BAB VI KONDUKTOR, ARUS, KERAPATAN ARUS, HUKUM OHM DAN EFEK BAYANGAN

6.1 Konduktor, Konduktivitas dan Resistivitas Bahan konduktor yang baik adalah bahan yang mudah mengalirkan arus listrik, umumnya terdiri dari logam dan air. Kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik ditunjukkan oleh besarnya harga konduktivitas listrik atau daya hantar listrik bahan tersebut (σ = Sigma, Mho/m). Konduktivitas listrik berbagai bahan konduktor dalam satuan Mho/m ditunjukan oleh Tabel 6.1 di bawah ini. Tabel 6.1. Konduktivitas Konduktor, (σ). Nama Bahan Air suling Karbon Grafit Besi tuang Merkuri (Hg, Air raksa) Nichrome Konstantan Timah putih Timah hitam Tungsten Seng Aluminium Emas Tembaga Perak Konduktivitas (σ ) Mho/m 4 3 x 104 106 106 106 105 1 x 106 5 x 106 9 x 106 1,8 x 106 1,7 x 106 3,5 x 107 4,1 x 107 5,7 x 107 6,1 x 107

Kebalikan dari harga konduktivitas listrik suatu bahan adalah resistivitas atau hambatan jenis, dengan simbol ρ (rho). Bahan konduktor memiliki resistivitas yang rendah. 1

ρ=

σ

Ohm meter

(6.1)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Lenni, ST

MEDAN ELEKTOMAGNETIK

1

resistivitas bahan konduktor juga mendekati nol. sehingga logam-logam pada umumnya dinamakan jenis PTC (Positive Temperature Coefficient of Resistivity ). ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 2 . resistivitasnya berbanding lurus dengan suhu.16 K) = suhu referensi = koefisien suhu hambatan listrik Kemampuan bahan untuk menahan arus listrik yang mengalir melalui penampang bahan ditunjukkan oleh harga hambatan listriknya.2). ρ = ρ 0 {1 + α ( T − T0 )} (6.2) di bawah ini. Tetapi pada suhu mendekati titik nol absolut (0 K). R= dimana : R = hambatan listrik (Ohm) = resistivitas (Ohm . hambatan listrik suatu bahan juga berbanding lurus dengan suhu.Untuk bahan konduktor.4) α PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni.2) dimana : ρ ρ0 T0 α = resistivitas pada suhu T (Kelvin) = resistivitas pada suhu referensi (biasanya 200C atau 293. Kemiringan (slope) dari hubungan linier ini ditunjukan oleh koefisien suhu hambatan listrik α dari bahan bersangkutan. RT = R0 {1 + α ( T − T0 ) } dimana : R0 RT = hambatan pada suhu T0 K = hambatan pada suhu T K = koefisien suhu hambatan listrik (6. Koefisien suhu hambatan listrik bahan konduktor (logam) nilainya adalah positif. Hubungan resistivitas ρ dengan suhu absolut T ditunjukkan oleh persamaan (6.3) ρ L A Analog dengan persamaan (6. dengan simbol R. m) = panjang (m) = luas penampang bahan (m2) ρL A (6.

2 diukur pada suhu 200C. Arus Listrik dan Kerapatan Arus Arus listrik (I) didefinisikan sebagai kecepatan aliran muatan listrik positif I = sehingga uraian secara mikroskopisnya adalah I = -nev A C/s dimana : n e v A = jumlah muatan listrik negatif atau jumlah elektron bebas per satuan volume = muatan elektron = -1. dan nichrome yang nilai koefisien suhu hambatan listriknya sangat rendah banyak dipergunakan pada peralatan instrumentasi yang memerlukan ketelitian dan presisi tinggi misalnya pada galvanometer atau ammeter analog.00393 0.2 Tabel 6.5 x 10-8 1.63 x 10-8 7 – 8 x 10-8 3.47 x 10-8 5.602 x 10-19 C = kecepatan aliran muatan = kecepatan perpindahan (drift velocity) (m/s) = luas penampang aliran (m2) (6. ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 3 . K-1) 0.72 x 10-8 4.0039 0. dt Satuan untuk besaran arus listrik. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni.2. 6.0020 2 x 10-6 0. di dalam sistem SI skala besar (MKS) adalah Coulomb per sekon atau Ampere (dengan simbol satuan A).2 Hukum Ohm. konstantan.00000 0. Bahan-bahan seperti manganin.4 x 10-7 10-6 1.51 x 10-8 Resistivitas bahan pada Tabel 6.0045 ρ (Ohm-meter) 2.5) dq .0004 0. Koefisien suhu hambatan listrik (α) dan resistivitas bahan logam Bahan Aluminium Kuningan Konstantan Tembaga Manganin Nichrome Perak Tungsten α (0C-1.Koefisien suhu hambatan listrik (α) untuk beberapa jenis konduktof dan resistivitas listriknya (ρ) dimuat pada Tabel 6.0038 0.

9) dimana : R= L = hambatan listrik (Ohm). ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 4 .8) dinamakan hukum Ohm instrinsik. maka hal ini didefinisikan sebagai n buah muatan proton per satuan volume per satuan vaktu bergerak dari kanan ke kiri. Jika ada n buah elektron per satuan volume per satuan waktu bergerak dari kiri ke kanan.6) dimana : µe E = mobilitas muatan elektron dinyatakan dalam satuan m2/Vs = intensitas medan listrik dinyatakan di dalam satuan V/m Kerapatan arus J atau arus per satuan luas penampang aliran : J= I = −nev = ρev A J = σE atau J = −ρe µe E (6. Hubungan antara kecepatan perpindahan v dengan intensitas medan listrik E adalah v = −µe E m / s (6. tetapi yang sebenarnya mengalir adalah elektron.Kecepatan perpindahan v (atau vd) arahnya berlawanan dengan arah vektor intensitas medan listrik E.602 x 10-19 n C/m3 = kerapatan muatan listrik negatif = -ρeµe = konduktivitas listrik (Ohm-1 m-1) ρe σ Persamaan (6.7) atau dimana : n (6. Dari hukum Ohm instrinsik ini dapat diturunkan hukum Ohm. L = panjang konduktor σ A I σV = σE = A L I= σAV L = V R A = luas penampang konduktor (m2) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni. karena meskipun arus listrik didefinisikan sebagai kecepatan aliran muatan listrik positif atau kecepatan aliran proton-proton per satuan waktu. J= atau (6.8) = jumlah muatan negatif per satuan volume = ne = -1.

13) Dari teorema divergensi pada persamaan (6.10) I =− (6.13) dan (6.Persamaan (6.14) v maka dari persamaan (6.12) maka diperoleh I =− dρ dQ = −∫ V dV dt dt (6.3 Persamaan Kontinuitas Arus Jika di dalam suatu ruangan tertutup terdapat muatan listrik Q dan muatan itu mengalir keluar. dS =∫∆.17) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni. J = (6.16) (b) sistem koordinat silinder : ∇ .12). maka kecepatan pengurangan Q dinamakan arus listrik I. Sehingga hukum Ohm juga ditulis : I = GV 6.14) di bawah ini ∫J .9). ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 5 . J = ∂J x ∂J y ∂J ∂ρ + + z =− V ∂x ∂y ∂z ∂t ∂( ρJ ρ ) ρ∂ρ + ∂( J φ ) ρ∂φ + ∂ρ ∂J z =− V ∂z ∂t (6. (6. dS dt (6.14) diperoleh persamaan kontinuitas arus : ∇ . J =div J = − (6.11) Dari definisi muatan listrik dalam volume tertutup V : Q = ∫ ρV dV V (6. dimana besaran R R adalah konduktansi listrik bila diberi beda potensial V.11). Jd (6. I = V I =G dinamakan hukum Ohm.15) ∂ρV ∂t Persamaan kontinuitas arus dalam tiga dimensi untuk : (a) sistem koordinat kartesian : ∇ . dQ = ∫ J . maka konduktansi itu akan menghasilkan arus listrik I sebagai responsnya. (6.

18) (c) sistem koordinat bola : ∇ . Berikut ini diberikan beberapa contoh yang menggambarkan pengertian dari efek bayangan. J = 2 r ∂r r sin θ ∂θ r sin θ ∂φ ∂t 6. muatan garis. atau muatan bidang) yang dihadapkan dengan pelat datar konduktor akan dapat dipandang sama dengan atau analog dengan muatan tersebut beserta bayangannya.4 Efek Santir Efek santir atau efek bayangan yaitu fenomena dimana terdapat muatan listrik sembarang (muatan titik. Dalam hal ini pelat datar konduktor dipandang seolaholah cermin datar yang menghasilkan bayangan muatan itu.∂J φ ∂ρ ∂( r 2 J r ) ∂( J φ sin θ ) + + = − V (6. ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 6 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni.

Dari persamaan (7.4) yang dinamakan persamaan Poisson: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni.2) dimana ρv adalah muatan ruang dalam satuan Coulomb per m 3.1) dan persamaan (7. e =Q = Fluks φ S= luas ∫D .1 Persamaan Poisson Dari hukum Gauss yang menyatakan bahwa fluks listrik yang melalui suatu permukaan tertutup seluas S adalah sama dengan muatan listrik Q yang dicakup oleh permukaan tertutup tersebut dan dari teorema divergensi kita peroleh.1) Q= Dari definisi v V= volume ∫ρ dV (7. dS = ∫div D dV V= volume (7. maka dari persamaan (7.BAB VII PERSAMAAN POSSION DAN PERSAMAAN LAPLACE 7. div D = ∇ .854 x 10-12 F/m εr = permitivitas relatif medium (tidak memiliki dimensi) Dari definisi vektor intensitas medan listrik E = -∇V.3) ε = permitivitas dielektrik medium = ε0εr ε0 = permitivitas ruang vakum = 8.3) dapat diperoleh persamaan (7. ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 7 . D = ρv dimana : D = εE = vektor rapat fluks listrik (C/m2) (7.2) diperoleh hukum Gauss bentuk titik.

Contoh penggunaan persamaan Laplacse satu dimensi untuk menentukan rumus kapasitansi.8) Solusi persamaan Laplace satu dimensi dikembangkan untuk mendapatkan hubungan antara muatan Q dan beda potensial V sehingga kapasitas suatu kapasitor dapat ditentukan rumusnya. ST MEDAN ELEKTOMAGNETIK 8 .7) (c) sistem koordinat bola adalah ∇2 V = 1 ∂  2 ∂V  1 ∂  ∂V  1 ∂2V r + sin θ + =0     r 2 ∂r  ∂r  r s sin θ ∂θ  ∂θ  r 2 sin 2 θ ∂φ2 (7. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni.2 Persamaan Laplace atau ∇2V = − ρv ε Untuk ruang atau medium tanpa muatan listrik. Persamaan Laplace tiga dimensi untuk : (a) sistem koordinat kartesian adalah ∇2 V = ∂2V ∂2V ∂2V + 2 + 2 =0 ∂x 2 ∂y ∂z (7.4) dapat kita peroleh persamaan Laplace.6) (b) sistem koordinat silinder adalah ∇2 V = ∂  ρ∂V  ρ∂ρ   ∂ρ  ∂2V ∂2V  + + =0  ρ 2 ∂φ 2 ∂z 2  (7.5) (7.ε ∇ . maka dari persamaan (7. ρv = 0. ∇2 V = 0 Operator ∇2 dinamakan Laplacian dari V.∇ V =− ρ v (7.4) 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful