Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK PENGARUH KAFEIN TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN INTRAOKULAR DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM Glaukoma merupakan penyebab

terbesar kedua kebutaan di dunia. Glaukoma ditandai adanya kerusakan saraf optik, lapang pandang menyempit dan peningkatan tekanan intraokular (TIO) sebagai faktor risiko utama. Beberapa penelitian membuktikan bahwa TIO meningkat setelah mengkonsumsi kafein dalam jumlah tertentu. Tujuan umum dan khusus dari skripsi ini membahas tentang pengaruh kafein terhadap peningkatan TIO ditinjau dari kedokteran dan Islam. Peningkatan TIO terjadi karena bertambahnya atau berkurangnya outflow humor akuos karena kelainan di sudut bilik mata depan maupun gangguan pada lintasan outflow humor akuos. Kafein meningkatkan TIO dengan menghambat fosfodiesterase sehingga c-AMP intraselular meningkat pada badan siliar sehingga produksi humor akuos bertambah dan mengurangi outflow humor akuos dengan menurunkan tonus otot halus dan menutup pori-pori trabekular pada lintasan outflow humor akuos serta mengurangi aliran darah balik ke saraf optik. TIO yang meningkat diakibatkan karena perbuatan Israf manusia dalam mengkonsumsi kafein. Kesehatan adalah nikmat Allah SWT yang terbesar. Islam menganjurkan untuk memperhatikan makanan dan minuman dalam menjaga kesehatan serta mencegah berbagai penyakit atau memperburuk suatu penyakit. Islam membolehkan konsumsi kafein, namun membatasi jumlahnya merupakan upaya untuk menjaga kesehatan. Kedokteran dan Islam berpendapat yang sama tentang perbuatan Israf dalam hal makanan dan minuman karena berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampak bagi kesehatan adalah meningkatnya TIO pada glaukoma yang dapat mengakibatkan kebutaan. Kafein halal untuk dikonsumsi selama dalam jumlah yang tidak berlebihan. Saran kepada pasien glaukoma untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diterapi dengan tepat; kepada dokter muslim dan spesialis mata agar selalu mengupayakan terapi yang terbaik untuk pasien; kepada masyarakat harus memiliki pola hidup dan pola makan yang sehat dengan memperhatikan makanan dan minuman agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan; kepada ulama agar bersedia menjadi tempat bertanya bagi masyarakat yang ingin mengetahui dan memahami mengenai kafein dari segi pandang hukum dan syariat Islam.

ii