LAPORAN PUSKESMAS LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA DI DESA SEMAMBUNG KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN

SIDOARJO TAHUN 2008

Disusun Oleh :

Lisa Agustina 01.70.0039 Hartadi Pramulya 01.70.0052 Luciana 01.70.0114 Yuzie Qomariah 99.70.0137 Husnul Khotimah 01.70.0164 Sismiyati 01.70.0180 Yudha Indriastuti 01.70.0183 Linda Perwitasari 01.70.0188 I Wayan Duta Krisna 01.70.0202

LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2008 KATA PENGANTAR
1

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan ridho-Nya, laporan puskesmas ini dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Laporan puskesmas ini dapat diselesaikan atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 2. Pimpinan dan Staf Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 3. Dokter Widianto Hadiwinoto, M.S selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingannya. 4. Dokter Hj. Atiyah Marzuki selaku Kepala Puskesmas Gedangan Kabupaten Sidoarjo. 5. Dokter Rahmad Sudarto selaku pembimbing dokter muda FK UWKS di puskesmas Gedangan. 6. Staf medis dan paramedis Puskesmas Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. 7. Pimpinan dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Kami menyadari akan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami dalam penyusunan serta penyelesaian Laporan PKL (Program Kinerja Lapangan) dan Desa Siaga ini. Kami sangat mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini.

Sidoarjo, Juli 2008

Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PUSKESMAS GEDANGAN TAHUN 2008
2

Laporan Penulisan ini diajukan sebagai salah satu prasyarat untuk dapat mengikuti ujian profesi dokter di Fakultas kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Sidoarjo, Juli 2008 Menyetujui Kepala Puskesmas Gedangan\ Kabupaten Sidoarjo

Dr. Hj. Atiyah Marzuki NIP. 140 161 017

3

Strategi. PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR …………………………… 28 G.1.1 I. 12 III. Analisa Situasi Sumber daya Kesehatan ………………………………………… 6 II. Pendahuluan …………………………………………………………………… 1 I.. Data Kependudukan ……………………………………………………………… 8 C...6. 26 F.Visi.. UPAYA PERBAIKAN GIZI………………………………………………….i Lembar pengesahan ……………………………………………………………………… ii Daftar Isi ………………………………………………………………………………. Tujuan Puskesmas …………………………………………………………. 12 A. 4 I. PROMOSI KESEHATAN…………………………………………………… 12 B. Sarana dan Sumber daya ………………………………………………………….Latar Belakang………………………………………………………………. 17 D. UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN………………………………… 15 C. Tujuan dan Metodologi …………………………………………………… 2 I.2. 10 Bab III.3. Program Pokok Pelayanan Dipuskesmas ………………………………….1.5 Bab II.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… . Strategi Puskesmas ………………………………………………………… 4 I.Misi. iii Bab I. KESEHATAN IBU DAN ANAK ……………………………………………… 23 E.5. PENGOBATAN ……………………………………………………………… 35 4 ..4. Data Wilayah /Geografis………………………………………………………… 6 B.danKebijakan………………………. KELUARGA BERENCANA………………………………………………….Target Dan Pencapaian Program ……………………………………………….PelaksanaanKerja……………………………………………………. Analisis Situasi …………………………………………………………… 6 A.…………… 2 I..1.

...49 J..1.. 42 C....2.5 2 N.....53 Bab IV. UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA………………………………………...……………………………………………59 5 .... UPAYA KESEHATAN USILA………………………………………………....... . UPAYAKESEHATANINDERA……………………………………………...... UPAYAKESEHATANMATRA……………………………………………. UPAYA PERBAIKAN GIZI………………………………………………… 43 E.............Diagramfishbone.. 45 G........ 41 A..2. UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT ……………………………… 38 III....... PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KEMANDIRIANHIDUPSEHAT..... UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN …………………………………… 44 F. UPAYA KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA ………. 46 H.. Prioritas Masalah Dengan Metode MCUA ……………………………… 56 IV.. UPAYAKESEHATANJIWA/MENTAL……………………………………51 M.... UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT ………………………………. 48 I.. LABORATORIUM ……………………………………………………………. Program pengembangan / inovatif ………………………………………....... ..... P2PM ……………………………………………………………………………. UPAYAKESEHATANKERJA………………………………………………5 0 L... PEMERIKSAAN PENUNJANG………………………………………… 50 K... 42 D...H......41 B...... Rumusan Masalah……………………………………………………………… 54 IV....

................ yaitu dengan memeriksakan diri ke sarana-sarana pelayanan kesehatan..3.......1 Latar Belakang Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya...... Puskesmas adalah suatu persatuan kesehatan fungsional merupakan.KesimpulandanSaran……………………………………………………. Puskesmas merupakan perangkat Pemda Tingkat II sehingga wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh Bupati/Walikota kepada Daerah Tingkat II dengan saran Teknis dari Kepala Kantor Departemen Kesehatan Propinsi.......64 BabVIII.....62 BabVIRencanaPenerapan………………….. Pelayanan kesehatan yang diberikan di puskesmas ialah meliputi : preventif (pencegahan kesehatan).... memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok..Distribusifrekuensipenyebabmasalah............IV............ Sebagai dokter muda yang kelak bertugas di puskesmas maka sangat penting bagi kami untuk terjun secara langsung dan terlibat dalam kegiatan puskesmas..Penutup............60 IV........ promotif (peningkatan kesehatan)... namun tidak ada artinya bila orang tersebut tidak mempunyai tubuh yang sehat. kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan)..........................………………………………….......... Faktor kepadatan penduduk.............4 Grafik Parieto ……………………………………………………………… 61 BabV................... pusat pengembangan kesehatan masyarakat disamping juga membina peran serta masyarakat.......... 6 ...................PemecahanMasalah............... Sebanyak apapun harta yang dimiliki oleh seseorang.... Oleh karena itu puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya........ luas daerah geografi dan keadaan istruktur serta lainnya merupakan bahan bertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas... Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan......65 BAB I PENDAHULUAN I....... 63 BabVII......... diantaranya adalah puskesmas..............

Tujuan a. mengolah. Tujuan Khusus 1. Memahami daerah kerja puskesmas. Memahami fungsi dan tugas pokok puskesmas. Memahami dan mampu menerapkan teknik – teknik penyuluhan kesehatan. Memahami keterkaitan dari sektor organisasi lain 2. I.Dalam kegiatan kepaniteraan klinik ilmu kesehatan masyarakat. Memahami cara merancang survey. Memahami pelaksanaan usaha – usaha puskesmas. 4.2 Tujuan dan Metodologi 1. b. mengumpulkan. Metodologi a. 7 . 3. 2. 7. Tujuan Umum Menyiapkan dokter muda untuk menjadi dokter yang mampu melaksanakan dan mengembangkan usaha – usaha kesehatan melalui puskesmas sebagai pos terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan. Mengikuti dan mengamati secara langsung kegiatan – kegiatan di Puskesmas Gedangan. Memahami sumber daya yang ada di puskesmas. menganalisa dan menginterprestasikan data sehingga mampu merumuskan masalah kesehatan. Mampu menginterpretasikan hambatan – hambatan dalam setiap upaya pemecahan masalah kesehatan. 9. 8. Memahami cara pemecahan masalah atau pelaksanaan program kesehatan. 6. Di Puskesmas Gedangan ini kami mencoba untuk menganalisa dan mencari solusi dari permasalahannya yang timbul dalam pelaksanaan program Puskesmas Gedangan. 5. kami mendapat kesempatan yang seluas – luasnya untuk menimba ilmu di Puskesmas Gedangan yang akan sangat berguna sebagai bekal kelak ketika bertugas di Puskesmas daerah.

4. 3. Desentralisasi 4. Meningkatkan pelayan kesehatan ang bermutu. merata dan terjangkau dalam bentuk promotif. Menjalin kerjasama lintas sektor. profesional. B. Misi 1. 7. 2. 8. 8 . Intensifikasi imunisasi. I. Mengikuti kegiatan di lapangan. Pemasyarakatan JPKM Oleh karena itu puskesmas Gedangan menetapkan Visi. c.3 Visi. Strategi. Konsolidasi staf / pemegang program. Mewujudkan pelayanan kesehatan dasar yang transparan dan profesioal. Peningkatan kuantitas / kualitas penyuluhan.b. preventif dan kuratif. dan Kebijakan Dengan mengacu pada visi Indonesia Sehat 2010 pembangunan kesehatan mengarah pada : 1. Misi. Paradigma sehat 2. dan partisipatif untuk mencapai masyarakat sehat tahun 2010 di Kecamatan Gedangan. Strategi 1. 2. Misi. Pembuatan jadwal kegiatan lapangan. Visi Terwujudnya pelayanan kesehatan dasar yang ramah. Strategi dan Kebijakan yang mendasari program kerja Puskesmas. Peningkatan kualitas pelayanan . A. Meningkatkan profesionalisme 3. Peningkatan kualitas lingkungan. 4. 6. Membangun citra pelayanan dengan memperlakukan pengguna layanan sebagai pusat perhatian. Mencatat data – data yang diperlukan secara langsung kegiatan – kegiatan di Puskesmas Gedangan. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Penanganan penyakit menular tertentu dan masalah gizi. 3. 5. C.

4. Mengurangi kematian di wilayah Puskesmas Gedangan. Peningkatan efisien pemanfaatan sumber daya (tenaga. D. sarana dan dana). 5. b. Sistem pengaturan dan pendapatan puskesmas. Penggalakan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat. e. Meningkatkan sumber daya manusia. d. Peningkatan berbagai upaya kesehatan dengan perhatian utama pada peningkatan status gizi masyarakat dengan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit – penyakit akibat kekurangan gizi melalui revitalisasi Posyandu dan PMT. Peningkatan berbagai upaya kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi. Mengurangi prevalensi kasus KEP di Puskesmas Gedangan.9. 6. Meningkatkan manajemen. Meningkatkan kualitas penyuluhan kesehatan oleh Nakes pada masyarakat di wilayah Puskesmas Gedangan. c. Tujuan Khusus a.Tujuan Puskesmas Tujuan Umum a. Penyediaan sarana yang memadai. Penggerakan peran serta masyarakat. e. I. c. Meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan dengan jalan merubah sikap dan perilaku masyarakat ke arah perilaku hidup sehat. Kebijakan 1. d. Meningkatkan pemeriksaan terhadap tersangka TB paru di Puskesmas Gedangan. anak dan ibu hamil. Standarisasi dan pelaksanaan prosedur kerja. 2. 8. 3. Pengaturan alur pelayanan dan pembuatan jadwal pembinaan lapangan / penyuluhan. Konsolidasi petugas pemegang program dan lintas sektor. Meningkatkan pelayanan kesehatan pada keluarga rawan di wilayah kerja puskesmas Gedangan. f. b. Peningkatan mutu serta pemerataan pelayanan kesehatan. 9 . Peningkatan kemampuan keluarga untuk menjadi keluarga mandiri dalam menangani masalah – masalah kesehatan yang dihadapi. 7. 4.

