Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010

Sistem Saraf Otonom
oleh Evan Regar, 0906508024

beberapa detik, juga pengosongan kandung kemih). 2 Sifat ini menjadikan SSO tepat untuk melakukan pengendalian terhadap homeostasis mengingat gangguan terhadp homeostasis dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh manusia. Dengan demikian, SSO merupakan komponen dari refleks visceral.

Pendahuluan Pada hakikatnya kehidupan manusia berpegang kepada satu prinsip utama, suatu keseimbangan dinamis utama dalam tubuh, yakni homeostasis. Banyak sistem yang mengatur terjadinya homeostasis ini, mulai dari integumen, sistem endokrin, respirasi, sirkulasi, pencernaan, imun, dan lainnya. Perubahan yang senantiasa terjadi dalam tubuh mengisyaratkan perlunya suatu sistem pengaturan yang dinamis, yang memungkinkan penjagaan keadaan homeostasis. Penyelenggaran ini terutama merupakan peran dari sistem saraf otonom (ANS = Autonomic Nervous System).

Sistem Saraf Otonom
selanjutnya disebut SSO

Gambar 1 – Diagram skematik sistem persarafan di manusia. SSO akan terbagi menjadi dua divisi, yakni simpatis dan parasimpatis Sebagai konsekuensi bahwa ada keterlibatan sistem saraf pusat terhadap sistem saraf perifer, termasuk SSO, dikenal beberapa pusat integrasi dan pengendalian informasi sebelum diteruskan ke SSO, seperti medulla spinalis, batang otak, dan hipotalamus. Misalnya: medulla spinalis bertanggung jawab untuk persarafan otonom yang memengaruhi sistem kardiovaskular dan respirasi; hipotalamus berfungsi untuk mengintegrasikan persarafan otonom, somatik, dan hormonal (endokrin) dan emosi serta tingkah laku (misal: seseorang yang marah meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan laju respirasi).Di samping itu, daerah asosiasi prefrontal

Sistem ini merupakan sistem saraf eferen (motorik) yang mempersarafi organ-organ dalam seperti otot-otot polos, otot jantung, dan berbagai kelenjar.1 Sistem ini melakukan fungsi kontrol, semisal: kontrol tekanan darah, motilitas gastrointestinal, sekresi gastrointestinal, pengosongan kandung kemih, proses berkeringat, suhu tubuh, dan beberapa fungsi lain. Karakteristik utam SSO adalah kemampuan memengaruhi yang sangat cepat (misal: dalam beberapa detik saj denyut jantung dapat meningkat hampir dua kali semula, demikian juga dengan tekanan darah dalam belasan detik, berkeringat yang dapat terlihat setelah dipicu dalam

LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar, 0906508024

1

Post pendek Organ Efektor DIpersarafi yang Neurotransmiter* Otot jantung. Akson neuron orde pertama ini disebut dengan serabut preganglion (preganglionic fiber). Post panjang. Perbedaan keduanya dirangkum dalam tabel di bawah ini3: Pembeda Asal serabut praganglion Simpatis Medulla spinalis bagian torakal dan lumbal Ganglion symphatetic chain. baik di sisi lateral medulla spinalis maupun di batang otak. sebagian kecil ACh) Pre: nikotinik. Serabut ini bersinaps dengan badan sel neuron orde kedua yang terletak di dalam ganglion. kebanyakan kelenjar eksokrin. Serabut pascaganglion menangkap sinyal dari serabut preganglion melalui neurotransmiter yang dilepaskan oleh serabut preganglion. Post: Neurotransmiter Pre dan muskarinik Post* Peranan Fight-or-Flight General Housekeeping *Pre adalah serabut preganglion. Post adalah serabut pascaganglion. hampir semua otot polos. dan merupakan bagian dari refleks visceral. α2.memengaruhi eksprei emosional. Post: adrenergik α1. beberapa kelenjar endokrin Pre dan post melepaskan ACh Tipe Reseptor untuk Pre: nikotinik. Akson neuron orde kedua. sama seperti refleks somatik lainnya. 2 Meskipun demikian. Neuron orde pertama berada di SSP. termielinasi. Panjang Serabut* Pre panjang. terdiri atas komponen reseptor. Kecuali untuk medulla adrenal. hamper semua kelenjar eksokrin. β2 Parasimpatis Batang otak (saraf kranial) dan medulla spinalis bagian sakral Ganglion terminal (berada dekat dengan organ efektor) Asal serabut pascaganglion Perjalanan dari SSP hingga Mempersarafi Organ 3 Perjalanan SSO dimulai dari persarafan sistem saraf pusat (selanjutnya disebut SSP). Pembeda refleks visceral dengan refleks somatik adalah informasi reseptor refleks visceral diterima secara bawah-sadar (subconscious). tak termielinasi Otot jantung. ACh adalah asetilkolin LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar. Kebanyakan organ visceral dipersarafi oleh dua jenis saraf otonom sekaligus (dual-innervation. Karakteristik kerja SSO divisi simpatis dan parasimpatis cenderung berlawanan. reseptor refleks ini tidak harus bersifat visceral. Anda tidak akan pernah tahu kapan pembuluh darah Anda melebar (kecuali ketika Anda melihat kulit yang kemerahan). Pembedaan antara keduanya akan dibahas di bawah ini. kecuali Anda melihat ke cermin. persarfan ganda). banyak otot polos. yang disebut dengan serabut pascaganglion (postganglionic fiber) muncul dari ganglion menuju organ yang akan diinervasi. yakni SSO divisi simpatis dan parasimpatis. dan efektor. Seperti yang telah diketahui. walaupun di beberapa organ malah saling menguatkan. Contoh lain. 0906508024 2 . baik sistem saraf simpatis dan parasimpatis mengikuti pola seperti yang telah dijelaskan di atas. β1. Organ efektor menerima impuls melalui pelepasan neurotransmiter oleh serabut pascaganglion. atau ganglion kolateral (kira-kira di setengah jarak medulla spinalis dengan efektor) Pre pendek. Informasi-informasi seperti ini tidak diketahui secara sadar. seperti wajah yhang menampakkan kesan kemerahan apabila seseorang merasa malu. Post melepaskan sebagian besar melepaskan norepinefrin. beberapa kelenjar endokrin Pre melepaskan ACh. integrasi. ganglion merupakan kumpulan badan sel yang terletak di luar SSP.3 Pembagian SSO Refleks Visceral Refleks visceral. Anda juga tidak akan pernah tahu kapan pupil mata Anda melebar.

atau sebaliknya. 3 LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar. dan alat kelamin wanita dan pria. otik. otot bronkus. VII (fasial). paru-paru. dan submandibular.2 Divisi parasimpatis yang berasal dari n.III keluar dan mempersarafi sfingter pupil dan otot siliar mata. serabut pascaganglion parasimpatis menghasilan juga asetilkolin yang ditangkap oleh reseptor kolinergik muskarinik yang terdapat di semua organ efektor parasimpatis. dan dapat menginhibisi atau mengeksitasi organ efektor. dan X (vagus). masuk ke daerah torakal dan abdominal untuk mempersarafi organ visceral ini.Persarafan Otonom Parasimpatis Divisi parasimpatis. usus halus. Hampir ¾ serabut parasimaptis berada bersama-sama dengan saraf vagus (X). Efek dari penangkapan ACh oleh reseptor nikotinik menyebabkan pembukaan kanal ion nonspesifik.4 Bagian dari S2 dan S3 keluar membentuk jalinan splankik pelvis. submandibular. lambung. sementara yang berasal dari n. saraf parasimpatis juga berasal dari medulla spinalis bagian bawah. esophagus. yakni melalui S2 dan S3 (atau S4). Penempelan ACh dengan reseptor muskarinik mengaktifkan protein G. atau disebut divisi kraniosakral. serta bagian atas ureter. sublingual. serta mempersarafi bagian rectum. kantung empedu. ginjal. sfenopalatina.2 Divisi parasimpatis memiliki ganglion yang berada dekat dengan organ efektor. hati. Keduanya bekerja dengan suatu aktivitas parsial yang dinamakan tonus simpatis dan parasimpatis. Selain berasal dari saraf kranial. nasal. Setelah itu. ganglion-ganglion yang berada di organ efektor (misalnya untuk organ jantung. lambung.VII mempersarafi kelenjar lakrimal. ada suatu situasi yang mampu memicu persarafan yang satu menjadi lebih aktif dari yang lain. menyebabkan influx terutama ion Na+.3 Gambar 2 – Perbandingan serabut. ada suatu kondisi yang memungkinkan simpatis lebih dominan dari parasimpatis. n. pankreas. berasal dari sistem saraf pusat melalui saraf kranial III (okulomotor). ureter. kandung kemih. Namun demikian. dan organ efektor untuk persarafan somatik dan otonom Kelebihan Persarafan Ganda Persarafan simpatis dan parasimpatis sesungguhnya bekerja bersamaan. IX (glosofaringeal). semisal ganglion siiar. Namun demikian. NT.1 Serabut preganglion parasimpatis melepaskan neurotransmitter asetilkolin (ACh) yang ditangkap oleh reseptor kolinergik nikotinik badan sel pascaganglion. X mempersarafi jantung.IX mempersarafi kelenjar parotis. serta n. kantung empedu). 0906508024 3 . bagian proksimal colon. atau aktivitas tonus.

atau disebut juga divisi torakolumbal. (3) tidak bersinaps. (2) naik atau turun rantai ganglion simpatis dan bersinaps di sana. yang secara khusus disebut saraf splanknik . T3 hingga T6 menuju daerah toraks. Sepanjang jalur serabut postanglion dapat mempersarafi pembuluh darah dan otot polos sebelum tiba ke organ efektor akhir. Karena letaknya dekat dengan vertebrae. otot dilator mata. kecuali beberapa macam seperti sekresi kelenjar salivaris yang menghasilkan saliva dengan jumlah yang banyak namun cenderung encer. serabut pascaganglion meneruskan perjalanan untuk menuju organ efektor. kondisi yang tidak mengancam. Menginervasi pembuluh darah dan otot polos di bagian kepala. berasal dari sistem saraf pusat melalui segmen medulla spinalis T1 hingga L2. Ganglion servikal merupaan ganglion yang Gambar 3 – Persarafan parasimpatis LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar.3 Lihat lampiran yang memaparkan efek akibat aktivitas perangsangan parasimpatis yang dominan. disebut juga dengan ganglia paravertebral. di antaranya ganglion servikal superior yang berasal dari T1T4 yang naik untuk bersinaps di ganglion yang terletak di atas rantai ganglion simpatis ini. T7 hingga T11 menuju abdomen. ada tiga cabang.2 Saraf simpatis lebih rumit dibandingkan saraf parasimpatis karena mempersarafi lebih banyak organ. 0906508024 4 . Ganglion kolateral ini terletak di daerah abdomen dan pelvis dan tidak berpasangan seperti ganglia simpatis lain. Selanjutnya. Perhatikan bahwa dengan menggunakan istilah “rest-and-digest”. relaks. yakni ketika tubuh berada dalam keadaan tenang. kebanyakan efek parasimpatis dapat dilogika dengan mudah. Dari sini. lalu masuk ke rantai ganglion simpatik (sympathetic trunk ganglion).1 Persarafan Otonom Simpatis Divisi simpatis. serabut preganglion melewati white ramus communicans.Divisi parasimpatis cenderung mengatur organ efektor dalam keadaan rest-and-digest. atau dalam keadaan “pembersihan dan pemulihan tubuh” (general housekeeping).3 Terdapat beberapa ganglion selain ganglion kolateral dan rantai ganglion simpatis. serta mengirimkan cabang yang menginervasi jantung. yakni: (1) bersinaps dengan neuron orde dua di ganglion yang sama. dan T12 hingga L2 menuju ke ekstremitas bawah. Serabut preganglion yang bersinaps di rantai ganglia simpatis berlanjut dengan serabut pascaganglion yang masuk ke akar dorsal melalui saraf spinal yang berkesesuaian melalui gray rami communicantes.4 Dari segmen T1 hingga T2 mempersarafi organ visceral di daerah leher.1 Setelah meninggalkan medulla spinalis melalui akar ventral. lendir hidung dan kelenjar saliva. hanya melewati rantai ganglion simpatis dan keluar bersinaps dengan ganglion kolateral (ganglion pravertebra).

Dengan demikian. 0906508024 5 . Stimulasi β1menimbulkan efek eksitatori di organ utama yang dipersarafinya. Jenis Reseptor α1 Afinitas neurotransmiter NE dari post simpatis. Dikenal empat macam reseptor adrenergic untuk neurotransmitter ini. Serabut pascaganglion ini mempersarafi kelenjar keringat. pelebran pembuluh darah. dengan mduah efek dominansi simaptis adalah adanya keadaan fight-or-flight. Ganglion kolateral seperti ganglion seliak. beberapa lainnya mempersarafi kelenjar tiroid dan kulit.erkirakaan apa efek yang ditimbulkan akibat perangsangan simpatis. Beberapa serabut pascaganglion tidak menghasilkan NE. Inhibitori α2 β1 β2 Aktivasi reseptor α1 cenderung menghasilkan efek positif. merespons situasi yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan (stress). mesentrik superior. yakni jantung. melainkan menghasilkan asetilkolin. Oleh karena itu. Aktivasi α2 justru menyebabkan respons inhibitori seperti pengurangan kontraksi otot polos di sistem pencernaan. eksitatori Menghambat cAMP. Inhibitori Mengaktivasi cAMP. seperti peningkatan denyut dan kekuatan kontraksi jantung. semisal konstriksi arteriol akibat peningkatan kontraksi otot di endotel. menyebabkan kontraksi dan denyut yang meningkat. NE>E NE>E NE~E Hanya E Efektor Hampir semua efektor persarafan simpatis Organ pencernaan Jantung Otot polos arteriol bronkiolus dari dan Mekanisme aksi dan efek Mengaktifkan IP3/Ca2+. tekanan darah. dapat dippeningkatan denyut jantung. serta keadaan ancaman dari luar.2 Fungsi dari saraf simpatis adalah untuk mempersiapkan diri dalam keadaan darurat. pelebaran Gambar 4 – Persarafan simpatis Serabut preganglion simpatis melepaskan neurotransmitter ACh yang ditangkap oleh reseptor nikotinik yang berada di badan sel neuron pascaganglion. mesentrik inferior dapat ditemukan sebagai kelanjutan dari saraf splanknik yang tidak bersinaps di rantai ganglion simpatis. Sementara itu β2 menyebabkan pelebaran arteriol dan saluran pernapasan akibat relaksasi otot polos di dinding saluran ini. Ada yang membentuk jalinan pleksus kardiak dan mempersarafi jantung.mempersarafi organ visceral di daerah toraks serta berasal dari T1 hingga T6. E dari medulla adrenal. pemecahan glikogen. yakni 3: LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar. Sementara itu kebanyakan serabut pascaganglion melepaskan noradrenalin (atau norepinefrin) dan ditangkap oleh reseptor adrenergik. Eksitatori Mengaktivasi cAMP.

2006. 2006. Hoehn K. Hall EJ. Sherwood L. 7th ed. namun kualitas yang berbeda Informasi lengkap dapat Anda peroleh di Guyton: Textbook of Medical Physiology. Textbook of medical physiology: 11th ed. Human anatomy & physiology: 7th ed. 1997. dan kebanyakan adalah kolinergik)  saliva kental dan kaya akan lendir (α1)  sekresi  sekresi beberapa kelenjar keringat  saliva encer dan kaya akan enzim Kelenjar endokrin: Medulla adrenal Kepustakaan 1. medulla adrenal menerimanya dengan reseptor kolinergik nikotinik. 4.  sekresi glucagon  sekresi insulin.  sekresi glukagon (α2) Genitalia Ejakulasi dan orgasme (pria) Ereksi penis (pria) Orgasme (wanita) Ereksi klitoris (wanita) (α1) Aktivitas otak Tidak dipersarafi parasimpatis  kesadaran Koagulasi darah Tidak dipersarafi parasimpatis  * Tanda dalam kurung menyatakan reseptor yang terlibat dalam efek yang bersangkutan # Perangsangan parasimpatis dan simpatis kelenjar keringat dan kelenjar saliva tetap meningkatkan sekresi. Callander R.  sekresi (α2)  sekresi kebanyakan kelenjar keringat (α1. LTM Pemicu 4 / Modul Neurosains 2010 / oleh Evan Regar. Philadelphia: Elsevier Inc. 2010.. Bukannya meneruskan menuju serabut pascaganglion.1 Pengaruh aktivasi sistem saraf simpatis terhadap kelenjar saliva adalah sekresi saliva yang kental dan kaya akan lendir. dan melepaskan neurotransmitter yang sama dengan apa yang seharusnya dilepaskan jika serabut pascaganglion masih ada. Fungsi hormon ini adalah untuk meningkatan aktivitas sistem persarafan simpatis. 3. 0906508024 6 . Marieb EN. Tidak dipersarafi parasimpatis  epinefrin dan norepinefrin (kolinergik) Pankreas  sekresi insulin. yakni golongan adrenergik. 6th ed. β2) Kontraksi sfinger (α1) – mencegah pengeluaran feses Relaksasi (β2) Dilatasi pupil (kontraksi otot radial) (α1) Pemecahan glikogen (glikogenolisis) Pemecahan lipid (lipolisis) (β2 ) Perangsangan Parasimpatis  denyut.Efek Persangsangan Simpatis dan Parasimpatis Organ Jantung Hampir seluruh pembuluh darah Paru-paru Saluran pencernaan Kandung kemih Mata Penyimpanan glikogen di hati Penyimpanan lemak di sel adipose Kelenjar eksokrin: Pankreas Keringat# Perangsangan Simpatis  denyut. berkeringat. Human physiology: from cells to systems. Illustrated physiology. Guyton AC. Efek lengkap dapat dilihat di lembaran lampiran. Illustrated Physiology Mackenna BR. kekuatan kontraksi seluruh jantung (β1) Konstriksi (α1) Dilatasi bronkiolus  sekresi mukus (α)  motilitas (α2. kekuatan kontraksi atrium jantung Dilatasi p.3 Kesimpulan LAMPIRAN . Medulla Adrenal Ini adalah bagian dari kelenjar endokrin (selain medulla korteks) yang merupakan modifikasi dari ganglion simpatis. Canada: Cengage Learning. London: Benjamin Cummings. medulla adrenal tidak memiliki serabut ini. pelebaran pupil. New York: Churchill Livingstone.darah penis dan kiltoris Konstriksi bronkiolus  sekresi mukus  motilitas Relaksasi sfinger – mengeluarkan feses Kontraksi (pengosongan) Konstriksi pupil (kontraksi otot sirkuler) Tidak dipersarafi parasimpatis Tidak dipersarafi parasimpatis Saliva Pusat pengaturan keringat merupakan bagian dari sistem saraf otonom dengan pusat yang lebih tinggi adalah hipotalamus. 2. 80% pelepasan utama adalah epineprin (adrenalin). dan penurunan sementara fungsi sistem pencernaan dan perkemihan. sisanya adalah norepineprin (noradrenalin). jika distimulasi melalui serabut pascaganlion yang melepaskan ACh.pembuluh darah. Namun demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful