Anda di halaman 1dari 25

24 January 2005 [Home][Tentang Telemedika][Kegiatan Telemedika][Kotak Saran][Situs Web Terkait Perawatan Bayi Baru Lahir Pertumbuhan & Perkembangan

Bayi Bayi Berat Lahir Rendah Tetanus Neonatorum

Bayi Berat Lahir Rendah


Kapan bayi baru lahir ditimbang ? Apa artinya bayi berat lahir rendah (BBLR) ? Bagaimana mengetahui BBLR ? Bila penimbangan bayi tidak mungkin dilakukan, bagaimana mengenal BBLR ?

Bayi baru lahir ditimbang segera setelah badannya dikeringkan dari air ketuban atau paling lambat sampai bayi berumur 1 hari. Bayi yang pada waktu lahir beratnya : kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah diketahui dengan menimbang bayi segera setelah lahir. a. Lingkar lengan atas bayi (diukur pada pertengahan lengan atas)kurang dari 9,5 cm. b. Tubuh kurang berisi, ototnya lembek dan kulitnya mungkin keriput atau tipis. c. Bayi lebih kecil dari bayi normal. BBLR terjadi akibat : a. Bayi lahir sebelum waktunya atau umur kelahiran belum mencapai 9 bulan. b. Bayi lahir cukup bulan tetapi pertumbuhan ketika dalam kandungan tidak baik oleh karena ibu kurang gizi, kurang darah, sering sakit, banyak merokok atau bekerja berat. Mengenal BBLR sangat penting karena tubuhnya mudah terganggu, misalnya : a. Lemah dan mudah kedinginan karena lapisan lemak bawah kulitnya sangat tipis. b. Cepat lelah, sering tersedak pada waktu menyusu dan

Mengapa terjadi BBLR ?

Mengapa penting mengenal BBLR ?

Apa yang perlu dilakukan segera setelah BBLR dilahirkan ?

Bagaimana cara membersihkan BBLR ?

malas mengisap. BBLR harus minum ASI lebih sering supaya beratnya menjadi normal. c. Mudah terkena penyakit. d. Mudah terkena gangguan pernafasan. e. Mudah meninggal bila terkena penyakit. a. Membersihkan jalan nafas (mulut dan hidung) dari lendir, darah dan air ketuban dengan kasa pembersih. b. Membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan kain lunak yang bersih dan kering, tanpa memandikannya. c. Meletakkan bayi di atas perut atau dada ibu. d. Memotong dan merawat tali pusat dengan bersih dan benar. e. Membungkus bayi dengan kain yang bersih, kering dan cukup tebal agar ia tidak kedinginan. Setiap kali ia kencing/pakaiannya basah, pakaian harus segera diganti. f. Meletakkan penghangat yang cukup aman di dekat bayi dibaringkan, misalnya, botol berisi air panas yang telah ditutup rapat dan dibungkus dengan kain. g. Memberikan bayi kepada ibunya untuk disusui. Jika bayi tidak bisa mengisap, ASI diperas dan kemudian diberikan kepadanya dengan menggunakan sendok. a. Segera setelah lahir tubuh bayi dikeringkan dengan kain lunak yang bersih dan kering, bayi tidak boleh dimandikan. Setelah tali pusat dipotong ia harus segera dibungkus dengan kain yang bersih dan kering. Agar tetap hangat, perlu diberi penutup/topi. b. Setiap hari bayi dibersihkan dengan kain bersih dan tubuhnya diolesi minyak kelapa bersih yang sudah dihangatkan. c. Setelah 3-7 hari atau bila bayi sudah tampak lebih kuat (salah satu tandanya : bayi mengisap ASI lebih kuat/lebih baik), bayi bisa dibersihkan dengan

Apa yang perlu diperhatikan dalam merawat BBLR ?

Bagaimana menjaga BBLR agar tetap hangat ?