Pemantapan dan peningkatan pengawasan pengendalian. I. Perluasan jangkauan program JPKM dengan melalui pola UKS. Memenuhi kebutuhan penyediaan air bersih di wilayah Puskesmas Gedangan. Peningkatan peran serta masyarakat melalui PKMD dalam penanggulangan pencegahan penyakit menular demam berdarah. Strategi Puskesmas 1. ISPA. 5. pertolongan persalinan. Meningkatkan angka bebas jentik di wilayah Puskesmas Gedangan. perawatan nifas perawatan perinatal serta pelayanan kontrasepsi terutama pada ibu dengan Resti. 3. 2.6. 6. g. Mengikuti serta memahami kegiatan – kegiatan Puskesmas dalam pelaksanaan usaha – usaha kesehatan pokok. Pelaksanaan Kerja Praktek kerja lapangan di Puskesmas Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan mulai tanggal 16 Juni – 12 Juli 2008 setiap hari kerja dengan berbagai kegiatan meliputi : 1. Diskusi langsung dengan kepala puskesmas dan penanggung jawab masing – masing program. BAB II ANALISA SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 10 . 2. Mengumpulkan dan menggunakan data dari berbagai sumber tentang pelaksanaan program. program kesehatan lingkungan pemukiman. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan oleh masyarakat untuk masyarakat sebagai upaya menciptakan jaring pertama kesehatan melalui revatilisasi Posyandu. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan terutama pelayanan kesehatan dasar atau esensial sebagai upaya terpadu yang diselenggarakan melalui puskesmas dengan dukungan peran serta masyarakat dan dari sektor terkait. UKK dan KUD. Meningkatkan kualitas pelayanan bumil. TB paru. 4.f. melalui program Universal Antenatal Care. 4. I. 3. diare.5. Terlibat secara langsung dalam kegiatan / pelaksanaan di lapangan.

6. 7. Keadaan curah hujan sebesar 154 mm/tahun dengan curah hujan terbanyak sebesar 21 hari pada bulan Februari 2007. 95 RW dan 396 RT. 4.1 ANALISA SITUASI A. Data Wilayah / Geografis 1. Kecamatan Gedangan terletak kurang lebih 5 km di sebelah utara kota Sidoarjo dan terletak di jalur utama antara Surabaya – Malang. 5.527 Ha terletak pada ketinggian 4 meter diatas permukaan air laut. 3. 8. semua desa merupakan desa swasembada dan mudah dijangkau dengan kendaraan. 2. baik kendaraan roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua).951. Dusun. Wilayah Kecamatan Gedangan terdiri dari 15 desa. Keadaan tanah di Kecamatan Gedangan adalah tanah subur dan tidak ada daerah banjir atau daerah rawa. Wilayah kerja puskesmas Gedangan meliputi sebagian wilayah Kecamatan Gedangan dengan batas – batas sebagai berikut : o Sebelah Utara o Sebelah Timur o Sebelah Selatan o Sebelah Barat 2.309. Luas wilayah Luas daerah Kecamatan Gedangan sebesar 2.II. Gedangan Keboan Sikep Keboan Anom Ganting Karangbong Tebel Sruni Punggul 5 3 3 2 4 4 2 3 JUMLAH RW 10 8 8 3 8 7 5 4 JUMLAH RT 41 40 29 17 28 44 14 24 11 . NAMA DESA JUMLAH DUSUN 1. RW dan RT No. Pendapatan kotor desa se Wilayah Kecamatan Gedangan selama tahun 2007 sebesar 876. per kapita / tahun. : Kecamatan Waru : Kecamatan Sedati : Kecamatan Buduran : Kecamatan Sukodono Jumlah Desa.

sedangkan jumlah penduduk yang digunakan dalam profil ini adalah jumlah penduduk yang sesuai dengan proyeksi penduduk tahun 2007 dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. 10.462 jiwa : 52.9. 15. Data Kependudukan 1. 13.000 jiwa : 52. 14. 11. Umum Jumlah penduduk riil Kecamatan Gedangan tahun 2007 : 89. Gemurung Kragan Wedi Ketajen Semambung Sawotratap Bangah KECAMATAN GEDANGAN 3 2 2 2 2 4 2 43 4 2 4 7 7 12 4 95 15 7 15 18 27 53 23 396 ( Sumber Data : bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) B.785 jiwa. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : Penduduk laki – laki Penduduk perempuan Penduduk usia produktif Penduduk usia non produktif Angka kepadatan penduduk Sex Ratio : 55. 12.319 jiwa : 3.633 jiwa : 27.00 Jumlah Kepadatan Penduduk Kecamatan Gedangan Tahun 2007 DESA JUMLAH PENDUDUK Sensus 2007 Riil 2007 JUMLAH KK 12 .211 jiwa / km2 : 97.

098 21.005 2.647 10.393 2.137 2.489 393 870 893 1.632 7.035 54.803 5.716 52.863 5.606 3.651 6.621 5.Gedangan Keboan Sikep Keboan Anom Ganting Karangbong Tebel Sruni Punggul Kragan Gemurung Wedi Ketajen Semambung Sawo Tratap Bangah Jumlah 11.605 4.793 2.828 1.679 14.347 11.573 4.007 1.965 6.388 3.242 6.705 2.291 7.087 15.678 13 .066 3.750 107.076 4.842 18.757 11.397 11.484 4.398 9.341 10.219 6.838 5.007 3.127 1.280 10.222 6.968 5.300 3.773 9.860 8.796 9.927 20.101 107.833 2.712 1.136 89.436 9.132 5.884 JUMLAH 7.066 1.827 11.516 5.743 23.632 ( Sumber Data : bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) Penduduk menurut sasaran khusus Kelompok sasaran Bayi Jumlah 2.748 WANITA 3.466 22.643 ( Sumber Data : bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) Distibusi Penduduk Kecamatan Gedangan menurut golongan umur dan jenis kelamin pada awal tahun 2007 GOLONGAN UMUR 0 – 4 tahun 5 – 9 tahun 10 – 14 tahun 15 – 24 tahun 25 – 49 tahun 50 – 65 tahun 65 – tahun ke atas Jumlah PRIA 4.618 7.126 4.696 711 1.799 2.046 9.

Sarana tenaga yang ada di Puskesmas Gedangan No 1 Dokter Jenis Tenaga Jumlah 2 14 .457 18.570 C.103 1. Sarana Pendidikan Sarana Pendidikan TK SD / MI SLTP / MTs SMU / MA Akademi Perguruan Tinggi Ponpes Jumlah 42 34 / 9 4/2 5/1 1 Jumlah murid 5.373 / 1.Anak balita ( 1 – 4 tahun ) Anak pra sekolah ( 5 – 6 tahun ) WUS PUS Bumil Bulin Ibu nifas Buteki ( Sumber Data : bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) 827 5436 32.151 / 285 2. Sarana dan Sumber daya 1. Sarana kesehatan yang ada di Puskesmas Gedangan Sarana Puskesmas induk Puskesmas pembantu Polindes Puskel / Ambulans Sepeda pancal / Motor Jumlah 1 3 11 1 11 / 2 Keadaan Baik Cukup Cukup Baik Rusak / Baik ( Sumber Data : bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) 2.103 3.983 9.931 1.794 1.747 3.665 / 187 100 ( Sumber data : dari bagian Statistik Kecamatan Gedangan ) 3.

1. PROGRAM POKOK PELAYANAN DI PUSKESMAS 15 .2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Dokter gigi Sarjana Kesehatan Masyarakat AKPER Akademi Kebidanan Bidan / Bidan Desa ( 6 / 12 ) Perawat Gigi Perawat SPPH Pekarya Kesehatan SLTA Tenaga laborat SMAA SPAG / Gizi Juru Imunisasi Tenaga Administrasi ( SLTA ) Pengemudi Pekarya Kesehatan SLTP Pesuruh ( SD ) JUMLAH 2 0 5 4 18 1 3 1 1 2 1 1 1 9 2 1 1 52 (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2007) BAB III TARGET DAN PENCAPAIAN PROGRAM III.

Misi dan Strategi Visi Misi : : Tumbuhnya gerakan hidupsehat (sadar PHBS ) Mendorong masyarakat berbudaya sehat. PROMOSI KESEHATAN Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 1. mau dan mampu menerapkan PHBS dalm upaya meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Visi. Sasaran dan Tujuan 16 . 4. Pengertian PHBS adalah upaya untuk memerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan menghindarkan kebiasaan yang buruk yang dapat menggangu kesehatan. KHUSUS Setiap anggota masyarakat di setiap tatanan PHBS memahami dan menerapkan PHBS untuk dirinya dan lingkungannya. 3. → Perilaku sehat peran. melakukan advokasi.A. Tujuan PHBS UMUM Agar masyarakt menyadari. mensosialisasi sikap pesan kesehatan. Strategi    : Advokasi Bina suasana Gerakan pemberdayaan masyarakat → Kebijaksanaan sehat. → Opini konduktif. 2.

KESEHATAN INST. OSIS. PENDIDIKAN PETUGAS KESEHATAN GURU. PENGELOLA PEMILIK TEMPAT KERJA TEMPATTEMPAT UMUM KARYAWAN DIREKSI PEMILIK PENGUNJUNG PENGGUNA DIREKSI PEMILIK PHBS DI 5 TATANAN KAWASAN SEHAT Tabel 1. KARYAWAN. Hasil pencapaian program Promosi Kesehatan Puskesmas Gedangan Bulan Januari – Juni 2008 17 . BP3 SERIKAT PEKERJA PEGAWAI/ KARYAWAN PIMPINAN/DIREKTUR KEPALA SEKOLAH.TATANAN RT TATANAN ANGGOTA KELUARGA PERIKSA/ PENGUNJUNG SISWA IBU SASARAN KEPALA KELUARGA INST.

Jumlah institusi pendidikan yang klasifikasi IV 3.  Lain-lain 2 kali. Jumlah rumah tangga 2.dll) 4. madrasah) 3.  Posyandu (purnama + mandiri : 36 +0)  Polindes : purnama + mandiri : 1 +0 3 Penyuluhan kesehatan Frekuensi penyuluhan dengan materi Kali 12 12 100 Sesuai target RT Inst.17 45. Jumlah tempat kerja klasifikasi IV 3 Intervensi/penyuluhan yang dilakukan puskesmas pada 1. TTU 3150 42 14 41 3150 42 14 41 100 100 100 100 Sesuai target Sesuai target Sesuai target Sesuai target Buah 23 23 100 Sesuai target RT Inst.Pustu. Jumlah institusi pendidikan (sekolah. Inst. Jumlah institusi kesehatan (RS.Polindes) 4.BP.N o VARIABEL TARGET Satuan Jumlah PENCAPAIAN N % KETERANGAN A Program pokok pelayanan di puskesmas I Promosi Kesehatan a Kampanye PHBS 1 Pengkajian PHBS yang dilakukan puskesmas 1.madrasah) 3. BP.home industri) 2 Tatanan sehat (Hasil pengkajian) 1. home industri) b Kampanye pemberdayaan masyarakat 1 Jumlah promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat di/ ke  Posyandu 3 kali  Pos obat desa – kali  TOGA 2 kali  Saka bakti husada 2 kali. 2 Jumlah tingkat kemandirian UKBM . Jumlah institusi kesehatan klasifikasi IV 4.Polindes. Jumlah tempat-temapt umum (tempat ibadah. Pustu. Inst. Buah TTU 3150 42 14 42 23 3150 42 14 42 23 100 100 100 100 100 Sesuai target Sesuai target Sesuai target Sesuai target Sesuai target Kali 12 12 100 Sesuai target % 18 . Jumlah tempat kerja (Pabrik. Jumlah rumah tangga sehat ( 7 dari 10 indikator) 2. Jumlah tempat umum (tempat ibadah. TTU Buah 3150 42 14 41 23 1171 19 14 4 - 37.pasar) 5. Jumlah tempat kerja (pabrik. Jumlah rumah tangga 2. pasar) 5. Jumlah institusi kesehatan (RS. Jumlah institusi pendidikan (sekolah. Jumlah tempat umum klasifikasi IV 5.24 100 10 Dibawah target Dibawah target Sesuai target Dibawah target Dibawah target RT Inst. Inst.

ini disebabkan oleh kebiasaan merokok guru laki-laki di lembaga institusi tersebut. 3. c.kali (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan program PHBS secara kumulatif bulan Januari 2008 – Juni 2008.ini desebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang baik ( merokok di rumah )yang sulit dirubah. Pembangunan kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan lingkungan itu sendiri. Jumlah institusi pendidikan yang klasifikasi IV. ini disebabkan karena ada beberapa tempat umum tidak didapatkan kamar mandi WC dan tempat sampah. Solusi : Penyuluhan tentang bahaya merokok yang dilakukan dirumah secara kontinyu. Jumlah tempat umum klasifikasi IV. KIA dan KB 12 kali P2M 12 kali Gizi ( ASI eksklusif.a. 19 . d. dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian program ada yang dibawah target. Jumlah rumah tangga sehat ( 7 dari 10 indikator ). Solusi : Dibuatkan ruangan khusus bagi perokok. B. salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan yang dinamis serta membangkitkan dan memupuk swadaya masyarakat dalam upaya penyehatan lingkungan. Salah satu langkah mengingkatkan kesehatan lingkungan adalah dengan meningkatkan kesehatan lingkungan dengan membangun sarana yang diperlukan dan peningkatan pemanfaatan serta pemeliharaan sarana yang ada. UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN Pendahuluan Pembangunan kesehatan yang dilakukan di Indonesia pada hakekatnya menyelenggarakan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia agar mempunyai kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Solusi : Dibangun kamar mandi WC dan tempat pembuangan sampah di tempat tersebut secara swadaya. 2. b.diantaranya 1. e. garam beryodium) 12 kali NAPZA 12 kali Lain-lain .

1) Pengawasan dan pengendalian kualitas air 2) Pengawasan dan pengendalian penyehatan lingkungan pemukiman Tabel 2. Penyehatan air 2. Hasil Pencapaian Upaya Penyehatan Lingkungan Puskesmas Gedangan selama Januari – Juni 2008 No Variabel Target Satuan a. Pembuangan kotoran 3.66 53.sampel Pengawasan dan Pengendalian penyehatan lingkungan pemukiman Jumlah TPS/TPA diperiksa 2 kali/tahun dengan tindak lanjut penyemprotan berdasarkan pengukuran kepadatan lalat Jumlah TTU diperiksa & ditindaklanjuti dengan clorinasi air 2 kali/th Jumlah rumah penduduk diperiksa & ditindaklanjuti pemberian kartu rumah Jumlah rumah memenuhi syarat Jumlah TPP2 pestisida diperiksa 2 kali/th dan ditindaklanjuti dengan pemberian kartu pestisida Jumlah Realisasi N % Keterangan rumah 84 70 83. Penyehatan makanan minuman 4.68 100 Dibawah target Dibawah target Sesuai target Sesuai target 20 . TTU rumah rumah TP2 51 4722 2833 3 22 1920 1521 3 43. b. 5. Kegiatan Upaya Penyehatan Lingkungan Puskesmas Gedangan Januari – Juni 2008. 3. 1. memenuhi syarat untuk minum……. 4. 3. 1. Penyehatan tempat – tempat umum 5.Pembangunan kesehatan lingkungan pada hakekatnya dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. 2. antara lain : 1.13 40.3 Sesuai target TPS/TPA 1 1 100 Sesuai target 2. Penyehatan pembuangan sampah Dari gambaran tersebut terlihat bahwa penyehatan lingkungan sangatlah penting dalam rangka menciptakan kesadaran masyarakat agar senantiasa dapat melaksanakan cara hidup yang sehat bagi dirinya dan masyarakat. Pengawasan dan pengendalian kualitas air Jumlah sampel air bersih yang diambil dan diperiksa Jumlah sampel air bersih yang memenuhi syarat……sample Jumlah sampel air bersih yg.

b. Hal ini dikarenakan padatnya kegiatan yang yang dilakukan oleh petugas diluar kegiatan UPL. 2. dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian program ada yang dibawah target.diantaranya Tempat-tempat Umum (TTU) diperiksa & ditindaklanjuti dengan clorinasi air 2 kali/tahun serta rumah penduduk diperiksa & ditindaklanjuti pemberian kartu rumah.25 17 9 15 100 88. C. Tujuan 1.42 Sesuai target orang orang 7. Tujuan Khusus a. Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral maupun lintas program. c.23 Sesuai target Sesuai target Evaluasi :Berdasarkan data kegiatan program penyehatan lingkungan secara kumulatif bulan Januari 2008 – Juni 2008. pelayanan di puskesmas – puskesmas pembantu maupun pos kesehatan. 2. Meningkatkan peran serta PKK agar ikut mendukung peran serta aktif dari ibuibu kader posyandu maupun dari tokoh masyarakat dalam pelaksanaan posyandu. UPAYA PERBAIKAN GIZI Pendahuluan Batasan Usaha perbaikan gizi adalah usaha pokok kesehatan yang ditunjuk untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi pokok yang ada di Indonesia dengan jalan menurunkan jumlah penderita kurang gizi serta untuk meningkatkan status gizi masyarakat secara keseluruhan.6. Tujuan Umum a. Jumlah TPM yang diperiksa 2 kali/th dan ditindaklanjuti Kursus penyehatan lingkungan bagi penjamah makanan Jumlah penjamah makanan yang mengikuti kursus dalam setahun Jumlah pengusaha/ penanggung jawab TPM yang dibina setahun (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) TPM 21 15 71. 1. Solusi : Program dlanjutkan pada tribulan ke 3 dan ke 4. Menurunkan penderita anemia gizi terbaru pada ibu hamil 21 . Menurunkan penderita KEP dan Gaki b. Meningkatkan status gizi balita dimana sasaran melalui kegiatan posyandu. c.

KP. Menurunkan penderita kekurangan vitamin A Target dan Pencapaian Sasaran a. Pemantauan status gizi. b. . Penderita DM. hipertesi. Rujukan dari posyandu lansia 4. Ibu menyusui c. 2. Sasaran program pojok gizi a. 2. Pojok gizi. Kegiatan posyandu. b. Penderita dari Balai Pengobatan Kegiatan Gizi a.Penyediaan makan.c. 3. Penyuluhan kelompok pada posyandu untuk ibu hamil. balita. Bumil resiko tinggi c. obesitas. b. Pemberian paket pertolongan gizi. Bentuk Kegiatan Pojok Gizi a. Balita b. Kegiatan Pojok Gizi a. c. Penyuluhan perorangan di ruang pojok gizi. Diawali dengan pengenalan program kesemua staf Puskesmas dengan materi yang sama pada saat pelatihan gizi se – Kabupaten. Pelaksanaan Pojok Gizi 1. Luar gedung 1. . Metode pelaksanaan 22 . 2. 3. Ibu hamil d. Dalam gedung 1. Thypoid d. 4. bayi. Pelayanan gizi rawat inap. Penyuluhan kelompok. Tenaga 1 orang D1 gizi. Bayi dan balita KEP b. Penyuluhan kelompok pada posyandu lansia.Penyuluhan dan konsultasi gizi.

a. Waktu Tiap hari sesuai dengan jam kerja puskesmas b. Sarana - Ruang gizi - Peralatan yang digunakan - Leaflet DM, rendah garam, rendah kolesterol, TKTP, rendah serta rendah kalori, makanan anak – 24 bulan, makanan bumil atau ibu menyusui. - Satu set food motel - Macam – macam buku bantuan yaitu buku kunjungan bayi/balita, buku kunjungan penderita dewasa, buku kunjungan ibu hamil. c. Pelaksanaan 1 orang MADE, 1 orang D1 gizi d. Metode - Wawancara, observasi (ruang gizi dan posyandu) - Membaca kediaman medis - Pengamatan langsung di lapangan - Cara evaluasi dengan monitor perkembangannya BB, keadaan fisik, data laboraturium dan data klinis. 5. Dana Swadaya puskesmas dan program 6. Kriteria yang digunakan Kasus yang ditangani dalam ruang gizi adalah kasus yang telah ditegakkan diagnosanya oleh para dokter, perawat, dan bidan.

Bumil Resti DM Hipertensi TB Paru Lansia

Score 1 Poedji Rochyati Reduksi urine positif T > 130/80 mmHg Klinis ± BTA Penderita status gizi buruk Usia > 55 tahun dengan kasus DM Hipertensi

Alur Pelayanan Polindes/Posyandu Rawat jalan Posyandu lansia

23

Loket

Potensi yang mendukung untuk mengembangkan pokok gizi di Puskesmas a. Kebijakan dari kepala puskesmas b. Tersedia sarana dan prasarana dari swadaya puskesmas meskipun masih kurang c. Adanya tenaga profesional dan bidan yang membantu memonitor sasaran. d. Keberadaan polindes, sehingga membantu memonitor sasaran e. Khusus di Kabupaten Sidoarjo, karena merupakan program rutinitas maka dipandang perlu untuk ditingkatkan. f. Hasil kegiatan bulan Januari – Juni 2008.

Tabel 3. Hasil Pencapaian Program Gizi Kecamatan Gedangan Bulan Januari – Juni 2008 No Kegiatan Target Realisasi Keterangan 24

Satuan Jumlah Pelayanan gizi pada masyarakat 1. Jumlah bayi (6-11 mendapat Vit A bulan) yang Bayi 1942

N

%

868

45

Dibawah target

2.

Jumlah anak (1-5 mendapat Vit A

tahun)

yang

Balita

5914

5914

100

Sesuai target

3.

Jumlah bumil dg LILA< 23,5 cm yg mendapatkan PMT pemulihan

Bumil

16

16

100

Sesuai target

4.

Jumlah bumil yg diukur LILA

Bumil

2043

893

44

Dibawah target Dibawah target Sesuai target

5.

Bumil dapat tab. Fe 90

Bumil

2043

765

37,4

1.

Penanganan Gangguan Gizi Jumlah balita gizi buruk yang mendapat perawatan sesuai standar & PMT pemulihan

Balita

5

5

100

2.

Jumlah Bayi (6-11bl) gizi kurang (KEP) dari maskin mendapat MP-ASI

Balita

10

10

100

Sesuai target

3.

Jumlah Anak Baduta (12-23bl) gizi kurang (KEP) dari maskin mendapat MP-ASI Jumlah Balita BGM yang ditangani adekuat sesuai dengan standar

Balita

151

151

100

Sesuai target Sesuai target

Balita

88

88

100

4.

Pemantauan Status Gizi 1. Frekuensi Penimbangan ……… kali 12 6 100 Sesuai target 25

Solusi: Nakes diluar Puskesmas harus melaporkan jumlah bumil yang ditangani ke Puskesmas secra rutin.4 83. Peningkatan mutu pelayanan % Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan KEP dan KEK/ Anemia Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan KEP/ KEK % 100 100 100 100 100 100 Sesuai target % 60 4. A 100. Bayi (0-6bl) mendapat ASI eksklusif 1.4 % 80 73.6 % 70 58. Keberhasilan penimbangan (N/D) 4. Fe 90.6 92 Dibawah target Dibawah target Sesuai target Sesuai target Dibawah target 2.8 % 100 100 100 % 100 86. 2.000 IU disebabkan pemberiannya baru dilakukan pada bulan Februari . Sesuai target (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data pencapaian program gizi terdapat program yang di bawah target.1 6. 1.ini disebabkan oleh kunjungan K1 bumil tidak tercapai. Partisipasi masyarakat (D/S) 3. Solusi : Bayi masih belum berusia 6-11 bulan sehingga pemberiannya menunggu pada bulan agustus. 26 . Bumil yang diukur LILA dan Bumil dapat tab. Desa bebas rawan gizi 6. dikarenakan bumil memeriksakan kehamilannya di nakes diluar puskesmas.diantaranya.6 86. Desa dengan garam beryodium baik 5.2. Rendahnya cakupan bayi 6 – 11 bulan yang mendapat vit.

Bayi (0 – 6 bl) mendapat ASI eksklusif. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. menyusui dan kala nifas 5) Pasangan usia subur dan calon ibu b. Solusi: Mengajak secara langsung dan tidak langsung. Kegiatan yang dikerjakan di KIA 27 . 4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan balita dan anak pra sekolah. ini disebabkan karena sebagian masyarakat kurang memanfaatkan posyandu. D.ibu untuk datang ke posyandu. c. KESEHATAN IBU DAN ANAK Pendahuluan Pengertian Kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah suatu upaya dalam memberikan pelayanan dan pemeliharaan kesehatan ibu baik pada saat ibu hamil. d. Sasaran 1) Bayi (0 – 1 tahun) 2) Balita (1 – 4 tahun) 3) Anak prasekolah (5 – 6 tahun) 4) Ibu hamil. Solusi : Penyuluhan tentang gizi setiap pelaksanaan posyandu. Target dan Pencapaian a. Tujuan a. Partisipasi masyarakat (D/S).3. hal ini dikarenakan orang tua bayi yang bekerja dan ibu kurang tahu pentingnya ASI eksklusif. b. 5. Meningkatkan kesehatan ibu hamil dan menyusui. bersalin dan menyusui serta anak dari lahir sampai masa pra sekolah. anak dan ibu bersalin. Keberhasilan penimbangan (N/D). Solusi : Penyuluhan tentang ASI eksklusif di setiap posyandu. ini disebabkan karena faktor kekurang pedulian ibu tentang pemberian gizi pada anaknya. Menurunkan angka kematian bayi.

Manajemen terpadu balita sakit (MTBS) Penyuluhan gizi Pelayanan KB Pendidikan kesehatan terhadap masyarakat. Hasil Pencapaian Program KIA Puskesmas Gedangan periode Januari – Juni 2008 NO A.76 6.48 12341 4397 % 100 95 95 28 . Upaya Kesehatan Anak 1. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Imunisasi ibu dan imunisasi dasar anak. 10) Kunjungan rumah (KR) c. Pengobatan sederhana. Peningkatan Mutu Pelayanan 1. bayi. Jumlah yang dideteksi dan distimulasi tumbangnya *Bayi 1855 x 80% Bayi = 1484 *Balita 9641 x 80% Anak = 7713 *Anak 3938 x 80% Anak = 3144 C. Neonatal Risti Komplikasi ditangani 5.38 - Neonatus Neonatus Neonatus Neonatus Neonatus Anak 1484 1855 464 679 677 2 43 11 45.1) Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil serta ibu menyusui. Tingkat kepatuhan provider terhadap prosedur pelayanan ANC TARGET SATUAN JUMLAH Bumil Bumil Bumil Bumil Bulin Ibu 1634 286 512 863 1501 REALISASI n % 646 128 32 628 396 39. Kematian Perinatal diaudit / dilacak 6. BBLR yang ditangani 4.77 26. Persalinan oleh Nakes 6. anak balita dan anak pra sekolah.25 72.7 44. VARIABEL Kesehatan Ibu 1.26 100 40. Bumil diperiksa Hb 5. Kunjungan Bayi ( Bayi Baru ) 3. Kematian ibu diaudit / dilacak B. Kunjungan Neonatus ( KN–2 ) 2. Kunjungan Bumil K-4 2. Bumil Risti dirujuk 3. Bumil Risti komplikasi ditangani 4. 2) 3) Pertolongan persalinan Pemberian nasehat tentang MKN (makanan tambahan vitamin mineral) dan tumbuh kembang anak. Hasil Pencapaian Tabel 4.75 36.50 100 9.

disebabkan oleh karena banyaknya penduduk musiman dan bumil yang memeriksakan kehamilannya di BPS. 4 – 7 hari 1x) 29 .. Persalinan Nakes (PN) Persalinan ibu yang ditolong oleh tenaga kesehatan. Solusi: Penyuluhan tentang pentingnya tumbuh kembang anak di posyandu Enam indikator pemantauan program KIA 1. karena belum maksimalnya penilaian tumbang di posyandu. Solusi: Pendataan bayi baru yang diperiksakan ke puskesmas. K1 : Kontak Bumil dengan Nakes yang pertama kali.2. 4. Deteksi resiko tinggi (DRT) bumil yang ditemukan oleh Nakes Skor 2 – 4 Skor 6 – 10 Skor > 12 : Kehamilan resiko rendah : Kehamilan resiko tinggi : Kehamilan resiko sangat tinggi 5. minimal 4 x selama hamil (standar 1 – 1 – 2 ). Kunjungan bumil K4 dan Persalinan oleh nakes. 4. Solusi: Pendataan bumil yang pindah. Kunjungan bayi baru. 2. 2. K4 : Kontak Bumil dengan Nakes. minimal 2 x untuk mendapatkan pelayanan atau pemeriksaan (didalam atau diluar gedung) KN1 : Usia 0 – 7 hari (0 – 3 hari 1x . 3. KN : Kontak Neonatal dengan Nakes.ini karena bayi yang harusnya memeriksakan ke puskesmas belum pulang dari daerah asal. disebabkan oleh karena banyak yang memeriksakan diri ke praktek swasta. serta pelaporan bumil oleh BPS ke puskesmas secara rutin tiap bulan. Solusi: Pelaporan oleh dokter atau bidan praktek swasta ke puskesmas secara rutin. Tingkat kelengkapan alat kesehatan untuk ANC (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) % 100 100 100 Evaluasi : Dari hasil pencapaian program KIA yang pencapaiannya di bawah target adalah: 1. Jumlah bayi yang dideteksi tumbangnya. Bumil Risti Komplikasi ditangani / dirujuk ke Rumah Sakit. 3.

KELUARGA BERENCANA Pendahuluan Pengertian Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan.KN2 : Usia 8 – 28 hari 6. b. E. sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Tujuan Khusus a. Meningkatkan dan semakin meratanya penggarapan terhadap generasi muda dalam kaitannya dengan pendewasaan usia kawin dan sebagai bantuan mendukung gerakan KB nasional di daerah. Pasangan usia muda 3. Sasaran 1. meningkatkan keikutsertaan kelestarian ber – KB seluruh pelosok sehingga akan menurunkan angka fertilitas yang bermakna. Pasangan usia subur yang istrinya diatas 30 tahun (30 – 49 tahun) 4. Pasangan usia subur yang umurnya kurang dari 30 tahun (20 – 29 tahun) dan sudah mempunyai anak atau lebih dianjurkan memaka 30 . maupun KB aktif. Tujuan Umum Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan. Semakin meratanya kemandirian masyarakat dalam ikut serta memberikan pelayanan atau mendapatkan pelayanan KB. Tujuan 1. Target dan Pencapaian 1. c. 2. Pasangan usia subur (PUS) 2. Deteksi resiko tinggi Bumil oleh masyarakat yang akan ditindaklanjuti oleh Nakes. Meningkatkan pemerataan pemakaian MKJP baik terhadap peserta baru.

..5. Hasil Pencapaian Program Keluarga Berencana Puskesmas Gedangan pada bulan Januari – Juni 2008 NO A. Akseptor.44 - B. Jumlah kasus kegagalan MKJP yang ditangani 4.. Hasil Pencapaian Tabel 5. Akseptor. Jumlah akseptor aktif semua metode yang memperoleh pelayanan medis Jumlah akseptor aktif diperiksa MKJP ... Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan kontrasepsi % % 100 100 80 100 80 100 (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan program KB secara kumulatif bulan Januari 2008 – Juni 2008. dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian program ada yang dibawah target..Akseptor. Peningkatan Mutu Pelayanan 1.. Jumlah orang yang mengalami efek samping semua metode yang ditangani 5. Non MKJP .. VARIABEL Pelayanan pada Akseptor 1... Generasi muda atau tua. diantaranya : Jumlah akseptor aktif yang memperoleh pelayanan medis... 31 . 2.. Jumlah akseptor baru semua metode Pagi : Jumlah akseptor baru MKJP . Akseptor. Sore : Jumlah akseptor baru MKJP ....Akseptor... karyawan dan karyawati perusahaan dan lain – lain 2. karena banyak yang membeli alat kontrasepsi sendiri duluar puskesmas. Akseptor.. Jumlah orang yang mengalami komplikasi semua metode yang ditangani TARGET SATUAN JUMLAH Akseptor 1835 REALISASI N % 1165 63 Akseptor 8306 2571 31 Orang Orang Orang 302 189 528 84 - 44. Solusi: Memberikn penyuluhan pentingnya kontak dengan Nakes sebelum menggunakan alat kontrasepsi. Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan kontrasepsi 2. Non MKJP . Non MKJP . 3...

Hepatitis 1x 3x 4x 3x b.Target dan Pencapaian A. dan 9 bulan. 12 bulan. Murid SD / MI kelas II-III untuk mendapatkan TT 1x e. Hasil Pencapaian Tabel 6.1 tahun (kurang 1 hari) untuk mendapatkan imunisasi BCG serta mendapatkan imunisasi HEPATITIS. Ibu hamil dan wanita usia subur c. Tujuan Umum Menurunkan angka kesakitan dan kematian terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu TBC.F. Hasil Pencapaian Program Imunisasi Kecamatan Gedangan Bulan Januari – Juni 2008 TARGET REALISASI VARIABEL SATUAN JUMLAH n % DPT – 1 HB – 3 Bayi Bayi 1855 1855 979 973 53 52 32 NO 1. Ibu hamil dengan TT 1x c.12 bulan) untuk vaksinasi 1.2. Calon pengantin wanita B. 1. DPT. PELAYANAN IMUNISASI 1. POLIO. dan HEPATITIS. Mencakup bayi (0 . DPT 3. Bayi berusia 0 . Sasaran a. Murid SD / Mi kelas II – VI untuk mendapatkan TT e.Pendahuluan Tujuan A. TETANUS NEONATORUM.1.Tujuan Khusus a. BCG 2. Calon pengantin wanita dengan TT 2x. PERTUSIS. Murid kelas I SD / MI dengan DT 1 x d. Murid kelas 1 SD / MI untuk mendapatkan DT d. POLIO 4. POLIO. . b. B. 2. DIFTERI. mendapatkan Campak. PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR 1.

