Anda di halaman 1dari 20

Rusli, S.Si, M.

Si, Apt

ANALISIS GOLONGAN ALKALOID

ALKALOID
Alkaloid merupakan senyawa organik

yang mengandung unsur nitrogen, bersifat


basa, memiliki aktivitas fisiologis dan terdapat dalam makhluk hidup.

Penamaan Alkaloid
Banyaknya alkaloid sulit penyatuan penamaan. Ex : Alkaloid indol kerangka berbeda. Karakteristik Lazim Penamaan alkaloid nama berakhiran in penamaan trivial (non sistemik)

Penamaan alkaloid,
Misalnya :

lanjutan

Diturunkan dari genus. Ex : Atropin (Atropa belladona). Diturunkan dari nama spesies. Ex : Kokain (Erytroxylon coca). Dari nama lazim untuk obat. Ex : Emetin Dari nama pakar kimia alkaloid. Ex : Pelletienin

SIFAT-SIFAT ALKALOID
Bersifat basa Kebanyakan alkaloid berbentuk padatan kristal sedikit berbentuk amorfdengan titik lebur tertentu, tetapi nikotin dan koniin berbentuk cairan. Kebanyakan alkaloid tidak berwarna, beberapa senyawa yang kompleks berwarna. Basa bebas alkaloid hanya larut dalam pelarut organik, garam alkaloid dan alkaloid quartener sangat larut dalam air.

Pembagian alkaloid menurut asalnya


Alkaloid opium Alkaloid solanaceae Alkaloid turunan Xantin Alkaloid amin alifatik dengan inti aromatik

Alkaloid Cortex
Chinae Alkaloid Secale

Alkaloid turunan Pyrazolon


Alkaloid ureum dan turunannya

cornutum
Alkaloid Radix Hydrastin

Alkaloid turunan anilin


Alkaloid turunan Halogen Alkaloid untuk lokal anastetik

IDENTIFIKASI UMUM
Beberapa pereaksi endap; pereaksi Mayer, Bouchardat, Dragendorf dan Wagner.
Pereaksi warna; pereaksi Edman, Frohde, Mandelin, Marquis.

Pereaksi-pereaksi untuk mendeteksi alkaloid:

Pereaksi tetes:
Pereaksi Dragendorf: larutan senyawa kompleks Bi(NO3)3/KI dalam asam Positif endapan jingga kemerahan Pereaksi Meyer: larutan senyawa kompleks HgCl2/KI Positif endapan putih Pereaksi Wagner: larutan senyawa kompleks KI/I2 Positif endapan coklat
endapan jingga kemerahan endapan putih

Prosedur deteksi alkaloid


Obat /Bahan Alam ekstraksi dengan CHCl3/NH3 saring Residu Ekstrak CHCl3/NH3

partisi dengan lar. 5% H2SO4


Lapisan air
Uji Dragendorf Uji Meyer Uji Wagner

Lapisan CHCl3

ATROPIN

Kristal tak berwarna, tidak berbau, rasa sangat pahit, RACUN !!!! TL : 114-118oC Kelarutan : air (1:500), air panas (1:50), spiritus (1:2). Reaksi Van VITTALI : Zat + HNO3 pekat , diuapkan ad kering, sesudah dingin + spir. KOH ungu merah karsen Reaksi WASSICKY : Reaksi CHERBET :

ATROPIN, lanjutan

Reaksi WASSICKY : Zat + p-DAB + H2SO4 pekat merah ungu Reaksi CHERBET : Zat + HNO3 diuapkan ad kering + NaOH dil. + Zn + HCl + NaNO2, lalu + -naftol + NH4OH merah jingga.

BERBERIN

Kristal jarum panjang kuning seperti sutra TL : 145oC Fluoresensi : padat (kuning), NaOH hijau H2SO4 pekat : hijau olijf EDMAN : hijau kuning FROHDE : coklat ungu MANDELLIN : Coklat MARQUIS : Kuning coklat Reaksi KLUNGE : NaOCl3 : merah darah

CODEIN
Hablur putih, rasa pahit, tak berbau Kelarutan : air (1:120), spir. (1:1,2) FROHDE : kuning-hijau-biru MANDELLIN: hijau biru MARQUIS : ungu cepat FeCl3 : (-) beda dengan morfin. Zat + H2SO4 + FeCl3 : biru + NH4OH pekat : merah Reaksi GABUTIL : Zat + H2SO4 pkt, dipanaskan, aduk : rosa + kloralhidrat, aduk : hijau biru (morfin violet)

COFFEIN

Kristal putih, rasa pahit, tidak berbau. TL : 234-237oC Kelarutan : dalam air (1:50), spir. & CHCl3 : mudah larut. Reaksi MUREXIDE: Zat + 1gtt H2O2 3 % atau KClO3 padat + 1 gtt HCl 25 % panaskan di w.b ad kering, agak jingga + NH4OH : ungu. Larutan dalam air + I2 tdk terjadi endapan + HCl : coklat, larutb dalam NaOH.

COFFEIN, lanjutan

Larutan + larutan tannin dlm air putih larut dalam reagen berlebih. Larutan jenuh + lar 5 % HgCl2 : putih, rekristalisasi dgn pemanasan tampak kristal jarum panjang. Reaksi ZWIKKER: 1 ml pyridin 10 % + CuSO4 larutan dalam air : kristal batang panjang tak berwarna.

HEROIN

Kristal putih, tidak berbau. TL : 171-173oC Kelarutan : dalam air tidak larut. FROHDE : ungu hijau MARQUIS : merah-ungu biru + FeCl3 + K3Fe(CN)6 : biru berlin + Vanilin + HCl : merah ungu + H2SO4 + KBr dipanaskan di w.b : hijau + hidroksilamin/NaOH + FeCl3 : ungu

MORPHIN

Bubuk Kristal putih jarum-jarum, pahit Kelarutan : air (1:22), spir (1:55) FROHDE : ungu hijau MARQUIS : ungu segera + FeCl3 + K3Fe(CN)6 : biru Zat + H2SO4 pekat dipanaskan di atas api : apomorphin, + HNO3 65 % + KNO3 padat : violet merah merah darah.

THEOBROMIN

Bubuk hablur putih Titik lebur : 340oC Kelarutan : air (1:0,03), spir (1:0,02), eter (1:0,004). Zat padat berfluoresensi ungu-biru + HNO3 dilut + AgNO3 : endapan kristal jarum panjang + larutan tannin : endapan putih Zat + HCl + Aq. Iod : endapan coklat hijau tua.

THEOPHYLIN

Bubuk kristal, rasa pahit Titik lebur : 270-274oC Kelarutan : air (1:180), spir (1:80), eter tidak larut, CHCl3 sukar larut, dalam air panas larut. MUREXIDE : Zat + HCl 25% + KClO3 dpanaskan di w.b : sisanya kuning merah coklat, bila di + NH3 : ungu. + NH4OH + AgNO3 : endapan seperti selai Larutan jenuh + larutan tannin : endapan putih ROUX : hijau stabil PARRI : ungu