menggunakan air hangat. a. Menjaga agar tubuh bayi tetap hangat sampai ia menjadi lebih kuat dan beratnya menjadi normal. Hal ini penting karena BBLR mudah meninggal atau terkena penyakit bila tubuhnya dingin. b. Memberikan air susu ibu (ASI) secepatnya setelah lahir. ASI diberikan sebanyak mungkin dalam porsi sedikit-sedikit dan sering setiap bayi menginginkan dan sesuai kemampuan bayi. Perlu dijaga agar bayi jangan sampai tersedak. Pemberian ASI atau susu sedini mungkin penting sekali bagi BBLR agar beratnya cepat bertambah dan menjadi normal. c. Membersihkan luka tali pusat dengan bersih dan teratur memakai betadin atau povidin yodium. Luka tali pusat yang sudah dibersihkan tidak boleh dibubuhi ramuan. Tali pusat dibungkus dengan kasa steril yang dibasahi betadin atau povidin. d. Menjauhkan bayi dari orang sakit. Misal bila ibu batuk pilek, ibu memakai kain penutup pada hidung dan mulut pada waktu menyusui bayi. a. Bayi tidak boleh diletakkan di tempat yang banyak angin ( seperti di depan pintu atau jendela yang terbuka) dan di ruangan yang banyak orang. b. Tubuhnya dibungkus dengan kain bersih yang lembut dan kepalanya ditutup dengan topi atau tutup kepala yang bersih. c. Setiap hari, secara teratur tubuh bayi diolesi dengan minyak kelapa yang sudah dihangatkan. d. Pakaian dan kain pembungkus diganti bila basah. Bayi berat lahir rendah tidak seperti bayi normal. Ia lebih banyak tidur dan sering tidak menangis walaupun popoknya basah. Karena itu, pakaian bayi harus sering diperiksa secara teratur dan teliti. Sering kain pembungkus luarnya tidak basah, tetapi di bagian

dalamnya basah. e. Bayi harus sering dipeluk di dada ibu untuk mendapatkan kehangatan. Namun bila bayi terlalu kecil, diupayakan agar bayi tidak terlalu sering diangkat. f. Menjaga kehangatan ruangan/lingkungan sekitar bayi, misalnya memasang lampu, membatasi masuknya udara dingin, menempatkan botol berisi air panas di dekat bayi, dan lain-lain. Apa tanda-tanda BBLR yang terkena serangan a. Mula-mula kaki bayi teraba lebih dingin daripada dingin ? tubuhnya. b. Bila bayi tidak cepat dihangatkan, wajah dan ujungujung jarinya akan pucat kebiruan. Apa akibat serangan dingin pada BBLR ? a. Tubuh bayi sulit dihangatkan kembali. b. Bayi mudah terkena penyakit yang mengancam hidupnya. c. Bayi mungkin meninggal bila suhu tubuhnya semakin turun. Apa yang perlu diperhatikan bila menyusui BBLR ? 1. Sebelum menyusui, tangan ibu dicuci dengan air dan sabun. 2. Payudara ibu diurut kearah puting susu agar ASI dapat keluar dengan lancar. 3. Kedua puting susu dibersihkan dengan kapas atau kain bersih yang sudah dibasahi dengan air matang hangat. 4. Bayi dipangku pada posisi tegak. Puting susu dimasukkan ke dalam mulut bayi sampai bagian berwarna cokelat di sekitar puting tertutup oleh mulut bayi.

5. Bila bayi tidak dapat menghisap dengan kuat, ibu dapat membantu memegangi/menyangga dagu bayi. 6. Bila bayi tertidur pada waktu menyusu, bayi dibangunkan dengan menepuk-nepuk pipinya. Hal ini penting karena bayi dengan berat lahir rendah lemah, malas mengisap dan cepat tidur, padahal ia harus banyak minum ASI. Bagaimana cara memberikan ASI pada BBLR ? a. Bayi disusui segera setelah lahir. Susu jolong (kolostrum) yang berwarna kekuningan dan keluar pertama kali dari payudara ibu langsung disusukan kepada bayi (jangan dibuang). b. Bayi disusui sesering mungkin, sedikitnya 2-3 kali pada pagi hari, 2-3 kali pada siang hari, 2-3 kali pada sore hari dan 2-3 kali pada malam hari (kalau perlu ibu bangun pada malam hari untuk menyusui bayinya). c. Setiap selesai menyusu, bayi dipangku dan ditegakkan sambil ditepuk-tepuk punggungnya agar udara dalam perut dapat keluar. d. Sisa-sisa ASI di mulut dibersihkan dengan kapas atau kain bersih yang dibasahi air hangat. e. Bayi diawasi sampai kira-kira 15-30 menit sesudah disusukan. Apa yang perlu diperhatikan ketika BBLR disusui ? a. Apakah bayi menjadi biru ? b. Apakah bayi menjadi sesak nafas, yang ditandai dengan adanya cekungan di bagian tengah pangkal leher atau ulu hati. c. Apakah keluar susu dari hidung. d. Apakah perut bayi menjadi kembung. Apa yang perlu dilakukan bila tanda-tanda bahaya Yang perlu dilakukan meskipun hanya satu dari tandapada BBLR terjadi ? tanda bahaya terjadi adalah : a. Menyusui dihentikan sementara. b. Memeriksa apakah :

Apa tanda BBLR yang telah cukup menyusu ?

Kapan BBLR diperiksakan ke dokter/Rumah Sakit/Puskesmas ?

- ASI masuk saluran pernafasan, yang ditandai dengan bayi terbatuk-batuk, menjadi biru atau susu keluar dari hidung. - Mulut bayi tidak sepenuhnya rapat menghisap puting ibu, sehingga perut kembung. c. Bila ASI masuk saluran pernafasan, bayi ditelungkupkan, dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya, kemudian punggung bayi ditepuk-tepuk agar ASI keluar. Kalau bayi tetap biru, segera dibawa ke dokter, Rumah Sakit atau Puskesmas. d. Bila puting ibu tidak sepenuhnya masuk ke dalam mulut bayi, maka payudara harus dimasukkan lebih dalam ke mulut bayi sampai puting dan kulit berwarna cokelat tertutup oleh mulut bayi. a. Bayi tertidur pulas setelah kenyang menyusu. b. Bayi akan buang air beberapa kali dalam sehari. c. Bayi akan buang air besar agak padat 1-5 kali setiap hari secara teratur. d. Berat badan akan semakin bertambah. BBLR harus diperiksakan ke dokter/ Rumah Sakit/Puskesmas bila : a. Bayi menjadi lebih lemah dan kurang dapat menghisap puting ibu walaupun sudah dibantu. b. Bayi tiba-tiba kurang mau minum, tidak seperti biasanya. c. Bayi kejang-kejang dengan atau tanpa mulut mencucu. d. Tali pusat bayi berdarah, kemerahan, berbau atau bernanah. e. Bayi demam. f. Tubuh, tangan dan kaki bayi tetap dingin, walaupun ia sudah dibungkus dengan kain hangat, kepalanya diberi topi dan didekap.

g. Bayi bernafas dengan cepat atau sulit bernafas. h. Bayi sulit dibangunkan, yang mungkin disebabkan kesadaran yang menurun. i. Bayi tampak kuning, terlihat lebih jelas pada hidung, pipi dan bagian muka lainnya. j. Bayi mencret atau muntah-muntah. l. Bayi mulai merintih, tidak menangis seperti biasanya. Bagaimana mencegah BBLR pada masa hamil ? a. Ibu hamil makan lebih banyak atau 1 kali lebih sering daripada sebelum hamil. b. Ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4 kali. Bila kenaikan berat badannya kurang dari 1 kg per bulan, ia perlu segera meminta pertolongan ke Puskesmas. c. Ibu hamil minum tablet besi secara teratur setiap hari 1 tablet, minimal 90 tablet. Tablet besi dapat diperoleh di Posyandu, Pondok bersalin di desa dan Puskesmas. d. Ibu hamil mengurangi kerja yang melelahkan, mendapat istirahat yang cukup dan tidur lebih awal. e. Menjaga jarak antar kehamilan paling sedikit 2 tahun. Apa yang perlu diberitahukan kepada ibu BBLR ? a. Cara merawat BBLR. b. Cara menyusui. c. Tanda-tanda BBLR perlu mendapat perhatian khusus. d. Kapan perlu segera memeriksakan BBLR. e. Cara mencegah terjadinya BBLR pada masa kehamilan Untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak diperlukan beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan akan kasih sayang dari orang tua/keluarga (asih), kebutuhan akan kesehatan dan Kebutuhan dasar apakah yang harus dipenuhi, agar makanan bergizi (asuh), serta kebutuhan akan perangsangan/stimulasi (asah), agar dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan bayi berjalan terciptanya proses tumbuh kembang anak secara baik. baik ?

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi

Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ?

Pertumbuhan adalah perubahan ukuran tubuh manusia sejak pembuahan dalam kandungan sampai akhir masa

Faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ?

Bagaimana proses pertumbuhan janin sewaktu dalam kandungan ?

remaja. Untuk melihat pertumbuhan, dapat dilakukan dengan penimbangan berat badan atau pengukuran panjang/tinggi badan. Anak yang sehat, dengan bertambah umurnya akan bertambah pula berat badannya atau panjang/tinggi badannya. Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan anak antara lain dipengaruhi oleh sifat bawaan (keturunan), pola/menu makanan yang bergizi serta kesehatan jasmani, rohani dan kondisi lingkungan sosialnya. Pertumbuhan janin dalam kandungan bila keadaan normal, panjang janin berawal dari 0,014 cm, pada saat lahir menjadi kurang lebih 43-55 cm. Sedang beratnya dari 0,000004 gr, pada saat lahir menjadi 2500-4000 gr. Keadaan gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya, dalam arti bahwa semakin baik keadaan gizi ibu sewaktu hamil akan semakin baik pula pertumbuhan janinnya. Panjang bayi pada keadaan normal dari 43-55 cm, pada umur 12 bulan (1 tahun) menjadi kurang lebih 68-81 cm. Sedangkan berat badannya dari 2500-4000 gr, pada umur 12 bulan (1 tahun) bertambah menjadi 10-12 kg. Pertumbuhan bayi dapat dilihat dengan pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) secara berkala dan teratur setiap 1 bulan. Berat badan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dilakukan setiap bulan di Posyandu. Salah satu faktor terpenting dalam pertumbuhan bayi adalah Air Susu Ibu dan Pola Makanan Pendamping ASI. Meningkatnya kemampuan manusia dari segi fungsi gerakan otot, kecerdasan, perasaan dan pergaulan sejak dari janin dalam kandungan sampai ia mati.

Bagaimana dengan pertumbuhan bayi ?

Apa yang dimaksud dengan perkembangan ?

Bagaimana cara melihat perkembangan bayi ?

Bagaimana cara kita dalam membantu perkembangan bayi ?

Perkembangan bayi adalah meningkatnya kemampuan bayi dari segi fungsi gerakan otot, kecerdasan, perasaan dan pergaulan sejak lahir sampai usia 12 bulan. Terdapat 4 bidang kemampuan bayi yang perlu dipantau tingkat perkembangannya meliputi : a. Perkembangan gerak kasar, yaitu kemampuan gerakan yang melibatkan sebagian besar bagian tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan otototot besar misalnya : tengkurap, duduk dan sebagainya. b. Perkembangan gerak halus, yaitu kemampuan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil. Kemampuan gerakan halus memerlukan kecermatan anak, misalnya : mengedipkan mata, memberikan reaksi ke arah sumber cahaya dan sebagainya. c. Perkembangan bicara, bahasa dan kecerdasan, yaitu kemampuan mengungkapkan perasaan, keinginan dan pendapat melalui pengucapan kata-kata, kemampuan mengerti dan memahami perkataan orang lain serta kemampuan berfikir, misalnya : mengoceh, menangis dan sebagainya d. Perkembangan bergaul dan kemandirian, yaitu kemampuan dalam pergaulan, berkawan, disiplin, mengenal sopan santun dan kemampuan yang mandiri, misalnya : membalas senyuman, berani atau takut dengan orang lain dan sebagainya. Perkembangan bayi dapat dibantu dengan cara stimulasi. Yang dimaksud dengan stimulasi yaitu serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk membantu anak mencapai tingkat perkembangan secara baik. Stimulasi yang diberikan sejak masa bayi membawa manfaat untuk mengarahkan perkembangannya, mencegah terjadinya kelambatan pertumbuhan dan

perkembangan anak serta sekaligus mencerdaskannya. Stimulasi dapat dilakukan oleh setiap orang yang sudah mengerti dasar-dasar stimulasi khususnya ibu, ayah, pengasuh dan orang-orang terdekat dengan bayi. Stimulasi dapat dilakukan di segala tempat terutama di rumah dalam lingkungan keluarga. Stimulasi tidak selalu membutuhkan waktu khusus, sehingga dapat dikaitkan sekaligus dengan kegiatan lainnya dan dilakukan setiap hari, misalnya : dikaitkan dengan kegiatan ibu ketika mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau diberikan sewaktu bepergian, memandikan bayi, menyusukan bayi, menidurkan bayi dan sebagainya. Dalam melakukan stimulasi harus berdasarkan hal-hal sebagai berikut : a. Dilakukan dengan rasa cinta dan kasih sayang, sambil bermain dengan anak dan menikmati kebahagiaan bersama. b. Dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mengikuti tahapan perkembangan anak, serta mencakup empat bidang kemampuan. c. Dimulai dari tahapan perkembangan yang telah dicapai bayi. d. Bila diperlukan alat pada waktu melakukan stimulasi, digunakan alat sederhana, mudah didapat, sesuai dengan keadaan setempat dan murah. e. Tanpa memaksa, marah atau menghukumnya apabila ia kurang mampu melakukan stimulasi. f. Selalu diberikan pujian atas keberhasilannya. g. Ciptakan suasana yang segar, menyenangkan dan bervariasi untuk menghilangkan kebosanan. h. Meminta nasehat petugas Puskesmas/dokter apabila

Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam melakukan stimulasi ?

ditemukan kesulitan dalam mencapai tahapan perkembangan yang sesuai dengan umumnya. Hal-hal apakah yang dapat mendukung Hal-hal yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi ? perkembangan bayi adalah dengan cara membesarkannya dalam lingkungan keluarga yang sehat. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal : a. Orang tua memiliki pengetahuan sederhana mengenai kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak. b. Orang tua tidak mempunyai masalah kejiwaan. c. Keluarga tidak menelantarkan anak. d. Perawatan dan pemeliharaan rumah sebagai tempat tinggal yang rapih, bersih, nyaman dan sehat. e. Keluarga mampu mencari nafkah dan dapat mengatur keuangan keluarga. f. Orang tua mengikuti program keluarga berencana. g. Keluarga mempunyai kegiatan sehari-hari yang teratur. h. Hubungan antara anggota dalam keluarga, keluarga dengan tetangga, keluarga dengan masyarakat dalam keadaan harmonis, bersahabat, gotong-royong, saling menghormati dan sebagainya. Bagaimana tingkat perkembangan bayi pada umur Kemampuan perkembangan yang harus dicapai bayi usia 0-3 bulan ? 0-3 bulan adalah : a. Mampu menggerakkan kedua tungkai dan lengan sama mudahnya ketika telentang. Diliihat dengan cara meletakkan bayi pada posisi telentang, perhatikan gerakan kedua tungkai dan lengannya. b. Memberikan reaksi dengan melihat ke arah sumber cahaya. Dilihat dengan menyalakan lampu senter yang digerakkan ke kiri dan ke kanan, perhatikan perubahan mimik muka bayi gerakan matanya. c. Mengeluarkan suara (mengoceh), perhatikan apakah bayi mengeluarkan suara-suara lain (mengoceh) di

Bagaimana tingkat perkembangan bayi umur 3-6 bulan ?

Bagaimana tingkat perkembangan bayi umur 6-9 bulan ?

samping menangis. d. Membalas senyuman ketika diajak bicara dan tersenyum. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 6 bulan adalah : a. Mengangkat kepalanya dengan tegak ketika tengkurap. Dilihat dengan cara meletakkan bayi pada posisi tengkurap, perhatikan apakah bayi dapat mengangkat kepalanya sampai tegak. b. Menggenggam benda yang disentuhkan pada punggung atau ujung tangannya dengan kuat, misalnya ujung jari ibu atau pinsil, perhatikan apakah digenggam dengan kuat beberapa saat. c. Mencari sumber suara yang nyaring, misalkan dengan cara memukulkan sendok ke gelas, perhatikan apakah bayi memalingkan kepalanya mencari sumber suara tersebut. d. Membalas senyuman ketika diajak bicara dan tersenyum. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 9 bulan adalah : a. Mempertahankan posisi duduk dengan kepala tegak ketika didudukkan, caranya dengan mendudukkan bayi di atas meja, perhatikan apakah bayi dapat mempertahankan kepalanya dengan tegak dalam sikap duduk. b. Meraih benda yang terletak dalam jangkauannya, dilakukan dengan meletakkan benda yang menarik di dekat bayi pada tempat yang terjangkau olehnya, apakah bayi berusaha meraihnya. c. Tertawa/berteriak bila benda menarik/senang hatinya dengan cara menunjukkan/memperlihatkan benda yang menarik, lalu perhatikan apakah bayi tertawa/berteriak ketika melihat benda/mainan tersebut.

d. Mengenal dan dapat membedakan antara orang yang sudah dikenal dengan yang belum dikenal, dengan cara minta bantuan tetangga untuk menggendongnya, perhatikan apakah bayi menangis atau kelihatan takut kepada orang yang tidak dikenal. Bagaimana tingkat perkembangan bayi umur 9-12 Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak bulan ? sesaat sebelum berumur 12 bulan adalah : a. Berdiri dengan berpegangan. Caranya dengan cara mendudukkan bayi pada permukaan yang datar seperti lantai yang dekat dengan dinding dan usahakan agar bayi mau berdiri dengan cara memberikan mainan yang menarik, perhatikan apakah bayi dapat berdiri sendiri dengan berpegangan pada dinding tersebut. b. Mengambil benda-benda kecil sebesar biji jagung dengan meraup. Caranya dengan meletakkan benda kecil sebesar biji jagung di dekat bayi, perhatikanlah apakah bayi dapat mengambil benda tersebut dengan cara meraupnya. c. Dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya : pa-pa, ma-ma, da-da dan lain-lain. d. Dapat mengikuti permainan cilukba. Caranya dilakukan oleh ibu/pengasuh bersama-sama dengan anak untuk bermain cilukba dan perhatikan apakah bayi dapat mengikuti permainan ini.

Perawatan Bayi Baru Lahir


Apakah tanda-tanda bayi lahir sehat ?

Tanda-tanda bayi lahir sehat :

a. Segera menangis. b. Pernafasan teratur. c. Banyak bergerak. d. Warna kulit merah muda. e. Berat badan 2,5 kg atau lebih.

Bagaimana perawatan bayi dalam 4 minggu sesudah kelahiran ?

a. Berilah ASI pada 30 menit pertama bayi lahir. Karena pada saat bayi lahir, pemberian makanan melalui ari-ari terputus sehingga harus segera diganti dengan ASI. b. Jagalah suhu kamarnya agar bayi tidak kedinginan, karena dalam kandungan ibu, bayi mendapatkan kehangatan sesuai dengan suhu tubuh ibu. c. Atur pertukaran udara dengan baik, karena bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya dengan baik. d. Cucilah tangan bersih-bersih sebelum ibu merawat bayi, jagalah tempat tidur bayi dan popok tetap bersih, jangan biarkan orang lain memegang bayi bila tidak perlu. Bila bayi anda menderita demam, diare, susah bernafas, kejang-kejang segera bawa ke dokter. e. Bila berat lahir bayi kurang dari 1,5 kg atau terdapat kelainan, segera ke Puskesmas atau dokter. Berat lahir bayi akan menurun 10% dan dalam 2 minggu akan kembali ke berat badan semula. Apa yang harus dilakukan apabila kulit bayi Bayi cukup bulan kadang-kadang kuning kulitnya dalam menjadi kuning ? hari ke 2-3, hal ini tidak berbahaya karena biasanya akan menghilang dalam waktu 1 minggu. Jemurlah bayi pada pagi hari sebelum jam 10.00 pagi selama 15-30 menit. Hal ini akan mempercepat hilangnya warna kuning pada bayi. Bila kuning timbul dalam 24 jam setelah lahir atau berlangsung lebih dari 1 minggu, segera bawa ke Puskesmas atau dokter. ! Pada bayi berat lahir rendah (BBLR) tetaplah berikan ASI karena beratnya cepat bertambah dan menjadi normal. Apa tanda-tanda penyakit/kelainan pada bayi baru a. Tidak mau minum. lahir yang harus segera mendapat pertolongan ? b. Mulut mencucur seperti mulut ikan. c. Kejang-kejang. d. Nafas cepat dan sesak. d. Nafas cepat dan sesak.

e. Diare yang terus menerus. Keadaan atau penyakit yang sering menyebakan kematian pada bayi baru lahir antara lain : a. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Berat lahir kurang dari 2,5 kg. b. Tetanus pada bayi baru lahir (Tetanus Neonatorum). c. Penyakit Diare. d. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Bagaimana mencegah timbulnya kejadian bayi a. Menjaga agar ibu hamil makan lebih banyak atau 1 dengan berat lahir rendah ? kali lebih sering daripada sebelum hamil. b. Memeriksakan kehamilan secara teratur, minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu : - 3 bulan pertama kehamilan : minimal 1 kali. - 3 bulan kedua kehamilan : minimal 1 kali. - 3 bulan ketiga kehamilan : minimal 2 kali. Bila berat badan ibu naik di bawah 1 kg perbulan, perlu segera ke Puskesmas atau dokter. c. Menghindari kerja berat yang melelahkan dan mendapat istirahat yang cukup selama kehamilan. Bagaimana upaya pencegahan diare pada bayi baru a. Segera berikan ASI pada bayi baru lahir dan jangan lahir ? berikan makanan tambahan lain, karena ASI terjamin kebersihannnya sehingga dengan pemberian ASI dapat mencegah diare dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. b. Gunakan air bersih untuk merawat bayi. c. Buanglah kotoran bayi pada tempatnya. Mengapa bayi kadang-kadang muntah ? Muntah atau sering disebut gumoh ialah keluarnya kembali sebagain besar atau seluruh makanan yang baru dimakan. Muntah dalam jumlah sedikit tidak membahayakan terutama pada bayi di bawah 6 bulan. Bagaimana cara mencegah terjadinya muntah a. Perbaiki cara menyusui sehingga tidak terlalu banyak (gumoh) ? udara yang tertelan. Pada waktu menyusui perlu diperhatikan bibir bayi harus mencakup rapat puting dan Keadaan atau penyakit apa yang sering menyebabkan kematian pada bayi baru lahir ?

sebagain areola payudara ibu. b. Untuk mengeluarkan udara yang tertelan, bayi ditegakkan dan ditepuk-tepuk punggungnya atau sambil ditelungkupkan pada pangkun ibunya atau ditidurkan miring ke sebelah kanan. c. Perlakukan bayi secara halus, karena muntah dapat disebabkan karena gangguan psikologik misalnya apabaila bayi diperlakukan secara kasar. Apakah kolik itu dan apa tanda-tandanya ? Kolik adalah suatu keadaan dimana bayi tampak kesakitan dan menangis terus menerus, biasanya terjadi pada bayi berusia 3 bulan. Penyebabnya bermacammacam seperti terlalu lapar, gangguan emosi dan lain sebagainya. Tanda-tanda bayi kolik ialah : - Perut bayi tegang dan kembung. - Bayi menangis terus menerus kadang-kadang sampai berjam-jam. - Wajah bayi kemerahan atau pucat kebiruan. - Kaki dingin dan tangan mengepal. Bagaimana cara menanggulangi kolik ? Cara menanggulanginya, gosoklah perut bayi dengan sedikit minyak kayu putih atau minyak telon atau yang sejenisnya. Bila tidak ada perbaikan, bawalah ke Puskesmas atau dokter. Mengapa lidah bayi kadang-kadang putih ? Lidah bayi berwarna putih karena adanya sisa ASI di mulut bayi, yang semakin lama semakin tebal. Kalau hal ini dibiarkan, dapat menyebabkan bayi sulit makan. Bagaimana mencegah agar lidah bayi tidak putih ? Untuk mencegahnya berilah bayi minum air putih dengan sendok teh setiap habis menyusu.

Leukemia Cancer Overview


This website was created to help leukemia / blood cancer patients and their families and friends with up-to-date information about leukemia and more specifically about acute myelogenous leukemia (AML). We have the latest information on leukemia, its symptoms, causes, diagnosis, and treatment. We have also gathered vital information on coping with the personal and financial effects of leukemia, which may be difficult to deal with without the proper preparation. Leukemia is cancer that originates in the bone marrow, the soft, spongy inner portion of certain bones, and in which the malignant cells are white blood cells (leukocytes). Acute myelogenous leukemia is a malignancy that arises in either granulocytes or monocytes which are white blood cells that battle infectious agents throughout the body. Although the exact cause of AML is unknown, exposure to benzene and cigarettes smoking are linked to the disease. AML occurs in all ages but more often in older adults. With more than 10,000 new cases diagnosed annually, AML is the most common type of acute leukemia in adults. Other types of leukemia are acute lymphocytic leukemia (ALL), chronic myelogenous leukemia (CML), chronic lymphatic leukemia (CLL) and hairy cell leukemia (HCL). The onset of AML is usually slow, and there are different symptoms depending on whether there is a deficiency of red cells, white cells or platelets. As the disease progresses rapidly, it is very important to seek medical treatment as soon as possible. The Treatment Options section describes the different types of treatments such as chemotherapy, as well as has clinical trial information. In our Medical Financial Aid and Assistance section, we discuss how patients and their families may be helped with medical bills and financial concerns.

Acute Myelogenous Leukemia (AML)


Acute myelogenous leukemia (AML) is a malignancy that arises in either granulocytes or monocytes which are white blood cells that battle infectious agents throughout the body. AML is not inherited or contagious. It develops when there is a defect in the immature cells in the bone marrow. Although the exact cause of AML is unknown, exposure to benzene, cigarettes smoking, and prior exposure to chemotherapy drugs are linked to the disease. The effects of AML are: 1) the uncontrolled, exaggerated growth and accumulation of cells called "leukemic blasts," which fail to function as normal blood cells, and 2) the blockade of the production of normal marrow cells, leading to a deficiency of red cells (anemia), and platelets (thrombocytopenia) and normal white cells (especially neutrophils, i.e. neutropenia) in the blood. Acute myelogenous leukemia is the most common type of leukemia in adults, with an estimated 10,100 new cases of AML reported each year. Older people are more likely to develop AML than children. In fact, the risk for developing the disease increases about ten-fold from age 30 (1 case per 100,000) to age 70 (1 case per 10,000). Acute myelogenous leukemia may be called by several names, including acute myelocytic leukemia, acute myeloblastic leukemia, acute granulocytic leukemia, or acute nonlymphocytic leukemia. AML Subtypes The subtypes of AML are classified based on the stage of development myeloblasts have reached at the time of diagnosis. The categories and subsets allow the physician to decide what treatment works best for the cell type and how quickly the disease may develop. (Designation / Cell subtype) M1, M2, M3, M4, M5, Myeloblastic, without maturation Myeloblastic, with maturation Promyelocytic Myelomonocytic Monocytic

M6, Erythroleukemia M7, Megakaryocytic AML is a very common form of leukemia in adults. More than 10,000 adults are diagnosed each year in the USA. 65 is the average age of people diagnosed with AML. Acute myelogenous leukemia affects more men than women, and is a little more common among whites than blacks.

Leukemia Symptoms and Diagnosis


Leukemia Symptoms

Acute myelogenous leukemia (AML) symptoms result from the body not producing enough healthy blood cells. Healthy bone
marrow makes stem cells that grow into the three types of blood cells: red blood cells, white blood cells, and platelets. An AML patient's bone marrow makes too many blast cells (immature white blood cells). Normal blast cells turn into a type of white blood cell called granulocytes, but the leukemia blast cells do not. At the same time, the marrow cannot grow enough normal red blood cells, white blood cells, and platelets. Someone with too few red blood cells (anemia) may: Feel tired Be short of breath Look pale Someone with too few normal white blood cells and too many leukemia blast cells may: Develop a lot of infections, for example, a sore throat Experience pain in the bones or joints Have a mild fever Someone with too few platelets may: Bleed easily, such as swollen and bleeding gums, frequent nose bleeds or cuts that bleed for a long time Bruise more easily than usual Develop pin-head sized spots under the skin

Develop cuts that heal slowly or do not heal Some people with AML, however, do not notice any symptoms. Their AML may be discovered only during a blood test. Leukemia Diagnosis AML is diagnosed by examining bone marrow and blood samples under a microscope. By examining the appearance of the leukemia cells, the sub-type of AML can also be diagnosed. AML has seven sub-types, which are based on the type of blood cells affected. The sub-type of AML is an important factor in choosing the best cancer treatment for a patient. AML looks like this under a microscope: Acute Myelogenous Blast Cell

Normal Cell

On the left side shows normal bone marrow cells. On the right side, the slide shows an acute myelogenous leukemia photograph taken through a microscope of a blast cells. The cells have what is described as a "frozen" appearance. An additional acute myelogenous leukemia picture is below:

Cancer Treatment Options


Radiation & Surgery Radiation: Radiation treatment is used sometimes to treat leukemia cells in the brain and spinal fluid or testicles. It is also used, though rarely, in an emergency to treat compression of the trachea (windpipe). Even in this situation, however, radiation is being replaced by chemotherapy. Surgery: Because leukemia cells spread so widely through the bone marrow and to many other organs, it is impossible to cure this type of cancer by surgery. Surgery rarely has any role even in the diagnosis, since a bone marrow aspirate is usually all that is needed to identify and classify leukemias. At the time of leukemia diagnosis or soon thereafter a surgeon may put a venous access device (large plastic tube) into a large vein. The end of the tube is under the skin of the chest area or upper arm. Having such a venous access device will allow the nurses to inject chemotherapy and other medications more safely and remove blood samples without discomfort. It is very important for a patient to learn how to care for the venous access device to prevent it from becoming infected.

Cancer Treatment Options


Chemotherapy Patients with acute myelogenous leukemia (AML) usually receive chemotherapy drugs as soon as possible after diagnosis. Chemotherapy uses strong cancer drugs to kill leukemia cells. This first stage of treatment is called induction therapy. The goal is to achieve remission (no signs of leukemia cells) and to restore normal blood production. Common chemotherapy drugs given during induction therapy include daunorubicin, doxorubicin, and cytarabine. These cancer drugs kill the leukemia cells by stopping them from growing. Unfortunately, chemotherapy also kills normal cells, so AML patients receiving induction therapy may have side effects including nausea, tiredness, and higher risk of infections. For most patients, induction therapy brings back normal blood cell production within a few weeks, and microscopic examinations of their blood and marrow samples show no signs of leukemia cells. When this happens, the disease is in remission. At this point, several long-term treatment choices may be considered. These include further chemotherapy or a blood stem cell transplant.

Leukemia Treatment Options


Blood Stem Cell Transplant Blood stem cell transplants can treat AML by transplanting healthy blood-producing cells into the patient's bone marrow. The three sources of stem cells now being used for transplants are bone marrow, circulating blood (also known as peripheral blood), and umbilical cord blood. In a blood stem cell transplant, the leukemia patient is first given a pre-transplant treatment of chemotherapy and/or radiation therapy to destroy the patient's leukemia cells and immune system. Blood stem cells are then put into the patient's blood to restore the patient's immune system and blood cell production. Two Types of Stem Cell Transplants: Autologous and Allogeneic There are two types of blood stem cell transplants that can be used to treat patients with Autologous blood stem cell transplants use the patient's own blood stem cells. Allogeneic blood stem cell transplants use the blood stem cells of a donor. For an autologous stem cell transplant, the patient's own blood stem cells are collected and frozen. After the patient has received high-dose chemotherapy and/or radiation therapy, the stem cells are put back into the patient. Autologous transplant patients avoid graft-versus-host disease, which can be a serious side effect of an allogeneic transplant.

acute myelogenous leukemia (AML):

Radiation & Surgery Radiation: Radiation treatment is used sometimes to treat leukemia cells in the brain and spinal fluid or testicles. It is also used, though rarely, in an emergency to treat compression of the trachea (windpipe). Even in this situation, however, radiation is being replaced by chemotherapy. Surgery: Because leukemia cells spread so widely through the bone marrow and to many other organs, it is impossible to cure this type of cancer by surgery. Surgery rarely has any role even in the diagnosis, since a bone marrow aspirate is usually all that is needed to identify and classify leukemias. At the time of leukemia diagnosis or soon thereafter a surgeon may put a venous access device (large plastic tube) into a large vein. The end of the tube is under the skin of the chest area or upper arm. Having such a venous access device will allow the nurses to inject chemotherapy and other medications more safely and remove blood samples without discomfort. It is very important for a patient to learn how to care for the venous access device to prevent it from becoming infected.