login Sat 05 of Mar, 2011 [12:23 UTC

]

  o o  o o o o  o  o o  o  o

[Home E-CASE] Artikel Daftar Artikel Daftar Topik Presus Presus Home Daftar Presus Rangking Presus Print Forum Forum Home Jadwal Daftar Jadwal Kalender Jadwal Galeri Gambar Daftar galeri Galeri File Daftar galeri

Penatalaksanaan Asma Pada Anak Dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut
ecase anak (Anggun Yoso Prabowo, 20030310033) Dibuat oleh: Anggun Yoso Prabowo,Modifikasi terakhir pada Mon 20 of Dec, 2010 [03:58 UTC] Penatalaksanaan Asma Pada Anak Dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut

ABSTRAK Asma merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak. Kejadian asma meningkat baik di negara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia. Peningkatan ini diduga berhubungan dengan meningkatnya industri dan pola hidup, sehingga tingkat polusi cukup tinggi meskipun hal ini masih perlu dibuktikan. Prevalensi asma anak di Indonesia sekitar 10% pada anak usia 6 – 7 tahun dan sekitar 6,5% pada anak < 14 tahun. Sekitar 80 – 90% anak asma mendapat gejala pertama mereka sebelum usia 4 – 5 tahun. Berat dan perjalanan asma sulit diramalkan. Sebagian anak yang menderita hanya kadang-kadang terserang ringan sampai sedang yang mudah diatasi. Asma bronkhial adalah suatu sindrom klinik yang ditandai dengan peningkatan kepekaan bronkus (hiperreaktivitas bronkus) terhadap berbagai rangsangan. Belakangan ini batasan asma yang lengkap dengan melihat konsep inflamasi sebagai dasar mekanisme terjadinya asma dikeluarkan oleh GINA (Global Initiative for Asthma) adalah sebagai berikut : Gangguan inflamasi kronik saluran napas dengan banyak sel yang berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan inflamasi ini menyebabkan periode mengi berulang, sesak napas, dada rasa tertekan, dan batuk, khususnya pada malam atau dini hari. Gejala ini biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas yang luas namun bervariasi, yang paling tidak sebagian reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan inflamasi ini juga berhubungan dengan hiperaktivitas jalan napas terhadap berbagai rangsangan. Kata Kunci: Asma, penatalaksanaan

Sehubungan dengan kesulitan mendiagnosis asma pada anak kecil.63 x 103 /ul (5-19 x 103 /ul ) DISKUSI Pada Pasien diatas didapatkan gejala khas berupa mengi (Wheezing) serta didapatkan adanya riwayat keluarga yang menderita asma. termasuk yang perlu dipertimbangkan kemungkinan asma adalah anak-anak yang hanya menunjukkan batuk sebagai satusatunya tanda. kadang juga dijumpai ronkhi basah halus/krepitasi. kemudian oleh dokter yang merawat dilakukan nebulisasi.N=110x/menit.50C. udara kering dan dingin. Untuk anak yang sudah besar (> 6 tahun) pemeriksaan faal paru sebaiknya dilakukan (uji fungsi paru dengan spirometer). Namun di Indonesia penggunaan spirometri belum memasyarakat. terdapat kesulitan bernapas terutama ekspirasi: sesak napas. pasien pernah mengalami keluhan serupa. lagi pula bayi dan balita yang mengalmi mengi saat terkena infeksi saluran napas akut banyak yang tidak berkembang menjadi asma saat dewasanya. Jika pada penilaian awal pasien jelas dalam serangan berat. Pada pemberian ketiga dapat ditambahkan obat antikolinergik. Garam fisiologis dapat ditambahkan dalam cairan nebulisasi. gerak badan. karena terbatasnya alat tersebut. Nebulisasi serupa dapat diulang dua kali lagi dengan selang 20 menit. langsung berikan bronkodilator dan steroid. Jika gejala dan tanda asma jelas. ~ Serangan ringan . maka mengi berulang dan/atau batuk kronik berulang merupakan titik awal untuk menunjuk diagnosis. dengan bertambahnya umur khususnya umur 3 tahun diagnosis asma menjadi lebih definitif. Pada pemeriksaan fisik pasien waktu serangan asma. serta ketaatan pasien baik. dan pada saat diperiksa tanda-tanda mengi. mungkin akan refrakter yaitu respons yang kurang baik terhadap nebulisasi b–agonis. waktu umur 3 tahun. Disamping pemeriksaan klinis dan analisa gas darah.KASUS Anak laki-laki 4 tahun datang diantar keluarga datang dengan keluhan Sesak nafas sejak 1 jam SMRS. maka langsung diberikan nebulisasi b–agonis dikombinasikan dengan antikolinergik. Beberapa peneliti menganjurkan pemberian antikolinergik bersama-sama dengan b–agonis pada saat serangan sedang dan berat dengan hasil yang cukup baik. Hal ini dapat dilakukan oleh pasien yang sebelumnya telah menjalani terapi dengan teratur. Auskultasi Paru: Wheezing(+). kakek dari pasien juga mempunyai riwayat asma. langsung bawa ke rumah sakit. pasien juga mengalami batuk-batuk ngikil sejak seminggu yang lalu. Pasien ini cukup sekali dinebulisasi kemudian secepatnya dirawat untuk mendapat obat intravena (steroid dan aminofilin) selain diatasi masalah dehidrasi dan asidosisnya. tampak sesak. dada emfisematosa pada anak besar sering mengalami serangan. Pada kasus pasien diatas. berikan obat pereda (b–agonis). ronkhi kering meniup/mencicir ronkhi basah kasar biasanya ada. mekanisme dasar perkembangan penyakit asma masih belum diketahui secara pasti. Pasien dengan serangan berat yang disertai dehidrasi dan asidosis metabolik. Menurut PNAA. Bila dengan bronkodilator saja belum membantu. dan mempunyai pendidikan yang cukup. IDAI membagi penanganan serangan asma menjadi dua. Bila respon terhadap obat asma tidak baik maka perlu dinilai dahulu apakah dosisnya sudah adekuat. serta repon terhadap pemberian obat asma baik sekali maka tidak perlu pemeriksaan diagnostik lebih lanjut. ronchi (+) . Uji provokasi bronkus dengan histamin. sianosis kadang dengan pernapasan cuping hidung. Kepada pasien/keluarganya dapat dipesankan jika mendapat serangan asma ringan. menurut orang tua pasien. Ø Penanganan di Rumah Penanganan di rumah dapat dilakukan untuk pasien yang sudah diberi penjelasan atau edukasi mengenai asma secara jelas. RR=28x/menit. Ø Penanganan di Klinik atau IGD Pasien asma yang datang dalam keadaan serangan langsung dinilai derajat serangannya menurut klasifikasi di atas sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Menurut orang tua pasien. Bila semua aspek tersebut sudah dilakukan dengan baik dan benar maka perlu dipikirkan kemungkinan bukan asma. metakolin. Berkeringat dingin. Namun bila serangannya sedang. pasien mendapatkan injeksi aminofilin dengan sebelumnya telah dinebulisasi dengan beta agonis dan steroid inhalasi. Sedangkan jika serangannya berat. demam nglemeng. sesak dan lain-lain sedang tidak timbul. tatalaksana di rumah dan di rumah sakit. wheezing expiratoir. bawa segera ke klinik atau rumah sakit. Pemeriksaan laboratorium: Pemeriksaan Darah: AL: 13. maka pemeriksaan uji fungsi paru (spirometri atau peak flow meter) merupakan bagian integral penilaian serangan asma. Penanganan awal terhadap pasien adalah pemberian b–agonis secara nebulisasi. Sesak napas sering memaksa pasien mengambil sikap/posisi setengah duduk. sangat menunjang diagnosis. Pada pemeriksaan paru eksperium diperpanjang. Bahkan untuk anak di atas umur 6 tahun definisi GINA dapat digunakan. batuk-batuk dengan riak yang lengket. Pada anak kecil dan bayi. tambahkan steroid oral. Tatalaksana di rumah dilakukan oleh pasien (atau orang tuanya) sendiri di rumah. Bila hal ini juga tidak berhasil. cara dan waktu pemberiannya sudah benar. Pemeriksaan fisik : Anak tampak rewel. pasien sering sesak bila terkena udara dingin Riwayat Penyakit Dahulu :Umur 3 tahun pernah mondok dengan keluhan Sesak nafas yang berat Vital sign: t=37.

Untuk itu perlu dinilai ulang derajatnya sesuai pedoman di atas. Namun mengingat saat ini belum semua dokter memiliki alat nebulisasi di tempat praktek maupun di klinik/rumah sakitnya. Pada keadaan serangan sedang sebaiknya dipasang jalur parenteral untuk persiapan darurat. Jika serangannya memang termasuk serangan sedang. Bila responnya baik. selanjutnya aminofilin dosis rumatan diberikan sebesar 0.3 ml/kali. yang diberikan tiap 4-6 jam selama 24-48 jam. prednison. ~ Steroid diberikan tiap 6-8 jam. langsung dibuat foto Röntgen toraks guna mendeteksi komplikasi pneumotoraks dan/atau pneumomediastinum. pasien hanya menunjukkan respons parsial (in complete response). Sesuai dengan panduan tatalaksana di IGD. secara bolus IV/IM/oral. adrenalin dapat diberikan 3 kali berturut-turut selang 20 menit. terlihat bahwa peran nebulisasi sangat penting perannya pada saat serangan asma. jika respons tersebut bertahan (klinis tetap baik). Untuk pasien dengan serangan berat dan ancaman henti napas. Pasien diobservasi selama 1-2 jam. maka pasien dipulangkan dan dibekali obat seperti pasien serangan ringan yang dipulangkan dari Klinik/IGD. Dahulu keadaan ini dikenal dengan status asmatikus. frekuensi nebulisasi dikurangi tiap 4 jam. Sebaiknya kadar aminofilin diukur dan dipertahankan 10-20 mcg/ml. dengan dosis (0. jarak pemberian dapat diperlebar menjadi tiap 4-6 jam. pasien dapat dipulangkan. ~ Jika dalam 24 jam pasien tetap stabil. Ø Penanganan di Ruang Rawat Sehari Pemberian oksigen sejak dari IGD dilanjutkan. ~ Nebulisasi b–agonis ± antikolinergik dengan oksigen dilanjutkan tiap 1-2 jam. yaitu gejala dan tanda serangan masih ada (penilaian ulang sesuai pedoman) maka pasien harus dirawat di Ruang Rawat Inap. maka penggunaan obat adrenalin sebagai alternatif dapat digunakan. Adrenalin diberikan secara subkutan. Jika pasien sebelumnya sudah mendapat obat pencegahan atau rumatan. Yang harus diingat adalah. (6. berikan oksigen 2 l/menit. ~ Bila telah terjadi perbaikan klinis. Oksigen 2-4 l/menit diberikan sejak awal termasuk saat nebulisasi.9) ~ Serangan sedang Jika dengan pemberian nebulisasi dua atau tiga kali.01 ml/kgBB/kali. Jika sejak panilaian awal pasien mengalami serangan berat. dan steroid serta aminofilin diganti pemberian peroral. dengan dosis maksimalnya 0. Bila dalam 12 jam responsnya tetap tidak baik. diberi aminofilin dosis awal (inisial) sebesar 4-6 mg/kgBB dilarutkan dalam dekstrose atau garam fisiologis sebanyak 20 ml. maka pasien dialih rawat ke Ruang Rawat Inap untuk mendapat steroid dan aminofilin parenteral. .Jika dengan sekali nebulisasi pasien menunjukkan respons yang baik ( complete response). Pasien kemudian dianjurkan kontrol ke Klinik Rawat Jalan dalam waktu 24-48 jam untuk reevaluasi tatalaksananya. Apabila dalam fase observasi 2 jam gejala timbul kembali. jika pasien telah mendapat aminofilin (kurang dari 6-8 jam). pasien dapat dipulangkan dengan dibekali obat b–agonis (hirupan atau oral) atau kombinasi dengan teofilin. Ø Penanganan di Ruang Rawat Inap ~ Pemberian oksigen diteruskan. kemudian pasien diobservasi di Ruang Rawat Sehari (RRS). dosis awal aminofilin diberikan ½-nya. obat controller (pengendali) harus tetap diberikan pada saat pasien pulang. obat tersebut juga diteruskan. ~ Jika ada dehidrasi dan asidosis maka diatasi dengan pemberian cairan intravena dan dikoreksi asidosisnya. berarti derajat serangannya ringan. Pada tatalaksana di atas. Jika dalam 12-24 jam klinis tetap baik. Sedangkan bila pasien menunjukkan gejala dan tanda ancaman henti napas. Kemudian berikan steroid sistemik oral berupa prednisolon. di RRS diteruskan dengan nebulisasi b–agonis ± antikolinergik tiap 2 jam. pasien harus langsung dirawat di Ruang Rawat Intensif. kemungkinan derajat serangannya sedang. nebulisasi cukup diberikan sekali langsung dengan b–agonis dan antikolinergik (ipratropium bromide). pasien harus dibekali obat bronkodilator (hirupan atau oral) yang diberikan tiap 4-6 jam. Pasang jalur parenteral dan lakukan foto torals. ~ Aminofilin diberikan secara intravena dengan dosis: bila pasien belum mendapat aminofilin sebelumnya. atau triamsinolon. jika dalam 4-6 kali pemberian telah terjadi perbaikan klinis.5-1 mg/kgBB/jam. Setelah di IGD menjalani nebulisasi 3 kali dalam 1 jam dengan respons parsial. pasien diperlakukan sebagai serangan sedang. diberikan dalam 20-30 menit. selain itu steroid dilanjutkan secara oral hingga pasien kontrol ke Klinik Rawat Jalan dalam 24-48 jam untuk reevaluasi tatalaksana. ~ Serangan berat Bila dengan 3 kali nebulisasi berturut-turut pasien tidak menunjukkan respons (poor response). kemudian tiap 6 jam. nebulisasi diteruskan tiap 6 jam hingga 24 jam. Pada anak asma episodik sering dan asma persisten.

