Ijin Pembuangan Air Buangan ke Sumber Air

Terakhir di ubah: Minggu, 11 Maret 2007, dibaca: 12.068 kali 1

IZIN PEMBUANGAN AIR BUANGAN KE SUMBER AIR A.Dasar Hukum • Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 10 Tahun 1995 tentang Pengendalian Pembuangan Limbah Cair;
• •

Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 06 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pengairan di Kota Bandung ; Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 07 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengairan;

Keputusan Walikota Bandung Nomor 1023 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengairan dan Retribusi Pengairan. B.Persyaratan 1. Permohonan izin baru Pemohon mengajukan Surat Permohonan dengan lampiran – lampiran :

a. Photo Copy KTP Pemohon; b. Photo Copy Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Perubahannya; c. Photo Copy IMB, Site Plan berikut lampiran Gambar Denah atau Situasi; d. Photo Copy Surat Kepemilikan Tanah/keterangan kepemilikan/pemakaian tanah; e. Keterangan Domisili Perusahaan Dari Lurah/Camat setempat; f. Pernyataan tidak keberatan dari tetangga yang bersebelahan dengan lokasi lokasi Penyelenggaraan Pengairan; g. Pernyataan pemohon tentang kesanggupan memenuhi/mentaati ketentuan pelestarian lingkungan;

Photo Copy KTP Pemegang Izin. Rekomendasi/Serbaguna dari Lurah dan Camat setempat. e. k. Photo Copy Surat Izin Penyelenggaraan Pengairan. i. p. Ekspose rencana pembuatan bangunan pengambilan yang akan dibangun oleh pemohon. Photo Copy Izin lokasi dan Izin Usaha. Photo Copy bukti pelunasan Retribusi Pengairan. l. 3. Proposal teknis rencana volume air yang akan dibuang ke sumber Air Saluran/Sungai. o.h. j. Peninjauan dan pengukuran ke lapangan. Petugas loket meneliti kelengkapan persyaratan.Mekanisme 1. b. d. Rekomendasi dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung. Gambar Konstruksi Bangunan yang telah mendapat persetujuan dari instansi terkait lengkap dengan bangunan ukur (water meter) serta memperhatikan garis sempadan sungai/Saluran. c. Kartu Daftar Ulang Asli. 4. Untuk Daftar Ulang (Herregristrasi) a. Photo Copy bukti pelunasan PBB tahun terakhir. Berkas permohonan yang disertai kelengkapan persyaratannya disampaikan ke loket Unit Pelayanan Satu Atap. Rekomendasi dari Cabang Dinas Pengairan. 2. m. C. 2. . Peta Lokasi pembuangan ke sumber air skala 1 : 100 dan Peta Situasi Skala 1 : 1000. n. 5. Rekomendasi dari Badan Pengendali Lingkungan Hidup Daerah Propinsi Jawa Barat (bila pembuangan ke Sungai Lintas Kota/Kabupaten). Pencatatan dalam buku registrasi (apabila persyaratannya lengkap). Photo Copy Bukti Pelunasan PBB tahun akhir.

Menyerahkan Izin kepada Pemohon melalui loket Unit Yantap. Jangka Waktu Penyelesaian 1. Herregistrasi maksimal 3 (tiga) hari kerja. Sebesar Rp. 2. Retribusi pemanfaatan lahan sempadan Sungai/Saluran dengan ketentuan besarnya adalah = F x Tarif Dasar Dimana F = Luas lahan yang dimanfaatkan oleh Bangunan pembuangan (M2) Tarif Dasar = 1 % x NJOP terakhir Retribusi dikenakan selama pemohon membuang air buangan ke Sumber Air. 9.6. 8. Rapat Tim Peneliti Izin Penyelenggara Pengairan. Biaya yang diperlukan Untuk penerbitan izin tidak dikenakan biaya. Penerbitan/Penolakan permohonan Izin Pembuangan Air Buangan ke Sumber Air. . Penetapan Retribusi. tetapi untuk pembuangan. 25.-/M3 air buangan dibayar sesuai volume yang dibuang ke sumber air dengan dibayar tiap bulan ke Kas Daerah. 2. E. air buangan ada 2 (dua) pengenaan retribusi kepada pemohon yaitu : 1. 10. Pemohon membayar retribusi ke loket Bank Jabar. 7. D. Izin Baru Maksimal 6 ( enam ) hari kerja setelah pemohon memenuhi persyaratan.

5 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Pembuangan Air Limbah A. DASAR PENGENAAN. Cara mengukur retribusi izin pembuangan air limbah ditetapkan berdasarkan : . Peruntukan/Lokasi Indeks Lokasi (IL) 1 Kawasan Lindung 5 . meliputi : No.Limbah rumahtangga perseorangan . 4. Subjek Retribusi adalah setiap orang pribadi atau badan yang memperoleh izin pembuangan air limbah. Indeks Lokasi ditetapkan atas pembagian peruntukan sesuai dengan tata ruang daerah. Dikecualikan dari Objek Retribusi adalah : . Retribusi Izin Pembuangan Air Limbah adalah pungutan daerah atas pemberian izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air.Limbah dalam rangka penelitian/pendidikan.Jumlah volume air limbah yang dibuang tiap bulannya. B. OBJEK. adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair 2. yang selanjutnya disebut wajib retribusi. Objek Retribusi adalah pemberian izin pembuangan air limbah. Air Limbah. PENGERTIAN : 1.Indeks lokasi. . 2. TARIF dan CARA PERHITUNGAN 1. dan Indeks gangguan 2. Masa Retribusi adalah sama dengan masa berlakunya izin pembuangan air limbah. SUBJEK DAN WAJIB RETRIBUSI 1.Limbah perkantoran pemerintah 3. .Retribusi Ijin Pemb Air Limbah Instansi Pengelola : DINAS TATA RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP Dasar Hukum : No. C.

Indeks Gangguan ditetapkan atas penggolongan pada proses air limbah yang diolah dalam 1 (satu) unit INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL). pengaturan. Tata cara penentuan Indeks Lokasi dan Indeks Gangguan sebagaimana disebut diatas. 5.pengendalian. dan pengawasan atas pembuangan air limbah. 7.2 3 4 5 6 7 8 9 Kawasan Pemukiman Perkotaan Kawasan Pengembangan Perkotaan Kawasan Pengembangan Pedesaan Kawasan Pariwisata Waduk/Situ/Danau Kawasan Lahan Basah Kawasan Lahan Kering Kawasan Tanaman tahunan 5 5 5 5 5 4 4 4 3 3 3 10 Zona Tambang 11 Hutan Produksi 12 Kawasan Industri 3. diatur lebih lanjut dengan keputusan Bupati. Biaya spt yang dimaksud diatas adalah meliputi biaya-biaya untuk pembinaan. Stuktur tariff retribusi ditetapkan berdasarkan rencana volume air limbah . Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tariff retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin. 6. Penggolongan Proses Indeks Air Limbah Gangguan 1 2 3 4 Kimia Logam KImia Non Logam Biologi Fisika 5 4 3 2 4. yang meliputi: No.

yang akan dibuang ke air dan atau sumber air tiap bulannya.d 1. 75 c. diatas 1000 M3/bulan : V3 x IL x IG x Rp. Volume Air Limbah Tarif (Rp) 1 2 3 sampai dengan 100 m3 / bln (V1) diatas 100 s. Besarnya tariff retribusi izin pembuangan air limbah ditetapkan sebagai berikut: No. dari satu titik pembuangan (outlet IPAL). 25 Kabupaten bogor . 250 b. 101 sampai dengan 1000 M3/bulan : V2 x IL x IG x Rp. sampai dengan 100 M3/bulan : V1 x IL x IG x Rp. 8.000 m3 / bln (V2) diatas 1.000 m3 / bln (V3) 250 75 25 9. Cara perhitungan retribusi adalah sebagai berikut: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful