Anda di halaman 1dari 8

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Telah kita ketahui nangka memiliki beberapa kandungan yang dapat dimanfaatkan, diantaranya adalah biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 d/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg).Dengan kandungan dalam buah maupun biji nangka tersebut, beberapa manfaat yang dapat diambil dari buah nangka,antara lain: Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran,tepung biji nangka digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran),serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Dari beberapa manfaat tersebut,dapat diketahui buah nangka banyak memiliki manfaat. Pada umumnya daging buah nangka kita makan,sedangkan bijinya dibuang. Sehingga, kandungan yang terdapat dalam biji nangka tidak dapat dimanfaatkan. Tetapi, melalui suatu penelitian biji nangka yang dibuang tersebut ternyata dapat diolah menjadi susu yang memiliki nilai gizi tinggi. Harga susu yang semakin melambung terutama susu kedelai,memaksa kita untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengkonsumsi susu kedelai tersebut. Tetapi, ada jalan alternatif untuk mendapatkan harga susu menjadi lebih murah,serta tidak kalah akan kandungan gizinya. Yaitu, susu biji nangka.Biji nangka gampang didapat di pasaran. Harganya pun terbilang murah, yakni sekitar Rp 2.000 per kilogram. Dengan demikian sangat mudah mendapatkan biji nangka yang memiliki segudang manfaat tersebut. Kandungan gizi susu biji nangka tidak kalah dengan kandungan gizi susu kedelai yang di jual di pasaran. Berdasarkan uji laboratorium, kandungan fosfor dan kalsium susu biji nangka lebih tinggi daripada susu kedelai. Sementara kadar lemaknya, justru lebih rendah.

Selain itu,ampas saringan biji nangka sebagai hasil pengolahannya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kue. Semakin melambunngnya harga kedelai di pasaran, bukan berarti manfaat kedelai mulai ditinggalkan. Mensubstitusikan manfaat biji nangka pada susu kedelai, merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Pertimbangannya karena biji nangka ini jumlahnya banyak dan harganya juga murah. Sehingga bisa jadi penyeimbang harga kedelai yang semakin hari harganya semakin melambung. Meskipun demikian, bukan berarti kandungan susunya jadi berkurang. Bahkan, dengan komposisi 50 persen biji kedelai dan 50 persen biji nangka menjadi alternatif substitusi susu kedelai yang paling baik. Dimana susu tersebut kaya kalsium dan rendah kadar lemak. Jadi meski harganya murah tapi susu ini tetap bergizi. Untuk pemanfaatannya susu ini tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tapi bisa juga diminum anak-anak. Usia minimalnya 5 tahun. Karena susu ini juga memiliki rasa dan aroma yang lebih gurih. Sedangkan bila ditinjau dari segi ekonomi, susu 50 persen kedelai dan 50 persen biji nangka menekan biaya produksi sebesar 25,64 persen dari susu 100 persen biji kedelai. B. Rumusan Masalah Melihat keadaan ekonomi masyarakat serta buruknya kesehatan di masa sekarang karena kurangnya asupan gizi yang cukup. Melonjaknya kebutuhan pokok, harga susu pun mulai naik. Hal ini tentu berpengaruh terhadap keadaan ekonomi masyarakat menengahkebawah. Sehingga mereka enggan untuk mengeluarkan uang, namun ada beberapa upaya guna memecahkan permasalahan tersebut. Diantaranya bagaimana kita bisa mengolah sumber daya yang ada. Seperti contoh buah nangka, selain daging buahnya dapat dimakan, bijinya pun dapat diolah menjadi susu sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Dari permasalahan diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Kandungan apa saja yang ada dalam susu biji nangka tersebut dan manfaatnya bagi kesehatan yakni mencakup pada asupan gizi ? 2. Bagaimana perbandingan kandungan gizi dalam susu biji nangka dibandingkan dengan kandungan susu kedelai ? 3. Bagaimana cara pengolahan biji nangka tersebut sampai menjadi susu dan akhirnya dapat dikonsumsi oleh masyarakat ?

C. Hipotesis

Adanya pengaruh susu biji buah nangka bagi asupan gizi masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Senganan.

D. Tujuan Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah : Tujuan umum : Memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pengaruh susu biji buah nangka bagi asupan gizi. Tujuan khusus : 1. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat di Kelurahan Sukamulya tentang biji buah nangka yang dapat dimanfaatkan menjadi susu. 2. Mengenalkan cara baru mengolah biji nangka menjadi susu kepada masyarakat. 3. Bagaimana cara pengolahan biji nangka tersebut sampai menjadi susu dan akhirnya dapat dikonsumsi oleh masyarakat ? E. Manfaat Dari penelitian yang akan diperoleh manfaat-manfaat sebagai berikut : 1. Memberikan alternatif baru terhadap biji buah nangka untuk mendapatkan kualitas susu yang terjamin asupan gizinya. 2. Masyarakat menjadi lebih menghemat pengeluaran dengan adanya susu biji nangka tersebut melihat harganya lebih ekonomis. 3. Masyarakat dapat lebih meningkatkan daya kreatifitas khususnya mengolah biji nangka tersebut menjadi susu.

BAB II Tinjauan Pustaka


A. Kerangka Konsep Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae, nama ilmiahnya adalah Artocarpus Heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai Jackfruit. Pohon Nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 meter tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai sekitar 1 meter garis tengahnya. Buah nangka merupakan buah yang terdiri dari kulit buah, daging buah dan biji. Buah nangka cukup diminati di Indonesia untuk dikonsumsi, karena buah nangka memiliki daging buah yang cukup banyak dan memiliki rasa yang manis. Namun sangat disayangkan biji nangka yang terdapat dalam buah nangka belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal biji nangka memiliki beberapa kandungan yang dapat dimanfaatkan, diantaranya adalah biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 d/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg).Dengan kandungan dalam buah maupun biji nangka tersebut, beberapa manfaat yang dapat diambil dari buah nangka,antara lain: Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran,tepung biji nangka digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran),serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Dari beberapa manfaat tersebut,dapat diketahui buah nangka banyak memiliki manfaat.

BAB III Metodologi


A. Desain Penelitian ini merupakan studi kasus kohort untuk mengetahui pengaruh biji buah nangka terhadap asupan gizi masyarakat di .

Desain uji klinis acak tersamar ganda digunakan dalam studi ini untuk mengetahui manfaat konsumsi biji buah nangka terhadap asupan gizi masyarakat.

B.

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Waktu/tanggal penelitian

: Desa Pupuan, Kabupaten Tabanan : 1 Januari 2012 1 Januari 2013

C.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi target penelitian ini adalah semua masyarakat desa Pupuan.

Sampel penelitian ini adalah masyarakat desa Pupuan berumur 8 tahun sampai dengan 40 tahun.

D.

Kriterian Inklusi dan Eksklusi

Kriteria inklusi : 1. Masyarakat desa Pupuan berumur 8 tahun sampai dengan 40 tahun 2. Masyarakat desa Pupuan yang sehat jasmani dan kejiwaaan 3. Bersedia menjadi subjek penelitian dengan menandatangani informed consent

Kriteria eksklusi : 1. Menderita penyakit berat seperti hipertensi, jantung koroner, dll 2. Subyek menolak berpartisipasi E. Besar Sampel Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 400 orang

F. Cara Kerja 1. Subjek penelitian yang merupakan masyarakat desa Pupuan berumur 8 tahun sampai dengan 40 tahun. 2. Subjek yang diteliti diminta untuk mengisi data identitas, menandatangi informed consent. 3. Memberikan susu biji buah nangka kepada masyarakat desa Pupuan

G. Identifikasi Variabel Variabel tergantung adalah masyrakat desa Senganan berumur 8-40 tahun. Masyarakat desa Senganan ini dibagi menjadi yakni, anak-anak, remaja, dan dewasa. Variabel bebas adalah pemberian susu biji nangka kepada masyarakat desa Senganan berumur 8-40 tahun. G. Manajeman dan analisis data Data yang diperoleh dari subjek penelitian dengan melakukan interview dari kuesioner maupun data dari hasil pemeriksaan dicatat pada formulir isian data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 15. Mula-mula dilakukan analisis data untuk mengetahui normalitas data. H. Definisi Operasional Pada umumnya daging buah nangka kita makan,sedangkan bijinya dibuang. Sehingga, kandungan yang terdapat dalam biji nangka tidak dapat dimanfaatkan. Tetapi, melalui suatu penelitian biji nangka yang dibuang tersebut ternyata dapat diolah menjadi susu yang memiliki nilai gizi tinggi. I. Masalah Etika Sebelum penelitian dilakukan, proposal penelitian diajukan ke ketua adat Desa Senganan setempat serta Puskesmas setempat agar dapat mendapat persetujuan.

BAB IV Daftar Pustaka


1. Anonimous, 1975. Bertanam Pohon Buah-buahan Jilid II. Yayasan Kanisius,

Jakarta