Anda di halaman 1dari 25

Ghazwah Uhud

Sabtu 15 Syawal 3 H

Gunung Uhud
terletak di
pinggiran kota
Madinah sebelah
utara, 4 km dari
Masjid Nabawi.
Pertempuran
terjadi di Withak
di samping bukit
Ainain (bukit
pemanah)

Ghazwah
Uhud

Perimbangan
Kekuatan :
Mujahidin :
700 (50 berkuda)
Kuffar :
3000 (200 berkuda)

Tujuan :
menyelamatkan
Madinah dari
serangan balas
dendam Quraisy
untuk
menghancurkan
Islam dan Muslimin

Pasukan Quraisy sudah mendekati kota Madinah


dari arah Uhud. Ketika Rasul saw mengetahui akan
hal ini, ia bermusyawarah, ada usulan agar
bertahan, ada usulan agar keluar menyambut .
Rasul saw
memutuskan utk
jihad keluar
Madinah.
Hingga sampai di
Uhud.
Menunjuk 50
sahabat ahli
panah
mengambil posisi
di bukit.

Ghazwah
Uhud

Rasul saw menginstruksikan


agar pemanah melindungi
para mujahidin dari
belakang dan tidak
meninggalkan tempat.
Ketika musyrikin terpojok
dan meninggalkan harta
rampasan, kebanyakan
pemanah melanggar
arahan Rasul saw, turun
meninggalkan tempat
mengambil harta
rampasan.

Ghazwah
Uhud

Kesempatan emas ini diman


faatkan Khalid bin Walid,
dan memukul umat Islam
dari belakang. Barisan Islam
kucar kacir kecuali Rasul
saw dan segelintir sahabat.
Banyak yang terbunuh, Rasul
saw mengalami luka & cedera
Hingga beberapa sahabat
kembali bersatu dan
menghen tikan serangan
quraisy yang bertubi-tubi.
Quraisy kewalahan untuk
menghabisi mujahidin dan
pulang ke Mekkah.

1. 71 sahabat mulia syahid.


2. Orang kafir tewas 22 orang.
3. Rasul berhasil meyelamatkan Madinah
dengan menghalau kekuatan kafir walau
peristiwa yang pahit harus ditelan umat
Islam.
4. Kafir Quraisy gagal membunuh Rasul
saw dan menumpas kekuatan umat Islam.

Beberapa akibat dari kejadian perang


ini.
Kejadian perang di Bukit Uhud memiliki
faedah dan pengaruh besar bagi Islam dan
umatnya. Berikut ini faedah yang bisa kita
simpulkan :

Banyak penduduk Madinah yang ingkar kepada kaum


muslim, walupun kerajaan mereka masih eksis berdiri.
Namun karena Rasulullah bersama para sahabatnya
berhasil keluar ke Hamraul Asad, dan tetap sabar
menunggu musuh hingga mereka memilih kembali ke
Makkah.











.



Rasulullah SAW merasa bahwa kabilah-kabilah Arab
mulai berpikir untuk menentang dan menyerangnya,
setelah mereka berdamai dan berjanji tidak melakukan
perang dengannya. Bangsa Arab Badui mulai berani
dan pintu harapan pun mulai terbuka untuk menyerang
Madinah dan meraup segala kekayaannya.











.
Orang-orang yahudi mulai mengumandangkan cacian dan
hinaan atas kekalahan yang menimpa kaum muslimin.
Hubungan mereka pun dengan islam menjadi keruh. Mulailah
rasa dengki dan penghianatan menggerogoti hati mereka, dan
membisiki mereka untuk menghancurkan umat islam.

Orang Badui mulai bergerak menuju Madinah dan yang


pertama kali bersiap untuk memeranginya adalah Bani Asad.
Maka Rasulullah segera mengutus Abu Salamah Bin Abdul
Asad memimpin kurang lebih 150 orang pasukan untuk
menghancurkan kekuatan Bani Asad sebelum mereka
menyerang Madinah. Abu Salamah berhasil memporakporandakan kekuatan musuh. Ia menggiring ternak mereka
dan kembali ke Madinah dengan kemenangan. Namun ia
terluka hebat dan tidak mendapatkan kesembuhan hingga
wafat.










" "

.

.

Khalid Bin Siyyan berusaha untuk mengumpulkan pasukan


untuk memerangi umat islam. Kemudian Rasulullah SAW
mengutus Abdullah Bin Unais dan berhasil membunuhnya.
Khalid berusaha untuk mengumpulkan beberapa kabilah
untuk menyerang Madinah. Oleh karena itu, Bani Quraisy
mulai berpikir untuk menyerang umat Islam. Mereka
membantu kabilah tetangga untuk mengkhianati Rasulullah
dengan cara berpura-pura menyatakan memeluk Islam dan
meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengutus orang yang
bisa mengajarkan islam sekaligus membacakan Al-Quran
kepada mereka. Mereka telah meminta bantuan Bani Hudzail
di sebuah tempat yang bernama Roji untuk menahan para
utusan Rasulullah. Empat orang di antara mereka terbunuh,
dua orang lagi ditawan dan dibawa ke Makkah. Keduanya
dijual kepada orang-orang musyrik yang kemudian mereka
membunuh keduanya.




.






.

Gugur sebagai syuhada dalam perang ini sebanyak 70 orang.


Mereka adalah generasi muslim sekaligus para qurra yang
terbaik. Rasulullah SAW pernah mengutus mereka untuk
menyebarkan islam kepada beberapa kabilah di Najd, sebagai
jawaban atas permintaan Amir Bin Malik yang menyatakan
akan memberikan suaka kepada mereka. Setelah mereka tiba
di Biru Maunah, mereka mengutus Haram Bin Milhan kepada
Amir Bin Tufail pimpinan orang kafir untuk menyerahkan surat
Rasulullah yang berisi seruan untuk memeluk islam. Namun
Amir Bin Tufail memerintahkan orang untuk membunuh si
pembawa surat. Kemudian melanjutkan permusuhannya
hingga kemudian ia menyeru teman-temannya dari beberapa
kabilah. Setelah itu mereka menyerang para qurra dan
membunuh mereka. Tidak ada yang selamat dari mereka
kecuali Amr Bin Umayyah Ad-Dhamiri yang kemudian
membawa berita yang sangat mengejutkan ini ke Madinah.



.
Kaum muslimin merasa sedih atas perbuatan orang-orang
kafir terhadap para utusan Rasulullah yang dibunuh dengan
cara khianat dan keji. Sehingga mereka terus berpikir untuk
melenyapkan pengaruh perang Uhud untuk menyampaikan
risalah Allah dengan kembali.








.
Taat kepada pemimpin dan komitmen melaksanakan
perintahnya merupakan kewajiban yang tidak boleh dilanggar.
Karena pemimpinan lazimnya mampu membuat perkiraan
atau prediksi maslahat menurut cara pandangnya yang
universal.







.

Musyawarah merupakan asas mengambil kebijakan, baik
dalam kondisi perang atau kondisi damai. Apabila hasil
musyawarah sudah diputuskan, maka suara yang minoritas
dan mayoritas wajib komitmen dengan keputusan syura dan
tidak boleh meninggalkannya.


Tidak sepantasnya kemenangan pada satu fase menjadi sebab
kelengahan dengan membuang senjata sebelum
diperintahkan oleh pimpinan.

Kekalahan dalam satu fase peperangan bukanlah penyebab


keputus-asaan. Melainkan sebagai momentum untuk
memperbaiki kesalahan dan keteledoran.

Sesungguhnya perang adalah upaya maju


menyerang atau mundur bertahan, kekalahan
dan kemenangan. Namun kekalahan yang
sebenarnya adalah keputus-asaan jiwa dan
hancurnya tekad dalam hati.







.



Keimanan kepada takdir Allah bisa menumbuhkan
harapan untuk bangkit dalam jiwa, melahirkan
ketenangan dalam menyelesaikan masalah, sekaligus
mendorong diri mencari sarana menuju kemenangan.
Karena pertolongan hanyalah dari Allah SWT.





.




Wanita muslimah memiliki peranan yang nyata.
Peranan yang harus ditiru oleh para wanita muslimah
untuk merawat pejuang yang terluka, atau menyiapkan
senjata perang.