Anda di halaman 1dari 20

ASPEK LINGKUNGAN, PENGETAHUAN DAN PERILAKU ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN BEBANDEM KARANGASEM

Manuel Fatima Goncalves Aditya Wangsa I Nyoman Triyanayasa Pembimbing : Prof. dr. D.N. Wirawan, MPH.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Diare dilaporkan dari Puskesmas Bebandem masuk dalam sepuluh penyakit terbanyak dan dari tahun ke tahun jumlah kasusnya cenderung meningkat.
60 54

50
40 30

48 45

4546

38
35 30 22 32 30 24 21 23 22 20 13 1717 14 2010

2011
2012

20 10

16

17

16 12

0
Bungaya Bebandem Buana Giri Bungaya Kangin Macang Jungutan Sibetan Budakeling

LATAR BELAKANG
Desa Bungaya Kangin menempati urutan pertama jumlah kasus terbanyak selama 2010-2012

LATAR BELAKANG
Oleh karena itu, penanggulangan diare di Desa Bungaya Kangin memerlukan perhatian khusus dari pihak Puskesmas Bebandem. Puskesmas Bebandem telah melaksanakan berbagai kegiatan yang tercakup dalam program Kesehatan Lingkungan, Program Pemberantasan Penyakit Menular (P3M), Program Promosi Kesehatan Masyarakat, dan pemicuan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Tetapi kenyataannya, program tersebut belum dapat dilaksanakan karena terkendala sarana-prasarana, anggaran dana, dan kurangnya kemauan dan kesadaran warga terhadap kesehatan lingkungan.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana gambaran aspek lingkungan, pengetahuan dan perilaku orang tua terhadap kejadian diare pada balita di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum
Mengetahui gambaran faktor risiko kejadian diare pada balita di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Tujuan Khusus
Mengetahui gambaran lingkungan Balita penderita diare Mengetahui perilaku orangtua Balita penderita diare yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mengasuh anaknya.

TINJAUAN PUSTAKA

BATASAN DIARE
World Gastroenterology Organization Global Guidelines 2005 : Diare akut pasase tinja yang cair/lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal, berlangsung kurang dari 14 hari Diare kronik diare 14 hari Diare adalah buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dengan frekuensi lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah (Departemen Kesehatan RI, 2007)

FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIARE


Lingkungan
Kepemilikan Jamban Sumber Air Pembuangan sampah

Pengetahuan tentang diare Perilaku


Mencuci tangan Memasak Air Minum Pemakaian jamban untuk Buang Air Besar

KONSEP PENELITIAN

KONSEP PENELITIAN
Aspek Lingkungan
1.Kepemilikan Jamban 2.Keberadaan sumber air 3.Pembuangan sampah

Orang tua Balita

Aspek Pengetahuan

1.Pengetahuan tentang diare 2.Ikut serta dalam penyuluhan

Kejadian Diare Balita

1.Kebiasaan cuci tangan

Aspek Perilaku

2.Kebiasaan memasak air 3.Kebiasaan BAB

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN
Wilayah dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di wilayah Desa Bungaya Kangin, Karangasem pada bulan Maret-April 2013

Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional deskriptif yaitu dilakukan satu kali pengumpulan data untuk melihat gambaran faktor risiko kejadian diare pada balita di Desa Bungaya Kangin.

Populasi
Populasi penelitian ini adalah semua Kepala Keluarga (KK) yang memiliki balita di Desa Bungaya Kangin. Daftar Kepala Keluarga diperoleh dari data Puskesmas Bebandem.

METODE PENELITIAN
Pemilihan Sampel

METODE PENELITIAN
Besar Sampel Besar sampel ditentukan berdasarkan rumus :
n = Z2 PQ d2

METODE PENELITIAN
Variabel Penelitian
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kepemilikan jamban Ketersediaan air bersih Pembuangan sampah Pengetahuan Keikutsertaan dalam penyuluhan kesehatan Kebiasaan mencuci tangan Kebiasaan BAB Kebiasaan memasak air

METODE PENELITIAN
Pengumpulan Data
Responden
Responden pada penelitian ini yaitu Ibu balita dari keluarga yang terpilih sebagai sampel. Ibu dipilih karena dia dianggap paling mengetahui kondisi anaknya (Caregiver)

Instrumen Pengumpulan Data


Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dengan pertanyaan terstruktur untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif.

Cara Pengumpulan Data


Data diperoleh dengan cara wawancara dan observasi.

METODE PENELITIAN
Analisa Data
Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan melihat distribusi jawaban responden terhadap masing-masing pertanyaan. Analisa data kemudian dilanjutkan dengan cara deskriptif menggunakan software SPSS Windows.

TERIMA KASIH