Pernah dilaporkan adanya penggunaan steroid secara nebulisasi untuk serangan asma akut dengan hasil yang cukup baik. Yogyakarta. 1991. Buku Kuliah 3 Ilmu Kesehatan Anak. Revisi tahun 2002. hal: 209-212. RSUD Panembahan Senopati Bantul Komentar Data E-CASE . Penggunaan steroid dosis rendah secara nebulisasi untuk mengatasi serangan asma akut tidak dianjurkan. UKK Pulmonologi IDAI. ~ Jika dengan tatalaksana di atas tidak berhasil. Anonim. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Pedoman Nasional Penanganan Asma Anak. Prognosis asma dapat diprediksi dengan adanya suatu kelainan atopik dan dapat diketahui dari adanya riwayat pada keluarga DAFTAR PUSTAKA 1. 3. 1985. Anonim. Anonim. Mengembalikan fungsi paru ke keadaan normal secepatnya. 3. Mengurangi hipoksemia. Cardew G (eds). maka pasien dialihrawat ke Ruang Rawat Intensif. In Chadwick D. 7. Asma bronkhial merupakan suatu sindrom klinik yang ditandai dengan peningkatan kepekaan bronkus (hiperreaktivitas bronkus) terhadap beberapa rangsangan. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. bahkan pasien menunjukkan tanda ancaman henti napas. Asma. 1997. yang bila digunakan secara rutin akan mempunyai dampak yang cukup berarti. Jakarta. Disampaikan pada KONIKA IX. 104: 717-22. 1999. ~ ~ ~ ~ Tujuan tatalaksana pada serangan asma adalah untuk: Meredakan penyempitan jalan napas secepat mungkin. 13-17 Juni 1993. Semarang. Dosis yang digunakan sangat tinggi yaitu 1600 ug. Tinjauan Hasil Penelitian Multisenter Mengenai Prevalensi Asma pada Anak Sekolah Dasar di Indonesia . Sardjito. Chichester: Wiley and Son. Pedoman Tatalaksana Medik Anak RSUP Dr. Jakarta. p: 190-207. Koenig JQ. PENULIS Anggun Yoso Prabowo (20030310033). The Rising Trends in Asthma . Air Pollution and Trends in Asthma.~ Mengenai penggunaan steroid inhaler untuk serangan asma. Rencana tatalaksana untuk mencegah kekambuhan. 2. UKK Pulmonologi PP IDAI. hal: 1203-1226. 6. Unit Penyakit Anak RSUP Dr. PNAA belum menganjurkan secara rutin karena belum banyaknya penelitian yang mendukung. 2. J Allergy Clin Immunol. 4. Konsensus Nasional Asma Anak. Air Pollution and Asthma. 2000. Anderson HR. KESIMPULAN 1. Wantania JM. Sardjito. 5.

64MB s: 77 29.9% 00 UMY E-CASE .26s 17.search Cari Presus Terbaru Show More… March 2011 << 1 2 >> 1 2 3 8 9 10 15 16 17 22 23 24 29 30 31 Today 4 5 11 12 18 19 25 26 1 2 Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat 6 13 20 27 7 14 21 28 User Online Kita memiliki 0 user sedang online Statistik Server 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful