Anda di halaman 1dari 29

PRESENTASI DIARE AKUT

Pembimbing : dr. Wan Nedra, Sp.A

KASUS 1 DIARE AKUT DENGAN SYOK HIPOVOLEMIK


Anamnesis Pemeriksaan fisik
KU: lemah KS: letargis

Pasien anak laki-laki usia 2 tahun, diare sejak 2 hari SMRS. Buang Air Besar 5 kali, lendir (+), setiap diare +/- gelas aqua, berwarna kuning kehijauan. Muntah 5 kali terutama bila diberi minum. Setiap muntah +/ gelas aqua. Pasien lemah dan lesu, tidak mau makan dan minum. Nyeri perut (+). Terakhir BAK kemarin malam, BAK sedikit

Nadi: 140x/menit (teraba lemah)


RR: 35x/menit TD: 80/60 mmHg Suhu: 37,4C Kulit: turgor kembali lambat (>2det) Mata: cekung Mult: bibir & mukosa mulut kering Ekstremitas: capillary refill >2det akral dingin

KASUS 2 GASTROENTERITIS AKUT TANPA DEHIDRASI


Anamnesis Pemeriksaan fisik

Pasien anak perempuan, usia 1 tahun 5 bulan, diare sejak 1 minggu SMRS. BAB cair, sedikit ampas, berlendir, tanpa darah, dan berwarna kuning. Setiap BAB +/- gelas aqua. BAB 8-9 kali dalam sehari. Keluhan lain seperti timbul demam 3 hari SMRS, muntah berisi makanan dan susu. Pasien telah dibawa ke puskesmas pada hari ke-3 & 5 sejak pasien sakit. Mendapat obat puyer, paracetamol,zinc, namun tidak ada perbaikan. Pasien masih mau makan & minum ASI. BAK lancar.

DEFINISI
Buang air besar > 3 kali /hari, terjadi perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir & darah selama < 1 minggu. (IDAI) (Definisi nelson)

RISK FACTOR
Feces contact before handling food Lack of proper handwashing Improper food hygiene Improper food refrigeration

Food exposure to flies

Improper disposal of feces

Diarrhea

Consumption of contaminated water or food

ETIOLOGI
Faktor Infeksi
Infeksi enteral Infeksi parenteral

Faktor Malabsorbsi
Faktor Makanan Faktor Psikologis

Karbohidrat Lemak Protein

Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan

Rasa takut dan cemas

CAUSATIVE AGENTS

PATOGENESIS
Jasad renik menyebabkan diare melalui :

Virus
Rotavirus berkembang biak dalam epitel vili usus halus kerusakan sel epitel & pemendekan vili terjadi penggantian sementara oleh sel epitel bentuk kripta yang belum matang, usus mensekresi air dan elektrolit. Dapat juga karena hilangnya enzim disakaridase berkurangnya absorbsi disakarida (laktosa). Penyembuhan, bila vili regenerasi & epitel vilinya matang.

PATOGENESIS
Bakteri

Bakteri (pili/fimbria) menempel pada mukosa (reseptor dipermukaan usus) perubahan epitel usus pengurangan kapasitas penyerapan /sekresi cairan. Toksin absorpsi natrium melalui vili & sekresi chlorida dari kripta sekresi air & elektrolit. Penyembuhan bila sel yang sakit diganti dgn sel yang sehat (2 4 hari). Diare berdarah terjadi melalui invasi & perusakan sel epitel mukosa (di colon & distal ileum), diikuti mikroabses & ulkus superficial (krn toksin kerusakan jar) melena.

PATOGENESIS
Protozoa

G. lamblia dan Cryptosporidium menempel pada epitel usus halus pemendekan vili diare.
E.histolitica menginvasi epitel mukosa colon/ileum mikroabses dan ulkus diare, terjadi pada strain sangat ganas, strain yang tidak ganas tidak ada invasi ke mukosa dan tidak timbul gejala atau tanda-tanda, meskipun kista amoeba dan tropozoit mungkin ada di dalam tinjanya.

MEKANISME DIARE

Diare sekretorik
Sekresi air & elektrolit ke dlm usus halus gangguan absorbsi Na oleh vilus saluran cerna, sekresi Cl berlangsung terus/ air & elektrolit keluar dari tubuh (tinja cair).

Diare osmotik
Bila di dalam lumen usus terdapat bahan yang secara osmotik aktif dan sulit diserap diare.

