas kaitannya. Bisakah Menopause pada pria disembuhkan? Jika kadar hormon testosteron dalam darah rendah, terapi dengan injeksi hormon dapat meringankan gejala seperti kehilangan gairah seks, depresi, dan kelelahan. Namun, hal tersebut dapat memperparah kanker prostat dan aterosklerosis (pengerasan pada arteri).

Sebelum memulai terapi penambahan hormon, seorang peria harus menjalani pemeriksaan fisik lengkap dan uji laboratorium terlebih dahulu. Tetapi manfaat dari terapi ini untuk pria muda masih meninggalkan tanda tanya. Spermatogenesis Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi.

Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.

Hormon Pada Pria Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan. 1. Testoteron

Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. 2.LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron 3.FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid

menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi. 4. Estrogen

Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma. 5.Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

Regulasi Hormon Kontrol pada Pria Pada masa pubertas, sel-sel neurosecretory di hypothalamus aka meningkatkan sekresinya terhadap Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH). Dimana GnRH kemudian akan menstimulasi gonadotrop pada anterior pituitary untuk meningkatkan sekresinya terhadap dua gonadotropin : FSH dan LH. LH menstimulasi sel-sel leydig yang berlokasi di tubulus seminiferus untuk mensekresi hormone testosterone. Di beberapa sel target, enzim 5 alpha- reductase akan mengubah testosterone menjadi androgen lain yang disebut dihidroxytestosteron (DHT). FSH juga bekerja secara tidak langsung untuk menstimulasi spermatogenesis. FSH dan testosterone bekerja secara sinergis pada selsel sertoli untuk menstimulasi sekresi androgen binding protein (ABP). ABP berikatan dengan testosterone dan menjaga agar konsentrasinya tetap tinggi. Kemudian testosterone menstimulasi tahapan terakhir spermatogenesis di

tubulus seminiferus. Sekalinya tingkatan spermatogenesis yang dibutuhkan untuk fungsi reproduksi telah mencapai levelnya, sel-sel sertoli akan mengeluarkan inhibin. Dimana inhibin adalah hormone yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH oleh anterior pituitary.

BAB II Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Laki-Laki

Gangguan pada sistem reproduksi laki-laki dapat meliputi gangguan pada testis, epididimis, skrotum, dll. Berikut ini adalah beberapa diantaranya : 1. Kanker Testis

Termasuk jarang terjadi. Umumnya hanya terjadi pada rata-rata pria berusia 29-35 tahun yang berasal dari ras kaukasia. Meski jarang, penyakit ini sangat mematikan.Kanker ini memiliki dua jenis yaitu seminoma dan nonseminoma. Biasanya hanya menghantam satu testis saja. Gejala pertama dirasa dari munculnya sel-sel tumor adalah nyeri dan bengkak. Hingga kini penyebab kanker testis masih belum pasti. Pria yang memiliki testis tidak berkembang sempurna berisiko tinggi terkena kanker. Demikian pula mereka yang terlahir dari ibu yang mengkonsumsi hormon tambahan selama kehamilan. Kanker testis umumnya terdiagnosa karena kehadiran substansi kimia tubuh seperti alpha fetoprotein dan beta human chorionic gonadotropin yang diproduksi sel-sel kanker. Pemeriksaan umumnya dilakukan melalui darah. Meskipun tergolong jenis kanker langka namun mematikan. Sebab belum ada obatnya. Meski demikian dengan perawatan tinggi dan menjaga kondisi tubuh, sekitar 70% penyandang kanker testis dapat bertahan hidup lebih lama. Kanker ini tidak menular bahkan terhadap pasangannya. Dalam kondisi tertentu, untuk menghentikan sebaran sel kanker ke bagian yang lainnya, seringkali mengharuskan membuang testis. Perawatan selanjutnya termasuk operasi yang juga membersihkan jaringan lymphatic yang dicurigai sebagai sarang sel kanker. Pada stadium awal atau pria dengan jenis kanker testis seminoma dilakukan terapi radiasi. Jika kanker telah menyebar sedemikian rupa umumnya dilakukan kemoterapi. Efek samping dari setiap jenis upaya menghalangi sebaran kanker

bervariasi. Paling umum adalah stres. Meskipun membuang satu buah zakar tidak otomatis membuat impoten. Namum jika jaringan lymphatic dibuang menyebabkan produksi sperma berkurang. Terapi radiasi umumnya menyebabkan rasa terbakar dan kelelahan yang amat sangat. Namun akan terus berkurang jika terapi selesai sepenuhnya. Penyakit ini seringkali menyebabkan ketidaksuburan. Sementara itu kemoterapi umumnya menyebabkan mual dan muntah-muntah, mengganggu sistem kekebalan tubuh, infertil dan botak. Efek samping ini bisa bersifar temporer atau permanen. Namun yang paling penting adalah memperhatikan tanda-tanda tubuh, apakah sel kanker telah mati, masih ada, atau tumbuh kembali. 2. Epididimitis Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran berkelok-kelok yang menghubungkan testis dengan vas deferens. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau oleh penyakit menular secara seksual ( PMS ) yang mengakibatkan rasa nyeri dan pembengkakan pada salah satu testis. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.

Epididimis adalah sebuah struktur yang terletak di atas dan di sekeliling testis (buah zakar). Fungsinya adalah sebagai pengangkut, tempat penyimpanan dan tempat pematangansel sperma yang berasal dari testis.

3. Hernia Inguinal

Hernia Inguinal adalah gangguan atau kelainan yang ditandai dengan sebagian usus terdorong menembus dinding abdominal dan masuk ke selangkangan atau skrotum. Hernia terlihat sebagai suatu pembengkakan di daerah selangkangan. Kelainan ini dapat diperbaiki dengan cara pembedahan.

4. Ambiguous Genitalia ( Alat Kelamin Ganda ) Ambiguous Genitalia merupakan kelainan yang sangat jarang terjadi. Kelainan ini ditandai dengan seorang bayi lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan. Sebagian besar anak laki-laki yang lahir dengan kelainan seperti ini memiliki penis yang sangat kecil atau tidak ada, tetapi memiliki jaringan testis. Pada sejumlah kecil kasus, seorang anak memiliki jaringan testis dan ovarium. 5. Mikropenis Mikropenis merupakan kelainan lainnya yang juga sangat jarang. Pada kelainan seperti ini, penis terbentuk secara normail, tetapi dengan ukuran di bawah ukuran rata-rata, yang ditunjukkan dengan pengukuran standar. 6. Sterilitas/Infertilitas Jika seorang laki-laki steril atau mandul, tubuhnya tidak mampu membentuk sperma sama sekali atau tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang cukup. Hal itu terjadi sebagai akibat tidak normalnya organ-organ reproduksi, peradangan pada alat kelamin, kecanduan alkohol, atau akibat penyakit menular seksual. Beberapa laki-laki juga mengalami masalah ejakulasi.

7. Hipogonadisme Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.

8. Kriptorkidisme Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.

9. Uretritis Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.

10. Prostatitis Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.

11.Orkitis Orkitis adalah infeksi pada salah satu atau kedua testis (buah zakar) sehingga mengalami peradangan. Pada pemeriksaan nampak testis yang membesar, lunak (kadang meengeras), merah, epididimis membesar (membentuk benjolan melengkung di atas testis), kulit skrotum meregang. 12.Anorkidisme Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah satu atau tidak ada sama sekali. 13.Hyperthropic prostat Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui.

14.Kanker prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun. Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.

15. Kanker testis Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).

16. Impotensi Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal. Impotensi biasanya merupakan akibat dari: Kelainan persarafan Kelainan pembuluh darah Obat-obatan Kelainan pada penis Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

17. Infertilitas (kemandulan) Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria

infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh: - Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon - Tersumbatnya saluran sperma- Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit.

DAFTAR PUSTAKA