Anda di halaman 1dari 5

Pada tabel scoring OWAS untuk setiap elemen kerja pada stasiun kerja pencetakan didapatkan hasil sebagai

berikut: 1. Elemen kerja persiapan pencetakan Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. 2. Elemen kerja peletakan strimin Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. 3. Elemen kerja Pencetakan adonan Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. 4. Elemen kerja pengambilan kerupuk Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. 5. Elemen kerja penyortiran kerupuk Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. 6. Elemen kerja penataan kerupuk Pekerjaan normal = tidak memerlukan perbaikan. Pada tabel scoring REBA untuk setiap elemen kerja pada stasiun kerja pencetakan didapatkan hasil sebagai berikut: A. Kanan 1.) Persiapan pencetakan score akhir yaitu 7 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 2.) Peletakan strimin score akhir yaitu 5 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 3.) Pencetakan adonan score akhir yaitu 4 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 4.) Pengambilan adonan score akhir yaitu 5 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 5.) Penyortiran kerupuk score akhir yaitu 5 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 6.) Penataan kerupuk score akhir yaitu 8 yang berarti tingkat resikonya tinggi, segera dilakukan penyelidikan dan perbaikan. B. Kiri 1.) Persiapan pencetakan score akhir yaitu 7 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan.

2.) Peletakan strimin score akhir yaitu 4 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 3.) Pencetakan adonan score akhir yaitu 4 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 4.) Pengambilan adonan score akhir yaitu 5 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 5.) Penyortiran kerupuk score akhir yaitu 4 yang berarti tingkat resikonya sedang, perlu penyelidikan lebih lanjut dan segera dilakukan perbaikan. 6.) Penataan kerupuk score akhir yaitu 8 yang berarti tingkat resikonya tinggi, segera dilakukan penyelidikan dan perbaikan. Analisa What-If pada stasiun kerja pencetakan akan dijabarkan pada beberapa point berikut ini. 1. apa yang terjadi jika terjadi mati listrik pada saat mesin beroperasi? operasi pencetakan berhenti. Oleh karena itu direkomendasikan agar menggantikan listrik sementara dengan genset. Di ruang produksi ini, Bossan dapat bekerja mengunakan listrik dengan tenaga yang berasal dari PLN. Perlu kita ketahui bahwa tenaga listrik yang berasal dari PLN kadang-kadang mengalami mati listrik, pada waktu-waktu tertentu. 2. apa yang terjadi jika pekerja mengalami cedera ringan (kesemutan)? Kecepatan produksi berkurang. Oleh karena itu direkomendasikan untuk pembuatan kursi ergonomis pada proses peletakan strimin. 3. apa yang terjadi jika terlalu lama membungkuk sambil memutar? terjadi pegal-pegal di area punggung/terkilir di tulang punggung. Kemudian untuk menghindari cedera pada pekerja maka dilakukan pembetulan tempat peletakan kerupuk dan trolley. 4. apa yang terjadi jika Kecepatan mesin pencetakan terlalu cepat? direkomendasikan agar penggunaan mesin yang disesuaikan kemampuan pekerja karena kecepatan pekerja yang bertambah cepat dapat menimbulkan resiko lebih cepat lelah. 5. apa yang terjadi jika konsleting listrik? direkomendasikan agar dilakukan pengecekan, pengeringan terhadap sumber listrik dan pemakaian alas yang tidak dapat menghantarkan listrik. Pada kondisi ini, pekerja tersengat listrik dan dapat mengakibatkan kebakaran. 6. apa yang terjadi jika kabel listrik putus?

direkomendasikan agar kabel listrik diletakkan pada daerah yang tidak terjangkau. Pada kondisi di Industri Kerupuk Subur sebenarnya, kabel-kabel hanya langsung diletakkan pada colokan listrik dan tidak ada penataan kabel-kabel tersebut. 7. apa yang terjadi jika penjepit tanpa isolator? direkomendasikan agar diganti dengan alat yang menggunakan isolator. 8. apa yang terjadi jika adonan/hasil cetakan jatuh? cedera sedang karena reflek dari pekerja untuk mengambil adonan/hasil cetakan agar tidak jatuh. Oleh karena itu direkomendasikan untuk Hati-hati saat memindahkan adonan maupun hasil cetakan. 9. apa yang terjadi jika tuas penekan hidrolik macet? direkomendasikan untuk pemberian cairan pelumas pada tuas penekan. Kemudian pekerja harus membantu proses penekanan yang membutuhkan energi ekstra dan hasil cetakan kerupuk mengalami kecacatan. 10. apa yang terjadi jika alas conveyor putus? direkomendasikan agar penggantian alas atau penyambungan alas dengan cara menjahitnya. 11. apa yang terjadi jika alas strimin sobek? direkomendasikan agar penggantian strimin secara berkala. 12. apa yang terjadi jika alas box pada Bossan kotor? hasil cetakan yang keluar menjadi kurang baik/kotor dan pekerja harus membungkuk lebih dari 90o agar box pada Bossan bersih. Oleh karena itu direkomendasikan untuk pembersihan box secara berkala serta alat pembersih box yang ergonomis. 13. apa yang terjadi jika adonan mengeras di dalam box Bossan? direkomendasikan untuk pengepressan lebih lama dan dilakukan secara berulang kali. 14. apa yang terjadi jika tangan mengalami kaku-kaku dan pegal-pegal? direkomendasikan agar sesekali melakukan peregangan otot/dibuat sistem kerja shift. 15. apa yang terjadi jika pekerja jatuh pada saat memasukkan adonan? direkomendasikan agar alas pijakan diperlebar dan ketinggian alas ditinggikan supaya pekerja tidak jinjit. Perancangan stasiun kerja pencetakan didapatkan beberapa kelebihan dan kelemahan stasiun kerja awal menurut masingmasing anggota kelompok, yaitu sebagai berikut : Kelebihan : o Pekerjaannya cenderung mudah, tidak memerlukan skill yang tinggi. o Elemen kerja menaruh alas strimin dalam OWAS termasuk kategori 1, yang tidak memerlukan perbaikan.

o Beban kerja tidak terlalu berat (sekitar 20 gram, beban kerja di bawah 10 kg). o Kecepatan dan kecakapan pekerja sudah dapat diperhitungkan. Kekurangan : o Berdasarkan Tabel Kategori Tindakan OWAS, terdapat perbedaan kategori pada elemen kerja menaruh strimin dan penataan hasil cetakan kerupuk. Elemen kerja menata hasil cetakan kerupuk, pergerakan bagian back lebih buruk dari pada back saat mengambil strimin. Pada elemen kerja menaruh hasil cetakan kerupuk posisi back, badan bungkuk ke depan dan miring ke samping. o Berdasarkan waktu baku yang diperhitungkan, dapat dilihat bahwa waktu idle yang ditunjukkan cukup banyak. o Hasil sortiran pada setiap hasil pencetakan tidak sama, sebab pekerja tidak stabil dalam melakukan pekerjaannya serta kecakapan yang berbeda-beda. o Berhubungan dengan Peta Tangan Kiri Tangan Kanan, terlihat bahwa tangan kiri lebih banyak melakukan idle daripada tangan kanan , sehingga penggunaan tangan kiri dan tangan kanan tidak seimbang. Seharusnya, untuk mendapatkan tingkat produktivitas maksimal, pekerja harus menyeimbangkan penggunaan tangan kanan dan tangan kirinya. usulan perbaikan beserta kelebihan dan kekurangannya antara lain : a. Memberi conveyor portable yang mampu dipindah-pidahkan dengan mudah serta dapat dilipat sehingga ukurannya dapat diringkas. i. Kelebihan : Memudahkan perpindahan hasil cetakan dari stasiun pencetakan ke stasiun kerja berikutnya melalui pengukuran jarak dan waktu kerja yang digunakan lebih singkat. ii. Kekurangan : Pada perancangan dan design conveyor portable tidaklah mudah, membutuhkan perlakuan khusus. b. Memberikan katrol tangga pada elemen kerja pemindahan / memasukkan adonan dari mesin pengepressan ke dalam bossan serta ketika proses pembersihan box dalam bossan tersebut. i. Kelebihan : Untuk mempersingkat waktu kerja, meringankan beban kerja pekerja dan mengurangi / menghilangkan beban pekerja saat memindahkan bahan dari alat pengepressan ke alat pencetakan. ii. Kekurangan : Terkadang perbaikan dengan penambahan katrol tangga ini justru akan menyulitkan pekerja dalam bekerja dikarenakan harus terlebih dahulu beradaptasi dengan kondisi yang baru. c. Memberikan kursi naik turun yang dapat naik turun dengan prinsip kerja ketika akan naik pekerja menginjak pedal pada kaki kanan dan ketika akan turun pekerja menginjak pedal pada kaki kiri.

i. Kelebihan : Dengan memberikan kursi berarti mengurangi resiko MSDs (Musculoskeletal disorders) akibat kelelahan berdiri. ii. Kekurangan : Pekerja belum tentu bersedia memanfaatkan kursi, dikarenakan kebiasaan yang dianggap sudah nyaman. d. Memberikan kursi putar yang mampu berputar 360o. i. Kelebihan : Kursi yang telah dirancang berdasarkan anthropometri pekerja dapat meningkatkan efektivitas dalam pekerja dikarenakan kondisi yang sesuai, aman, dan nyaman. ii. Kekurangan : Dalam perancangan kursi tidak membutuhkan biaya yang sedikit (biaya mahal). Kekurangan Pekerja membutuhkan waktu utuk beradaptasi dengan alat baru yang telah dirancang. Membutuhkan listrik untuk mengoperasikan alat tersebut. Membutuhkan biaya dalam melakukan perawatan terhadap sensor berat. Kelebihan Alat mudah dipindahkan karena bersifat portable. Tidak membutuhkan ruangan yang luas untuk penyimpanan. Dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi berat maksimum yang dapat diterima oleh conveyor agar conveyor dapat beroperasi.