PENILAIAN DEHIDRASI MENURUT WHO


Kolom A Anamnesis Diare Muntah < 4 x sehari 4-10 x sehari 10x sehari Sering sekali Kolom B Kolom C

ada / sedikit Tidak ada


Normal

Kadang kadang Haus


Sedikit pekat

Haus
kencing

Sgt haus
kencing ( 6 jam )

PENILAIAN DEHIDRASI MENURUT WHO


Kolom A
Inspeksi Keadaan umum Air mata Mata Mulut & lidah Nafas

Kolom B

Kolom C

Baik
Ada N Basah N

Jelek, mengantuk Tidak ada Cekung Kering Lebih cepat

sadar / gelisah
Tidak ada Sgt cekung, kering Sgt kering Sgt cepat, dalam

PENILAIAN DEHIDRASI MENURUT WHO


Kolom A
Palpasi kulit Turgor Nadi Ubun-ubun Berat badan Cepat kembali N N Kembali pelan N/cepat cekung Sgt pelan Sgt cepat, lemah Sgt cekung Kehilangan 10 %

Kolom B

Kolom C

Kehilangan 2,5 % Tanpa dehidrasi

Kehilangan 2,5 10 %
2 tanda / lebih dehidrasi ringan sedang

Kesimpulan

2 tanda / lebih dehidrasi berat

MANIFESTASI KLINIS

1. Bayi/anak cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun 2. Muntah 3. Kalau banyak kehilangan cairan dan elektrolit jadi dehidrasi berat badan menurun, turgor kulit menurun, mata dan ubun-ubun besar cekung, selaput lendir dan mulut serta kulit kering

GEJALA KHAS DIARE AKUT

DIAGNOSIS
1. Anamnesis Lamanya diare Frekuensi ( berapa kali sehari )

2. Pemeriksaan Jasmani Dilihat dari derajat dehidrasi menurut WHO 3. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan tinja pH & kadar gula Pemeriksaan darah Analisa gas darah Kadar ureum

Banyaknya / volumenya
Warnanya Baunya Buang air kecil

Batuk, panas, pilek, dan kejang


Makanan dan minuman sebelum dan sesudah sakit Penderita diare di sekitar rumah Berat badan sebelum sakit

PENATALAKSANAAN
TUJUAN PENGOBATAN Mencegah dehidrasi Mengatasi dehidrasi yang telah ada Mencegah kekurangan nutrisi dengan memberikan makanan selama dan setelah diare Mengurangi lama dan beratnya diare, serta berulangnya episode diare, dengan memberikan suplemen zinc.

DIET
An age-appropriate diet regardless of the fluid used for ORT/maintenance Infants require more frequent breastfeedings or bottle feedings special formulas or dilutions unnecessary Older children should be given appropriately more fluids Frequent, small meals throughout the day (six meals/day)

Energy and micronutrient-rich foods (grains, meats, fruits, and vegetables)


Increasing energy intake as tolerated following the diarrheal episode Avoid: Canned fruit juices these are hyperosmolar and can aggravate diarrhea.

Probiotics are specific defined live microorganisms, such as Lactobacillus GG (ATCC 53103), which have demonstrated health effects in humans. Controlled clinical intervention studies and meta-analyses support the use of specific probiotic strains and products in the treatment and prevention of rotavirus diarrhea in infants.

DRUGS
Antidiarrheals have no practical benefits for children with acute/persistent diarrhea. Antiemetics are usually unnecessary in acute diarrhea management. 1. Antimotility Loperamide (adults). 2. Antisecretory agent Bismuth subsalicylate.

3. Adsorbents activated charcoal, attapulgite.


Antimicrobial therapy is not usually indicated in children. Antimicrobials are reliably helpful only for children with bloody diarrhea (most likely shigellosis), suspected cholera with severe dehydration, and serious nonintestinal infections (e.g., pneumonia).

Antimicrobial continue..

EDUCATION
Water, sanitation, and hygiene: Safe water

Sanitation: houseflies can transfer bacterial pathogens


Hygiene: hand washing Safe food:

Cooking eliminates most pathogens from foods


Exclusive breastfeeding for infants Weaning foods are vehicles of enteric infection Micronutrient supplementation: the effectiveness of this depends on the childs overall immunologic and nutritional state; further research is needed. Vaccines

TERIMA KASIH