`

Oleh: Fitriyanto Adi Nugroho,S.Pd

MEMPENGARUHI MENGGERAKKAN MENGARAHKAN MENGEMBANGKA N ORANG-ORANG. ANGGOTA ORGANISASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI .

SUMB ER-DAYA PRO SES PLANNING ORGANIZING ACTUATING CONTROLING MANU SIA X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X UANG ALAT WAKTU OUTSOURCED T U J U A N TUJUAN .

ADALAH MELAKUKAN PERUBAHAN (PEMBARUAN) ORGANISASI KE ARAH YANG LEBIH BAIK.APA BEDANYA PEMIMPIN DENGAN MANAJER ? • PERAN UTAMA MANAJER. MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA ORGANISASI  PERAN UTAMA PEMIMPIN. .

TIGA PILAR UTAMA PENYANGGA EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN KARISMA/WIBAWA LEGITIMASI: •Legalitas •Acceptabilitas •Etis KEMAMPUAN TEKNIS: • Teknik Manajerial • Keturunan • Track Record  Integritas  Kredibilitas • Penampilan • Teknik • Teknik • Teknik • Teknik • Teknik • Teknik • Teknik • Teknik Motivasi Mengambil Keputusan Memimpin Rapat Berkomunikasi Bernegosiasi Mengelola Konflik Mengelola Stress Menjual. .

1. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL. KEPEMIMPINAN YANG CERDAS . 5. 4. KEPEMIMPINAN VISIONER. BERDASARKAN ORIENTASI KEPEMIMPINAN 2. KEPEMIMPINAN SITUASIONAL 3.

E (+) f.Deserter : TO (-) . RO (-) . E (+) h. E (-) c. RO (-) . Developper : TO (-) . E (+) g. yaitu : a. RO (+) . membagi tiga pola dasar orientasi perilaku pemimpin. RO (-) .Compromiser : TO (+) . RO (+) . E (-) e. diperoleh 8 type kepemimpinan.RADDIN. RO (-) . E (-) b. yaitu : * Orientasi Tugas ( Task Oriented = TO ) * Orientasi Hubungan Kerja / Relation ( Relation Oriented = RO * Orientasi Hasil ( Effectiveness Oriented = E ) Dari kombinasi tiga orientasi ini. Missionary : TO (-) . E (-) d.Executive : TO (+) . Benovalent : TO (+) .Autocrat : TO (+) .Bereucrat : TO (-) . RO (+) . E (+) . RO (+) .

. Atasan yang menggunakan gaya ini adalah motivator yang baik. Atasan yang menggunakan gaya ini sangat menekankan peraturan dan ingin selalu mempertahankan dan mengendalikan situasi serta kelihatan selalu waspada. Tekanan maksimum pada orang dan kurang pada tugas.GAYA YANG EFEKTIF Executive Tinggi kadar orientasi tugas dan hubungan sekaligus. mengakui perbedaan individu. Atasan dengan gaya ini tahu persis apa yang diinginkannya dan bagaimana cara mendapatkannya tanpa menimbulkan kekesalan pada orang lain. menetapkan standar tinggi. dan menggunakan manajemen tim. Atasan yang menerapkan gaya ini mempercayai orang-orangnya dan utamanya peduli dengan upaya mengembangkan mereka. Developer: Benevolent Autocrat: Gaya ini sangat menekankan kepedulian pada tugas dan kurang pada orang. Bureucrat: Gaya ini kurang menekankan tugas dan orang.

tekanan kiri kanan sangat mempengaruhinya. Atasan dengan gaya ini sangat mendulukan harmoni sebagai tujuan. Atasan dengan gaya ini kelihatan pasif dan tidak merasa terlibat. Atasan dengan gaya ini tidak percaya pada orang lain. tidak menyenangkan. Missionary Autocrat Deserter . Gaya ini sangat menekankan tugas dan kurang pada orang dalam situasi yang tidak sesuai. dan hanya menekankan tugas di depan mata. Gaya ini sangat menekankan orientasi orang dan kurang pada tugas di mana perilaku seperti ini tidak sesuai. Atasan dengan gaya ini adalah pengmbil keputusan yang jelek.GAYA YANG TIDAK EFEKTIF Compromiser Gaya ini sangat menekankan pada tugas dan orang sekaligus dalam situasi yang hanya menghendaki tekanan pada salah satu orientasi itu. Gaya ini kurang menekankan baik tugas maupun orang yang tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Bawahan tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan 4. 3.Komunikasi cenderung satu arah : atas – bawah. Tetapi pengambilan keputusan.Pelaksanaan pekerjaan di awasi dengan ketat TYPE KONSULTIF ( G2 ) 1. 2. dan dimana. tetap oleh Pimpinan . bagaimana mengerjakan. Pimpinan memperhatikan saran dan masukan dari bawahan. 3. kapan. Sebelum menetapkan menjadi keputusan.Atasan memberi perintah : apa yang akan di kerjakan.TYPE KEPEMIMPINAN SITUASIONAL TYPE DIREKTIF = INSTRUKTIF ( G1 ) 1. di konsultasikan atau di komunikasikan terlebih dahulu kepada bawahan 2.

TYPE MANA DARI 4 TYPE TERSEBUT YANG AKAN DIPAKAI. dan menentukan langkah berikut 3. . DAN SUMBER DAYA YANG DIMILIKI. Pengambilan keputusan diambil secara bersama-sama. Pendapat Pimpinan dan bawahan diperlakukan secara berimbang. Pemimpin melibatkan staf atau bawahan mendiskusikan secara terbuka. 2. sedapat mungkin melalui konsensus TYPE DELEGATIF (G4) 1. Pemimpin mendiskusikan masalah secara bersama-sama dengan bawahan. rencana pengambilan keputusan. 2. 3. TERGANTUNG PADA SITUASI: KUALITAS ANGGOTA ORGANISASI. Pemimpin ikut bertanggungjawab atas keputusan yang didelegasikan.TYPE PARTISIPATIF (G3) 1. TUPOKSI ORGANISASI. Bawahan diberi kewenangan mengambil keputusan pemecahan masalah.

Perubahan sistem sosial. Perubahan sistem – nilai dan budaya Karena itu DIPERLUKAN Kepemimpinan Visioner untuk mampu melakukan pembaruan Organisasi secara berkelanjutan. Peningkatan kemampuan. Perubahan External 1. ekonomi. dan keamanan 3. kebutuhan dan keinginan staf 3. Pengembangan tujuan dan sasaran organisasi 2. Kapasitas perlengkapan dan peralatan organisasi akan berkurang sesuai usia pemakaian II. politik. guna menghadapi tantangan masa depan . Perubahan Internal 1. ORGANISASI AKAN SELALU MENGHADAPI PERUBAHAN: I.3. KEPEMIMPINAN VISIONER SECARA INTERNAL DAN EKSTERNAL. Perkembangan IPTEK 2.

KARAKTERISTIK PERILAKU KEPEMIMPINAN VISIONER ( James M. Membangun “Job Satisfaction” 8. CHANGE AGENT 3. Membangun dan mengembangkan mitra kerja 7. Menciptakan iklim kerja organisasi yang sehat( keterbukaan. kerjasama. Merencanakan keberhasilan bertahap 6. Kouzes & Barry Z. peluang interaksi. memberikan reward and punishment ) 3. Has to be : 1. Memiliki semangat dan jiwa wirausaha VISIONER LEADER. SPOKES PERSON . Menampilkan keteladanan 4. DIRECTION SETTER 2. Posmer ) 1. Menghargai peran setiap individu 5. Memimpin untuk masa depan ( memiliki visi yang tercermin dalam sikap dan perilaku pemimpin ) 2.

IS NOT THE TURBULANCE IT SELF. VISIONER.KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL adalah KEPEMIMPINAN YANG MAMPU MELAKUKAN TRANSFORMASI PERILAKU ORGANISASI YANG CENDERUNG STATUS QUO menuju ORGANISASI YANG DINAMIS. BUT TO ACT WITH YESTERDAY’S LOGIC ( Peter Drucker ) . MELAKUKAN PERUBAHAN POLA-PIKIR MEMAKAI PARADIGMA BARU MELAKUKAN PERUBAHAN KE ARAH YANG LEBIH BAIK THE GRATEST DANGER IN TIME OF TURBULANCE.

karena itu : * melibatkan stafnya ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Jabatannya sebagai pemimpin menjadi bermakna. * dia terbuka menerima dan berusaha memahami pendapat orang lain. kalau keberadaan dirinya sebagai pemimpin dirasakan memberi manfaat bagi orang yang dipimpin dan bagi masyarakat yang dilayani oleh organisasinya. Pemimpin yang baik menyadari.BEBERAPA PRINSIP-PRINSIP MORAL DALAM ETIKA KEPEMIMPINAN (Yang Mendasari Sikap dan Perilaku yang Baik dan Benar) 1. . bahwa hidupnya menjadi bermakna kalau kehidupannya memberi manfaat bagi orang lain. Pemimpin yang baik menyadari. * berani mengoreksi keputusan sendiri apabila ternyata salah atau kurang tepat. bahwa dirinya tidaklah sempurna. * tidak memaksakan pikiran atau kehendak sendiri. 2.

karena itu : * dia akan selalu memperhatikan dan mendahulukan kepentingan orang yang dia pimpin. . Pemimpin yang baik menyadari dirinya adalah figur yang paling dominan menentukan keberhasilan organisasi yang dipimpinnya. sekalipun menjadi orang penentu. adalah keberhasilan melalui orang lain. dan * mendahulukan kepentingan orang yang dilayani oleh organisasinya. karena itu : * menghargai prestasi masing-masing orang yang * * berkontribusi. * tidak menjadi sombong. 4. bahwa dirinya menjadi pemimpin karena ada orang yang dipimpin. Menyadari. bahwa keberhasilan yang dia capai. karena itu : * membangun dan menjaga kredibilitas dirinya (menjadi orang yang dapat dipercaya karena kemampuan dan kejujurannya). memelihara integritas dirinya sebagai sumber motivasi bagi orang yang dia pimpin. Pemimpin yang baik menyadari.3. 5. memberi kesempatan berkembang bagi orang yang dia pimpin.

Pemimpin yang baik menggunakan kuasa dan pengaruh secara arif. Pemimpin yang baik menyadari bahwa dirinya adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah. dan * pemimpin tidak menjadi sumber masalah .6. 7. akan menyuburkan berkembangnya ide dan kreatifitas * bhineka tunggal ika 8. Karena itu: # membuka dirinya untuk dikritik # menerima kritik sebagai kebutuhan untuk mengendalikan dirinya dari kemungkinan berbuat salah. * pemimpin tidak menghasut. Pemimpin yang baik menerima dan menghargai perbedaan sebagai rakhmat: * berbeda pendapat tidak berarti bermusuhan * berbeda pendapat berarti memperkaya alternatif * iklim yang menghargai perbedaan pendapat. sehingga : * menerapkan prinsip reward and punishment secara bijaksana * tidak mendendam pada staf maupun atasannya.

* tidak membeda-bedakan orang dalam pemberlakuan hukum dan aturan. Pemimpin yang baik menaati hukum dan menghargai aturan untuk menciptakan ketertiban mencapai keberhasilan: * memberlakukan aturan organisasi secara konsisten. tetapi bertanggung jawab kepada seluruh pihak yang berkepentingan dengan organisasinya. terutama kepada pihak yang menjadi sumber dana organisasi. # tidak hanya merasa bertanggung jawab kepada atasannya secara struktural. tegas. dan terbuka. .9. Pemimpin yang baik memiliki sense of accountability : # bertanggung jawab atas segala akibat dari keputusan yang ditetapkannya. 10. karena itu selalu mengantisipasi risiko dari setiap rancangan keputusannya. # tidak melempar tanggung jawab kesalahan atau kegagalan kepada bawahan atau atasan.