Anda di halaman 1dari 6

Terapi BPH

Tujuan Memperbaiki keluhan miksi Meningkatkan kualitas hidup Mengurangi obstruksi infravesika Mengembalikan fungsi ginjal jika terjadi gagal ginjal Mengurangi volume residu urine Mencegah progresifitas penyakit Watchful waiting Untuk pasien symptom score ringan (0-7). Disarankan untuk menjauhi hal yang dapat memperburuk keluhan seperti : Jangan mengkonsumsi kopi atau alkohol setelah makan malam. Kurangi konsumsi makanan yang mengiritasi Vesika Urinaria (kopi atau coklat) Menghindari obat-obatan yang mengandung fenilpropanolamin Jangan terlalu lama menahan kencing Setiap 6 bulan dievaluasi keluhan (sistem skor), laju pancaran urin dan residu urine Terapi Medikamentosa Tujuan Mengurangi resistensi otot polos prostat penyebab obstruksi intravesika adrenergik -inhibitor Mengurangi volume prostat dengan menurunkan testosteron atau DHT 5reduktase Adrenergik -inhibitor Non selektif Fenoksibenzamin memperbaiki laju pancaran miksi dan mengurangi keluhan miksi Efek samping : hipotensi postural dan kelainan kardiovaskular lain Selektif Masa kerja pendek : prasozin, aflusozin Masa kerja panjang : terasozin, doksasozin, Adrenergik-1A tamsulosin (selektif pada otot prostat). Mampu memperbaiki miksi tanpa efek tekanan darah maupun denyut jantung Pemberian 1 bloker pd BPH menyebabkan relaksasi otot-otot trigon dan sfingter kandung kemih serta otot polos kelenjar prostat yang membesar, sehingga memperbaiki aliran urin serta gejala- gejala lain yang menyertai obstruksi prostat tersebut. Kontrol setelah 6 minggu setelah pengobatan IPSS, uroflowmetri, residu urine

Nama obat Prazosin Terazosin Doksazosin Tamsulozin

Waktu paruh 2-3 jam 12 jam 20-22 jam 5-10 jam

Pemberian 2-3 x/hari 1-2 x/hari 1 x/hari

Alfulozin

3-5 jam

Penghambat 5-reduktase Menghambat pembentukan dehidrotestosteron dari testosteron yang dikatalis oleh enzim 5reduktase di dalam sel-sel prostat sehingga prostat yang membesar akan mengecil. Obat yg dipakai dalam golongan ini adalah finasteride (Proscar) dengan dosis 1 x 5 mg/hari. Selama enam bulan penurunan prostat 28% Kontrol minggu ke 12 dang bulan ke 6 menilai reapon terapi

Fitofarmaka Kemungkinan kerja fitoterapi Anti-estrogen dan androgen Menurunkan kadar sex hormone binding globulin, Inhibisi basic fibroblast growth factor (bFGF) dan epidermal growth factor Mengacaukan metabolisme prostaglandin Anti inflamasi Menurunkan outflow resistance Memperkecil volume prostat Fitoterapi yang banyak di pasarkan : Pyegeum africanum Serenoa repens Radix utrica Operasi Indikasi absolut: Retensi urin berulang. Infeksi saluran kemih berulang. Hematuria Batu kandung kemih. Gangguan fungsi ginjal. Divertikulum kandung kemih. Indikasi Relatif: Penderita menolak terapi lain

Operasi prostatektomi terbuka Merupakan teknik paling tua, paling invasif, paling efisien di antara tindakan pada BPH. Indikasi: Volume prostat yang cukup besar, dianjurkan pada volume lebih dari 90 cm3. Batu kandung kemih yang besar. Divertikula yang besar. Hernia inguinalis. Metode : Prostatektomi terbuka dilakukan dengan metode freyer (suprtapubik transvesika) atau retropubik infravesika Komplikasi Inkontinensia urin (3%) Impotensi (5-10%) Ejakulasi retrograd (60-80%) Kontraktur leher vesica urinaria (3,5%) Perbaikan gejala klinis 85-100% Angka mortalitas 2%

TURP (Transurethral Resection of the Prostate) Merupakan 90 % dari semua tindakan bedah pada BPH. TURP lebih sedikit menimbulkan trauma dibandingkan operasi terbuka dan masa pemulihan lebih singkat. Komplikasi: Selama operasi Perdarahan Sindrom TURP Perforasi Pasca bedah dini Perdarahan Infeksi lokal / sistemik Pasca bedah lanjut Inkontinensia urine < 1 %. Striktur uretra 0,5 - 6,3 %. Kontraktur leher kandung kemih 0,9 3,2 %. Disfungsi ereksi. Ejakulasi retrogard

Metode

Reseksi transuretra menggunakan cairan irigan agar daerah reseksi tetap terang dan tidak tertutup darah Cairan irigan yang digunakan non ionik yaitu air steril (aquades) Untuk mengurangi sindrom TURP reseksi dilakukan tidak lebih dari 1 jam dan memasang sistosomi suprapubik sebelum reseksi, mengganti aquades dengan glisin (untuk mengurangi hiponatremia)

Elektrovaporasi prostat Cara sama dengan TURP, hanya menggunakan roller ball yang spesifik dan dengan mesin dia termi yang cukup kuat sehingga mampu membuat vaposisi kelenjar prostat. Tidak menimbulkan banyak perdarahan dan masa rawat rumah sakit lebih singkat. Teknik hanya untuk prostat < 50 gram dan membutuhkan waktu lama saat operasi

Laser prostatektomi Energi yang dipakai : Nd :YAG Holmium : YAG KTP:YAG Diode yang dipancarkan melalui bare fibre, right angle fibre atau intersisial fibre Keuntungan : Sedikit menimbulkan komplikasi dan penyembuhan lebih cepat Kekurangan : Membutuhkan terapi ulang 2% setiap tahun Tidak dapat diperoleh jaringan untuk patologi anatomi (kecuali : Ho:YAG) Disuria pasca bedah (dapat berlangsung 2 bulan) Tidak lansung dapat miksi spontan setelah operasi Peak flow lebih rendah dari TURP Termoterapi Pemasangan gelombang mikro pada frekuensi 915-1296 Mhz melalui antena yang ada diuretra. Dengan pemanasan 44oC destruksi jaringan pada zona transisional prostat karena nekrosis koagulasi. Morbiditas rendah dan dapat dilakukan tanpa anastesi. Direkomendasikan untuk prostat ukurannya kecil Trans Urethral Needle Ablation (TUNA) Menggunakan prinsip termoterapi. Metode yang dilakukan dengan memanaskan jaringan prostat hingga 45 -50, selanjutnya diharapkan terjadinya koagulasi pada jaringan prostat. Teknik: Menggunakan alat yang dimasukkan melalui uretra Setelah posisi diatur, alat mengeluarkan 2 jarum yang menusuk jaringan prostat. Melalui jarum dialirkan panas sehingga terjadi koagulasiu sepanjang jarum melekat di jaringan prostat.

Stent Dipasang di antara leher buli-buli dan di sebelah proksimal verumontatum Jenis : Temporer 6-36 bulan, bahan tidak diserap dan tidak ada reaksi terhadap jaringan Permanen terbuat dari logam super alloy, nikel atau titanium Indikasi : pasien yang tidak mungkin melakukan pembedahan karena resiko tinggi Komplikasi :Setelah pemasangan stent pasien mengeluh gejala iritatif, perdarahan urethra dan rasa tidak enak di penis

HIFU (high intensity focused ultrasound) Menggunakan energi panas dari gelombang USG dari tranduser piezokeramik dengan frekuensi 0,5-10 MHz. Saat melakukan HIFU memerlukan anastesi umum. Perbaikan klinis setalah melakukan HIFU 50-60%.