Anda di halaman 1dari 38

PREEKLAMPSIA EKLAMPSIA

Dr R SOERJO HADIJONO SpOG(K), DTRM&B(Ch)


Master Trainer JNPK-KR

PENDAHULUAN
50,000 KEMATIAN IBU / TAHUN (Duley 1994) INSIDENS EKLAMPSIA DI NEGARA BER

KEMBANG 1:100 1:1700 (Crowther, 1985) MAGNESIUM SULFAT DITETAPKAN SEBAGAI OBAT PALING EFEKTIF UNTUK MENGATASI KEJANG EKLAMPSIA (The Eclampsia Collaborative Trial Group 1995, Neilson 1995, Lucas, Levano dan Cunningham 1995)

EKLAMPSIA MERUPAKAN SALAH SATU

PENYEBAB UTAMA KEMATIAN IBU DI SEMUA NEGARA MAGNESIUM SULFAT MERUPAKAN OBAT TERPILIH UNTUK PENGELOLAAN PRE-EKLAMPSIA/EKLAMPSIA

PRINSIP DASAR

WANITA HAMIL ATAU BARU


MELAHIRKAN MENGELUH NYERI KEPALA HEBAT ATAU PENGLIHATAN KABUR

WANITA HAMIL ATAU BARU


MELAHIRKAN MENDERITA KEJANG ATAU KEHILANGAN KESADARAN / KOMA

PENGELOLAAN UMUM
SEGERA RAWAT LAKUKAN PENILAIAN KLINIK JIKA PASIEN TIDAK BERNAFAS
BEBASKAN JALAN NAFAS BERIKAN O2 DENGAN SUNGKUP LAKUKAN INTUBASI BILA PERLU

JIKA PASIEN KEHILANGAN KESADARAN


BEBASKAN JALAN NAFAS BARINGKAN PADA SATU SISI UKUR SUHU PERIKSA APAKAH ADA KAKU KUDUK

PENGELOLAAN UMUM
JIKA PASIEN SYOK
LIHAT PENGELOLAAN SYOK

JIKA TERDAPAT PERDARAHAN


LIHAT PENGELOLAAN PERDARAHAN

JIKA PASIEN KEJANG


BARINGKAN PADA SATU SISI, TEMPAT TIDUR ARAH KEPALA DITINGGIKAN SEDIKIT UNTUK MENCEGAH ASPIRASI BEBASKAN JALAN NAFAS PASANG SPATEL LIDAH FIKSASI

TEKANAN DARAH MENINGKAT

PENILAIAN KLINIK
HIPERTENSI KRONIK SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA

( 140/90 mmHg)
NYERI KEPALA GANGGUAN PENGLIHATAN HIPERREFLEKSIA PROTEINURIA KOMA

HAMIL < 20 MG

KEJANG + HAMIL > 20 MG

EKLAMPSIA
HIPERTENSI

KEJANG

PREEKLAMPSIA RINGAN PREEKLAMPSIA BERAT

PENILAIAN KLINIK

KEJANG RIWAYAT KEJANG DEMAM (-) KAKU KUDUK (-)


DEMAM NYERI KEPALA KAKU KUDUK (+) DISORIENTASI TRISMUS SPASME OTOT MUKA NYERI KEPALA GANGGUAN PENGLIHATAN MUNTAH RIWAYAT GEJALA SERUPA

EPILEPSI MALARIA SEREBRAL MENINGITIS ENSEFALITIS TETANUS

TEKANAN DARAH NORMAL

MIGRAINE

GEJALA DAN TANDA


TEKANAN
INDIKATOR
MENGUKUR TAHANAN PERIFER TIDAK TERPENGARUH KEADAAN EMOSI

DARAH

DIASTOLIK

MERUPAKAN

DIAGNOSIS

HIPERTENSI BILA TEKANAN DIASTOLIK 90 mmHg PADA DUA KALI PENGUKURAN BERJARAK 1 JAM

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN


HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN HIPERTENSI KRONIK

KLASIFIKASI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN


DIAGNOSIS HIPERTENSI TEKANAN DARAH KENAIKAN DIASTOLIK 15 mmHg ATAU 90 mmHg DALAM 2 PENGUKURAN JARAK 1 JAM IDEM TANDA LAIN PROTEINURIA (-) KEHAMILAN > 20 mg

