Tugas Wawancara

Bahasa Indonesia

Nama Kelas

: Tsabitah Amaluna Zahra : VII – 5

No. Absen : 28

Narasumber 2. Jenis Kelamin 3. Pondok Kopi. Jakarta Timur. Topik wawancara : Di samping SMPN 255 : Pedagang batagor . 4. Tempat wawancara 5. Pewawancara : Pak Amin : Tsabitah Amaluna Zahra 3. Tanggal wawancara : Jum’at. 10 Februari 2012 4.Identitas Narasumber 1. Alamat : Pak Amin : Laki-laki : Perumnas raya. Nama 2. Pendidikan Terakhir : Sekolah Dasar Catatan Hasil Wawancara 1. Nomor Telepon : – 5.

Berapa harga batagor ini? 17. Boleh kami tahu modal awal yang bapak gunakan? 10. Pukul berapa bapak mulai berjualan dan kembali ke rumah? 18. Apakah ada kiat-kiat tertentu untuk menarik minat pembeli? 12. Apakah bapak membuat sendiri batagor ini? 8. Bagaimana awal mula bapak menjadi seorang pedagang batagor? 5. Maaf. Kapan biasanya dagangan bapak laris pembeli? 14. Sudah berapa lama bapak tinggal di Jakarta? 3. Apa suka duka yang bapak alami selama berjualan? 20. Sudah berapa lama bapak menjadi pedagang batagor? 7. Apa harapan bapak untuk usaha bapak ke depan? . Di mana saja bapak biasa berjualan? 19. Apakah bapak menaikkan harga saat bahan baku naik? 16. Bapak berasal dari daerah mana? 2. Siapakah yang pertama kali mengajarkan bapak cara membuat batagor? 9. apakah anggota keluarga yang lain juga ikut bekerja? 4. Selain bapak. Berapa keuntungan rata-rata per harinya? 11. pak. Apa yang bapak lakukan jika dagangan bapak sepi pembeli? 15. Mengapa bapak memilih menjadi pedagang batagor? 6.Daftar Pertanyaan 1. Apakah yang bapak lakukan jika terjadi hujan dan banjir? 13.

Pewawancara : Sudah berapa lama bapak tinggal di Jakarta? Narasumber : Sudah sejak tahun 1980-an. Pewawancara : Bapak berasal dari daerah mana? Narasumber : Saya berasal dari Majalengka.Kegiatan Wawancara Pewawancara : Selamat siang. Pewawancara : Selain bapak. Pewawancara : Mengapa bapak memilih menjadi pedagang batagor? . Bolehkah saya mewawancarai bapak? Narasumber : Selamat siang. Pewawancara : Bagaimana awal mula bapak menjadi seorang pedagang batagor? Narasumber : Awalnya saya ikut teman saya. Boleh. Pondok Kopi. Pewawancara : Dengan bapak siapa? Narasumber : Pak Amin. Pewawancara : Apa pendidikan terakhir bapak? Narasumber : Sekolah Dasar. Pewawancara : Bapak tinggal di mana? Narasumber : Di Perumnas raya. apakah anggota keluarga lain juga bekerja? Narasumber : Istri saya juga ikut membantu mencari nafkah keluarga.

karena tergantung pembelinya. biasa-biasa saja.Narasumber : Karena tidak mempunyai keterampilan dan pekerjaan yang lain. Pewawancara : Apa yang bapak lakukan jika terjadi hujan dan banjir? .150. pak. kalau pembeli banyak bisa mendapat keuntungan yang cukup banyak dan kalau pembeli sepi keuntungan sedikit. Pewawancara : Sudah berapa lama bapak menjadi pedagang batagor? Narasumber : Hampir 30 tahun. Pewawancara : Siapakah yang pertama kali mengajarkan bapak cara membuat batagor? Narasumber : Awalnya ikut teman saya berjualan somay.000 sampai Rp. Boleh kami tahu modal awal yang bapak gunakan? Narasumber : Modal awalnya sekitar Rp. lalu saya membuat batagor sendiri.100. Pewawancara : Maaf. Pewawancara : Apakah bapak membuat sendiri batagor ini? Narasumber : Iya. Pewawancara : Apakah ada kiat-kiat tertentu untuk menarik pembeli? Narasumber : Tidak ada.000 Pewawancara : Berapa keuntungan rata-rata per harinya? Narasumber : Kalau keuntungannya tidak bisa diperkirakan.

. Pewawancara : Berapa harga batagor ini? Narasumber : Rp. Pewawancara : Apakah bapak menaikkan harga saat bahan baku naik? Narasumber : Tidak. bapak biasa berjualan di SMKN 48.1000 untuk 3 potong.Narasumber : Biasanya kalau hujan atau banjir menepi dan menunggu sampai hujan kembali reda. Pewawancara : Pukul berapa bapak mulai berjualan dan kembali ke rumah? Narasumber : Mulai jam setengah delapan sampai jam lima sore. Pewawancara : Apa harapan bapak untuk usaha bapak ke depan? Narasumber : Dapat berjualan terus. Pewawancara : Apa suka duka yang bapak alami selama berjualan? Narasumber : Sukanya saat dagangan laris pembeli kalau dukanya saat dagangan sepi pembeli dan kurang menguntungkan. Pewawancara : Apa yang bapak lakukan jika dagangan bapak sepi pembeli? Narasumber : Berkeliling sambil mencari pembeli. Pewawancara : Kapan biasanya dagangan bapak laris pembeli? Narasumber : Saat istirahat dan pulang sekolah. Pewawancara : Di mana saja bapak biasa berjualan? Narasumber : Selain di sini.

Foto Narasumber .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful