Anda di halaman 1dari 12

Nama Ardila Putri Arria Humaira Bunga Sessiory Hervina Aljanika Melisa Putri Muhnizar Siagian Resti Kumar

Suci Nurul Fathia Suci Widya Putri Mata Kuliah REGIONALISME Dosen Pengasuh

HAYYU DARMAN MOENIR Judul/Topik Tugas

REGIONALISME AMERIKA LATIN Jumlah huruf

Pernyataan Kecuali pada bagian yang sengaja dikutip, seluruh tugas tulisan ini merupakan bu ah dari karya dan pemikiran saya sendiri. Tugas ini belum pernah sekalipun diber ikan pada perkuliahan yang lain. Seandainya ditemukan adanya penjiplakan pada tu lisan ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Ditandatangani oleh:

Tanggal: Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepa da kita semua sehingga dengan rahmat dan karunianya itu jualah makalah ini dapat selesai tepat waktu. Shalawat dan salam untuk nabi besar muhamad SAW yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliah ke puncak islamiah sebagaimana yang ki ta rasakan saat sekarang ini. Terimakasih yang sebesarnya penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah memban tu dalam pembuatan makalah ini, dosen pembimbing, keluarga dan kawan-kawan yang telah memberikan sokongan baik berupa materil maupun immateril.

Dalam pembuatan makalah ini penulis menemui kesulitan dalam menemukan sumber jur nal dan buku seperti yang dipersyaratkan tapi alhamdulillah atas kerjasama yang baik antar kelompok masalah itu dapat teratasi. tiada gading yang tak retak penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam pem buatan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik/saran dari pemb aca sekalian agar makalh ini bisa lebih baik dimasa yang akan datang

Padang, April 2012

penulis

Daftar Isi Bab I : Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Pertanyaan Penelitian Bab II :Isi A. Tinjauan Pustaka dan landasan teoritik B. Organisasi Regional Di Amerika latin 1. ALFTA 2. MERCOSUR 3. ALBA Bab III : Penutup A. Kesimpulan B. Kritik Dan Saran Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Amerika Latin (bahasa Portugis dan bahasa Spanyol: Amrica Latina; bahasa Perancis

: Amrique Latine) adalah sebutan untuk wilayah benua Amerika yang sebagian besar penduduknya merupakan penutur asli bahasa-bahasa Roman (terutama bahasa Spanyol dan bahasa Portugis) yang berasal dari bahasa Latin. Istilah Amerika Latin dipak ai untuk membedakan wilayah ini dengan wilayah Anglo-Amerika yang kadang-kadang dipakai untuk menyebut wilayah benua Amerika dengan mayoritas penduduk adalah pe nutur asli bahasa Inggris. Dalam konteks sejarah, "Amerika Latin" berarti semua wilayah benua Amerika yang dulunya merupakan koloni kerajaan Spanyol, Portugis, dan Perancis yang pendudukn ya berbicara bahasa-bahasa yang berasal dari bahasa Latin. Dalam pengertian ini, wilayah Amerika Serikat Barat Daya seperti Florida dan Louisiana Perancis juga termasuk Amerika Latin. Regionalisme di kawasan Amerika Latin mulai berkembang terutama pada tahun 1980an bersamaan dengan munculnya gelombang baru regionalisme atau yang disebut new r egionalism . Integrasi regional di Amerika Latin sendiri muncul kembali disebabkan adanya kebangkitan dari regionalisme yang muncul sebagai format alternatif dari liberalisasi perdagangan. Selain itu, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi negara -negara lain yang telah bergabung dengan organisasi regional, negara-negara di A merika Latin berusaha membuka diri dan menggati fokus perekonomian negara dari s ubstitusi impor menjadi model perdagangan yang terbuka. Dalam regional Amerika Latin terdapat beberapa organisasi regional dalam bidang ekonomi yang dibentuk sebagai respon atas globalisasi dan perdagangan bebas yang telah dilakukan oleh negara-negara maju. Organisasi-organisasi regional tersebu t juga diharapkan dapat mendorong integrasi di kawasan Amerika Latin itu sendiri . Pertama adalah Mercosur (Mercado Comn del Sur) yang merupakan salah satu organisa si regional di Amerika Latin yang didirikan oleh Argentina, Brazil, Paraguay dan Uruguay melalui Treaty of Asunction pada bulan Maret 1991. Tujuan dari pembentu kan Mercosur adalah untuk memajukan perdamaian dan kestabilan serta menguatkan k erjasama internal dan kerjasama internasional. Adanya regionalisasi dalam pereko nomian internasional negara-negara di Amerika Latin ini menunjukkan adanya liber alisasi perdagangan antara negara-negara anggota Mercosur. Pada dasarnya Mercosu r merupakan sebuah perjanjian dengan tujuan akhir yang ambisius untuk membentuk integrasi perekonomian di kawasan Amerika Latin. Strategi perdagangan yang digun akan Mercosur diadaptasi dari format Custom Union. Kedua adalah Andean Community yang terbentuk berdasarkan Pakta Andean pada tahun 1969. Negara-negara yang tergabung dalam Andean Community adalah Amerika Selata n, Peru, Kolumbia, Ekuador dan Bolivia. Bersama dengan Mercosur, Andean Communit y membentuk South American Community of Nations dengan tujuan untuk menciptakan area perdagangan bebas yang lebih luas lagi. Area perdagangan bebas South Americ an Community of Nations menggabungkan area perdagangan bebas Mercosur, Andean Co mmunity dan beberapa negara Amerika Latin lainnya. Pada tahun 2014 South America n Community of Nations diharapkan sudah dapat menghilangkan tarif produk-produk yang tidak sensitif sementara pada tahun 2019 menyusul produk-produk yang sensit if. Meningkatnya regionalisme baru di kawasan Amerika Latin tidak terlepas dari peng aruh pihak eksternal terutama Amerika Serikat. Perubahan dalam politik luar nege ri Amerika Serikat mempengaruhi regionalisme di Amerika Latin dikarenakan posisi Amerika Serikat sebagai hegemon baik di regional Amerika maupun dalam lingkup g lobal. AS mengubah politik luar negeri tradisional yang dianutnya dan mengadopsi tiga jalur kebijakan politik dan komersial yaitu kombinasi strategis dan pragma tis dari multilateralisme, regionalisme dan unilateralisme. Hal inilah yang mend orong masuknya liberalisme ke wilayah Amerika Latin dan menimbulkan kesadaran re gional negara-negara dalam wilayah tersebut.

Pengaruh eksternal muncul dari Republik Rakyat China. China yang merupakan nega ra dengan peran besar dalam perekonomian global merupakan saingan bagi organisas i regional di Amerika Latin termasuk Mercosur. Sebagai negara industri, China me miliki pasar yang jauh kompetitif dibandingkan negara-negara Mercosur yang menju al sumber daya alam mineral, minyak dan hasil alam lainnya. Hal ini menyebabkan persaingan perdagangan yang cukup sengit. Permasalahan lain dalam regionalisme Amerika Latin muncul dari perkembangan perp olitikan Amerika Latin yang akhir-akhir ini menunjukkan kemunculan gerakan nasio nalisme yang menolak Amerika Serikat dengan liberalisme dan kapitalismenya, teru tama setelah Hugo Chavez terpilih kembali menjadi Presiden Venezuela dan Evo Mor ales sebagai Presiden Bolivia pada tahun 2006. Munculnya gerakan melawan kapital isme ini dapat diperkirakan akan menghambat perkembangan regionalisme di Amerika Latin. B. Rumusan Masalah

Amerika latin sebagai sebuah kawasan sampai saat sekarang belum memiliki sebuah organisasi kawasan yang utuh layaknya kawasan lain, hal ini disebabkan ada beber apa organisasi yang didirikan oleh negara-negara di kawasan amerika latin ini. O rganisasi yang didirikan dikatakan merupakan organisasi yang mewakili kawasan ta pi pada kenyataannya belum ada satu organisasipun yang mampu menyatukan negara-n egara dikawasan ini. C. Pertanyaan Penelitian

1. Bagaimanakah proses regionalisasi yang terjadi di Amerika Latin? 2. kesepakatan dan perjanjian Apa sajakah yang telah dibuat oleh negara di kawasan amerika latin ? 3. apa sajakah penyebab yang menghalangi terbentuknya regionalisme di Ameri ka Latin ?

BAB II ISI A. Tinjauan Pustaka dan landasan teoritik

Dalam mebahas regionalisme ada beberapa teori utama yang digunakan yaitu diantar anya neo-liberalisme, konstruktivi, functionalis dan neo-functionalis. Neo-liberalisme menekankan pada semakin tingginya tingkat saling ketergantungan antara negara-negara yang memaksa mereka untuk bekerja sama dan berintegrasi. Te ori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan Joseph Nye, yang meng-conceptualizes perilaku kerjasama antar negara. Menurut Keohane dan Nye, saling ketergantungan ekonomi dan keuntungan yang diperoleh dari itu menjadi pemicu/ insentif utama b agi negara-negara untuk bekerja sama (Keohane dan Nye, 1989:4-19). Neo-liberalisme menjelaskan integrasi regional sebagai respon rasional oleh nega ra untuk dinamika realitas baru yang diciptakan oleh globalisasi dan interdepend ensi yang meningkat pada masa pasca Perang Dingin. Hal ini juga dipandang sebaga i langkah untuk memaksimalkan kesejahteraan negara dan kepentingan melalui kerja sama terutama didikte oleh tatanan politik baru internasional (Mansfield dan Mil ner, 1997:6). Motivasi bagi negara-negara untuk membentuk mekanisme kerjasama regional untuk m enghindari negatif "eksternalitas kebijakan nasional" dari interdependensi, untu

k memfasilitasi hubungan perdagangan intra-regional, sementara pada saat yang sa ma mengurangi biaya operasi dalam aturan internasional dan pengadaan barang publ ik (Soderbaum, 2002 : 7). Fungsionalisme menekankan pada kebutuhan fungsional untuk menciptakan sebuah ins titusi. Teori ini berpendapat bahwa insentif bagi negara-negara untuk bekerja sa ma dan selanjutnya membuka ekonomi mereka dan meliberalisasikan kebijakan perdag angan mereka dihasilkan oleh ekspansi kegiatan ekonomi, karena proses kegiatan t ersebut memberikan peningkatan manfaat bagi Negara-negara yang melakukannya. Mitrany memberikan asumsi dasar yang dasar dari pendekatan fungsional: (a) divisi politik yang merupakan sumber konflik antar negara dapat diselesai kan melalui pembentukan lembaga fungsional internasional yang dapat mengintegras ikan kepentingan semua negara, (b) integrasi ekonomi akan lead menuju pada arah penyatuan politik (Mitrany, 196 6). Bagi Mitrany, pendekatan teritorial dalam hubungan internasional berdasarkan neg ara dengan konsentrasi kekuasaan sangat kontraproduktif. Karena tidak akan perna h ada batasan yang jelas antara negara dan batas-batas negara. Karena itu, dibut uhkan pengadopsian sebuah pendekatan alternatif untuk memecahkan masalah tatanan internasional yaitu dengan cara menghubungkan wewenang kepada suatu aktivitas te rtentu, dan melepaskan diri dari link tradisional antara otoritas kekuasaan dan wilayah (territory)" (Claude, 1971:380). Fungsionalisme menekankan pada pentingnya pembentukan struktur administrasi khus us (lembaga), dengan tugas-tugas fungsional tertentu yang dialihkan dari pemerin tah negara. lembaga ini diberikan jurisdiksi khusus terhadap yang spesifik masal ah yang dihadapi. "Dimensi fungsional menentukan arah dan kebijakan dari pemben tukan lembaga ini. Dalam cara yang sama, fungsi menentukan organ yang akan digun akan dan akan mengacu pada praktik sifat tindakan yang diperlukan di bawah kondi si yang diberikan, dan dengan cara apa kekuatan yang dibutuhkan oleh otoritas ma sing-masing. Fungsi ini, bisa dikatakan, menentukan instrumen eksekutif yang cocok kegiatan y ang tepat dan dengan proses yang sama menyediakan kebutuhan untuk reformasi inst rumen pada setiap tahap "(Mitrany, 1966:72-73). Contoh: ASEAN Proses integrasi itu sendiri akan menjadi mandiri (berkelanjutan) dan akan mengh asilkan tingkat spillover yang dipicu oleh tekanan kepentingan kelompok, dan aka n memperdalam proses integrasi (Hass, 1958). Menurut Hass, transfer kesetiaan kepada struktur negara baru, negara supra-nasio nal, akan memicu pertumbuhan yang logis terhadap kerjasama fungsional. Hass memb erikan deskripsi tentang sebuah komunitas politik, dimana asumsi pendekatan neo -fungsionalis inti ini dibangun. Menurut dia, "komunitas politik ... adalah suat u kondisi di mana sekelompok individu yang secara spesifik menunjukkan loyalitas yang lebih kepada lembaga pusat politik mereka daripada otoritas politik lainny a, dalam jangka waktu tertentu dan dalam ruang geografis didefinisikan." (Hass, 1958: 5) Neo-fungsionalisme melihat institusi supranasional sebagai cara yang paling efek tif untuk memecahkan masalah-masalah umum. Kerjasama Fungsional pasti akan spill over ke ranah politik dan akhirnya menghasilkan redefinisi identitas kelompok pa da unit-unit regional. (Hurrell, 1995:59). Teori-teori di atas dapat disebut teori rasionalis yang menganggap negara-negara berdaulat sebagai aktor utama yang melandasi perilaku mereka pada perhitungan r asional tentang apa tindakan terbaik untuk melayani kepentingan mereka. Rasional is mengabaikan unsur manusia dalam proses pengambilan keputusan. Konstruktivisme (juga teori kritis) mengambil posisi bahwa kepentingan negara se benarnya terbentuk melalui proses interaksi sosial yang mana mereka ikut berpart

isipasi, dan secara terus menerus membentuk hubungan interaksi dengan negara-neg ara lain dalam sistem internasional (Ruggie, 1998:33). Konstruktivis berpendapat bahwa dimensi ideasional juga memiliki struktur yang m empengaruhi perilaku aktor, melawan penekanan pendekatan rasionalistik yang seca ra priviledges struktur sistemik didirikan dari hal yang mendasar, seperti kekuata n militer atau ekonomi, dan menekankan bahwa struktur organisasi dalam internasi onal sistem yang didasarkan pada faktor-faktor material hanya bisa mendapatkan m akna dari tindakan aktor mereka melalui struktur pengetahuan. Konstruktivis berpendapat bahwa karena identitas menginformasikan kepentingan pe laku, yang kemudian diterjemahkan ke dalam tindakan, struktur non-materi yang me mbentuk identitas sebagai masalah sepenuhnya patut dianalisis secara lebih hatihati. Konstruktivis menegaskan bahwa ketika datang ke pertanyaan tentang bagaima na lembaga dan struktur berhubungan satu sama lain, keduanya "saling dibentuk", merujuk pada kondisi di mana meskipun struktur ideasional mungkin datang untuk m enginformasikan identitas pelaku, struktur tersebut tidak akan diakui keberadaan nya kalau bukan karena tindakan yang berarti dari para aktor. (Reus-Smit, 2001:2 17). Lembaga di sini merujuk kepada pelaku individu dan struktur mengacu pada bentukbentuk sosial organisasi yang mempengaruhi perilaku aktor, dan integrasi antara integrasi lembaga-struktur telah menjadi salah satu fokus utama perkembangan dal am mempelajari teori sosial (Ritzer, 2000: 219-221). Lembaga memiliki kapasitas untuk membentuk dan mempertahankan struktur melalui tindakan (Ruggie, 1998). B. 1. Organisasi Regional di Amlat LAFTA

Salah satu bentuk reginalisme di Amerika Latin terlihat dengan terbentuknya Lati n America Free Trade Area (LAFTA). Latin America Free Trade Area (LAFTA) dibent uk pada 1960-an melalui perjanjian yang ditandatangani di Montevideo, antara lai n oleh Argentina, Brazil, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru dan Uruguay. Pada 1970, Bolivia, Kolombia, Ekuador dan Venezuela ikut bergabung dan barulah pada tahun 1999 Kuba ikut bergabung. Tujuan untuk membentuk pasar bersama di Amerika Latin dan menawarkan potongan ta rif di antara negara-negara anggota, menghapuskan semua kewajiban dan hambatan p erdaganagn dalam 12 tahun ke depan, membentuk zona perdagangan bebas sama halnya seperti Uni Eropa dan NAFTA yang menciptakan hubungan regional yang saling meng untungkan. LAFTA mulai beroperasi sejak 2 Januari 1962. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, dibentuklah beberapa institusi, seperti The Co uncil of Foreign Ministers, A Conference of All Participating Countries, serta A Permanent Council. Kesepakatan LAFTA mempunyai baasan, yakni hanya berlaku pada barang jasa dan tid ak mengarah pada koordinasi kebijakan dalam aspek politik. Permasalahan yang mun cul dalam LAFTA terkait dengan perbedaan kondisi kekuatan perekonomian domestic yang bisa membedakan negara-negara di kawasan ini dalam tiga klasifikasi (dari t erkuat ke terlemah), yaitu: 1. Argentina, Brazil dan Chili di kelompok pertama; 2. Kolombia, Peru, Uruguay dan Venezuela di kelompok kedua; dan 3. Bolivia, Ekuador, dan Paraguay di kelompok ketiga. Oleh karena itu, perdagangan bebas dianggap sebagai caara untuk meningkatkan int eraksi perekonomian yang diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian sehingga mampu keluar dari kondisi negara miskin.

Associacin Latianoamericana de Integracin (The Latin American Integration [ALADI] atau Latin American Integration Association [LAIA]) merupakan sebuah asosiasi in tegrasi perdaganagn Amerika Latin yang dibentuk berdasarkan Perjanjian Montevide o (1 Agustus 1980). Tujuannya adalah untuk membentuk sebuah pasar bersama dalam rangka perkembangan aspek ekonomi dan social di kawasan tersebut. LAIA menyusun arahan umum mengenai hubungan dagang berdasarkan prinsip-prinsip p luralisme, kesatuan, fleksibitas, perlakuan diferensial dan keserbaragaman. LAIA bisa dikategorikan sebagai blok perdagangan dengan anggota yang terdiri dari Ar gentina, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Venezuela, Brazil, Chili, Meksiko, Paraguay , Peru, Kuba dan Uruguay. Luas wilayah 19.420.505 km. Jumlah populasi pada tahun 2008 adalah 508.752.025 dengan kepadatan 26,2 km. LAFTA bertanggung jawab mengenai regulasi perdagangan luar negeri mencakup regul asi tentang ukuran teknis, regulasi kesehatan dan keamanan, ukuran proteksi ling kungan hidup, ukuran quality control, ukuran lisensi otomatis, ukuran control ha rga, ukuran monopoli, dan lainnya. Kesepakata juga meliputi pengaturan masalah tariff dan promosi perdagangan, komp lementasi ekonomi, perdaganagan agrikultur, financial, fiscal, pajak, kejasama k esehatan , konservasi lingkungan hidup, kerjasama sains dan teknologi, promosi p ariwisata, dan lainnya. Metode yang berlaku di LAFTA meliputi: Pilihan tariff yang menjamin keaslian produk dari negara-negara anggota , berdasarkan pada tariff yang berlaku bagi negara-negara dunia ketiga; Kesepakatan yang berlaku dalam skala reginal di antara negara-negara an ggota; dan Kesempatan yang berlaku parsial, antara dua atau lebih negara di kawasa n tersebut. Perjanjian Montevideo Pemerintah Republik Argentina, Republik Bolivia, Republik Federasi Brasil, Repub lik Chili, Republik Kolombia, Republik Ekuador, Meksiko Serikat, Republik Paragu ay, Republik Peru, Republik Uruguay, dan Republik Venezuela, diilhami oleh tujua n memperkuat hubungan persahabatan dan solidaritas di antara rakyat mereka, meya kini bahwa integrasi ekonomi regional adalah salah satu sarana utama bagi negara -negara Amerika Latin untuk mempercepat proses pembangunan ekonomi dan sosial me reka dalam rangka untuk memastikan standar hidup yang lebih baik bagi masyarakat mereka. Oleh karena itu dengan Perjanjian Montevideo, Negara-negara yang menandatangani perjanjian tersebut memutuskan untuk memperbaharui proses integrasi Amerika Lati n dan menetapkan tujuan dan mekanisme sesuai dengan situasi nyata di kawasan itu . Dengam syarat tertentu bahwa kelanjutan proses tersebut memerlukan mengambil k euntungan dari pengalaman positif yang diperoleh dalam pelaksanaan Perjanjian Mo ntevideo tanggal 18 Februari 1960. Negara-negara terkait juga menyadari bahwa perlu untuk memastikan perlakuan khus us bagi negara-negara pada tahap pembangunan ekonominya relatif kurang maju, ser ta bersedia untuk mendorong pengembangan hubungan solidaritas dan kerjasama deng an negara-negara lain dan daerah integrasi Amerika Latin untuk mempromosikan pro ses konvergensi menuju pembentukan pasar regional bersama. Selain itu, Negara-ne gara tersebut juga meyakini kebutuhan untuk berkontribusi terhadap perolehan ske ma baru kerjasama horizontal antara negara berkembang dan daerah integrasi merek a, yang terinspirasi oleh prinsip-prinsip hukum internasional mengenai pembangun an. Mengingat keputusan yang diadopsi oleh para Pihak pada Persetujuan Umum mengenai

Tarif dan Perdagangan dimana perjanjian regional dapat dibuat antara negara-neg ara berkembang untuk saling mengurangi atau menghilangkan hambatan untuk perdaga ngan bebas mereka. 2. MERCOSUR

Mercado Comun del Sur atau MERCOSUR adalah oganisasi regional yang lahir dari ha sil perjanjian Ascuncion yang diamandemen kemudian dan dituangkan kembali dalam perjanjian Ouro Perto. Ada empat negara yang menjadi pendiri Mercosur (The Found ing Countries) yaitu : Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Dan Mercosur me ngalami penambahan jumlah anggota setelah itu, dimulai dengan bergabungnya Chili dalam keanggotaan Mercosur pada tahun 1996, disusul dengan Bolivia ditahun 1997 , peru pada tahun 2003, Kolombia pada tahun 2004, dan Venezuela yang bergabung p ada tahun 2006. Organisasi Mercosur mempunyai tujuan untuk mempromosikan perdagangan bebas dan mendukung pergerakan barang, jasa, tenaga kerja, dan nilai tukar currency dan moda l, serta mengembangkan kelembagaan untuk menangi masalah-masalah sosial seperti pendidikan, tenaga kerja, budaya, lingkungan, dan perlindungan konsumen. Bahkan Mercosur juga telah merintis integrasi ekonomi dan kepentingan sekuriti sejak ta hun 1990 yang mana negara Mercosur sepakat untuk mendirikan perdagangan blok zon a bebas senjata nuklir. Sejarah MERCOSUR Pada awalnya Mecosur dipelopori oleh dua negara yang menjadi two giants di Amerika Selatan, yaitu Brazil dan Argentina. Pada tahun 1960-an terdapat gerakan yang b ertjuan untuk mempersatukan perekonomian Amerika Latin agar dapat menjadi pesain g negara-negara Amerka Utara sekaligus dapat menjebatani hubungan antar negara d i kawasan Amerika Latin, terutaa pada sektor ekonomi. Ditandai dengan ditandatan ganinya perjanjian Latin America Free Trade Association (ALALC), yang pada awalnya gerakan ini bertjuan untuk memberikan solusi kepada negara-negara yang pada saa t itu menjalankan politik luar negrinya berdasarkan ketidakpercayaan. Hal terseb utlah yang mendorong kedua raksasa ekonomi Amerika Latin, Brazil dan Argentina u ntuk membawa hubungan mereka kepada tingkatan baru yang lebih baik. Perjanjian ini berkemabang pesat dalam lima tahun pertama, tetapi mengalami stag nasi di awal tahun 70-an. Sehingga perjanjian The Latin American Integration Ass ociation ditandatangan pada tahun 1980, dibentuk karena dorongan untuk mengatasi kebuntuan integrasi ekonomi. Perjanjian ini mengakomodasi Brazil dan Argentina untuk memperluas perdagangan bilateral dengan menandatangani 12 protokol komersi l pada tahun 1989. Integrasi ekonomi Brazil dan Argentina ini merupakan tindakan nyata untk melepaskan ketergantungan dengan perdagangan bebas dan arus barang dan jasa dari Amerika Utara. Secara resmi usaha kedua negara tersebut tertuang dalam Declaration of Iguatu (198 5), diperkuat dengan dibuatnya Programa de Integracion y Cooperacion Argentino-Br asileno (PICAB) di tahun 1988. Presiden kedua negara Presidents Carlos Menem dari Argentina dan Fernando Collor de Melo dari Brazil kemudian mengambil sebuah keb ijakan untuk menurunkan tarif kedua negara dan juga mengadakan diplomasi kepada Paraguay dan Uruguay untuk bergabung. Pada agustus 1990, Paraguay dan Uruguay kemudian bersama-sama menyatakan keingin an untuk bergabung bersama dua raksasa ekonomi di Amerika Latin tersebut. Hal in i kemudian membawa Amerika Latin kepada perjanjian bersama untuk mewujudkannya k e dalam sebuah organisasi internasional regional yang mewadahi segala bentuk rel asi yang ingin dijalin oleh keempat negara tersebut. Pada tanggal 26 Maret 1991, perjanjian yang membawa Amerika Latin ke dalam pasar bebas ini dirumuskan. Per janjian yang ditandatangani di Asuncion, Paraguay, ini kemudian diseetujui denga n nama Mercado Comun del Sur (MERCOSUR) sebagai bentuk dari pasar bebas pada tangg

al 31 desember 1994. Dukungan Politik untuk Pendirian MERCOSUR Awalnya Brazil dan Argentina dua negara yang saling bersaing, akan tetapi kedua negara tersebut meredam ego masing-masing dan mulai melakukan bekerjasama. Kedu a negara tersebut kemudian mengadakan perjanjian bilateral pada tahun 1980 terka it dengan isu nuklir dan kooperasi energi, kontrol persenjataan, perdagangan, in tegrasi, dan pengembangan. Pada tahun 1990 mereka mengumumkan program nuklir mer eka tersebut, dan pada tahun 1991 menandatangani Treaty of Asunction with Paragu ay and Uruguay dalam MERCOSUR. Hal inilah yang membawa negara-negara tersebut ke dalam integrasi regional yang kemudian bergerak sebagai alat politik untuk meng konsolidasikan tujuan yang lebih luas dalam melawan abad kegelapan otoritarianis me, antagonisme, intraregional, krisis ekonomi, dan marginalisasi internasional. Dalam Mercosur terjadi hubungan anatarproses integrasi ekonomi dan proses politi k domestik. Merebaknya regionalisme Amerika selatan, telah memperdalam demokrati sasi dalam keanggotaan dan konsensus antarelit politik. Hirst mengatakan pula ba hwa esensi dari politik Mercosur adalah korelasi positif antara reformasi ekonom i, demokratisasi, dan integrasi regional. Ini dapat kita lihat dari intervensi y ang sangat cepat dari Mercosur dalam krisis politik Paraguay di tahun 1996 dan 1 999. Dukungan Ekonomi untuk Pendirian MERCOSUR Ada beberapa motif ekonomi yang kuat dalam pendirian MERCOSUR, yaitu sebagai ber ikut; Kesepakatan mengenai area perdagangan bebas (free-trade zone) yang bertu juan untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan diantara keempat negara a nggota the founding state tersebut. Secara garis besar latar belakang ekonomi yang mendasari terbentuknya ME RCOSUR sebagai sebuah organisasi perdagangan regional Amerika Latin adalah karen a adanya kebutuhan akan pasar bersama diwilayah Selatan. Adanya kebutuhan akan adanya organisasi Amerika Latin untuk menangglang sejumlah isu sosial dikawasan yang meliputi isu pendidikan, pekerja/buruh, buday a, isu lingkungan, dan isu konsumerisme. Dalam perkembangannya, tujuan Mercosur semakin berkembang seiring dengan adanya kebutuhan dari negara-negara anggota. Tujuan lain Mercosur tersebut diantaranya diimplementasikan dengan membentuk customs union pada tahun 1995 yang bertujuan untuk memberlakukan Common External Tariffs (CET) serta dengan menandatangani k esepakatan kerjasama dan asosiasi perdagangan di berbagai bidang dengan Uni Erop a di tahun yang sama. Principles, Norms, Rules MERCOSUR Terdapat tiga badan institusional dalam struktur MERCOSUR meliputi Common Market Council , Common Market Group , and Trade Commission yang membahas isu isu berupa penga mbilan keputusan, resolusi, dan perintah serta instruksi yang ditambahkan ke dal am legal foundation. Ruang operasional Mercosur tertuang dalam tiga protokol uta ma yang menjadi pilar peraturan dan sejumlah prinsip managemen kebijakan terhada p permasalahan ekonomi, utamanya, sosial, dan kerjasama kawasan yang lebih kompr ehensif. Tiga protokol tersebut ialah : pertama, berdasarkan Pasal 18 Treaty of Asuncion, struktur kelembagaan Mercosur lebih lanjut ditentukan dalam Protokol O uro Preto. Pasal 3 POP (Protokol Ouro Preto) memberi kekuasaan Consejo del Mercado Comn (CMC ) sebagai organ politik tertinggi. Ini terdiri dari Menteri Luar Negeri dan Ekon omi dan Pertemuan dari Kepala Negara. CMC juga berwenang untuk mengatur pertemu an dari masing anggota menteri dalam rapat. Singkatnya, kompetensi CMC dapat dib andingkan dengan yang ada pada Dewan Menteri dan Dewan Eropa di Perjanjian Uni E

ropa. The Grupo Mercado Comn del (GMC) adalah tanpa diragukan lagi cabang eksekut if dari Mercosur (Pasal 10 POP). The GMC berjalan dalam semua worker group, ad h oc group dan pertemuan khusus tentang hal-hal tertentu. Kemudian Comisin del Comm ercio del Mercosur (CCM) berada di bawah GMC (Pasal 16 POP). CCM memiliki kompet ensi dalam isu-isu ekonomi khusus, seperti persaingan, pengadaan, kebiasaan perl indungan, konsumen dan lain-lain. CMC berurusan lebih lanjut dengan keluhan di d aerah-daerah dari state parties dan pihak swasta. Hal ini menunjukan bahwa struk tur kelembagaannya terdiri dari tingkatan dari negara anggota yang memberiperwak ilan didalamnya. Nilai esensial dari kebijakan Mercosur selalu mengusung hubungan positif antara reformasi ekonomi,demokratisasi, dan integrasi regional. Prinsip integrasi regio nal merupakan implementasi keinginan negara di Amerika Selatan, terutama Brazil dan Argentina, untuk merintis integrasi regional antara Argentina, Brazil, Urugu ay dan Paraguay dengan dasar pada causal agreements yang menjelaskan prinsip da ri agreement ini adalah untuk membangun common market dan menghilangkan trade ba rriers diantara anggota (Mercado Comun del Sur) Mercosur didasarkan pada perjanjian internasional mendirikan lembaga-lembaga ant ar pemerintah dan tujuan yang meletakkan semua perlakuaan terhadap negara anggot a sama dalam bentuk realisasi Customs Union dan Common Markets. Ini juga memilik i area kebijakan umum dan harmonisasi dalam kebijakannya. Karena itu struktur an tar pemerintah ini dengan saling mengaitkan integrasi masyarakat dalam pikiran, kebijakan, dan kepentingan cukup jelas tidak terbatas pada suatu asosiasi perdag angan bebas. Hal ini memunculkan bahwa pola hubungan ini akan lebih bersifat mut ual trusttanpa mengurangi aktivitas kebijakan bersama. Dinamika Mercosur dengan isu Politik, Ekonomi, dan Budaya Sebagai organisasi regional, Mercosur tidak hanya berusaha meningkatkan perdagan gan tetapi juga meningkatkan integrasi nilai dan budaya Amerika Latin,termasuk p erhatian tentang masalah lingkungan yang diwujudkan dalam the Framework Agreemen t on the Environment 2004. Secara sosial negara-negara Amerika latin dinilai mem perlihatkan suatu hasil yang baik dalam pelaksanaan demokrasi di negara-negara a nggotanya. Namun hal ini sangat kontras dengan kenyataan yang ada di internal ne gara anggota di mana masalah struktural, konsolidasi fiskal, pengurangan kemiski nan dan ketidakmerataan pendapatan masih menjadi masalah utama yang sulit disele saikan. Jika dilihat dari GDP masing-masing negara anggota, Mercosur dapat dikatakan ber hasil mengingat pendapatannya merupakan pendapatan terbesar ke-4 dari organisasi regional seluruh dunia. Ketiadaan sangsi positif maupun negatif yang mengikat a nggotanya menyebabkan free trade areabelum juga terwujud secara sempurna hingga kini. Hal tersebut juga menimbulkan kurangnya kepercayaan dan optimisme akan ter bentuknya integrasi yang kuat dalam bidang politik, akademik, bisnis dan diploma si. Brazil dan Argentina yang tingkat kompetitif manufakturnya relatif rendah di pasaran global menyebabkan kedua negara bersaing dalam pasaran regional dan men ciptakan konflik regional yang tidak mudah untuk diselesaikan. 3. ALBA

ALBA (Bolivarian Alliance for the Americas) merupakan suatu kerjasama regional d i kawasan Amerika latin yang pada awalnya di dirikan oleh Venezuela dan Kuba ata s prakarsa Fidel Castro dan Hugo Chavez pada tahun 2004. ALBA kemudian beranggot akan 8 negara di kawasan Amerika Latin. Pada awalnya melakukan bentuk kerjasama di bidang social dan budaya, karena aspek kawasan dan berkembang menjadi suatu a liansi politik yang melawan hegemony neoliberal di Amerika Latin dan berlandasar kan Marxis-Struktruralis. ALBA di nilai lebih maju dari organisasi regional lain nya di benua Amerika.

Pengkuhuhan ALBA sebagai kerjasama kawasan merupakan upaya integrasi ekonomi-pol itik yang berdasarkan prinsip-prinsip saling melengkapi (tidak berkompetisi), so lidaritas (tidak dominasi), kerja bersama (tidak eksploitasi) dan penghormatan k edaulatan rakyat (menggantikan kekuasaan korporasi) bagi kemajuan tenaga-tenaga produktif negara-negara yang lebih miskin, sekaligus menjadi penyeimbang kerjasa ma kawasan yang telah ada. ALBA menekankan pada perjuangan melawan kemiskinan da n ekslusi sosial. Sebagai alternatif, ALBA bertolak dari prinsip-prinsip yang diterapkan rezim Bol ivarian dalam membangun ekonomi nasional. Dalam alternative tersebut seperti; a) . Pertanian untuk rakyat atau pertanian untuk pasar, b). Hak milik intelektual a tau hak rakyat pada pengobatan dan kualitas pangan yang baik, c). Menolak libera lisasi, deregulasi dan privatisasi layanan public, d). Dana penggantian untuk me ngoreksi ketimpangan dalam ALBA. Tujuan ALBA adalah membangun masa depan Amerika Latin yang sejahtera, menghancurkan ketidaksetaraan sosial (abhorrent social in equalities) dan menjadikan wilayah ini sebagai kekuatan yang mampu menjalankan m odel perekonomian sendiri di tengah globalisasi, melaui strategi ekonomi, politi k, sosial-budaya yang ada di kawasan Amerika Latin. ALBA juga membentuk perjanjian di antaranya melakukan pertukaran antara energy d an kesehatan, dimana Kuba mengirim lebih dari 20.000 dokter yang akan di tempatk an di ratusan klinik dan rumah sakit serta mengirim ratusan guru di beberapa sek olah di Venezuela serta menyediakan beasiswa kedokteran, sebaliknya Venezuela me ngirim lebih dari 100.000 barel minyak per hari ke Kuba. ALBA sendiri berdiri a tas asas Solidaritas untuk kemajuan bersama, bentuk kerjasama diperluas menjadi pertukaran minyak dengan bahan makanan dan pertanian (bahkan sudah mencapai pert ukaran bijih besi kualitas tinggi (ore) dan bauksit dengan nikel); dokter dengan mesin-mesin produksi; bantuan modal untuk pengembangan energi minyak, namun buk an dengan jalan memprivatisasikannya ke korporasi minyak dan penjualan minyak mu rah. ALBA juga mendorong suatu kerjasama regional yang di landasi pemikiran Marxis-St ruktruralis. ALBA juga memperlihatkan berbagai keberhasilan program-program dari kebijakan yang di jalankan di luar kerangka neoliberal. Pada September 2007, 4 negara anggota ALBA memutuskan untuk membentuk Bank Selatan (Bank ALBA) yang men yalurkan dana untuk memajukan pembangunan ekonomi dan social serta menyingkarkan IMF dan Bank Dunia di wilayah Amerika Latin, mereka juga menguji coba mata uang bersama yaitu Sucre pada tahun 2010. Sehingga, ALBA merupakan organisasi kerjasama yang sebenarnya di landasi oleh Bo livarian atas prakarsa Hugo Chaves yang dimentori oleh Fidel Castro. Hubungannya dengan Politik Luar negeri di Kuba adalah negara-negara anggota ALBA sama-sama anti liberalism dan mengecam imperialisme, kapitalisme dan intervensi asing teru tama barat. Mereka sama-sama berjuang dan berkomitmen untuk memajukan Amerika La tin tanpa adanya campur tangan asing. Kemudian dengan adanya Bank ALBA dan ada s ejumlah organisasi bagian kecil dari ALBA lainnya hal ini menunjukkan bahwa nega ra di Amerika Latin ingin menyaingin organisasi internasional barat, seperti IMF dan mereka juga membuat mata uang sendiri yang juga meniru Uni Eropa

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dilihat dari penjelasan dan fenomena diatas terlihat bahwa di amerika latin send iri belum ada organisasi yang mampu mengakomodir anggota dari seluruh negara di

kawasan. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan yaitunya : 1. Adanya kepentingan yang berbeda dari negara-negara di kawasan dan kepent ingan itu sulit untuk disatukan 2. Adanya keinginan dari beberapa negara untuk saling mendominasi satu sama lain di kawasan hingga persaingan mereka memberikan dampak yang buruk untuk ter bangunnya kerjasama di kawasan. 3. Adanya perbedaan idiologi, sehingga membuat negara yang bertetangga satu sama lain ini justru saling menjauh karena perbedaan cara pandang melihat polit ik domestik dan politik dunia. 4. Ketidak mampuan negara-negara amerika latin bersaing di pasar internasio nal membuat mereka mengoptimalkan pasar regional hingga muncul persaigan di pasa r regional yang mengakibatkan perjanjian untuh berbagi dengan baik tidak mampu t ercapai. B. Kritik dan Saran

Penulis menyadari masih ada kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu penuli s mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian sehingga makalah ini akan jauh lebih baik di masa yang akan datang.

Daftar Pustaka Journal ALBA Venezuela s answer to free trade : the Bolivarian alternative for the Americas, by David Har ris and Diego Azzi. 2006. Focus on the global south. LAIA Free Trade Agreement , Treaty of Montevideo 1980, dipublikasikan pada Agus tus 2008 Open Regionalism or Alternative Regional Integration?. By Eduardo Gudynas | Octobe r 26, 2005. Hemispheric Watch The New Regionalism In Latin America And The Role Of The Us. Philippe De Lombaer de And Luis Jorge Garay. April 2006. OBREAL/EULARO Background Paper Open Regionalism Lessons From Latin America For East Asia. Clark W. Reynolds Wor king Paper #241 - August 1997 Integration And Trade In The Americas Special Issue On Latin America And Caribbe an Economic Relations With Asia-Pacific. Nohra Rey de Marulanda n friends. Insti tute for the Integration of Latin America and the Caribbean (INTAL) Comparative Analysis Of Regionalism In Latin America And Asia-Pacific. Ramiro Pi zarro. 1999. United Nations Publication. Region, regionness and regionalism in latin america: Towards a new synthesis. Dr Pa Riggirozzi.2010. Politics and International Relations University of Southampt on. Integration In Latin America Trends And Challenges. Renato Baumann.2008. Econom ic Commssion For Latin America And The Caribbean Latin American Regionalism And EU Studies. Andrs Malamud .2010. Institute Of Soci al Sciences, University Of Lisbon, Portugal. The Shifting Landscape Of Latin American Regionalism. Michael Shifter. Buku: Sudirman, Arfin, Deasy Silvya dan Nuraeni S, Regionalisme, Agustus 2010, Pustaka Pelajar.