P. 1
Bahan Ajar

Bahan Ajar

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh Rizwan Agist
Perpindahan panas
Perpindahan panas

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Rizwan Agist on May 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

PERPINDAHAN PANAS

JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIMUS
JULIAN ALFIJAR, ST
PENGANTAR PERPINDAHAN PANAS
Perpindahan Panas Konduksi
Perpindahan Panas Konveksi
Perpindahan Panas Radiasi
Macam-macam Perpindahan Panas
Perpindahan Panas Konduksi
 Adalah proses transport panas dari daerah
bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah dalam
satu medium (padat, cair atau gas), atau antara
medium – medium yang berlainan yang
bersinggungan secara langsung

 Dinyatakan dengan :
dx
dT
kA q ÷ =
Perpindahan Panas Konduksi
Dimana :
q = Laju perpindahan panas (w)
A = Luas penampang dimana panas mengalir (m
2
)
dT/dx = Gradien suhu pada penampang, atau laju
perubahan suhu T terhadap jarak dalam arah
aliran panas x
k = Konduktivitas thermal bahan (w/m
o
C)

contoh:

Salah satu permukaan sebuah plat
tembaga yang tebalnya 3 cm mempunyai
suhu tetap 400
0
C, sedangkan suhu
permukaan yg sebelah lagi dijaga tetap 100
0
C. Berapa kalor yang berpindah melintasi
lempeng itu?
Perpindahan Panas Konduksi
Penyelesaian
Dari lampiran A terlihat konduktivitas termal
tembaga adalah 370 W/m
0
C. Dari hk.
Fourier :
dx
dT
kA q ÷ =
dx
dT
k
A
q
÷ =
Perpindahan Panas Konduksi
2
2
/ 7 , 3
10 3
) 400 100 )( 370 (
m MW
x x
T
k
A
q
=
÷ ÷
=
A
A
÷ =
÷
Perpindahan Panas Konduksi
Perpindahan Panas Konveksi
Adalah transport energi dengan kerja gabungan
dari konduksi panas, penyimpanan, energi dan
gerakan mencampur. Proses terjadi pada
permukaan padat (lebih panas atau dingin)
terhadap cairan atau gas (lebih dingin atau
panas).


q = h A (∆T)
Dimana :
q = Laju perpindahan panas konveksi
h = Koefisien perpindahan panas konveksi
(w/m
2 0
C)
A = Luas penampang (m
2
)
∆T = Perubahan atau perbedaan suhu
(
0
C;
0
F)
Perpindahan Panas Konveksi
Contoh:
Udara pada suhu 20
0
C bertiup diatas plat panas
50 x 75 cm. Suhu plat dijaga tetap 250
0
C. Koefisien
perpindahan kalor konveksi adalah 25 W/m
2

0
C. Hitunglah
perpindahan kalor.
Penyelesaian
Dari persamaan :
q = h A (Tw - T∞)
= (25)(0,50)(0,75)(250 – 20)
= 2,156 kW
Perpindahan Panas Konveksi
Perpindahan Panas Radiasi
Adalah proses transport panas dari benda
bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu
lebih rendah, bila benda – benda itu
terpisah didalam ruang (bahkan dalam
ruang hampa sekalipun


q = δ A (T
1
4
– T
2
4
)
Perpindahan Panas Radiasi
Dimana :
δ = Konstanta Stefan-Boltzman 5,669 x10
-
8
w/m
2
k
4
A = Luas penampang
T = Temperatur

Contoh:
Dua plat hitam tak berhingga yang suhunya masing masing
800
0
C dan 300
0
C saling bertukar kalor melalui radiasi.
Hitunglah perpindahan kalor persatuan luas.
Penyelesaian
Dari persamaan:
q = δ A (T1
4
– T2
4
)
q/A = δ (T1
4
– T2
4
)
q/A = (5,669 x 10-8)(1073
4
– 573
4
)
q/A = 69,03 kW/m
2

Perpindahan Panas Radiasi
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
dx
dT
kA q ÷ =
( )
1 2
T T
x
KA
q ÷
A
÷ =
Dinding Datar
Laju perpindahan panas secara konduksi telah kita dapatkan
Atau :
( )
2 1
T T
x
KA
q ÷
A
=
Bilamana konduktivitas thermal bahan tetap, tebal dinding
adalah ∆x, sedang T
1
dan T
2
adalah suhu permukaan
dinding seperti terlihat pada gambar berikut :
q
q
T
2

T
1

∆x
Profil Suhu
x
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Jika dalam sistem tersebut terdapat lebih dari satu
macam bahan, dan terdiri dari beberapa lapis dinding
seperti terlihat pada gambar berikut :
q
A
1 2 3 4
A
B
C
q
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
C
C
B
B A
x
T T
A K
x
T T
A K
T T
A K q
A
÷
÷ =
A
÷
÷ =
A
÷
÷ =
3 4 2 3
A
1 2
x
Aliran kalor dapat dituliskan :
A K
x
A K
x
A K
x
T T
q
C
C
B
B
A
A
. . .
4 1
A
+
A
+
A
÷
=
atau :
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Dimana :
A K
x
A K
x
A K
x
C
C
B
B
A
A
.
;
.
;
.
A A A
Disebut sebagai Tahanan Thermal
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Dari Gambar dapat juga kita buat analogi listriknya:
q
R
A
R
B
R
C

A K
x
A
A
.
A
A K
x
B
B
.
A
A K
x
C
C
.
A
Analogi listrik digunakan untuk mempermudah
memecahkan soal-soal yang rumit baik yang seri maupun
paralel.
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Persamaan aliran kalor satu dimensi dapat juga dituliskan
sebagai berikut apabila kasusnya seperti pada gambar berikut
ini:
th
menyeluruh
R
T
q
¿
A
=
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
A
B
C
D
E
F
G
q
q
1 2 3 4 5
Sistem Silinder - Radial
Mari kita tinjau suatu silinder panjang dengan jari-jari
dalam r
i
, jari-jari luar r
o
dan panjang L
L
r
o

r
i
q
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Dimana silinder ini mengalami beda suhu Ti – To. Untuk
silinder yang panjangnya sangat besar dibandingkan
dengan diameternya, dapat diandaikan bahwa aliran
kalor berlangsung menurut arah radial.
Maka laju aliran panas yang terjadi dapat kita tuliskan :
dr
dT
KA q ÷ =
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Dimana :
A = 2ПrL
Maka :
dr
dT
rlK q t 2 ÷ =
Dengan kondisi batas :
T = Ti pada r = ri
T = T
o
pada r = r
o
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Bila persamaan diatas diintegralkan didapat :

( )
( )
i o
o i
r r Ln
T T KL
q
/
2 ÷
=
t
Dan tahanan thermal disini adalah :

( )
KL
r r Ln
R
i o
th
t 2
/
=
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Koefisien Perpindahan Kalor Menyeluruh
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Sehingga laju aliran kalor menyeluruh menjadi:

0
. .
menyeluruh
q U A T = A
Dimana :
Uo = koefisien perpindahan kalor menyeluruh
A = luas bidang aliran kalor
ΔTm = beda suhu menyeluruh
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Sistem dengan sumber kalor
Dinding datar dengan sumber kalor
T
w
T
w

x
X=0
q = kalor
yang

dibangkitkan

persatuan
volume
L L
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI
Laju aliran panas yang dibangkitkan disini sama dengan rugi kalor
pada permukaan, dan untuk mendapatkan besar suhu pusat:

w o
T
K
qL
T + =
2
2
Untuk silinder dengan sumber kalor:

w o
T
K
qR
T + =
4
2
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU DIMENSI

Perhatikan sebuah benda dua dimensi yang dibagi atas
sejumlah jenjang yang kecil yang sama pada arah x dan y
seperti terlihat pada gambar:
m,n
m-1,n
m+1,n
m,n-1
m,n+1
∆x
∆y
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
Jika ∆x =∆y maka gradien suhu :

0 4
, ) 1 ( , ) 1 ( , ), 1 ( ), 1 (
= ÷ + + +
+ ÷ + ÷ n m n m n m n m n m
T T T T T
Laju Aliran Panas :

y
T
x k q
A
A
A ¿ ÷ = . .
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP

Contoh:
1 2
4 3
T = 100
0
C
T = 500
0
C
T = 100
0
C
T = 100
0
C
Tentukan :
a. Distribusi Suhu
b. Laju Aliran Panas
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
Distribusi suhu:
T
2
+ 100 + 500 + T
3
– 4T
1
= 0
100 + T
1
+ 500 + T
4
– 4T
2
= 0
T
4
+ 100 + T
1
+ 100 – 4T
3
= 0
100 + T
3
+ T
2
+ 100 – 4T
4
= 0

Atau :

600 + T
2
+ T
3
– 4T
1
= 0 .............(1)
600 + T
1
+ T
4
– 4T
2
= 0 .............(2)
200 + T
1
+ T
4
– 4T
3
= 0 .............(3)
200 + T
3
+ T
2
– 4T
4
= 0 .............(4)

Dimana :

T
1
= T
2
T
3
= T
4
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
Dari Persamaan (1)
600 + T2 + T3 – 4T1 = 0
600 + T1 + T3 – 4T1 = 0
600 + T3 – 3T1 = 0 ...................(5)

Dari Persamaan (3)

200 + T1 + T4 – 4T3 = 0
200 + T1 + T3 – 4T3 = 0
200 + T1 – 3T3 = 0 ..................(6)

Maka dari persamaan (5) dan (6)
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
600 + T
3
– 3T
1
= 0 600 + T
3
– 3T
1
= 0

200 + T
1
– 3T
3
= 0 600 + 3T
1
– 9T
3
= 0

8T
3
= 1200
T
3
= 150
0
C
Substitusi ke pers (5) atau (6)
600 + T
3
– 3T
1
= 0
600 + 150 – 3T1 = 0
750 = 3T
1
T
1
= 250
0
C
Maka :

T
1
= T
2
= 250
0
C
T
3
= T
4
= 150
0
C
1200 – 8T
3
= 0
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
Laju Aliran Panas :

y
T
x k q
A
A
A ¿ ÷ = . .
Untuk Permukaan 500
0
C
Q = -∑k(Δx/Δy)[250 - 500] +[250 - 500] = - k (-500) = 500 k
Untuk Permukaan 100
0
C
Q = -∑k(Δx/Δy)[250 – 100] + [150 – 100] + [150 – 100] +
[150 – 100] + [150 – 100] + [250 – 100] = - 500 k
KONDISI KEADAAN TUNAK DIMENSI RANGKAP
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Rumus Empiris untuk aliran dalam pipa/tabung
m, C
p

Aliran
1 2
L
T
b1
T
b2

q
Besarnya perpindahan kalor yang terjadi pada suatu
penampang/saluran yang berbentuk pipa/tabung dapat
dinyatakan dengan beda suhu limbak (bulk temperature):

q = m.Cp(Tb
2
– Tb
1
) = h.A(Tw – Tb)

m = ρ.Um.A
Untuk mengetahui apakah alirannya laminar atau turbulen maka
dibutuhkan bilangan Reynold:
µ
µ d U
m
.
Re =
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Dimana :
m = laju aliran fluida (kg/s)
Cp = Panas jenis (kj/kg.
0
C)
Tb = Suhu limbak
Tw = Suhu dinding
Um = Kec. Rata-rata (m/s)
μ = Kekentalan (kg/m.s)
ρ = Kerapatan (kg/m
3
)
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Untuk Aliran Turbulen :

N
ud
= 0,023.Re
0,8
. Pr
n
= h.d/k..............pipa licin

k
d h
f
f
N
n
w
b
ud
.
) 1 (Pr ) 8 / ( 7 , 12 07 , 1
Pr . Re ) 8 / (
3 / 2 2 / 1
=
|
|
.
|

\
|
÷ +
=
µ
µ

Untuk pipa licin dgn faktor gesek
Dimana:
n = 0,11 jika Tw >Tb
n = 0,25 jika Tw < Tb

PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Untuk Aliran Laminar:

14 , 0 3 / 1 3 / 1
) / ( ) / ( Pr) . (Re 86 , 1
w ud
L d N µ µ =
Contoh:
Tabung yang diameternya 2 cm mempunyai kekasaran
relatif 0,001 berada pada suhu dinding tetap 90
0
C. Air
masuk kedalam tabung pada suhu 40
0
C dan yang keluar
adalah 60
0
C. Jika kecepatan masuk ialah 3 m/s hitunglah
panjang tabung yang diperlukan.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Jwb :
q = m.Cp(Tb2 – Tb1) = h.A(Tw – Tb)
= ρ.Um.A.Cp(60 - 40)
= ρ.Um.πr
2
.Cp(60 – 40)
Untuk mendapatkan harga ρ dan Cp kita gunakan tabel dan
menggunakan rumus interpolasi :
Dari temperatur limbak :
Tb = (60 +40)/2 = 50
0
C
Maka :
ρ = 990 kg/m
3
Cp = 4181 j/kg
Maka :
q = 990.3. π.(0,01)2.4181(60 – 40)
q = 77982 W
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Untuk permukaan tabung dengan kekasaran relatif,
temperatur rata-ratanya:
Tf = (90+50)/2 = 70
0
C
ρ = 980 kg/m
3
k = 0,660 w/m
0
C
Pr = 2,62
υ = 0,421x10
-6
m
2
/s
μ = ρ.υ = 4,126x10
-4
kg/m.s
Re = 142.510………..Turbulen
Maka rumus yang digunakan :

k
d h
f
f
N
n
w
b
ud
.
) 1 (Pr ) 8 / ( 7 , 12 07 , 1
Pr . Re ) 8 / (
3 / 2 2 / 1
=
|
|
.
|

\
|
÷ +
=
µ
µ
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Dari diagram mody didapat harga f = 0,0215
Maka f/8 = 0,002688
n = 0,11 karna Tw > Tb
μb = ρb.vb = 990.0,568x10-6 = 5,62x10
-4
kg/m.s
μw = ρw.vw = 967 . 0,33x10
-6
m
2
/s = 3,19x10
-4
kg/m.s
maka :
k
d h x x
N
ud
.
19 , 3
10 62 , 5
) 1 62 , 2 ( ) 002688 , 0 ( 7 , 12 07 , 1
62 , 2 142510 ) 002688 , 0 (
11 , 0
4
4
3 / 2 2 / 1
=
|
|
.
|

\
|
÷ +
=
÷
÷
Nud = 640 =h.d/k
h = (640x0,66)/0,02 = 21120 w/m
2

0
C
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
Maka panjang tabung :
) 50 90 ( . .
77982
÷
=
d h
L
t
) 50 90 ( 02 , 0 14 , 3 21120
77982
÷
=
x x
L
L = 1,47 m
q = h.A(Tw – Tb)
q = h. Π.d.L(Tw – Tb) = 77982 w
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA
RADIASI TERMAL
Jika suatu benda ditempatkan dalam
pengurung, dan suhu pengurung lebih
rendah dari pada suhu benda, maka suhu
benda tersebut akan turun, sekalipun
ruang dalam pengurung tersebut hampa.
Proses pemindahan panas yang terjadi
hanya semata karena benda suhu dan
tanpa bantuan zat perantara (medium),
disebut perpindahan panas radiasi
Ditinjau dari gelombang
elektromagnetik, energi radiasi
dibawa oleh gelombang
elektomagnetik .Ada banyak jenis
radiasi, yaitu dari radiasi sinar
gama ,sinar x, radiasi termal hingga
radiasi gelombang radio (dari
spektrum panjang gelombang
pendek sampai yang berpanjang
gelombang panjang).
Sedang radiasi termal, energi pancarannya
adalah ditentukan berdasar dari suhu
benda tersebut.
Daerah spektrum panjang gelombang
radiasi termal adalah dari 0 , 1 sampai
dengan 100 mikron
Radiasi matahari juga merupakan radiasi
termal dengan daerah panjang gelombang
khusus yaitu 0, 25 sampai dengan 3
mikron.
RADIASI BENDA HITAM
Benda hitam adalah idealisasi benda yang
pada suhu berapapun, memancarkan atau
menyerap seluruh radiasi pada panjang
gelombang tertentu manapun (disebut
Radiator sempurna).
Daya pancar benda hitam tergantung dari
suhu dan panjang gelombangnya, seperti
terlihat dari persamaan berikut :
Untuk materi seterus Sedang dalam perbaikan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->