Anda di halaman 1dari 2

3.7.

Menjelaskan Epidemiologi rhinitis alergika Rinitis adalah masalah klinis yang paling umum terjadi pada pasien dengan alergi. Morbiditas dari rinitis menyebabkankualitas hidup yang menurundikarenakan sakit kepala, mudah lelah, gangguan kognisi, dan efek samping obat-obatan. Rinitis alergi dapat menurunkan kualitas hidup, antara lain fungsi fisik,problem bekerja, nyeri badan, vitalitas, fungsi sosial, stabilitas emosi, bahkankesehatan mental. Insidens rinitis alergika menyerang sekitar 10 persen dari populasi umum. Polip hidung dan sinusitis tampaknya meningkat pada penderita rinitis alergika. Sekitar 40% anak pernah mengalami rinitis alergika sampai usianya mencapai 6 tahun.

3.8. Menjelaskan Komplikasi dan prognosis rinitis alergi

Rinitis alergi dapat menyebabkan atau menimbulkan kekambuhan polip hidung. Beberapa peneliti mendapatkan, bahwa alergi hidung merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya polip hidung dan kekambuhan polip hidung. Polip hidung biasanya tumbuh di meatus medius dan merupakan manifestasi utama akibat proses inflamasi kronis yang menimbulkan sumbatan sekitar ostia sinus di meatus medius..

Rinitis alergi dapat menyebabkan otitis media yang sering residif dan terutama kita temukan pada pasien anak-anak.

Sinusitis paranasal. Merupakan inflamasi mukosa satu atau lebih sinus para nasal. Terjadi akibat edema ostia sinus oleh proses alergis dalam mukosa. Edema mukosa ostia menyebabkan sumbatan ostia. Penyumbatan tersebut akan menyebabkan penimbunan mukus sehingga terjadi penurunan oksigenasi dan tekanan udara rongga sinus. Hal tersebut akan menyuburkan pertumbuhan bakteri terutama bakteri anaerob. Selain dari itu, proses alergi akan menyebabkan rusaknya fungsi barier epitel antara lain akibat dekstruksi mukosa oleh mediator-

mediator protein basa yang dilepas sel eosinofil (MBP) dengan akibat sinusitis akan semakin parah.

Otitis media dan sinusitis paranasal bukanlah akibat langsung dari rinitis alergi melainkan adanya sumbatan pada hidung sehingga menghambat drainase.

Pengobatan komplikasi rinits alergi harus ditujukan untuk menghilangkan obstruksi ostia sinus dantuba eustachius, serta menetralisasi atau menghentikan reaksi humoral maupun seluler yang terjadi lebih meningkat. Untuk tujuan ini maka pengobatab rasionalnya adalah pemberian antihistamin, dekongestan, antiinflamasi, antibiotia adekuat, imunoterapi dan bila perlu operatif. Prognosis Prognosis dan perjalanan alamiah dari rinitis alergika sulit dipastikan, ada kesan klinis bahwa gejala-gejala rinitis alergika berkurang gengan bertambahnya usia. Pada pasien dengan riwayat rinitis alergi, polip nasi mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk rekuren. Sehingga kemungkinan pasien harus menjalani polipektomi beberapa kali dalam hidupnya.