PENGAMATAN EPIDEMIOLOGI Tabel 7. Pemantauan Wilayah setempat Imunisasi .. kali KIA Gizi .. kali Kali/Th Kali/Th ~ kejadian luar biasa 10jenis/12bl/th Kali/Th 52 penyakit potensial Kali/Th 52 (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) 33 .. Grafik minimum – maximum bulanan wabah 3.. Sensus Harian Penyakit Kali/Th JUMLAH 303 n % Potensial Wabah 2.....3.... Hasil Pencapaian Program Pengamatan Epidemiologi NO Puskesmas Gedangan Kabupaten Sidoarjo Bulan Januari – Juni 2008 VARIABEL TARGET REALISASI SATUAN 1...... Monitoring mingguan penyakit potensial wabah 4. 5 6 7 Campak Polio – 4 DT pada murid SD / MI kelas I TT pada murid SD / MI kelas II–VI Angka kesinambungan pelayanan imunisasi bayi (D1-D3) Bayi Bayi Murid Murid % 1855 1855 100 1055 983 - 57 53 - (Sumber : Data Puskesmas Gedangan) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan Imunisasi secara kumulatif pada bulan Januari – Juni 2008 hasil program Imunisasi sesuai target 2... kali . 4. Tindak lanjut penanggulangan KLB ( PE ) 5.

b) Tujuan  Menurunkan angka kesakitan dan kematian pada penderita diare  Memutuskan mata rantai penularan dan mendidik masyarakat agar dapat mengatasi mata rantai penularan diare. PEMBERANTASAN PENYAKIT A. 34 .Keterangan : Tidak didapatkan kasus epidemiologi di Puskesmas Gedangan selama 1 semester ini. 3. Program Penderita diare yang ditemukan di sarkes Balita diare yang ditemukan oleh kader Target 4241 Hasil Pencapaian 2525 ( 59 % ) 848 (100%) 684 (80. hanya mengacu pada target nasional  Perkiraan angka = angka insiden x jumlah penduduk  Nasional target = 22% x perkiraan e) Hasil Kegiatan Tabel 8.  Melaksanakan pengobatan penderita diare yang standar di sarana kesehatan dan rumah tangga.  Penduduk pedesaan yang berpenghasilan rendah  Penduduk dengan angka kesakitan dan kematian tinggi d) Target Diare  Tidak ada target khusus di puskesmas. Hasil kegiatan Program P2 Diare Puskesmas Gedangan bulan Januari . c) Sasaran  Penyakit diare yang menyerang balita dan usia produktif.  Mengamati dan menangani KLB sedini mungkin.68%) Keterangan Sesuai Target Sesuai target 2.Juni 2008 No 1.P2 Diare a) Pengertian Suatu kegiatan dalam usaha penanggulangan dan pemberantasan penyakit diare.

Variabel .3. 35 . Sasaran Semua penderita yang datang dengan gangguan pilek dan gangguan jalan nafas khususnya balita c. (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan P2 diare secara kumulatif pada bulan Januari – Juni 2008 hasil program P2 diare sesuai target . Tingkat kepatuhan provider thd prosedur diare Tingkat kelengkapan pelayanan diare. b. Tujuan Menemukan sedini mungkin penderita preumoni dan memberikan pengobatan sesuai standar.54 - Kasus pneumonia yang meninggal 100% 95 95 a. Hasil kegiatan tahun 2008 Tabel 9. B. alat 100 (%) 100 (%) 95 (%) 100 (%) Sesuai target 4. Hasil Kegiatan Program P2 ISPA Puskesmas Gedangan bulan Januari – Juni 2008 No 1. Tingkat kepatuhan provider terhadap prosedur ISPA b. Tingkat kelengkapan alat pelayanan ISPA (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) 100% 100 95 Evaluasi :Hasil kegiatan program P2 ISPA selama 6 bulan telah mencapai target.Jumlah kasus Pneumonia balita yang ditemukan Target 91 Realisasi N % 46 50. P2 Penyakit ISPA a.

Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit DBD b. b.C. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) Program PSN yang dilakukan oleh masyarakat dilaksanakan tiap bulan oleh desa atau kelurahan yang dikirim ke ketua kelompok PSN Kecamatan dengan tembusan Puskesmas dan meneruskan ke Dinas Kesehatan. Khusus : a. Meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah. c. 3. Umum : Menurunkan angka kesakitan dan kematian DBD. 2. Kegiatan yang dilakukan 1. Pemeriksaan jentik berkala / pemberantasan sarang nyamuk. Meningkatkan koordinasi dengan lintas program maupun lintas sector. P2 Demam Berdarah Dengue a. terutama pada musim hujan datang. 2. Mencegah / membatasi terjadinya KLB Demam Berdarah c. 2. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk. Penanggulangan fokus bila ada kasus Survey penyelidikan epidemi 20 rumah. Melaporkan bila ada penderita demam berdarah yang ditemukan. Pemantauan jentik berkala 36 . Masyarakat a. bila ditemukan jentik 3 rumah dan ada penderita panas maka diadakan fogging / pengasapan. Tujuan 1. Meningkatkan kebersihan lingkungan. Sasaran 1. serta mencegah / membatasi terjadinya KLB. b. c. c. b. Pemeriksaan jentik berkala. Petugas a.

Survey jentik berkala dilaksanakan dengan sasaran 100 rumah / desa tiap 3 bukan sekali. sehingga penyakit TB paru tidak lagi merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Jangka Pendek 37 .program pencegahan DBD sesuai target. Hasil kegiatan pencegahan DBD di Puskesmas Gedangan antara bulan Januari – Juni 2008 No DBD 1. 4. Jumlah dilakukan 3. Tingkat provider prosedur DBD (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) fogging yang Kali 10 10 100 kepatuhan terhadap penanganan % 100 100 100 Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan program P2M (DBD) secara kumulatif pada bulan Januari 2008 . Jangka Panjang Menurunkan rantai penularan. Target dan Pencapaian Tabel 10. P2 TB Paru TB paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosa dengan gejala yang sangat bervariasi. Tujuan : a. Penemuan pengobatan / perawatan penderita. d. Jumlah rumah yang Program Target Satuan Rumah Jumlah 6000 Pencapaian N 11496 % 100 dilakukan PJB 2.Juni 2008. a. D. a. Abatisasi selektif Apabila ditemukan jentik pada PJB (Pemeriksaan Jentik Berkala) di pemukiman. 5.1.2.

orang Jumlah penderita baru BTA positif yang diobati dengan DOT Jumlah penderita BTA positif yang konversi Tingkat kelangsungan pengobatan TB paru Tingkat kepatuhan provider terhadap prosedur pelayanan TB Paru Pend. % Jumlah 1139 N 157 % 13.Angka kesembuhan 85% penderita baru BTA  yang ditemukan dan dicapainya cakupan CDR (Case Detection Rate) secara bertahap hingga mencapai 70% dari semua TB yang diperlukan ada pada tahun 2008. Solusi : Penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan sputum kepada pasien.. S u TB Satuan Jumlah pengambilan & fiksasi Sputum sputum tersangka penderita TB Jumlah penderita baru BTA positif yang ditemukan…. 30 20 30 100 20 16 19 95 66 80 63 95 5. Pend. m b 3. Pend. Hasil Kegiatan Program P2 TB Puskesmas Gedangan bulan Januari – Juni 2008 No. Target dan Pencapaian Tabel 11. 38 . Evaluasi : Dari data hasil kegiatan Program P2 TB Puskesmas Gedangan bulan Januari – Juni 2008 tidak sesuai target ini dikarenakan pasien tidak mau diperiksakan sputum. r D d (Data Puskesmas Gedangan 2008) c. e 4. b. d. ( ( Program Target Pencapaian 1.8 2.

Pemeriksaan kontak : Kontak MB 140 Kontak PB G. Jangka Panjang : Eliminasi kusta dari Indonesia 2. c. P2 Kusta Kusta merupakan penyakit menular disebabkan oleh mycobacterium leprae menyerang saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya. Pembinaan pengobatan (case holding) pada semua penderita PB b. Jangka Menengah : Menemukan angka kesakitan kusta menjadi 1/10. PENGOBATAN a. Jumlah penduduk : 107. A. Tujuan Jangka Panjang Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengobatan rawat jalan. Jangka pendek : a. Tujuan Jangka Pendek a.000 penduduk 3. dengan jalan mengobati penderita penyakit menular yang sumber penularan. Penemuan penderita (case finding) sedini mungkin sehingga proporsi kecacatan tingkat dua dapat ditekan serendah mungkin. Mengobati penderita dengan standar pengobatan dan menggunakan obat yang termasuk DOEN b. Tujuan 1. Tujuan : 1.633 orang B. Menghindari timbulnya cacat atau penyakit menular. 39 .E. Memutuskan rantai penularan dari penyakit menular tertentu. Pengobatan MDT (kombinasi) terhadap semua penderita yang terdaftar terutama untuk penderita yang berada di wilayah kerja. Angka RFT : PB : 0 MB: 1 C. 2.

Kencing manis 10.72%) (3.b. Infeksi pny usus lain termasuk Thyphoid 7.4%) Tabel 12. dll 8. ISPA 2.6%) (3. Rheumatik. Kegiatan 1.5%) (10.klj ludah . radang sendi & pny tlg belakang 6. Melakukan tindakan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja. Pny rongga mulut.stomatitis. c.35%) (10.25%) (3. Pny Pulpa & jaringan Perfeksi (39.8%) (4. Melakukan rehidrasi bagi penderita GEA yang mengalami dehidrasi c. Hasil Pencapaian Program Pengobatan Puskesmas Gedangan Bulan Januari – Juni 2008 Target No. Hipertensi 3. a. Diare 5. Pny Kulit & alergi 9. Target dan Hasil Kegiatan Dari Bulan Januari Sampai Dengan Juni 2008 10 penyakit banyak rawat jalan di Puskesmas Gedangan 1. Siaga penanggulangan kasus darurat dan merujuk ke Rumah Sakit b. Gastritis 4.05%) (4.95%) (10. Pengobatan di daam maupun diluar gedung oleh tenaga perawat dan secara terpadu bersama tenaga KIA 2. Perawatan Darurat a. Variabel Satuan Kunjungan rawat jalan Jumlah N % Realisasi 40 .11%) (4.

Spec.kasus c.69 4. Feces cacing termasuk telur orang Kunj.08 24. Kunj.282 29794 38155 5572 100 100 54. : jml penddk) b.1.3 77. % 3058 3058 1021 81 4580 2088 787 20 100 68. Spec. % % 16343 5881 10. Spec. Neonatal……. Urine 3.2 Spec. Jumlah kasus GD yang ditangani puskesmas 2. Penanganan Kasus Jumlah kasus GD ditemukan 59 orang yang hasil 1.kasus Orang Orang 96 26 96 24 100 92 41 . Jumlah penemuan penderita baru BTA (+) 6. Spec. Darah 2. Tes kehamilan 5. Bayi ……. Jumlah kunjungan kasus baru 3. Jumlah kunjungan kasus lama 4. Jumlah kasus GD yang dirujuk ke RS a. Kontak rate 5. Maternal ……kasus b.. Visit rate (jml kunj. Jumlah kunjungan/ penderita lbaru 2. Tingkat kebenaran pemeriksaan BTA c. Pemeriksaan laboratorium sederhana 1.

. H. UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT 1.2 Meningkatkan kesadaran. Anak balita……. Kasus kecelakaan (lalin)…….kasus g.kasus f. Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan pengobatan (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) % 100 100 100 % 100 100 100 Evaluasi: Dari data hasil kegiatan ProgramPengobatan bulan Januari – Juni 2008 masih ada yang belum memenuhi taget yaitu jumlah penemuan penderit baru BTA (+). Pendahuluan Tujuan Umum Tercapainya derajat kesehatan gigi masyarakat yang optimal Tujuan Khusus 1.kasus d. Peningkatan mutu pelayanan a. sikap dan perilaku masyarakat dalam kemampuan pelihara dini (self care) di bidang kesehatan gigi dan mulut dan mengetahui pengobatan sedini mungkin. karena kurangnya kesadara penderita batuk-batuk lama untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Solusi : Memberikan peyuluhan mengenai penyakit TB pada masyarakat. Lain-lain …….3 Menurunkan pravalensi penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat (karies dan peridontitis) dengan upaya perlindungan atau 42 . Tingkat kepatuhan petugas thd prosedur pelayanan pengobatan b. 1.d. Penyakit potensial KLB…….kasus e.

Hasil pencapaian Program Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas Gedangan bulan Januari – Juni 2008 Target No. Dokter gigi b. Anak sekolah d. Variabel Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut a. Ibu hamil Sarana Peralatan a. Upaya Pembinaan/ Pengembangan Kesehatan Gigi Satuan Jumlah n Realisasi % 43 . Alat-alat tambal e.pencegahan tanpa mengabaikan upaya penyembuhan dan pemulihan. Perawat gigi  2 orang 1 orang 2 unit 2 unit terpenuhi terpenuhi terpenuhi Kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut Kegiatan pada program kesehatan gigi dan mulut yang meliputi: Unit rawat jalan kesehatan gigi dan mulut yang meliputi : Pelayanan di dalam poli gigi Puskesmas Gedangan(di dalam gedung) Penderita yang datang langsung ke Puskesmas Pelayanan di luar poli gigi Puskesmas Gedangan (diluar gedung) Kunjungan ke sekolah Tabel 13. Target dan Pencapaian Sasaran a. Dental Chair b. terutama pada kelompok masyarakat yang rawan. Anak prasekolah c. Hand instrumen Sasaran Tenaga a. Dental unit c. Masyarakat umum b. Alat-alat pencabutan d. 2.

28 : 1 15% x 1792 (15% murid 267 353 100 c. Pelayanan Kesehatan Gigi Jumlah perawatan gigi yang ditangani Jumlah Bumil dapat perawatan gigi 60% x 2043 (60% Bumil) Jumlah Balita & Apras dpt perawatan gigi 40% x 3938 (40% anak 1-6 th) orang 1575 264 16. Jumlah murid SD/MI yg mendpt pelayanan kesehatan gigi paripurna juml.6 pelayanan gigi 4% x 108950 (4% jumlah penduduk) 2.murid kls VI) 3. Demo sikat gigi massal di SD/MI (2 kali setahun) kali 2 54 100 b. Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan % 100 100 100 pengobatan (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data komulatif program Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut yaitu diantaranya 1. Frekuensi Penyuluhan Kesehatan Gigi di murid TK kali 2 43 100 2.69%). Rasio gigi tetap yg ditambal thd gigi yg dicabut X:y 1:1 115 : 90 1. Jumlah masyarakat umum yang mendapat pelayanan gigi (15. Peningkatan Mutu Pelayanan Tingkat kepatuhan petugas thd prosedur pelayanan pengobatan % 100 100 100 2. Jumlah balita & APRAS dapat perawatan gigi (9. 44 . Jumlah bumil dapat perawatan gigi (10.64 - Jumlah Murid SD/MI yg perawatan gigi 30% x 11550 (30% murid SD/MI) orang 3465 694 20 - Jumlah masyarakat umum yg mendapat orang 4358 1248 28.1. 2. 1. 4. 3.7 kasus orang 1225 240 14.9%). murid SD/MI. Jumlah murid SD/MI yang mendapatkan perawatan gigi (12. 1.serta masyarakat umum akan pentingnya kesehatan gilut.39%).65%) Semua yang tersebut diatas tidak mencapai target dikarenakan rendahnya kepedulian ibu hamil.

Laboratorium. PROGRAM PENGEMBANGAN / INOVATIF Program pengembangan inovatif merupakan program pendukung terlaksananya program wajib puskesmas.2. Upaya kesehatan Gigi dan Mulut. Upaya Kesehatan Usila. Upaya Kesehatan Kerja. Upaya Kesehatan Olahraga. Variabel Jumlah murid yg dilakukan penjaringan kesehatannya a. P2 M. A. Upaya Penyehatan Lingkungan. Upaya Kesehatan Jiwa/ Mental. Target No 1. Upaya Kesehatan Indera.posyandu). Program pengembangan inovatif yang ada dan sudah berjalan di Puskesmas Gedangan adalah : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) Upaya kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja. Upaya Kesehatan Matra. Pemeriksaan Penunjang. Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja. Upaya Perbaikan Gizi. Murid kelas I SMP/MTs % % 100 75 45 Satuan Jumlah Realisasi n % . Pemberdayaan Masyarakat dalam Kemandirian Hidup Sehat. Murid kelas I SD/MI b. UPAYA KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA Hasil Pencapaian Program Pengembangan Inovatif Puskesmas Gedangan Bulan Januari – Juni 2008 Tabel 14. III.Solusi: Penyuluhan tentang kesehatan gilut di sekolah serta disetiap acara kemasyarakatan (pengajian.

2. 46 . UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT Table 15. Di sekolah b. Frekuensi Pembinaan Kesehatan di Sekolah a. B. Di SD/MI b. 3. Frekuensi penyuluhan KRR a. Di Puskesmas/Poli remaja (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) % 75 Kali Kali Kali 7 7 7 Kali Kali 1 1 Anak Anak Keterangan : Program UKS belum dilaksanakan selama 1 semster ini. Di luar sekolah 4. UKGS tahap I UKGS tahap II UKGS tahap III Murid Murid Murid 11550 6352 267 7646 4471 353 66.4 100 Satuan Jumlah Realisasi n % (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut secara komulatif pada bulan Januari – Juni 2008 telah sesuai target. Jumlah konseling remaja a. Target No a. SLTP/MTs c. Agenda pelaksanaanya bulan Agustus 2008.2 70. Murid kelas I SMA/MA 2. Variabel Upaya Pembinaan/ Pengembangan kesehatan gigi 1.c. Di sekolah b. Di SMU/MA 3. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut.

Variabel Upaya pencegahan & penanggulangan Malaria 1. Tingkat kelengkapan alat dalam % 100 100 100 pelayanan pengobatan (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan Upaya P2M secara komulatif pada bulan Januari .Juni 2008 hasil tidak ada. Upaya Perbaikan Gizi Target No 1.M Table 16.94 70 orang Satuan orang 3200 91 1670 50 Jumlah Realisasi N % 47 . Jumlah follow up pengobatan syphilis & GO 4.M Target No a. Jumlah penderita syphilis & GO yg ditemukan 2.Pada remaja putri (90tbl) . Jumlah penderita syphilis & GO yg diberi pengobatan 3.Pada balita (syrup) 2.C. P2. Pemberian kapsul iodium pada daerah gondok endemic  Anak SD……. Variabel Pemberian zat besi pada sasaran . Murid  Pemberian kapsul iodium pada 5000 4900 597 3430 11. Angka kesakitan syphilis & GO TL pendrt pendrt Satuan Jumlah n Realisasi % b. P2. karena tidak ada kasus yang terjadi. UPAYA PERBAIKAN GIZI Table 17. D. Peningkatan mutu pelayanan Tingkat kepatuhan petugas thd prosedur pelayanan pengobatan % 100 100 100 2. 1.

Jumlah tempat perindukan vektor malaria yg ditindak lanjuti : 48 TL Rumah rujukan sampel limbah Kali Sampel Satuan Jumlah Realisasi N % . Hal ini dikarenakan pemberian berikutnya dilakukan pada tahun ajaran baru 2008..bumil & bufas semua wilayah serta WUS …. Wanita 3. 2. Frekuensi penyuluhan pd POKMAIR Jumlah industry b.. UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN Table 18. yaitu : pemberian kapsul Iodium pada daerah gondok endemik yang ditujukan pada murid SD. Solusi : menunggu pelaksanaan pada tahun ajaran baru 2008. Variabel Upaya pengawasan kualitas lingkungan 1. E. Upaya Penyehatan Lingkungan Target No a.lokasi 2. Pengendalian Vektor Jumlah rumah yang diberi abatisasi  Massal………. 5. 1. Jumlah kunjungan pojok gizi Desa/ kelurahan mengalami KLB yg ditangani < 24 jam (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Kali 4 2 50 Kali % 80 5 83 5 100 100 Evaluasi :Berdasarkan data pencapaian program gizi pada bulan Januari-Juni 2008 terdapat program yang di bawah target.rumah  Tempat perindukan vektor malaria yang diawasi…….rumah  Selektif ……. Pemantauan pola konsumsi thd 20 KK (per desa 4x/tahun) 4.

b.tempat  Diberi biological control……. Meningkatkan pelayanan laboratorium di dalam ikut serta membantu menegakkan diagnose penyakit. Penderita rawat inap dan rawat jalan. c. Meningkatkan ketrampilan dan ketelitian petugas dalam pemeriksaan.. Target dan Pencapaian Table 19 . Diberi larvaciding……. Anak sekolah. LABORATORIUM 1. 2. Masyarakat umum yang memerlukan pelayanan laboratorium. 4. diagnose dini maupun monitoring dalam rangka penyembuhan.tempat (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) F. Variabel Golongan darah Pemeriksaan kolesterol Pemeriksaan asam urat Satuan Spec Spec Spec Jumlah 101 322 318 Realisasi N 101 322 318 % 100 100 100 49 . Hasil Pencapaian Program Laboratorium sederhana Puskesmas Gedangan bulan Januari .tempat  Diberi penyemprotan…….Juni 2008 Target No 1. Sasaran : 1.(UKS) 2. 2.. Ibu hamil. Tujuan Khusus : a. Meningkatkan hasil cakupan pemeriksaan dan rujukan. 3. 3. pencegahan penyakit.. Pendahuluan Tujuan Umum : Penyelenggaraan pelayanan secara efektif dan efisien untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan.

UPAYA KESEHATAN USILA 1. 3) Diet seimbang. Kelompok keluarga yang memiliki usia lanjut. Jumlah sampel yang dirujuk Spec. 6) Hidup sehat dengan menghindari kebiasaan yang tidak baik. 50 . 6. 2) Latihan fisik dan mental secara teratur. Tahu dan ingin melaksanakan : 1) Deteksi dini penurunan kesehatan.Juni 2008. minum alcohol. G. pemeriksaan laboratorium sudah dilaksanakan sesuai target. 7) Penanggulangan masalah kesehatannya sendiri secara teratur b.4. Tujuan Khusus : a. Pendahuluan Tujuan Umum : Diperolehnya peningkatan derajat kesehatan dan kehidupan usia lanjut mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna bagi kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan kebudayaan di tengah – tengah masyarakat. 5. serta teratur dan berkesinambungan memeriksakan kesehatannya ke puskesmas atau instansi pelayanan kesehatan lainnya. 5) Kelompok dan bersosialisasi. 7. kelelahan fisik dan mental. 4) Kebersihan perorangan. 1274 1274 100 506 1039 506 1039 100 100 8. seperti merokok. kopi. Pemeriksaan PCV/ hematokrit pd kasus tersangka DBD Spec. - - - (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan secara komulatif dari bulan Januari . - - - 9. Kelompok Usia Lanjut. Widal SGOT/ SGPT Gula darah Pemeriksaan trombosit pd kasus tersangka DBD Spec Spec Spec Spec.

Target dan Pencapaian Sasaran : Usia lanjut menurut Undang-undang No. Lintas Sektor. Tahu dan ingin melaksanakan : 1) Pembinaan. Kelompok usia lanjut dini c. pengembangan dan peningkatan kesejahteraan serta kemandirian usia lanjut. c. 1. 2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan yang berkaitan dengan usia lanjut. Kelompok usia lanjut : 45 – 54 tahun : 55-64 tahun : lebih dari 64 tahun 51 . 2) Bantuan dalam mengatasi masalah kesehatan usia lanjut secara tepat dan benar.Tahu dan ingin melaksanakan : 1) Pemeliharaan peran usia lanjut dan keterlibatan usia lanjut dalam keluarga dan di luar keluarga. Tahu dan melaksanakan : 1) Pembinaan. 2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan yang berkaitan dengan usia lanjut. tahun sama atau lebih dari 55 tahun Menurut Departemen Kesehatan. 4) Pemeliharaan fisik dan mental serta spiritual yang teratur dan berkesinambungan di tengah penuh kasih sayang dan tanggung jawab. 2. bantuan dan dorongan untuk menyalurkan dan pengembangan minat dan hobi. d. Penyelenggaraan Kesehatan. 3) Dukungan. 1) Program pembinaan kesehatan usia lanjut. Kelompok masyarakat lingkungan usia lanjut. Kelompok pertengahan umur b. Sasaran Langsung a. e. 2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan masyarakat yang berlintas dengan pemeliharaan kesehatan usia lanjut. 4. pengembangan dan peningkatan kesejahteraan serta kemandirian usia lanjut.

Organisasi sosial yang bergerak di dalam pembinaan kesehatan usia lanjut. Hasil Pencapaian Program Upaya Kesehatan Usia Lanjut Puskesmas Gedangan bulan Januari . Lebih menggalakkan kerjasama lintas sektor untuk mendapatkan dukungan terbentuknya posyandu lansia.hal ini disebabkan: Tidak semua lansia memeriksakan kesehatannya ke puskesmas. penderita penyakit berat.77 Satuan Kelomp Jumlah 15 Realisasi N 12 % 80 pelayanan kesehatan (Pra Usila dan Usila) a. terpencil hidup dalam panti. 52 . Di poli Usila 326 orang (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Dari data komulatif pencapaian program Upaya Kesehatan Usila didapatkan : Jumlah kelompok usila yang dibina (80%). Pemahaman masyarakat akan pentingnya posyandu lansia kurang Jumlah usila yang mendapatkan pelayanan kesehatan (65. Solusi : Dilakukan sosialisasi pentingnya posyandu lansia. Frekuensi pembinaan kelompok USILA Jumlah USILA yang mendapatkan Kali Orang 6 5872 36 3862 100 65. 3. Variabel Jumlah kelompok usia lanjut yang dibina sesuai standar 2. hal ini disebabkan : Ada beberapa desa belum mendukung program posyandu lansia. 2. Keluarga dimana usia lanjut berada b. Di posyandu Usila 3536 orang b.Juni 2008 Target No 1. Sasaran Tidak Langsung a. c.d. Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi lebih dari 70 tahun hidup sendiri. cacat dan lain-lain.77%) . Table 20. Masyarakat lain.

JPKM Jumlah Gakin memiliki kartu JPKM Jumlah Gakin memanfaatkan kartu JPKM 53 Gakin Kunj.H. Hasil Pencapaian Pemberdayaan Masyarakat dalam Kemandirian Hidup Puskesmas Gedangan bulan Januari . Variabel Bina Kesehatan Tradisional Jumlah Batra yang dibina Frekuensi Pembinaan Batra Jumlah batra yang terdaftar & mendapat ijin (jmlh pengobatan terdaftar/ mendpt ijin dari Dinas Kesehatan) b. UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA Table 21. 3. 1. I. 123 40 38 1 50 123 268 246 41 50 100 100 100 100 100 Evaluasi : Dari data komulatif pencapaian program Upaya Kesehatan Olahraga sudah sesuai target. 2. 304 143 Satuan Orang % Kal 5% 50 12 25 39 50 100 Jumlah Realisasi n % .Juni 2008 Target No Variabel Pemeriksaan kesegaran jasmani yang dilakukan Jumlah SD Jumlah SLTP Jumlah SLTA Kelompok senam Puskesmas (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Realisasi N % Satuan Orang Jumlah SD SLTP SLTA Kelomp. 1. Hasil Pencapaian Program Upaya Kesehatan Olahraga Puskesmas Gedangan bulan Januari .Juni 2008 Target No a. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KEMANDIRIAN HIDUP SEHAT Table 22. 2. Pusk.

UPAYA KESEHATAN KERJA Table 24. Hasil Pencapaian Upaya Kesehatan Kerja Puskesmas Gedangan bulan Januari . J.Juni 2008 Target No 1. 2. PEMERIKSAAN PENUNJANG Table 23. Pemeriksaan USG Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan EKG Pemeriksaan lainnya Kali Kali Kali Satuan Jumlah Realisasi n % (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Keterangan : Puskesmas Gedangan tidak memliki alat yang tersebut diatas untuk pemeriksaan penunjang. Hasil Pencapaian Pemeriksaan Penunjang Puskesmas Gedangan bulan Januari . Jumlah kader yang diberi pelatihan ketrampilan P3K (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Realisasi n 4 % 100 Satuan Kali Jumlah 4 Orang 20 20 100 54 .Juni 2008 hasil program telah sesuai target. K.Juni 2008 Target No Variabel Pemeriksaan penunjang 1. 3. 4. Variabel Frekuensi penyuluhan UKK yang dilakukan :  Pada kelompok pengusah 4 klpk  Pada kelompok pekerja 4 klpk 2.(Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kemandirian Hidup Sehat secara komulatif pada bulan Januari .

Evaluasi : Berdasarkan data kegiatan Upaya Kesehatan Kerja secara komulatif pada bulan Januari . Memberikan pelayanan kepada penderita gangguan jiwa secara teratur dengan biaya murah. Variabel Jumlah kasus mental yang ditemukan……kasus 2. 5.. L. Hasil Pencapaian Upaya Kesehatan Jiwa Puskesmas Gedangan bulan Januari .6 puskesmas 4. Perawatan penderita gangguan jiwa dan pembinaan pada keluarga. epilepsy dan gangguan jiwa lainnya. Jumlah kasus mental yang 116 100 Satuan Jumlah 2691 Realisasi n 2715 % 100 dirujuk……. Pencarian penderita baru psikosa. Jumlah kasus mental yang ditangani Orang 7723 2813 36. 3. Pendahuluan Tujuan : 1. Mengurangi penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarganya. 2. 4.Juni 2008 Target No 1. Target dan Pencapaian Table 25.kasus 3. Frekuensi penyuluhan kesehatan mental (NAPZA dll) (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Kali 55 . 2. Sasaran   Pengobatan psikosa atau neurosa serta gangguan jiwa lainnya. UPAYA KESEHATAN JIWA/ MENTAL 1. retardasi mental.Juni 2008 hasil program telah sesuai target. Menemukan kasus-kasus jiwa sedini mungkin. Usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik jasmani maupun rohani guna mencapai keluarga bahagia dan sejahtera.

Hasil Pencapaian Upaya Kesehatan Indera Puskesmas Gedangan bulan Januari . Meningkatkan jangkauan refraksi sehingga masyarakat yang mengalami gangguan fungsi indera dapat terlayani. UPAYA KESEHATAN INDERA 1. program Upaya kesehatan Jiwa/ Mental pada kasus mental yang ditangani puskesmas belum sesuai target karena banyaknya balai pengobatan swasta dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan kesehatan mentalnya. Target dan Pencapaian Sasaran Pengunjung Puskesmas. M. Menurunnya prevalensi kesakitan indera sehingga tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. katarak) 2 Frekuensi penyuluhan operasi katarak Kali Orang 1634 963 59 Satuan Jumlah Realisasi n % 56 . Masyarakat pada umumnya. Solusi : pelaporan ke puskesmas oleh BPS dan klinik swasta sehingga bisa digunakan evaluasi program Puskesmas.Evaluasi : Berdasarkan data secara kumulatif dari bulan Januari . sikap dan perilaku masyarakat dalam pemeliharaan dirinya di bidang kesehatan indera. Tujuan Khusus Meningkatkan kesadaran. 2. Variabel Upaya pencegahan kebutaan Jumlah orang yang diperiksa matanya (visus. Pendahuluan Tujuan Meningkatnya derajat kesehatan mata masyarakat secara optimal. Table 26.Juni 2008. Murid sekolah.Juni 2008 Target No a. 1.

Upaya pencegahan Gangguan Pendengaran Jumlah orang yang diperiksa kesehatan telinga Orang 544 926 100 c. 2.Juni 2008 masih ada yang belum mencapai target.Juni 2008 Target No 1. Variabel Jumlah calon jemaah haji yang diperiksa Jumlah haji yang dilacak Jumlah calon transmigran/ transmigran yang diperiksa 2. Solusi : Memberikan penyuluhan pentingnya kesehatan mata pada masyarakat. yaitu jumlah orang yang diperiksa matanya (visus. Jumlah kader yang diberi pelatihan ketrampilan P3K (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Realisasi n 62 % 100 - Satuan Orang Orang Orang Jumlah - Orang - - - 57 . N. 1. Tingkat kelengkapan alat dalam % pelayanan mata (Sumber : Data Puskesmas Gedangan 2008) Evaluasi : Berdasarkan data kumulatif program kesehatan Indera di Puskesmas Gedangan periode Januari . karena kurangnya kesadaran penderita untuk memeriksakan diri kepuskesmas. katarak). Hasil Pencapaian Upaya Kesehatan Matra Puskesmas Gedangan bulan Januari .b. 3. Peningkatan Mutu Pelayanan Tingkat kepatuhan petugas thd prosedur pelayanan mata % 2. UPAYA KESEHATAN MATRA Table 27.

Juni 2008 mencapai 73.1 (6. Jumlah institusi pendidikan yang diklasifikasi IV selama Januari .7%) dari target 1634.Juni 2008 diPuskesmas Gedangan tidak ditemukan. Fe 90 pada bulan Januari .17%) dari target 3150. Bumil yang diukur LILA pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 893 (44%) dari target 2043. 8. Bumil risti komplikasi ditangani / dirujuk ke RS pada bulan Januari-Juni 2008 hanya mencapai 32 (6. Junjungan Bumil K – 4 Januari . 10.Juni 2008 di Puskesmas Gedangan mencapai 4 (10%) dari target 41 4. 5.Juni 2008 mencapai 765 (37.4%) dari target 100%. Jumlah rumah tangga sehat selama Januari .24%) dari target 42. 13. 16. Bayi ( 0 . 2.66%) dari target 4722.Juni 2008 hanya mencapai 646 (39.A pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 868 (45%) dari target 1942.38%) dari target 1501. 7.4%) dari target 2043. Bumil risti dirujuk pada bulan Januari . Keberhasilan penimbangan (N/D) bulan Januari – Juni 2008 menapai 58. 6. 15. 9.6 bulan) mendaapat ASI exclusive pada bulan Januari-Juni 2008 hanya mencapai 4.6 (92%) dari target 100%. Jumlah tempat-tempat umum (TTU) diperiksa dan ditindak lanjuti dengan clorinasi air 2 kali /th pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 22 (43.8%) dari target 60. Bumil yang mendapat tab. Persalinan oleh nakes pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 396 (26.13%) dari target 51. 58 . Jumlah rumah penduduk diperiksa dan ditindak lanjutu pemberian kartu rumah pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 1920 (40.4 (83. Jumlah tempat kerja klasifikasi IV selama Januari . 12.Juni 2008 mencapai 128 (44.76%) dari target 286. 11.BAB IV RUMUSAN MASALAH 1.Juni 2008 di Puskesmas Gedangan mencapai 1171 (37. Jumlah tempat umum (TTU) klasifikasi IV selama Januari .Juni 2008 di Puskesmas Gedangan mencapai 19 (45. Jumlah bayi (6-11 bulan) yang mendapat vit. 14.25%) dari target 512. Kurangnya partisipasi masyarakat (D/S) bulan Januari . 3.

8% ) dari target1139. 20.10%)dari target 12341.50%) dari target 1855.6%) dari target 1225. 24.17. Jumlah akseptor aktif pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 2571 (31%) dari target 8306. 19. Jumlah penemuan penderita baru BTA (+) pada bulan Januari–Juni 2008 mencapai 20 ( 24. 59 . Jumlah kasus mental yang ditangani puskesmas pada bulan januari – juni 2008 hanya mencapai 2831 (37%) dari target 7723.69 % ) dari target 81. Kunjungan Neonatus (KN-2) pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 679 (45. 21.Juni 2008 hanya mencapai 2481 (20. Tingkat kepatuhan provider terhadap prosedur pelayana ANC pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 80 (80%) dari target100. Jumlah bumil dapat perawatan gigi pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 240 (19. 27.7%) dari target 1575.4%) dari target 189. 30.6%) dari target 4358. 25. Jumlah orang yang mengalami efek samping semua metoda yang ditangani pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 240 (44. 28. Jumlah murid SD/MI yang mendapat perawatan gigi pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 694 (20%) dari target 3465. 22. 18. Kunjungan bayi (bayi baru) pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 677 ( 36.75%) dari target 1484. Jumlah pengambilan dan fiksasi sputum tersangka penderita TB pada bulan Januari– Juni 2008 mencapai 157 (13. 29. Deteksi dan distimulasi tumbang pada Januri . 23. Jumlah balita & APRAS dapat perawatan gigi pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 264 (16. Pemberian kapsul Iodium di daerah gondok endemik anak murid SD pada bulan Januari – Juni 2008 hanya mencapai 597 (12%) dari target 5000 murid. Jumlah masyarakat umum yang mendapat pelayanan gigi pada bulan Januari-Juni 2008 mencapai 1248 (28. 26.

60 .

1 PRIORITAS MASALAH DENGAN METODE MCUA KRITERIA pengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat 30 pengaruh terhadap program 25 kemampuan petugas 20 biaya rendah waktu yang diperlukan singkat 10 jumlah 15 100 BOBOT MASALAH 1 jumlah rumah tangga sehat 2 jumlah institusi pendidikan yang diklasifikasi IV jumlah tempat umum (TTU ) klasifikasi IV jumlah tempat klasifikasi IV kerja S BXS S BXS S BXS S BXS S BXS S BXS S BXS S BXS 3 90 2 60 3 90 3 90 3 90 2 60 3 90 3 90 2 50 1 25 1 25 1 25 2 50 2 50 3 75 2 50 1 20 2 40 2 40 2 40 1 20 2 40 2 40 2 40 1 15 1 15 1 15 2 30 1 15 1 15 1 15 1 15 1 10 2 20 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 205 230 175 185 195 180 160 185 3 4 5 jumlah TTU diperiksa dan ditindaklanjuti dengan klorinasi air 2x/th jumlah rumah penduduk diperiksa dan ditindaklanjuti pemberian kartu rumah Jumlah bayi (6-11 bulan) yang mendapat vit.IV.A Bumil yang diukur LILA 6 7 8 59 .

S 2) BXS 18 kunjungan bayi (bayi baru) 19 deteksi dan distimulasi tumbang S BXS S BXS 20 jumlah akseptor aktif S BXS 60 . Fe 90 10 kurangnya partisipasi masyarakat (D/S) 11 Keberhasilan penimbangan (N/D) 12 bayi (0-6 bln) mendapat ASI eksklusif 13 kunjungan bumil K-4 S BXS S BXS S BXS S BXS S BXS 3 90 4 120 4 120 4 120 2 90 2 60 3 90 3 90 3 90 2 60 2 60 2 60 3 75 4 100 4 100 3 75 3 75 2 50 2 50 4 100 3 75 3 75 3 75 2 50 2 40 3 60 3 60 2 40 2 40 3 60 3 60 4 80 2 60 3 60 2 40 2 40 1 15 1 15 2 30 1 15 2 30 3 45 2 30 2 15 1 15 2 30 1 15 1 15 2 20 2 20 2 20 1 10 1 20 2 20 1 15 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 175 200 135 150 295 245 235 225 250 330 315 240 14 bumil RISTI dirujuk S BXS 15 bumil RISTI komplikasi S ditangani atau dirujuk ke RS BXS 16 pesalinan oleh nakes S BXS 17 kunjungan neonatus (KN.9 bumil yang mendapat tab.

21 tingkat kepatuhan provider S BXS 1 30 2 60 5 150 5 150 4 120 3 90 2 60 2 60 4 120 2 60 2 50 3 75 5 125 5 125 3 75 3 75 2 50 2 50 3 75 2 50 3 60 3 60 5 100 5 100 3 60 3 60 3 60 2 40 2 40 2 40 1 15 1 15 4 60 2 30 2 30 2 30 1 15 1 15 1 15 2 30 1 10 1 10 4 40 4 40 1 10 1 10 1 10 1 10 2 20 1 10 190 290 275 295 265 295 440 475 220 165 22 jumlah orang yg S mengalami efek samping semua metode yg BXS ditangani 23 jumlah pengambilan dan S fiksasi sputum tersangka BXS penderita TB jumlah 24 jumlah penemuan S penderita baru BTA (+) BXS 25 bumil dapat perawatan gigi 26 balita dan APRAS dapat perawatan gigi 27 jumlah murid SD/MI yg mendapat perawatan gigi S BXS S BXS S BXS 28 jumlah masyarakat umum S yg mendapat pelayanan BXS gigi 29 pemberian kapsul Iodium S didaerah gondok endemik BXS anak murid SD 30 jumlah kasus mental yg S ditangani BXS 61 .

ANALISA PENYEBAB MASALAH KURANGNYA JUMLAH PEMERIKSAAN BTA DI PUSKESMAS GEDANGAN MANUSIA DENGAN METODE FISH BONE DANA Kesadaran penduduk kurang Malas berobat Daerah yang diperiksa kurang efektif Banyak yang berobat ke swasta Pengetahuan masyarakat masih kurang Transportasi sulit Ekonomi menurun Penyakit TB dianggap penyakit yang wajar Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat obat Kebutuhan hidup meningkat Jumlah Pencapaian BTA 13.8% dari 100 % Kerjasama dengan Yankes masih kurang Pengaruh industri Peltihan lintas sektor kurang Pemasyarakatan TB belum merata Transport rujukan petugas Kerjasama lintas sektor kurang Keterlambatan rujukan dari instansi kesehatan Kerjasama dengan perusahaan kurang Pelatihan petugas kurang LINGKUNGAN METODE 62 .

Kerjasama lintas program kurang 5. Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta banyak II 2 E URUTAN MASALAH : 1. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang sebab I I I I I I I I dan akibat TB 8 A 3.IV. Pengetahuan masyarakat yang rendah 3. 4. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang sebab dan akibat TB 2. Masalah Pengetahuan masyarakat yang rendah Tally IIIIII 6 Jumlah B 2. Pencatatan dan pelaporan kurang Kerjasama lintas program kurang IIII III 4 3 C D 5. Pencatatan dan pelaporan yang kurang 4. Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta banyak .2 DISTRIBUSI FREKWENSI PENYEBAB MASALAH No 1.

Transportasi penderita kurang 1 . 5.IV. Pencatatan dan pelaporan kurang. 6.2. 3. 2. Pengetahuan masyarakat yang rendah. 4. Kerjasama lintas program kurang. Sarana pelayanan kesehatan swasta banyak. DIAGRAM PARIETO 8 7 6 5 4 3 2 1 0 A B C D E Keterangan : 1. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang sebab dan akibat TB.

koordinasi dengan pelayanan kesehatan swasta. 2.BAB V PEMECAHAN MASALAH Dari beberapa alternatif pemecahan tersebut dilakukan pembobotan untuk menentukan pemecahan masalah yang terpilih dengan cara MCUA : Alternatif pemecahan masalah : NO ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH S 1 2 3 didukung dengan baik (7) cepat penerapannya (6) mudah penerapannya (5) 9 7 8 SB 63 42 40 145 S 7 5 5 SB 49 30 25 109 S 7 7 8 SB 49 42 40 131 S 6 4 4 SB 42 24 20 86 S 7 5 5 SB 49 30 25 104 1 2 3 4 5 Keterangan : 1. 2. pembinaan petugas ditingkatkan. kerjasama lintas sektor ditingkatkan 4. meningkatkan penyuluhan tentang TB kepada masyarakat. kerjasama lintas sektor ditingkatkan. Urutan alternatif pemecahan masalah : 1. 3. pembinaan petugas ditingkatkan 4. koordinasi dengan pelayanan kesehatan swasta 5. pendataan penderita TB yang lebih intensif dan akurat 5. 2 . meningkatkan penyuluhan tentang TB kepada masyarakat. pendataan penderita TB yang lebih intensif dan akurat. 3.

Peningkatan koordinasi dengan balai pelayanan kesehatan swasta. Pembinaan petugas dan pemegang wilayahuntuk lebih mengerti tentang proses prosedur penjaringan suspek pendderita TB. 3. Meningkatkan penyuluhan tentang TB terhadap masyarakat dengan memanfaatkan pertemuan formal maupun informal. 5. 4. 2. 3 . Pendeteksian dini terhadap penderita TB ditingkatkan. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral.BAB VI RENCANA PENERAPAN 1.

 Sarana dan fasilitas kesehatan di wilayah Puskesmas Gedangan sudah memadai.  Pada umumnya pencapaian program-program kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Gedangan periode januari – juni 2008 sudah mencapai target.  Dari sebagian program yang belum mencapai program perlu diingat bahwa periode penyusunan laporan ini belum mencapai penuh 1 tahun sehingga ada beberapa program belum dapat mencapai target dan diharapkan pada akhir tahun 2008 sudah dapat mencapai target. selanjutnya perlu ditingkatkan dan dipertahankan agar menghasilkan kinerja yang optimaldan dapat menunjang keberhasilan tiap program. terutama dengan difungsikannya Puskesmas Pembantu dan Polindes di desa walaupun dengan sarana dan tenaga yang terbatas. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa :  Hasil akhir pencapaian dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan di Puskesmas Gedangan bulan januari – juni 2008 sudah mendekati target yang diharapkan. walaupun demikian masih ada juga beberapa program yang hasil akhirnya belum memenuhi target. bahkan ada pula yang angka pencapaiannya sudah melebihi target yang ditetapkan. 4 .BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN I. KESIMPULAN Dari keseluruhan kegiatan pembangunan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Gedangan.  Dukungan maupun kerjasama antar lintas program dan lintas sektoral juga sudah berjalan.

SARAN – SARAN  Meningkatkan penyuluhan terhadap masyarakat dengan memanfaatkan pertemuan formal maupun informal seperti rapat desa. 5 . pengajian dan sebagainya. lintas program dan swasta untuk sam-sama melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat. Perlu diadakannya kerjasama lintas sektoral.  Optimalisasi fungsi laboratorium sederhana dengan menambah alat dan bahan reagen guna menunjang keberhasilan program.II.  Penambahan sarana-sarana diagnostik untuk balai pengobatan guna meningkatkan mutu pelayanan. arisan ibu rumah tangga.   Meningkatka dana operasional dalam pemeriksaan suspek TB.

6 . sarana penunjang dan dana. Kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membantu karena kami menyadari adanya kekurangan. Kritik dan saran tersebut akan sangat membantu kami dalam melakukan penyempurnaan dan perbaikan pelaksanaan program pembangunan kesehatan di lain waktu Terima kasih. baik di dalam melaksanakan program pembangunan kesehatan ataupun dalam membuat laporan ini karena keterbatasan waktu.BAB VIII PENUTUP Hasil dari pengamatan dan penelitian yang kami lakukan di Puskesmas Gedangan yang dimulai pada tanggal 16 Juni 2008 sampai 12 Juli 2008 menunjukkan bahwa sebagian beser program pokok puskesmas yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terlaksana dengan baik sehingga target yang diinginkan dapat tercapai. Namun masih ada beberapa program yang masih belum dapat terlaksana karena keterbatasan tenaga pelaksana.

7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful