Anda di halaman 1dari 22

Total Parenteral Nutrition

Anisyah Achmad, S.Si., Apt., Sp.FRS Departement of Clinical Pharmacy, Major of Pharmacy, FKIK- UNSOED

Nutrisi parenteral

tidak menggantikan

fungsi alamiah usus

DEFINISI
Nutrisi Parenteral adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang diberikan langsung melalui pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernaan.

Berdasarkan cara pemberian Nutrisi Parenteral dibagi atas :

1. Nutrisi Parenteral Sentral. (vena cava, subclavia, jugularis) 2. Nutrisi Parenteral Perifer.

Pemberian cairan melalui vena perifer dimana osmolaritas cairan tersebut lebih dari 900 m Osmol yang seharusnya melalui vena sentral

Merusak dinding Vena

PEMBERIAN PERIFER
Nutrien diberikan melalui vena perifer yang biasanya vena pada kaki atau tangan. Osmolaritas cairan yang diberikan antara 300-900 mosm/L. Maksimum konsentrasi dekstrose yang digunakan adalah 12,5%, asam amino 2% dan 400 mg/dl kalsium glukonas.

SENTRAL
1. Kateter dipasang pekutan atau melalui vena seksi. Pada BBLSR digunakan kateter silastik yang paling kecil, yaitu No. 1, 9 F sedangkan untuk bayi yang lebih besar digunakan No. 2, 7 F. 1. Sebaiknya dihindari penggunaan kateter double lumen yang lebih besar, karena berhubungan dengan sindroma Vena Cava Superior dan erosi dinding pembuluh darah. 3. Kateter dapat dimasukkan melalui V. Antekubiti, V. Saphena, V. Jugularis interna dan eksterna, V. Subkalvia atau yang lebih jarang melalui V. Umbikalis atau fermoralis. Kateter harus diarahkan sedemikian rupa sehingga ujungnya terletak pada sambungan antara atrium kanan dan V. Cava superior/inferior.

SENTRAL
4. Sebaiknya hindari penggunaan keteter arteri umbikalis untuk infus NPT pada BBLSR, karena hal ini menimbulkan kerugian berupa insiden trombosis tinggi, tidak dapat digunakan untuk memperoleh sampel darah, biasanya tidak diberikan nutrisi enteral selama terpasang kateter arteri umbilikal. 5. Cairan yang diberikan dengan infusion pump melalui penghubung Y atau T, sama dengan pemberian perifer.

6. Karena tingginya resiko infeksi pada pemberian secara sentral, maka tidak boleh digunakan untuk pengambilan darah, pemberian obat-obatan maupun transfusi. 7. Heparin ditambahkan dengan konsentrasi 0,5 u/ml cairan

INDIKASI PEMBERIAN
1. Gangguan absorpsi makanan seperti pada fistula enterokunateus, atresia intestinal, kolitis infektiosa, obstruksi usus halus.

2. Kondisi dimana usus harus diistirahatkan seperti pada pankreatitis berat, status preoperatif dengan malnutrisi berat, angina intestinal, stenosis arteri mesenterika, diare berulang.

INDIKASI PEMBERIAN
3. Gangguan motilitas usus seperti pada ileus yang berkepanjangan, pseudo-obstruksi dan skleroderma 4. Kondisi dimana jalur enteral tidak dimungkinkan seperti pada gangguan makan, muntah terus menerus, gangguan hemodinamik, hiperemesis gravidarum.

TIDAK DIREKOMENDASIKAN
Pasien-pasien kanker yang sedang menjalankan terapi radiasi dan kemoterapi. Pasien-pasien preoperatif yang bukan malnutrisi berat. Pankreatitis akuta ringan. Kolitis akuta. AIDS. Penyakit paru yang mengalami eksaserbasi. Luka bakar. Penyakit-penyakit berat stadium akhir (end-stage illness).

Pembagian Cairan

1. Hipertonis 2. Isotonis 3. Hipotonis

ISOTONIS
125 ml/jam = 1 liter tiap 8 jam atau 2 mL/menit

HIPERTONIS
tidak lebih dari 1 L setiap 8 jam atau 3 L setiap 24 jam. Kecuali pada kasus khusus (kehilangan darah, shock, tujuan anestesi) laju pemberian dapat 1 liter tiap 1,5 jam = 11 ml/menit

CARA PEMBERIAN
1. Larutan asam amino, dekstrose dan lipid perinfus melalui kateter plastik (No. 22 atau 24 F) atau melalui wing needle. 2. Dekstrose dan asam amino dicampur pada botol yang sama, kemudian dihubungkan dengan bagian bawah infus yang mempunyai filter berukuran 0,22 um.

3. Cairan lipid dihubungkan dengan infus diluar filter melalui bagian atas dari T-connector atau Y-connector.

CONTINUE..
4. Infusion pump dibutuhkan untuk mempertahankan tetesan cairan infus agar tetap konstan. 5. Infus set, termasuk tube dan jarum intravena harus diganti setiap 3 hari, kecuali untuk lipid diganti setiap 24 jam. Sebaiknya jarum intravena dipindahkan ke tempat lain setiap 48 jam. Cairan parenteral dan cairan lipid diganti setiap hari. 6. Obat-obatan tidak boleh melalui cairan NPT. Obat-obatan diberikan setelah kateter dibilas dengan NaCl dan melalui cairan intravena. 7. Dapat ditambahkan mineral, vitamin dan unsur kelumit.

8. Dapat digunakan emulsi lemak 10 atau 20% (2,3,7,8)

over feeding = major complication

50 %

Menghambat Lean Body Mass

COMPLICATION

1. Mekanik Pada kateter vena sentral dapat terjadi : sindroma vena cava superior, aritmia atau tamponade jantung, trombus intrakardial, efusi pleura atau kilotorak, emboli paru dan hidrosefalus sekunder terhadap trombosis vena jugularis.
2. Infeksi Sepsis sering disebabkan oleh Staphylococcus epidermis, Stretococcus viridans, Escheria Coli, Pseudomonas spp dan Candida albicans. Infeksi ditanggulangi dengan pemberian antibiotik. Kejadian sepsis dapat berkurang dengan digunakannya kateter karet silikon perkutaneus. (

3. Metabolik Pada bayi berat lahir amat sangat rendah sering terjadi hiperglikemia, karena produksi insulin yang tidak adekuat dan berkurangnya sensitivitas terhadap insulin. Pada bayi kurang bulan kelebihan beban protein akan menimbulkan azotemia, hiperammonia.

Resiko terjadi hiperbilirubinemia meningkat pada bayi cukup bulan dan pemberian NPT yang lama tanpa disertai enteral feeding. Keadaan ini biasanya terjadi secara dini dan lebih berat pada keadaan pemberian protein yang tinggi dan cairan dekstrosae yang hipertonis. Kelainan metabolik yang berhubungan dengan pemberian lipid, antara lain : kolestatik, hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai