Anda di halaman 1dari 3

Tabel daftar suhu penyimpanan dan umur vaksin berdasarkan jenis vaksin Tabel tersebut menunjukan bahwa untuk

jenis vaksin sensistif panas dapat disimpan pada lemari es dan freezer. Umur vaksin polio akan lebih lama bila disimpan pada suhu freezer jika dibandingkan bila disimpan pada suhu lemari es. Apabila terjadi penyimpangan terhadap suhu penyimpanan yang direkomendasikan, maka akan berpengaruh terhadap umur vaksin, sebagaimana tabel berikut: Tabel suhu penyimpanan dan umur vaksin pada suhu yang tidak direkomendasikan Setiap vaksin yang berasal dari bahan biologi harus dilindungi dari terhadap pengaruh sinar matahari langsung maupun tidak langsung, sebab bila tidak demikian, maka vaksin tersebut akan mengalami kerusakan dalam waktu singkat.6,23 Tabel lama penyimpanan vaksin di setiap tingkatan Susunan vaksin dalam lemari es harus diperhatikan karena suhu dingin dari lemari es/freezer diterima vaksin secara konduksi.28,29 Monitoring kualitas vaksin Monitoring kualitas vaksin dapat dilakukan secara cepat dengan melihat indikator VVM dan Freeze tag atau freeze

watch. VVM adalah indikator paparan panas yang melekat pada setiap vial vaksin yang digunakan untuk memantau vaksin selama perjalanan maupun dalam penyimpanan.24,25 Semua vaksin program imunisasi kecuali BCG telah dilengkapi dengan VVM. VVM tidak mengukur potensi vaksin secara langsung, namun memberikan informasi tentang layak tidaknya pemakaian vaksin yang telah terkena paparan panas. VVM mempunyai karakteristik yang berbeda, spesifik untuk tiap jenis vaksin. VVM untuk vaksin polio tidak dapat digunakan untuk vaksin Hb, begitu juga sebaliknya. Freeze tag dan freeze watch adalah alat pemantau paparan suhu dingin dibawah 0oC. Freeze tag dan freeze watch digunakan untuk memantau kinerja leamari es terhadap penyimpanan vaksin yang sensitif beku. Bila menemukan vaksin yang dicurigai beku maka perlu dilakukan uji kocok (shake test) dengan prosedur yang baru. Perbedaan uji kocok pada prosedur yang lama adalah adanya vaksin pembanding yang berupa vaksin yang sengaja dirusak atau dibekukan. Prosedur uji kocok vaksin adalah sebagai berikut: a. Pilih satu contoh dari tiap tipe dan batch vaksin yang dicurigai pernah beku, utamakan yang dekat dengan evaporator dan bagian lemari es yang paling dingin. Beri label Tersangka Beku. Bandingkan dengan vaksin dari tipe dan batch yang sama yang sengaja dibekukan hingga beku padat seluruhnya dan beri label Dibekukan. b. Biarkan contoh Dibekukan dan vaksin Tersangka Beku sampai mencair seluruhnya c. Kocok contoh Dibekukan dan vaksin Tersangka beku secara bersamaan. d. Amati contoh Dibekukan dan vaksin Tersangka beku bersebelahan untuk membandingkan Waktu Pengendapan . (umumnya 5 30 menit). Uji kocok dilakukan untuk tiap vaksin yang berbeda batch dan jenis vaksinnya dengan kontrol Dibekukan yang sesuai.

6. Centers for Disease Control and Prevention. Guidelines for Maintaning and Managing The Vaccine Cold Chain. MMWR 2003 23. World Health Organization ,Thermostability of Vaccines, 1998 24. World Health Organization, VVM for All. www.WHO.Int/VaccinesAccess/Vacman/VVM/vvmmainpage.Htm 25. World Health Organization. Getting Started with Vaccine Vial Monitors, Question and Answer on The Fields Operational, Bull WHO V,2002 29. World Health Organization, Users Handbook for Vaccine Cold Room or Freezer Room ,2002 30. Fleming Steven T, Epidemiology and The Controling Function, Medical Care,1995

Anda mungkin juga menyukai