Anda di halaman 1dari 26

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Shibu lijack

Penyakit Akibat Kerja

Shibu lijack

Definisi
Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.

Definisi
WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja : Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumoconiosis. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkhogenik. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma.

Faktor Penyebab

Faktor Fisika Faktor Kimia Faktor Biologis Faktor Fisiologis Faktor Psikologis

Faktor Fisika

Suara (bising) Radiasi Suhu (panas/dingin) Tekanan yang sangat tinggi Vibrasi Penerangan lampu yang kurang baik

Faktor Kimiawi

Bahan kimia yang berbahaya (B3) Debu Uap Gas Larutan Kimia Awan atau Kabut

Faktor Biologis

Bakteri Virus Jamur Binatang buas Tumbuhan

Faktor Fisiologis
Cara kerja Kondisi alat kerja Kondisi tempat kerja

Faktor Psikologis
Lingkungan kerja Job Stress Hubungan sosial antar pekerja

Lingkungan Kerja

Shibu lijack

Definisi
Lingkungan adalah salah satu dari dua faktor yang memengaruhi seseorang. Fungsi lingkungan bagi seseorang sangat besar dalam menjalani kehidupan, kelangsungan hidup, bermasyarakat, adatu dalam bekerja, seperti halnya lingkungan kerja.

Identifikasi Bahaya Kesehatan


Shibu lijack

Pengendalian Resiko

Shibu lijack

Peniadaan

Subtitusi
Prinsip dari alat kendali adalah menggantikan sumber risiko dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih rendah bahkan tidak ada. Contoh: Penggunaan bahan kimia berbahaya dengan yang lebih rendah tingkat bahayanya, tetapi memiliki fungsinya yang sama. Rekayasa, contohnya memodifikasi sistem exhaust untuk mengurangi kebisingan.

Rekayasa Engineering

Administrasi
Pada langkah ini digunakan prosedur, Standar Operasi Kerja (SOP) atau panduan sebagai langkah untuk mengurangi risiko. Contoh: Melakukan rotasi kerja untuk mengurangi efek risiko. Membatasi waktu atau frekuensi untuk memasuki area kerja. Melakukan supervisi pekerjaan. Membuat prosedur kerja. Memasang lambang/peringatan K3.

Organisasi

Alat Pelindung Diri (APD)


Sarana pengaman diri adalah pilihan terakhir yang dapat dilakukan untuk mencegah bahaya kerja. APD disarankan hanya digunakan bersamaan dengan alat pengendali yang lain, agar memberikan perlindungan yang efektif bagi yang menggunakannya. Contoh: Pelindung Kepala. Pelindung Telinga. Safety Helmet.

Sekian

Shibu lijack