PREEKLAMPSIA RINGAN

PROTEINURIA 1+

PREEKLAMPSIA BERAT

TEKANAN DIASTOLIK > 110 mmHg

PROTEINURIA 2+ OLIGURIA HIPERREFLEKSIA GANGG.PENGLIHATAN NYERI EPIGASTRIUM

KLASIFIKASI HIPERTENSI KRONIK DALAM KEHAMILAN


DIAGNOSIS HIPERTENSI KRONIK TEKANAN DARAH HIPERTENSI TANDA LAIN KEHAMILAN < 20 mg

SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA

HIPERTENSI KRONIK

PROTEINURIA DAN TANDA LAIN PREEKLAMPSIA

HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN

LEBIH SERING PADA PRIMIGRAVIDA RISIKO MENINGKAT PADA


MASSA PLASENTA BESAR TROFOBLAS) HIDRAMNION DIABETES MELLITUS ISOIMUNISASI RHESUS FAKTOR HEREDITER MASALAH VASKULER

(GEMELI,

PENYAKIT

HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN


HIPERTENSI TANPA PROTEINURIA ATAU EDEMA PREEKLAMPSIA RINGAN PREEKLAMPSIA BERAT EKLAMPSIA

HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN

HIPERTENSI

KARENA KEHAMILAN DAN PREEKLAMPSIA RINGAN SERING TANPA GEJALA PROGNOSIS LEBIH BURUK DENGAN PROTEINURIA

DIAGNOSIS PREEKLAMPSIA BERAT


TEKANAN DARAH DIASTOLIK > 110 mmHg PROTEINURIA 2+ OLIGURIA < 400 ml/24 JAM EDEMA PARU: NAFAS PENDEK, SIANOSIS, RONKHI NYERI EPIGASTRIUM/KUADRAN ATAS KANAN GANGGUAN PENGLIHATAN: SKOTOMA NYERI KEPALA HEBAT HIPERREFLEKSIA MATA: SPASME ARTERIOLER, EDEMA, ABLASIO RETINA KOAGULASI: KOAGULASI INTRAVASKULER DISSEMINATA, SINDROM HELLP PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT OTAK: EDEMA SEREBRI JANTUNG: GAGAL JANTUNG

EKLAMPSIA
KEJANG DAPAT TERJADI TANPA
TERGANTUNG PADA BERAT RINGANNYA HIPERTENSI SIFAT KEJANG TONIK-KLONIK KOMA TERJADI SETELAH KEJANG DAN DAPAT BERLANGSUNG LAMA

HIPERTENSI KRONIK
DIDETEKSI SEBELUM KEHAMILAN 20 MG SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA ADALAH
HIPERTENSI KRONIK + PREEKLAMPSIA

HIPERTENSI KRONIK
KELOLA SEBAGAI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN

PROTEINURIA
SEKRET VAGINA / CAIRAN AMNION INFEKSI SALURAN KEMIH, ANEMIA BERAT, PAYAH JANTUNG, PARTUS LAMA DARAH DALAM URIN, SKISTOSOMIASIS, KONTAMINASI DARAH VAGINA

KEJANG DAN KOMA


EPILEPSI MALARIA SEREBRAL TRAUMA KEPALA PENYAKIT SEREBROVASKULER INTOKSIKASI (ALKOHOL, OBAT, RACUN) KELAINAN METABOLISME MENINGITIS ENSEFALOPATI INTOKSIKASI AIR HISTERIA DLL.

DIAGNOSIS BANDING

KOMPLIKASI
ISKEMIA UTEROPLASENTER SPASME ARTERIOLAR KEJANG DAN KOMA PENANGANAN TIDAK TEPAT

PENCEGAHAN
PEMBATASAN KALORI, CAIRAN, DIIT
RENDAH GARAM TIDAK MENCEGAH HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN BAHKAN MEMBAHAYAKAN JANIN MANFAAT ASPIRIN, KALSIUM DLL. BELUM TERBUKTI DETEKSI DINI DAN PENANGANAN CEPAT-TEPAT

ALUR TERAPI
HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN TANPA PROTEINURIA
HAMIL > 37 MG HAMIL < 37 MG TERMINASI KEHAMILAN PEMANTAUAN TEKANAN DARAH MENINGKAT PREEKLAMPSIA

PENGELOLAAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN TANPA PROTEINURIA

JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU


RAWAT JALAN PEMANTAUAN TEKANAN DARAH, PROTEINURIA & KONDISI JANIN TIAP MINGGU BILA KONDISI JANIN MEMBURUK / GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN RAWAT DAN PERTIMBANGKAN TERMINASI KEHAMILAN

JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU


TERMINASI KEHAMILAN

ALUR TERAPI
PREEKLAMPSIA RINGAN

HAMIL > 37 MG

TERMINASI KEHAMILAN PEMANTAUAN


TEKANAN DARAH, PROTEINURIA, REFLEKS, KONDISI JANIN

HAMIL < 37 MG

KENAIKAN PROTEINURIA

GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN TERMINASI KEHAMILAN

KENAIKAN TEKANAN DARAH RAWAT INAP

PREEKLAMPSIA

PENGELOLAAN

PREEKLAMPSIA RINGAN

JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK


TERJADI PERBAIKAN, LAKUKAN PENILAIAN 2 KALI/MG RAWAT JALAN
PEMANTAUAN TEKANAN DARAH PROTEINURIA 1X/HR & KONDISI JANIN BANYAK ISTIRAHAT DIIT BIASA TIDAK PERLU PENGOBATAN 2X/HR,

PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA RINGAN JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK MEMUNGKINKAN RAWAT JALAN, RAWAT DI RS
PEMANTAUAN TEKANAN DARAH 2X/HR, PROTEINURIA 1X/HR & KONDISI JANIN BANYAK ISTIRAHAT DIIT BIASA TIDAK PERLU PENGOBATAN TIDAK PERLU DIURETIK, KECUALI TERDAPAT EDEMA PARU, DEKOMPENSASI KORDIS & GAGAL GINJAL AKUT PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT PERTIMBANGKAN TERMINASI PROTEINURIA KELOLA SEBAGAI PREEKLAMPSIA BERAT TEKANAN DIASTOLIK TURUN SAMPAI NORMAL PASIEN DIPULANGKAN ISTIRAHAT & PERHATIKAN TANDA PREEKLAMPSIA BERAT TEKANAN DIASTOLIK NAIK RAWAT

PENGELOLAAN

PREEKLAMPSIA RINGAN

JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU


PERTIMBANGKAN TERMINASI KEHAMILAN
SERVIKS MATANG LAKUKAN INDUKSI OKSITOSIN 5 IU / 500 ml DEKSTROSE 5% 10 TETES/MENIT ATAU PROSTAGLANDIN SERVIKS BELUM MATANG PROSTAGLANDIN / MISOPROSTOL / KATETER FOLEY / BEDAH CAESAR

ALUR TERAPI
PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA
KEJANG
ANTI KONVULSAN

ANTI KONVULSAN ANTI HIPERTENSI PASANG INFUS KESEIMBANGAN CAIRAN PENGAWASAN OBSERVASI TANDA VITAL, REFLEKS, DJJ, EDEMA PARU, UJI PEMBEKUAN DARAH

OLIGURIA SINDROM HELLP KOMA RUJUK

PERSALINAN 12 JAM (EKLAMPSIA) / 24 JAM (PREEKLAMPSIA)

GAWAT JANIN

PARTUS PERVAGINAM

BEDAH CAESAR

PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA

PENGELOLAAN KEJANG
ANTI KONVULSAN PERLENGKAPAN PENGELOLAAN KEJANG LINDUNGI DARI TRAUMA ASPIRASI MULUT DAN TENGGOROK BARINGKAN PADA SISI KIRI, TRENDELENBURG O2 4-6 LITER/MEN

PENGELOLAAN PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA

PENGELOLAAN UMUM
JIKA DIASTOLIK > 110 mmHg BERIKAN ANTI HIPERTENSI SAMPAI DIASTOLIK ANTARA 90-100 mmHg PASANG INFUS RINGER LAKTAT UKUR KESEIMBANGAN CAIRAN KATETERISASI URIN JIKA JUMLAH URIN < 300 ML/JAM PANTAU EDEMA PARU PENGAWASAN OBSERVASI TANDA VITAL, REFLEKS & DJJ TIAP 1 JAM LAKUKAN UJI PEMBEKUAN DARAH

MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA


Alternatif I Dosis awal MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit Segera dilanjutkan dengan 15 ml MgSO4 (40%) 6 g dalam larutan Ringer Asetat / Ringer Laktat selama 6 jam Jika kejang berulang setelah 15 menit, berikan MgSO4 (40%) 2 g IV selama 5 menit MgSO4 1 g / jam melalui infus Ringer Asetat / Ringer Laktat yang diberikan sampai 24 jam postpartum

Dosis Pemeliharaan

MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA


Alternatif II Dosis awal Dosis pemeliharaan MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit Diikuti dengan MgSO4 (40%) 5 g IM dengan 1 ml Lignokain (dalam semprit yang sama) Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian MgSO4 Frekuensi pernafasan minimal 16 kali/menit Refleks patella (+) Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir Frekuensi pernafasan < 16 kali/menit Refleks patella (-), bradipnea (<16 kali/menit) Urin < 30 ml/jam pada hari ke 2 Jika terjadi henti nafas: Bantu pernafasan dengan ventilator Berikan Kalsium glukonas 1 g (20 ml dalam larutan 10%) IV perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi

Sebelum pemberian MgSO4 ulangan, lakukan pemeriksaan: Hentikan pemberian MgSO4, jika: Siapkan antidotum

Pengelolaan antihipertensi
Obat pilihan adalah Nifedipin, yang diberikan 5

10 mg oral yang dapat diulang sampai 8 kali/24 jam Jika respons tidak membaik setelah 10 menit, berikan tambahan 5 mg Nifedipin sublingual. Labetolol 10 mg oral. Jika respons tidak membaik setelah 10 menit, berikan lagi Labetolol 20 mg oral.

PENGELOLAAN DIASEPAM
DOSIS AWAL DIASEPAM 10 MG IV SELAMA 2 MENIT

DOSIS PEMELIHARAAN
PEMBERIAN MELALUI REKTUM

DIASEPAM 40 MG / 500 ML RINGER LAKTAT TIDAK MELEBIHI 100 MG/24 JAM


DIASEPAM 20 MG DALAM SEMPRIT 10 ml JIKA MASIH ADA KEJANG DOSIS TAMBAHAN 10 MG/JAM DAPAT DIBERIKAN MELALUI KATETER URIN KE DALAM REKTUM

PENGELOLAAN PERSALINAN
PREEKLAMPSIA BERAT PERSALINAN DALAM 24 JAM EKLAMPSIA PERSALINAN DALAM 12 JAM

BILA DILAKUKAN BEDAH CAESAR


TIDAK ADA KOAGULOPATI ANESTESIA TERPILIH ANESTESIA UMUM

JIKA TIDAK TERSEDIA ANESTESI UMUM


JANIN MATI BBLR LAKUKAN PERSALINAN PERVAGINAM

JIKA PEMATANGAN SERVIKS BAIK INDUKSI OKSITOSIN 5


IU / 500 ML DEKSTROSE 5% ATAU PROSTAGLANDIN

LAKUKAN RUJUKAN BILA:

OLIGURIA (<400 ML/24 JAM) SINDROM HELLP


(HEMOLYSIS, ELEVATED LIVER ENZYMES & LOW PLATELETS)

KOMA

BERLANJUT SETELAH KEJANG

>

24

JAM

PERAWATAN POSTPARTUM

ANTI

KONVULSAN DITERUSKAN SAMPAI 24 JAM POSTPARTUM / KEJANG TERAKHIR ANTI HIPERTENSI JIKA TEKANAN DIASTOLIK > 110 mmHg PEMANTAUAN JUMLAH URIN

ALUR TERAPI
HIPERTENSI KRONIK
ANTI HIPERTENSI SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA ? ISTIRAHAT PEMANTAUAN JANIN OBSERVASI KOMPLIKASI

PREEKLAMPSIA GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN GAWAT JANIN


TERMINASI KEHAMILAN

PENGELOLAAN HIPERTENSI KRONIK


LANJUTKAN PENGOBATAN HIPERTENSI SEBELUM-NYA BILA DIASTOLIK > 110 mmHg ATAU SISTOLIK 160 mmHg
BERIKAN ANTI HIPERTENSI PROTEINURIA SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA ? ISTIRAHAT PEMANTAUAN PERTUMBUHAN & KONDISI JANIN TANPA KOMPLIKASI TUNGGU PERSALINAN ATERM JIKA TERDAPAT PREEKLAMPSIA, PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT ATAU GAWAT JANIN TERMINASI KEHAMILAN OBSERVASI KOMPLIKASI

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA