Anda di halaman 1dari 2

ANEKDOT PARA FISIKAWAN

Cerita berikut kami sarikan dari beberapa anekdot paling populer di dunia fisika,
dengan tokoh-tokoh: Ampere, Heisenberg, Newton, Einstein, dan Feynman.
Apa yang tertulis di sini tentunya hanya sekedar canda. Janganlah dinilai terlalu
serius, apalagi dianggap benar-benar terjadi.

• Fisikawan Prancis, Andre Ampere, memiliki dua ekor kucing: satu kucing
yang cukup besar dan satu lagi kucing kecil. Ampere sangat mencintai kedua
ekor kucingnya, hanya saja ketika pintu kamar kerja Ampere tertutup kucing-
kucing tersebut tidak bisa masuk atau keluar dengan bebas. Dia kemudian
memutuskan untuk membuatkan pintu khusus bagi kucing-kucingnya: satu
yang cukup besar untuk kucing besar dan satu yang kecil untuk kucing kecil.
Tolol! Atau justru terlalu jenius?

***

• Fisikawan Jerman, Werner Heisenberg, terkenal dengan prinsip


ketidakpastiannya (uncertainty principle atau Heisenberg’s inequality). Dalam
prinsipnya itu disebutkan (salah satunya) tentang ketidakmungkinan
mendapatkan hasil pengukuran yang sama-sama akurat antara posisi dan
momentum jika diukur secara bersamaan (simultan). Suatu ketika Heisenberg
terlalu ngebut mengemudikan mobilnya sehingga terpaksa dihentikan oleh
polisi. Sang polisi bertanya,

Apakah Anda tahu seberapa kencang Anda melaju?

Lalu Heisenberg menjawab,

Tidak, tetapi saya tahu di mana saya sekarang berada.

Konyol… makin kesel deh ama Heisenberg!

***

• Fisikawan Inggris, Isaac Newton, dan Fisikawan Jerman-Amerika, Albert


Einstein, saling bertarung kata-kata gara-gara pertanyaan:

Kenapa bebek-bebek sering tiba-tiba bergerak menyeberangi jalan raya?

Jawab Newton:

Bebek-bebek yang sedang diam akan cenderung tetap diam, bebek-bebek yang
sudah bergerak akan cenderung tiba-tiba menyeberangi jalan raya. (Inersia)

Jawab Einstein:

Apakah bebek-bebek itu menyeberangi jalan raya atau jalan raya yang
menyeberangi bebek-bebek tergantung pada cara Anda memandangnya.
(Relativitas)

Gak percaya kalo mereka pernah ngomong gitu.

***

• Fisikawan Amerika, Richard Feynman, suatu ketika memberikan kuliah


tentang momentum sudut. Dia menjelaskan masalah momentum sudut dan
menyebutkan ketidakkomutannya (analog dengan sifat nonkomutatif). Dia
bercerita bahwa Sir William Hamilton, seorang fisikawan Inggris, menemukan
sifat ketidakkomutan tersebut pada suatu malam ketika sedang berjalan-jalan
di kebun dengan Lady Hamilton (istrinya). Seiring makin dinginnya malam
mereka pun duduk di sebuah bangku, dan ada saat-saat tertentu yang penuh
kegairahan. Sejak saat itulah Hamilton menemukan bahwa AB tidak sama
dengan BA.